Beranda blog Halaman 665

Poliklinik Konservasi Gigi, Spesialis Perawatan Saluran Akar hingga Estetika

0
Poliklinik Konservasi Gigi, Spesialis Perawatan Saluran Akar hingga Estetika
Ruangan poliklinik konservasi gigi RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang memiliki poli konservasi gigi yang telah ada sejak tahun 2022 lalu. Konservasi gigi ini untuk perawatan saluran akar dan penambalan dengan sinar (restorasi komposit).

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, drg Safitri Kusuma Dewi, Sp.KG menjelaskan, poliklinik konservasi gigi seperti melakukan perawatan gigi hingga dapat melakukan perawatan saluran akar (saraf pada gigi) dan estetika pada gigi.

drg Safitri mengatakan, bahwa Ia lebih mengutamakan perawatan gigi ketimbang mencabut gigi, sehingga selalu berusaha memperbaiki gigi pasien.

“Konservasi gigi spesialisasi yang lebih ke arah mempertahankan ya, selama dan sebisa mungkin gigi di dalam rongga mulut dan estetikanya gigi,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pelayanan konservasi gigi telah dilakukan sejak Oktober 2022. Setiap harinya, drg Safitri bisa menerima pasien gigi sebanyak 12 orang. Ia sendiri telah menyelesaikan studi konservasi gigi sejak Juli 2022.

“Kami telah ada sejak 2022 lalu. Dalam pelayanan kami bisa melayani hingga 12 pasien setiap hari kerja pelayanan,” katanya.

Untuk proses pelayanannya sendiri, Ia mengatakan sesuai dengan jadwal pelayanan dengan melakukan observasi pada pasien gigi dan menjadwalkan kontrol pasien.

“Biasanya pasien baru datang dilakukan pemeriksaan awal, radiologi, dan konsultasi. Kemudian dijadwalkan kembali harus kontrol tanggal berapa. Biasanya pasien diminta kontrol dalam waktu seminggu sekali sesuai jadwal,” jelasnya.

Safitri menambahkan, keunggulan dari konservasi gigi RSUD Taman Husada Kota Bontang yakni, saat ini telah ditanggung pelayanan oleh BPJS Kesehatan dan juga terintegrasi dengan pelayanan lainnya.

“Kelebihan pelayanan konservasi gigi di RSUD tertanggung BPJS, dan bisa langsung terintegrasi dengan pelayanan lainnya seperti bedah mulut atau dokter gigi anak. Hingga saat ini juga yang sering dialami yakni kendala SDM konservasi gigi yang masih belum banyak,” ungkapnya.

Ia mengharapkan ke depannya, RSUD dan Pemkot Bontang lebih memfasilitasi alat konservasi agar jangkauan pelayanan yang dilakukan bisa lebih banyak.  (adv/yah)

Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar

0
Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar
Salah satu ruangan rawat inap di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Ruang rawat inap yang terdapat di RSUD Taman Husada sudah memenuhi nilai standar. Ada beberapa di antaranya, seperti ruang rawat inap intensif, ruang perawatan anak di bawah 18 tahun, serta ruang sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Hal ini dijelaskan Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik.

Dikatakannya, ada beberapa ruangan rawat inap yang terdapat di RSUD Bontang, dari ruangan sesuai kelas, Very Important Person (VIP), bahkan ruangan intensif.

Ruangan rawat inap intensif terdiri dari ICU, ICCU, PICU, NICU, serta ruang isolasi. Untuk ruang perawatan biasa meliputi ruang anak usia di bawah 18 tahun, yakni ruang cempaka.

Ruangan perawatan kelas 1 dan ruangan perawatan VIP ada di bagian Seruni. Ruang perawatan kelas 3 dan 2 ada di Bougenvil dan Edelweis, serta ruang perawatan Flamboyan untuk ibu bersalin dan kebidanan kandungan.

Untuk fasilitas ruang rawat inap sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan (PMK), sarana dan prasarana ruangan terbaru sesuai dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), bahwa untuk kelas 3 maksimal ada 6 bed, kelas 2 maksimal 4 bed, serta kelas 1 maksimal 2 bed.

“Kami sudah sesuai dengan kelas masing-masing, dari kelas 3, 2, dan 1,” ungkapnya, Senin (16/10/2023).

Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar

Kemudian, di setiap ruangan ada ketentuannya, seperti bed elektrik yang dimana pada ruangan insentif bed tersebut harus bisa diputar, serta naik turun. Ada tiga sisi pada bagian kepala, bagian punggung, serta pada bagian kaki. Bed yang wajib berada di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, ada juga nakas yang disediakan guna penyimpanan barang, pada lemari kecil untuk para pasien. Outlet oksigen yang tersedia, dan sarana lain seperti AC, dan televisi. Dilengkapi juga dengan saluran telepon di ruang perawatan, untuk mempermudah perawat menghubungi dokter atau yang lainnya.

“Sejauh ini untuk ruang rawat inap sudah sesuai dengan standar kelas B, minimal 200 tempat tidur. Saat ini kami sudah sesuai dengan 200 tempat tidur. Akan tetapi, di kategori yang lain masih ada yang kurang, kalau di PMK yang terbaru ini, bahwa standar yang untuk isolasi 10 persen, kami harus menyiapkan 20 tempat tidur, dan saat ini kami masih kekurangan di situ. Terkait sarana dan prasarana tentu dengan anggaran yang sangat besar,” paparnya.

Ratna juga menjelaskan, untuk ruangan perawatan kelas 3 sudah mencapai angka 62 persen, dimana RSUD Bontang sudah memenuhi standar. Dengan standar yang ditetapkan adalah minimal 30 persen dari total tempat tidur, kalau tempat tidur 200 minimal harus memiliki 50 tempat tidur di kelas 3.

Saat ini RSUD sudah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Untuk kelas 3 sebenarnya kami sudah memenuhi standar, akan tetapi kelas 3 ini sering sekali penuh. Masih sangat kurang dan banyak pasien yang tidak mendapatkan hak sesuai dengan kelasnya. Tetapi tidak menjadi kendala buat kami, selagi masih ada ruangan yang kosong dan bisa digunakan, akan kami titipkan pasien di ruangan tersebut,” bebernya.

Dengan harapan kedepan, bisa mengikuti kelas rawat standar sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) 12 indikator tersebut.

Saat ini RSUD belum bisa memenuhi semuanya, dengan sarana dan prasarana yang baru. Bahkan jika mungkin dengan adanya tambahan gedung baru, dari pemerintah, baik pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah bisa mensupport untuk sarana dan prasarana di RSUD Bontang. (dwi/adv)

DPMPTSP Bontang Dikunjungi Ombudsman RI Provinsi Kaltim

0
DPMPTSP Bontang Dikunjungi Ombudsman RI Provinsi Kaltim
Kunjungan Ombudsman ke DPMPTSP Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menerima kunjungan dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (17/10/23).

Ombudsman sendiri bertugas melindungi kepentingan individu dari pelanggaran pelayanan publik oleh aparatur negara. Sehingga dengan itu, kunjungan bertujuan menimbang bahwa pelayanan kepada masyarakat dan penegak hukum yang dilakukan, dalam rangka penyelenggaraan negara dan pemerintah merupakan bagian tidak terpisahkan.

Sehingga dapat menciptakan pemerintah yang baik, bersih, dan efisien untuk menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga yang merupakan unsur penting dalam konsep demokrasi. Guna mencegah dan menghapus penyalahgunaan wewenang oleh aparatur penyelenggara dan pemerintah.

“Kami menilai layanan pemerintah, bagaimana mereka melayani publiknya. Hari ini kami datang di kunjungan kedua yakni supervisi untuk mengkonfirmasi penilaian kunjungan pertama untuk menjaga integritas OPD,” jelas Ignasius Ryan Gamas, Asisten Pertama.

Selama penilaian semua berjalan dengan baik, mulai dari wawancara hingga ke website. Namun hanya ada satu masalah terkait satu layanan di website DPMPTSP terkait form yang tidak bisa digunakan.

“Tahun lalu memang DPMPTSP ini zona kuning, tapi kemungkinan tahun ini lebih baik,” tambahnya

Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan menjelaskan, bahwa kunjungan seperti ini memang mendadak, dan setelah dilakukan supervisi oleh provinsi, akan ditindaklanjuti oleh Ombudsman RI.

“Seperti yang dijelaskan bahwa terdapat permasalahan dalam website DPMPTSP, kami nanti akan segera perbaiki,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa perbaikan website akan dikoordinasikan langsung ke bagian IT, dan tentu akan dilanjutkan ke dinas terkait agar masyarakat dapat segera mengakses dan menggunakannya. (sya/adv)

Amankan Pemilu 2024, Polres Bontang Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Brata 2023-2024

0
Amankan Pemilu 2024, Polres Bontang Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Brata 2023-2024
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya saat apel Ops Mantap Brata 2023-2024. (ist)

BONTANG – Dalam rangka pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Polres Bontang beserta jajaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024, Selasa (17/10/2023).

Apel gelar pasukan dipusatkan di Mako Polres Bontang dipimpin oleh Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, Selasa (17/10/2023). 

Dalam sambutannya Kapolres Bontang menyampaikan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personil, alat serta sarana dan prasarana yang digunakan Polri dalam rangka mengamankan Pemilu 2024

“Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi yang menjadi titik penentuan masa depan bangsa, yang dalam pengamannya Polri didukung dengan TNI, instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya,” ucap AKBP Yusep mengutip dari Polresbontang.com.

”Operasi ini dilaksanakan selama 222 hari sejak 19 Oktober 2023 sampai dengan 20 Oktober 2024,” ungkapnya.

Lebih lanjut dalam penjelasannya, Kapolres mengatakan, sebagai dukungan terhadap Operasi Mantap Brata 2023-2024, Polri juga menggelar Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024 untuk mengantisipasi polarisasi akibat berita hoaks, isu sara, propaganda firehouse of falsehood dan black campaign yang dilengkapi dengan satgas anti money politics serta satgas pemilu damai.

Terkait tindak pidana pemilu perlu koordinasi dan kolaborasi antar pilar sentra Gakkumdu, agar penanganan pelanggaran serta penyelesaiannya dapat dilakukan secara profesional serta transparan, sehingga mendapatkan Legitimasi dari masyarakat.

Editor: Yusva Alam

Ada 55 Dokter di RSUD, Bakal Tambah Lagi Spesialis

0
Ada 55 Dokter di RSUD, Bakal Tambah Lagi Spesialis
Penanganan dokter saat melakukan pemeriksaan pasien di RSUD Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini memiliki kurang lebih 55 dokter. Terdiri dari 35 dokter spesialis dan 1 sub spesialis, serta 20 dokter umum.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik mengatakan, ke depannya RSUD bakal menambah lagi jumlah dokter,  yakni spesialis jantung.

“Sekarang dengan antrian yang sangat panjang, dan dokter jantung di sini mengcover di pelayanan intervensi, di poli sera ruangan, sehingga kurang maksimal. Agar lebih maksimal, kami akan menambahkan satu dokter lagi untuk spesialis jantung,” ucapnya saat diwawancarai Radarbontang.com, Senin (16/10/2023) kemarin.

Selain penambahan dokter spesialis jantung, ada juga dokter yang akan bergabung dengan RSUD Bontang, yakni dokter gigi ortodonti. Dimana dokter gigi ortodonti ini akan membuka pelayanan poli baru.

“Insyaallah di akhir tahun, dokter gigi ortodonti yang akan membuka pelayanan poli baru,” paparnya.

Saat ini, juga ada beberapa dokter yang disekolahkan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis. Yaitu dua dokter umum mengambil bedah plastik dan gigi (penyakit gigi). Serta, ada juga dokter spesialis masih bersekolah untuk mengambil sub spesialis, yaitu Sub Spesialis Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik (KHOM) dan ada juga yang mengambil Konsultan Intensive Care (KIC). Dari Dinas Kesehatan dokter bedah saraf, ortopedi, serta gigi (spesialis gigi tiruan).

“Untuk yang disekolahkan ada PNS disini dari RSUD Bontang, dan dari Dinas Kesehatan. Kalau di RSUD ada dua yang masih sekolah, dua dokter umum, mengambil bedah plastik dan gigi (penyakit gigi). Dokter spesialis juga ada untuk KIC, yang akan berkolaborasi dengan bedah onkologi penanganan tumor,” jelasnya.

Di RSUD Bontang ada beberapa dokter, yakni dari dokter penyakit dalam, dokter kandungan (kebidanan), dokter bedah mulut, konservasi gigi, dokter gigi anak, dokter bedah, sub spesialis bedah onkologi, dokter THT, dokter mata, dokter TH medik, dokter bedah tulang, dokter jiwa, dokter penyakit kulit kelamin, serta anastesi.

Ratna menambahkan, harapannya dokter-dokter yang ada mampu mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Serta juga dengan sesuai standar sebagai tipe rumah sakit B, rumah sakit sebagai rujukan yang memiliki penanganan yang paling kompleks. Selain itu juga dapat mengembangkan berbagai jenis layanan sub spesialis lainnya. (dwi/adv)

Hadapi Keluhan Pelanggan, RSUD Taman Husada Ikuti Pelatihan Handling Customer di RSUD Makassar

0
Hadapi Keluhan Pelanggan, RSUD Taman Husada Ikuti Pelatihan Handling Customer di RSUD Makassar
Manajemen RSUD Taman Husada Bontang saat berkunjung ke RS Makassar. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang berkunjung ke RSUD di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Kunjungan itu dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelatihan komunikasi efektif handling keluhan customer.

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan pelatihan menggunakan metode in-class learning dan outing-class learning dengan diikuti sebanyak 40 orang peserta.

Kabag Hukum, Humas, dan Kerja sama RSUD Taman Husada Kota Bontang, Syariful Rahman mengatakan, kegiatan dalam bentuk outing-class learning atau studi lapangan ditujukan untuk mempelajari dan berbagi pengalaman.

“Kami belajar dari praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dicapai sebuah institusi,” jelasnya.

Syariful Rahman menambahkan, kegiatan ini telah lama ingin dilakukan namun baru pada tahun ini dapat direalisasikan.

“Kami membawa perwakilan berbagai unit dari rumah sakit, guna mendapatkan hal baru yang nantinya bisa diaplikasikan di Bontang. RSUD kami juga baru saja melakukan rekredensial untuk perpanjangan kerja sama dengan BPJS. Semoga pelatihan ini bermanfaat,” pungkasnya.

Ia mengharapkan dengan kunjungan ini dapat melihat dan mencontoh bagaimana penerapan komunikasi efektif handling keluhan bagi pelanggan (customer). (adv/yah)

Daftar 5 Jenis Usaha Paling Diminati di Bontang

0
Daftar 5 Jenis Usaha Paling Diminati di Bontang
Ilustrasi usaha. (ist)

BONTANG – Kota Bontang menjadi tempat pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan banyak perusahaan-perusahaan untuk melakukan investasi. Terdapat juga berbagai jenis usaha yang berdiri di Kota Bontang.

Terdapat 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang paling diminati di Kota Bontang, didominasi oleh jenis usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman.

“Survei itu kita ambil dari yang diterbitkan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA),” jelas Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan saat ditemui, Selasa (17/10/23).

Santi mengungkapkan, bahwa setiap pelaku usaha di Kota Bontang secara sadar telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), karena mereka sadar dengan memiliki legalitas maka usaha mereka akan lebih diakui.

“Jadi pelaku usaha ini sadar pentingnya NIB untuk usaha mereka, kalau sudah memiliki NIB maka usaha mereka akan terdaftar di OSS-RBA,” ujarnya.

Data ini terhitung sejak 4 Agustus 2021 hingga 16 Oktober 2023. Dengan jumlah usaha terbanyak adalah 638 usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman, kemudian yang kedua sebanyak 261 industri kerupuk, kripik, peyek, dan sejenisnya, ketiga sebanyak 259 berupa rumah atau warung makan.

Kemudian yang keempat sebanyak 253 usaha perdagangan besar alat tulis dan gambar, dan yang terakhir sebanyak 235 usaha penyediaan jasa boga periode tertentu.

“Data ini bisa terus bertambah dengan banyaknya warga yang hampir setiap hari mengurus usaha mereka,” tutupnya (sya/adv)

Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari

0
Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Poliklinik konservasi gigi RSUD Taman Husada menutup sementara pelayanannya selama 3 hari sejak tanggal 16-18 Oktober 2023. Manajemen RSUD mengumumkan akan kembali membuka pelayanan di tanggal 19 Oktober 2023.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, poliklinik konservasi gigi ditutup sementara lantaran adanya dokter yang mengikuti pelatihan.

“Dokter spesialisnya sedang mengikuti pelatihan, sehingga tidak ada yang bisa membackup untuk menggantikan dokter tersebut, karena dokternya hanya ada satu,” ungkapnya saat diwawancarai redaksi Radarbontang.com.

Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari
Pengumuman tutup sementara poliklinik konservasi gigi. (Dwi S)

Ratna juga menjelaskan, untuk setiap dokter memiliki perannya masing-masing. Dari dokter bedah mulut hingga dokter gigi anak, mereka tidak bisa digantikan, karena memiliki peran masing-masing.

“Untuk layanan konservasi gigi tidak bisa digantikan semisalnya dengan dokter gigi anak atau dengan bedah mulut, atau yang lainnya. Karena pastinya ilmu yang berbeda-beda, memiliki peran masing-masing, serta mempunyai keahliannya tersendiri,” paparnya.

Selain karena dokter yang sedang ada kegiatan, alasan lainnya apabila poliklinik tutup disebabkan ada dokter yang sedang mengambil cuti. Mulai dari cuti tahunan, cuti dengan alasan yang sangat urgent, bahkan cuti sakit. Itu merupakan hak bagi seluruh karyawan tentunya. (adv/dwi)

Terus Bertambah, RSUD Punya 24 Poliklinik

0
Terus Bertambah, RSUD Punya 24 Poliklinik
Beberapa ruang poliklinik di RSUD Taman Husada. (Dwi S)

BONTANG – Jumlah poliklinik di RSUD Taman Husada terus bertambah tiap tahun. Penambahan ini guna meningkatkan pelayanan, dan melengkapi kebutuhan kesehatan masyarakat Bontang.

Di tahun 2019 lalu, rumah sakit yang beralamat di Jalan Letjen S. Parman, Nomor 01 ini telah memiliki 21 poliklinik. Di tahun 2022 bertambah tiga poliklinik, yakni Konservasi Gigi, Ortopedi, serta Laboratorium Patologi Anatomi (Lab PA). Sehingga saat ini total jumlah poliklinik di RSUD berjumlah 24 poliklinik.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik mengatakan, penambahan poliklinik berlangsung hingga tahun 2022. Di tahun 2023 ini belum ada penambahan lagi.

“Poliklinik ortopedi yang dimaksud adalah untuk pembedahan tulang. Sedangkan Lab PA atau pemeriksaan patologi anatomi, sebenarnya bukan klinik, hanya saja pelayanan dari penegak diagnosa. Untuk memeriksa jaringan tubuh, memeriksa cairan tubuh untuk dilihat di bawah alat mikroshop, melihat sel-selnya. Ada tidaknya sel ganas,” ucapnya saat diwawancarai awak media, Senin (16/10/2023).

Walaupun belum ada lagi penambahan poliklinik, namun ada beberapa poliklinik yang berpindah ke gedung B. Adanya perpindahan sebagian poli klinik, agar dapat membuat para pasien menjadi sangat nyaman.

“Seperti dokter gigi, yang awalnya hanya berada pada satu tempat menjadi satu, dan sekarang mempunyai ruangan masing-masing. Dokter spesialis juga sudah satu ruangan tersendiri, bertujuan agar membuat para pasien menjadi nyaman, dan juga dokternya tidak bergantian, jika kemarin bergantian karena keterbatasan tempat dan kursi gigi,” tutupnya. (Dwi/adv)

Maksimalkan Pelayanan, DPMPTSP Buka Pengurusan Malam

0
Maksimalkan Pelayanan, DPMPTSP Buka Pengurusan Malam
Pelayanan di DPMPTSP. (syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang membuka pelayanan terpadu perizinan malam (Padu Prima) sejak Mei 2022 lalu.

Pelayanan dibuka setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 19.30 sampai 20.30 Wita. Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan menjelaskan, bahwa pelayanan itu dibuka untuk memudahkan masyarakat yang akan mengurus perizinan.

“Tentu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat kami buka malam, karena kita tahu tidak semua orang bisa ngurus pagi atau siang,” jelasnya.

Pelayanan malam terbilang cukup ramai karena masyarakat yang mengurus tidak diburu oleh pekerjaan. “Kadang ramai kadang sepi, tapi kalau ramai kadang ramai banget,” jelasnya.

Santi menambahkan, walaupun tidak selalu ada orang yang melakukan kepengurusan pada malam hari, tapi pihaknya tetap membuka pelayanan tersebut. (sya/adv)