Beranda blog Halaman 654

Satu-satunya di Bontang, Laboratorium Patologi Anatomi Milik RSUD Taman Husada

0
Satu-satunya di Bontang, Laboratorium Patologi Anatomi Milik RSUD Taman Husada
dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA saat menunjukkan alat-alat di laboratorium PA. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki Laboratorium Patologi Anatomi (PA) yang dikhususkan memeriksa sampel FNAB, untuk memeriksa anatomi tubuh manusia termasuk sel-sel bagi penyakit di dalam tubuh.

dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, Dokter Spesialis Patologi Anatomi mengatakan, laboratorium PA untuk memeriksa golden standar atau diagnosis tertentu yang diperiksa menggunakan mikroskop.

“Cara kerja di laboratorium patologi anatomi memeriksa sel-sel tubuh untuk memastikan diagnosis pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan di laboratorium PA menggunakan mikroskop dengan memeriksa kembali penegakan diagnosis.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit. Umumnya ada seperti itu. Ada juga yang tidak menggunakan PA,” katanya.

Laboratorium PA beroperasi secara resmi pada awal tahun 2023, namun telah ada sejak tahun 2022 dengan dua dokter spesialis dan satu analisis.

“Ada dua dokter spesialis patologi anatomi dan satu analis di laboratorium,” katanya.

Selanjutnya, dr Rasyid menambahkan, ia sendiri telah bertugas sejak tahun 2014 di RSUD Bontang dan mengambil spesialis patologi anatomi pada 2022. “Ini lab satu-satunya di Bontang,” ungkapnya. (ADV)

Optimalkan Penggunaan Media Sosial, Diskominfo Gelar Bimtek Digital Kehumasan

0
Optimalkan Penggunaan Media Sosial, Diskominfo Gelar Bimtek Digital Kehumasan
Narasumber (tengah) saat menerima kenang-kenangan dari Diskominfo Bontang. (ist)

BONTANG – Guna mengoptimalisasi penggunaan media sosial bagi insan Humas (Hubungan Masyarakat), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Kehumasan.

Kegiatan diselenggarakan selama 4 (hari) sejak Rabu (25/10/2023) hingga Sabtu (28/10/2023), di area Hotel Golden Tulip Balikpapan.

Bimtek kali ini mengusung tema ‘Manajemen Media Sosial dan Pengolahan Media Sosial,’ dengan menyasar seluruh staf Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Bontang.

Hadir sebagai narasumber Wahyu Rizky Pratama dan Rizky Rizkyawandy dari Kaltimpos, menjabarkan terkait penggunaan fitur-fitur dalam mengoptimalisasi media sosial yang dimiliki Diskominfo Bontang.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik, Ilham Wahyudi mengungkapkan, bahwa penggunaan internet dalam aktivitas kehumasan pada era ini merupakan keniscayaan.

“Seperti kita ketahui, era digital saat ini memacu peran humas pemerintah untuk makin aktif dalam memanfaatkan kanal digital, termasuk media sosial. Sebagai platform yang berpengaruh dalam menyampaikan pesan dan mempengaruhi opini publik, keberadaan strategi dan kemampuan penggunaan digital media menjadi sangat relevan dalam menunjang peran humas pemerintah dalam menyampaikan program prioritas pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya bimtek tersebut, dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Humas Diskominfo. Baik dalam membentuk citra, maupun menyebarluaskan program strategis pemerintah.

Editor: Yusva Alam

Kritik terhadap Pariwisata sebagai Sumber Pendapatan Daerah

0
Kritik terhadap Pariwisata sebagai Sumber Pendapatan Daerah
Rahmi Surainah, M.Pd.(ist)

Oleh:

Rahmi Surainah, M.Pd

(Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin)

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr Akmal Malik menyempatkan mengunjungi Wisata Pantai Beras Basah di Kota Bontang, Kamis (12/10/2023) setelah menghadiri upacara dan Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang dalam rangka Peringatan HUT Ke-24 Kota Bontang. Akmal Malik mengaku kagum dan menilai Pantai Beras Basah sangat indah dan bersih. Lautnya pun bersih.

Selanjutnya, Akmal berpesan agar Bontang bisa terus maju, maka mereka harus terus menggali potensi yang bisa diandalkan selain pantai atau laut karena, tidak lama lagi kurang lebih 1,8 juta orang akan hadir ke Kaltim, disebabkan kehadiran IKN. (Kaltimprov.go.id, 15/10/2023)

Beberapa daerah di Kaltim memang berupaya menggencarkan sektor pariwisata menjadi andalan di daerahnya. Termasuk Bontang, meski terkenal kota industri di sana juga terdapat SDA yang kaya nan indah. Oleh karena itu, ada upaya agar tempat pariwisata di sana dijadikan sebagai kemajuan kota atau potensi pendapatan daerah.

Namun benarkah demikian? Padahal kalau dikritisi berharap pada sektor pariwisata tidak seberapa dibanding dengan potensi SDA yang dimiliki daerah.

Pengalihan SDAE yang Diprivatisasi

Kaltim kaya akan SDAE namun kekayaan tersebut sayangnya tidak dikelola sendiri. SDAE diprivatisasi oleh pihak lain, yakni swasta atau asing. Jadi berharap kemajuan dengan menggali potensi pariwisata seharusnya tidak perlu karena yang didapat kecil tidak sebanding dengan potensi SDAE. Apalagi dampak negatif digalakkannya pariwisata, yakni liberalisasi ekonomi, sosial, dan budaya lebih besar dibanding keuntungan materi yang didapat.

Jamak diketahui datangnya masyarakat luar atau asing maka akan siap dengan konsekuensi yang dibawa mereka ketika mereka berwisata. Kemaksiatan berupa minuman keras, pergaulan bebas, terbukanya aurat tentu sepaket gaya hidup yang akan mempengaruhi masyarakat sekitar.

Di satu sisi ini pengalihan SDAE yang sukses diprivatisasi. Pariwisata digencarkan untuk menghibur atau sebagai ganti SDAE yang dikuasai swasta dan asing. Untung yang diraih berupa pendapatan tidak sebanding dengan buntung yang didapat masyarakat. Apalagi jika pihak luar negeri yang mengambil alih tempat wisata dipastikan masyarakat sekitar atau UMKM akan “gulung tikar” atau maksimal ‘hanya mampu bertahan hidup.

Demikianlah ketika salah dalam paradigma pengelolaan SDAE dan pariwisata. SDAE yang seharusnya dikelola negara tapi diambil alih oleh swasta atau asing. Pemerintah justru sibuk dengan menggencarkan pariwisata dengan UMKM lokal. Adapun SDAE yang dikuasai oleh swasta dan asing, pemerintah hanya diam bahkan mempersilahkan dieksploitasi. Tempat wisata dijadikan sebagai obyek kapitalisasi, sebagai penghibur SDAE yang sudah diprivatisasi.

Mirisnya lagi, pengelolaan pariwisata dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini memang semakin menjauhkan agama dari kehidupan. Seakan agama tidak mengatur bagaimana pariwisata yang benar tanpa harus mengundang kemaksiatan.

Sistem Kapitalisme sekuler saat ini memang menjadikan pariwisata sebagai sumber perekonomian. Apapun akan dilakukan demi kepentingan ekonomi dan bisnis. Meski untuk itu, harus berdamai dengan praktik kemaksiatan bahkan kesyirikan. Devisa didapat tidak sebanding dengan dosa yang mengundang murka dan bencana.

Kita dilenakan dengan hiburan pariwisata padahal SDAE sedang diincar namun kita diam saja. Kaltim kaya dengan SDAE seharusnya sejahtera, malah menggencarkan pariwisata yang justru mengundang dampak negatif dan membuat kita sengsara.

Pariwisata dalam Islam

Pariwisata tanpa terikat dan diatur syariat Islam hanya akan mengundang bahaya. Tujuan pariwisata dalam Islam bukan untuk meraih materi berupa manfaat, pendapatan dan kesenangan semata.

Dalam Islam pariwisata dikembangkan untuk meningkatkan ketakwaan umat Islam dan sarana dakwah bagi umat lain. Terkait keindahan alam misalnya maka akan dimanfaatkan untuk tadabbur alam, betapa indahnya ciptaan Allah.

Pariwisata meski bisa menjadi salah satu sumber devisa, namun dalam Islam tidak akan dijadikan sebagai sumber perekonomian negara. Tujuan utama dipertahankan pariwisata hanya sebagai Syiar atau sarana dakwah. Negara tidak akan mengeksploitasi pariwisata untuk kepentingan ekonomi dan bisnis.

Sektor pariwisata bukanlah sumber pendapatan yang bersifat tetap. Dalam Islam ada empat sumber tetap bagi perekonomian dalam negara, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Keempat sumber inilah yang menjadi tulang punggung bagi negara dalam membiayai perekonomianya.

Negara juga mempunyai sumber lain, baik melalui pintu zakat, jizyah, kharaj, fai’, ghanimah hingga dharibah. Semuanya ini mempunyai kontribusi yang tidak kecil dalam membiayai perekonomian negara. Dengan demikian hanya Islam sebagai negara yang mampu menyejahterakan rakyat. Islam tidak akan berharap pada pariwisata yang justru mengundang bahaya.

Negara dalam Islam akan membuat potensi SDAE yang melimpah dikelola dengan benar. Negara juga akan mengembangkan sektor lain seperti pertanian, industri, teknologi, dll sehingga membuat masyarakat sejahtera tanpa berharap pada sektor pariwisata.

Demikianlah pariwisata dalam Islam hanya untuk menambah keimanan. Berbeda sekali dengan pariwisata saat ini yang dijadikan ajang bisnis materialis meski mengundang bahaya dan mengikis keimanan.

Wallahu a’lam

Warga Bontang Buruan Daftar! Kelurahan Satimpo Kembali Gelar Lomba Mancing Lele

0
Warga Bontang Buruan Daftar! Kelurahan Satimpo Kembali Gelar Lomba Mancing Lele
Banner Lomba Mancing Satimpo. (ist)

BONTANG – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang yang ke-24, Kelurahan Satimpo Kembali menggelar lomba mancing lele dengan total hadiah puluhan juta.

Lomba tersebut rencananya kembali dilaksanakan di salah satu sungai di Jalan Jati, RT 21, Kelurahan Setimpo. Lokasi tersebut termasuk tempat baru karena baru dibuka sejak Agustus lalu.

“Lokasi ini baru kami buka bulan 8 kemarin untuk lomba juga, dan kali ini kami adakan lagi untuk merayakan HUT Bontang,” jelas Maryono, Lurah Satimpo

Peserta lomba ini dibatasi hanya 300 peserta dan akan dilaksanakan pada tanggal 4 November mendatang. Untuk peserta sudah bisa melakukan pendaftaran pada hari Senin (30/10/23) depan.

Sebelumnya, saat pembukaan lokasi pertama kali, warga sudah sangat antusias dengan peserta yang mencapai 250 orang, sehingga kali ini ditambahkan. Total hadiahnya mencapai Rp 21 juta.

“Nanti akan ada 500 kilogram lele yang kita lepas untuk para peserta,” tutupnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga, Kasir Tappa: Ketahanan Negara Berasal dari Keluarga

0

BONTANG – Penyebaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga kembali dilaksanakan Abdul Kadir Tappa, anggota DPRD Provinsi Kaltim, Sabtu (28/10/2023) di Hotel Andika.

Kadir Tappa menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi dalam keluarga harus dapat dihadapi bersama. Pasalnya, ketahanan keluarga memiliki relevansi yang besar terhadap ketahanan nasional.

Kepada masyarakat Bontang, Kadir Tappa menekankan bahwa Perda kedua ini memiliki potensi untuk membantu meningkatkan kualitas keluarga. “Selain Perda ketahanan keluarga, saya juga sering mendeklarasikan Perda terkait narkoba, karena dua Perda ini saling berkaitan,” jelasnya.

Narkoba dapat merusak keluarga, atau sebaliknya, situasi keluarga yang kurang harmonis dapat mendorong salah satu anggotanya untuk terjerumus ke dalam narkoba, terutama anak-anak. Ketika ini terjadi, ketahanan keluarga sudah tidak lagi berfungsi.

Menurut Kadir Tappa, ketahanan keluarga harus dimulai sejak awal, bahkan sebelum keluarga terbentuk. Sebagai contoh, merokok bagi seorang suami dapat menghabiskan uang yang sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan keluarga.

Kegiatan Penyebaran Perda Kadir Tappa (Syakurah/MediaKaltim)

Kadir Tappa juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun negara, dan mengingatkan agar warga tidak tergoda oleh tawaran dana dari calon legislatif tertentu.
“Sebaiknya, jika ada calon legislatif yang ingin memberikan uang, jangan mudah tergoda. Ini adalah tindakan yang tidak benar,” tegasnya.

Dalam acara sosialisasi ini, terdapat dua pemateri. Pertama, Srie Mariyatini, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, menjelaskan bahwa ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis yang mencakup keuletan, ketangguhan, kemampuan fisik dan mental, serta aspek spiritual untuk hidup mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ketahanan keluarga adalah tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha. Semuanya saling terkait,” katanya.

Fungsi keluarga juga sangat penting, mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Hartono, dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara, pemateri kedua, melanjutkan dengan menjelaskan bahwa ketahanan keluarga sebaiknya dimulai dengan iman dan keyakinan.

Oleh karena itu, bagi warga Bontang yang akan menikah, Hartono menjelaskan bahwa bimbingan pernikahan bersertifikat akan menjadi persyaratan untuk memastikan ketahanan keluarga. “Mulai tahun 2024, warga yang ingin menikah wajib memiliki sertifikat ini,” ujarnya. (Sya/adv)

Kota Bontang Raih Penghargaan Proklim 2023

0
Kota Bontang Raih Penghargaan Proklim 2023
Wali Kota Bontang, Basri Rase (kanan) saat menerima penghargaan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya. (ist)

BONTANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyerahkan 602 penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2023. Penganugrahan tersebut diserahkan kepada beberapa daerah di Indonesia.

Bontang patut kembali berbangga. Pasalnya Bontang kembali diganjar penghargaan Proklim 2023 yang diterima langsung oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, Selasa (24/10/2023), di Auditorium DR. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

Dalam sambutannya Siti Nurbaya mengatakan, bahwa penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi, kepada daerah yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Proklim.

“Penghargaan yang diberikan kepada bapak ibu yang hadir dalam kesempatan ini, merupakan pengakuan atas kerja keras bapak ibu saudara baik dari pelaksanaan Proklim, kepala daerah yang telah menjalankan fungsi pembinaan dengan baik, serta dunia usaha ataupun lembaga swadaya masyarakat yang mengambil peran aktif dalam mendukung dan mendampingi pelaksanaan Proklim,” ucapnya.

Senada dengan itu, Basri Rase mengungkapkan terima kasih dan apresiasinya atas sinergi semua pihak dalam menyukseskan Proklim di Kota Taman.

“Penghargaan ini bukan hanya seremonial saja tapi menjadi komitmen bersama tentang kepedulian kita terhadap lingkungan, dan juga sebagai semangat dan motivasi kita untuk dipertahankan dan kita tingkatkan. Penghargaan dari pemerintah pusat ini merupakan kepedulian kita tentang efek gas rumah kaca dan pemanasan global,” ungkapnya

“Saya berharap, ke depannya melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggungjawab terkait lingkungan hidup, bagaimana untuk terus menambah kawasan-kawasan Proklim seperti Kelurahan Telihan. Saya ucapkan terima kasih atas capaian penghargaan, dan berharap Bontang benar-benar menjadi kota Green City,” harapnya.

Editor: Yusva Alam

RSUD Ikut Lomba Implementasi Janji Layanan JKN

0
RSUD Ikut Lomba Implementasi Janji Layanan JKN
RSUD Taman Husada jalani tahap wawancara dan penilaian mengenai FKRTL yang berkomitmen pelayanan implementasi JKN. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang menjalani tahap wawancara dan penilaian mengenai Fasilitas Kesehatan Rawat Tingkat Lanjut (FKRTL) yang berkomitmen pelayanan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini dalam rangka mengikuti lomba implementasi Janji Layanan JKN.

Sebelumnya,  pada tahun 2022 RSUD Taman Husada telah memenangkan FKRTL. Untuk tahun ini, RSUD sudah masuk dalam daftar kandidat regional Kalimantan.

“Jadi ada beberapa Faskes tingkat 2 yang diminta untuk mengajukan sebuah video dan power point mengenai jaminan kesehatan. Setelah RS yang terpilih mengajukan syarat, akan disaring tingkat regional. Dari regional disaring lagi dengan bentuk wawancara direktur RSUD dalam komitmennya menjalankan JKN,” jelas dr Siti Aisyatur Ridha, Humas RSUD Taman Husada.

Selanjutnya, Ridha mengatakan setelah wawancara dinyatakan lulus, maka akan mengikuti tingkat nasional. Dengan begitu akan dapat mempertahankan juara Rumah Sakit Tipe B dalam pelayanan JKN.

“Kita akan berusaha mempertahankan juara tahun lalu,” katanya.

Implementasi JKN yang dimaksud yaitu adalah janji layanan JKN seperti menerima KTP/NIK sebagai alat mendaftar, pelayanan tanpa adanya biaya tambahan, tidak ada pembatasan hari rawat inap, pemberian pelayanan obat sesuai dengan kebutuhan dan melayani dengan ramah tanpa diskriminasi.

“Pasien tidak disulitkan dengan foto kopi KTP, itu dibuktikan dengan pelayan kami hingga pelayanan tanpa diskriminasi baik kelas 1,2, atau 3. Implementasi JKN itu bagaimana realisasinya di RSUD,” ungkap Ridha.

Upaya yang dilakukan RSUD Taman Husada untuk mensosialisasikan janji layanan JKN dengan membuat spanduk-spanduk yang dapat terbaca pasien dan mengumumkan di media sosial rumah sakit.

“Jadi pelanggan atau pasien dapat membaca janji layanan JKN dan terbukti dengan pelayanannya,” jelasnya.

JKN dalam hal BPJS Kesehatan nantinya akan melakukan survei dengan cara evaluasi kepuasan peserta BPJS.

“Ada KESSAN yakni Kesan Pesan Peserta Setelah Layanan. Ini yang diisi dari peserta BPJS atau pasien,” ungkap Ridha.

“Dengan mengikuti lomba atau kompetisi itu ‘kan menjadi bukti peningkatan layanan sesuai dengan janji layanan sebelum adanya komitmen janji layanan,” tambahnya. (ADV)

Pentingnya Penggunaan Buku KIA

0
Pentingnya Penggunaan Buku KIA
Ilustrasi buku kesehatan Ibu dan anak. (ist)

BONTANG – Buku Kesehatan Ibu dan Anak, atau yang sering disebut dengan Buku KIA (buku pink) merupakan integrasi dari beberapa catatan kesehatan seperti kehamilan, persalinan, nifas, Kartu Menuju Sehat (KMS), untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan bayi, balita, dan kartu imunisasi.

Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, mengatakan untuk saat ini buku KIA sudah dengan versi yang terbaru, atau dengan versi 2023. Dalam buku KIA tersebut ada cara menilai perkembangan anak, mulai dari usia 0-72 bulan, atau 6 tahun.

“Sekarang ada versi terbarunya buku pink, versi 2023. Semuanya ada di dalam buku itu, semua langkah-langkah dan cara tumbuh kembang anak,” ucapnya.

“Bisa dilihat di buku KIA, umur 0-6 bulan harus bisa berbicara apa, geraknya harus apa, kapan anak bisa tengkurap, kapan anak bisa berdiri, kapan anak bisa berjalan, kapan bisa berhitung 1 sampai 5, kapan bisa hapal warna, semuanya ada di buku tersebut,” paparnya.

Fungsi buku KIA tidak berakhir setelah persalinan saja, setelah bayi lahir, tumbuh kembang anak juga bisa dicatat di dalam buku KIA saat melakukan pemeriksaan, baik itu pemeriksaan prakelahiran, imunisasi, atau penimbangan berat badan setiap bulannya di dokter atau pun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Silahkan untuk para ibu semuanya, dapatkan buku KIA. Kalau pun tidak dapat, dan masih dengan buku versi yang lama, maka silahkanlah untuk mencari di internet. Ketik Buku KIA 2023, dan klik yang paling atas,” tutupnya. (dwi/adv)

Daftar Pemenang BCC dan Pawai Budaya 2023

0
Daftar Pemenang BCC dan Pawai Budaya 2023
Penampilan salahsatu peserta BCC 2023 Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pasca pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) 2023 pada tanggal 21 Oktober lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengumumkan para pemenang event tahunan tersebut.

Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, bahwa penilaian ini tidak ada campur tangan dari pihaknya, karena ia menyerahkan seluruhnya ke dewan juri.

“Ini murni juri yang nilai, dari disdikbud nggak ikut nilai,” tegasnya.

Surat keputusan bedasarkan Kepala Disdikbud Bontang nomor 400.6.3/242/SK/DISDIKBUD tanggal 23 Oktober 2023 tentang Penerapan pemenang BCC dan 10 favorit pawai budaya tingkat Kota Bontang.

Juara pertama BCC 2023 ditujukan pada PT. Badak LNG dengan skor 242, juara kedua Sekretariat DPRD Kota Bontang dengan skor 228, Juara ketiga Kerukunan Keluarga Banyuwangi (KKB) kolaborasi dengan Kelurahan Satimpo dengan skor 222.

Kemudian untuk juara harapan I yakni House Of Make Up Bontang dengan skor 215, juara harapan kedua yakni Dinas Lingkungan Hidup dengan skor 210 dan Juara Harapan III SMPN 1 Bontang dengan skor 205.

Dilanjutkan dengan 10 favorit pawai budaya yakni kesenian kuda lumping Ryo Manggolo Putro,  SMPN 5, Sekretariat Daerah bersama pemuda banjar Kota Bontang, Satu Wiwit Ika Wangi berkolaborasi dengan Kelurahan Satimpo, Paguyuban IKBNTT, Lembaga Adat Kutai Kota Bontang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Keluarga Besar Adonara (Flores Timur), dan Kecamatan Bontang Barat.

“Setelah ini saya harap para peserta tetap semangat untuk terus meramaikan kegiatan tahunan ini akan semakin meriah,” harap Bambang.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Peringati HKN ke-59, Dinkes Adakan Turnamen Badminton Antar Rumah Sakit

0
Peringati HKN ke-59, Dinkes Adakan Turnamen Badminton Antar Rumah Sakit
Para pemenang turnamen saat menerima hadiah. (ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengadakan turnamen badminton antar rumah sakit se-Bontang. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak Jumat (20/10/2023) lalu di Gedung Badminton Amarik.

Muhammad Mahfuds, Koordinator Turnamen Badminton HKN ke-59 menjelaskan, bahwa HKN diperingati setiap tanggal 12 November tiap tahunnya. Karenanya pihaknya mengadakan turnamen ini untuk ikut merayakan HKN tersebut.

“Selain itu dengan turnamen ini kami ingin mempererat silaturahmi antara fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Bontang,” ujarnya.

Dibeberkannya, kegiatan ini diikuti sebanyak 5 rumah sakit ditambah perwakilan Dinkes Bontang. Turnamen ini mempertandingkan nomor beregu dan di dalam nomor beregu tersebut terdapat nomor ganda putra, ganda putri, dan campuran.

“Ya semacam Thomas dan Uber Cup lah. Masing-masing rumah sakit mengirimkan 2 tim perwakilan. Sementara Dinkes mengirimkan 4 tim perwakilan,” ungkapnya.

Dari hasil turnamen tersebut keluar sebagai juara 1 adalah RS Amalia A. Lalu juara 2 diraih RSUD Taman Husada A. Kemudian untuk juara 3 terdapat juara 3 bersama, yaitu RS PKT A dan RSIB A.

“Masih banyak agenda kegiatan kami ke depannya, dalam rangka memperingati HKN ke-59 ini,” pungkas Mahfud. (al/adv)