Beranda blog Halaman 653

Masih Banyak Pohon Tumbang Hingga Memakan Korban, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bontang

0
Masih Banyak Pohon Tumbang Hingga Memakan Korban, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bontang
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Selasa (25/2/2025) lalu, dua pengendara yang melintas di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya dekat Bundaran Sintuk, mengalami kecelakaan lantaran tertimpa pohon tumbang. Keduanya pun mengalami luka cukup serius.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam merespon itu. Dirinya mengatakan, bahwa jika ada kejadian yang dapat membahayakan masyarakat, sangat diperlukan antisipasi dari pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, untuk mengambil tindakan.

“Seharusnya kejadian seperti ini, dinas terkait bisa langsung merespon hal itu, agar tidak ada korban lagi,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (10/3/2025).

Terlebih lagi, pohon tumbang terjadi lantaran pohon yang sudah tua dan lapuk, yang tak dapat menahan kencangnya angin serta hujan yang deras. Sehingga hal tersebut dapat membahayakan pengendara yang melintas.

Andi Faiz menambahkan, jika sampai ada masyarakat yang mengalami kecelakaan yang ditimbulkan dari pemerintah, pastinya korban akan mendapatkan bagian sebagai ganti ruginya.

Dalam artian sebagai tali kasih, dan bentuk perhatian dari rasa tanggung jawab pemerintah, selaku pemilik jalan. pemerintah akan menyikapinya lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) atau RSUD untuk pengobatan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

LKPJ Wali Kota Tahun 2024 di Rapat Paripurna: Pendapatan Bontang Tidak Capai Target

0
LKPJ Wali Kota Tahun 2024 di Rapat Paripurna: Pendapatan Bontang Tidak Capai Target
Rapat paripurna ke-12 dalam penyampaian LKPJ, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggelar rapat paripurna ke-12 masa sidang II terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bontang di tahun anggaran 2024. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai II DPRD Kota Bontang, Senin (10/3/2025).

Penyampaian realisasi pendapatan di 2024, disampaikan secara langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dengan mengatakan bahwa, pendapatan Kota Bontang selama di 2024, mencapai hingga Rp 2,775 triliun, atau sekitar 99,82 persen.

Adapun di pendapatan daerah pada 2024 sebesar Rp 2,775 triliun, yang dimana lebih rendah dari target yang telah ditentukan, meliputi Rp 2,780 triliun.

“Pendapatan tersebut telah menjadi tiga, seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer daerah dan lainnya, serta pendapatan daerah yang sah,” ucapnya saat rapat berlangsung.

Diketahui, untuk PAD Kota Bontang telah mencapai 283,7 miliar, atau sama dengan 95,77 persen, dari target sebesar 298,3 miliar.

Selanjutnya, untuk pendapatan transfer mencapai 2,423 triliun, atau sekitar 98,69 persen, dari target sebesar 2,456 triliun dan lain-lain.

Sedangkan pendapatan daerah yang sah mencapai 69,14 miliar, atau sekitar 240 persen dari target sebesar 29,37 miliar.

“Sehingga, LKPJ Wali Kota Bontang tahun anggaran 2024 ini telah disampaikan kepada DPRD Kota Bontang, sebagai wujud akuntabilitas pemerintah daerah, dalam melaksanakan pembangunan,” paparnya.

Tak hanya itu, LKPJ ini juga telah disusun berdasarkan Permendagri nomor 19 tahun 2024, dan merupakan hasil kinerja pelaksanaan APBD Kota Bontang tahun 2024, yang merupakan tahun ketiga pelaksana RPJMD Kota Bontang periode 2021-2026.

Keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja keras semua pihak terkait, meskipun menghadapi tantangan, pemerintah berupaya maksimal mengatasi permasalahan.

“LKPJ ini diharapkan menjadi dasar bagi pemimpin selanjutnya, untuk melanjutkan pembangunan Kota Bontang yang lebih baik, dan menjadi bahan evaluasi pemerintah di masa depan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pasien RSUD Bisa Laporkan Keluhan Melalui Scan QR Code

0
Pasien bisa adukan keluhan melalui scan barcode. (ist)

BONTANG – Pasien yang datang ke RSUD Taman Husada Bontang dimudahkan untuk melaporkan keluhan-keluhan yang dialaminya selama berada di rumah sakit plat merah ini. Dengan memanfaatkan teknologi, pasien bisa melaporkan melalui scan QR code.

Barcode tersebut disebar di seluruh lantai dan bisa diakses oleh seluruh pengunjung maupun pasien.

Humas RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, scan QR code dimaksudkan untuk memberikan layanan pengaduan bagi pengunjung atau pasien mengenai pelayanan rumah sakit.

“Ada scan QR code yang disebar di rumah sakit dan bisa diisi oleh pelanggan mengenai survei kepuasan,” kata dr Ridha.
Dr Ridha mengatakan, ada tiga barcode seperti survei kepuasan, pengaduan pelanggan, dan informasi layanan.

“Apabila ada permasalahan di unit-unit kami bisa mengakses barcode di bagian pengaduan hingga informasi pelayanan. Ada tiga barcode disediakan di seluruh layanan rumah sakit,” sebutnya.

Dr Ridha juga mengatakan, selain penilaian pelayanan survei untuk rumah sakit, ada juga survei yang diberikan untuk pelayanan BPJS Kesehatan untuk mengetahui layanan.

“Ini juga dalam rangka meningkatkan mutu layanan rumah sakit, baik internal maupun eksternal yang dilaporkan dari pasien,” kata dr Ridha. (adv)

Editor: Yusva Alam

Marak Pencurian Motor, Pemkot Minta Aktifan Kembali Pos Kamling dan Penambahan CCTV

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) yang terjadi di Kota Bontang, menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Bontang saat ini. Adapun wacana yang akan diupayakan salah satunya, pos kamling kembali diaktifkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris usai acara Festival Ramadan Nurul Mu’min, Kelurahan Berbas Tengah.

“Ya kami akan kembalikan lagi poskamling di tiap wilayah untuk memitigasi pencurian kendaraan,” ucapnya.

Agus Haris menjelaskan, bahwa pihaknya sedang mendorong kelurahan-kelurahan di Kota Bontang untuk mengaktifkan kembali pos kamling. Lalu Satpol PP khususnya bagian Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) akan lebih di kerahkan untuk meminimalisir pencurian di wilayah Bontang.

“Kalau satpol kan pasti sudah berkeliling, untuk trantib bisa untuk menjaga lingkungan masing-masing lebih menyeluruh,” ujarnya, Minggu (9/3/2025).

Ia meyakini dengan terus adanya aktivitas di tiap-tiap gang, maka akan semakin sempit kesempatan yang diberikan kepada pelaku pencurian ranmor di Kota Bontang.

“Saya yakin dengan adanya kegiatan, mereka bisa mengurungkan niat untuk melakukan kejahatan tersebut,” katanya.

Untuk penambahan CCTV, pihaknya sedang melakukan inventarisasi terkait titik-titik mana saja yang sudah terpasang dan titik-titik mana saja yang termasuk dalam rawan yang belum terpantau oleh CCTV.

“Kalau belum terpasang akan segera dipasang, guna untuk memantau secara keseluruhan,” pungnkasnya.

Dalam lima tahun ke depan pihaknya mengatakan, akan ada program bernama Bontang dalam genggaman, nantinya akan terpusat di satu tempat yang dapat melihat seluruh CCTV.

“Dan nanti kelurahan dan kecamatan juga ada, jadi dapat memantau wilayahnya,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Apa Aja yang Ditangani Dokter Spesialis Anak? Ini Penjelasannya

0
Ilustrasi dokter spesialis anak. (ist)

BONTANG – Kebutuhan medis antara anak-anak dengan orang dewasa sangat berbeda, itulah sebabnya dibutuhkan seorang dokter spesialis anak untuk menangani berbagai masalah kesehatan yang anak sedang alami.

Dokter spesialis anak adalah dokter yang mempunyai kompetensi dalam memeriksa, hingga merawat kesehatan anak, dari fisik, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, menjelaskan, untuk dokter spesialis anak menangani mulai usia 0 sampai 18 tahun.

“Jika sudah 18 tahun ke atas, sudah diharuskan untuk ke dokter penyakit dalam,” paparnya.

Dokter spesialis anak menangani pasien dari usia sejak lahir, baik yang lahir dengan normal/melalui tindakan operasi sectio caesaria yang membutuhkan bantuan atau pengobatan sejak awal kehidupannya.

Ditambahkannya, saat ini, kebanyakan kasus penyakit yang paling sering dialami anak-anak adalah penyakit saluran napas atas, dengan gejala batuk pilek demam, dan lain-lain, yang membuat orangtua membawa anaknya berobat ke dokter anak.

Pelayanan kesehatan Anak meliputi berbagai bidang, baik itu rawat jalan, rawat inap, dan rawat intensif anak. RSUD Taman Husada sudah memiliki fasilitas perawatan intensif untuk bayi dan anak, yakni ruang rawat intensif bayi untuk usia sejak lahir s/d usia 1 bulan/Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang rawat intensif untuk anak usia 1 bulan s/d 18 tahun/ Pediatric Intensive Care Unit (PICU). (dwi/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bakal Anggarkan Dana untuk Penyelenggaraan Kegiatan Ramadan di Tiap Masjid

0
Pemkot Bakal Anggarkan Dana untuk Penyelenggaraan Kegiatan Ramadan di Tiap Masjid
Pemberian hadiah pada kegiatan festival ramadhan Irma Masjid Nurul Mu'min Berbas Tengah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Salah satu giat yang dilakukan masyarakat Bontang selama Bulan Suci Ramadan ialah melaksanakan acara-acara pendukung seperti Festival Ramadhan yang dilakukan salah satu masjid di Kota Bontang, Masjid Nurul Mu’min, Kelurahan Berbas Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 5 hingga 9 Maret 2025. Adapun kegiatan yang dilaksanakan lomba adzan, sambung ayat, mewarnai, tartil, dan lagu Islam yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa.

Ketua Irma Nurul Mu’min, Muhammad Fadli mengatakan, ada sekitar 70 peserta yang ikut pertandingan Festival Ramadan. Bagi pemenang, akan mendapatkan sertifikat, uang pembinaan, dan piala.

“Semua lomba untuk anak-anak, kecuali lomba lagu Islam, ini memotivasi anak-anak untuk giat mengaji dan dapat mengisi kegiatan di Bulan Ramadan,” ujarnya, Minggu (9/3/2025) saat penutupan.

Dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang mengapresiasi kegiatan tersebut dilaksanakan, karena kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan tiap Bulan Ramadan dengan melibatkan anak-anak, agar mereka selalu semangat menyambut Bulan Ramadan.

Ia menyebutkan, ke depannya ia akan memberikan apresiasi terhadap kegiatan seperti ini melalui APBD. Ia menyebutkan pihaknya sedang dalam penyusunan RPJMD yang nantinya akan dimasukkan ke dalamnya.

“Kegiatan seperti ini masuk ke dalam APBD, karena ini salah satu bentuk pembentukan dan pembinaan sosial dan mental anak-anak,” ujarnya.

Mulai tahun ini semua masjid dan musala akan mendapatkan anggaran operasional selama Bulan Ramadan tiap tahunnya sebanyak Rp 10 juta, “Ini sedang kita susun, baik peraturan perwali maupun peraturan teknis penyalurannya, tidak hanya masjid, pokoknya kegiatan di rumah ibadah,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

RSUD Terima Dokter Magang Tiap Tahunnya

0
Salahsatu kegiatan pelepasan program dokter intership di RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – RSUD Bontang sebagai rumah sakit pendidikan akan terus menerima dokter internship yang dilaksanakan setiap tahunnya. Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP.

Lalu apa itu dokter internship atau dokter magang? Dijelaskan dr Suhardi, dokter magang merupakan program kementerian kesehatan yang memberikan kesempatan pada dokter internship untuk melakukan penempatan di rumah sakit pilihan.

“Internship ini merupakan program Kemenkes, untuk menempatkan lulusan dokter selama setahun di daerah baik di RS maupun Puskesmas. Ini merupakan bagian dari pendidikan,” jelas dr Suhardi.

Dr Suhardi menambahkan, setelah selesai pemagangan, dokter internship dapat melanjutkan praktik mandiri atau melanjutkan pendidikan.

Sementara pendamping dokter internship, dr Muhammad Irfan Hidayat mengatakan, program dokter internship Indonesia merupakan program pembimbingan dan pemahiran setelah dinyatakan lulus dalam kedokteran. Penempatannya dilakukan di rumah sakit dan Puskesmas.

“Dokter internship ini telah memiliki surat izin praktik internship dan tetap dalam pengawasan dokter umum di rumah sakit penempatan,” katanya saat ditemui.
Kegiatan internship ini dapat dijadikan sebagai syarat dalam mendapatkan surat tanda registrasi dalam pengurusan SIP.

“Dokter internship ini umum digunakan sebagai proses pelaksanaan profesi kedokteran, dalam memahirkan kemampuan dan membiasakan kompetensi yang harus dicapai dokter umum,” terangnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Miliki Alat Fototerapi Ganda, Percepat Turunkan Kadar Bilirubin Bayi

0
Ilustrasi fototerapi bayi. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang telah memiliki fototerapi dua sisi atau ganda. Dimana dengan alat ini dapat mempercapat proses terapi sinar kepada bayi dengan kondisi kuning.

Fototerapi ganda juga lebih efektif dari pada fototerapi tunggal pada bayi dengan berat badan lahir rendah, dan lebih berguna untuk menurunkan kadar bilirubin serum yang meningkat cepat, jika dibandingkan fototerapi tunggal.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada menjelaskan, awalnya RSUD Bontang memakai fototerapi tunggal, namun membutuhkan waktu selama minimal dua hari, sehingga memakan waktu yang lama. Jika memakai fototerapi ganda, akan menjadi cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Hasilnya lebih cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama,” paparnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Edukasi Bagi Ibu Menyusui, dr Ridha: Jangan Ada Istilah Pengganti ASI!

0
Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha. (ist)

BONTANG – Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha membagikan sedikit pengetahuan terkait Air Susu Ibu (ASI) eklusif.

Dijelaskannya, proses menyusui merupakan hakikat karunia pemberian Tuhan kepada seorang ibu setelah melahirkan, sehingga saat waktunya bayi mendapatkan ASI ekslusif. ASI tidak bisa tergantikan dengan minuman lain kecuali ada kondisi khusus.

“ASI merupakan makanan utama bagi bayinya. Jangan ada istilah pengganti ASI. Itu yang kita tanamkan pada orang tua bayi bahwa ASI tidak tergantikan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan pada bayi yang dirawat di ruang perinatologi, apabila ada bayi yang masih belum bisa menyusui langsung dapat dilakukan pemberian ASI perah dari sang ibu.

“Ada bayi yang belum bisa menyusui langsung. Itu kadang menjadi dilema. Seharusnya bayi-bayi pada kondisi normal dapat menyusui langsung. Kalau terpisah itu menjadi kecemasan dari ibu bayi. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan produksi ASI. Oleh karena itu kami hadir memberikan dukungan dan motivasi untuk para ibu,” urainya.

RSUD Bontang rutin melaksanakan kelas ASI (Air Susu Ibu) bagi orang tua bayi yang baru melahirkan. Ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua bayi dalam hal menyusui. (adv)

Editor: Yusva Alam

Sidang ke-8 Berlanjut, Bontang Siapkan Saksi Pengungkap Fakta Kampung Sidrap di MK

0
Kampung Sidrap. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyatakan, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, telah menyiapkan saksi ahli untuk pengungkapan fakta terkait Kampung Sidrap, dalam sidang ke-8 yang masih berlanjut di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebab, Pemkot Bontang masih sangat memperjuangkan agar Kampung Sidrap bisa masuk di wilayah Kota Bontang. Sehingga, di persidangan selanjutnya, pihaknya nanti akan membawa saksi-saksi pengungkap fakta untuk sidang mendatang.

“Pastinya kami telah menyiapkan segala sesuatunya, terutama saksi fakta yang sudah dipersiapkan,” ucapnya saat dikonfirmasi, beberapa hari lalu.

Agus Haris menyebutkan, untuk sidang terkait tapal batas ini sempat tertunda karena adanya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu, hingga sidang ke-8 di MK tertunda.

“Nantinya bagian hukum akan berkoordinasi dengan kuasa hukum Pemkot Bontang, di Jakarta,” tambahnya.

Perlu diketahui, sebelumnya sewaktu zaman Kutai Timur (Kutim) dipimpin oleh Isran Noor, dan Wali Kota Bontang di bawah pimpinan Adi Darma, bahwa kedua kepala daerah tersebut telah menyepakati jika 7 RT di wilayah Kampung Sidrap masuk ke Kota Bontang.

“Ini berdasarkan surat permintaan Adi Darma, dan Isran Noor sepakat, akhirnya ditandatangani. Itulah yang menjadi dasar, warga di sana membuat KTP berdomisili Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam