Beranda blog Halaman 1018

Sha Ma Ra Gelar Edukasi Kurangi KDRT

0

BONTANG – Demi mengurangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sha Ma Ra merupakan pengusaha muslimah rindu syariah, mengadakan diskusi terbatas  dengan tema Speak up KDRT Perlu Dukungan Sistem Islam.

Diskusi di Café Rahmat, Berbas Pantai, 30 Oktober 2022 ini diisi oleh Asnawati Abdullah yang nerupakan seorang aktivis dakwah. Peserta diskusi mayoritas ibu rumah tangga. Asnawati Abdullah mengungkapkan bahwa KDRT bisa terjadi tidak hanya pada wanita.

“Setiap tindakan yang berakibatkan kesengsaraan dan penderitaan, baik secara fisik, seksual, psikologis, serta pemaksaan dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik secara umum ataupun kehidupan pribadi,” ungkapnya.

Ketimpangan gender merupakan salah satu sebab terjadinya KDRT dan ketidakseimbangan kekuasaan-kekuasaan dalam rumah tangga. Pada 2021, Komnas Perempuan mencatat 18.261 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Di Bontang kasus kekerasan perempuan dan anak  terbilang tinggi, hingga saat ini ada 80 kasus. Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengajak masyarakat berani angkat bicara apabila menjadi korban atau sebagai saksi pelecehan seksual ke perempuan dan anak.

Pihaknya di Bontang membuka pelayanan selama 24 jam untuk konseling di pendampingan, advokasi hukum, dan mediasi bagi korban KDRT. (sya)

DPMPTSP Kalimantan Timur Selenggarakan Regional Investment Forum

0

BONTANG – DPMPTSP Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Regional Investment Forum (RIF) di Ruby Topaz, Grand Mercure Hotel Jakarta pada 27 Oktober 2022.

Kegiatan yang bertemakan Investment Opportunity In East Kalimantan’s Strategic Industrial Area ini membahas mengenai peluang investasi serta promosi khususnya di kawasan industri strategis yang ada di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini dihadiri Kepala DPMPTSP Kota Bontang Asdar Ibrahim, Direktur Operasional dan Bisnis PT KIE Achmad Rois, dan Direktur Maloy Batuta Trans Kalimantan M Ade Himawan sebagai narasumber yang mempresentasikan dan mempromosikan 3 kawasan strategis industri yang siap untuk menjadi peluang investasi bagi para investor.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltim Puguh Harjanto, Kedutaan Besar Bahrain di Indonesia, Secondary Secretary, Kedutaan Besar Austrian, Kementerian Investasi / BKPM RI Direktorat Promosi Daerah, SNBC Singapore Jakarta, PT Nusaraya In0ternational (media dan jaringan investor China Indonesia), investor Singapura dan China.

“Sebagai perwakilan Kota  Bontang kami sangat senang dan sangat mengapresiasi kegiatan ini karena kita semua bisa mendiskusikan dan bertukar informasi mengenai kesempatan investasi terkhususnya di Kota Bontang” ujar Kepala DPMPTSP Kota Bontang Asdar Ibrahim dalam presentasinya

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur Puguh Harjanto. Pertemuan ini berlangsung lancar. Dimana, setelah diskusi berakhir beberapa investor memperlihatkan respon dan antusias yang baik terhadap kawasan industri yang telah dipaparkan sebelumnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan investasi terhadap kawasan industri yang ada di Kalimantan Timur terkhusus Kota Bontang. Dengan adanya kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu menyebarluaskan potensi dan peluang investasi yang ada di Kalimantan Timur dalam meningkatkan minat berinvestasi para investor. (adv/sc)

Regional Investment Forum, Bontang Tawarkan Peluang Investasi

0

BONTANG – Kegiatan Regional Investment Forum (RIF) yang diadakan di Ruby Topaz, Grand Mercure Hotel Jakarta pada 27 Oktober 2022 membahas promosi investasi, khusunya di kawasan industri strategis di Kalimantan Timur.

Pada kegiatan tersebut terdapat tiga narasumber yang menjelaskan mengenai kawasan strategis industri di Kalimantan Timur. Salah satunya adalah Asdar Ibrahim selaku Kepala DPMPTSP Kota Bontang.

Sesuai dengan peraturan daerah Kota Bontang Nomor 13 Tahun 2019 tentang Tata Ruang Wilayah Kota Bontang tahun 2019-2039.  Di dalamnya mengatur mengenai Kawasan Industri strategis di Bontang Lestari.

“Kota Bontang memiliki kawasan industri strategis di daerah Bontang Lestari yang memiliki luas wilayah sebesar 1.102,94 hektare. Di mana wilayah ini dibagi ke dalam enam klaster yang di khususkan untuk industri strategis,” kata Asdar dalam presentasinya

Asdar juga menjelaskan bahwa Kota Bontang memiliki 18 peluang investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Yaitu investasi pergudangan, pelabuhan, desalinasi air laut, rumput laut, dan masih banyak lagi.

Selain kepala DPMPTSP Kota Bontang Asdar Ibrahim, terdapat dua lagi narasumber dalam kegiatan ini yaitu Direktur Oprasional dan Bisnis PT KIE Achmad Rois dan Direktur Maloy Batuta Trans Kalimantan M Ade Himawan yang sama-sama mempresentasikan mengenai kawasan strategis investasi di Kalimantan Timur.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai peluang investasi di Kalimantan Timur sehingga dapat membantu meningkatkan minat investor dari dalam mauapun dari luar negeri.

Selain itu dengan peningkatan investasi di Kota Bontang diharapkan juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang, meningkatkan lapangan pekerjaan dan Pendapatan Asli Daerah. (adv/sc)

Rencana Tambah TPP bagi ASN dan Non ASN, DPRD Buka Ruang Diskusi dengan Pemkot  

0
Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris

BONTANG – DPRD Bontang membuka ruang diskusi dengan pemerintah daerah untuk melakukan upaya penambahan perbaikan penghasilan (TPP) untuk aparatur sipil negara (ASN) dan penambahan uang transportasi untuk non-ASN (Tenaga Kontrak Daerah/TKD).

Hal itu dilakukan legislator Bontang melalui rapat gabungan bersama Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris di ruang rapat Paripurna DPRD Bontang lantai III Bontang Lestari, Senin (30/10/2022).

Agus menjelaskan, terbukanya penambahan anggaran untuk TPP ASN dan TKD bukan tanpa pertimbangan. Politisi Gerindra ini mengungkapkan akan dilakukan dengan pertimbangan objektivitas kerja dan kinerja.

“Ada pertimbangan objektif lain yang mengharuskan sehingga ditambah. memperhatikan kondisi kerja, beban tugas, kelangkaan profesi, golongan dan prestasi kerja,” ujar Agus kepada awak media.

Lebih lanjut dikatakan Ketua Partai Gerindra ini, pertimbangan tersebut bermuara pada kesejahteraan. Sehingga pihaknya pun meminta untuk dilakukan kajian sebelum dibahas. “Kami meminta dulu dilakukan analias dan kajiannya,” tandasnya.

Namun, Agus menekankan, pihaknya sepakat untuk meningkatkan etos kerja. Jika dengan cara TPP dapat mencapai tujuan itu, pihaknya sudah bisa memastikan memberi apresiasi.

“Kami prinsipnya setuju untuk meningkatkan etos kerja, selanjutnya kami lihat nanti kemampuan anggaran,” beber Agus.

Diketahui, pemberian penambahan TPP sesuai dengan Pasal 58 Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dimana Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memberikan TPP dengan memperhatikan keuangan daerah dan persetujuan DPRD.

Jika belum ada PP, kepala daerah dapat memberikan TPP berdasarkan persetujuan menteri setelah memperoleh pertimbangan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang keuangan.

Selain itu TPP juga diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2022, di mana besaran satuan biaya TPP memperhatikan aspek efisiensi, efektivitas, kepatutan, kewajaran, dan rasionalitas. Karena itu, DPRD bontang berniat untuk menaikkan TPP untuk ASN dan penambahan uang transportasi untuk non-ASN. (adv)

Salimah Bontang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Launching ‘Kantin’

0

BONTANG – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Bontang melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Launching Kajian (Kantin Rutin) pada Ahad (29/10/2022) pagi. Acara dilaksanakan di Aula  Masjid Raya Baiturrahman PKT Kota Bontang.

Acara bertema “Meneladani Rasulullah SAW yang Pecinta Ilmu” tersebut dihadiri 50 peserta. Pembacaan ayat-ayat suci Alquran mengawali kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan sambutan ketua Pimpinan Daerah Salimah, Mutmainah, S.Pd.AUD.

Dalam sambutannya, Mutmainah menuturkan tujuan dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani segala perilaku baginda Rasulullah yang dipandang sebagai figur paripurna. “Terutama dalam semangat menuntut ilmu. Semangat menuntut ilmu yang sejalan dengan program yang di-launching yaitu Kantin (kajian Rutin Salimah, Red.) yang insyaAllah akan menyuguhkan berbagai menu untuk nutrisi jiwa (ruhiyah, Red),” bebernya.

Mutmainah juga memaparkan beberapa program unggulan Salimah yang meliputi Baitul Quran Salimah (BQS) di Loktuan, BSD dan Kampung Baru. Pada Program BQS ini membimbing anak, remaja dan wanita dewasa dalam membaca Alquran, mulai dari yang belum bisa sampai untuk yang ingin  memperbaiki kualitas bacaan Alquran.

Selain BQS juga ada program Sekolah Pra-Nikah Salimah Indonesia (SERASI) dan Program Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa (P2AYD).

Selesai sambutan ketua PD Salimah Bontang dilanjutkan  pemotongan pita secara simbolik diluncurkannya program Kantin. Acara inti yaitu nasihat agama disampaikan Ustadz Syukur Yusuf,Lc.

Dalam ceramahnya, Ustadz Syukur memaparkan sabda Nabi Muhammad:  Ketika lewat kalian di taman-taman surga, maka singgahlah. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apa taman-taman surga itu? Rasulullah menjawab: taman-taman surga itu adalah majelis-majelis ilmu.

Lebih lanjut Ustaz Syukur menuturkan bahwa dari keterangan hadits tersebut dapat dipahami bahwa majelis-majelis ilmu itu adalah tempat yang sangat baik yang ada di muka bumi.

Karena Rasulullah pun mengibaratkan sebagai taman surga. Sebab memang majelis-majelis ilmu adalah tempat bagi orang-orang yang mau menempuh jalan yang diridhoi Allah mencapai surga. “Orang yang mau duduk di majelis ilmu dan mendengarkan dengan seksama para ulama yang mengajarkan ilmu niscaya akan memperoleh kunci-kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” sebut Ustaz Syukur.

Ustaz Syukur juga memaparkan makna dan hikmah dari sejarah singkat hidup Rasulullah yang sarat dengan pelajaran bila kita merenunginya. Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama. (rls/hms)

Masifnya Peredaran Narkoba di Loktuan, Faisal Ikut Prihatin 

0
Bersama Tokoh Masyarakat Loktuan usai Rembuk Tokoh masyarakat.

BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Faisal menyambut baik digelarnya Rembuk Tokoh masyarakat loktuan, yang digagas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Loktuan beserta Lurah dan Mitra Kelurahan Loktuan. Sabtu, (29/10/2022).

Faisal menilai tujuan digelarnya kegiatan menjadi penting bagi Kelurahan Loktuan. Hal ini untuk menekan penyebaran narkoba yang akhir ini sedang marak.

“Saya punya agenda lain sebenarnya, tapi karena undangan dari LPM terkait soal narkoba di Loktuan saya pastikan datang, hal ini penting bagi kita semua untuk hadir dan memberikan sumbang saran,” ujarnya.

Lebih jauh politisi Nasdem ini menjelaskan sebagai tokoh masyarakat Loktuan ia prihatin melihat masifnya peredaran narkoba di Loktuan. Pun bahkan tempat tinggalnya di kampung Selambai juga sudah ditemukan telah menjadi aktivitas peredaran.

Ia tak ingin program masyarakat dan perorangan untuk menjadikan Kampung Selambai sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Bontang terganggu dengan adanya aktivitas transaksi barang haram itu.

“Saya juga prihatin di Selambai sudah ada kegiatan peredaran narkoba, melihat berita saya sedih melihatnya,” ujarnya.

Faisal mengingatkan pentingnya pengawasan keamanan masyarakat. Pasalnya tidak semua aktivitas masyarakat bisa diawasi oleh petugas keamanan.

“Saya setuju kalau aktifkan kembali pengawasan. Seperti jaga malam atau jam malam,” kata Faisal.

Bendahara partai Nasdem Bontang ini berharap masyarakat bisa melek akan bahaya narkoba. Setiap pengguna lanjut Faisal akan banyak mendapatkan efek negatif dari pemakaian, apalagi jika penggunaannya intens dan masif.

Ia bahkan meminta agar setiap orang tua untuk mengawasi anak masing-masing, menurutnya hanya ini sementara cara yang ampuh.

“Tidak ada gunanya menggunakan narkoba, awasi anak kita lebih intens. Kita tidak tahu seperti apa mereka, karena semua serba senyap dilakukan,” bebernya.

Selain itu Faisal meminta untuk membentengi iman dan takwa kepada setiap anak. Dengan cara ini anak tidak akan mudah ikut buruk rayu niat mereka yang akan memberikan pengaruh narkoba.

“Tak kalah penting adalah membentang anak kita dengan iman dan takwa. Memberikan asupan agama sejak dini itu insya Allah dapat terhindar dari perbuatan yang tidak kita harapkan,” tutup Faisal Anggota DPRD Bontang. (adv)

Ketahanan Keluarga Kekuatan Negara, Kadir Tappa Sosialisasikan Perda No 2/22

0
Kadir Tappa bersama narasumber menyosialisasikan Perda nomor 2 tahun 2022. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa memberikan sosialisasi Perda nomor 2 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Hotel Andika, Bontang,  Sabtu, (29/10/2022).

Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Perda nomor 2 tahun 2022 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga.

Abdul Kadir Tappa mengatakan Perda ini merupakan dasar dalam menyelenggarakan dan menganggarkan mengenai pelaksanaan ketahanan keluarga.“Inilah dasar penganggarannya yang dibutuhkan dalam pembangunan ketahanan keluarga,” kata Kadir Tappa.

Dia menambahkan sosialisasi sebagai upaya dalam memberikan perubahan kepada masyarakat melalui ketahanan keluarga. “Melalui Perda ini akan memberikan perubahan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Bahauddin menjelaskan, negara kuat akan dipengaruhi oleh keluarga yang kuat pula. “Kalau negara mau kuat, maka kita lihat ketahanan keluarganya,” kata Bahauddin.

Atas dasar Perda ini, dirinya berharap ada turunan perda di agar ketahanan keluarga semakin kuat terkhusus di Kota Bontang. “Semoga di Bontang ada Perda dari turunan Perda Provinsi ini,” katanya.

Disampaikan pula, ketahanan keluarga dimulai di lingkup keluarga yang terkecil. “Keluarga itu terbentuk dari prinsip keluarga yakni suami istri, ayah, dan ibu,” jelasnya.

Selain itu ada faktor dan prinsip dalam ketahanan keluarga seperti ketahanan fisik, ekonomi, sosial dan  budaya. “Dalam keluarga harus menjalankan 8 fungsi keluarga,” tambahnya.

Selanjutnya pengamat sosial, Muqri mengatakan, Perda nomor 2 tahun 2022 ini merupakan produk hukum yang dihasilkan oleh anggota DPRD Kaltim. “Sebelum Perda ini dibuat sudah melakukan ketahanan keluarga,” kata Muqrim.

Perda nomor 2 tahun 2022 ini mengatur tentang norma, perkawinan, pengampuan atau perwalian anak, koordinasi dan kerja sama serta informasi. “Semua dari segala lini harus terlibat dalam ketahanan keluarga,” pungkasnya.(adv/yah)

Upaya Peningkatan Jalan Provinsi Dinilai Wakil Ketua DPRD Kaltim Berjalan Baik

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun

SAMARINDA– DPRD Kaltim mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim untuk melakukan peningkatan/perbaikan jalan yang menjadi wewenang Pemprov.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, tahun ini  sasaran peningkatan jalan tertuju pada kawasan pesisir. Politisi PDI Perjuangan ini berharap, peningkatan jalan di kawasan pesisir dapat tuntas sebelum pergantian tahun.

“Maka dari itu kami juga berharap agar pengerjaannya dapat sesuai target. Dalam pengerjaannya  perlu waktu dan butuh proses, tentunya aktivitas agak terganggu mohon dimaklumi,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Samsun juga mendorong peningkatan kualitas jalan milik provinsi di sejumlah kawasan yang juga membutuhkan penanganan lebih baik. Terutama daerah Kaltim bagian utara, yang dianggapnya harus menjadi sasaran selanjutnya bagi Pempro Kaltim.

“Terutama dari arah Kutim (Kutai Timur) menuju Berau,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kawasan pesisir yang tengah mengalami pengerjaan peningkatan jalan yaitu kawasan antara Samarinda menuju Sanga-Sanga, Dondang-Muara Jawa, kemudian berlanjut Muara Jawa-Samboja hingga ke arah Balikpapan. (Eky/adv/DPRDKaltim)

Bimtek Perkimtan untuk SDM Lebih Berkualitas

0

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pada 27-30 Oktober 2022. Bimtek di Hotel Zam Zam, Kota Batu, Malang itu bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Bimtek ini membahas tentang penataan keuangan dan kearsipan, untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan staf pengelolaan keuangan dan kearsipan Dinas Perkimtan. “Kami menuntut seluruh tim SDM pengelola memenuhi tata kelola, tata aturan, dan menguasai sistem berbasis IT,” terang Najirah, wakil wali kota Bontang.

Seluruh staf pengelola administrasi keuangan sekretariat, bidang, dan UPT Rusunawa, serta pengelola arsip, diberikan pembekalan teknis dasar manajemen pengelolaan kearsipan dan keuangan daerah, serta meningkatkan kompetensi dasar pengayaan wawasan terkait pengeloaan arsip dan keuangan daerah. (adv/sya)

Pelayanan Gerai MPP Dinkes Mudahkan Warga Urus BPJS Kesehatan

0

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang juga membuka pelayanan di Mal Pelayanan Publik bagi masyarakat untuk pelayanan jaminan BPJS kesehatan.

Staf pelayanan MPP Dinkes, Wisnu Hamdani mengatakan, pelayanan di MPP untuk pengurusan BPJS kesehatan dan pengurusan perizinan yang ingin membuka klinik atau praktek kesehatan seperti yang sebelumnya telah dilakukan di kantor Dinkes.

Wisnu menyebutkan, setiap harinya rerata 20 Kepala Keluarga (KK) mengurus BPJS kesehatan di tempat itu. “Ada sekitar 20an KK yang mengurus. Ya bisa lebih orangnya, karena ada yang mengecek-ngecek juga,” kata Wisnu saat ditemui Mediakaltim.com, Jumat (28/10/2022).

Selain itu, masyarakat yang mendatangi gerai pelayanan Dinkes untuk mengurus pelayanan BPJS yang ditanggung pemerintah. “Untuk mengurus BJPS pemerintah ya, bukan yang mandiri,” tambahnya.

Wisnu mengungkapkan, antusiasme masyarakat sejak MPP Dinkes di buka sangat tinggi. Di mana ada beberapa masyarakat yang mengapresiasi pelayanan MPP yang ada di Kota Bontang.

“Beberapa hari lalu, ada peserta dari luar kota yang sedang menguruskan pelayanan BPJS kesehatan untuk keluarganya. Dia bilang, di sini bagus ya, bisa ngurus-ngurus yang lainnya,” kata Wisnu.

Untuk terobosan dalam pelayanan MPP Dinkes sendiri hanya melakukan pelayanan BPJS kesehatan. Sementara kendala yang dirasakan saat ini masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui dan adanya fasilitas yang masih belum berfungsi.

“Masih ada yang belum mengetahui pelayanan MPP. Ya ada juga, fasilitas yang tidak berfungsi, keluhannya dari masyarakat,” tandasnya. (adv/yah)