Beranda blog Halaman 687

Pencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga Diringkus Polisi

0
Pencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga Diringkus Polisi
Pelaku bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Seorang pria kedapatan mencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga, pada Sabtu (9/9/2023) lalu. Pria itupun berhasil diringkus Polsek Muara Badak.

MFA 24 tahun ditangkap karena merugikan perusahaan senilai Rp 4,3 juta.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Gatot Siswanto bilang, kejadiannya pukul 02.00 Wita, namun tersangka diringkus di hari yang sama pukul 14.00 Wita.

“Waktu mau ditangkap, tersangka sempat melarikan diri ke hutan,” katanya dikutip dari Polresbontang.com.

Awalnya saksi melihat tersangka masuk ke lokasi kejadian, tepatnya di sumur Badak menggunakan sepeda motor. Dia masuk dengan cara menggunting kawat pengunci pagar pintu sumur.

“Habis itu ambil barang-barang dia,” ujarnya.

Tersangka pun dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Harga Beras Kembali Melonjak, Ini Penyebabnya!

0
Harga Beras Kembali Melonjak, Ini Penyebabnya!
Pedagang beras di Pasar Tradisional Rawa Indah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komoditi beras kembali mengalami peningkatan harga. Hal itu terungkap dari penelusuran Redaksi Radarbontang.com ke Pasar Tradisional Rawa Indah.

Beberapa pedagang beras mengungkapkan, bahwa kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak awal Agustus 2023 lalu. Walaupun sebenarnya sejak awal tahun 2023 beras juga sudah mulai mengalami kenaikan harga, namun di awal Agustus ini kembali naik lagi.

Salah satu supplier beras di Pasar Tradisional Rawa Indah mengatakan kalau kenaikan harga beras kali ini dinilai cukup tinggi.

“Sebelumnya harga beras 25 kilogram sudah Rp 308 ribu sampai Rp 310 ribu, setelah lebaran nggak turun, malah naik,” ungkap Nisa, Penjaga Toko Supplier Beras, Selasa (12/9/23).

Harga beras 25 kilogram saat ini mencapai Rp 330 ribu hingga Rp 350 ribu. Sementara itu untuk beras kiloan di supplier paling murah yakni Rp 12.5 ribu.

Nisa menjelaskan, lonjakan harga tersebut diakibatkan banyak petani beras di di Pulau Jawa mengalami gagal panen, sehingga petani beras harus mengambil beras dari Sulawesi untuk kembali dikirim ke Kalimantan.

“Karena gagal panen, yang di Jawa ambil beras ke Sulawesi, makanya naik sekali,” ujarnya.

Andi, Pedagang Beras di lokasi yang sama pun mengeluhkan kondisi ini. Lantaran sejak awal tahun harga beras terus meningkat.

“Naik sekali harga beras, tapi memang katanya asli Sulawesi, saya juga ambil di supplier sebelah,” jelasnya.

Untuk harga besar yang ia jual lebih mahal dari harga supplier, karena sudah naik sangat jauh. Ia mengaku hanya mengambil untung sebanyak Rp 2 ribu. Untuk pembelian beras diakui lebih banyak yang langsung ke supplier.

“Ada saja yang beli pasti, karena kebutuhan sehari-hari, tapi karena naik kadang orang ke supplier,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sewa Stand Dinilai Mahal, Pelaku UMKM Menjerit

0
Sewa Stand Dinilai Mahal, Pelaku UMKM Menjerit
Ilustrasi salahsatu event di Bontang. (ist)

BONTANG – Para pelaku UMKM mengeluhkan mahalnya harga sewa stand di acara Animal Fest sebesar Rp 2,7 Juta per stand selama even berlangsung. Bahkan harga tersebut kurang lebih sama untuk event-event serupa lainnya yang pernah diadakan.

Kondisi ini mendapat perhatian dari anggota dewan.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mengatakan, harga stand atau sewa tenda untuk pelaku UMKM di acara Animal Fest Damkar yang akan digelar di Lapangan MTQ Lang-Lang Bontang Utara itu terlalu mahal dan sangat membebani para pelaku UMKM.

“Hampir Rp 3 juta itu mahal sekali,” ujarnya beberapa waktu lalu usai rapat paripurna di Gedung DPRD.

Event itu hanya digelar selama 7 hari mulai tanggal 16 – 22 Oktober 2023 mendatang. Menurutnya, sulit untuk mendapat target keuntungan dalam waktu yang relatif singkat tersebut. Padahal, seharusnya event-event semacam ini bisa memajukan sektor UMKM.

“Kasihan ini pelaku UMKM sangat menjerit. Kalau jualannya tidak rame kasihan mereka tidak balik modal. Harusnya ini kan jadi momen memajukan sektor UMKM,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan sesama koleganya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking yang meminta pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada pelaku UMKM. Raking berharap pemerintah bisa mengevaluasi harga sewa stand, agar lebih memihak kepada pelaku UMKM.

“Jangan terlalu besar biaya sewanya, atau kalau bisa masuk di anggaran untuk membantu mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku belum mengetahui seperti apa mekanisme penyewaan stand tersebut. Meski demikian, dirinya akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

”Terkait sewa tenda atau stand UMKM saya belum paham mekanismenya, belum pernah memonitor ini seperti apa. Karena biasanya ini terkait dengan biaya keamanan, kebersihan listrik dan lain-lain. Nanti akan kami lihat apakah itu sesuai regulasi atau seperti apa,” terangnya. (al/adv)

Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir

0
Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir
AH saat kunjungan lapangan beberapa waktu lalu ke SDN 007 Guntung. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengingatkan pemkot, agar saat merancang perencanaan untuk relokasi SDN 007 Bontang Utara agar memperhatikan masalah banjir.

AH sapaannya menyebut, bahwa sekolah tersebut sudah harus segera dilakukan relokasi, mengingat bangunan sekolah semestinya menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pendidikan.

Namun Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan, sebelum pemerintah merelokasi harus menyiapkan master plan yang sesuai, didesain supaya bebas banjir.

“Master plan ini yang akan menjawab semuanya. Semisal di wilayah tersebut rawan banjir maka konstruksinya harus ditinggikan, jangan sampai sudah jadi baru terlihat kurang ini dan itu,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot Bontang menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare di RT 15 untuk SDN 007 Guntung dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih.

Pembangunan gedung baru dilakukan secara bertahap. Di 2023 ini, Basri memerintahkan Disdikbud Bontang untuk memulai pengerjaan dengan melakukan pemantapan lokasi, dan membuat master plan melalui APBD Perubahan tahun ini. (al/adv)

Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama

2
Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama
Tari Jepen yang ditampilkan pada HUT Kota Bontang tahun 2022 lalu (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang 23 Oktober mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan menyajikan Tari Jepen.

Sekretaris Disdikbud, Saparuddin menjelaskan, Tari Jepen ini rencana awalnya akan dilaksanakan oleh seribu lebih penari dari pelajar SMP dan SMA/SMK. Namun setelah melihat situasi, jumlahnya ditambah lagi.

“Jadi awalnya hanya 1.500 penari, sekarang kita tambah kuotanya menjadi 2000 penari, penambahan penari dikarenakan antusias pelajar yang tinggi,” jelasnya.

Tarian Jepen akan terus ada dalam event besar, karena tarian ini merupakan ikon dari Kota Bontang. Selain itu, nantinya tentu akan ada BCC untuk pelaksanaannya. Tentu akan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah kota (pemkot).

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang, Dasuki menjelaskan, untuk konsep akan sama seperti tahun lalu yakni ditampilkan saat upacara di Lapangan Bessai Berinta.

“Untuk konsep kita akan lakukan sama seperti tahun lalu, namun akan dikemas lebih meriah,” ujarnya.

Untuk daftar kegiatan ia belum bisa membocorkan, karena masih akan dilakukan pembahasan dan pematangan lebih lanjut terkait kegiatan yang akan dilaksanakan untuk HUT Kota Bontang.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban

0
Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban
Pemberian bantuan dari Wali Kota Bontang di salah satu lokasi kebakaran. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam waktu satu bulan, musibah kebakaran menimpa rumah-rumah di 3 lokasi yang berbeda.

Wali Kota Bontang, Basri Rase pun menyerahkan bantuan langsung di 3 lokasi tersebut, yakni Kelurahan Berbas Pantai, Tanjung laut Indah dan Gunung Telihan, Senin (11/9/23).
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara di tiap lokasi kebakaran, rata-rata disebabkan oleh korsleting listrik, dan keadaan rumah kosong yang sedang ditinggal pemiliknya.

Musibah tersebut dinilai merupakan kelalaian pemilik rumah, lantaran meninggalkan rumah dalam kondisi barang elektronik masih aktif atau terpasang pada saklar listrik.
“Mungkin barangnya sudah dalam kondisi tombol dimatikan, seperti kipas, tapi kalau tetap tercolok ke saklar itu tetap akan panas, akhirnya meledak dan terjadi kebakaran,” ujar wali kota.

Ia tidak bosan-bosannya menyampaikan, bahwa sesepele meninggalkan rumah kosong ke masjid saja bisa terjadi kebakaran. Kewaspadaan harus tetap ada, mengingat beberapa hari kemarin cuaca cukup panas dan terkadang angin kencang yang bahaya jika ada api.
“Rata-rata tidak ada aktifitas, tidak ada orang, kalau ada kebakaran di tempat tersebut terus tidak ada yang sadar bisa merambat, bahaya,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan di Kelurahan Tanjung Laut berterima kasih kepada Pemkot Bontang, yang telah memberikan bantuan kepada warganya.
“Kami akan makin berhati-hati, agar hal seperti ini tidak terjadi, juga kepada tetangga sekitar agar tidak lalai saat meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai

0

BONTANG – Kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Berbas Pantai, Sabtu (9/9/2023) sore.

Si jago merah melalap 4 rumah di Gang Melawai RT 20 Kelurahan Berbas Pantai sekira pukul 16.00 wita.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran terjadi. Berdasarkan penuturan tetangga korban bernama Iyas, penyebabnya diduga karena korsleting.

Tiga dari 4 rumah yang terbakar dalam kondisi kosong, karena pemilik rumah pergi bekerja.

“Saya gak tau pastinya karena rumah yang pertama kali terlihat api dalam kondisi kosong. Saya lagi santai-santai di belakang rumah terus lihat api sudah besar,” ujar Iyas.

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai
Kondisi rumah korban kebakaran pasca api berhasil dipadamkan. (Yusva Alam)

Saat mengetahui ada api yang sudah membesar itu, iyas langsung memanggil tetangga-tetangganya untuk memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran.

Dari pantauan media ini, sekira pukul 17.00 wita api sudah berhasil dipadamkan. Warga di sekitar lokasi kejadian membereskan barang-barang yang berhambur, setelah dipindahkan karena takut menjadi korban kebakaran.

Sementara itu, Lurah Berbas Pantai, Supriadi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, sebanyak 4 KK atau 8 jiwa menjadi korban kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

Selanjutnya pihaknya akan membuat posko bantuan bagi korban kebakaran. Lantaran ada 1 KK yang belum mendapat tempat mengungsi. Sementara 2 KK mengungsi di tempat anak-anaknya dan 1 KK lagi sudah mendapat rumah sewaan baru sebelum kebakaran terjadi.

“Perusahaan-perusahaan sudah ada yang menghubungi saya untuk memberikan bantuan bagi korban kebakaran,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Relokasi Butuh Waktu, Pemkot Diminta Perbaiki Dulu Sapras SDN 007 Guntung

0
Relokasi Butuh Waktu, Pemkot Diminta Perbaiki Dulu Sapras SDN 007 Guntung
SDN 007 Bontang Utara saat dikunjungi pemkot dan DPRD beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam meminta Pemkot Bontang melakukan langkah penanganan, sebelum relokasi Gedung Sekolah SDN 007 Bontang Utara (BU) dilakukan.

Andi Faiz sapaannya mengaku sangat setuju dengan langkah yang akan diambil Pemkot Bontang, untuk merelokasi sekolah negeri yang saat ini berlokasi di Kelurahan Guntung itu. Lantaran kondisi sarana prasarana (sapras) sekolah tersebut sangat miris.

Pemkot pun sudah merencanakan akan merelokasi sekolah tersebut, ke lahan yang masih di wilayah Kelurahan Guntung. Lahan yang rencananya akan dibuat tempat relokasi pun sudah menjadi milik Pemkot Bontang, sehingga pemkot tak perlu repot-repot mencari lahan baru.

Namun begitu, menurut Politisi Golkar ini, upaya relokasi tersebut akan memakan waktu lama. Lantaran masih dalam tahap perencanaan.

“Memang pemkot sudah setuju relokasi, tapi masih butuh waktu. Karena melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Karena itu dirinya meminta agar pemkot melakukan langkah penanganan terlebih dulu sebelum melakukan relokasi. Penanganan itu bisa dengan memperbaiki beberapa sapras yang bermasalah di sekolah tersebut. Sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah itu bisa tetap berjalan dengan baik.

“Sembari menunggu relokasi yang memakan waktu lama, pemkot harus memperbaiki beberapa sapras di sekolah itu. Jadi murid-murid di sana bisa belajar dengan tenang. Kan relokasinya masih butuh waktu bertahun-tahun,” pungkasnya. (al/adv)

Banyak Redup, Lampu Penerangan Jalan Kembali Disoal Anggota Dewan

0
Banyak Redup, Lampu Penerangan Jalan Kembali Disoal Anggota Dewan
Ilustrasi salahsatu lampu PJU di Bontang. (ist)

BONTANG – Minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di beberapa wilayah di Kota Bontang, Kalimantan Timur kembali disoal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, beberapa LPJU di Jalan W.R Soepratman  (sepanjang jalan Masjid Al-Hijrah), Kelurahan Tanjung Laut, sampai ke Kelurahan Berebas Tengah mulai banyak yang redup bahkan padam.

“Banyak lampu-lampu mulai redup, sekira 70 persen sudah padam. Tolong ini jadi perhatian bersama untuk diperbaiki,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Politisi Gerindra ini kembali menyoal masalah ini lantaran dirinya sering dikeluhkan masyarakat. Di kawasan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas akibat minimnya penerangan.

“Di situ jalan raya, banyak kendaraan melintas. Harus diperhatikan fasilitas umumnya. Saya harap Pemkot Bontang bisa segera menindaklanjuti keluhan masyarakat ini,” timpalnya.

Wali Kota Bontang Basri Rase menjawab masalah itu. Dikatakannya, lampu yang kerap mati tersebut biasanya disebabkan karena gangguan atau trouble. Dirinya pun mengaku akan segera menindaklanjuti terkait masalah tersebut.

“Aspirasi DPRD harus bisa diterima semua. Saya akan minta seluruh kepala dinas rapat penganggaran, terkait apa saja yang perlu jadi perhatian kepada masyarakat,” terangnya. (al/adv)

Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun

0
Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun
Kapal Ro-Ro saat ditengok Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Direktur PT Bontang Transport, Abdul Malik, mengaku tidak menggunakan anggaran APBD Bontang untuk mengoperasikan kembali Kapal Ferry Bontang Ekspres II atau KM RoRo dengan rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi – Gilimanuk Bali.

Kapal RoRo yang sebelumnya kondisinya rusak parah dan tak laik berlayar, kini sudah bisa berlayar lagi sejak 16 Juli 2023. Dalam sehari, Kapal Roro mampu mengangkut penumpang kendaraan 15 kali trip dengan rute Ketapang-Gilimanuk.

“Sehari jalan dan sehari off. Tapi dalam sehari bisa 15 kali trip,” tutur Abdul Malik, kepada Media Kaltim, Jumat (8/9).

Menurutnya, untuk mengoperasikan kembali Kapal Ro-Ro, sejak dirinya dilantik Desember 2022, direksi PT Bontang Transport berusaha mencari pengelola yang tepat untuk mengoperasikan Kapal RoRo.

“Ini menjadi tantangan saya sejak dilantik. Saya beruntung didampingi direksi dan komisaris yang sangat paham dengan teknis kapal,” tuturnya.

Akhirnya, terpilih Eastern Pasific Shipping (EPS), perusahaan asal Jakarta. Sistem kerjasama yang dibangun dengan kontrak sewa selama 3 tahun dengan nilai Rp 5.040.000.000. Pembayaran dilakukan setiap tahun.

“Jadi setiap tahun nanti kita akan menerima Rp 1 miliar lebih. Dan secara operasional mereka semua yang menjalankan. Termasuk gaji standar UMK Banyuwangi, 24 karyawan kita di Kapal RoRo,” tuturnya.

PERBAIKAN RP 4 MILIAR DITANGGUNG PENGELOLA

Sebelum berlayar, jajaran Direksi telah menganalisa kerusakan Kapal RoRo. Termasuk melibatkan lembaga audit independen Bureau Veritas (BV) dari Perancis.

“Kami harus ambil keputusan berani. Karena hasil kunjungan kami, kapal ini bisa tenggelam bila tidak segera dilakukan perbaikan total. Nah benar saja, dari hasil rekomendasi BV, saat docking di galangan kapal Surabaya, baru terlihat, kondisi di bawah mesin sudah ada lubang dan hanya ditutupi kran. Bisa dibayangkan, bila ini tidak segera ditambal,” ungkapnya.

FOKUS BISNIS PELAYARAN

Abdul Malik mengatakan, dalam menjalankan usaha PT Bontang Transport, dirinya meminta perusahaan fokus dengan usaha pelayaran.

Tidak lagi terpecah dengan usaha lain, seperti pertamanan, bengkel, dan agen travel.

“Maka itu, begitu saya masuk, saya lihat dalam akte notaris, cukup banyak usaha yang dijalankan. Ada pelayaran, pertamanan, bengkel, dan agen travel. Saya minta core business hanya di pelayaran. Jadi sudah saya keluarkan dalam akte untuk jenis usaha lainnya,” bebernya.

Sementara aset-aset yang berkaitan dengan usaha di luar pelayaran, saat ini disimpan di gudang Loktuan. “Ada beberapa aset spare part mobil di gudang Loktuan. Saya tidak berani otak-atik,” tuturnya.

DOKUMEN KEDALUWARSA

Ada dua hal yang menjadi fokus Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik sebelum menjalankan kembali usaha pelayaran.

Yakni merekondisi kapal agar layak jalan dan memperbaiki seluruh dokumen kapal RoRo. Sebab, dokumen perizinan sudah kedaluwarsa. Surat Izin Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) terakhir 2016. Bahkan, tak memiliki dokumen keselamatan.

Padahal, kontrak kerja sama tengah berjalan dengan pihak penyewa sampai tahun 2022. “Jadi penyewa sebelumnya itu meminjam dokumen perusahaan lain untuk beroperasi,” ujarnya.

Dirinya pun bolak-balik ke Kementrian Perhubungan Darat untuk mengurus seluruh dokumen kapal. “Aturan dari Kementrian Perhubungan Darat, untuk yang mengurus dokumen, bukan atas penyewa, tapi yang punya kapal. Saya pun harus bikin surat pernyataan di atas materai di Kementrian, agar tak lagi mengulang kesalahan masa lalu,” bebernya. “Jadi semua sekarang ini seperti membangun usaha dari awal lagi,” sambungnya.

BERSIAP BELI KAPAL LAGI TANPA APBD

Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik optimistis bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyusul beroperasinya Kapal RoRo.

Hanya, dirinya belum berani mematok berapa PAD yang akan disumbang dari Bontang Transport.

“Saya belum berani bicara angka. Karena ini seperti memulai bisnis baru tanpa ditunjang lagi APBD,” tuturnya.

Namun dari kerjasama dengan PT Eastern Pasific Shipping (EPS), sudah ada gambaran pendapatan yang akan diperoleh dari operasional Kapal RoRo. Namun ini belum operasional lainnya.

“Karena ketika kami dilantik, Pak Wali sudah menyampaikan, bahwa Direksi diminta mencari gaji sendiri. Prinsipnya kami akan berusaha dari usaha pelayaran yang kami jalankan ini,” tuturnya.

Apakah tidak terpikir untuk membeli kapal lagi? Ia mengakui ada keinginan membeli kapal, namun dirinya masih akan mengevaluasi dalam satu atau dua tahun ke depan.

“Kita lihat dalam satu atau dua tahun ini. Yang jelas, kalaupun membeli kapal, tidak menggunakan APBD. Kami hanya minta support dari pemerintah dari sisi kebijakan dan lainnya,” sebutnya.

Rute yang saat ini potensial adalah jalur Ketapang Banyuwangi – Lembar Lombok. “Kalau jalur Ketapang-Gilimanuk sudah ditutup. Rute-rute yang potensial ini juga hasil diskusi kami dengan Kementrian Perhubungan Darat,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Agus Susanto