Beranda blog Halaman 684

Panji Beber Gelar Ngaji Pusaka Nusantara

0
Panji Beber Gelar Ngaji Pusaka Nusantara
Kegiatan Ngaji Pusaka Nusantara dihadiri Wali Kota Basri Rase. (Ist)

BONTANG – Menutup Akhir Tahun 2024, Paguyuban Pelestari Tosan Aji dan Pusaka Bessai Berinta (Panji Beber) Kota Bontang, mengadakan Acara Ngaji Pusaka Nusantara yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (16/12/2024) pukul 20.00 Wita. Acara ini selain diikuti oleh warga Panji Beber sendiri, juga dihadiri paguyuban-paguyuban etnis se-kota Bontang.

Menurut Jeprianto Mambua, Ketua Panitia Ngaji Pusaka Nusantara ini, “Acara ini masih satu rangkaian dengan agenda Panji Beber sebelumnya, yakni Lomba Bekesahan Pusaka Nusantara yang diadakan Agustus lalu. Juara 1, Juara 2 dan Juara 3 untuk acara Lomba Bekesahan itu, ditampilkan lagi di hadapan bapak wali kota dan para tamu undangan yang berkenan hadir”.

Sementara itu Tommy Johan Agusta atau biasa dipanggil Mas BCM, Ketua Umum Panji Beber, mengatakan bahwa event Ngaji Pusaka Nusantara ini merupakan kegiatan penutup tahun 2024.

Secara makna kata Ngaji ini berasal dari Bahasa Nusantara yaitu Aji, Ajian yang berarti Ilmu atau Ilmu Pengetahuan. Di zaman dulu banyak sekali Aji-Aji yang dimiliki oleh nenek moyang Nusantara seperti Ajian Serat Jiwa, Ajian Waringin Sungsang, Ajian Rawe Rontek, Ajian Pancasona, Ajian Brajamusti, Ajian Lembu Sekilan dan masih banyak lagi. Dengan demikian Ngaji Pusaka Nusantara adalah Ngelmu atau Belajar tentang Pusaka Nusantara.

Pusaka itu sendiri adalah segala benda berwujud maupun tidak berwujud yang memiliki nilai bagi pemiliknya, dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Pusaka itu bisa berupa apa saja, misalnya keris, akik, parang, mandau, ikat kepala, bendera, perhiasan, lemari, lagu-laguan, sastra dan doa-doa. Namun diantara pusaka yang paling bernilai, yang memiliki makna simbolis, makna filosofis dan makna historis adalah keris, sehingga mendapat tempat yang tinggi diantara para pelestari pusaka Nusantara.

Bintang Tamu dalam acara Ngaji Pusaka Nusantara adalah Pak Darmawi, beliau merupakan pembina Panji Beber sekaligus Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang.

Dalam bidang literasi, beliau juga pernah menulis buku Guntung Kampong Adat serta mendapat gelar Bambang dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Ketika pak Darmawi memberikan paparan tentang Sejarah Kutai di Bontang, semua tamu undangan yang hadir tampak terkesima karena memang rujukannya adalah Kitab Saway yang tersimpan di istana Kutai Kartanegara di Tenggarong.

Di akhir paparannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Basri Rase yang telah merealisasikan Replika Istana Sultan Kutai di Guntung Kampong Adat.

Basri Rase selaku Wali Kota Bontang memberi apresiasi yang setinggi-tinggi-nya untuk Paguyuban Tosan Aji dan Pusaka Bessai Berinta atau Panji Beber ini. “Saya berharap eksistensi Panji Beber ini dipertahankan, dalam melestarikan Budaya di Kota Bontang. Kita tahu bahwa Kota Bontang merupakan miniatur Indonesia, beragam etnis ada di Kota Bontang,” ujarnya.

Sehingga untuk melestarikan pusaka dan budaya bangsa agar tetap bisa dinikmati di Kota Bontang, Panji Beber inilah yang menjadi Rumahnya. Tidak salah apabila Slogan Panji Beber adalah Rumah Kita Bersama, sebagai tempat bernaung puluhan bahkan ratusan etnis yang ada di Kota Bontang.

Salah satu upaya Pemerintah Kota Bontang dalam melestarikan budaya adalah Pembangunan Replika Istana Sultan Kutai di Guntung Kampong Adat.

Warga Panji Beber harus siap sedia apabila diminta untuk menyumbangkan pikiran, tenaga dan pusakanya. Semakin banyak yang menyumbang maka Replika Istana Sultan Kutai ini akan menjadi obyek wisata yang menarik para wisatawan luar Bontang.

Dengan diadakannya Ngaji Pusaka Nusantara ini, maka program edukasi tentang pusaka dan budaya kepada generasi muda oleh Panji Beber, akan berjalan baik dan berkesinambungan.

“Tak lupa kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. Semoga Ngaji Pusaka Nusantara dapat berjalan rutin setiap tahun dan menjadi salah satu agenda yang ditunggu oleh seluruh Masyarakat Kota Bontang,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

Menggantang Asap Pendidikan Berkualitas di Tengah Kekurangan Guru

0
Menggantang Asap Pendidikan Berkualitas di Tengah Kekurangan Guru
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Oleh:
Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Pemerhati Sosial)

SMPN 09 saat ini hanya memiliki 19 guru yang menangani 342 siswa. Jumlah ini, menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dianggap mencukupi. Namun, secara operasional, kondisi ini menuntut pengorbanan besar dari para guru. Banyak guru harus mengajar hingga 36 jam per minggu sehingga kelelahan.

SMPN 02 juga mengalami kekurangan guru. Enam guru dari sekolah tersebut akan pensiun pada tahun ini, sementara satu guru lainnya akan dimutasi ke daerah lain. Guru yang biasanya mengajar 24 jam kini ada yang mengajar hingga 30 bahkan 36 jam per minggu. (kaltim.akurasi.id, 27/11/2024)

Masalah Guru

Sarjana jurusan kependidikan ternyata memberikan sumbangsih terhadap jumlah pengangguran yang tidak sedikit. LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) sebagai lembaga pencetak guru, dari tahun 2012—2017 menyatakan, jumlah lulusan guru mencapai 1,94 juta, sementara rekrutmen guru untuk menjadi pegawai negeri atau berstatus PPPK sangat terbatas.

Banyak sarjana pendidikan menganggur yang tidak terserap dengan baik di lembaga pendidikan. Kalaupun terserap sebagai tenaga kependidikan, gajinya rendah dan tidak layak. Sehingga banyak yang memilih beralih profesi dari guru menjadi pekerja/ buruh agar mendapat gaji yang mampu menghidupi kebutuhan ekonominya.

Agar menjadi seorang guru prosesnya tidaklah mudah. Setelah lulus sarjana, guru dituntut untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama satu tahun sebelum mengajar sebagai guru atau tenaga pendidik. Program sertifikasi guru profesional berharap menghasilkan guru profesional yang dapat membenahi problematik pendidikan.

Walaupun program sertifikasi ini bukanlah agenda wajib bagi guru. Tetapi untuk guru yang ingin mendapatkan kesejahteraan lebih dari gaji honorer, maka sertifikat pendidik ini sebagai syarat mengajar dan mendapatkan tunjangan di luar gaji honorer.

Masalah kualitas guru sebenarnya terletak pada sistem pendidikan hari ini. Sistem pendidikan kapitalisme sekuler membuat kualifikasi guru semrawut. Penyerapan tenaga guru tidak merata, kesejahteraan mereka jauh untuk dijangkau.

Ada sekitar 700 lebih LPTK yang menghasilkan jutaan guru baru tiap tahunnya. Jadi bagaimana agar para guru baru ini bisa terserap dengan baik, yang mana disisi lain ada sekolah yang kekurangan guru.

Pendidikan berkualitas tidak akan bisa tercapai jika gurunya saja kurang. Mengapa pemerintah tidak memberikan solusi untuk menambah guru, padahal masih banyak pengangguran khususnya di jurusan kependidikan.

Akar Masalah

Hal ini adalah cermin abainya sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini terhadap nasib generasi. Seolah pendidikan tidak dianggap sebagai hal yang penting. Jika penting, mengapa ketersediaan guru tidak menjadi perhatian utama bagi penguasa?

Dikutip dari pernyataan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bahwa saat ini Kemendikbud terus melakukan langkah akseleratif seperti merekrut guru sebanyak 544 ribu orang pada 2021 dan 2022.
Kemdikbud menargetkan akan ada 600 ribu guru yang direkrut.

Terancam gagal karena tidak mendapat sambutan penuh dari pemerintah daerah. Menurut data, pemerintah daerah baru mengusulkan 50 % dari yang ditargetkan, yaitu 300 ribu orang.

Selain itu, mekanisme rekrutmen guru ASN saat ini sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak 100% didukung oleh pemerintah daerah. Kurang maksimalnya pemerintah daerah mengajukan formasi guru ke pusat adalah karena faktor anggaran gaji dan tunjangan guru PPPK.

Pemerintah daerah takut APBD-nya akan terbebani. Meski anggaran gaji dan tunjangan tahun ini ditanggung pemerintah pusat, tetapi masih ada kekhawatiran dari pemda jika pada tahun berikutnya anggaran itu bisa saja akan dibebankan ke pemda. Maka, potensi darurat kekurangan guru pada 2024 belum terpecahkan solusinya secara tuntas.

Saling lempar tanggung jawab penggajian guru antara pemerintah pusat dan daerah, berdampak tidak terpenuhinya ketersediaan guru, sekaligus tidak terangkatnya guru honorer sebagai ASN. Akibatnya, banyak guru harus mengajar hingga 36 jam per minggu sehingga kelelahan.

Jadi, darurat kekurangan guru bukanlah akibat tidak adanya SDM yang siap menjadi guru, tetapi mekanisme pengangkatan atau rekrutmen guru yang bermasalahlah. Guru adalah ujung tombak masa depan generasi. Guru adalah salah satu penentu faktor kemajuan bangsa.

Sebagus apapun guru yang tercetak, jika tidak didukung dengan sistem pendidikan yang baik, maka kualitas guru tidak akan tampak. Masalah pendidikan tersebut karena diterapkannya sistem pendidikan kapitalisme sekuler.

Sistem kapitalisme menjadikan sektor pendidikan sebagai komoditas jasa seperti bisnis. Negara belum mampu mengatur bagaimana para lulusan jurusan kependidikan dapat bekerja atau terserap tenaga dan kelimuannya dengan baik.

Akibat kapitalisme, serapan tenaga pendidik tidak merata. Keengganan guru mengabdi di wilayah-wilayah yang minim fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan dikarenakan harus rela digaji dengan nominal yang jauh dari kata layak.

Pengaturan Islam

Islam menempatkan pendidikan sebagai komponen penting dalam membangun sebuah negara. Sehingga, perhatian Islam terhadap pendidikan sangat serius. Mulai dari konsep kurikulum, infrastruktur, hingga kesejahteraan guru. Mekanismenya sebagai berikut:

Pertama, menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Dalam Islam, kurikulum yang disusun harus berbasis akidah Islam. Tidak ada dikotomi antara agama dan ilmu kehidupan.

Dengan paradigma ini, pendidikan berjalan secara berkesinambungan pada seluruh jenjang pendidikan, baik dari perangkat materi pelajaran, metode pembelajaran, strategi belajar, dan evaluasi belajar.

Salah satu keunggulan sistem pendidikan Islam yang menyeluruh ialah terbentuknya generasi dan tenaga pendidik yang bersyakhsiyah Islam. Bayangkan, jika penerapan sistem ini berjalan di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

Maka akan menghasilkan masyarakat Islami yang khas dan terbiasa beramar makruf nahi mungkar. Tentu suasana iman akan tercipta sehingga tidak akan memunculkan bibit kriminalitas dan kejahatan.

Kedua, membangun infrastruktur pendidikan yang memadai di seluruh wilayah. Negara wajib menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran, teknologi yang mendukung KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar), dan lain sebagainya.

Semua infrastruktur pendidikan akan ditanggung sepenuhnya oleh negara melalui pembiayaan pendidikan yang diambil dari pos-pos pendapatan baitulmal, seperti pos fai, kharaj, dan kepemilikan umum.

Jika sarana dan prasarana pendidikan menunjang di seluruh wilayah pelosok desa dan kota, penyerapan lulusan sarjana pendidikan, yakni guru dan tenaga pendidik akan tersebar merata. Jadi, tidak ada istilah guru menganggur atau alih profesi. Semua guru berdaya di negara Khilafah.

Ketiga, status guru dalam Khilafah adalah pegawai negara yang digaji secara layak. Tidak ada istilah guru honorer, ASN, atau PPPK. Negara akan memberikan gaji yang sangat layak kepada para pengajar ilmu.

Sebagai contoh, di masa Kekhalifahan Abbasiyah, gaji ulama dan para pengajar di masa itu sama dengan gaji para muazin, yakni seribu dinar per tahun. Jika dikonversi 1 dinar setara 4,25 gram emas dan diasumsikan 1 gram emas seharga Rp1.000.000, maka 200 dinar setara dengan Rp850.000.000 per tahun atau Rp70.800.000 per bulan.

Sedangkan, di masa kepemimpinan Khalifah Harun ar-Rasyid, penghargaan terhadap para guru tampak dari kebijakannya yang menggaji para ilmuwan atau ulama dengan emas yang setara dengan timbangan buku/ karya yang mereka hasilkan.

Kepala negara akan memperhatikan secara rinci setiap hal yang menyangkut pendidikan. Ini karena pendidikan adalah modal dasar negara membangun peradaban Islam yang tangguh. Sehingga, generasi dan pendidiknya juga harus setangguh peradaban Islam yang akan ditegakkan.

Dengan paradigma bahwa pendidikan adalah salah satu hak warga negara yang harus dijamin oleh negara, maka negara dalam Islam, akan menjamin kebutuhan masyarakatnya. Jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan dengan menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang ahli di seluruh penjuru negeri.

Tidak akan dibiarkan kondisi kekurangan guru, apalagi sampai darurat kekurangan guru. Karena jika ini terjadi, berarti terjadi pelalaian terhadap hak warga negara dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt..

Tidak ada madrasah atau sekolah darurat guru. Dengan demikian, fungsi strategis guru sebagai pendidik generasi, mencetak generasi yang unggul, dan penakluk peradaban akan terjamin.

Wallahualam.

Maling Kotak Amal di Masjid Miftahul Jannah Terekam CCTV

0
Maling Kotak Amal di Masjid Miftahul Jannah Terekam CCTV
Seorang pria tertangkap CCTV saat mencuri kotak amal di masjid Miftahul Jannah, Guntung, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Aksi seorang pria terekam CCTV, saat sedang mencuri kotak amal di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Senin (16/12/2024), sekitar pukul 01.00 Wita. Rekaman video tersebut telah tersebar luas di sosial media (sosmed).

Bhabinkantibmas Guntung, Bripka Hardiansyah mengatakan, bahwa setelah mendapatkan laporan dari Ketua Rukun Tetangga (RT), pihaknya langsung bergegas mendatangi lokasi tersebut, tepat di RT.14.

“Adanya laporan tersebut kami langsung datang ke lokasi, dan memang benar kotak amalnya hilang. Ini sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Brpika Hardiansyah turut menyampaikan, walaupun isi kotak amal hanya terdapat sejumlah Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu saja, akan tetapi membuat sebagian masyarakat sekitar kecewa, lantaran uang yang berada di kotak amal tersebut untuk keperluan operasional masjid dan kegiatan sosial.

“Dengan adanya kejadian ini, pihak pengurus masjid berencana akan mencoba menambah keamanan,” paparnya.

Ia pun tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap bisa selalu waspada dan berhati-hati, agar kejadian seperti ini tidak terjadi berulang.

Dirinya pun berpesan kepada masyarakat, jika ada yang mengetahui atau dapat informasi lebih lanjut terkait pencurian kotak amal tersebut, maka sebisa mungkin untuk segera melaporkan ke pihak berwajib.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disnaker Berikan Pelatihan pada 1370 Peserta di Tahun 2024

0
Disnaker Berikan Pelatihan pada 1370 Peserta di Tahun 2024
Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Lukmanul Hakim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang telah melatih 1370 peserta pelatihan sepanjang tahun 2024 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Lukmanul Hakim mengatakan, bahwa pelatihan pada anggaran murni terdapat 748 peserta dan pada anggaran perubahan terdapat 622 peserta.

“Pelatihan kami yang di perubahan kebetulan baru kami tutup pada hari ini,” ujarnya, Senin (16/12/24).

Untuk penyerapan kerja sendiri pada pelatihan anggaran murni sebanyak 53 orang telah bekerja dan 36 orang berwirausaha. Data tersebut diperbarui terakhir pada Bulan Agustus 2024 lalu, sehingga kemungkinan ada penambahan peserta yang sudah bekerja ataupun membuka usaha sendiri.

“Untuk peserta pelatihan kan baru selesai ini jadi belum ada pendataan, kemungkinan Januari,” katanya.

Salah satu LPK yang bekerjasama dengan Disnaker Bontang, LPK Sandy, Erna yang membuka pelatihan barber mengatakan, pada tahun 2023 lalu ia telah melatih 20 peserta dan 5 di antaranya sudah membuka barbershop sendiri.

“Kalau yang tahun ini tadi barusan penutupan pelatihan, semoga secepatnya mereka bisa dapat pekerjaan atau membuka barbershop juga, dan sertifikasi mereka akan terbit Februari mendatang,” jelasnya.

Disnaker Bontang menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan kepada alumni-alumni pelatihan, dengan memastikan setelah mereka mendapat pelatihan apakah sudah bekerja atau malah membuka lapangan pekerjaan.

“Saya sering bilang ke peserta pelatihan, jangan selalu berharap mendapat pekerjaan, jadikan bekal pelatihan sebagai pembuka lapangan kerja,” lanjut Lukman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dua Anggota DPRD Baru Hasil PAW Dilantik, Risky Jadi yang Termuda

0
Dua Anggota DPRD Baru Hasil PAW Dilantik, Risky Jadi yang Termuda
Pelantikan dua anggota DPRD Kota Bontang lewat PAW, Risky Rusdiansyah dan Arfian Arsyad. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, telah melakukan pelantikan dua anggota baru, dimana pelantikan tersebut hasil dari Pergantian Antar Waktu (PAW). Kegiatan pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai III Sekretariat DPRD Kota Bontang, Senin (16/12/2024).

Anggota baru DPRD Bontang yang telah resmi dilantik adalah Risky Rusdiansyah dari Partai Gerindra. Risky menggantikan posisi Agus Haris. Diketahui Risky kini berusia 23 tahun, sebagai anggota DPRD Kota Bontang termuda.

Selanjutnya, satu anggota DPRD yang dilantik lewat PAW yakni Arfian Arsyad, yang menggantikan posisi Muhammad Aswar, dari Partai Gelora.

Diketahui, Risky juga telah ditempatkan di Komisi C, sedangkan Arfian Arsyad ditempatkan di Komisi A DPRD Bontang.

Sedikit informasi, sebelumnya Agus Haris dan Muhammad Aswar mengundurkan diri dari Anggota DPRD Kota Bontang, karena ingin maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sebagai calon Wakil Wali Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru di Beras Basah

0
BPBD Bontang Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru di Beras Basah
Ismail, Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memberikan himbauan terkait curah hujan tinggi di Bulan Desember, yang kemungkinan akan berlangsung hingga awal Januari 2025.

Kepala BPBD Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan, warga Bontang dan sekitarnya harus lebih waspada jika ingin liburan natal dan tahun baru (Nataru) di kepulauan Beras Basah.

Pihaknya telah mendapatkan peringatan tersebut dari BPBD Provinsi pada tanggal 12 November 2024 lalu, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Selain banjir, karena akan ada libur nataru kita juga bersiap untuk menjaga dan menghimbau para pengunjung terutama Beras Basah,” terangnya, Senin (16/12/24).

Ia menambahkan, angin kencang dapat membuat ombak menjadi tinggi serta arus air yang kencang. Jika memang ingin berlibur ada baiknya untuk melihat cuaca terlebih dahulu.

Selain itu untuk antisipasi menyambut lonjakan pengunjung, mereka nantinya akan melakukan rapat gabungan dengan kepolisian dan OPD terkait, agar dapat mengimbau mulai dari asosiasi kapal hingga pengunjung untuk menjaga keselamatan dari berbagai hal.

Pihaknya memperkirakan di Minggu, (29/12/24) dan Rabu, 1 Januari 2025 nantinya terjadi lonjakan, sehingga BPBD akan menurunkan anggotanya untuk berkeliling Pulau Beras Basah dan memberikan himbauan secara bergantian kepada para pengunjung.

“Kami akan sosialisasikan terkait tanaman apa saja yang harus mereka hindari, seperti bulu babi, kemudian tidak berenang di daerah rawan dan sepi dari pantauan,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

16 Tim Inovasi Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Terbaik TKMPN 2024

0
16 Tim Inovasi Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Terbaik TKMPN 2024
Tim Inovasi PT Pupuk Kaltim menerima penghargaan di TKMPN. (Ist)

BONTANG – Tunjukkan kapasitas terhadap penguatan budaya mutu di lingkungan Perusahaan, sebanyak 16 tim inovasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih penghargaan terbaik dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN), yang digelar Wahana Kendali Mutu di Denpasar Bali, pada 2-6 Desember 2024.

Prestasi yang berhasil diraih Pupuk Kaltim tahun ini diantaranya 2 Gold, 5 Platinum dan 9 Diamond sebagai penghargaan tertinggi. Pada kategori Gold, berhasil diraih PKM Cin1 Cin2 dan PKM PKT Futurist. Lalu predikat Platinum diraih PKM Recor, PKM Interiskting, PKM Fepi Go!!!, PKM Indesign-Alcoa, dan PKM Orkes PKT Sehat.

Sementara predikat Diamond masing-masing diraih PKM Duplex K5, PKM Performa, PKM Big Hero’s, PKM Liga Tiga Belas, PKM Green Carbon, GKM Ekspromit, PKM IDMS, PKM The Sentinels, dan PKM Simala 2. Seluruh inovasi yang diusung merupakan gagasan yang berhasil dicapai satu tahun terakhir, mulai efektivitas proses produksi dan operasional, hingga penerapan K3 Perusahaan dengan nilai efisiensi mencapai miliaran Rupiah.

“Penghargaan ini makin mengukuhkan Pupuk Kaltim sebagai industri berdaya saing global, yang terus mengedepankan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses di lingkungan perusahaan,” ujar VP Inovasi dan Pengembangan Manajemen Pupuk Kaltim Ratna Wydyanti, Kamis (12/12/2024).

Dikatakannya, TKMPN menjadi sarana bagi Pupuk Kaltim untuk mengukur efektivitas inovasi, guna mendukung komitmen perusahaan terhadap peningkatan mutu produksi dan efisiensi secara berkesinambungan. Seluruh tim inovasi yang ikut dalam ajang tersebut, telah diakui secara internal yang difasilitasi melalui kompetisi terbuka setiap tahun, yang tertuang dalam Pupuk Kaltim Innovation Summit.

Melalui konsep ini, Pupuk Kaltim menekankan jika penciptaan nilai melalui pengembangan ide kreatif yang dituangkan secara inovatif akan semakin berkembang, serta memberikan dampak lebih luas terhadap perbaikan seluruh aspek Perusahaan. Dimana seluruh unit kerja Pupuk Kaltim berlomba memberikan gagasan menarik dalam memperkuat budaya kerja secara efektif dan efisien.

“Didukung berbagai program pelatihan, pembinaan dan penghargaan, Pupuk Kaltim terus mendorong seluruh karyawan aktif berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” kata Ratna.

Pupuk Kaltim sebagai salah satu Industry Leader tanah air, kata Ratna, akan terus menggiatkan inovasi di segala bidang, sehingga performa perusahaan melalui pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada pengembangan Industry 4.0, dapat terus diperkuat secara berkesinambungan. Tim terbaik setiap tahun diberikan kesempatan mewakili perusahaan di ajang yang lebih tinggi seperti halnya TKMPN.

“Melalui TKMPN, kita bisa mengukur sejauh mana efektivitas inovasi untuk dikembangkan lagi kedepannya, sekaligus bukti nyata kepedulian insan Pupuk Kaltim terhadap budaya mutu dan inovasi di lingkungan Perusahaan,” tambah Ratna.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengapresiasi seluruh capaian yang berhasil diraih tim inovasi Pupuk Kaltim di ajang TKMPN 2024. Dirinya berharap prestasi ini menjadi semangat insan perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung realisasi target perusahaan.

Terlebih inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja Pupuk Kaltim, mengingat tingginya persaingan yang mengharuskan pelaku bisnis mampu menciptakan peluang menjadi market leader, guna menjaga kelangsungan operasional Perusahaan dengan menghasilkan keputusan yang efektif dan efisien.

“Kami ucapkan selamat bagi seluruh tim inovasi Pupuk Kaltim yang berhasil meraih prestasi di TKMPN tahun ini. Melalui inovasi, kita akan terus bertransformasi menjadi perusahaan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga adaptif dan berkelanjutan,” ungkap Soesilo.

Menurut Soesilo, kemampuan berinovasi akan menentukan sejauh mana perusahaan mampu bertahan dan berkembang, mengingat hal tersebut tidak hanya terbatas pada penciptaan sesuatu yang baru, namun juga menekankan pada menemukan cara baru dalam memperbaiki atau meningkatkan sesuatu yang sudah ada.

Maka seiring dinamika industri dan tantangan global yang kian kompleks, inovasi oun memegang peranan penting dalam memperbaiki proses di Pupuk Kaltim, utamanya meningkatkan efisiensi dan memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan. Dimana seluruh inovasi tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, namun turut membawa dampak positif jangka panjang bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.

“Pupuk Kaltim terus berkomitmen mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional, agar Perusahaan mampu menghadapi perubahan dengan lebih baik melalui inovasi yang diciptakan,” tutur Soesilo.

Ketua Penyelenggara TKMPN 2024 Setyo Budi Anang Yuliarto, mengatakan ajang ini menjadi wadah lahirnya inovasi fenomenal yang mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan organisasi. Tahun ini lebih dari 2.400 peserta yang tergabung dalam 650 tim dari 220 perusahaan nasional, BUMN, hingga internasional, berpartisipasi dengan berbagai gagasan menarik. Seluruhnya mempresentasikan 650 karya inovasi dalam 20 stream kompetisi, seperti Quality Excellent Activity (QEA) dan Quality Strategic Innovation (QSI).

“Kompetisi ini sekaligus menjadi sarana berbagi inovasi, pengetahuan dan pengalaman lintas sektor. Mulai dari farmasi, manufaktur, perbankan hingga organisasi nirlaba. Sekaligus menjadikan TKMPN ajang prestisius bagi para insan innovator dan pejuang mutu dari berbagai sektor,” jelas Anang.(*)

Pelantikan Gubernur dan Wali Kota Dilaksanakan Februari 2025

0
Pelantikan Gubernur dan Wali Kota Dilaksanakan Februari 2025
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pelantikan pasangan gubernur dan wakil gubernur akan dilaksanakan 7 Februari 2025, sementara pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih akan digelar secara serentak pada tanggal 10 Februari 2025 mendatang.

Koordiantor Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kota Bontang, Azis Maidy Muspa mengatakan, ketentuan ini berdasarkan pasal 22A Peraturan Presiden nomor 80 Tahun 2024. Dimana pemerintah akan menggelar pelantikan sebanyak dua kali.

Untuk pelantikan gubernur dan wakil gubernur diatur dalam pasal 22A ayat 1 dan pelantikan wali kota serta wakil wali kota di atur dalam pasal 22A ayat 2.

“Kalau pelantikan bupati dan wakilnya bersamaan dengan pelantikan wali kota dan wakil wali kota,” terangnya.

Dijelaskan pula dalam pasal 22A ayat 3 bahwa pelantikan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota dapat dilaksanakan melewati tanggal yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 dengan pertimbangan atau alas sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasa 2A ayat 3.

Penetapan pasangan calon terpilih dilakukan dengan ketentuan pada pasal 57 ayat 1a dan 1b yang berbunyi tidak terdapat permohonan perselisihan hasil pemilihan, paling lama tiga hari setelah KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota memperoleh surat pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi mengenai registrasi perkara perselisihan hasil pemilihan dalam buku registrasi perkata konstitusi atau terdapat permohonan perselisihan dalam pemilihan paling lama tiga hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi dibacakan.

“Untuk di Bontang tidak ada perselisihan semuanya aman, tapi memang gubernur ada perselisihan, jadi kita tunggu saja updatenya apakah mereka akan tetap melakukan pelantikan tepat waktu atau bagaimana,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

UMKM Maju, Pemkot Bontang Melaju

0
UMKM Maju, Pemkot Bontang Melaju
Mizda Mulyani. (Ist)

Oleh:
Mizda Mulyani
Mahasiswi Magister Administrasi Publik, Universitas Mulawarmanm.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah terbukti menjadi garda terdepan dalam perekonomian di Indonesia. Hal ini terbukti khususnya dalam pemulihan perekonomian di Indonesia pasca masa pandemi covid-19 yang lalu. Berdasarkan Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 17 Tahun 2023 tentang penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) di Indonesia, disampaikan bahwasanya masa pandemi telah berakhir dan berlaku per 21 Juni 2023. Tentu saja, pasca Covid 19, peningkatan perekonomian pun menjadi topik hangat. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi dilalui dengan kondisi perekonomian yang sulit. Selama masa pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa gejolak perekonomian mengalami penurunan, sehingga diperlukan langkah-langkah guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian kembali. Tidak hanya ditingkat nasional, namun juga wilayah kabupaten/ kota.

Hal ini pun sejalan dengan laporan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bontang Menurut Pengeluaran 2018-2022 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dinyatakan kondisi perekonomian Kota Bontang dalam produk domestik regional bruto (PDRB) dalam kurun 5 tahun terakhir. Diketahui sepanjang 2017 hingga 2020, PDRB industri pengolahan di Kota Bontang menukik tajam dari angka 83,93 menjadi 79,28 dan mengalami sedikit kenaikan pada 2021 menjadi 79,41. Sedangkan PDRB pada sektor perdagangan cenderung stabil, dari 2017 hingga 2020 tercatat sektor perdagangan mengalami kenaikan dari 2,48 menjadi 3,14, dan mengalami sedikit penurunan pada 2021 di angka 3,12.

Wali Kota Bontang Basri Rase memaparkan materi best practice, dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan, Kamis (2/6/2022) di Hotel Equator Bontang, menyampaikan, “Sektor perdagangan menjadi alternatif untuk meningkatkan ekonomi Bontang di tengah semakin menurunnya sektor industri pengolahan.” Maka, guna mengantisipasi penurunan perekonomian pasca dilaluinya masa Covid-19, Pemerintah Kota Bontang berusaha melakukan berbagai langkah guna peningkatan perekonomian melalui UMKM lokal Bontang.

Berdasarkan data yang diperoleh pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, bahwa jumlah pertumbuhan pelaku UMKM di Kota Bontang per Desember 2023 sebanyak 19.467 dan 20.406 pada akhir 2024 UMKM yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan dan 15 (lima belas) kelurahan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, maka dapat diperoleh data pertumbuhan UMKM di Kota Bontang, yakni pada tahun 2021 jumlah UMKM sebanyak 16.929, tahun 2022 sebanyak 19.065, tahun 2023 sebanyak 19.467 dan tahun 2024 sebanyak 20.406.

Lantas, bagaimana dengan dampak dari pertumbuhan UMKM saat ini? Tentu saja, dengan sejarah kemampuan Indonesia meng-handle gejolak perekonomian pada masa pandemi hingga pasca pandemi covid-19 yang lalu, besar harapan bahwa UMKM dapat benar-benar menjadi tameng pekonomian. Untuk melihat secara lebih jelas, menelaah lebih jauh kondisi perkembangan UMKM pada scope yang lebih kecil, seperti di Kota Bontang dapat menjadi pilihan. Dengan jumlah UMKM Kota Bontang per akhir tahun 2024 sejumlah 20.406 pelaku usaha, tentu saja Kota Bontang terus berupaya mencapai kestabilan perekonomian. Kondisi pertumbuhan pelaku usaha UMKM yang tergambar dari tahun 2021 hingga tahun 2024, bahwasanya terjadi kenaikan jumlah yang cukup signifikan dari tahun 2021 ke tahun 2022, yakni bertambah sejumlah 2.136. Namun, pada tahun berikutnya yakni pada tahun 2023 dan 2024, jumlah kenaikan pertumbuhan UMKM tidak lagi sebanyak pada tahun 2022 yang lalu.

Kondisi kenaikan jumlah pertumbuhan UMKM yang cukup signifikan pada tahun 2022 yang lalu, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan dana pemulihan ekonomi nasional berupa bantuan modal kerja produktif kepada 12 juta UMKM senilai Rp 2.400.000 bagi tiap UMKM. Bantuan ini diberikan dengan syarat yang terbilang cukup mudah, yaitu salah satu di antaranya adalah nomor induk berusaha (NIB). Kondisi inilah yang mendorong laju pertumbuhan pelaku UMKM cukup meningkat hingga lebih dari 2000 pelaku usaha pada tahun 2021 hingga tahun 2022.

Pemberian dana bantuan ini tentu menjadi pendorong dan penarik yang kuat bagi masyarakat sehingga menimbulkan fenomena berbondong-bondongnya masyarakat untuk membuat NIB dalam proses perizinan berusaha. Terlebih lagi, proses pembuatan perizinan berusaha yang mudah dan murah, bahkan gratis seolah-olah menjadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak ikut membuat NIB, guna memenuhi syarat sebagai penerima bantuan tersebut.

Hanya saja, kondisi ini bukankah hanya sebagai euforia semata? Hal ini dapat dilihat dari mulai menurunya tren kenaikan jumlah UMKM pada tahun berikutnya yakni 2023 dan 2024. Tidak hanya itu, setelah dua tahun berlalu pasca kebijakan pemerintah memberikan bantuan tersebut, belum dapat diketahui secara pasti jumlah UMKM yang secara aktif beroperasional, bukan hanya sekedar mengejar NIB semata? Dengan UMKM yang terdata dalam sistem perizinan berusaha sejumlah lebih dari 20.000, dengan jumlah tenaga teknis dan tenaga lapangan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang tidak seimbang, menjadi kendala dalam pemantuan UMKM aktif secara real melaksanakan kegiatan perekonomian di lapangan.

Tidak hanya itu, berbagai kendala eksternal bagi perkembangan dan keberlanjutan UMKM, tentu ikut berperan serta, bukan? Bagaimana tidak? Bukankah beberapa waktu belakangan ini, kabar mengenai beberapa usaha di negeri ini terpaksa gulung tikar!

Industri tekstil di Indonesia sedang dalam situasi “gawat darurat” menyusul penutupan puluhan pabrik serta pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 13.000 pekerja karena imbas pasar global lesu dan produk impor dari China membanjir, kata pengamat industri pertekstilan. Adakah solusi untuk persoalan ini (https://www.bbc.com/indonesia/articles/cmj2n2kxkgdo)

Sektor tekstil menjadi salah satu lini perekonomian yang cepat menerima dampak perekonomian dan persaingan global, termasuk pula bagi UMKM. Belum saja UMKM ini lahir dan berkembang, hambatan seolah telah siap sedia menghambat, bukan?

Hal ini pula yang terjadi di wilayah Kota Bontang. Sebut saja salah satu UMKM Kota Bontang, Batik Kuntul Perak. Batik lokal ini merupakan kain batik dengan berciri khas motif Kalimantan Timur seperti ornamen Dayak, ikan bawis yang merupakan ikan endemic di wilayah perairan Kota Bontang, dan motif pemandangan kawasan pesisir. UMKM lokal ini, tentu saja menghadapi tantangan gempuran batik asal negeri tirai bambu, yang super murah! Guna melindungi pertumbuhan dan keberlangsungan UMKM lokal, maka kebijakan dari pemerintah perlu dilakukan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang dengan mengeluarkan Surat Edaran Pemberdayaan UMKM di Kota Bontang dan Surat Edaran Membeli Produk Lokal Bontang. Melalui dua kebijakan surat edaran tersebut, Pemerintah Kota Bontang memberlakukan kebijakan penggunaan batik lokal Bontang sebagai seragam bagi pegawai di setiap hari kamis. Selain itu, Pemerintah setempat pun telah mengeluarkan seragam batik bagi pegawai pemerintah daerah dan juga seragam batik anak sekolah, dengan ciri khas motif Kota Bontang. Langkah-langkah tersebut merupakan langkah konkret pemerintah guna melindungi pelaku usaha lokal Langkah kebijakan perlidungan pelaku usaha tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemerintah pusat pun tengah mengkaji pemberlakuan tarif bea masuk bagi barang impor ke Indonesia. Di mana kebijakan ini sebagai pembatasan masuknya barang impor dengan harga yang jauh lebih murah dari produk lokal dalam negeri, Rencana kebiijakan pemberlakuan tarif bea masuk ini disebut-sebut mencapai hingga besaran 200%. Semoga saja, pemerintah terus berkomitmen dalam memajukan perekonomian dan sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan.

Tinggi Air di Wilayah Gunung Telihan Capai 80 Sentimeter, 34 KK Terdampak

0
Tinggi Air di Wilayah Gunung Telihan Capai 80 Sentimeter, 34 KK Terdampak
Kondisi pemantauan banjir di wilayah Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Luapan air sungai membuat wilayah Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat terendam banjir. Tinggi air di wilayah tersebut mencapai hingga 80 sentimeter, Sabtu (14/12/2024).

Lurah Gunung Telihan, Mochammad Cholid Hanafi mengatakan, wilayah Kelurahan Gunung Telihan yang terdampak banjir meliputi Jalan Bandung 1, Jalan Bandung 2, Jalan Samarinda, dan Jalan Semarang.

Bahkan, akibat adanya banjir di wilayah tersebut, ada sebanyak 24 rumah yang terendam, serta 34 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 103 jiwa. Padahal, upaya mitigasi banjir telah dilakukan sebelumnya oleh pihak kelurahan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

“Akibat adanya banjir, melumpuhkan aktivitas warga setempat. Permasalahan besar terkait aliran sungai yang menyempit, menjadi faktor penyebab utama terjadinya genangan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Diketahui, akibat lambatnya aliran air menuju ke sungai yang terletak di belakang PLTD MG, dapat memperburuk situasi akibat penyempitan aliran. Aliran air dari kawasan Jalan Letjend S Parman, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Pontianak mengarah ke lokasi tersebut, namun terkendala oleh sungai yang tidak mampu menampung debit air yang semakin meningkat.

“Penyempitan sungai ini membuat air sulit mengalir dengan lancar, sehingga menimbulkan genangan di banyak titik. Kami sudah melakukan upaya perbaikan drainase dan normalisasi sungai bulan lalu, namun masalah utama tetap pada sempitnya saluran air ini,” jelasnya.

Respon dari pihak kelurahan bersama dengan Tim Tanggap Bencana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang, telah turun langsung ke lokasi untuk memantau perkembangan dan mencari solusi jangka panjang. Tim masih melakukan koordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang lebih efektif.

Mereka juga sudah melakukan berbagai perbaikan, kenyataannya masih ada titik-titik yang rentan terhadap genangan, dengan begitu pihaknya masih tetap berupaya untuk menemukan solusi yang lebih efektif untuk menghindari bencana serupa di masa depan.

Diketahui, warga yang terdampak banjir dengan terpaksa tinggal di rumah dengan kondisi terbatas, menghentikan sebagian besar aktivitas mereka di dalam rumah karena akses jalan yang terendam.

Bahkan ada beberapa warga yang mengungkapkan rasa khawatir mereka akan ancaman banjir yang terus berulang, berharap adanya solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah tersebut.

Masyarakat bersama pemerintah daerah, kini berharap agar langkah-langkah yang lebih konkret dan sistematis dapat segera dilaksanakan untuk menangani masalah ini.

Dengan adanya solusi jangka panjang, diharapkan Kelurahan Gunung Telihan bisa terhindar dari ancaman banjir yang telah meresahkan banyak warga selama ini

Penulis: Dwi
Editor: Yusva Alam