Beranda blog Halaman 668

Pelanggaran Disiplin Menurun, Sekda Apresiasi ASN Bontang

0
Pelanggaran Disiplin Menurun, Sekda Apresiasi ASN Bontang
Rapat tim pertimbangan Hukuman Disiplin ASN. (Ist)

BONTANG – Seiring meningkatnya nilai Indeks Profesionalitas ASN dari sebelumnya 60,53 (kategori rendah pada Tahun 2023) menjadi 85,36 (kategori tinggi pada Tahun 2024), PNS dan PPPK di lingkungan Pemkot Bontang ternyata meraih capaian lain yang tak kalah membanggakan.

Angka pelanggaran disiplin pada Tahun 2024 mengalami penurunan dibanding catatan pada tahun sebelumnya.

Merujuk informasi yang disampaikan oleh Kabid PKPDIFPA BKPSDM Kota Bontang, Arif Supriyadi, pada Tahun 2024 lalu hanya terjadi 5 (lima) kasus penjatuhan hukuman disiplin (hukdis). Angka ini menurun cukup signifikan bila dibandingkan Tahun 2023 yang mencatatkan 9 (sembilan) kasus penjatuhan hukdis.

Arif menjelaskan, bahwa data ini berdasarkan Surat Keputusan Hukdis yang diterbitkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), maupun pejabat yang berwenang menghukum di tiap perangkat daerah pada 2 Tahun terakhir (Tahun 2023 – 2024).

“Jenis pelanggarannya beragam, demikian pula jenis hukdis yang dijatuhkan juga beragam” ucapnya sembari menerangkan bahwa, ke-5 pelanggaran tersebut memiliki rentang hukdis antara sedang sampai dengan berat.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto ikut mengungkap bahwa, semua penanganan atas pelanggaran tersebut telah melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Semua kasus telah melalui proses pemeriksaan secara seksama. Pun penjatuhan hukdis-nya juga melalui proses musyawarah Tim Hukuman Disiplin Pemkot Bontang” ujar Sudi sambil menambahkan informasi, bahwa sebelum penjatuhan hukdis berat, PPK selalu memberikan kesempatan kepada ASN terduga pelanggar, untuk melakukan pengajuan keberatan dalam jangka 15 hari kerja setelah SK disampaikan pada yang bersangkutan.

Menurutnya, langkah ini dilakukan selain menyesuaikan dengan ketentuan (Peraturan Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan PP 94/2021), juga sebagai upaya memberikan ruang bagi ASN dimaksud, untuk menyampaikan sanggahan yang tentunya harus disertai bukti mencukupi guna telaah lebih lanjut oleh PPK.

Bila memang bukti-bukti yang diajukan cukup kuat untuk meringankan hukuman, PPK maupun Tim Hukdis Pemkot Bontang sangat terbuka untuk menganulir (meringankan atau bahkan membatalkan) putusan yang sebelumnya dijatuhkan.

Membenarkan penyampaian Sudi, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlinawaty menyatakan, bahwa mekanisme pengajuan keberatan ini menunjukkan, bahwa pihaknya sangat menghindari kesewenang-wenangan yang bisa merugikan ASN terduga pelanggar hukuman disiplin.

“Harus senantiasa berpegang pada asas keadilan dan objektivitas” Imbuh Iin, sapaan akrabnya sembari menyampaikan apresiasi kepada segenap pengelola kepegawaian, baik di lingkup pembinaan maupun pengawasan tingkat kota, juga rekan-rekan di tiap perangkat daerah yang tak bosan-bosan mengingatkan seluruh jajaran ASN, untuk terus bersikap dan bertindak sesuai aturan disiplin yang berlaku. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Lupa Matikan Kompor Sehabis Masak, Ruko di Jalan Pattimura Hangus Terbakar

0
Petugas Disdamkartan Kota Bontang saat mencoba padamkan api. (Ist)

BONTANG – Sebuah ruko di Jalan Pattimura, RT.14, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, hangus terbakar Minggu (9/2/2025). Kebakaran terjadi akibat pemilik ruko lupa mematikan kompor, usai selesai memasak.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Sarkani mengatakan, api mulai muncul dari kompor yang habis digunakan memasak.

“Yang punya ruko habis memasak, dan lupa mematikan kompor. Bahkan pemilik sempat meninggalkan lokasi setengah jam, tanpa ada penjaga lain. Jadi saat ruko ditinggal, kompor masih menyala,” jelasnya.

Pemadaman api berlangsung sekitar kurang lebih 15 menit, dan dalam insiden ini satu orang mengalami luka bakar ringan di bagian jarinya.

“Untuk korban sudah ditangani tim medical rescue,” paparnya.

Bahkan untuk petugas Disdamkartan yang berusaha memadamkan api berjumlah sekitar 23 personel, dengan satu unit mobil fire truck, satu mobil tangki, beserta satu mobil truck rescue.

“Dilihat dari kebakarannya yang terdampak, mengalami kerusakan berat. Untuk kerugian masih belum bisa kami pastikan, sebab masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kiprah LKBH dan BAPOR KORPRI Geliat KORPRI Kota Bontang di Usia Belia

0
Kegiatan LKBH dan BAPOR KORPRI. (Ist)

BONTANG – Untuk memperkuat realisasi Program Kerja KORPRI, diperlukan support organisasi pendukung yang menyelenggarakan tugas-tugas khusus di bidang tertentu. Selain tujuan tersebut, keberadaan organisasi pendukung di level kabupaten/kota, juga menyesuaikan dengan program kerja DP KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki organisasi pendukung sejenis.

Dengan terbentuknya organisasi pendukung di tingkat kabupaten/kota, tentunya akan semakin mempermudah koordinasi antar organisasi pendukung di tiap tingkatan pemerintahan.

“DP KORPRI Provinsi Kalimantan Timur telah sejak lama memiliki Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) dan juga BAPOR (Badan Pembina Olahraga) KORPRI” Tegas Surbani, Bendahara DP KORPRI Provinsi Kaltim yang menyampaikan informasi ini, sembari menyiratkan harapan terbentuknya kedua organisasi pendukung KORPRI tersebut di seluruh kabupaten/kota lingkup Pemprov Kaltim.

Di Kota Taman sendiri, Sekda Bontang, Aji Erlynawaty, yang juga adalah Ketua DP KORPRI Kota Bontang menyebut, bahwa pihaknya telah secara proaktif mengikuti arahan tersebut.

Wanita yang akrab disapa Iin itu menyadari benar, ketiadaan LKBH dan juga BAPOR di tingkatan kota, akan menyulitkan koordinasi dengan LKBH dan juga BAPOR di Tingkat Propinsi Kaltim, terutama saat ada event yang mengharuskan terlibatnya kedua organisasi ini.

“LKBH telah dibentuk pada Tahun 2022. Adapun BAPOR KORPRI telah dikukuhkan kembali kepengurusannya pada September 2024 lalu,” Imbuh Iin sambil menunjukkan Surat Keputusan ihwal legal formal pembentukan kedua organisasi ini pada awak media Kami.

Pada SK Pembentukan LKBH, tertera Nomor SK Kep-03/DP-KORPRI Bontang/X/2022 tentang Pembentukan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum KORPRI Kota Bontang. Adapun Pembentukan BAPOR KORPRI, Iin memperlihatkan Keputusan Pengurus Daerah BAPOR KORPRI Provinsi Kaltim dengan Nomor SKEP-05/PD.BAPOR KORPRI/IX/2024 yang ditandatangani Aswin, Ketua BAPOR KORPRI Kaltim saat ini.

Ditemui di tempat terpisah, Dasuki, Ketua LKBH KORPRI Kota Bontang mengurai, bahwa LKBH sendiri dibentuk dalam rangka memberikan konsultasi dan bantuan hukum, baik dalam perkara pidana maupun perkara perdata kepada anggota KORPRI berikut keluarganya serta melakukan kajian dan sosialisasi hukum dengan sebaik-baiknya.

“Ya mudah-mudahan enggak ada ASN yang melanggar (kasus hukum),” Harap Dasuki sembari menyebut bahwa sosialisasi hukum sebagai upaya pencegahan ASN melakukan pelanggaran hukum, sedang konsultasi dan bantuan hukum lebih kepada upaya pendampingan.

Menambahkan informasi yang disampaikan koleganya, Ketua BAPOR KORPRI Kota Bontang, Cholis Edy Prabowo menyebut, organisasi yang dipimpinnya justru memiliki ranah pengabdian yang berbeda dengan LKBH KORPRI.
“Kami (BAPOR KORPRI) berupaya mengoptimalkan pembinaan keolahragaan bagi atlet-atlet ASN Kota Bontang yang jumlahnya mencapai ratusan orang,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR ini.

Diketahui sebelumnya bahwa, Gelaran Pekan Olahraga ke-3 ASN Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024 telah berjalan sukses. Hal ini tidak terlepas dari fasilitasi yang dilakukan oleh BAPOR KORPRI Kota Bontang, mengikutsertakan 157 orang Atlet ASN Kota Taman berlaga dalam even yang dilaksanakan di ‘Tanah Buen Kesong’ Kabupaten Paser pada akhir Desember lalu itu. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Komunitas BOC Salurkan Sembako ke Korban Kebakaran di Malahing

0
Penyerahan bantuan oleh BOC kepada korban kebakaran di Malahing. (Ist).

BONTANG – Komunitas Bontang Onthel Community (BOC) memberikan bantuan ke korban kebakaran di Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (8/2/2025) sore.

Sebelumnya, Jumat (7/2/2025) kemarin, sekitar pukul 15.30 Wita terjadi kebakaran hebat di Malahing, RT.30, yang dimana dalam kebakaran tersebut telah menghanguskan satu rumah, yakni rumah Aslang.

Dalam kejadian ini, rumah tersebut habis dilalap api, hingga tak ada satupun yang tersisa. Korban yang mengalami kebakaran berisikan enam anggota keluarga.

Ketua BOC, Wiyatno mengatakan bahwa pihaknya menggelar kegiatan penyaluran bantuan sembako tersebut, berdasarkan dari rasa kepedulian antar sesama, dan bertepatan dengan hari ini Komunitas Onthel Indonesia (Kosti) merayakan hari jadi ke-17.

“Bertepatan dengan acara Kosti, maka kita rangkai dengan menyumbangkan bantuan ke korban kebakaran di Malahing,” ucapnya saat diwawancarai.

Tak hanya dari komunitas BOC saja yang turut memberikan bantuan, akan tetapi ada pula dari Paguyuban Adem Ayem, serta Komunitas Abang Poteh AJA.

“Tadi saat kami berangkat, kira-kira ada sekitar 30 orang yang ikut serta,” paparnya.

Perlu diketahui, saat BOC dan tim yang lain akan memberikan bantuan sembako tersebut, ternyata sembako tak dibawa dari darat. Melainkan rombongan membeli sembako di warung yang berada di Malahing, sebagai salah satu upaya untuk membantu perekonomian warga di sana.

“Jadi kita membeli sembakonya di Malahing langsung, tidak membawanya dari darat. Ini salah satu cara, untuk membantu perekonomian mereka,” jelasnya.

Wiyatno menambahkan, semoga dengan adanya bantuan tersebut dapat meringankan beban bagi korban kebakaran, walaupun dengan jumlah yang tak seberapa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Alhamdulillah! Siswa SMKN 1 Sudah Bisa Kembali Daftar SNBP

0
Alhamdulillah! Siswa SMKN 1 Sudah Bisa Daftar SNBP Lagi
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kepala sekolah SMKN 1, Kasman Purba menyatakan, saat ini siswa di sekolahnya sudah bisa mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Walaupun sebelumnya sempat bermasalah dalam finalisasi data murid tingkat akhir di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

SNBP merupakan salah satu jenis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Setelah sempat gagal finalisasi, kami coba lagi dan ternyata sudah bisa. Siswa kami juga sudah bisa mendaftar SNBP,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2025).

Setelah finalisasi data selesai, kini giliran siswa mendaftarkan diri, pendaftaran tersebut dibuka mulai tanggal 4 hingga 18 Februari ini. Pendaftaran SNBP untuk masuk PTN ini juga berjalan serentak di seluruh Indonesia.

“Kami sudah berikan informasi ke siswa yang eligible untuk mendaftar, tapi itu kembali ke mereka mau daftar apa tidak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa sebelumnya memang beberapa murid sempat mendatanginya dan mengajukan protes terkait kegagalan finalisasi, sementara pendaftaran SNBP sudah mulai berjalan. Tak ayal, hal tersebut menjadi sorotan publik di sosial media.

Syarat siswa mendaftar lewat jalur SNBP yaitu mengisi data pada PDSS, data yang diisi di antaranya nomor induk siswa nasional, nilai rapor, dan prestasi. Pendaftaran SNBP 2025 dapat dilakukan melalui portal resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perhitungan TPP ASN Bontang Pakai E-Kinerja, BKPSDM Sigap Beri Pendampingan

0
Perhitungan TPP ASN Bontang Pakai E-Kinerja, BKPSDM Sigap Beri Pendampingan
Sosialisasi perhitungan TPP ASN Bontang melalui aplikasi E-kinerja. (ist) 

BONTANG – Salah satu sektor kepegawaian yang tersentuh digitalisasi layanan adalah penilaian kinerja ASN. Penilaian Kinerja secara elektronik ini difasilitasi secara penuh oleh Aplikasi e-Kinerja yang dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Tahun 2022 lalu.

E-kinerja sendiri merupakan sistem terpadu yang bukan hanya mengukur dan menilai serta mengelola kinerja ASN, tetapi juga sebagai tools untuk memantau capaian realisasi kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya sistem pemerintahan yang lebih akuntabel dan transparan.

Di lingkup Pemerintah Kota Bontang, Aplikasi e-Kinerja mulai digunakan pada Mei 2023, dalam hal ini penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) ASN Tahun 2023 dan Tahun 2024 wajib menggunakan aplikasi yang lazim disingkat eKin ini.

Dalam 2 (dua) tahun tersebut, pemanfaatan aplikasi e-Kinerja untuk penilaian SKP Tahunan bukan hanya memiliki dampak yang signifikan terhadap simplifikasi penyusunan SKP, tetapi juga berpengaruh besar terhadap capaian nilai Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) khususnya pada indikator nilai Dimensi Kinerja.

Menyadari manfaat positif penggunaan aplikasi berlatar tampilan biru muda ini, Tim Manajemen Kinerja menginstruksikan perluasan pemakaian e-Kinerja juga untuk perhitungan TPP Bulanan ASN Kota Bontang per Bulan Januari Tahun 2025.

Melalui Surat Sekretaris Daerah Nomor B/800.1.5/81/BKPSDM/2025 tertanggal 13 Januari 2025, perhitungan aspek produktivitas TPP ASN Kota Bontang yang sebelumnya memakai Aplikasi Daily Evaluation System (DES) beralih menggunakan Aplikasi multifungsi ini.
“Kita telah melatih Para Admin e-Kinerja di tiap OPD/UPT/kelurahan agar terampil mengelola eKin pada Bulan Desember 2024 lalu” sebut Sudi Priyanto, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Bontang saat ditanyai persiapan pihaknya menindaklanjuti instruksi Tim Manajemen Kinerja.

Menurut Sudi pula, disamping memperkuat kompetensi Admin e-Kinerja, BKPSDM Kota Bontang juga berkomitmen memberikan pendampingan langsung pengisian SKP ASN memakai aplikasi e-Kinerja ini kepada seluruh rekan-rekan ASN.

Hal ini dibuktikan dengan pemberian bimbingan kepada jajaran ASN di sejumlah perangkat daerah yang memerlukan pendampingan langsung. Tercatat sampai dengan saat ini, Pokja Sosialisasi e-Kinerja BKPSDM yang diketuai Fachrul Rahman, dan beranggotakan Putriana Karim, Istiannur Anwar, serta Ibnu Wijdani ini telah menyelesaikan pendampingan langsung ke sebagian besar perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bontang.

Upaya pendampingan langsung ini serius dilakukan mengingat pengisian SKP Bulanan ASN pada aplikasi e-Kinerja akan berdampak pada besaran nominal TPP yang diterima ASN tiap bulannya.

Sebagai gambaran, dalam Perwali Nomor 20 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian TPP, seorang ASN yang mendapat predikat penilaian “sangat baik atau baik” akan memperoleh 100% basic TPP pada aspek produktivitas kerja.

Adapun berturut-turut di bawahnya, apabila seorang ASN pada penilaian SKP-nya hanya raih predikat “butuh perbaikan,” “kurang” dan “sangat kurang,” akan memperoleh nominal 80%, 60% dan 0% basic nilai TPP pada aspek produktivitas kerjanya.

Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlinawaty memiliki harapan besar, agar seluruh perangkat daerah dan seluruh ASN menggunakan aplikasi ini secara penuh mulai dari penyusunan Matriks Peran Hasil (MPH), penyusunan SKP jabatan pimpinan tinggi, pimpinan unit mandiri, pegawai pejabat struktural dan fungsional serta pelaksana yang ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi periodik dan evaluasi kinerja. “SKP yang disusun melalui aplikasi e-Kinerja memiliki banyak manfaat dalam layanan kepegawaian, baik untuk perhitungan TPP, persyaratan kenaikan pangkat, perhitungan angka kredit jabfung maupun juga keperluan yang terkait dengan jenjang karir ASN,” tutup wanita yang akrab disapa Iin ini. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Percepatan Pabrik Soda Ash, Pupuk Kaltim Pastikan Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Sesuai Regulasi

0

Komisi C DPRD Kota Bontang dorong percepatan pembangunan pabrik Soda Ash, yang rencananya akan mulai dilaksanakan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) pada tahun ini. Wakil rakyat menilai hal ini menjadi peluang bagi Kota Bontang untuk terus bertumbuh, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi C Muhammad Sahib, mengungkapkan pembangunan pabrik soda ash memiliki banyak dampak positif terhadap pembangunan, baik dari sisi investasi maupun untuk menekan angka pengangguran seiring makin bertumbuhnya geliat industri di Kota Bontang. Hal ini pun diharap dapat menjadi perhatian Pupuk Kaltim, agar tenaga kerja lokal dapat di prioritaskan dalam penerimaan kebutuhan tenaga kerja pada proses pembangunan pabrik.

“Kami menilai akan banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat maupun manfaatnya bagi pembangunan, sehingga percepatan pabrik soda ash ini sangat kami dukung untuk segera teralisasi,” ucap Sahib, saat kunjungan kerja Komisi C DPRD Bontang ke Pupuk Kaltim, Senin (3/2/2025).

Lebih lanjut, pihaknya kata Sahib, akan terus mengawal progres pembangunan pabrik soda ash, yang diharap mampu terealisasi sesuai target yang ditentukan. Begitu juga proses perizinan dan lainnya dari Pemerintah Kota Bontang, akan turut didorong DPRD bisa dipermudah bagi perusahaan agar pembangunan segera berjalan.

“Ini investasi yang sangat kita nantikan. Makanya kami dukung, agar berbagai pengembangan yang dilakukan Pupuk Kaltim makin meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan Bontang yang berkelanjutan,” tandas Sahib.

Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Raushan Fikri, pun memberikan dukungan senada terhadap pembangunan pabrik soda ash Pupuk Kaltim. Kata dia, mengacu kepada regulasi daerah yang tertuang dalam Perda Nomor 10 tahun 2018 terkait perekrutan pekerja, perusahaan wajib memprioritaskan tenaga lokal sebanyak 75 persen.

“Terlebih tenaga kerja lokal saat ini telah memiliki kemampuan dan kapasitas dengan daya saing tinggi, sehingga segala kebutuhan industri kami yakini dapat terpenuhi dari tingkat lokal,” kata Alfin.

Begitu juga dengan kontribusi Pupuk Kaltim yang selama ini terealisasi bagi masyarakat, diharap dapat terus ditingkatkan perusahaan. Utamanya terkait infrastruktur maupun aspek lainnya yang dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di berbagai bidang.

Sejauh ini Pupuk Kaltim dinilai Alfin, menjadi salah satu perusahaan yang sangat berkomitmen dalam mendukung kemajuan masyarakat Bontang. Hal ini diharap makin diperluas seiring makin berkembangnya perusahaan dengan berbagai pengembangan yang dilaksanakan.

“Sebab tidak bisa dipungkiri, Pupuk Kaltim sejauh ini memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan. Hal ini yang kami harap bisa terus ditingkatkan, terlebih dengan adanya pabrik soda ash nantinya,” tambah Alfin.

SVP HSE dan Teknologi Pupuk Kaltim Majus Luther Sirait, mengungkapkan Pupuk Kaltim berkomitmen untuk patuh terhadap seluruh regulasi yang disyaratkan dalam percepatan pembangunan pabrik soda ash. Oleh karenanya, Pupuk Kaltim telah melalui seluruh proses perizinan pembangunan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sosialisasi ke masyarakat dan lainnya.

Sementara terkait rekrutmen kebutuhan tenaga kerja, Pupuk Kaltim pun memastikan untuk memprioritaskan di tataran lokal sesuai Perda Kota Bontang. Seluruh penerimaan akan dilaksanakan terbuka melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), agar pemenuhan kuota pekerja sejalan dengan aturan yang dipersyaratkan regulasi.

“Kami juga meyakini tenaga kerja lokal Bontang memiliki daya saing tinggi di pasaran. Maka dari itu Pupuk Kaltim memastikan penerimaan akan dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Termasuk peluang lain untuk kebutuhan pembangunan, akan tetap memprioritaskan warga Bontang,” tutur Luther.

Dirinya pun berharap dukungan seluruh pihak terhadap pembangunan pabrik soda ash, sehingga dapat selesai dan beroperasi sesuai target pada akhir 2027 mendatang. Hal ini mengingat keberadaan pabrik soda ash Pupuk Kaltim merupakan yang pertama di Indonesia, untuk menekan ketergantungan impor dengan kapasitas mencapai 300 ribu ton per tahun.

“Jadi kebutuhan soda ash nasional yang selama ini sangat bergantung pada impor, dapat kita kurangi dengan pabrik ini,” tandas Luther.

Terkait kontribusi bagi daerah, Luther juga menyebut Pupuk Kaltim tidak akan abai terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan yang senantiasa direalisasikan bagi masyarakat dan daerah. Khususnya di bidang infrastruktur, Pupuk Kaltim berkolaborasi dengan Pemkot Bontang untuk pembangunan berbagai fasilitas umum sebagai bentuk perhatian perusahaan bagi masyarakat dan pembangunan. Salah satunya jalan baru menuju Kelurahan Guntung sesuai usulan Pemerintah yang terealisasi pada akhir 2024 lalu.

“Selain itu juga ada program bedah rumah yang setiap tahun terus ditingkatkan dan diperluas di Kota Bontang. Pupuk Kaltim sangat berkomitmen terhadap masyarakat, pembangunan dan lingkungan yang berkelanjutan,” pungas Luther. (*)

Puskesmas Bontang Barat Paparkan Hasil The Challenge of Good Nutritional Status Bagi Balita Berisiko Stunting

0
Puskesmas Bontang Barat Paparkan Hasil The Challenge of Good Nutritional Status Bagi Balita Berisiko Stunting
Puskesmas Bontang Barat lakukan pemaparan hasil dari The Challenge of Good Nutritional Status, di Gedung Pertemuan Lantai II, Kanaan, Bontang Barat. (Dwi/radarbontang).

BONTANG – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bontang Barat memaparkan hasil The Challenge of Good Nutritional Status, bagi balita yang berisiko stunting. Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan Lantai II, Kanaan, Bontang Barat, Kota Bontang.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Bontang Barat, Sarce mangopo menyampaikan tujuan dari kegiatan ini dilangsungkan, untuk tetap bisa berupaya dan bersinergi dengan perusahaan swasta, dimana pihaknya akan mencoba melibatkan semua lintas sektor untuk penurunan angka stunting.

Bahkan, pihak Puskesmas Bontang Barat berupaya untuk bisa membantu anak-anak dengan berat badan dan tinggi badannya tidak sesuai dengan umur, mencoba mencari cara untuk bisa melibatkan semua lintas sektor, agar dapat berkolaborasi membantu anak yang kekurangan menjadi memiliki tinggi dan berat badan yang ideal.

“Kegiatan challenge ini perdana kami lakukan, dulunya kami selalu menyiapkan asupan dengan kader, kemudian diantarkan ke rumah. Akan tetapi untuk saat ini, kami mencoba untuk makanan disiapkan sendiri oleh ibunya, dan nantinya langsung diberikan ke balita,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (7/2/2025).

Sehingga dengan sistem yang sekarang ini, Puskesmas Bontang Barat menginginkan jika nanti berakhirnya challenge ini, asupan yang ibunya siapkan untuk balitanya menjadi kegiatan yang terbiasa, untuk bisa menaikan berat badan sang balita.

“Karena di wilayah Bontang Barat, termasuk cukup besar untuk kurangnya tinggi dan berat badan balita,” paparnya.

Terlebih lagi, dengan adanya kegiatan challenge ini menjadi salah satu evaluasi di kegiatan yang akan mendatang. Sehingga jika nantinya semakin banyak pihak swasta yang terlibat, akan semakin banyak pula Puskesmas Bontang barat melakukan challenge untuk bisa membantu balita yang masih memiliki gizi yang kurang.

Sarce akan mengimbau pada ibu-ibu yang memiliki balitanya dengan berat dan tinggi badan yang masih kurang, agar tidak putus dengan usahanya, karena usaha yang baik tidak akan menghianati hasil. Bahkan dengan bersinergi, sang ibu tidak sendiri, ada puskesmas, kelurahan, dan pihak swasta yang turut membantu memberikan support.

“Terpenting ibu tetap semangat melakukan yang terbaik, pastinya kami akan sedia melakukan pendampingan. Selagi sang ibu mau mendengarkan arahan dari kami,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Siti Zulaiha mengatakan, bahwa sebelumnya dirinya telah memberi support kepada media-media lain, untuk bisa mengikuti jejak Media Kaltim, yang dimana banyak media bekerjasama dengan Diskominfo Bontang dan memberikan reward.

Akan tetapi menurut Diskominfo Bontang, reward tersebut seharusnya bisa dipergunakan untuk membantu mengatasi stunting atau program pemerintah agar lebih bermanfaat. Salah satunya yakni sebagai wadah atau kesempatan media, untuk bisa mengangkat nama media tersebut di bidang sosial.

“Tahun ini kami setiap OPD mendapatkan potongan anggaran sebesar 50 persen, akan tetapi kami akan terus tetap berupaya agar bisa membantu kembali semaksimal mungkin,” ujarnya.

Terlebih lagi, Siti berharap untuk ibu yang mempunyai balita dengan berat dan tinggi badan yang masih kurang, agar tetap selalu semangat. Karena anak adalah masa depan orang tuanya, bahkan kegiatan seperti ini pun tak lepas dari peran kader Puskesmas, yang sudah banyak membantu.

“Semuanya kembali lagi ke ibu, karena upaya kader sudah sangat luar bisa. Saya ingin ibu bisa mengikuti apa yang telah disarankan oleh kader. Semangat para ibu, kami selalu mendukung,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kebakaran di Malahing, Penyebabnya Warga Masak Pakai Kayu Bakar Karena Tak Dapat Gas Melon

0
Kebakaran di Malahing, Penyebabnya Warga Masak Pakai Kayu Bakar Karena Tak Dapat Gas Melon
Salah satu rumah yang terbakar di wilayah Malahing, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Terjadi kebakaran di wilayah pesisir, tepatnya di Kampung Malahing, RT.30, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (7/2/2025), sekitar pukul 15.30 Wita.

Ketua RT.30 Malahing, Nasir menceritakan, awal mula kejadian kebakaran muncul berasal dari sisa kayu yang sudah terbakar untuk memasak. Percikan api yang muncul disertai dengan angin kencang, membuat api semakin menyala dan membesar.

Diketahui, rumah yang terbakar ialah milik dari Aslang, yang dihuni terdiri dari enam orang dinyatakan telah ludes, habis terbakar dilalap api. Dalam kejadian ini tak ada korban jiwa.

“Ceritanya habis selesai memasak dan langsung ditinggal, tetapi ternyata masih ada percikan api. Jadi semakin lama, percikan api itu semakin membesar,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Nasir mengatakan jika warga di wilayah pesisir, terpaksa harus menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasaknya, akibat kelangkaan gas melon atau gas 3 kilogram (Kg), yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat pesisir.

“Karena kelangkaan gas ini, jadi warga disini terpaksa harus menggunakan kayu bakar agar tetap bisa memasak,” ungkapnya.

Padahal, risiko kebakaran di wilayah pesisir semakin tinggi jika diharuskan memasak menggunakan kayu bakar, dimana rata-rata rumah bahkan jalan yang terletak disana, semuanya terbuat dari kayu, yang sangat mudah sekali terbakar.

“Kami harap di daerah pesisir ada stok gas, karena kami agak susah jika harus menyeberang dulu ke pangkalan untuk mengambil stok gas. Kalau dapat iya tidak masalah, tetapi percuma kalau sampai disana tidak dapat sama sekali,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

SMP Negeri 7 Bakal Direlokasi, Tahun Ini Masuk Tahap Perencanaan

0
SMP Negeri 7 Bakal Direlokasi, Tahun Ini Masuk Tahap Perencanaan
Kadisdikbud Bontang saat meninjau SMPN 7. (ist)

BONTANG – Perencanaan relokasi SMP Negeri 7 Tanjung Laut pada tahun ini telah memasuki tahap pematangan lahan. Hal itu diungkapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang saat melakukan peninjauan SMPN 7, Jumat (7/2/2025).

Bambang Cipto Mulyono, Kepala Disdikbud Bontang menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan riview perencanaan, serta harus melakukan peninggian lahan terlebih dahulu karena pemindahannya akan dilakukan di dekat SD Negeri 010 Bontang Utara yang berada di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai.

“Lahan SDN 010 itu tinggi, jadi kami sama ratakan dahulu di tahun ini,” terangnya.

Luas lahan yang disediakan sekitar 1,5 hektare, dengan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk proses pematangan lahan. Adapun status lahan tersebut adalah milik Pemkot Bontang.

Bambang menjelaskan, relokasi SMPN 7 ini sudah diwacanakan sejak lama, mengingat keterbatasan lahan di lokasi sekolah saat ini. Terlebih, bangunan yang digunakan saat ini sebelumnya milik SDN 012 Bontang Selatan. Selain itu, wilayah Satimpo dan Gunung Elai juga belum memiliki sekolah negeri jenjang menengah.

“Pengajuan ini sudah kami ajukan sebanyak 3 kali, tapi ditolak. Jadi baru sekarang dilakukan, sejak pengajuan di 2013,” katanya.

Meskipun rencana relokasi sudah ada sejak lama, banyak masyarakat yang tidak setuju dengan pemindahan sekolah tersebut. Pasalnya mereka takut tidak tercukupinya kuota untuk menampung murid SD di dalam zonasi tersebut.

“Sudah kami kaji terkait zonasi, siswa SD yang yang berada dalam zonasi tersebut tetap dapat tertampung di tiga sekolah negeri lainnya, yakni SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 1,” ujarnya.

Pemindahan akan dilakukan bertahap. Siswa yang masih bersekolah di sini tetap bisa melanjutkan seperti biasa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam