Beranda blog Halaman 666

Siap-siap Tampung Air! Sabtu Besok WTP Loktuan Lakukan Perawatan

0
Siap-siap Tampung Air! Sabtu Besok WTP Loktuan Lakukan Perawatan
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang, akan melakukan perawatan Water Treatment Plant (WTP) yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (15/2/2025).

Manajer Pemasaran Perumda Tirta Taman Kota Bontang, Mulia Nur menyampaikan bahwa, distribusi air ke pelanggan akan mengalami gangguan selama seharian penuh.

Sebab, selama perawatan berlangsung membuat aliran air mengalir kecil, bahkan air pun tidak dapat keluar. Sehingga, pihaknya mengimbau masyarakat untuk bisa bersiap-siap menampung air sebagai persediaan.

“Untuk pengerjaan dimulai pukul 07.00 Wita, maka dari itu kami mengimbau masyarakat agar bisa menampung air sebanyak-banyaknya, sebagai ketersediaan stok,” jelasnya.

Bahkan, pihak Perumda Tirta Taman Kota Bontang turut menyampaikan permintaan maafnya, atas adanya gangguan pelayanan ini.

“Kami mohon maaf, atas ketidaknyamanannya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Parah! Masih Ada Pangkalan dan Pengecer Jual Gas Melon di Atas HET

0
Parah! Masih Ada Pangkalan dan Pengecer Jual Gas Melon di Atas HET
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Di tengah sulitnya warga mencari elpiji 3 Kg, rupanya masih ada pangkalan atau pengecer yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp 21 ribu.

Berdasarkan penelusuran Radarbontang.com, pangkalan elpiji yang biasa disebut elpiji melon itu, masih ada yang menjual dengan kisaran harga Rp 25-27 ribu per tabung.

Seperti salahsatu pengecer di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, yang menyebutkan, kalau pihaknya menjual gas melon dengan harga Rp 32 ribu per tabung.

“Saya sebagai pengecer, dari pangkalan saja sudah dapat harga Rp 25-27 ribu per tabungnya. Itu pun tidak setiap hari ada. Jadi saya jualnya Rp 32 ribu per tabung,” ucap pengecer yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Tak hanya itu, dengan menjual per tabungnya Rp 32 ribu, pengecer ini juga tidak meminta data seperti Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke pembeli.

“Kalau di tempat saya bebas saja siapa pun yang mau beli, tapi dengan harga segitu saya menjualnya,” paparnya.

Di tempat yang berbeda, di wilayah Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, sebagian warga pada umumnya masih mendapatkan tabung dengan harga Rp 25 ribu, jika membeli langsung dari pangkalan.

Padahal di aturan yang telah berlaku, agen menjual ke pangkalan dengan harga Rp 18 ribu per tabung, sedangkan pangkalan ke konsumen dengan harga Rp 21 ribu per tabung.

Salah satu warga, yang tak ingin disebut namanya mengungkapkan, jika dirinya langsung membeli dari pangkalan ingin mendapatkan harga yang lebih murah, akan tetapi tidak. Semuanya kedapatan dengan harga Rp 25 ribu per tabungnya.

“Saya pikir beli di pangkalan dapat harga Rp 21 ribu sesuai dengan HET, ternyata sama saja tetap Rp 25 ribu. Gimana dengan pengecer, apa tidak lebih mahal,” ungkapnya.

Diinformasikan sebelumnya, PT Pertamina beserta Pemkot Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) telah mengimbau ke masyarakat, untuk bisa melaporkan jika ada pangkalan yang menjual gas melon di atas HET.

Disebutkan, pangkalan yang menjual gas melon di atas HET nantinya akan diberikan teguran oleh Pertamina, bahkan bisa jadi pencabutan surat izin, jika ada bukti dari masyarakat bahwa pangkalan yang bersangkutan menjual gas melon tidak sesuai aturan yang berlaku.

Dengan begitu, pihaknya ingin jika masyarakat menemukan hal tersebut bisa langsung melaporkan melalui hotline 135 atau call center 136, untuk ditindaklanjuti.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dewan Soroti Pajak Daerah yang Sama Tiap Bulan, Begini Jawaban Bapenda!

0
Rapat Dengar Pendapat DPRD bersama OPD. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang soroti laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di sektor pajak yang dibayarkan ke daerah dengan nominal yang sama tiap bulannya.

Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam menjelaskan, bahwa wajib pajak yang harus dibayarkan mulai dari pajak parkiran, hotel, restoran dan lain-lain harus membayar masing-masing 10 persen dari pendapatan.

Namun, setelah dicek diketahui bahwa nominal yang dibayarkan selalu sama tiap bulannya, yaitu berjumlah Rp 20 juta per bulan, padahal menurutnya pendapatan tiap restoran harusnya tidak sama tiap bulannya.

Begitu pula dengan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), yang merupakan pajak yang dibayarkan oleh konsumen akhir atas konsumsi barang dan/atau jasa tertentu.

“Hal tersebut pasti pendapatannya berbeda-beda, kenapa pembayaran tiap bulan selalu sama?” tanyanya, Selasa (11/2/2025).

Untuk itu, DPRD menyarankan kepada Bapenda untuk memasang taping box, yang berguna untuk merekam pendapatan tiap harinya, sehingga terdapat transparansi penghasilan mereka.

“Kalau ada taping box ini semua akan terekam dan tidak bisa bohong, jadi 10 persen itu lebih maksimal,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda, Syahruddin menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini menurunkan personil jika mendapatkan laporan mencurigakan, saat pembayaran pajak dirasa tidak maksimal oleh suatu usaha.

“Contoh Mi Gacoan, kami turunkan personil untuk melakukan pengecekan langsung, karena kami rasa pembayaran pajaknya tidak rasional, terkait pajak parkir dan restoran,” terangnya.

Diketahui pada sektor pajak daerah Bapenda berhasil menghimpun Rp149,3 miliar, nominal ini melebihi dari target yang telah ditetapkan yaitu Rp 148,6 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bangun Kesadaran Berkendara Aman, Pupuk Kaltim Gelar Defensive Safety Driving Bagi Warga Bontang

0

Tingkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan keselamatan berkendara dan berlalu lintas, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali ratusan masyarakat sekitar perusahaan pelatihan Defensive Safety Driving, dalam memeriahkan Bulan K3 Nasional (BK3N) tahun 2025. Kegiatan ini menggandeng Satlantas Kepolisian Resort Bontang, dengan sejumlah materi terkait keselamatan hingga praktik berkendara sesuai aturan yang berlaku.

Ketua Pelaksana BK3N Pupuk Kaltim 2025 Septian Seno Rinaldhie, mengungkapkan kegiatan ini sengaja digagas sebagai langkah konkret Pupuk Kaltim dalam membangun budaya keselamatan berkendara dengan lebih baik di masyarakat. Hal ini melihat angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi salah satu penyebab utama cedera dan kematian di Indonesia. Dimana banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian, ketidakhati-hatian dan kurangnya pemahaman terhadap prinsip berkendara yang aman.

“Hal ini menjadi salah satu perhatian Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya di Kota Bontang. Maka dalam rangkaian BK3N tahun ini, Pupuk Kaltim terus mendorong keselamatan berkendara di masyarakat sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ucap Seno, mengawali kegiatan di Gedung Kopkar Pupuk Kaltim, Selasa (4/2/2025).

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di jalan raya, mengantisipasi risiko serta mengambil tindakan pencegahan secara tepat. Hal ini mengingat teknik berkendara defensif dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Dari pelatihan ini diharap kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat, sehingga setiap masyarakat kian memahami potensi risiko di jalan dan cara mengatasinya,” tambah Seno.

SVP TKMR Pupuk Kaltim Sutrisna, mengungkapkan kegiatan ini sejalan dengan tema BK3N 2025, yakni “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk Meningkatkan Produktivitas Nasional”. Dimana Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan sebagai faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan produktif.

“Maka dari itu kami mengajak masyarakat untuk menjadi pengemudi yang lebih bertanggung jawab, serta dapat menjadi contoh bagi lainnya di lingkungan sekitar,” ucap Sutrisna.

Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Bontang Aiptu Adji Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan keselamatan berkendara di masyarakat. Kata dia, kegiatan ini bagian dari edukasi yang sangat penting untuk lebih memahami teknik berkendara yang aman dan bertanggung jawab.

Terlebih angka kematian di jalan raya akibat kecelakaan tiap tahun mengalami peningkatan di Kota Bontang. Data Kepolisian pada 2023, jumlah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi sebanyak 41 kasus dengan total 15 orang meninggal dunia.

Sementara di tahun 2024, Polres Bontang mencatat 45 kasus dan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 18 orang. Hal ini menunjukkan jika kewaspadaan berkendara hendaknya menjadi perhatian bersama, sehingga angka kecelakaan bisa ditekan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

“Kami harap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dalam berkendara, tetapi juga menanamkan budaya tertib lalu lintas yang lebih baik di masyarakat,” kata Aiptu Adji.

Dirinya berharap kegiatan seperti ini dapat terus digencarkan Pupuk Kaltim, dan pihak Kepolisian siap bekerja sama agar kesadaran keselamatan berlalu lintas semakin membudaya di seluruh kalangan masyarakat Bontang. Begitu pula dengan metode pelatihan yang interaktif, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari bersama menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk berkendara di jalan raya,” pungkas Aiptu Adji. (*)

Ikuti Instruksi Presiden Pangkas Anggaran, Pemkot Mulai dari Bimtek dan Perjalanan Dinas

0
Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memangkas anggaran hingga 50 persen, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini dilakukan dengan mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1/ 2025 terkait efisiensi anggaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan, bahwa pihaknya telah menjalankan perintah sesuai petunjuk yang telah ditetapkan, termasuk anggaran perjalanan dinas dan Bimbingan Teknis (Bimtek), yang akan dipangkas.

Bahkan, dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah mengklarifikasi untuk belanja yang dipangkas. Sembari menunggu petunjuk teknis dari pusat, anggaran yang terdampak pengurangan akan ditahan sementara.

“Kita lihat nanti, yang jelas kita belum tahu karena belum ada petunjuk teknisnya. Kita pun tetap jalan dengan program yang ada, dalam artian kita selektif dalam melakukan perjalanan dinas,” ucapnya, Rabu (12/2/2025).

Terlebih lagi, jika pun adanya kegiatan rapat bisa dilakukan di dalam kota. Kalaupun ada rapat untuk lintas sektor, akan menggunakan daring.

“Kita tetap akan utamakan yang urgent, selebihnya bisa di dalam kota atau sebagainya, dipilah sesuai dengan prioritas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembahasan Kontrak Kerja Guru Vidatra Belum Temui Titik Terang, Ini Usulan Komisi A!

0
Komisi A DPRD Kota Bontang melakukan RDP terkait masa kontrak kerja guru Vidatra. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), terkait pembahasan Masa Kontrak Kerja Guru Vidatra, Selasa (11/2/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, beserta anggota lainnya, meliputi Ubayya Bengawan, Saeful Rizal, dan M. Yusuf.

Saat rapat berlangsung, Komisi A belum menemukan titik terang terkait pembahasan kontrak kerja bagi guru Vidatra, sehingga pihaknya akan melakukan rapat lanjutan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Nantinya rapat akan kami lanjutkan di Maret,” ucap Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang.

Karena belum juga menemukan titik terang, bagi sekelompok kontrak kerja guru Vidatra telah diberi tiga opsi oleh Komisi A, yang meliputi pertama, pihaknya harus membicarakan hal tersebut secara internal terlebih dahulu oleh yayasan. Kedua dengan masalah outsourcing, untuk bisa menyelamati sertifikasi guru Vidatra.

“Nantinya pun kami masih akan mempelajari, apakah ini diperbolehkan atau tidak,” paparnya.

Terakhir, menjadwalkan agenda rapat lanjutan oleh pihak terkait, termasuk dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), sebab ada permasalahan urusan dengan kontrak kerja.

“Seperti yang saya bilang bahwa ini belum final, maka ada rapat selanjutnya di Maret. Jika tidak ada hasil dari poin satu dan dua,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Retribusi Parkir Tak Capai Target, Dewan Minta Pemkot Beralih ke Digitalisasi

0
Rapat Dengar Pendapat DPRD dengan Dishub dan Bapenda terkait Tarif Parkir. (Syakurah/Radarbontang).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti soal retribusi parkir pinggir jalan umum di Kota Bontang, yang penyerapannya dinilai tidak maksimal pada tahun 2024.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan, sektor parkir ini harusnya dapat dimaksimalkan, sayangnya hal tersebut dinilai belum ada transparansi secara data terkait potensi parkir yang ada.

Rustam menyebutkan, bahwa Kota Bontang sudah saatnya menerapkan sistem parkir yang digitalisasi. Ia menyebutkan salah satu penyebab tidak maksimalnya penghimpunan retribusi, karena masih digunakannya sistem karcis manual.

Penggunaan karcis disebutkan berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk keuntungan pribadi dengan berbagai cara.

“Contoh karcis yang harus dibayar Rp 2 ribu, oknum bisa saja tidak memberikan karcis tersebut bahkan beralasan tidak memiliki kembalian, hal tersebut tidak dapat terdata,” contohnya, Selasa (11/2/2025).

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dapat beralih ke sistem digitalisasi pembayaran parkir menggunakan QRIS, agar lebih terpantau secara transparansi maupun efektivitas. Termasuk retribusi parkir yang berada di bawah kewenangan bapenda

Keefektifan tersebut ia contohkan di Kota Balikpapan, yang hingga kini sudah dilaksanakan, bahkan parkir yang berada di gang-gang, “Di Balikpapan saja itu sudah bisa dilakukan dan terbukti efektif,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dishub Bontang, Jainuddin mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa menindaklanjuti permasalahan parkir liar di Kota Bontang.

Ia mengungkapkan, dirinya baru saja menduduki posisi Plt pada akhir tahun lalu dan masih meraba potensi parkir yang ada di Kota Bontang. Untuk itu ia membutuhkan waktu untuk menangani permasalahan tersebut, termasuk peraturan daerah (Perda).

“Kami akan memperbaiki Perda berkaitan dengan retribusi parkir. Saat ini mekanismenya masih dalam tahap pembahasan,” katanya.

Saat ini Dishub hanya mampu menghimpun retribusi parkir di beberapa titik, seperti Bontang Kuala, terminal, sekitar wilayah BK, Pasar Tanjung Limau, TPI Tanjung Limau, Xtoys, Soto Lamongan Simpang Empat Ahmad Yani, depan Rudal, dan Momoyo.

Adapun beberapa lokasi seperti Mangrove Berbas dan Pasar Malam Berbas belum dapat mereka atasi, untuk itu perancangan Perda akan melibatkan Universitas Mulawarman

Sebelumnya diketahui, Dishub hanya mampu menyerap Rp 98 juta dari target yang ditetapkan Bapenda sebesar Rp 300 juta.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Masih Kekurangan Perlengkapan Operasional, Alfin: Harus Didukung dan Perbarui!

0
Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang masih kekurangan perlengkapan operasional. Alat yang mereka miliki saat ini masih sangat terbatas. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, saat rapat berlangsung di Ruang Rapat I Sekretariat DPRD Kota Bontang.

Usman memaparkan ke dewan, BPBD Bontang masih sangat banyak memerlukan perlengkapan operasional yang layak, bahkan gedung yang dihuni oleh BPBD Bontang pun masih terbilang menyewa, bukan gedung milik BPBD sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry mengatakan, bahwa BPBD adalah tonggak untuk penanggulangan bencana, sehingga semua alat pendukung yang diperlukan harus di support dan di perbaharui. Karena, kebanyakan pihaknya mendapatkan bantuan dari provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

“Kalau bisa, pemerintah harus memberikan mereka tempat terlebih dahulu, karena BPBD sudah bertahun-tahun menyewa,” ucapnya.

Alfin ingin jika nantinya tim BPBD memiliki tempat atau gedung sendiri, harus dengan tempat yang luas. Mengingat selama ini BPBD Bontang telah bercampur antara pegawai dengan barang atau fasilitas operasional mereka.

“Saya kira lokasi, tempat, atau gedung mereka dulu di stel baru ke yang lain. Karena mengingat sudah bertahun-tahun BPBD belum memiliki tempat sendiri, dan selama ini mereka masih menyewa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bahas Realisasi Kegiatan Tahun 2024, Komisi C Rapat Bersama BPBD Bontang

0
Komisi C DPRD menggelar rapat kerja bersama BPBD Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, terkait pembahasan realisasi kegiatan Tahun 2024. Rapat berlangsung di Ruang Rapat I Sekretariat DPRD Kota Bontang, Selasa (11/2/2025).

Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry mengatakan, bahwa rapat yang dipimpinnya berjalan dengan baik, bahkan pihaknya membahas terkait adanya anggaran yang diperuntukan untuk bencana alam.

Diketahui, anggaran yang didapat oleh BPBD Kota Bontang untuk menangani penanggulangan bencana di 2024 sebesar Rp 895 juta, dan masih tersisa dengan total Rp 229 juta.

“Anggaran yang terpakai lebih ke pemeliharaan dan operasional kendaraan, sisanya tidak bisa diserap karena untuk penanggulangan bencana,” ucapnya.

Sehingga, Alfin menyampaikan bahwa di wilayah Bontang masih terbilang aman untuk bencana alam yang tinggi dan rawan. Akan tetapi, di Kota Bontang masih ada beberapa titik atau wilayah yang terdampak banjir akibat luapan sungai dan banjir rob.

Maka dari itu, untuk saat ini tim BPBD Kota Bontang telah melakukan pemetaan per RT, untuk bisa memantau wilayah-wilayah yang masih menjadi langganan banjir di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Banyak yang Pensiun, Bontang Sedang Kekurangan Guru

0
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengungkapkan, saat ini di Kota Bontang masih kekurangan guru pengajar, sebab banyak guru yang memasuki masa pensiun.

Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono menjelaskan, bahwa di 2023 lalu telah tercatat sebanyak 58 guru pensiun, lanjut di 2024 kemarin ada sebanyak 32 guru yang turut pensiun, dan memasuki 2025 ini nantinya pada akhir tahun, terdapat 47 guru dan kepala sekolah yang juga akan melakukan masa pensiun.

“Jadi masih banyak sekali guru yang kita perlukan saat ini. Sementara pendidikan semakin diperlukan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2025).

Saat ini banyak sekali guru atau pengajar yang merangkap proses belajar mengajar, seperti halnya menjadi wali kelas merangkap menjadi pengajar guru mata pelajaran, seperti mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) atau pendidikan agama.

“Iya, sekarang banyak pengajar yang merangkap. Akibat kekurangannya guru karena pensiun dan sebagainya,” ucapnya.

Bambang pun mengungkapkan, kalau pihaknya nanti akan melakukan konsultasi ke pemerintah pusat, agar menemukan jalan atau solusi dari permasalahan ini.

Sedikit informasi, di tahun ini tidak banyak yang mendaftar atau mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) atau P3K. Diduga akibat syarat yang diberlakukan, sebab guru yang berasal dari sekolah swasta tidak diperbolehkan mendaftar di P3K.

“Padahal kompetensi yang diperlukan di formasi, paling banyak berasal dari swasta,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam