Beranda blog Halaman 654

Tingkatkan IPM, Neni Usulkan Pemkot Akuisisi Universitas Trunajaya Jadi Kampus Negeri

0
Universitas Trunajaya, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengusulkan agar Universitas Trunajaya diakuisisi menjadi kampus negeri, sebagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebab, masih banyak sekali anak-anak dari wilayah Bontang, yang melanjutkan pendidikan perguruan tingginya di luar daerah.

Hal itu, sesuai dengan program Neni – Agus Haris sewaktu berkampanye, dimana akan gratiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus untuk anak Bontang, yang akan melanjutkan kuliah di dalam kota.

“Dengan ide mengakuisisi Universitas Trunajaya, dan sesuai dengan program kerja yang kami buat. Inginnya anak-anak bisa kuliah tetap di Bontang, tidak keluar daerah,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2025).

Alasan Neni memilih Universitas Trunajaya untuk diambil alih oleh Pemkot Bontang, dan menjadikannya kampus negeri, sebab Kampus Trunajaya sedang dibekukan Kemenristekdikti, terkait persoalan tunggakan gaji tenaga pengajar.

Terlebih lagi, pihak kampus pun sudah menawarkannya untuk bisa Pemkot Bontang kelola. Pihak kampus juga menawarkan sebesar Rp 10 miliar untuk proses akuisisi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gigi Anak Bermasalah? Yuk Kunjungi Klinik Gigi Anak RSUD Bontang!

0
drg Hena Ratnasari, Sp.KGA. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik Kedokteran Gigi Anak di RSUD Taman Husada Bontang melakukan perawatan gigi pada anak usia 0 sampai dengan 18 tahun. Area perawatan dimulai dari bedah mulut, konservasi, prostodonsi hingga ortodonsi.

Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang, drg Hena Ratnasari, Sp. KGA menjelaskan, kedokteran gigi anak memiliki cakupan yang lebih luas untuk pelayanan pada gigi anak. Kedokteran gigi anak melakukan perawatan kepada permasalahan gigi anak seperti gigi berlubang, gigi terpendam (gigi impaksi) dan permasalahan gigi anak lainnya.

“Banyak permasalahan gigi anak yang kami tangani dengan melakukan perawatan gigi, seperti permasalahan odontektomi dan eksposur,” jelasnya.

Lanjut, drg Hena, pasien anak-anak setiap harinya bisa mencapai 20-25 anak dengan berbagai macam permasalahan gigi, seperti permasalahan gigi dengan melakukan perawatan penambalan atau konservasi dan pencabutan serta orthodonsi.

Ia mengharapkan, tingkat karies atau gigi berlubang berkurang dengan melakukan perawatan gigi pada anak.

“Gigi berlubang bisa sampai 80-90 persen. Perawatannya bisa dengan dicabut atau dengan melakukan penambalan gigi. Sering kali pasien datang ke poli gigi anak dengan kondisi gusi dan pipi bengkak,” ungkapnya.

Sementara untuk ketersediaan SDM dokter spesialis gigi anak dan tenaga perawat gigi telah memenuhi dengan kapasitas, satu dokter spesialis gigi anak dan masing-masing memiliki perawat gigi.

Ia mengatakan, pasien yang datang berasal dari pasien BPJS Kesehatan, umum, dan asuransi perusahaan.

“SDM di klinik gigi anak sudah cukup dengan ketersediaan SDM dan alat-alat medis standar untuk gigi anak,” terangnya. (adv /yah)

Editor: Yusva Alam

Kelas ASI RSUD Bontang, Ajangnya Edukasi dan Motivasi Bagi Ibu Menyusui

0
Ilustrasi ibu menyusui. (ist)

BONTANG – RSUD Bontang rutin melaksanakan kelas ASI (Air Susu Ibu) bagi orang tua bayi yang baru melahirkan. Ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua bayi dalam hal menyusui.

Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, kelas ASI diberikan kepada orang tua bayi yang memiliki kendala dalam hal menyusui setelah melahirkan, baik kelahiran normal maupun secara operasi sesar. Dalam kelas ASI ini, konselor memberikan edukasi dalam proses menyusui.

“Kami menjelaskan mengenai bagaimana proses menyusui, hal apa yang harus dilakukan dan diketahui ibu pada saat menyusui, misalnya teknik posisi dan pelekatan. Hal-hal yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi ASI hingga pemberian dukungan dari ayah bayi, dengan memberikan teknik pijat oksitosin yaitu memijat punggung si ibu bayi,” kata dr Ridha.

Ia menambahkan, proses menyusui merupakan hakikat karunia pemberian

Tuhan kepada seorang ibu setelah melahirkan, sehingga saat waktunya bayi mendapatkan ASI ekslusif. ASI tidak bisa tergantikan dengan minuman lain kecuali ada kondisi khusus.

“Kami juga melakukan motivasi pada pasangan orang tua bayi, bahwa ASI merupakan makanan utama bagi bayinya. Jangan ada istilah pengganti ASI. Itu yang kita tanamkan pada orang tua bayi bahwa ASI tidak tergantikan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan pada bayi yang dirawat di ruang perinatologi, apabila ada bayi yang masih belum bisa menyusui langsung dapat dilakukan pemberian ASI perah dari sang ibu.

“Ada bayi yang belum bisa menyusui langsung. Itu kadang menjadi dilema. Seharusnya bayi-bayi pada kondisi normal dapat menyusui langsung. Kalau terpisah itu menjadi kecemasan dari ibu bayi. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan produksi ASI. Oleh karena itu kami hadir memberikan dukungan dan motivasi untuk para ibu,” urainya.

Dr Ridha mengharapkan dari kelas ASI ini, orang tua bayi dapat menerapkan dan menjalankan sesuai dengan edukasi yang telah diberikan. Di dalam kelas ASI, selain teori tentang menyusui juga diberikan kesempatan praktik langsung baik menggunakan alat peraga maupun praktik menyusui langsung pada bayinya.

“Kalau di ruang flamboyan (rawat gabung kebidanan) kami baik dokter maupun bidan rutin memberikan pengetahuan dan motivasi menyusui. Sehingga saat pulang dari rumah sakit, proses menyusui dapat berhasil. Harapan kami pemahaman proses menyusui ini bagian dari upaya pencegahan stunting di 1.000 hari pertama kehidupan sehingga kelak bayi menjadi sehat,” terangnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Program Jumat Bersih Mulai Berjalan, Perdana di BTN KCY

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan kegiatan Jumat bersih. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melaksanakan program perdananya ‘Jumat Bersih’ untuk bisa segera berjalan, dimulai dengan hari ini Jumat (7/3/2025). Kegiatan berlangsung di BTN KCY, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Neni menyampaikan, untuk program Jumat Bersih hari ini, akan dilangsungkan di tiga lokasi berbeda, meliputi Kelurahan Api-Api, Pasar Rawa Indah, hingga Rusunawa di wilayah Kelurahan Api-Api.

Seperti yang disampaikan di surat edaran, Neni telah memutuskan untuk seluruh jajaran seperti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kurah, hingga Kepala UPT dapat melaksanakan kegiatan kerja bakti untuk menjaga lingkungan sekitar, sesuai dengan jadwal yang telah terlampir.

Saat kegiatan berlangsung, Neni pun turun langsung ke lapangan, untuk membersihkan lingkungan dengan cabut rumput dan menjaga kebersihan bantaran kali di sepanjang Jalan Sulawesi, BTN KCY serta kawasan sekitarnya.

Kegiatan ini pun turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlinawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Kepala Baperida, Kota Bontang, Lurah Api-api, serta Ketua RT setempat.

Neni menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi seluruh warga di wilayah Kota Bontang, untuk bisa terus menerapkan budaya menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Jumat bersih ini adalah langkah awal untuk membangun kesadaran bersama, tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekitar kita. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan sehari-hari,” ucapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, yang turut berpartisipasi dalam membersihkan area sekitar mereka.

Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga, akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan Bontang yang lebih hijau dan nyaman untuk ditinggali.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tahun Ini, Neni Janjikan Perlengkapan Sekolah Gratis Dibagikan Secara Menyeluruh

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjanjikan, tahun ini, perlengkapan sekolah gratis akan dibagikan secara menyeluruh ke siswa-siswi di jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) seluruh Kota Bontang.

Untuk perlengkapan sekolah gratis meliputi, seragam, tas, dan sepatu, yang dimana sesuai dengan janjinya sewaktu mengadakan kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Saya sudah sampaikan hal ini sebelumnya ke kepala Disdikbud, agar nanti pembagian bisa menyeluruh, tidak hanya siswa baru saja yang mendapatkan. Tetapi semua, maka nanti kita lakukan evaluasi lagi,” ucapnya, Rabu (5/3/2025).

Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, hanya mengalokasikan anggaran untuk bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa baru di SD dan SMP saja, dengan anggaran yang telah tersedia.

“Maka dari itu, nantinya kita akan evaluasi ulang terkait anggarannya. Agar seluruh siswa di Bontang bisa mendapatkan perlengkapan sekolah gratis. Intinya kelas 1 SD sampai dengan kelas 3 SMP harus dapat,” paparnya.

Diketahui, untuk anggaran di 2024 pengadaan seragam gratis mencapai hingga Rp 3,5 miliar, sementara untuk pengadaan tas sekolah gratis Rp 1,4 miliar.

Adapun untuk anggaran sepatu mencapai Rp 738 juta, anggaran seragam batik Rp 12 miliar, hingga buku tulis Rp 1,3 miliar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polisi Amankan Pengedar di Jalan Otista, Sita Sabu Seberat 3,83 Gram

0
Tersangka DN (29) beserta barang bukti telah diamankan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Sat Narkoba Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria berinisial DN (29) salah satu warga Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, lantaran sebagai pengedar sabu, kamis (6/3/2025).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, bahwa adanya informasi yang didapatkan, jika di Jalan Otista, kerap kali dijadikan tempat transaksi sabu.

Sat Resnarkoba Polres Bontang bergerak dengan cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan, di salah satu rumah yang berada di lokasi tersebut. Tak berselang lama kemudian, menangkap seorang pria diduga sebagai pengedar, yakni DN.

“Langsung kami lakukan penggeledahan, ditemukan lima bungkus plastik bening berisikan sabu seberat 3,83 gram,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, barang bukti lainnya yang berhasil diamankan polisi meliputi satu kotak rokok merek Troy, satu alat bong, satu sedotan runcing, satu plastik pampers merek Merries, serta satu unit handphone merek Vivo Y 18.

“Setelah kami interogasi kembali, DN mengakui barang tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Sehingga, tersangka beserta barang bukti lainnya langsung dibawa ke Mako Polres Bontang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan pengembangan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI No.35 Th 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah yang Harus Dibayarkan

0
ilustrasi (ist)

BONTANG – Zakat fitrah diwajibkan bagi umat muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Adapun besaran zakat fitrah dalam bentuk uang ditentukan berdasar harga bahan pokok di daerah tersebut.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Muhammad Hamzah mengatakan, bahwa pihaknya telah mengumumkan jumlah zakat yang harus dibayarkan.

Hamzah menjelaskan, harga beras tertinggi saat ini Rp 18 ribu, kemudian harga menengah Rp 16 ribu dan harga beras termurah adalah Rp 14 ribu. Jika ingin membayar zakat dengan uang, maka harga beras dikalikan 3,8 kilogram.

“Tapi kalau mau bayar zakat dengan beras langsung, bisa dilakukan 2,5 kilogram,” terangnya, Kamis (6/3/2025). Untuk itu berikut adalah zakat yang harus dikeluarkan jika dibayarkan dalam bentuk uang.

Zakat Fitrah
1. 18.000 x 3,8 kg = 68.400
2. 16.000 x 3,8 kg = 60.800
3. 14.000 x 3,8 kg = 53.200

Untuk fidyah yang ditentukan berdasarkan harga beras terendah dan tertinggi yakni
1. 18.000/ jiwa per hari
2. 14.000/ jiwa per hari

Fidyah sendiri dibayarkan bagi seseorang muslim yang tidak dapat berpuasa atau pengganti ibadah puasa yang diwajibkan bagi sebagian orang yang tidak mampu berpuasa. Fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok atau uang.

“Jadi kalau lebih dari sehari, ya berarti kalikan saja per harinya kalau 10 hari kali Rp 18 ribu berarti Rp 180 ribu,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diresmikan Sejak Tahun 2023, Lab PA RSUD Jadi yang Pertama di Bontang

0
Diresmikan Sejak Tahun 2023, Lab PA RSUD Jadi yang Pertama di Bontang
dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA saat menunjukkan alat-alat di laboratorium PA. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki Laboratorium Patologi Anatomi (PA) pertama di Bontang, dan mungkin satu-satunya yang ada hingga saat ini.

dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, Dokter Spesialis Patologi Anatomi menjelaskan, laboratorium PA untuk memeriksa golden standar atau diagnosis tertentu yang diperiksa menggunakan mikroskop.

“Cara kerja di laboratorium patologi anatomi memeriksa sel-sel tubuh untuk memastikan diagnosis pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan di laboratorium PA menggunakan mikroskop dengan memeriksa kembali penegakan diagnosis.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit. Ada juga yang tidak menggunakan PA,” katanya.
Laboratorium PA beroperasi secara resmi pada awal tahun 2023, namun telah ada sejak tahun 2022 dengan dua dokter spesialis dan satu analisis.

“Ada dua dokter spesialis patologi anatomi dan satu analis di laboratorium,” katanya.
dr Rasyid sendiri telah bertugas sejak tahun 2014 di RSUD Bontang dan mengambil spesialis patologi anatomi pada 2022. “Ini lab satu-satunya di Bontang,” ungkapnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Klinik IPWL RSUD, Tempatnya Rehab Bagi Pecandu Narkotika

0
dr Siti Chodijah, dokter penanggung jawab klinik IPWL RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Dokter Penanggung Jawab Klinik IPWL, dr Siti Chodijah menjelaskan, Klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) RSUD Bontang ada untuk memberikan bantuan rehabilitasi bagi pecandu narkotika, yang telah ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan RI kepada RSUD Bontang.

Dr Siti Chodijah mengatakan, IPWL RSUD diperuntukkan bagi masyarakat atau keluarga yang ingin merehabilitasi anggota keluarga yang telah mengalami kecanduan narkotika.

“Ada dua di Kota Bontang, salah satunya RSUD Bontang. Untuk rehabilitasinya terbuka untuk umum. Siapa saja bisa bagi anggota keluarga yang merasa memiliki kerabat yang kecanduan narkoba,” kata dr Siti Chodijah.

Lebih lanjut Ia menambahkan, pasien terlebih dahulu akan dilakukan asessmen apakah memiliki tingkat kecanduan ringan, sedang, atau berat.

“Akan kita asessmen ketergantungannya. Sejauh mana dia (pasien) memiliki ketergantungan. Kalau ringan dan sedang bisa kami rehab. Kalau berat akan kami rujuk ke BNNK Bontang atau ke tempat rehabilitasi tanah merah. Itu semua dimulai dari skrining kesehatan,” lanjutnya.

Selain merehabilitasi pecandu narkoba dengan asesmen, klinik IPWL RSUD Taman Husada Kota Bontang juga melakukan konsultasi kesehatan terkait pecandu narkoba dengan dilakukan oleh dokter psikiater.

“Kita di sini ada dokter psikiatri. Kalau memang nanti diperlukan terapi obat-obatan atau hanya wawancara motivasi, semua kita lakukan di sini,” katanya.

Chodijah menyebutkan IPWL RSUD sendiri telah beroperasi sejak tahun 2018. Namun baru aktif kembali pada 2022 semenjak pandemi Covid-19 terjadi. Untuk penanganan kasus sepanjang pada tahun 2022, ada sebanyak 5 pasien yang ditangani. Sedangkan untuk tahun 2023 berjalan ini ada 2 pasien yang ditangani.

“Pasiennya sih tidak mengantre dengan kategori ringan dan sedang. Untuk rehabnya dilakukan rawat jalan dengan memberikan kartu rawat jalan yang akan terus dievaluasi. Rehabnya bisa dilakukan sampai 2 hingga 3 bulan dengan 8 kali pertemuan,” jelasnya. (yah/adv)

Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Sindir Kepala OPD yang Jarang Hadir di Paripurna, Wawali: Kalau Tidak Sejalan, Dievaluasi!

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyindir kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) yang jarang hadir saat rapat paripurna digelar. Hal ini dikatakan saat Rapat Paripurna berlangsung, Rabu (5/3/2025) kemarin.

Menurutnya, ketidakhadiran kepala OPD setiap rapat paripurna berlangsung, dinilai sangat mencerminkan ketidakdisiplinan. Setiap rapat, hanya perwakilan OPD saja yang datang.

Bahkan terbilang tidak bisa bekerja secara efektif, dimana tidak mampu menjalankan visi misi program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, sehingga layak untuk dimutasi.

“Intinya kami tidak mau lagi ada kepala OPD yang diundang rapat, tapi tidak hadir. Tidak mau lagi ada miskomunikasi, yang seperti itu harusnya dimutasi,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turut merespon sindiran yang disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Bontang, dimana seharusnya kepala OPD diwajibkan datang saat diundang rapat.

Apalagi mengingat rapat paripurna adalah rapat yang penting, untuk membahas semua persoalan dengan kepala daerah. Pembahasan yang menyangkut dengan kepentingan masyarakat.

“Saya sangat setuju dengan apa yang dibilang ketua, kepala OPD yang jarang hadir saat rapat harus ditegur. Beri teguran 1, 2, dan 3. Kalau pun masih tetap saja, lebih baik dievaluasi,” ungkapnya.

Agus Haris menyatakan dengan tegas, untuk apa mempertahankan kepala OPD yang tak sejalan. Tidak bisa diajak bekerjasama, untuk membangun Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam