Beranda blog Halaman 688

Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun

0
Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun
Kapal Ro-Ro saat ditengok Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Direktur PT Bontang Transport, Abdul Malik, mengaku tidak menggunakan anggaran APBD Bontang untuk mengoperasikan kembali Kapal Ferry Bontang Ekspres II atau KM RoRo dengan rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi – Gilimanuk Bali.

Kapal RoRo yang sebelumnya kondisinya rusak parah dan tak laik berlayar, kini sudah bisa berlayar lagi sejak 16 Juli 2023. Dalam sehari, Kapal Roro mampu mengangkut penumpang kendaraan 15 kali trip dengan rute Ketapang-Gilimanuk.

“Sehari jalan dan sehari off. Tapi dalam sehari bisa 15 kali trip,” tutur Abdul Malik, kepada Media Kaltim, Jumat (8/9).

Menurutnya, untuk mengoperasikan kembali Kapal Ro-Ro, sejak dirinya dilantik Desember 2022, direksi PT Bontang Transport berusaha mencari pengelola yang tepat untuk mengoperasikan Kapal RoRo.

“Ini menjadi tantangan saya sejak dilantik. Saya beruntung didampingi direksi dan komisaris yang sangat paham dengan teknis kapal,” tuturnya.

Akhirnya, terpilih Eastern Pasific Shipping (EPS), perusahaan asal Jakarta. Sistem kerjasama yang dibangun dengan kontrak sewa selama 3 tahun dengan nilai Rp 5.040.000.000. Pembayaran dilakukan setiap tahun.

“Jadi setiap tahun nanti kita akan menerima Rp 1 miliar lebih. Dan secara operasional mereka semua yang menjalankan. Termasuk gaji standar UMK Banyuwangi, 24 karyawan kita di Kapal RoRo,” tuturnya.

PERBAIKAN RP 4 MILIAR DITANGGUNG PENGELOLA

Sebelum berlayar, jajaran Direksi telah menganalisa kerusakan Kapal RoRo. Termasuk melibatkan lembaga audit independen Bureau Veritas (BV) dari Perancis.

“Kami harus ambil keputusan berani. Karena hasil kunjungan kami, kapal ini bisa tenggelam bila tidak segera dilakukan perbaikan total. Nah benar saja, dari hasil rekomendasi BV, saat docking di galangan kapal Surabaya, baru terlihat, kondisi di bawah mesin sudah ada lubang dan hanya ditutupi kran. Bisa dibayangkan, bila ini tidak segera ditambal,” ungkapnya.

FOKUS BISNIS PELAYARAN

Abdul Malik mengatakan, dalam menjalankan usaha PT Bontang Transport, dirinya meminta perusahaan fokus dengan usaha pelayaran.

Tidak lagi terpecah dengan usaha lain, seperti pertamanan, bengkel, dan agen travel.

“Maka itu, begitu saya masuk, saya lihat dalam akte notaris, cukup banyak usaha yang dijalankan. Ada pelayaran, pertamanan, bengkel, dan agen travel. Saya minta core business hanya di pelayaran. Jadi sudah saya keluarkan dalam akte untuk jenis usaha lainnya,” bebernya.

Sementara aset-aset yang berkaitan dengan usaha di luar pelayaran, saat ini disimpan di gudang Loktuan. “Ada beberapa aset spare part mobil di gudang Loktuan. Saya tidak berani otak-atik,” tuturnya.

DOKUMEN KEDALUWARSA

Ada dua hal yang menjadi fokus Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik sebelum menjalankan kembali usaha pelayaran.

Yakni merekondisi kapal agar layak jalan dan memperbaiki seluruh dokumen kapal RoRo. Sebab, dokumen perizinan sudah kedaluwarsa. Surat Izin Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) terakhir 2016. Bahkan, tak memiliki dokumen keselamatan.

Padahal, kontrak kerja sama tengah berjalan dengan pihak penyewa sampai tahun 2022. “Jadi penyewa sebelumnya itu meminjam dokumen perusahaan lain untuk beroperasi,” ujarnya.

Dirinya pun bolak-balik ke Kementrian Perhubungan Darat untuk mengurus seluruh dokumen kapal. “Aturan dari Kementrian Perhubungan Darat, untuk yang mengurus dokumen, bukan atas penyewa, tapi yang punya kapal. Saya pun harus bikin surat pernyataan di atas materai di Kementrian, agar tak lagi mengulang kesalahan masa lalu,” bebernya. “Jadi semua sekarang ini seperti membangun usaha dari awal lagi,” sambungnya.

BERSIAP BELI KAPAL LAGI TANPA APBD

Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik optimistis bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyusul beroperasinya Kapal RoRo.

Hanya, dirinya belum berani mematok berapa PAD yang akan disumbang dari Bontang Transport.

“Saya belum berani bicara angka. Karena ini seperti memulai bisnis baru tanpa ditunjang lagi APBD,” tuturnya.

Namun dari kerjasama dengan PT Eastern Pasific Shipping (EPS), sudah ada gambaran pendapatan yang akan diperoleh dari operasional Kapal RoRo. Namun ini belum operasional lainnya.

“Karena ketika kami dilantik, Pak Wali sudah menyampaikan, bahwa Direksi diminta mencari gaji sendiri. Prinsipnya kami akan berusaha dari usaha pelayaran yang kami jalankan ini,” tuturnya.

Apakah tidak terpikir untuk membeli kapal lagi? Ia mengakui ada keinginan membeli kapal, namun dirinya masih akan mengevaluasi dalam satu atau dua tahun ke depan.

“Kita lihat dalam satu atau dua tahun ini. Yang jelas, kalaupun membeli kapal, tidak menggunakan APBD. Kami hanya minta support dari pemerintah dari sisi kebijakan dan lainnya,” sebutnya.

Rute yang saat ini potensial adalah jalur Ketapang Banyuwangi – Lembar Lombok. “Kalau jalur Ketapang-Gilimanuk sudah ditutup. Rute-rute yang potensial ini juga hasil diskusi kami dengan Kementrian Perhubungan Darat,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Agus Susanto

Siapkan SDM Unggul Berkompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Program Vokasi Industri dan Magang Bersertifikat

0

PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR (Pupuk Kaltim) kembali menggelar dua program pendidikan dalam mendorong peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di Indonesia. Diantaranya program Pendidikan Vokasi Industri setara Diploma 1 dan Diploma 3, serta Magang Studi Independen Bersertifikat (MISB) Kampus Merdeka. Program yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah Indonesia ini dilaksanakan secara serentak, dimulai Senin (4/9/2023).

Direktur Operasi & Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta, mengungkapkan program vokasi industri setara Diploma 1 dan 3 ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang andal dan terampil sesuai kebutuhan industri, khususnya pengembangan kompetensi generasi muda di kawasan timur Indonesia.

Program ini selaras dengan semangat Pupuk Kaltim dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, yang diimplementasikan melalui pengembangan kapasitas masyarakat agar siap masuk dunia kerja.

Pada program ini Pupuk Kaltim bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), melalui Politeknik ATI Makassar untuk jenjang setara Diploma 1 dan Politeknik Industri Petrokimia Banten untuk jenjang Diploma 3.

“Pengembangan program pendidikan vokasi sekaligus upaya Pupuk Kaltim mendukung transformasi bisnis perusahaan dalam menghadapi era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA),” ujar Hanggara.

Dijelaskannya, jenjang setara Diploma 1 akan ditempuh selama dua semester dengan program studi Teknik Pengelasan, sedangkan setara Diploma 3 berlangsung enam semester pada program studi Teknologi Proses Industri Petrokimia.

Para peserta yang mendapat kesempatan tahun ini sebanyak 60 orang, masing-masing 30 peserta untuk tiap jenjang pendidikan. Seluruhnya berasal dari berbagai wilayah timur Indonesia, yakni Bontang, Fakfak Papua Barat, Ternate dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pendidikan vokasi dilaksanakan dengan komposisi materi link and match sesuai kebutuhan industri. Para peserta akan dibekali teori hingga praktik dunia industri di Pupuk Kaltim, utamanya bidang instalasi dan perbaikan peralatan kelistrikan, serta proses pengelasan peralatan pabrik,” terang Hanggara.

Selain memperoleh ijazah setara Diploma 1 dan 3, seluruh peserta yang dinyatakan kompeten juga akan mendapatkan sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), berdasarkan hasil uji kompetensi sesuai bidang ilmu.

“Disamping itu seluruh peserta juga akan menerima Sertifikat Praktik Kerja Industri (Prakerin) dari Pupuk Kaltim, sebagai bentuk pengakuan telah mengikuti pendidikan selama waktu yang ditentukan sesuai program studi masing-masing,” lanjut Hanggara.

Sementara untuk program MSIB Kampus Merdeka yang tahun ini telah memasuki batch kelima, Pupuk Kaltim menerima 32 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruhnya disaring berdasarkan sistem seleksi, dari total 1.308 pendaftar.

Program MSIB berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2023, dengan metode pelaksanaan kegiatan berbasis project. Dimana para mahasiswa dituntut melakukan manajemen waktu untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, agar project yang disiapkan selama program bisa selesai tepat waktu.

“Para peserta akan ditempatkan di berbagai unit kerja Pupuk Kaltim, untuk menyelesaikan total 21 project yang telah disiapkan bersama profesional mentor dari karyawan perusahaan,” lanjut Hanggara.

Program MSIB merupakan kolaborasi Pupuk Kaltim dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia di Indonesia.

Terlebih di era yang kian kompetitif, sumber daya manusia adaptif dan terampil sangat dibutuhkan, dengan penguasaan soft skills yang didukung kompetensi mumpuni pada spesifikasi bidang tertentu.

Hal ini menjadi perhatian Pupuk Kaltim, dimana mahasiswa yang masih duduk di bangku perkuliahan perlu mulai memperlengkapi diri dengan kemampuan relevan, sebagai syarat untuk menjadi SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global.

“Maka dari itu MSIB menantang mahasiswa Indonesia untuk dapat berinovasi, berkreasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga bisa menjadi pribadi yang mandiri dan unggul di berbagai sektor,” tutur Hanggara.

Dirinya pun berpesan agar seluruh peserta dari dua program tersebut dapat memanfaakan kesempatan ini dengan baik, untuk menimba pengetahuan sekaligus pengalaman dunia industri sebagai bekal kompetensi diri guna meningkatkan daya saing dalam menghadapi pasar kerja kedepan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar berbagai ilmu dan kemampuan sesuai bidang yang dimiliki. Semoga seluruh peserta nantinya dapat meningkatkan inovasi maupun keterampilan selama menjalani pendidikan,” pungkas Hanggara. (adv)

Pemilik Tak Curiga Ada Asap, Warung Makan Nyaris Dilalap Api

0
Pemilik Tak Curiga Ada Asap, Warung Makan Nyaris Dilalap Api
Kondisi warung makan di samping TKP kebakaran Perempatan RSUD Taman Husada setelah terkena jilatan api. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Kebakaran yang terjadi pada bangunan bekas bengkel di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya dekat simpang empat RSUD, Jumat (8/9/23) sore, nyaris ikut membakar warung makan tepat di sampingnya.

Melinda pemilik warung tersebut mengatakan, awalnya hanya membiarkan asap yang ia lihat sembari melayani pembeli. Ia tidak curiga karena biasanya ada saja orang yang melakukan aktivitas bakar-bakar.

“Biasa memang orang sini kalau sore bakar-bakar, jadi nggak curiga,” jelasnya.

Namun, saat ia masuk ke bagian rumahnya yang lain asap sudah mengepul, dan saat melihat ke samping rumahnya tersebut, terdapat api yang keluar dari bangunan yang terbuat dari kontainer.

“Karena panik saya angkat berkas-berkas di lemari dan bangunin anak untuk keluar dari rumah,” ujarnya

Pujianto, sang suami yang melihat kejadian tersebut mencoba menggedor pagar yang terbuat dari seng penutup wilayah tersebut, untuk memanggil orang yang tinggal di dalamnya.

“Syukur yang tinggal di dalam sadar, soalnya tempat kami kalau kena bahaya juga, karena rumah dari kayu,” tambahnya.

Dari pengamatan Radarbontang.com di lapangan, api sempat membakar sedikit gerobak dan tembok luar warung tersebut.

Pemilik warung belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang dialaminya, namun untuk sementara warung tersebut harus dibenahi.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Bangunan Bekas Bengkel di Perempatan RSUD Terbakar

0
Bangunan Bekas Bengkel di Perempatan RSUD Terbakar
Kondisi bangunan bekas bengker pasca terbakar. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Telah terjadi kebakaran di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya dekat dengan Simpang Empat RSUD Taman Husada, Jumat (8/9/23) sore.

Kebakaran terjadi sekira pukul 16.15 wita. Api membakar salah satu bangunan yang menurut keterangan dari Amiluddin, Kepala Disdamkartan Bontang adalah sebuah bengkel yang sudah lama tidak beroperasi.

“Dari yang dilihat di TKP terdapat banyak drum yang berisi oli bekas, dan juga ada solar dan bahan-bahan lainnya, jadi ini bekas bengkel,” ujarnya.

Saat pemadam tiba di lokasi api sudah membesar dan berhasil dipadamkan.  Disdamkartan menurunkan 3 unit supply, 2 unit fire dan 1 unit rescue.

Di dalam bengkel tersebut terdapat rumah yang berjarak beberapa meter dari bangunan yang terbakar, namun masih satu lahan dan ditempati oleh adik pemilik bekas bengkel tersebut bernama Imne.

Diceritakan Imne, awalnya ia mendengar suara ledakan. Merasa tidak wajar, Imne pun mengecek keluar rumah.

“Pas keluar rumah sudah terbakar. Di dalam situ memang banyak oli bekas, dan masih ada aliran listrik juga, tapi belum tahu pasti penyebabnya api,” jelasnya.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun api hampir melahap warung makan yang terdapat persis di samping bangunan tersebut.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

PPTI Ranting Dilantik, Siap Bantu Tangani TBC

0
PPTI Ranting Dilantik, Siap Bantu Tangani TBC
Pelantikan anak cabang dan cabang ranting PPTI (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Pelantikan anak cabang dan cabang ranting Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) yang merupakan mitra dari puskesmas untuk membantu penanggulangan TBC di tingkat kelurahan dan kecamatan, dilaksanakan Jumat (8/9/23) di Auditorium 3 Dimensi.

Penanggulangan TBC mengutamakan aspek promotif dan pencegahan, tanpa mengabaikan aspek pengobatan dan grafitatif yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, serta kematian.  Ini untuk menurunkan dan mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak negatif yang timbul akibat tuberkolosis.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Bontang, sekaligus langkah untuk  penurunan kasus dengan mengunjungi lapas, pesantren, dan daerah-daerah yang sulit dijangkau. Bekerjasama dengan PPTI juga melakukan pengecekan ke wilayah pesisir seperti Gusung, Malahing dan Tihi-tihi.

“Pelayanan Tuberkolosis termasuk dalam standar pelayanan minimal, yang artinya cakupannya harus 100 persen,” ujar Muhammad Ramsi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Diketahui pada tahun 2022 lalu, kasus TBC di Bontang mencapai 716 kasus, termasuk TBC anak. Kemudian pada tahun 2023 hingga bulan September ini sudah ada 504 kasus. Untuk terduga TBC sebanyak 4.806. Di sinilah peran PPTI Bontang menjaring mereka dengan layanan yang sudah disediakan.

Indikasi terduga TBC adalah orang yang pernah kontak dengan mereka yang sudah terkena TBC, untuk melakukan konsultasi bisa dilakukan di puskesmas serta rumah sakit dan ditanggung oleh BPJS.

“Kasus-kasus di Bontang ini adalah kasus yang masih dalam pengobatan, karena pengobatan kurang lebih membutuhkan waktu selama 6 bulan,” jelasnya.

Ketua PPTI Kota Bontang, Hapidah menjelaskan, hal ini berguna untuk menaikan derajat kesehatan di Bontang.

“Semoga teman-teman yang dilantik hari ini benar-benar bisa membantu pemerintah dalam penemuan kasus, agar cepat diobati,” ungkapnya.

Penyuluhan hingga merujuk pasien terduga TBC dan memberikan pendampingan pasien yang diobati, agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh.  Selain itu juga berupaya memfasilitasi santunan bagi pasien TBC yang kurang mampu sesuai dengan kemampuan organisasi.

“Dari 504 kasus di Kota Bontang terdapat 5 kelurahan tertinggi, yaitu Loktuan, Gunung. Elai, Berbas Tengah, Bontang Kuala dan, Tanjung Laut,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Wujudkan Visi, Perlahan Wilayah Pesisir Bakal Diubah Jadi Objek Wisata

0
Wujudkan Visi, Perlahan Wilayah Pesisir Bakal Diubah Jadi Objek Wisata
Kampung Tihi-tihi salahsatu kampung di wilayah pesisir Bontang. (ist)

BONTANG – Seluruh wilayah pesisir Bontang memiliki potensi wisata, karenanya Pemkot Bontang harus mengelolanya dengan baik agar wujudkan visinya menjadikan Bontang sebagai kota wisata ke depannya. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023) lalu.

Menurutnya, wilayah pesisir Bontang tak hanya Malahing saja yang berpotensi wisata, namun kampung-kampung di atas air lainnya pun juga punya potensi yang sama. Tinggal bagaimana pemkot bisa melihat berbagai macam keunggulan di masing-masing kampung tersebut.

“Setiap kampung punya keunggulan produk yang memiliki ciri khas daerahnya masing-masing, itu harus dimaksimalkan. Sehingga kalau ada yang datang ke masing-masing kampung itu, akan mendapatkan kearifan lokalnya,” ujarnya kepada awak media.

Dikatakannya, pemkot sudah tepat dengan visinya menjadikan Bontang sebagai kota wisata. Saat ini perlahan visi tersebut mulai diwujudkan. Setelah berhasilnya Malahing juara III nasional ADWI tahun 2023 dari Kemenparekraf RI, sekarang pemkot melalui Dispopar berencana mengubah Pulau Gusung menjadi objek wisata.

Namun ditambahkannya, semua itu perlu proses. Tidak bisa ujug-ujug terwujud. Saat ini Pemkot Bontang masih dalam tahap perencanaan untuk mengubah wilayah pesisir menjadi objek wisata.

“Kemarin Dispopar sudah buat perencanaannya. Di anggaran murni tahun depan kita lihat berapa yang bakal diajukan. Tentu bertahap lah kita perbaiki saprasnya. Karena tidak mungkin semua APBD itu kita fokuskan hanya untuk ke pesisir. Kita juga perlu untuk kesejahteraan masyarakat yang lain,” pungkasnya. (al/adv)       

Rumah Kontrakan Kosong di Tanjung Laut Terbakar

0
Rumah Kontrakan Kosong di Tanjung Laut Terbakar
Petugas damkar berusaha memadamkan api. (ist)

BONTANG – Kebakaran kembali terjadi di salah satu rumah kontrakan di Jalan KS Tubun, Gang Kol 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kamis (7/9/2023) sekira pukul 10.00 wita.

Salah seorang saksi mengungkapkan, awalnya ia melihat kepulan asap keluar dari rumah petakan korban.

“Mulanya saya mencium bau gosong, begitu keluar rumah saya lihat ada kepulan asap di salah satu rumah kontrakan,” ungkapnya mengutip dari Polresbontang.com.

Iapun berteriak kepada warga sekitar dan bersama sama mendobrak pintu rumah korban, serta menghubungi Dinas Pemadam kebakaran.

Lebih lanjut saksi mengatakan, saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong.

”Sudah kurang lebih 1 bulan sejak istrinya meninggal, rumah tersebut tidak ditempati. Tetapi barang-barangnya masih ada di dalam,” jelasnya.

Sekira 30 menit api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar. Sementara  untuk penyebab kebakaran, diduga berasal dari konsleting listrik stop kontak mesin cuci dan kulkas yang terpasang pararel.

Editor: Yusva Alam

Malahing Juara III Nasional, Andi Faiz: Jangan Berhenti Merawat, Tingkatkan Sapras!

0
Malahing Juara III Nasional, Andi Faiz: Jangan Berhenti Merawat, Tingkatkan Sapras!
Kampung Malahing harus terus dirawat agar nuansa wisata tetap terjaga. (ist)

BONTANG – Perhatian kepada Kampung Malahing harus terus dilakukan. Jangan sampai berhenti pasca menorehkan prestasi juara 3 nasional. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023).

Diketahui, Malahing baru saja meraih Juara III Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023 kategori desa wisata maju dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Dengan raihan prestasi tersebut, Andi Faiz berharap kepada Pemkot Bontang dan para stakeholder agar tidak berhenti mengucurkan perhatiannya kepada warga Malahing. Justru dengan prestasi itu harus semakin memicu untuk meningkatkan sarana prasarana di sana.

“Saya kira sangat gampang untuk mengejar target sebagai salahsatu nominasi desa wisata terbaik. Namun PR nya kita sekarang justru bagaimana merawat Malahing ke depan. Jangan sampai setelah dapat penghargaan ini putus sudah perhatian kita kepada Malahing,” ungkapnya kepada awak media.

Politisi Partai Golkat itu takut, kalau perhatian sudah putus ke kampung di atas air itu, orang-orang akan kapok datang lagi ke Malahing. Lantaran tidak ada lagi nilai lebih yang bisa dilihat dari Malahing.

“Takutnya setelah juara kalau saprasnya gak diperhatikan, pengunjung sudah jera datang lagi. Padahal mindset awalnya orang-orang tau kalau Malahing itu indah, juara nasional. Malah kapok datang lagi karena semua keindahan itu makin memudar,” bebernya.

“Saya harap dengan prestasi ini bisa lebih memacu pemkot dan stakeholder yang ada, untuk meningkatkan seluruh sapras masyarakat yang lebih baik lagi di sana,” pungkasnya. (al/adv)

Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?

0
Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?
Fitri Mulyani, Amd. (ist)

Oleh:

Fitri Mulyani, Amd

Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Sosial

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Seringkali kita mendengar slogan itu. Mencegah jauh lebih murah, tidak perlu keluar banyak biaya, tidak kehilangan waktu produktif, tidak merasa sakit, sedih dan khawatir.

Data dari laman web kementerian kesehatan, diketahui bahwa Kanker Serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. (22/7/2022)

Seperti diberitakan Radar Bontang.com bertajuk “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV,” Launching pelaksanaan vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23).

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu.

Adi Permana, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, menjelaskan, vaksinasi HPV ini diperuntukkan mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi.

Pemegang program kanker Dinkes Bontang, Irma menjelaskan kalau ada warga Bontang yang terkena kanker serviks stadium 1 dan 2 masih bisa datang ke puskesmas untuk melakukan Cryoterapi Serviks di Puskesmas Bontang Selatan 1, Puskesmas Bontang Utara 1, dan Puskesmas Bontang Utara 2. Dikatakan untuk pengobatannya bisa pakai BPJS, tapi kalau sudah kanker stadium 3 dan 4 sudah tidak bisa, harus kemoterapi.

Risiko Kanker Serviks Akibat Seks Bebas

Bahaya seks bebas bisa meningkatkan risiko kanker serviks di kemudian hari. Infeksi oleh human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, serta sel-sel yang melapisi alat kelamin, anus, mulut, dan tenggorokan. Human papillomavirus menular melalui aktivitas seksual, termasuk seks vaginal, anal, dan bahkan oral.

Namun sayangnya perhatian pemerintah tidak bertumpu pada pencegahan seks bebas termasuk aktivitas seksual menyimpang yang nyatanya menjadi penyumbang terbesar meningkatnya resiko kanker serviks. Pandangan hidup sekuler liberal telah mempengaruhi kehidupan masyarakat yang bebas tanpa batas. Selama ada hasrat, suka sama suka, dan tidak ada aduan, maka perzinaan bebas dilakukan.

Seolah membuang-buang anggaran untuk vaksin kanker serviks ini, solusi tidak sampai ke akar masalah. Karena sistem kehidupan sekuler liberal inilah yang menjadi biangnya. Mencegahnya dengan vaksin HPV tentu tidak salah sebagai salah satu langkah, namun itu tidak cukup.

Jangan sampai bidang kesehatan digenjot terus untuk mengatasi penyakit, namun mengabaikan akar persoalannya. Pandangan hidup yang salah, penyimpangan seksual, pergaulan bebas butuh untuk diatasi bahkan dihilangkan untuk memutus faktor risiko kanker serviks ini. Mengingat pembiayaan kesehatan hari ini melalui BPJS menjadi makin rumit dan banyak penyakit yang tidak bisa di tanggung. Alhasil biaya kesehatan akan menjadi makin mahal.

Cara Islam Menangani Penyakit Kanker Serviks

Prinsip layanan kesehatan dalam Islam ada tiga, di antaranya: Pertama, negara menjamin layanan kesehatan bagi seluruh rakyat tanpa pandang bulu.

Kedua, biaya layanan kesehatan juga ditanggung negara. Negara wajib mengelola harta milik rakyat berupa sumber daya alam dari hulu ke hilir. Negara harus mengambil peran dalam pengelolaan SDA dengan amanah dan profesional, kemudian hasilnya didistribusikan kepada rakyat, salah satunya berupa layanan kesehatan.

Ketiga, administrasi pelayanan kesehatan mudah, cepat, profesional, dan amanah. Penanganan pasien harus diutamakan apalagi yang sangat darurat. Tidak ada alasan menunggu keluarga pasien atau menunggu penyelesaian administrasi terlebih dahulu.

Islam juga memiliki aturan syariat yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan penyakit kelamin lainnya. Dengan pilar pelaksananya individu, masyarakat dan negara.

Islam memerintahkan individu muslim menghiasi dirinya dengan ketakwaan (QS al-Ahzab[33]: 70). Menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitabnya an Nizham al ijijtima’iy fii al Islam, tatkala seorang muslim memiliki sifat takwa, pasti ia akan takut kepada Allah SWT, akan mendambakan surga-Nya, sekaligus sangat ingin meraih keridaan-Nya. Sehingga memalingkannya dari perbuatan mungkar dan akan menghalanginya dari kemaksiatan kepada Allah SWT seperti berzina.

Selanjutnya, masyarakat wajib memelihara peraturan Islam tersebut dengan mempelajari dan mengajarkan ke anggota masyarakat lainnya, serta beramar makruf nahi mungkar. Amar makruf nahi mungkar kepada pemerintah adalah dengan cara mengoreksinya apabila lengah tidak menetapkan dan melaksanakan peraturan sesuai ketetapan syariat Islam.

Masyarakat juga senantiasa beramar makruf nahi mungkar sesama anggota masyarakat. Kewajiban amar makruf nahi mungkar ini sesuai firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Kemudian tugas dan tanggung jawab negara yang ditetapkan Islam.

1) Negara wajib menyelenggarakan pendidikan berbasis akidah Islam dan mengajarkan pengetahuan hukum syariat kepada peserta didik. Sistem pendidikan berbasis akidah ini akan melahirkan individu yang kuat imannya, penuh ketakwaan pada Allah SWT, dan sungguh-sungguh dalam beramal ketaatan.

2) Negara wajib menerapkan sistem pergaulan Islam. Yakni yang akan memberlakukan ketentuan syariat dalam interaksi di masyarakat. Seperti kewajiban menutup aurat, larangan khalwat, larangan ikhtilat tanpa hajat syar’i, dll. Negara juga wajib menyediakan Qadli hisbah yang akan bertugas di tempat-tempat umum untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum. Jika ada kasus pelanggaran, maka petugas ini akan segera menyampaikan sanksi sesuai ketentuan hukum syara’.

3) Negara wajib menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Di antaranya memastikan kepala keluarga memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya. Dalam kondisi ini, para ibu tidak akan dituntut ikut bekerja. Mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan peran utama sebagai ibu pendidik anak-anaknya. Juga akan hadir mendampingi dan menjaga mereka dari setiap ancaman bahaya.

Negara wajib memastikan tidak adanya konten-konten media yang merusak akidah dan merusak akhlak masyarakat. Seperti kemusyrikan, sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme), juga pornografi dan pornoaksi. Negara pun akan bertindak cepat memberi sanksi pada siapa pun yang melanggar.

4) Negara menerapkan sanksi tegas sesuai ketentuan syariat terhadap pelaku maksiat.

Pelanggaran berupa zina akan dikenakan sanksi rajam bagi pelaku yang sudah pernah menikah, dicambuk dan diasingkan untuk pelaku yang belum pernah menikah. Pembuat dan penyebar konten-konten porno akan diberikan sanksi ta’zir yang jenisnya ditentukan berdasarkan pendapat Khalifah.

Itulah gambaran penerapan Islam kaffah yang mampu melindungi dan menyelamatkan generasi dari gaul bebas dan penyakit kelamin termasuk kanker serviks.

Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru

0
Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru
Perselesihan dua IRT di Berbas Tengah berhasil diselesaikan dengan jalan kekeluargaan. (ist)

BONTANG – Terjadi perselisihan antara dua ibu rumah tangga di daerah Berbas Tengah. Bahkan perseteruan itu hingga ke ranah dunia maya. Namun pihak kepolisian berhasil menyelesaikan perkara tersebut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Bhabinkamtibmas Berbas Tengah Aiptu Rudiantoro menuturkan, kejadian berawal seorang wanita berinisial JT menuduh tetangganya SR mengambil kalung milik anaknya seberat 2 gram di Jalan WR Soepratman, Berbas Pantai, pada Selasa 5 September 2023 sekira pukul 08.30 wita.

Berdasarkan hal tersebut SR merasa keberatan, karena apa yang dituduhkan kepadanya tidak disertai dengan bukti, apalagi disebarkan di medsos.

“Ia keberatan dan melaporkan ke kami,” ungkapnya dikutip dari Polresbontang.com.

“Tapi Alhamdulillah berhasil kita selesaikan dengan kekeluargaan,” jelasnya.

Keduanyapun sepakat berdamai, usai dilakukan mediasi secara kekeluargaan Rabu (6/8/2023) pukul 07.30 wita. Dengan membuat surat kesepakatan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Sudah saling memaafkan, sebetulnya mereka masih ada hubungan kerabat,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam