Beranda blog Halaman 653

Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!

0
Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda. (Yusva Alam)

BONTANG – Masyarakat Bontang khususnya wilayah Guntung dan Loktuan yang termasuk wilayah binaan Puskesmas Bontang Utara II, diminta untuk lebih memperhatikan perkembangan kesehatan anak-anaknya dengan rutin mendatangi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda saat diwawancara redaksi, Senin (30/10/2023).

Yulisda mengungkapkan, bahwa masih banyak pemahaman masyarakat saat ini yang keliru terhadap keberadaan posyandu. Posyandu masih dianggap hanya sebagai tempat timbang bayi.

Padahal menurutnya, posyandu itu sebagai tempat pencegahan penyakit dan tempat mengevaluasi perkembangan kesehatan seorang anak. Di posyandu terdapat kolaborasi dari beberapa dokter, seperti dokter umum, dokter gigi, dan lain sebagainya.

“Di posyandu gigi anak-anak juga diperhatikan. Kalau gigi anak sejak dini sudah diperhatikan, maka saat besar nanti dapat mencegah kerusakan gigi,” ujarnya.

Selain gigi, perkembangan kesehatan anak yang lain pun akan dapat terpantau dengan orang tua rutin mendatangi posyandu.

“Kami berharap dengan rutinnya orangtua datang ke posyandu, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas,” imbuhnya.

Selain posyandu pihaknya juga meminta masyarakat untuk datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Posbindu diperuntukkan bagi usia produktif, yaitu 15 tahun ke atas.

Orang dewasa pun perlu memperhatikan perkembangan kesehatannya. Dengan mendatangi posbindu, kesehatan orang dewasa dapat terpantau dan terukur.

“Di posbindu ada semacam MCU dasar atau istilahnya screening untuk mengetahui ada gejala-gejala penyakit yang dialami seseorang. Sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” pungkasnya. (al/adv)

Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat

0
Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat
Puskesmas Bontang Utara II. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara II meminta peran serta masyarakat dalam mensukseskan program inovasi wolbachia. Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II Yulisda, Senin (30/10/2023).

Dijelaskan Yulisda, bahwa keberhasilan program ini dibutuhkan pula dukungan dari masyarakat. Pasalnya, pasca program untuk pengentasan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini diluncurkan beberapa waktu lalu, saat ini sudah memasuki masa service I.

Masa menetas Nyamuk Wolbchia per 2 minggu sekali. Sehingga tiap 2 minggu pihak puskesmas harus mengganti pallet di ember Nyamuk Wolbachia itu.

“Service 1 ini yang pertama kali pasca dirilis. Di lapangan kami temukan ada beberapa ember yang sudah hilang atau berganti fungsi,” ujar Yulisda saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, pemahaman masyarakat masih kurang terkait program baru ini. Masih banyak yang menanggap kalau nyamuknya sudah menetas berarti sudah selesai programnya.

Justru dengan program ini akan memperbanyak Nyamuk Wolbachia yang memiliki virus dapat melumpuhkan virus dengue, penyebab peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Nantinya Nyamuk Wolbachia ini bisa kawin dengan nyamuk-nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. Sehingga keturunan dari kedua nyamuk ini sudah tidak lagi mengandung virus dengue.

“Memang dengan program ini akan semakin banyak nyamuknya. Tapi nyamuk yang banyak ini bukan nyamuk yang menyebabkan DBD. Nyamuk penyebab DBD akan terus berkurang bahkan hilang. Jadi tidak perlu disemprot seharusnya,” bebernya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Bontang, khususnya di wilayah Loktuan dan Guntung yang masuk wilayah teritorial Puskesmas Bontang Utara 2, harus tetap menjalankan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta 3 M. Guna mendukung program inovasi wolbachia ini.

“Karena kita masih belum tau bagaimana progres program wolbachia ini. Apakah berhasil atau tidak. Sehingga masyarakat harus tetap menjalankan 3M sebagai program pencegahan DBD,” pungkas Yulisda. (al/adv)

Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung

0
Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada Bontang. (dwi).

BONTANG – RSUD Bontang bakal kembali menambah satu dokter spesialis jantung. Penambahan tersebut lantaran semakin bertambahnya pasien di poliklinik  jantung.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, saat ini antrean sangat panjang terjadi di poliklinik jantung. Ditambah lagi dokter jantung di RSUD Bontang mengcover di pelayanan maupun di poli.

“Diharapkan dengan penambahan dokter lagi nantinya, pelayanan akan lebih jauh maksimal,” ucapnya, Senin (30/10/2023).

Dokter spesialis jantung tidak hanya berperan untuk menangani pasien yang sudah mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah. Dokter spesialis jantung juga dapat berperan dalam tahap pencegahan dan edukasi seputar kesehatan jantung.

“Kami harap dokter-dokter tersebut mampu mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutupnya. (dwi/adv).

Harga Cabai di Pasar Melonjak

0
Harga Cabai di Pasar Melonjak
Ilustrasi cabai. (ist)

BONTANG – Kenaikan harga salah satu komoditas pasar kembali terjadi. Khususnya naiknya harga cabai yang terpantau di Pasar Tradisional Rawa Indah.

Salah satu pedagang, Fatma mengatakan, kenaikan cabai sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Awalnya harga cabai perkilo hanya Rp 30 ribu, kini meningkat menjadi Rp 68 ribu hingga Rp 70 ribu.

Fatma menambahkan, kemungkinan harga cabai menjulang karena cuaca yang belakangan cukup terik dan jarang turun hujan, sehingga kesulitan untuk panen.

“Kami ambil dari Samarinda juga sudah naik, jadi kami menyesuaikan saja,” jelasnya, Senin (30/10/23).

Harga komoditas lainnya terhitung masih stabil dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Fatma menceritakan kenaikan ini tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan pulau jawa yang perkilo mencapai Rp 100 ribu lebih.

Harga tomat perkilo masih dibanderol dengan harga Rp 12 ribu per kilo dan bawang merah dan putih sekitar Rp 25 ribu per kilonya.

“Kita maunya tidak tambah mahal, tapi tergantung dari sananya,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Miliki Fototerapi Ganda, Lebih Cepat Turunkan Kadar Bilirubin Bayi

0
RSUD Bontang Miliki Fototerapi Ganda, Lebih Cepat Turunkan Kadar Bilirubin Bayi
Ilustrasi fototerapi bayi. (ist)

BONTANG – Saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang satu-satunya yang telah memiliki fototerapi dua sisi atau ganda. Dengan fototerapi ganda ini prosesnya akan menjadi lebih cepat.

Fototerapi ganda juga lebih efektif dari pada fototerapi tunggal pada bayi dengan berat badan lahir rendah, dan lebih berguna untuk menurunkan kadar bilirubin serum yang meningkat cepat, jika dibandingkan fototerapi tunggal.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada menjelaskan, awalnya RSUD Bontang memakai fototerapi tunggal, namun membutuhkan waktu selama minimal dua hari, sehingga memakan waktu yang lama. Jika memakai fototerapi ganda, akan menjadi cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Untuk alat medis fototerapi dua sisi, atau ganda baru di RSUD saja yang memiliki. Hasilnya lebih cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama,” paparnya, Senin (30/10/2023).

Fototerapi atau terapi sinar adalah salah satu metode perawatan yang umum dilakukan untuk menangani kondisi bayi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning sering kali disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin.

“Sakit kuning atau dalam istilah medis disebut jaundice bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Kondisi bayi kuning dapat menyebabkan kulit dan bagian putih mata (sklera) pada bayi tampak kekuningan,” tutupnya. (dwi/adv).

Beberapa Langkah untuk Mengurus PBG

0
Beberapa Langkah untuk Mengurus PBG
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) miliki fungsi untuk memastikan, bahwa desain dan rencana teknis bangunan telah memenuhi standar konstruksi dan arsitektur yang berlaku.

Oleh sebab itu, masyarakat harus memiliki PBG agar bangunan mereka telah memenuhi standar. PBG sendiri dibagi menjadi dua, yakni PBG untuk rumah tinggal yang sudah ada bangunan dan yang belum ada bangunannya.

Kalau belum memiliki bangunan, kepengurusan awal yakni Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dahulu, setelah itu lanjut pembuatan PBG.

“KKPR ini harus sudah terbit dahulu baru bisa ngurus PBG,” jelas Customer Service DPMPTSP, Fidia.

Kepengurusan PBG berbeda jika lahan tersebut sudah memiliki bangunan. Pertama tetap mengurus KKPR, kemudian dilanjut Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang bisa diurus ke Dinas PUPRK, baru bisa ke PBG.

“Kalau belum memiliki bangunan harus melewati tiga pemberkasan SLF, nanti tugas PUPRK yang turun lapangan melihat langsung,” tambah Fidia.

Adapun berkas yang harus dipenuhi untuk menerbitkan KKPR itu sendiri adalah KTP, sertifikat tanah, dan gambar teknis bangunan. KKPR bisa langsung diurus secara online maupun datang langsung ke PTSP untuk dibantu mengupload berkasnya.

Setelah KKPR terbit, PTSP akan mengirim via online ke PUPR dan BPN untuk menindak lanjuti lokasi, setelah semua telah sesuai dengan dan disetujui oleh PUPR, DPMPTSP sudah bisa menerbitkan PBG.

“Kepengurusan rumah maupun ruko sudah sama sekarang,” tutupnya. (sya/adv)

Bikin Kegiatan Bersama, Cara Direktur RSUD Bontang Eratkan Kebersamaan Karyawan

0
Bikin Kegiatan Bersama, Cara Direktur RSUD Bontang Eratkan Kebersamaan Karyawan
Peserta terlihat menjalin keakraban dengan Badminton Turnamen. (Yahya Yabo)

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp,JP memiliki cara untuk menyatukan antara karyawan dan staf rumah sakit, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan secara bersama-sama.

Suhardi mengatakan, tema HUT ke-21 RSUD kali ini mengambil tema ‘Terus Bersinergi untuk CERIA.’ Ia mengatakan CERIA sendiri akronim dari Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman.

“Dari tema HUT Kali ini itu moto dan tata nilai kami,” ungkap dr Suhardi.

Ia mengatakan, momen HUT ini akan membangun keakraban dan kebersamaan karyawan dari seluruh jumlah karyawan sebanyak 631 karyawan, yang akan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan.

“Iya, dengan momen Milad seperti ini kami bisa saling bertemu, saling bercanda yang sebelumnya walaupun satu atap tapi jarang bertemu, karena disibukkan dengan rutinitas tugas. Dengan momen kebersamaan ini bisa saling menumbuhkan sebagai sama-sama karyawan RSUD,” ungkapnya. (adv/yah)

Rayakan HUT ke-21, RSUD Taman Husada Gelar Turnamen Badminton Antar Karyawan

0
Rayakan HUT ke-21, RSUD Taman Husada Gelar Turnamen Badminton Antar Karyawan
Peserta Badminton Turnamen 2023 dalam rangkaian HUT ke-21 RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang menggelar Badminton Turnamen 2023 dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 RSUD Bontang. Gelaran Badminton Turnamen 2023 dilaksanakan, Minggu (29/10/2023) bertempat di Lapangan Badminton Amariq.

Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Suhardi, Sp.JP mengatakan, RSUD menggelar Badminton Turnamen dalam menyemarakkan HUT ke-21 RSUD yang diikuti oleh unit-unit di RSUD Bontang.

Ia mengatakan seluruh karyawan dan staf RSUD dapat mengikuti sesuai dengan tim masing-masing peserta.

“Diselenggarakan RSUD khusus karyawan dan staf. Diikuti perwakilan masing-masing dari 25 unit di RSUD Bontang,” kata dr Suhardi, Sp.JP kepada, Minggu (29/10/2023) saat ditemui.

Lanjut dr Suhardi, untuk menambah semarak Badminton Turnamen 2023 ini, panitia juga akan menilai keseruan dan kekompakan suporter yang datang mendukung tim peserta yang bertanding.

“Untuk memicu keikutsertaan peserta dan menambah animo penonton ramai, para suporter akan dinilai dari segi kreatif, kompak, dan keramaian. Harapannya bagi karyawan yang tidak tugas dapat meramaikan Badminton Turnamen 2023,” ungkapnya.

Selain itu, gelaran Badminton Turnamen 2023 ini untuk menumbuhkan rasa silaturahmi sesama antar karyawan dan keluarga besar RSUD Taman Husada Bontang.

“Pelaksanaannya dilaksanakan di hari-hari libur walau pun tidak berturut-turut. Termasuk hari ini dan dilanjut pada hari selanjutnya, karena kalau mengambil hari libur tidak akan mengganggu hari kerja karyawan,” kata dr Suhardi.

Rangkaian HUT ke-21 RSUD ini diawali dengan Badminton Turnamen 2023, yang juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan lomba lainnya bagi karyawan RSUD serta pada puncak HUT ke-21 pada 12 November mendatang.

“Harapannya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menjalin kebersamaan, keakraban dan kesolidan kembali bagi keluarga besar RSUD untuk menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan,” pungkasnya. (adv/yah)

Pengguna BPJS Sudah Bisa Gunakan Cath Lab di RSUD Taman Husada

0
Pengguna BPJS Sudah Bisa Gunakan Cath Lab di RSUD Taman Husada
Alat Cath Lab yang dimiliki RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Sejak Juli 2023 lalu, RSUD Taman Husada telah membuka Instalasi Kateterisasi Kardiovaskuler atau Cath Lab untuk masyarakat pengguna BPJS.

Terhitung sejak Juli hingga awal September ini sudah 40 pasien pengguna BPJS terlayani dengan fasilitas kateterisasi jantung.

“Selain umum dan perusahaan, dengan BPJS sudah bisa menggunakan Cath Lab tersebut,” jelas dr. Siti Aisyatur Ridha, Tim Humas RSUD Taman Husada Bontang.

Sebelumnya, pengguna BPJS harus pergi ke kota lain untuk pelayanan tersebut, lantaran RSUD belum memiliki alat yang dibutuhkan.

Ridha menjelaskan, Cath Lab dapat digunakan peserta BPJS tahun 2023 ini lantaran RSUD baru melengkapi berkas-berkas administrasi yang kurang, sehingga baru disetujui pada tahun 2023 ini.

“Kami memiliki fasilitas Cath Lab sudah lama, tapi pembayaran menggunakan BPJS baru-baru saja disetujui,” jelasnya.

Selain itu, sebagai penopang Ibu Kota Negara (IKN) peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Bontang juga ditambah, dengan salah satunya adalah dengan memaksimalkan layanan dari pemerintahan seperti penggunaan BPJS untuk berbagai jenis pengobatan.

“Tentu ini bagian dari keseriusan pemkot untuk warga Bontang mendapatkan hak sehatnya. Dengan adanya Cath Lab diharapkan masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi jika ingin berobat,” tutupnya. (sya/adv)

Pemkot Bontang Adakan Pelatihan Bagi PNS yang Akan Purna Tugas, Walikota dan Wawali Kompak Beri Motivasi, Inspirasi, dan Informasi

0

BONTANG – Setelah dilakukan pelepasan oleh Sekretaris Daerah Kota Bontang, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT, kepada peserta Pelatihan Purna Tugas pada Rabu, 27 Oktober 2023, di Pendopo Rujab Walikota yang akan berangkat ke Kota Bogor, selanjutnya Pelatihan Purna Tugas PNS Kota Bontang dibuka resmi Wali Kota Bontang, Bapak Basri Rase, S.Ip, M.Si.

Kegiatan ini berlangsung di dua tempat. Yakni untuk pembelajaran klasikal di Hotel The Mirah Kota Bogor, Rabu dan Kamis (25 dan 26 Oktober 2023), dan studi lapangan di Kuntum Farmfield, Jumat, 27 Oktober 2023.

Turut hadir pula, Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Tavip Nugroho, Kepala Badan Kepegawaian dan SDM (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto, serta Pimpinan Cabang Bontang Bankaltimtara, Asrar Sayuti.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menggarisbawahi pentingnya pelatihan purna tugas tersebut, guna meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para PNS sebelum memasuki masa pensiun.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para PNS dengan pengetahuan, keterampilan, dan persiapan yang diperlukan menjelang masa pensiun. “Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada PNS untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri untuk menjalani peran baru setelah masa aktif sebagai PNS berakhir,” bebernya.

Kegiatan tersebut merupakan langkah proaktif yang diambil Pemkot Bontang untuk memastikan bahwa PNS yang pensiun tetap menjadi aset berharga bagi masyarakat dan pemerintah.

“Acara ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bontang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui PNS yang profesional dan terus berkembang,” ujarnya.

Basri menyampaikan masa purna tugas merupakan masa yang rentan, baik secara fisik maupun mental. Ketika seorang PNS memasuki masa pensiun, apabila tidak dibekali wawasan dan sikap melalui pelatihan, maka bukan tidak mungkin PNS tersebut akan timbul banyak permasalahan.

Sebagai pegawai negeri, tentu tidak akan selamanya, dan ada batas waktu yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Maka dari itu, memasuki masa pensiun tidak hanya harus siap secara mental tapi juga siap secara fisik.

Pelatihan purna tugas ini pun diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para peserta, mempersiapkan mereka untuk memasuki tahap purna tugas, dan meningkatkan kemampuan dalam berkontribusi pada pembangunan kota setelah pensiun.

“Para pegawai yang akan purna tugas diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program Pemkot Bontang. Kita harus bergerak bersama untuk menuju Bontang yang lebih hebat dan beradab,” ungkapnya.

Senada dengan, Wakil Walikota (Wawali) Bontang, Hj. Najirah, SE, yang turut hadir memberi pembekalan pada Kamis, 26 Oktober 2023 di The Mirah Hotel. Ia juga berpesan dengan hal yang sama. Bahwa setiap PNS yang akan memasuki usia pensiun patut untuk mempersiapkan diri, termasuk mempersiapkan peluang usaha yang nanti akan ditekuni, sehingga tetap produktif dan akan memberikan manfaat berupa kesehatan jiwa dan raga.

Ia juga memberi informasi terkait akses permodalan melalui pola back-to-back, terutama bagi PNS yang memiliki deposito, dengan menekankan bunga yang jauh lebih rendah. Pinjaman back-to-back adalah suatu bentuk pinjaman di mana seorang peminjam menggunakan aset tertentu sebagai jaminan untuk meminjam dana dari sebuah lembaga keuangan, dan kemudian menggunakan dana tersebut untuk memperoleh aset lain yang akan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman lain dari lembaga keuangan lainnya.

Menurut Najirah, pinjaman back-to-back dengan jaminan deposito juga tidak ada biaya pengurusan pengajuan pinjamannya serta lebih cepat waktu prosesnya. “Dengan bunga yang jauh lebih kecil, akan memberikan keringanan bagi peminjam dalam pengembaliannya. Namun kita tetap bersemangat untuk mengembalikan aset deposito yang kita jaminkan sehingga kembali menjadi milik kita sepenuhnya. Ini merupakan peluang yang menjadi pilihan bagi kita semua,” bebernya.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, bahwa pelatihan ini akan diisi dengan berbagai materi. Mulai dari penyampaian motivasi oleh narasumber terkait. Lalu materi berupa informasi dan sosialisasi Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dan perbankan oleh narasumber Bankaltimtara. Serta pemahaman praktis aneka usaha di Kuntum Farmfild Bogor.

Adapun peserta pelatihan ini diikuti sebanyak 55 PNS yang terdiri dari 23 Guru, 5 tenaga kesehatan, dan 27 teknis. Acara ini dirangkai penyerahan cenderamata dari Bankaltimtara kepada perwakilan peserta. “Semoga pelatihan ini dapat diikuti sebaik mungkin dan memberi banyak manfaat untuk peserta,” pungkasnya. (ADV)