Beranda blog Halaman 683

Rumah di Bontang Kuala Ambruk, Diduga Terhempas Angin Kencang Semalam

0
Rumah di Bontang Kuala Ambruk, Diduga Terhempas Angin Kencang Semalam
Kondisi bangunan yang ambruk di wilayah Bontang Kuala, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebuah bangunan yang berada di wilayah Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, lebih tepatnya sejalur dengan Rumah Makan Anjungan Indah, ambruk dalam sekejap. Ambruknya bangunan itu diduga terkena angin kencang, Rabu (18/12/2024), sekitar pukul 03.00 Wita.

Atik, tetangga sekitar menyampaikan bahwa, bangunan tersebut sudah berjalan selama 11 bulan, akan tetapi dalam tahap pengerjaan yang terbilang cukup lambat, hingga saat ini baru memasuki tahap bagian atap dan tiang rumah.

“Tiba-tiba bangunannya ambruk, kemungkinan akibat terkena angin kencang semalam,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Tidak hanya itu saja, rumah Atik di bagian dapurnya pun ikut terdampak, yang dimana bagian dinding dapur jebol dan lantai dapurnya pun menjadi miring.

“Dapur saya ikut terdampak juga mbak, karena berdekatan dengan pembangunan di belakang,” paparnya.

Diketahui, sang pemilik bangunan sedang dalam perjalanan pulang kampung beberapa hari yang lalu, sehingga saat kejadian bangunan rumahnya ambruk, pemilik rumah tak berada di lokasi.

“Yang punya rumah lagi mudik, kemungkinan 2-3 hari yang lalu baru berangkat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

SDN 016 Tihi-tihi Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota, Seluruh Warga Terlibat Jaga Kebersihan dan Kelestarian Laut

0
SDN 016 Tihi-tihi Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota, Seluruh Warga Terlibat Jaga Kebersihan dan Kelestarian Laut
Kepala Sekolah SDN 016 Bontang Selatan, Tri Ayuningsih Pujiastuti. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Salah satu sekolah yang berada di tengah perairan, yakni SD Negeri 016 Bontang Selatan tepat berada di kampung Tihi-Tihi berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Selasa (17/12/24) kemarin.

Kepala Sekolah SDN 016 Bontang Selatan, Tri Ayuningsih Pujiastuti mengatakan, raihan ini menjadi tantangan bagi dirinya karena sekolah yang berada di atas laut menjadi tempat yang rawan oleh sampah, apalagi jika ada arus yang membawa.

Ia menyebutkan, selain persiapan yang tidak berbeda jauh dari sekolah-sekolah lain. Pihaknya lebih menonjolkan sumber daya alam yang ada di sana sebagai suatu kelebihan.

“Ini tantangan juga untuk LH, membawa sekolah yang berada di atas laut untuk mengikuti Adiwiyata dan ini memang pertama kalinya,” terangnya.

Menjadi tantangan dari sekolah tersebut adalah mereka tidak hanya melibatkan orang tua murid, karena jumlah murid yang juga sedikit, tapi mereka melibatkan seluruh warga Tihi-tihi. Mereka dituntut untuk dapat menjaga kebersihan sekitar, tidak hanya di wilayah sekolah namun juga seluruh Kampung Tihi-tihi.

“Untuk tanaman rindang kami sudah tidak bisa karena di atas laut, jadi kami totalitas menjaga kebersihan, alhamdulillah seluruh warga serta anak-anak di sana tidak membuang sampah di laut,” terangnya.

Selain itu mereka juga menerapkan pola hidup sehat. Di SD tersebut tidak tersedia kulkas, makan dan minuman yang disediakan juga bukan minuman kemasan ataupun makanan siap saji. Mereka mengolah sendiri makanan dan minuman dengan sumber daya alam sekitar.

“Bakso, pentol yang kami sajikan saja terbuat dari ikan, dan yang mengolah kantin tersebut juga dari paguyuban,” terangnya.

Pihak sekolah hanya menyediakan hamparan meja untuk makan, sisanya ia menyerahkan kepada paguyuban untuk berjualan, “Siapapun yang ingin berjualan hari itu, kami persilahkan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa penilaian ini menjadi tantangan bagi dirinya yang juga masih baru di sekolah tersebut. Apalagi pada 2023 lalu warga di sana belum paham apa itu Adiwiyata, namun ia terus melakukan edukasi dan pelan-pelan melakukan implementasi sehingga tahun 2024 ini berhasil mencapai hal tersebut.

Diketahui total murid kelas 1 hingga 6 SD di sana hanya berjumlah 35 orang, sehingga keterlibatan masyarakat sangatlah penting untuk mencapai Adiwiyata ini. Ia juga menargetkan untuk Adiwiyata tingkat provinsi dengan menjaga yang sudah baik dan meningkatkan kelestarian sumber daya alam.

“Anak-anak di sana harus lebih explore lagi, karena mereka di atas laut mereka harus mencintai laut dan menjaganya,” harapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tantangan Sampah di Pulau Beras Basah: Solusi dan Rencana 2025

0
Tantangan Sampah di Pulau Beras Basah: Solusi dan Rencana 2025
Kabid Pariwisata Dispoparekraf, Muhammad Ihsan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Saat liburan besar keagamaan maupun akhir tahun, Pulau Beras Basah akan mengalami lonjakan pengunjung. Permasalahan menahun seperti sampah menjadi perdebatan.

Pasalnya, masyarakat yang membawa sampah dari darat sering kali meninggalkan sampah mereka di Pulau Beras Basah, sehingga terjadi penumpukan. Padahal mereka selalu diimbau untuk membawa kembali sampahnya ke darat saat pulang.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang mengatakan, hingga saat ini sampah masihlah tanggung jawab dari pengunjung.

Namun Dispoparekraf telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahwa mereka telah menyediakan pengangkutan sampah yang telah dibawa ke daratan. Bahkan asosiasi kapal juga bersedia untuk membantu masyarakat membawa sampah mereka ke darat.

“Kami terus melakukan himbauan tiap tahunnya, tapi agak sulit untuk mengharapkan kesadaran tersebut,” terangnya.

Untuk itu pada tahun 2025 mendatang, pihaknya akan menambahkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan di pekerjakan untuk mengurus sampah di tempat-tempat wisata khususnya beras basah.

“Itu sudah kami siapkan SDM nya, jadi tahun 2025 kami akan fokuskan mereka untuk mengurus sampah, sehingga tempat-tempat wisata kita dapat bersih dari sampah,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Renovasi Lang-lang Tahap Finishing, Desember Ini Bakal Diresmikan

0
Renovasi Lang-lang Tahap Finishing, Desember Ini Bakal Diresmikan
Lapangan Bessai Berinta Lang-lang menuju rampung. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Proyek renovasi Stadion Bessai Berinta telah memasuki tahap finishing. Hanya tinggal melakukan bersih-bersih sebelum akhirnya 100 persen rampung.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Rafidah menegaskan, bahwa lapangan tersebut sedang dilakukan pemasangan tulisan yang berada di depan pintu masuk lang-lang.

“Sudah 99 persen, 1 persen finishing, karena masih ada sisa debu dan rumput-rumput sudah mulai panjang, jadi segera di bereskan,” terangnya, Selasa (17/12/24).

Adapun beberapa penambahan kekurangan akan dilanjutkan tahun 2025 mendatang, seperti penambahan rolling door untuk UMKM, perbaikan tribun, pengecatan area atletik khusus disabilitas dan perbaikan rumput untuk lapangan bola.

Ke depannya lapangan bola tidak boleh lagi digunakan sebagai area untuk membuat acara ataupun berjualan, karena dapat merusak rumput dan membuat tanah menjadi bergelombang, “Nantinya benar-benar hanya untuk latihan atau pertandingan bolan saja,” tambahnya.

Untuk itu mereka juga membuatkan panggung khusus yang dapat digunakan jika ingin membuat acara di Lang-lang, “Panggung itu belum ada atapnya, itu juga kita lanjutkan 2025 nanti,” tambahnya.

Perbaikan lampu juga akan dilakukan, karena nantinya lapangan tersebut dapat digunakan hingga malam hari. Ditambah lagi akan ada perencanaan untuk pemberlakukan retribusi.

Untuk peresmian akan dilakukan pada Desember 2024 ini juga, namun pihaknya belum menetapkan tanggal pasti pembukaannya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Komplotan Pencuri Peralatan Teknik dan Tabung Gas Diringkus

0
Komplotan Pencuri Peralatan Teknik dan Tabung Gas Diringkus
Salahsatu barang bukti yang diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang, bekerja sama dengan Jatanras Polda Kalimantan Timur (Kaltim) serta Unit Reskrim Polsek Bontang Utara, berhasil mengamankan komplotan pencurian peralatan teknik dan tabung gas, Minggu (15/12/2024) kemarin, sekitar pukul 17.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto mengatakan, dalam kasus pencurian tersebut, terdiri dari empat orang pria, yang berinisial GVH (25), DY (38), RD (37), dan YE (32).

Untuk penangkapan, keempat pelaku diamankan di waktu dan lokasi yang berbeda-beda, seperti GVH, DY, dan RD diamankan pada Minggu (15/12/2024), sedangkan YE diamankan pada Senin (16/12/2024) kemarin.

Terdapat tiga lokasi pencurian yang dilakukan, meliputi lokasi pertama di Gereja HKBP pada 8 November 2024. Pelaku mencuri peralatan teknik seperti stamper, pompa alkon, mesin gerinda, dan material bangunan lainnya.

“Dengan total kerugian mencapai jutaan rupiah,” ucapnya.

Selanjutnya, di lokasi kedua pada 13 Desember 2024, pelaku beraksi di Ruko milik Zulkifli yang berada di Jalan Parikesit. Dimana pelaku mengambil sebanyak 30 tabung gas LPG 3 kg.

“Di lokasi kedua, kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp 7,5 juta,” paparnya.

Hingga di lokasi yang terakhir, pelaku menjalankan aksinya di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, pada 19 September 2024 lalu. Mereka mencuri mesin alkon, mesin bor beton, gergaji mesin pemotong kayu, genset, hingga dinamo hoist.

“Kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang telah diamankan, berupa satu buah vibrator beton, 27 tabung gas LPG 3 kg, satu unit sepeda motor Honda Beat.

“Para terduga kini telah diamankan di Polres Bontang, dengan sejumlah barang bukti yang kita dapat. Kami akan melakukan pengembangan terkait kasus ini, kemungkinan masih adanya keterlibatan terduga lainnya serta barang bukti,” jelasnya.

Sehingga kasus ini menambah daftar panjang kejahatan pencurian yang berhasil diungkap Polres Bontang, dengan kerja sama yang solid antara tim kepolisian dengan masyarakat, diharapkan keamanan di wilayah Kota Bontang dapat terus terjaga.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DSPM Bersama 4 Lembaga Amal Sinergi Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrim

0
DSPM Bersama 4 Lembaga Amal Sinergi Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrim
Salahsatu aksi intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim di Bontang. (Ist)

BONTANG – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) bersama empat badan amal yang di motori Baznas Kota Bontang, UPZ Baznas PT Pupuk Kalimantan Timur, LAZ PT Yaumil dan LAZ Baitul Mal Barakatul Umah (BMBU) bersinergi melakukan intervensi bareng terhadap 149 Jiwa dari 42 KK total data yang mengalami kemiskinan ekstrem.

“Sesuai instruksi Presiden RI Pak Joko Widodo beberapa waktu lalu, bahwa kemiskinan ekstrem harus dituntaskan atau zero di akhir tahun 2024,” kata Kepala Dinas Sosial dan PM, drg Toetoek Pribadi Ekowati.

Ditemui di ruang kerjanya, Kadis Sosial dan PM menuturkan, seiring dirinya menjabat di DSPM dan menyadari kemiskinan ektrem harus dilakukan percepatan pensasaran, maka dilakukan roadshow ke lembaga amal.

“Waktu itu saya didampingi para kabid melakukan silaturahmi ke LAZ BMBU, UPZ Baznaz PKT dan koordinasi intensif dengan Baznas hingga LAZ Yaumil. Lalu dilakukan pertemuan membahas aksi bersama,” terangnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, bahwa sesuai hasil kesepakatan untuk Baznas mengcover semua kepala keluarga yang masuk kemiskinan ekstrem di semua wilayah, yakni 42 KK dengan 149 jiwa Total Rp 84 juta. Dengan perbulan satu juta rupiah untuk Nopember dan Desember 2024, serta sudah selesai disalurkan langsung oleh Pimpinan Baznas didampingi Dinsos terbagi dalam tiga tim.

“UPZ Baznas PKT khusus memberikan bantuan kepada penerima manfaat yang ada di area buffer zone Api-Api, Bontang Baru, Gunung Elai dan Loktuan total 15 KK 59 jiwa. Dengan nominal dua juta rupiah perbulan selama dua bulan atau total Rp 60 juta,” rinci dokter gigi ini.

LAZ Yaumil PT Badak di Berbas Tengah dan Berbas Pantai dengan total KK ada 7 dengan jumlah jiwa sebanyak 25 dengan total bantuan Rp.28 juta. Sementara itu LAZ BMBU dalam proses eksekusi untuk data kemiskinan ekstrem area kecamatan Bontang Barat.

“Alhamdulillah saya sampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Baznas Kota Bontang, UPZ Baznas PT Pupuk Kaltim, LAZ Yaumil PT Badak dan LAZ BMBU,” tandasnya.

Menurut Toetoek, semua yang masuk data kemiskinan ekstrem hasil pemapadanan di Kota Bontang, sudah berhasil diintervensi kerja kolaborasi dan sinergi dengan lembaga amal serta dukungan OPD terkait.

Dia tambahkan, mulai hari ini DKP3 melalui bidang ketahanan pangan menyalurkan beras 20 kg/kk yang bersumber data dari P3KE bersumber dari bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

OPD lain yang sudah berpartisipasi dalam pensasaran percepetan penanganan kemiskinan ekstrem adalah Disnaker melalui prioritas alokasi berbagai jenis pelatihan yang digelarnya.

“Dinsos tetap membuka diri dan mempersilakan lembaga amal dan OPD lain untuk tetap bisa berpartisipasi sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi untuk pengentasan 42 KK yang masuk data P3KE,” imbuhnya.

Konfirmasi terakhir BMH juga akan turut andil dalam pengentasan kemiskinan ekstrem ini total Rp.3,2 juta dengan rincian uang Rp.200 ribu dan paket sembako senilai Rp.200 ribu untuk 8 KK. (rls)

Editor: Yusva Alam

Pelataran BK yang Amblas Setelah Penutupan Pesta Laut Mulai Diperbaiki

0
Pelataran BK yang Amblas Setelah Penutupan Pesta Laut Mulai Diperbaiki
Pelataran BK yang dilakukan perbaikan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Rafidah memeriksa kondisi pelataran Bontang Kuala, Senin (16/12/24). Pelataran tersebut dikabarkan turun akibat ribuan orang melompat-lompat saat penutupan pesta laut beberapa waktu lalu.

Rafidah mengungkapkan bahwa, antusias pesta laut tahun 2024 ini meningkat jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam penutupan acara tersebut ribuan orang menikmati musik, sehingga mereka memenuhi depan panggung untuk berjoget hingga melompat yang menyebabkan hentakan.

“Karena penuh depan panggung dan mereka lompat-lompat, jadi turun itu, apalagi masyarakat pingin lihat pelataran BK yang baru, jadi banyak sekali yang datang,” terangnya, Selasa (17/13/24).

Diketahui, luasan wilayah yang mengalami penurunan berkisar 15×15 meter dengan lantai yang turun paling rendah hingga 15 cm, sehingga pihaknya akan kembali menambahkan kayu agar tingginya kembali rata satu sama lain. Adapun penambahan tersebut dibuat menjadi lebih kuat dari semula.

Rafidah menambahkan, bahwa saat pesta laut berlangsung pengerjaan pelataran hanya menyisakan 3 persen saja dengan target dua hari dapat rampung. Namun karena ada penurunan di salah satu titik, kemungkinan dalam seminggu ke depan pelataran akan mencapai 100 persen.

“Target kita tanggal 22 itu sudah rampung semua,” jelasnya.

Meskipun begitu, Rafidah dapat memastikan bahwa seluruh pelataran Bontang Kuala aman dengan beban ribuan pengunjung. Ke depannya mereka akan lebih memperhatikan acara yang diselenggarakan di pelataran tersebut.

“Kalau cuma orang nari dan lain sebagainya aman, tapi kalau kumpulan orang jingkrak-jingkrak pasti turun, buktinya hanya satu titik itu saja yang turun,” tambahnya.

Dalam setahun mereka akan melakukan pemeliharaan dan memastikan tidak ada lagi bagian-bagian tertentu yang amblas. “Kita akan lihat kekuatan tiang-tiang tersebut selama setahun ke depan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kelurahan Satimpo Sabet Posisi Pertama Sebagai Kelurahan Bersih dan Hijau 2024

0
Kelurahan Satimpo Sabet Posisi Pertama Sebagai Kelurahan Bersih dan Hijau 2024
Kelurahan Satimpo menerima penghargaan kelurahan bersih dan hijau. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kelurahan Satimpo berhasil mendapatkan posisi pertama dalam penghargaan Lingkungan Hidup yang diberikan Pemerintah Kota Bontang dengan kategori Kelurahan Bersih dan Hijau Kota Bontang.

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan, bahwa pihaknya harus dapat mempertahankan kategori ini pada tahun 2025 mendatang.

Ia juga akan mengimbau kepada masyarakat, agar keberhasilan tersebut tidak lepas dari perilaku masyarakat yang berhasil mempertahankan hidup sehat dan bersih, serta pengolahan sampah yang baik dan pemanfaatan pekarangan yang maksimal.

“Kelurahan tidak bisa apa-apa tanpa keterlibatan masyarakat semua,” katanya dalam kegiatan penganugerahan lingkungan hidup DLH Bontang, Selasa (17/12/24).

Ia menyebutkan, ketua-ketua RT sangatlah berperan penting, karena tidak bosan-bosannya mereka mengingatkan warga selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Adapun perusahaan, pokja sehat kelurahan, Kelompok Swadaya Masyarakat merupakan mitra kelurahan yang turut berperan penting dalam program-program yang ada di kelurahan.

Lebih lanjut, indikator secara garis besar yang menjadi penilaian adalah lingkungan yang berada di kelurahan tersebut bebas dari sampah, kelestarian lingkungan, dan secara berkesinambungan melakukan pengolahan sampah serta lingkungan.

Sebelumnya, Kelurahan Satimpo mendapatkan posisi keempat dalam kategori kelurahan bersih dan hijau di tahun 2023, dan kini pihaknya berhasil langsung naik ke posisi pertama.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Selesai Jabatan Wali Kota, Ini Aktivitas yang Ingin Basri Lakukan

0
Selesai Jabatan Wali Kota, Ini Aktivitas yang Ingin Basri Lakukan
Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menyatakan, usai masa jabatannya, dirinya ingin istirahat dari dunia politik.

Dirinya akan melakukan kegiatan lain sehabis menjabat, seperti menjalankan usaha. Untuk memberikan jeda waktu dari dunia perpolitikan.

Namun hal itu tidak selamanya. Basri akan rehat sejenak dari dunia politik sekitar 1 sampai 2 tahun. Dirinya akan sibuk untuk mengembangkan usahanya terlebih dulu.

“Istirahat dulu, tetapi bukan politik. Karena sudah 20 tahun ini sibuk di dunia politik,” ucapnya saat diwawancara, Senin (16/12/2024) kemarin.

“Intinya politik nanti dulu, saya mau istirahat,” paparnya.

Sebelumnya, Basri Rase bersama Chusnul Dhihin maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang dimana Pasangan Calon (Paslon) dengan nomor urut satu tersebut mendapatkan sebanyak 25.393 suara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Perdana, BNN Bontang Tes Urine Anggota DPRD

0
Perdana, BNN Bontang Tes Urine Anggota DPRD
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang kembali melakukan tes urine, dengan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang untuk menjalani serangkaian tes.

Diketahui, tes urin di DPRD Bontang dilakukan secara mendadak, kegiatan berlangsung setelah Rapat Paripurna ke 3, di Ruang Rapat Paripurna Lantai III Sekretariat DPRD Kota Bontang, Senin (16/12/2024) kemarin.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan kepada anggota DPRD Bontang, untuk tidak meninggalkan tempat rapat, karena akan dilakukan tes urine dadakan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Untuk teman-teman anggota DPRD jangan pulang dulu, karena kita akan melakukan tes urine terlebih dahulu,” ucapnya setelah rapat paripurna.

Di kesempatan yang sama, Kepala BNN Bontang, Lulyana Ramdhani mengatakan bahwa, ini pertama kalinya pihak BNN Bontang melakukan tes urine di wilayah DPRD Bontang, dimana hal ini untuk meningkatkan komitmen pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

“Selama ini DPRD Bontang belum pernah melakukan tes urine, jadi ini yang pertama kalinya,” paparnya.

Saat melakukan tes urine dadakan, ada sebanyak 129 orang yang mengikuti tes tersebut, meliputi 21 anggota DPRD Bontang, serta 118 orang lainnya yang merupakan TKD di Sekretariat Dewan.

“Semua kami kawal sampai selesai, jadi anggota DPRD yang menjalani tes langsung menunggu hasilnya masing-masing, termasuk juga dengan DPRD yang baru saja dilantik. Semoga semuanya bersih,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk dewan yang belum ikut serta dalam menjalani rangkaian tes urine, pastinya nanti akan melakukannya juga dengan waktu yang berbeda.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam