Beranda blog Halaman 688

Jelang Nataru, DKP3 Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di Kanaan

0
Jelang Nataru, DKP3 Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di Kanaan
Kegiatan GPM DKP3, di Kelurahan Kanaan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (5/12/24) di halaman Kelurahan Kanaan.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh DKP3 terutama dalam menyambut hari besar keagamaan seperti natal dan tahun baru (Nataru).

Kepala Bidang Ketahana Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristian mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah menekan angka inflasi.

“Jadi masyarakat bisa mendapatkan pangan yang murah dan berkualitas,” terangnya.

Untuk ketersediaan beras, gula, tepung, minyak DKP3 mendapatkan persediaan langsung dari Bulog, dan untuk produk lainnya mereka bekerjasama dengan distributor yang ada di Kota Bontang. Kegiatan ini juga merupakan agenda nasional yang dilaksanakan di daerah-daerah lain.

“Harga ini lebih murah dari Harga Ecer Tertinggi (HET) karena kami juga mendapatkan subsidi dari beberapa perusahan,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa pengunjung hanya dapat membeli maksimal dua per item dan telur satu item.

Adapun beberapa komoditas seperti beras, bawang minyak dan gula stoknya masih kurang, sehingga beberapa warga mengaku tidak kebagian. Debora menyebutkan subsidi distribusi pemerintah dalam anggaran perubahan sebanyak 10 ton yang sudah terdiri dari 7 ton beras, dan 3 ton bahan-bahan sembako lainnya.

“Ini menjadi koreksi juga kalau mengadakan di wilayah Kanaan ini memerlukan distribusi yang lebih banyak lagi,” terangnya.

Adapun harga komoditas yang dijual oleh DKP3 :
Beras SPHP 5 KG Rp 52.000
Beras kita premium 5kg Rp 65.000
Minyak goreng 1 liter Rp 13.000
Telur ayam kecil Rp 40.000
Telur ayam besar Rp 45.000
Bawang putih Rp 40.000
Bawang merah Rp 35.000
Cabe rawit Rp 40.000
Gula maniskita 1kg Rp 13.000
Tepung terigu gatot kaca Rp 8.000.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Ubayya Akan Prioritaskan Usulan Paling Mendesak

0
Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Ubayya Akan Prioritaskan Usulan Paling Mendesak
Anggota DPRD Kota Bontang, Ubayya Bengawan menggelar kegiatan reses. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Ubayya Bengawan melaksanakan reses, yang berlangsung di Jalan Sidrap, RT.21, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Rabu (4/11/2024).

Saat kegiatan reses berlangsung, Ubayya mengatakan, banyak sekali masukan-masukan dari masyarakat sekitar mengenai pendidikan, kesehatan, lokasi pemakaman, hingga akses jalan utama yang terbilang masih rusak.

“Semakin hari semakin banyak kebutuhan masyarakat, tentunya dari tahun ke tahun sangat berbeda kepentingannya, dan juga pastinya mengikuti perubahan-perubahan yang ada,” ucapnya saat diwawancarai.

Ubayya menyatakan untuk saat ini sangat banyak sekali kebutuhan yang mendasar, seperti halnya infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Contoh seperti halnya di wilayah Loktuan, yang dimana masih banyak sekali jalan yang berlubang dan sangat butuh perbaikan, apalagi mengingat jalan tersebut adalah akses utama untuk masyarakat.

Selanjutnya, untuk kawasan pemakaman yang semakin lama semakin sempit hingga saat ini pun masih belum ada kejelasannya. Ditambah lagi dengan wilayah Guntung, masyarakat masih mengeluhkan terkait persoalan parit, yang dimana masih banyak parit yang buntu ketika air sedang mengalir, sehingga menyebabkan genangan.

“Hal seperti ini penting untuk ditingkatkan, karena masih banyak sekali yang menjadi prioritas untuk pembenahan dan perbaikan,” paparnya.

Adapun tentang kesehatan, masyarakat Bontang masih banyak yang berobat melalui jalur mandiri, yang tidak ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan oleh Pemerintah Kota (Pemkot), apalagi yang tidak mempunyai BPJS ini adalah kalangan bawah.

“Ternyata masih banyak kalangan bawah yang tidak memiliki BPJS kesehatan, kemungkinan mereka belum paham soal regulasi. Padahal pemerintah sudah menyatakan untuk seluruh warganya ditanggung BPJS, kalau pun saya tidak turun langsung ke lapangan, saya tidak bakal tahu hal seperti ini,” jelasnya.

Sehingga, dengan begitu banyaknya Ubayya mendengarkan aspirasi dari masyarakat melalui kegiatan reses ini, dirinya akan mengambil semua masukan yang terpenting untuk segera ditindaklanjuti. Karena menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kota Bontang, harus bisa berjalan dengan baik dan juga tepat sasaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Terangkan Alasan Mie Gacoan Boleh Beroperasi Walaupun Izin Belum Terbit

0
DPMPTSP Terangkan Alasan Mie Gacoan Boleh Beroperasi Walaupun Izin Belum Terbit
Mie Gacoan yang beroperasi di Jalan Imam Bonjol. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur menjelaskan mengapa Gerai Mie Gacoan tetap beroperasi meskipun terdapat izin yang belum terbit.

Dikatakannya, pihak Manajeman Mie Gacoan sebenarnya hanya tinggal memperbaiki beberapa berkas.

Bahwa pihak dari franchise makanan siap saji itu sering berkonsultasi dengan DPMPTSP terkait perizinan tersebut, mereka juga mengurus perizinan dengan cepat dan sungguh-sungguh, sehingga Aspiannur melihat kesungguhan mereka dalam berinvestasi di Kota Bontang.

“Mereka tiap hari mengurus kelengkapan, jadi kami juga menghargai mereka, cuma perlu memperbaiki beberapa hal agar bisa terbit,” jelasnya Rabu (4/12/24) saat ditemui.

Ia mengungkapkan, bahwa Mie Gacoan sempat molor dalam melakukan pembukaan, sementara itu para pekerja sudah siap sejak tanggal 29 November lalu.

“Mereka harusnya terhitung kerja sejak tanggal 29 itu, tapi harus diundur, kita juga perlu memikirkan pekerja di sana,” tambahnya.

Ditambahkan, bahwa besok perbaikan berkas akan diajukan sehingga izin dapat segera keluar. Hal ini dilakukan sebagai upaya Kota Bontang yang ramah investasi.

“Kalau benar-benar ingin berinvestasi pasti mereka akan kami bimbing untuk perizinan, karena ada satu franchise yang kita larang untuk buka karena belum selesai-selesai urus izin,” tambahnya.

Ditegaskannya bahwa walaupun ramah investasi tapi Kota Bontang tetap harus tegas terhadap aturan yang ada.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Komitmen Terhadap GCG, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat The Most Trusted Company Lima Tahun Berturut

0

JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mengukuhkan posisi sebagai perusahaan paling terpercaya di Indonesia, dengan meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2024. Ajang ini digelar The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), bekerjasama dengan SWA Media Group yang berlangsung di Jakarta belum lama ini.

Penghargaan ini kelima kalinya diterima Pupuk Kaltim sejak 2020, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memaksimalkan nilai perusahaan.

Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta, mengungkapkan tahun ini perusahaan berhasil meraih skor 89,09 dan menempatkan Pupuk Kaltim sebagai perusahaan dengan penerapan GCG terbaik dari seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup. Skor tersebut didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap tiga aspek utama, yaitu Struktur Tata Kelola Perusahaan, Proses Tata Kelola, dan Hasil Tata Kelola.

“Pupuk Kaltim terus mengukur implementasi tata kelola perusahaan sesuai prinsip GCG, dengan evaluasi dan asesmen berdasarkan CGPI. Hal ini sebagai tindak lanjut perbaikan guna peningkatan strategi dan kebijakan tata kelola dengan lebih secara optimal,” ujar Hanggara, Senin (2/12/2024).

Menurut Hanggara, pencapaian ini mencerminkan konsistensi Pupuk Kaltim dalam menjaga tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel, melalui pendekatan evaluasi dan asesmen yang berkelanjutan sejak 2018. Dimana Pupuk Kaltim terus melakukan perbaikan untuk memastikan implementasi GCG berjalan secara optimal.

“Implementasi GCG merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan dan ketahanan perusahaan, terutama menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis. Hal ini yang terus diperkuat Pupuk Kaltim sebagai upaya meningkatkan daya saing,” lanjut Hanggara.

Dirinya menekankan, tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya berkontribusi pada kinerja bisnis dan pendapatan, tetapi juga pada kepuasan pelanggan, keterlibatan karyawan. Maka sejalan dengan tema CGPI 2024, yakni “Membangun Kematangan Perusahaan dalam Kerangka Good Corporate Governance”, Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat struktur, proses dan tata kelola guna membentuk karakter perusahaan yang tangguh dan adaptif, guna menghadapi tantangan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha.

“Optimalisasi tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip GCG menjadi pondasi kuat bagi Pupuk Kaltim, yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan,” kata Hanggara.

Melihat pencapaian pada tahun ini, Pupuk Kaltim pun berkomitmen tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin di industri pupuk nasional, tetapi juga mendorong dunia usaha untuk terus meningkatkan penerapan GCG sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.

“Pupuk Kaltim akan terus menjalankan strategi dan kebijakan yang sesuai koridor GCG, sebagai kesatuan sistem yang kuat dalam mendorong optimalisasi kinerja bisnis secara berkelanjutan,” tutur Hanggara.

Chairman IICG Gendut Suprayitno, mengungkapkan program CGPI diikuti oleh 50 perusahaan nasional dan diinisiasi sebagai upaya mendukung terciptanya perilaku bisnis yang sehat dan sesuai dengan prinsip GCG. Melalui ajang ini, dunia usaha dan industri tanah air didorong meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan bisnis secara beretika dan bermartabat, dengan penilaian menggunakan pendekatan tematik yang disesuaikan dengan perkembangan bisnis.

“Ajang ini bentuk komitmen kami untuk terus mendorong perusahaan di tanah air mampu menjalankan bisnis sesuai prinsip GCG yaitu bersih, transparan, beretika dan akuntabel,” kata Gendut Suprayitno. (adv)

Nekad Beroperasi Walau Belum Tuntas Perizinan, Mie Gacoan Kembali Disidak

0
Nekad Beroperasi Walau Belum Tuntas Perizinan, Mie Gacoan Kembali Disidak
Sidak Mie Gacoan oleh 3 OPD. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub), DPMPTSP dan Satpol PP Kota Bontang kembali mensidak gerai Mie Gacoan, Rabu (4/12/24).

Kedatangan mereka menindaklanjuti terkait tiga izin yang harus dilengkapi, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Adapun andalalin disebutkan belum juga terbit, namun Mie Gacoan telah beroperasi sejak Selasa (3/12/24) kemarin.

Plt Kepala Dishub Bontang, Jainuddin mengatakan, pihaknya meminta manajemen Mie Gacoan untuk mengurus dan menyelesaikan berkas-berkas yang kurang terkait Andalalin. Manajemen diberikan waktu seminggu untuk melengkapi berkas-berkas.

“Banyak hal, termasuk rambu-rambu, kami minta ke mereka agar lebih cepat,” terangnya.

Salah satu yang terlihat adalah trotoar yang dijadikan tempat parkir, sementara lokasi Mie Gacoan berada di simpang jalan yang selalu ramai dilewati masyarakat. Karena saat malam pembukaan diketahui terdapat laporan kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

“Nanti kami akan cek, kita lihat apa yang mereka ajukan,” tambahnya.

Selain itu pihaknya juga meminta kepada manajemen untuk membedakan jalan keluar masuk kendaraan sehingga tidak terjadi penumpukan.

“Jika ada yg melanggar kami akan berikan teguran bagi manajemen,” jelasnya

Adapun perwakilan kepolisian mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan patroli, apakah akses tersebut digunakan sebagai jalan umum atau fasilitas parkir.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

POIS 2024, Ajang Silaturahmi dan Cari Sehat Para Insan Pers Bontang

0
POIS 2024, Ajang Silaturahmi dan Cari Sehat Para Insan Pers Bontang
Para jurnalis Bontang bertanding badminton dan adu vokal di lomba karaoke. (Ist)

BONTANG – Pekan Olahraga Insan Pers (POIS) Bontang 2024 resmi dimulai dengan pertandingan perdana cabang olahraga bulutangkis di Lapangan BSG Bontang, Minggu (1/12/2024).

Acara ini diikuti oleh lebih dari 70 insan pers dari berbagai media dan humas di Kota Bontang, yang siap berkompetisi dalam tujuh kategori perlombaan.

Ketua Panitia POIS Bontang 2024, Kusnadi Said, menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai bentuk ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antar insan pers di Bontang.

“Kami ingin menghadirkan suasana kompetitif yang sehat, sekaligus menciptakan momen kebersamaan di tengah kesibukan kami sebagai wartawan,” ujar Kusnadi.

Ada tujuh kategori perlombaan yang dipertandingkan dalam POIS Bontang 2024, yaitu Jurnalistik, Bulutangkis, Tenis Meja, Gaple, Karaoke, Futsal, dan Game PES.

Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Desember 2024 di beberapa lokasi di Kota Bontang.

Kusnadi juga berharap ajang ini menjadi inspirasi untuk menjaga kesehatan fisik dan mental para jurnalis.

“Semoga POIS ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi motivasi bagi insan pers untuk lebih peduli terhadap kebugaran mereka,” tambahnya.

Pertandingan pembuka bulutangkis berlangsung seru dengan partisipasi aktif dari para peserta.

Euforia ini diprediksi akan terus berlanjut hingga hari terakhir, mengingat antusiasme yang tinggi dari semua peserta dan pendukung.

POIS Bontang 2024 menjadi bukti jurnalis juga mampu menyeimbangkan peran mereka dalam menyampaikan informasi dengan kegiatan positif yang mendukung gaya hidup sehat.

“Ajang ini sekaligus mengukuhkan peran insan pers sebagai penggerak semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tutup Kusnadi. (rls)

Editor: Yusva Alam

Gelar Reses, Sumardi Dapat Keluhan Soal Penerangan Jalan di Wilayah HOP

0
Gelar Reses, Sumardi Dapat Keluhan Soal Penerangan Jalan di Wilayah HOP
Anggota DPRD Kota Bontang, Sumardi menggelar kegiatan reses di wilayah Dapil Bontang Utara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Sumardi menggelar kegiatan reses yang berlangsung di Jalan Majapahit II, No.100, RT.23, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (3/11/2024) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menampung dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat, yang dimana hingga saat ini masih banyak sekali keluhan-keluhan masyarakat yang belum tersampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, seperti halnya lampu jalan yang mati.

“Melalui kegiatan reses ini, saya akan mendengarkan semua keluhan dan masukan-masukan dari masyarakat, terkait dengan sarana dan prasarana yang belum maksimal, terutama lampu jalanan yang mati,” ucapnya saat diwawancarai.

Sumardi menjelaskan, sudah berjalan sekitar lima bulan terakhir ini, dirinya mengeluhkan lampu jalan yang mati di sekitaran wilayah Perumahan HOP 1 sampai HOP 6. Karena menurut dirinya, ini termasuk sarana dan prasarana (sarpras) yang harus diprioritaskan untuk saat ini.

“Ini yang paling penting menurut saya, terkait lampu jalan yang mati mulai dari HOP 1-6. Tidak ada penerangan jalan, karena jalan ini sudah diambil alih oleh pemerintah, sehingga pihak PT Badak tak lagi memberikan jatah untuk penerangan jalan,” paparnya.

Mengenai hal ini, Sumardi ingin Pemkot Bontang segera memprioritaskan hal tersebut. Untuk bisa segera menyalakan dan memberi penerangan jalan di sekitar wilayah HOP 1 sampai HOP 6.

Tak hanya itu, Sumardi juga ingin pemerintah memperhatikan setiap jalan atau gang-gang yang berada di wilayah Kelurahan Loktuan dan Kelurahan Guntung, untuk bisa nantinya segera diperbaiki. Karena di wilayah tersebut, masih terbilang banyak sekali jalanan yang masih rusak dan belum ada perbaikan hingga saat ini.

“Saya menyampaikan semua aspirasi dan masukan dari masyarakat yang masuk ke saya, terutama di wilayah Bontang Utara, daerah tempat pemilihan saya. Akan tetapi, sebelum saya menyampaikan masukan itu semua, pastinya saya akan sampaikan laporan ini terlebih dahulu ke Ketua DPRD Bontang,” jelasnya.

Sumardi merasa sangat senang, dengan berlangsungnya kegiatan reses ini, antisipasi dari masyarakat Kota Bontang terbilang sangat luar biasa, dimana dengan banyaknya masyarakat yang datang di kegiatan reses tersebut, akan banyak juga masukan-masukan yang dirinya dengarkan dari masyarakat secara langsung.

“Sangat luar biasa sekali antusias masyarakat yang datang di kegiatan ini, dan pastinya masukan-masukan masyarakat akan saya sampaikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Keluhkan Sulitnya Akses Jalan Akibat Perbaikan Drainase, Ini Tanggapan Kadis PUPR

0
Warga Keluhkan Sulitnya Akses Jalan Akibat Perbaikan Drainase, Ini Tanggapan Kadis PUPR
Perbaikan drainase di Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Warga di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, lebih tepatnya di Gang Rawa Indah, depan Dealer Astra mengeluhkan soal akses jalan yang tidak bisa dilewati akibat proyek perbaikan drainase.

Warga terpaksa harus memutar balik untuk bisa mencari akses jalan yang dapat dilewati, untuk pergi beraktivitas.

Warga pun mengadukan masalah itu ke
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang. Aduan warga itu sejak malam Senin (2/11/2024) lalu.
Disebutkan, bahwa perbaikan drainase atau jalan tidak hanya terdapat di Gang Rawa Indah saja, akan tetapi juga berlangsung di sejumlah titik. Seperti jalan menuju Masjid Al-Hidayah, hingga di jalan Universitas Trunajaya.

“Karena di wilayah tersebut banyak perbaikan jalan, jadi sebagian masyarakat melewati Masjid LDII, yang terhubung langsung ke Perumahan BTN KCY melewati jembatan kayu,” ucap salah satu warga, Selasa (3/11/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kadis PUPR Bontang, Mucholis Edy Prabowo mengatakan, bahwa proyek perbaikan drainase dilakukan karena sedang kejar target penyelesaian kegiatan penataan trotoar, yang bertujuan untuk menata trotoar dan juga untuk kelancaran drainase dalam penanggulangan banjir di Kota Bontang.

“Sekali lagi, kami dari PUPR memohon maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan dalam lalu lintas,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ditambahkannya, pihaknya telah menyelesaikan sebagian kecil akses di jalan tersebut. Sehingga saat ini, jalan tersebut sudah bisa dilalui, dengan kendaraan roda dua dan juga roda empat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Terminal Bontang Mulai Beroperasi, Masih Dalam Tahap Uji Coba

0
Terminal Bontang Mulai Beroperasi, Masih Dalam Tahap Uji Coba
Terminal Tipe B Bontang yang mulai beroperasi. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Terminal Tipe B Kota Bontang yang terletak di Kelurahan Kanaan diketahui mulai beroperasi sejak Minggu (1/12/24) kemarin.

Hari pertama beroperasi terminal terhitung ramai, karena bertepatan dengan kembalinya aktivitas kuliah anak-anak Bontang ke Samarinda. Untuk hari kerja pada umumnya jumlah pengunjung masih dikatakan normal.

“Normalnya itu sekitar 20 pengunjung untuk bis dengan seat 30 sampai 35,” terang Operator lapangan Dinas Perhubungan Provinsi, Agus Subagio, Selasa (3/12/24).

Waktu operasional sendiri mulai pukul 7 pagi hingga 4 sore, bahkan malam. Namun tergantung dari banyak pengunjung, karena saat ini jumlah pengunjung masih terbatas sehingga hanya beroperasi hingga pukul 3 sore.

“Semoga kedepannya benar-benar dapat beroperasi hingga malam dan banyak yang menggunakan bis ini sebagai transportasi antar kota,” katanya.

Untuk harga tiket sendiri berkitar Rp 40 ribu untuk yang tidak menggunakan AC dan Rp 50 ribu untuk bis yang menggunakan AC. Harga tiket biasanya disesuaikan dengan harga BBM, jika Harga sedang naik mau tak mau mereka harus menaikkan ongkosnya.

Ia mengatakan, terminal ini masih dalam uji coba selama Bulan Desember 2024 ini. Pengujian ini sembari dilakukan perawatan fasilitas seperti kursi dan AC.

“Sembari uji coba kita lakukan perawatan yang lain untuk kenyamanan mereka,” katanya.

Adapun pengunjung sangat terbantu dengan kembali beroperasinya terminal tipe B ini. Salah satu pengunjung, Intan mengatakan, dirinya sering menggunakan bis untuk bolak balik ke Samarinda, sehingga peningkatan fasilitas terminal sangatlah membantu.

“Satu yang kurang, armadanya kalau bisa diganti baru atau diperbaiki agar lebih nyaman lagi,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Plt Kepala DKUMPP Berganti ke Alfrita Junain Sande

0
Plt Kepala DKUMPP Berganti ke Alfrita Junain Sande
Sertijab Plt Kepala DKUMPP Bontang. (ist)

BONTANG – Serah terima jabatan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang diberikan kepada Alfrita Junain Sande, Senin (2/12/24) bertempat di UPT Pasar.

Sebelumnya, Alfrita dipercaya sebagai Sekretaris DKUMPP Bontang dan kini menerima jabatan sebagai Plt Kepala DKUMPP yang sebelumnya diisi oleh Lukman yang juga sebagai Asisten II Bidang Administrasi Umum.

Lukman berharap, semoga kepemimpinan yang baru dapat membawa energi dan inovasi baru untuk mendukung kemajuan koperasi, UMKM, serta sektor industri dan perdagangan di Kota Bontang.

“Sekali lagi selamat kepada Ibu Alfrita yang kini telah menjadi Plt Kepala DKUMPP,” ujarnya.

Dilanjutkan, Alfrita berharap ke depannya ia akan terus melanjutkan program kerja yang sudah menjadi tugas dan fungsi DKUMPP baik di bidang koperasi, usaha mikro, bidang perindustrian dan bidang perdagangan serta 2 UPT yaitu UPT Pasar dan UPT Metrologi.

“Tidak lupa melakukan kolaborasi dengan perusahaan dan stakeholder yang lain, dalam mewujudkan UMKM yang lebih berkualitas,” terangnya

Ia juga berharap kepada media untuk selalu bekerjasama, karena media sekarang makin dilihat oleh banyak khalayak, lokal, nasional, bahkan internasional sehingga makin besar capaian produk-produk lokal Bontang yang dapat dirasakan oleh khalayak luas.

“Kita membutuhkan kerjasama dalam hal promosi UMKM pun dengan kegiatan-kediatan yang ada di DKUMPP,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam