Beranda blog Halaman 683

Banyak Tukang Belum Peduli Sertifikasi, Dedy: Manfaatkan Pelatihan Gratis untuk Kebaikan Masa Depan!

0
Banyak Tukang Belum Peduli Sertifikasi, Dedy: Manfaatkan Pelatihan Gratis untuk Kebaikan Masa Depan!
Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR Bontang, Dedy Nugraha. (Yusva Alam)

BONTANG – Saat ini masih banyak tukang-tukang bangunan yang belum peduli pada sertifikasi, padahal ke depannya sertifikasi sangat dibutuhkan profesi tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dedy Nugraha saat diwawancara redaksi Radarbontang.com, Selasa (19/9/2023).

Diungkapkan Dedy, ke depannya sertifikasi hampir dibutuhkan di semua lini pekerjaan, seperti proyek-proyek konstruksi. Ke depan syarat agar bisa mengikuti tender proyek salahsatunya adanya sertifikasi, utamanya sertifikasi yang terstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya insinyurnya saja yang harus tersertifikasi, namun tukang-tukangnya pun juga harus.

“Kalau tidak ada sertifikasinya bisa jadi gugur tendernya,” ujarnya singkat.

Dengan sertifikasi standar BNSP akan bisa digunakan di tingkat nasional atau seluruh wilayah Indonesia, bahkan digunakan untuk proyek atau bekerja di IKN.

Dikatakannya, seharusnya para tukang dapat memanfaatkan betul apabila ada pelatihan tersertifikasi gratis. Lantaran apabila mengikuti pelatihan mandiri biayanya cukup mahal.

“Masih ada yang tidak mengetahui fungsi sertifikasi di masa mendatang. Kata tukang tanpa sertifikat pun sekarang sudah bisa dapat pekerjaan. Seharusnya mereka bisa meninggalkan sebentar pekerjaan mereka, untuk ikut pelatihan yang waktunya paling lama 2 minggu,” bebernya.

Sekali lagi pihaknya menyarankan kepada para tukang untuk memanfaatkan momen pelatihan tersertifikasi. Hal ini untuk kebaikan profesi mereka ke depannya. (al/adv)

Warga Bontang Bersiap Mendaftar! Oktober Dinas PUPR Gelar Pelatihan Operator Alat Berat

0
Warga Bontang Bersiap Mendaftar! Oktober Dinas PUPR Gelar Pelatihan Operator Alat Berat
Ilustrasi alat berat. (ist)

BONTANG – Hingga akhir tahun nanti, Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Bontang masih akan menggelar beberapa pelatihan, salahsatunya pelatihan operator alat berat. Bagi warga Bontang yang berminat bisa bersiap-siap untuk mendaftar!

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dedy Nugraha mengatakan, pelatihan operator alat berat ini rencananya akan dilaksanakan Oktober 2023 mendatang. Kapasitas kuota peserta yang bisa ditampung adalah 35 peserta.

“Alhamdulillah dana pelatihan ini dari anggaran perubahan dan sudah diketok kemarin,” ujar Deddy saat diwawancara Redaksi Radarbontang.com, Selasa (19/9/2023) kemarin.

Durasi pelatihan ini akan berlangsung selama 12 hari. Untuk pemberian teori,  akan berlangsung di  Kantor PU lama di Jalan DI Pandjaitan. Sementara sisa waktunya akan digunakan untuk praktek dan ujian kompetensi.

Sementara untuk syarat peserta, pihaknya mengikuti ketentuan yang sudah berlaku nasional. Khusus pelatihan operator alat berat ini masuk pada syarat peserta jenjang 2, artinya bagi peserta lulusan SMK tidak dipersyaratkan pengalaman kerja. Sedangkan untuk lulusan SMA harus memiliki pengalaman minimal 1 tahun dan lulusan SD dan SMP pengalaman yang harus dimiliki minimal 2 tahun.

“Syarat ini sesuai dengan persyaratan kompetensi khusus tenaga kerja konstruksi (terampil) dari kementerian,” imbuhnya.

Dikatakan Dedy, di pelatihan ini tidak hanya diajarkan cara mengoperasikan alat berat, namun juga bagaimana pemeliharaan mesin-mesin alat berat. Seperti memperhatikan olinya dan lain-lain. Sehingga tidak hanya bisa menjalankan alat berat saja namun juga bisa memeliharanya.

“Jangan sampai bisa jalankan tapi kalau mesin rusak gak bisa ngapa-ngapain,” ungkapnya.

Nantinya peserta yang berhasil lulus akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dari BNSP. Sertifikat ini berlaku untuk tingkat nasional bahkan untuk proyek di IKN.

Apabila ada lowongan kerja di proyek IKN, peserta sudah bisa melamar dengan mencantumkan sertifikat tersebut.

“Sekarang sertifikat harus standar BNSP yang diterbitkan oleh kementerian. Sehingga berlaku nasional,” pungkasnya. (al/adv)

Dalam Semalam Tiga Pengedar Narkoba Berhasil Diringkus

0
Dalam Semalam Tiga Pengedar Narkoba Berhasil Diringkus
Ketiga pengedar narkoba sudah diamankan. (ist)

BONTANG – Tiga orang tersangka pengedar norkoba berhasil ditangkap dalam waktu semalam oleh Satresnarkoba Polres Bontang. Hal itu diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid.

“Tiga tersangka semua pengedar,” ujarnya mengutip dari Polresbontang.com.

Awalnya polisi meringkus warga Berbas Pantai berinisial PE 29 tahun. Tersangka dibekuk di depan halte SMP Negeri 2, Jalan IR H Juanda, Bontang Selatan, pada Selasa (19/9/2023) pukul 00.30 Wita.

Ketika digeledah ditemukan satu bungkus sabu yang digenggam di tangan kiri, dan dua bungkus plastik sabu di saku baju sebelah kiri.

“Saat diinterogasi, dia bilang dapat sabu 1,67 gram itu dari seorang pria,” katanya.

Selanjutnya, Satresnarkoba Polres Bontang melakukan pengembangan kasus dan berhasil meringkus Am (48) pemilik sabu yang sebelumya hendak diedarkan oleh tersangka PE

Warga Tanjung Laut Indah itu ditangkap pada pukul 01.30 wita di rumahnya bersama barang bukti 19 poket sabu seberat 12,96 gram, uang hasil penjualan Rp300 ribu, timbangan digital, sedotan plastik ujung runcing, bungkus rokok, dan ponsel.

“Semua sabunya disimpan di lemari dalam kamar, disembunyikan di bungkus rokok,” sebutnya.

Tak sampai di situ. Polisi juga memburu pemasok sabu untuk Am. Diketahui, belasan poket sabu itu dibeli dari seorang pria dengan sistem jejak di Jalan Poros Bontang-Sangatta, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pada pukul 05.30, Satresnarkoba Polres Bontang kembali meringkus pengedar sabu yang tak lain pemasok bagi tersangka sebelumnya yakni Am. Su pria 39 tahun  warga Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, ditangkap di kediamannya.

Su dibekuk bersama barang bukti dua poket sabu seberat 3,14 gram, uang hasil penjualan senilai Rp500 ribu, ponsel, pipet kaca, dan kertas tisu.

Sabu tersebut dia sembunyikan dalam kertas tisu yang dilakban, kemudian disimpan dalam kantong celana yang digantung di belakang pintu kamar.

“Dari pengakuannya sabu itu didapat dari seorang pria yang tinggal di Samarinda, sabunya diantar ke Bontang, itu sedang kami dalami,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, mereka kini ditahan di Mapolres Bontang. Ketiganya dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Editor: Yusva Alam

2.419 Penduduk Bontang Telah Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

0
2.419 Penduduk Bontang Telah Aktivasi Identitas Kependudukan Digital
Ilustrasi IKD (ist)

BONTANG – Identitas Kependudukan Digital (IKD) sudah mulai digunakan sebagian kecil masyarakat Bontang. Hal tersebut diungkapkan Kabid Piak dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin.

Terhitung sejak awal September sampai saat ini sudah 2 persen atau 2.419 warga Bontang telah melakukan aktivasi IKD. IKD merupakan KTP elektronik terdapat di dalam aplikasi yang bisa diakses menggunakan smartphone.

IKD dinilai sangat aman dan efektif untuk penggunanya, karena selain menyimpan KTP kita, ia juga menyimpan beberapa berkas penting.

“Dalam aplikasi tersebut tidak hanya KTP, ada juga Kartu Keluarga (KK), Kartu Vaksin Covid-19, NPWP, BPJS, DPT Pemilu 2024,” jelasnya.

Selain menyimpan surat-surat penting, di dalam aplikasi tersebut masyarakat juga bisa mengurus KK atau KTP melalui aplikasi tersebut tanpa harus langsung ke Disdukcapil.

“Aplikasi ini sebenarnya sangat memudahkan masyarakat kita, tapi memang kita harus menyebarkan ini secara bertahap,” tambahnya.

Untuk keamanan aplikasi tersebut, Thamrin menjelaskan bahwa orang lain tidak mungkin bisa mengakses sembarangan, karena sudah dilengkapi oleh PIN untuk masuk ke aplikasi. Juga aplikasi ini tidak bisa melakukan tangkapan layar.

“Sama kayak orang yang ngunci HP nya pake PIN, atau PIN ATM, itukan cuma kita sendiri yang tahu,” jelasnya.

Sebelumnya  diberitakan bahwa internal Disdukcapil dan ASN akan menjadi langkah awal penerapan ini, dan internal disdukcapil sudah mencapai 100 persen dalam penerapannya.

“Untuk beberapa OPD kami sudah lakukan aktivasi, belum semua, kami lakukan ini sambil jalan, karena kebetulan tahun depan sudah pemilu, jadi kami juga sibuk perekaman KTP juga ini,” bebernya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Ketahuan Bawa Sabu, Warga Bontang Baru Diamankan Depan Penginapan

0
Ketahuan Bawa Sabu, Warga Bontang Baru Diamankan Depan Penginapan
Pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang pria warga Bontang Baru ditangkap Satresnarkoba Polres Bontang bersama Satreskrim Polsek Bontang Utara pada sabu, Rabu (20/9/2023) pukul 01.00 Wita.

Pria 28 tahun berinisial TM dibekuk di depan sebuah penginapan di Jalan DI Panjaitan, Api-Api karena terlibat kasus narkoba.

“Kami geledah, dapat dua bungkus sabu dalam rokok, beratnya 0,98 gram,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Tri Soediantoro mengutip dari Polresbontang.com.

Polisi turut mengamankan handphone, bungkus rokok, dan sepeda motor yang digunakan tersangka.

Tersangka juga dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Wawali Sampaikan Tanggapan Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Raperda APBD 2024

0
Wawali Sampaikan Tanggapan Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Raperda APBD 2024
Wawali (kiri) menyerahkan tanggapan wali kota kepada Ketua DPRD Bontang (tengah). (ist)

BONTANG – DPRD Bontang menggelar Rapat Kerja dalam rangka ‘Penyampaian Tanggapan dan Jawaban Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD atas Raperda Kota Bontang Tentang APBD Tahun Anggaran 2024.’ Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bontang, Selasa (19/09/2023) siang.

Rapat kerja ini dibuka Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam dan dihadiri Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah rapat serta sejumlah Kepala OPD Kota Taman.

Najirah menyampaikan jawaban Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD atas Raperda Kota Bontang Tentang APBD Tahun Anggaran 2024.

Dimulai dari Fraksi Golkar dan Nasdem. Salah satu jawaban yang diberikan di antaranya, terhadap saran penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2024 yang harus sejalan dengan upaya percepatan pembangunan infrastruktur sesuai dengan tujuan dan visi peningkatan kesejahteraan masyarkat Bontang.

“Disampaikan bahwa prioritas pembangunan yang telah dituangkan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2024, telah memuat prioritas Pembangunan infrastruktur dan program-program dalam rangka mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagaimana dituangkan RPJMD Tahun 2021-2026 dan RKPD Tahun 2024,” ungkapnya mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.

Selanjutnya jawaban terhadap pandangan umum Fraksi PKB bersama PDI Perjuangan. Salah satu jawaban yang diberikan di antaranya, terkait saran agar pemkot memaksimalkan potensi pasar (perbelanjaan), wisata, perhotelan, restoran (rumah makan), parkiran dan transportasi darat dan laut serta peningkatan produk industri lokal di tiap-tiap kelurahan.

“Dapat disampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan dalam mempersiapkan Bontang pasca migas,” lanjutnya.

Kemudian dilanjutkan dengan jawaban terhadap pandangan umum Fraksi Gerindra bersama Berkarya. Salah satunya merupakan jawaban atas pertanyaan mengenai program prioritas pemerintah, untuk menanggulangi dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Bontang.

“Disampaikan bahwa dalam rangka percepatan penurunan angka pengangguran, dilakukan melalui program UMKM, urban farming dan job fair. Sedangkan untuk menekan angka kemiskinan dilakukan melalui penyediaan kebutuhan pokok, pemberian jaminan sosial dan pengembangan budaya usaha,” terang Najirah.

Berlanjut pada jawaban terhadap pandangan umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, yang salah satunya terkait dengan prioritas pembangunan polder Tanjung Laut dan Pembangunan Gedung Uji KIR.

“Dapat disampaikan bahwa pada tahun 2024 pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan polder di Kelurahan Telihan dan kolam depresi di Kelurahan Kanaan dalam rangka penanggulangan banjir di Kota Bontang. Atas permintaan agar pemerintah memprioritaskan Pembangunan Gedung Uji KIR dan pemanfatannya di Tahun 2023. Dapat disampaikan bahwa tahun 2023 akan dilakukan pemindahan peralatan uji KIR ke Gedung uji KIR Bontang Lestari, sehingga diharapkan pada Tahun 2024 pelayanan uji KIR di Bontang Lestari dapat direalisasikan.” Pungkasnya. (adv)

Hindari Pungli, Jukir Liar di Berbas Pantai Diimbau Urus Perijinan

0
Hindari Pungli, Jukir Liar di Berbas Pantai Diimbau Urus Perijinan
Tim gabungan saat mengimbau jukir liar di Kelurahan Berbas Pantai yang ditemui. (ist)

BONTANG – Bhabinkamtibmas Berbas Pantai, Aipda Styo Wahyudi beserta tim gabungan terdiri Satpol PP, Dishub, Babinsa Berbas Pantai, dan Staf Kelurahan Berbas Pantai mengimbau petugas parkir liar di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (18/9/2023) pukul 20.30 Wita.

Aipda Styo Wahyudi menekankan, agar juru parkir (jukir) liar yang ditemui di sepanjang pertokoan Jalan Sultan Hasanuddin mengurus perijinan penyelenggara parkir di Dinas Perhubungan.

“Disamping menghindari praktek pungli, adanya petugas parkir resmi, masyarakat akan mendapatkan pelayanan parkir yang lebih baik dan terjamin keamanan kendaraanya,” ungkapnya mengutip dari Polrebontang.com.

Sejalan dengan Aipda Styo Wahyudi, Kabid Dishub Kota Bontang, Andi S. Mori juga mengatakan, disamping menghindari praktek pungli, dari pendapatan pajak parkir dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu perlu dilakukan upaya optimalisasi terhadap pemungutannya.

“Kami harap jukir liar yang kami temui, dapat mengurus perijinannya, untuk mempermudah dalam pengawasan identitas mereka kami data,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

Rustam Nilai Harga Stand Animal Fest Terlalu Mahal

0
Rustam Nilai Harga Stand Animal Fest Terlalu Mahal
Ilustrasi maket stand Animel Fest Disdamkartan tahun lalu. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam menilai, harga Stand Animal Fest yang akan diselenggarakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang Oktober 2023 mendatang terlalu mahal bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, harga stand senilai Rp 2,7 juta untuk enam hari itu dinilai tidak sejalan dengan misi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi mikro.

“Dengan harga segitu, berarti mereka harus bisa dapat Rp 450 ribu sehari. Sanggup nggak pelaku usaha ini dapat segitu, apalagi kalau cuman jual minuman, saya rasa tidak tercover itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Politisi Golkar itupun menawarkan solusi agar membagi setiap cluster stand, dengan harga yang berbeda antar setiap penyewa.

”Lebih baik dibedakan harganya. Misalnya penjual minuman Rp 450 ribu enam hari, penjual makanan dan lainnya Rp 500 ribu, dan stand pameran atau promosi misalnya perbankan bisa Rp 2 juta, karena mereka (pameran/promosi) outputnya untuk memperkenalkan bukan keuntungan, beda dengan UMKM. Jadi jangan dipukul rata itu keliru,” imbuhnya.

Dirinya berharap kegiatan ini bisa sejalan dengan mengutamakan para pelaku UMKM, demi kesejahteraan masyarakat Bontang.

“Paling penting bagaimana setiap kegiatan instansi pemerintahan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tidak perlu mencontoh dari luar. Misal di Samarinda gandeng perusahaan, lembaga dan lainnya. Beda dengan pelaksanaan di Bontang yang didominasi pelaku UMKM. Jadi tidak adil kalau mau disamakan orang perbankan sama penjual minuman,” tekannya.

Rustam menegaskan, pasca covid-19 banyak pelaku UMKM sedang berusaha memulihkan ekonomi mereka. Pemerintah harusnya membuka ruang bagi mereka, bukan malah justru mengambil untung dari aktivitas ekonomi masyarakat kecil.  (al/adv)

Dewan Dukung Penegakan Perda Penertiban Anjal dan Gepeng

0
Dewan Dukung Penegakan Perda Penertiban Anjal dan Gepeng
Satpol PP menertibkan anjal dan gepeng beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Upaya penegakan perda penertiban anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian marak di Kota Bontang, mendapat dukungan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.

Penanganan masalah sosial ini menurutnya sudah seharusnya dilakukan, agar  tercipta kota taman yang kondusif, tertib, aman dan nyaman.

“Kami sepakat dan sangat mendukung. Apalagi kebanyakan mereka (gepeng) ini dari luar Bontang. Kalau kita biarkan malah nanti semakin banyak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Apabila para gepeng tersebut merupakan warga Bontang, maka dirinya mengaku siap membantu bersama pemerintah daerah. Seperti menyediakan rumah tinggal layak huni, pemberdayaan sosial dan ekonomi, pemberian bantuan sosial, dan lain-lain.

”Kalau betul-betul murni orang Bontang yang mengemis karena tidak mampu, oke akan kita bantu. Tapi kan realitanya kebanyakan ada yang koordinir dan bukan asli dari Bontang,” terangnya.

Selain itu kendala lainnya adalah, para gepeng ini dapat membahayakan pengguna lalu lintas, lantaran meminta-minta di pinggir jalan. Ia meminta semua pihak ikut berpartisipasi dengan tidak memberikan sesuatu, agar tidak membahayakan dirinya sendiri juga orang lain.

“Kami tidak larang masyarakat bersedekah. Tapi jangan sampai kebaikan kita justru memicu semakin banyak gepeng ke sini, dan menimbulkan masalah sosial baru. Mereka malah lebih milih ngemis daripada kerja yang lebih layak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Bontang Ahmad Yani melalui Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol-PP Eko Mashudi mengatakan, upaya penertiban Anjal dan Gepeng ini terus dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bontang sesuai dengan Perda Kota Bontang yang berlaku.

“Hal ini sesuai dengan Perda Bontang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Serta Perlindungan Masyarakat. Maka upaya penertiban para gepeng di Kota Bontang perlu semakin massif dilakukan,” pungkasnya. (al/adv)

Peran Penting Perempuan Ajak Masyarakat ke TPS

0
Peran Penting Perempuan Ajak Masyarakat ke TPS
Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Organisasi Wanita Bontang Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Di pemilu tahun 2022 lalu, hanya  hanya 70 persen masyarakat di Kaltim yang pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 100 persen yang terdaftar memiliki hak pilih.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sigit Alfian  mengatakan, sosialisasi ini penting, karena diharapkan pada tahun 2024 mendatang 100 persen warga Kaltim yang memiliki hak pilih bisa menggunakan suaranya.

Di Kota Bontang sendiri terdapat 131.595 pemilih, pemilih laki-laki sebanyak 68.135 dan pemilih perempuan sebanyak 63.459.

“Kami pinginnya masyarakat Kaltim bisa pergi ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya di Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Organisasi Wanita Bontang Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, Senin (18/9/23).

Alasan Kesbangpol memilih organisasi wanita Bontang sebagai peserta, karena perempuan dinilai memiliki kekuatan untuk mengajak dan menyebarkan informasi kepada keluarga dan sekitarnya.

“Selain dengan teman dan lingkungan sekitar, seorang perempuan yang merupakan ibu rumah tangga diyakini pasti bisa memberitahu keluarganya untuk dapat pergi ke TPS saat pemilu nanti,” bebernya.

Ketika para pemilih hanya sedikit yang mau ke TPS, kinerja kesbangpol akan terlihat lemah karena tidak bisa merangkul masyarakat untuk melakukan pemilihan. Disadari selama ini sosialisasi pemilu hanya kepada kelompok masyarakat tertentu.

“Selain itu saya ingin menyampaikan kepada mereka juga untuk melakukan pemilu yang damai, saya yakin kalau perempuan sudah bicara pasti didengar dan dilaksanakan,” tambahnya.

Dikatakan juga bahwa Kaltim ini rawan pemilu, artinya karena etnis yang begitu banyak, perpecahan lebih mudah terjadi jika tidak sependapat. Sehingga pendekatan akan semakin berat dan itu menjadi tugas Kesbangpol untuk menyatukan.

“Dengan melakukan pendekatan lewat para ibu-ibu rumah tangga ini, diharapkan bisa mempersatukan kita semua, jadi pengunjung TPS juga bisa meningkat,” harapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam