Beranda blog Halaman 664

Jelang Ramadan, Pemkot Bontang Bakal Tutup Sementara THM

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemkot Bontang akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan serta penutupan Tempat Hiburan Malam (THM).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang, Ahmad Yani mengatakan, bahwa SE tersebut sudah ada di bagian hukum Sekretariat Daerah Bontang, sekiranya SE tersebut dikeluarkan minggu ini pihaknya akan langsung melakukan edaran.

“Saat SE dikeluarkan, pada saat itu juga akan kami distribusikan langsung oleh Tim Satpol PP ke tempat yang dimaksud dalam SE tersebut,” terangnya, Selasa (18/2/2025).

Kepala Satpol PP menjelaskan, bahwa isi SE tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, himbauan tersebut berlaku untuk THM, karaoke. Adapun biliar dan warnet akan diberlakukan jam operasional.

THM tidak boleh beroperasi 7 hari sebelum Bulan Ramadan, dan 7 hari setelahnya. Hal ini peruntukkan untuk menjaga kondusifitas ibadah selama bulan Ramadan.

“Untuk tempat-tempat yang melanggar tentu akan ada sanksi, kami juga akan lakukan patroli rutin untuk memastikan kepatuhan mereka,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bulan Depan Program MBG Mulai Berjalan, Dimulai dari Persiapan Dapur Umum

0
Bulan Depan Program MBG Mulai Berjalan, Dimulai dari Persiapan Dapur Umum
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono menyampaikan, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bontang hingga saat ini belum melakukan uji coba. Tapi dapat dipastikan, Maret 2025, akan mulai tahap persiapan dapur umum.

“Untuk program MBG nya belum tahu kapan, pastinya kan harus mempersiapkan dapurnya terlebih dahulu, sekitaran Maret untuk persiapan dapurnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

Berkaitan dengan penempatan lokasi dapur nantinya, akan menjadi keputusan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dimana dapur tersebut tidak diperbolehkan lebih dari 30 menit jaraknya dari sekolah.

Informasi pun didapatkan setelah mengikuti koordinasi di lingkungan provinsi, dengan Badan Gizi Nasional (BGN), dan di wilayah Kota Bontang nantinya akan mempersiapkan sebanyak 22 dapur.

“Pastinya kita akan menentukan jumlah dapur umumnya terlebih dahulu dari Kecamatan Bontang Selatan, Utara, bahkan Barat, sambil melakukan survei. Apalagi bulan depan sudah memasuki bulan puasa,” paparnya.

Tak hanya itu, lokasi yang akan dijadikan sebagai dapur umum pun nantinya memiliki standar, adapun anggaran yang dipergunakan dari pemerintah pusat.

“Kan sekolah ada yang dua shift, kami sudah kasih tahu ke mereka sebagai tim dan katanya tidak apa-apa, selagi bukan shift malam. Pastinya nanti setelah semua berjalan, ada tekniknya,” tutupnya

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Khawatir Pelatihan dan Bimtek Guru Terdampak Pemangkasan Anggaran

0
Disdikbud Khawatir Pelatihan dan Bimtek Guru Terdampak Pemangkasan Anggaran
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Ist)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengkhawatirkan dampak dari kebijakan pemangkasan anggaran, pada pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para guru di tahun 2025.

Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono menyampaikan, adanya pemangkasan anggaran yang diarahkan oleh pemerintah pusat, telah membatasi jumlah kegiatan yang sudah diatur dan direncanakan, seperti halnya pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

“Sebenarnya di tahun ini nantinya guru-guru ada kegiatan Bimtek, untuk peningkatan kompetensinya. Tetapi dengan ada pemangkasan anggaran, belum tahu akan tetap berjalan atau tidak,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

Sebab, dengan adanya kegiatan pelatihan dan bimtek tersebut, Bambang ingin para guru di Kota Bontang nantinya dapat mengaplikasikan metode pengajaran terbaru, dan akan kesulitan saat tidak mengikuti pelatihan tersebut.

“Pinginnya semua sekolah di Bontang menjadi sekolah yang inklusif, bahkan mulai dari tahun ini sekolah manapun dapat menerima siswa yang difabel,” ungkapnya.

Sehingga, dengan adanya pelatihan tersebut nantinya dapat mencakup pendampingan, bahkan sampai pembelajaran untuk anak difabel yang berada di sekolah umum.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gambarkan Kesetaraan, BKPSDM Tekankan Tertib Penggunaan Badge ASN

0
Ilustrasi pembuatan dan penggunaan badge ASN di Pemkot Bontang. (Ist)

BONTANG – Saat ini, aturan yang memuat ketentuan pakaian dinas bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memiliki kandungan makna yang sarat dengan kesetaraan.

Hal yang paling sederhana bisa dilihat dari judul Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 10 Tahun 2024 yang menjadi master bagi aturan pakaian dinas. Permendagri tersebut mengambil tajuk Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Judul tersebut seakan menegaskan, bahwa pegawai yang diatur penggunaan pakaian dinasnya dalam Permendagri 10 Tahun 2024, baik PNS maupun PPPK, seluruhnya berhimpun dalam sebutan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ditambah lagi, Permendagri ini juga tidak membedakan jenis pakaian dinas yang digunakan oleh PNS maupun PPPK, dalam artian semua jenis pakaian dinas yang dipakai PNS, juga harus digunakan oleh rekan-rekan PPPK selama berkantor.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bidang Penilaian Kinerja, Penghargaan, Dokinfo dan Fasilitasi Profesi ASN BKPSDM Kota Bontang, Arif Supriyadi menambahkan contoh lain. Menurut Arif, warna badge ASN sebagaimana diatur dalam Permendagri tersebut juga menggambarkan kesetaraan. “Tidak ada warna badge khusus bagi PNS maupun bagi PPPK, kelima jenis warna badge lebih tekankan fungsi dan peran ASN,” ujar Arif sembari merinci kelima jenis warna yang Ia maksud, yakni: warna badge merah bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, biru bagi pejabat administrator, hijau bagi pejabat pengawas, abu-abu untuk pejabat fungsional dan terakhir warna badge oranye untuk jabatan pelaksana.

Membenarkan penyampaian Arif, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, membeber informasi lainnya.

Menurut Sudi, badge ASN saat ini benar-benar tekankan fungsi. Hal ini bisa ditilik dari rincian identitas yang wajib dimuat dalam badge ASN berdasarkan Permendagri 10 Tahun 2024.

Selain harus memuat profil terkini ASN seperti Nama/NIP/Instansi ASN, badge juga harus mencantumkan golongan darah (golda) sang pemilik.“Saya kira mudah difahami, pencantuman golda sebagai salah satu identitas dalam badge, guna mengantisipasi bila situasi yang tidak diinginkan terjadi pada pemilik tanda pengenal,” urai Sudi sambil menyebut bahwa pencantuman golda ini terbilang baru dalam muatan identitas tanda pengenal ASN.

“Saya minta semua ASN menggunakan badge-nya. Selain sebagai tanda pengenal yang menunjukkan ciri khas sebagai pegawai Pemerintah Kota Bontang, badge saat ini juga memuat aspek keselamatan,” tegas Aji Erlinawaty, Sekretaris Daerah Kota Bontang, saat dimintai tanggapan mengenai kewajiban memakai badge ASN.

Iin, sapaan akrabnya juga menyebut bahwa pihaknya telah mengadaptasi Permendagri 10 Tahun 2024 dalam bentuk peraturan kepala daerah, yakni Peraturan Walikota Bontang Nomor 34 Tahun Tahun 2024.

Dengan adaptasi tersebut, Iin meminta seluruh jajaran ASN Pemkot Bontang bisa mematuhi seluruh ketentuan yang termuat di dalamnya, mulai dari penggunaan jenis pakaian dinas hingga pemakaian atributnya, termasuk badge ASN ini. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam  

Pelaku Pencurian dan Kekerasan di Toko Jalan Arif Rahman Hakim Berhasil Dibekuk

0
Pers Rilis pelaku pencurian dan kekerasan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di sebuah ruko di Jalan Arif Rahman Hakim pada Sabtu (15/2/2025) lalu berhasil diamankan Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku dengan inisial R (42) di Simpang tiga Jalan Poros Bontang – Sangatta.

Pelaku melakukan aksinya dengan menodongkan senjata tajam ke pemilik toko, dan berhasil mengambil uang tunai Rp 3 juta dan satu unit ponsel genggam. Adapun uang hasil curian tersebut digunakan pelaku untuk top up judi online.

“Kami lakukan pengecekan CCTV dan ternyata tersangka memang sering melakukan transaksi top up untuk main judi online di simpang situ,” jelasnya.

Pelaku juga merupakan residivis dengan kasus penjambretan di luar daerah. R sendiri merupakan warga yang baru 5 tahun menetap dan berubah domisili menjadi warga Bontang.

R dikenakan pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Diketahui, awalnya pelaku datang ke toko bangunan tersebut sebagai pembeli, namun ia melihat keadaan toko yang sepi dan korban yang sudah berumur, ia pun mengambil kesempatan untuk melakukan kejahatan tersebut.

“Pemilik toko ditodong sajam dan diancam, apalagi sudah dilihat sudah berumur jadi tidak berdaya,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dewan Dukung Pembangunan Gudang Bulog, Rustam: Manfaatkan Lahan Ketimbang Jadi Lahan Tidur

0
Rombongan Komisi B DPRD Kota foto: Komisi B DPRD Bontang saat kunjungan lapangan di lokasi pembangunan gudang Bulog. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, melakukan kunjungan lapangan terkait lokasi pembangunan Gudang Bulog, yang berada di Bontang Lestari, tepatnya belakang Perumahan Korpri, Senin (17/2/2025).

Saat kegiatan kunjungan lapangan berlangsung, turut menghadirkan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Bontang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan, bahwa untuk progres pembangunan gudang Bulog nantinya sangat dinilai penting, dalam menjaga ketahanan pangan. Terlebih lagi, untuk pasokan pangan di Kota Bontang terdapat 95 persen dari luar pulau seperti Jawa dan Sulawesi.

“Pastinya sangat mendukung setiap proses pembangunanya. Kita manfaatkan lahan milik pemerintah, ketimbang lahan tersebut hanya menjadi lahan tidur mending dipergunakan biar ada manfaatnya,” ucapnya.

Diketahui, untuk proyek pembangunan gudang Bulog nantinya akan dibagun di atas lahan seluas tiga hektar, bahkan nantinya terdapat dua bangunan gudang Bulog yang akan dibangun.

“Nantinya akan ada dua bangunan, dengan masing-masing berkapasitas seribu ton. Selain untuk penyimpanan beras, gudang juga digunakan untuk menyimpan komoditas cadangan pangan lainnya, seperti daging, ayam potong, dan ikan,” ungkapnya.

Terlebih lagi, untuk pembangunan gudang Bulog di Kota Bontang nantinya akan berstatus sebagai Pimpinan Cabang (Pincab), yang dimana akan membawahi Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), hingga Berau.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Gudang Bulog Tunggu Penyerahan Hibah Aset

0
Pembangunan Gudang Bulog Tunggu Penyerahan Hibah Aset
Komisi B saat meninjau lokasi bersama Pemkot Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) melakukan kunjungan lapangan, terkait pembangunan gudang Bulog, di Kelurahan Bontang Lestari, Senin (17/2/2025).

Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem mengatakan bahwa, untuk progres pembangunan gudang pangan atau Bulog, saat ini masih menunggu proses penyerahan hibah aset dari Pemkot Bontang dengan pihak Bulog.

“Kami masih menunggu penyerahan hibah aset, dan juga menunggu pelantikan kepala daerah yang baru. Nanti juga diperlukan persetujuan dari DPRD lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Diketahui, untuk progres pembangunan gudang Bulog nantinya semua menjadi kewenangan dari pihak Bulog sendiri, karena nantinya pembangunan gudang tersebut akan dibangun langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami di daerah, hanya membangun akses jalannya saja. Untuk gudangnya langsung dari pusat,” paparnya.

Pembangunan gudang Bulog di Kota Bontang nantinya, akan berstatus sebagai Pimpinan Cabang (Pincab), yang dimana akan membawahi Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), bahkan Berau.

“Targetnya tahun depan gudang tersebut sudah bisa difungsikan, doakan saja semoga cepat terealisasi,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dishub Minta Pihak Citimall Berdayakan Jukir Liar

0
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang, Jainuddin. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) sempat meminta tenaga parkir liar yang sebelumnya beroperasi di depan Citmall untuk dimaksimalkan oleh pihak mall.

Plt Kepala Dishub Kota Bontang, Jainuddin mengatakan, bahwa parkiran yang berada di dalam mall sering kali penuh karena ketidak teraturan pengendara yang memarkir kendaraan mereka.

“Padahal kalau kendaraan itu isi yang bagian dalam dulu bisa cukup lebih banyak, apalagi untuk motor, kadang juga miring-miring, ya itu karena tidak ada yang arahin,” jelasnya Selasa, (11/2/2025).

Sama halnya dengan parkiran mobil yang sering kali penuh. Namun tidak ada pengawas yang memberitahu pengunjung mall yang akan masuk, mereka sudah terlanjur masuk ke area parkiran dan mengambil tiket parkir yang artinya mereka tetap harus membayar jika ingin keluar.

“Ini analisa kami dari Dishub, jadi kami mohon untuk diperhatikan pemuda disana agar parkir bisa lebih teratur,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Manager Citimall, Norwahyudi menjelaskan, bahwa pengelolaan mall dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga untuk permasalahan pemberdayaan ia harus melakukan koordinasi dengan pihak ketiga tersebut.

“Kami sudah rapat dengan Dishub dan kami sampaikan pesan mereka ke top management, karena kalau dengan pihak ketiga ini kami kan juga ada perjanjian tertentu,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa dari pihak mall sendiri telah memberdayakan warga Bontang, sekitar 98 persen sebagai pekerja di sana. Meskipun begitu, mereka akan terus melakukan koordinasi untuk masalah parkir tersebut.

“Kita koordinasi terus untuk masalah parkir ini,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan Utama, Parit Hingga Sertifikat Rumah Belum Dipenuhi, Warga Perumahan di Jalan Cumi-Cumi 2A Protes

0
Pemasangan spanduk pemberhentian pembangunan perumahan di Cumi-Cumi 2A. (ist)

BONTANG – Warga yang bertempat tinggal di perumahan yang berada di Jalan Cumi-Cumi 2A, Tanjung Laut Indah melakukan protes terhadap pemilik lahan, dikarenakan banyak fasilitas perumahan yang tidak dilengkapi.

Faoji Ridwan, salah satu warga di sana mengatakan, bahwa perumahan tersebut telah dibangun sejak akhir 2019 dan dijanjikan oleh pemilik tanah serta developer yang membangun perumahan tersebut akan dilengkapi dengan jalan, parit serta turap.

Beberapa sertifikat rumah juga ada yang belum keluar, ia menyebutkan terdapat warga yang sudah menempati rumah tersebut dua hingga tiga tahun, namun belum juga mendapatkan sertifikat.

“Beberapa warga yang sudah membayar rumah tersebut, ada yang belum mendapatkan sertifikat, itu juga salah satu yang kami protes,” ujarnya saat dihubungi, Senin (17/2/2025).

Ia menjelaskan, terdapat 35 KK yang turut mengawal protes ini, mereka memberhentikan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pemilik lahan ataupun developer. Karena sebelumnya mereka telah melakukan itikad baik untuk meminta keberlanjutan pembangunan di perumahan tersebut.

“3 kali kami berusaha untuk bertemu dengan pemilik lahan, namun selalu ada alasan, jadi sekarang kami minta mereka untuk diberhentikan dulu aktivitas pembangunan di sana,” tambahnya.

Adapun pihaknya selalu bertanya sampai mana proses kepengurusan perumahan tersebut. Pada Januari 2024 lalu pun pernah dimediasi oleh Polsek Bontang Selatan, namun sampai sekarang belum ada kejelasan.

“Jangan sampai pembangunan rumah saja yang diselesaikan kemudian ditinggal. Jadi kami minta bangunkan dulu kebutuhan jalan serta drainase yang layak, karena jalan disini masih tanah,” ungkapnya.

Diketahui, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pemilik lahan, bank, notaris, beserta dengan pihak Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dukung Pariwisata, Forum Pokdarwis Bontang Kunjungi Kelurahan Satimpo untuk Kolaborasi

0
Kunjungan Forum Pokdarwis Kota Bontang ke Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Bontang melakukan kunjungan ke Kelurahan Satimpo untuk kolaborasi dan sinergi.

Lurah Satimpo, Maryono mengungkapkan, kunjungan tersebut dapat membantu membangkitkan Pokdarwis yang berada di wilayah, “Kunjungan ini sangat luar biasa bisa menyatukan sinergi dan kolaborasi untuk membangkitkan Pokdarwis Kelurahan Satimpo,” kata Maryono, Senin (17/02/2025).

Ia mencontohkan seperti yang berada di Kelurahan Loktuan, yakni wisata Kampung Salona untuk susur sungai, di Pulau Malahing ada juga paket wisata untuk snorkling dan sebagainya.

Adapun fungsi kelurahan dalam hal tersebut ialah memberikan dukungan pokdarwis yang berada di kelurahan tersebut, untuk bisa mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayahnya.

I Gede Astriawan, Ketua Forum Pokdarwis Kota Bontang mengatakan, kunjungan ini sekaligus menggalakkan pariwisata dengan melibatkan Pokdarwis yang ada di kelurahan, dengan membuat paket destinasi dan pengelolaan wisata yang diolah langsung Pokdarwis di masing-masing kelurahan.

“Diharapkan dengan itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat, endingnya adalah kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, masing-masing kelurahan dapat memberdayakan Pokdarwisnya agar menjadi lebih baik membuat destinasi wisata sesuai kearipan lokal di wilayahya.

“Pelan-pelan kita rapikan, dan lengkapi. Bagaimana ke depannya destinasi wisata bisa menjadi tempat yang nyaman,” tambahnya.

Harapan ke depannya bahwa pariwisata Bontang tidak hanya dikunjungi oleh warga lokal saja, namun juga oleh wisatawan dari luar daerah sehingga roda perekonomian tentu makin berputar cepat.

Untuk itu pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap pokdawis dalam rangka pengembangan sumber daya manusianya. Mereka akan dibimbing bagaimana menghadapi para wisatawan agar menjadi lebih baik lagi.

Tidak hanya Pokdarwis tapi sampai dimana komitmen kelurahan dalam pengembangan pariwisata, serta memperdayakan masyarakat terhadap pariwisata di wilayahnya.

Dalam hal ini ia sangat mengapresiasi lurah satimpo yang sudah menggandeng pokdarwis pada even-event tertentu, dan menciptakan destinasi wisata setingkat kelurahan yang sangat ramah lingkungan, yang paling terkenal adalah budidaya madu kelulut sehingga Kelurahan Satimpo mendapat sebutan kelurahan Kampung Madu.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam