Beranda blog Halaman 667

Kerjasama Pemanfaatan Data Kependudukan Diteken, Berdampak Positif terhadap Layanan Kepegawaian

0
Penandatangan Naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Data Kependudukan. (ist)

BONTANG – Era digitalisasi layanan kepegawaian saat ini menuntut data kepegawaian yang solid dan akurat. Hal ini sangatlah beralasan, mengingat baik tidaknya ketersediaan/keterisian data pegawai akan diproses oleh sistem aplikasi layanan (dalam hal ini Sistem Informasi ASN) yang rigid dan algoritmik, sehingga akan sangat mempengaruhi kualitas layanan kepegawaian yang diterima oleh setiap ASN.

Berpegang pada hal tersebut, selama dua tahun terakhir, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) melalui kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang, melaksanakan kerjasama pemanfaatan data kependudukan.

Pada tahun ini kerjasama tersebut kembali dilanjutkan. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bontang, Naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Data Kependudukan diteken kedua belah pihak, pada Hari Rabu Tanggal 12 Februari 2025.

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil ini, BKPSDM hadir bersama 9 (sembilan) perangkat daerah lain, yang juga melangsungkan kerjasama pemanfaatan data pada Tahun 2025.

“Melalui pemanfaatan data ini, rekan-rekan perangkat daerah pemegang hak akses dapat mengoptimalkan pelaksanaan tugas fungsi masing masing, khususnya verifikasi dan rekonsiliasi data yang berhubungan dengan data yang dikerjasamakan,“ ucap Budiman, Kepala Dinas Dukcapil Kota Bontang, saat membuka kegiatan penandatangan PKS.

Budiman juga menyebut bahwa jenis data yang dapat diakses meliputi: Nomor Kartu Keluarga, NIK, nama lengkap, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, status perkawinan, jenis pekerjaan, dan alamat penduduk melalui metode web portal.

Turut mengikuti proses penandatanganan naskah PKS, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Penghargaan Dokinfo dan Fasilitasi Profesi ASN BKPSDM, Arif Supriyadi menuturkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.8.1.2/11717/Dukcapil tanggal 26 Agustus 2024 Hal Persetujuan Permohonan Pemanfaatan Data Kependudukan.

Melalui surat tersebut, BKPSDM Kota Bontang kembali dipercaya oleh Kemendagri untuk dapat melanjutkan proses kerjasama.“BKPSDM harus menyampaikan data balikan berupa nomor induk pegawai, nomor surat keterangan mutasi dan nomor izin perceraian pegawai yang data kependudukannya telah diakses oleh BKPSDM berdasarkan Perjanjian Kerja Sama ini,” sebut Arif mengungkap salah satu kewajiban BKPSDM dalam perjanjian kerjasama tersebut.

Selain kewajiban tersebut, Arif juga mengungkap bahwa, sebagai salah satu pemegang hak akses, BKPSDM juga diharuskan untuk menjamin kerahasiaan, keutuhan, dan kebenaran data, serta tidak melakukan penyimpanan data kependudukan apalagi memberikan datanya kepada pihak lain.

Arif mengurai bahwa Pihak Dukcapil telah menyiapkan strategi jitu, dalam hal ini admin yang ditunjuk dari tiap perangkat daerah untuk mengakses data akan diberi akun khusus, yang sifatnya sangat rahasia dan terbatas.

Melalui strategi ini, sebut Arif, Rekan-rekan ASN tidak perlu khawatir terjadinya kebocoran atas data penduduk yang dikerjasamakan. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Pj Gubernur Kaltim Kunjungi Turap Kanal Kampung Masdarling, PUPRK Minta Tambahan Anggaran Atasi Banjir

0
Pj Gubernur Kaltim Kunjungi Turap Kanal Kampung Masdarling, PUPRK Minta Tambahan Anggaran Atasi Banjir
Kunjungan kerja Pj Gubernur Kaltim ke Kampung Mas Darling, Kelurahan Telihan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik melakukan kunjungan kerja di Bontang. Khususnya di mengunjungi turap kanal Kampung Masdarling di Kelurahan Telihan, Bontang Barat, Selasa (11/2/2025).

Dalam kunjungan tersebut Kepala PUPR Kota Bontang, Edy Prabowo melaporkan pembangunan turap ini, yang menggunakan bankeu yang dianggarkan pada tahun 2024 kemarin.

Adapun pembangunan turap tersebut dilakukan sepanjang 72 meter dengan anggaran Rp 12 miliar.

“Masih ada 9,8 kilometer lagi yang harus ditangani,” terangnya.

Pembangunan akan dilanjutkan dengan APBD, dengan bantuan dari bankeu juga pada tahun 2025. Namun menurutnya dana tersebut tidak mencukupi untuk menangani banjir yang ada di Kota Bontang, sehingga dalam kesempatan tersebut ia meminta langsung penambahan anggaran.

“Kalau bisa di tahun 2026 ditambahkan, karena Kota Bontang membutuhkan anggaran lebih,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Akmal Malik mengatakan, pihaknya mencatat seluruh kebutuhan daerah yang nantinya akan langsung diberikan kepada Gubernur Kalimantan Timur terpilih.

“Saya sudah mengelilingi beberapa daerah, Bontang salah satunya, selanjutnya kami akan teruskan ke gubernur terpilih,” ujarnya.

Diketahui, Pj Gubernur Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke-3 wilayah Selasa ini, dua titik di wilayah Marang Kayu dan Kota Bontang. Selain melakukan kunjungan kerja dari turap tersebut, ia bersama pemerintah provinsi lainnya memberikan beberapa bantuan kepada warga Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Laka Lantas di Kilo 8: Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk, Supir Melarikan Diri

0
Laka Lantas di Kilo 8: Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk, Supir Melarikan Diri
Korban yang meninggal dunia akibat insden lakalantas di kilo 8. (Ist)

BONTANG – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Poros, Kilo 8, Teluk Pandan, Kutai Timur, yang memakan satu korban pada Senin (10/02/2025) pukul 19.30 Wita kemarin.

Kapolres Kutim AKBP Chandra Hermawan melalui Kasat Lantas AKP Ning Tyas Widyas Mita mengatakan, seorang pengendara motor tewas setelah terlindas truk, dan supir truk langsung melarikan diri usai kejadian.

Saat ini pihaknya tengah memburu sopir truk tersebut. Ia juga mengerahkan seluruh personil untuk melakukan penyisiran wilayah, berbekal ciri-ciri truk berwarna merah dan berbobot berat.

“Penyisiran dilakukan dengan memeriksa tiap akses masuk kota,” katanya, Selasa (11/2/2025).

Korban kecelakaan merupakan kakak beradik. Sang kakak dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara adiknya kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Salah satu korban masih dalam tahap perawatan. Saat kondisi korban membaik, kami akan melakukan pengambilan keterangan lebih lanjut untuk mendalami kasus ini,” ujarnya.

Dari video yang beredar terlihat kondisi tubuh korban yang terkapar di pinggir jalan dengan kondisi helm yang sudah hancur, untuk itu kepolisian mengimbau jika ada warga yang melihat truk tersebut dapat melapor.

Penulis : Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Bontang Resmikan Gedung Sekolah dan Ruang Belajar di SDN 010 Bontang Utara

0
Wali Kota Bontang Resmikan Gedung Sekolah dan Ruang Belajar di SDN 010 Bontang Utara
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat resmikan gedung sekolah dan ruang belajar di SDN 010 Bontang Utara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase meresmikan gedung sekolah dan ruang belajar baru di SDN 010 Bontang Utara, Selasa (11/2/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono menyampaikan, bahwa dalam peresmian ini terdapat enam gedung, yakni relokasi SDN 004 Bontang Selatan yang terdapat dua gedung dan dua lantai dengan 16 Ruang Kelas Baru (RKB) dan sudah selesai 100 persen.

Kemudian, gedung kantor SDN 006 Bontang Selatan. Ruang kelas di SDN 009 Bontang Utara berupa gedung dua lantai yang berisikan 8 ruang kelas. Selanjutnya ruang kelas di SDN 010 Bontang Utara, pembangunan gedung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan lapangan olahraga di SDN 011 Bontang Utara, serta pembangunan 12 ruang kelas di SMPN 2 Bontang.

“Karena proses peresmian ini mendadak, sehingga kami merencanakan dalam peresmian ini dijadikan satu lokasi saja. Bersamaan dengan peresmian gedung yang lain, karena adanya lokasi sekolah yang kurang mendukung,” paparnya.

Adanya peresmian gedung-gedung baru ini, diharapkan tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara bergantian atau shift, karena kekurangan ruang kelas.

“Ini merupakan langkah penting untuk memastikan pendidikan berjalan lancar, tanpa hambatan terkait sarana ruang belajar,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Bambang turut menyampaikan bahwa di tahun ini akan dilanjutkan pembangunan sarana pendidikan lainnya, seperti pembangunan gedung sekolah, kantin, pemasangan paving, dan drainase di lingkungan SMPN 1 dan SMPN 2 Bontang.

“Harapannya dengan fasilitas baru yang lebih baik, para guru dan siswa dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan lebih aman, nyaman, dan efektif,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan, bahwa pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Kota Bontang. Bahkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang memadai, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik dan mendukung mutu pendidikan yang lebih tinggi.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah Kota Bontang terhadap pendidikan yang berkualitas. Saya pun turut memberi apresiasi kepada Disdikbud Kota Bontang beserta jajarannya, yang dimana telah berhasil membangun fasilitas pendidikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DKP3 Monitoring Ketahanan Pangan di SD YPVDP

0
DKP3 Monitoring Ketahanan Pangan di SD YPVDP
Pemantauan ketahanan pangan oleh DKP3 di SD YPVDP. (ist)

BONTANG – Rombongan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang melakukan pemantauan dan monitoring terhadap ketahanan pangan Kelurahan Satimpo, Selasa (11/2/2025).

Lurah Satimpo, Maryono mengungkapkan, fokus kegiatan dilakukan monitoring di SD YPDV Vidatra, meskipun begitu DKP3 juga melakukan monitoring di beberapa RT yang ada di Kelurahan Satimpo.

“Tidak hanya lingkungan RT atau warga saja, sekolah juga kita libatkan terutama murid-muridnya,” terangnya.

Kabid Ketahanan Pangan DKP3, Debora Kristian melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi urban farming di lingkungan tersebut. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan berjalan sesuai rencana, serta memberikan dukungan penuh kepada masyarakat dalam mengoptimalkan hasil urban farming di wilayah sekolah.

Menurut Kepala sekolah, Linawati Endra Natalia, kegiatan tersebut termasuk bagian dari program P5 untuk mendukung ketahanan pangan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada para siswa agar bisa urban farming, agar hasil panen mereka dapat optimal dan mencukupi kebutuhan pangan, pemberdayaan siswa dan siswa bisa menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya

Ditambahkan Wakil Sekolah Bidang Kesiswaan, Suhariyanto, para siswa diajarkan menanam berbagai sayuran tumbuhan di lingkungan sekolahan. Mulai dari menanam cabai, terong bunga telang atau tanaman toga toga maupun buah. Juga diajarkan beternak bertujuan untuk bisa mendidik para siswa berkreatif dan berpikir inovatif pemanfaatan lingkungan, dan bisa diimplementasikan di rumah masing-masing.

Melalui kegiatan monitoring dan pemantauan ini, diharapkan program ketahanan pangan di sekolahan ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan dari DKP3, serta pembinaannya, diharapkan para urban farming di sekolahan dapat merasakan manfaatnya dan hasil pertanian yang dihasilkan pemanfaatan lingkungan sekolah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polisi Gerebek Rumah Tempat Transaksi Sabu

0
Polisi Gerebek Rumah Tempat Transaksi Sabu
Tersangka Za (50) berhasil diamankan Sat Resnarkoba Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang, berhasil mengamankan tersangka pengedar sabu, yang berinisial Za (50), Senin (10/2/2025), sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolres Bontang, Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan menyampaikan, adanya transaksi sabu di Jalan Baronang, RT.13, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Informasi tersebut didapat dari laporan masyarakat yang telah dipercayai.

Menanggapi hal tersebut, anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang langsung bergegas melakukan penyelidikan dan pemantauan salah satu rumah yang berada di lokasi tersebut.

“Saat sudah di lokasi, kami langsung mengamankan tersangka Za, bersama dengan barang bukti,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2025).

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 11 poket sabu seberat 11,32 gram siap edar, satu bungkus plastik klip, satu lembar aluminium foil rokok, satu jaket, satu sedotan berujung runcing, satu pipet kaca, satu alat hisap sabu, satu karung, satu unit handphone merek Vivo, dan uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

“Tersangka mengakui barang tersebut adalah miliknya, dan sabu juga diperoleh dari seseorang berinisial A dengan sistem jejak,” paparnya.

Sebelumnya, polisi telah melakukan pencarian di rumah A, akan tetapi yang bersangkutan tidak berada di rumah. Sehingga, polisi menduga si A sebagai pemasok sudah kabur terlebih dahulu.

Kini tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UURI No. 35 Th 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis : Dwi S
Editor : Yusva Alam

Giat Operasi Keselamatan Mahakam 2025, Hari Pertama Jaring 1188 Roda Dua

0
Giat Operasi Keselamatan Mahakam 2025, Hari Pertama Jaring 1188 Roda Dua
Kegiatan operasi keselamatan Mahakam 2025. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang melangsungkan Operasi Keselamatan Mahakam 2025 yang dilaksanakan mulai Senin (10/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025), yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.

Penilangan pertama di hari Senin ini, Polres Bontang melaksanakan razia di sore hari dengan menjaring 1188 unit roda 2 dan hasil tilang sebanyak 35 kendaraan bermotor, serta 13 SIM dan 30 STNK sebagai barang bukti.

Jenis pelanggaran yang dilakukan beberapa pengendara adalah pajak kendaraan yang mati, tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK. Untuk pajak kendaraan yang mati Polres bekerjasama dengan mobil Samsat Keliling untuk standby disana.

“Yang STNK nya mati bisa langsung bayar di mobil Samsat yang telah disediakan,” ujarnya AKP Purwo Asmadi, Kasatlantas Polres Bontang.

Terdapat 19 kendaraan yang langsung membayar pajak di tempat, dengan nomor polisi dari Bontang dan Kutim.

Adapun sasaran utama dari giat ini adalah pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman, pengendara yang dalam pengaruh alkohol, pengendara yang melawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatan normal dan pengendara yang menggunakan knalpot brong.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SMPN 5 Bontang Butuh Penambahan Sapras

0
SMPN 5 Bontang Butuh Penambahan Sapras
Kunjungan Komisi A DPRD Bontang ke SMPN 5 Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Selain urgensi jembatan akses masuk SMP Negeri 5 Bontang, kebutuhan sarana prasarana (sapras) juga masih perlu ditambah. Hal itu diungkap Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin pada kunjungan Komisi A DPRD Bontang, Senin (10/2/2025).

Ia menyebutkan perlunya pembangunan aula yang digunakan untuk melakukan berbagai pertemuan, baik pertemuan guru, orang tua, maupun bersama murid. Selama ini pihaknya selalu menggunakan musala untuk melalukan pertemuan-pertemuan tersebut.

“Ini menyulitkan karena harus bolak-balik dibersihkan, karena digunakan untuk salat,” ujarnya.

Selain itu, di bagian belakang sekolah tersebut juga belum sepenuhnya dipagari, sehingga beberapa kali warga dari belakang dapat masuk ke wilayah sekolahan dan menggunakan fasilitas sekolah.

Ia mencontohkan bahwa di belakang sekolah terdapat kolam yang digunakan untuk memancing, apalagi di waktu akhir pekan. Sering kali warga yang memancing menggunakan kursi yang ada di sekolahan untuk mereka pakai.

“Ini kan mereka keluar masuk bebas jadinya,” tambahnya.

Meski begitu ia menyadari bahwa pembangunan aula maupun pagar akan sulit, jika akses utama sekolahan masih bermasalah, “Kasian tukangnya kalau melakukan pengerjaan harus bolak-balik jembatan, lumayan jauh,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lahan Akses Masuk Sekolah Diminta Pemiliknya, SMPN 5 Minta Pemkot Perjuangkan Pembebasan

0
Lahan Akses Masuk Sekolah Diminta Pemiliknya, SMPN 5 Minta Pemkot Perjuangkan Pembebasan
Situasi jembatan SMPN 5 Bontang saat ini. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Jembatan SMP Negeri 5 Bontang menjadi urgensi pihak sekolah saat ini. Lantaran sebelumnya pada 16 Maret 2024, pihak sekolah mendapatkan surat dari perusahaan pemilik lahan tersebut, memberitahukan bahwa batas pinjam pakai lahan telah berakhir.

Kepala Sekolah SMPN 5, Muhiddin mengatakan, bahwa pihaknya telah bersurat ke perusahaan tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang pun juga telah melakukan hal yang sama. Namun, hingga kini mereka tidak mendapatkan balasan.

Untuk itu, ia berharap dengan kunjungan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang yang dilakukan, Senin (10/2/2025) ini dapat membantu sekolah tersebut terkait lahan yang digunakan sebagai satu-satunya akses masuk ke SMPN 5.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini kondisi jembatan sudah sangat turun dari jalanan utama, dan pada tahun 2023 lalu sempat 10 hari tidak bisa diakses dikarenakan terendam banjir, sehingga mereka harus menggunakan jalan belakang.

Sempat diwacanakan pemindahan jalan masuk di belakang sekolah, namun hal tersebut tidak dapat dilakukan melihat di belakang sana sudah padat oleh pemukiman dan dua sekolah lainnya. Adapun pembangunan sekolah sepenuhnya sudah menghadap Jalan Pupuk Raya, sehingga akan lebih mengeluarkan banyak anggaran jika harus merubah layout sekolah.

“Selama 10 hari akses kami pindah ke belakang dulu, tapi ada saja kecelakaan karena padat sekali penjemputan, akses keluar masuk jadi terbatas,” ujarnya, Senin (10/2/2025).

Muhiddin berharap agar lahan tersebut tetap dapat dipinjamkan, atau bahkan diberikan secara permanen kepada SMPN 5 Bontang sebagai akses menuju sekolah.

Untuk itu, anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal mengatakan, bahwa pihaknya akan mengundang perusahaan terkait untuk mendiskusikan hal tersebut.

“Segera kita bicarakan, karena ini menyangkut akses menuju pendidikan yang ada di Kota Bontang,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dewan Minta Percepatan Anggaran untuk Solusi Jembatan Tutupi Gerbang SMPN 7

0
Dewan Minta Percepatan Anggaran untuk Solusi Jembatan Tutupi Gerbang SMPN 7
Komisi A DPRD Bontang melakukan sidak ke SMPN 7. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 7 Bontang, Kelurahan Tanjung Laut, terkait akses pintu sekolah yang tertutup oleh pembangunan jembatan, Senin (10/02/2025).

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Irfan, mengatakan bahwa perencanaan pembangunan jembatan dinilai kurang mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar, apalagi pembangunan dilakukan tepat di depan SMP Negeri 7.

“Harusnya dari awal pemerintah memikirkan dampaknya, ini satu masalah selesai, tapi malah muncul masalah baru,” katanya.

Ia meminta penanganan harus segera dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang. Karena dikhawatirkan kenyamanan guru dan siswa akan semakin terganggu. Ia juga menekankan pentingnya percepatan anggaran untuk mengatasi masalah ini.

“Jangan ditahan-tahan anggarannya, karena yang jadi korban para guru dan murid SMPN 7 Bontang,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Bontang, Noorhayati mengatakan, pihaknya telah mengetahui rencana pembangunan jembatan tersebut. Namun, setelah pembangunan selesai, tinggi jembatan ternyata melebihi perkiraan awal. Adapun pihaknya telah bersurat untuk meminjam lahan PDAM sebagai parkiran guru.

“Kemarin sudah dilakukan peninjauan dari Disdikbud dan PUPR,” katanya.

Setelah dilakukan peninjauan, diketahui bahwa jembatan tersebut memiliki ketinggian sekitar dua meter. Selain itu, rumah warga yang berada di samping sekolah juga terdampak, lantaran halaman rumahnya sementara digunakan sebagai area parkir.

Proyek pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh CV Aldi Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,9 miliar dan telah rampung pada tahun 2024 lalu.

Penulis : Syakurah
Editor: Yusva Alam