Beranda blog Halaman 689

Dua Pria Ketahuan Simpan Sabu dalam Kotak Rokok

0
Dua Pria Ketahuan Simpan Sabu dalam Kotak Rokok
Kedua tersangka MNH (19) dan Su (19) telah diamankan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan dua pria berinisial MNH (19) salah satu warga Telihan dan Su (21) salah satu warga Bontang Lestari, Senin (2/11/2024) kemarin, sekitar pukul 17.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan menyatakan, bahwa ada informasi masuk dari masyarakat, di Jalan HM. Ardan, RT.22, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, telah dijadikan transaksi barang haram jenis sabu.

Petugas langsung bergerak dengan cepat untuk untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang telah mencurigai dua pria yang sedang mengendarai sepeda motor.

Sehingga, anggota langsung memberhentikan kedua pria tersebut dan dilakukan penggeledahan badan, yang dimana ditemukannya satu poket sabu di dalam kotak rokok.

“Kami menemukan sabu seberat 4,76 gram, dan langsung amankan kedua tersangka,” ucapnya.

Tidak hanya sabu, barang bukti lainnya yang berhasil diamankan petugas meliputi satu buah tisu, satu celana pendek, satu unit handphone merek Infinix berwarna emas, dan satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi KT 5737 DR.

“Setelah kami telusuri, mereka mengaku barang tersebut didapatkan dari sistem jejak yang telah bertransaksi dengan seseorang,” paparnya.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti, telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Bontang untuk dilakukan pengembangan.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Replika Rumah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kelurahan Guntung Diresmikan

0
Replika Rumah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kelurahan Guntung Diresmikan
Peresmian Rumah Adat Kesultanan Kutai Kertanegara. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama dengan Kesultanan Kutai Kertanegara ke-21, Aji Muhammad Arifin meresmikan replika rumah Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura di Kelurahan Guntung, Senin (2/12/24).

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, ingin benar-benar membangun peradaban Kalimantan Timur ini terpusat di Kota Bontang. Replika rumah Kesultanan Kutai ini, gambarnya diambil dari Belanda, untuk membangun kembali masa lalu, agar kelak menjadi masa depan anak dan cucu.

“Replika ini hanya satu-satunya di Kalimantan Timur. Bahkan mungkin satu-satunya di Indonesia. Dan ini akan menjadi kenangan saya dan seluruh jajaran Pemerintah Bontang di masa-masa akan datang,” katanya.

Ia menyebutkan, agar pemerintahan selanjutnya bisa melanjutkan serta menjaga pembangunan ini. Ia ingin nantinya tempat ini dapat menjadi salah satu tempat yang ikonik bagi para pengunjung yang datang ke Kota Bontang. “Tidak sah mereka ke Bontang kalau belum berfoto di istana ini,” tuturnya.

Ia pun berterimakasih atas kerjasama seluruh pihak, sehingga dapat terwujudnya replika rumah Sultan Kutai Kertanegara, juga makin besarnya wilayah rumah adat Guntung, sehingga makin banyak wisatawan yang dapat menikmati acara Erau tiap tahunnya.

Mewakili Kesultanan Kutai Kertanegera Ing Martapura ke-21, Aji Muhammad Arifin, Pangeran Notonegoro mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Bontang dan seluruh elemennya secara konsisten menjaga simbol-simbol adat istiadat dan kebudayaan luhur yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap bagaimana memuliakan simbol-simbol kebudayaan, serta kiprah entitas budaya Kesultanan Kutai Kartanegara di tanah Bontang ini.

“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan atas dibangunnya replika rumah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kelurahan Guntung ini kepada Bapak Wali Kota dan ibu Wali Kota Bontang,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Erau Pelas Benua Guntung Resmi Dibuka, Dihadiri Sultan Kutai Kertanegera ing Martapura ke-21

0
Erau Pelas Benua Guntung Resmi Dibuka, Dihadiri Sultan Kutai Kertanegera ing Martapura ke-21
Pembukaan Erau Pelas Benua Guntung. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Kelurahan Guntung, Erau Pelas Benua resmi dibuka, Senin (2/12/24) di Rumah Adat Guntung.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 8 hari mulai dari Minggu (1/12/24) kemarin hingga Minggu (8/12/24) mendatang.

Lurah Guntung, Denny Febrian sekaligus ketua panitia dari acara ini mengatakan, setiap malamnya akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan.

“Baik itu pertunjukan-pertunjukan kebudayaan bahkan juga ada kegiatan-kegiatan keagamaan, yang paling penting belimbur nanti ketika penutupan,” terang Denny.

Erau sebagai festival rakyat budaya di Kampung Adat Guntung, jadi bukti keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, yang merepresentasikan identitas bangsa Indonesia melalui kearifan lokal yang harus di pertahankan dalam merawat nilai-nilai adil luhur dari tradisi dan budaya yang kita miliki.

Mewakili kesultanan Kutai Kertanegera Ing Martapura ke-21, Aji Muhammad Arifin, Pangeran Notonegoro mengatakan, dengan penuh rasa bangga mereka merasa tersanjung dan merasa lebih dihargai dengan secara terus-menerus dilaksanakannya kegiatan ini. Hal ini menandakan bahwa Pemerintah Kota Bontang dan seluruh elemennya secara konsisten menjaga simbol-simbol adat istiadat dan kebudayaan luhur.

“Kegiatan ini mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap bagaimana memuliakan simbol-simbol kebudayaan, serta kiprah entitas budaya Kesultanan Kutai Kartanegara di tanah Bontang ini,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas dibangunnya replika rumah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kelurahan Guntung oleh Pemerintah Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BNNK Bontang Tes Urine Dadakan di BPBD, Ini Hasilnya!

0
BNNK Bontang Tes Urine Dadakan di BPBD, Ini Hasilnya!
Petugas BNNK melaksanakan tes urin di Kantor BPBD (ist)

BONTANG – Dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemerintahan Kota Bontang, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang menggelar tes urine secara mendadak di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senin (2/12/24).

Total terdapat 42 pegawai yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer. Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengungkapkan bahwa dari total 52 pegawai, hanya 42 orang yang dapat mengikuti tes karena 10 lainnya sedang menjalani cuti atau tugas dinas di luar kota.

“Dipastikan, pegawai yang belum hadir akan tetap menjalani tes, mereka menyusul,” katanya.

Lulyana juga menegaskan komitmen BNNK, untuk terus menyasar seluruh instansi pemerintahan dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas narkoba.

“Kita akan memerangi narkoba tidak hanya di lingkungan masyarakat, tetapi juga di lingkungan pemerintahan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmennya dalam menjaga integritas dan profesionalitas instansi yang ia pimpin. Usman juga menegaskan, bahwa tidak ada toleransi bagi pegawai yang terbukti menggunakan narkoba.

“Saya sering mengingatkan bahwa kami tidak akan memberikan toleransi kepada pegawai yang menggunakan narkoba. Alhamdulillah, hasil tes hari ini menunjukkan semua pegawai kami bersih,” ucap Usman.

Ditambahkan, pihaknya terus mengedukasi seluruh pegawai tentang bahaya narkoba. Ia berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa integritas dan profesionalitas harus dijaga, terutama sebagai bagian dari institusi pemerintah.

Usman berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Tes urine ini diharapkan menjadi langkah preventif yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disdamkartan Evakuasi Buaya Terperangkap di Gorong-Gorong

0
Disdamkartan Evakuasi Buaya Terperangkap di Gorong-Gorong
Disdamkartan Bontang saat evakuasi buaya yang terperangkap di gorong-gorong. (Dok).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diadamkartan) Kota Bontang, berhasil mengevakuasi buaya sepanjang 3,7 meter yang terperangkap di gorong-gorong, di Jalan DI Panjaitan, Simpang Empat Bontang Kuala, Kota Bontang, Senin (2/11/2024) sekitar pukul 02.30 Wita.

Komandan Kompi Disdamkartan Kota Bontang, Norman menyampaikan, adanya informasi dari masyarakat sekitar, petugas langsung bergerak untuk cepat turun ke lapangan. Penanganan pun dilakukan mulai pukul 02.35 Wita hingga pukul 04.00 Wita, dimana petugas mengevakuasi buaya tersebut kurang lebih 1,5 jam.

“Ada sekitar 8 petugas yang turun langsung, untuk penangkapan buaya. Karena buaya ini terbilang cukup berat dan besar,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Saat mengevakuasi buaya tersebut, petugas sedikit mengalami kendala, lantaran buaya sempat memberontak saat hendak diangkat dan diikat. Beruntungnya, saat buaya memberontak tidak ada petugas yang mengalami luka.

“Sempat buaya ini memberontak, tapi tidak terlalu banyak gerak karena terperangkap di gorong-gorong yang terbilang sempit. Jadi petugas bisa dengan cepat mengevakuasi,” paparnya.

Norman juga menjelaskan, untuk saat ini, jika Disdamkartan Bontang mengevakuasi hewan perairan, pihaknya langsung menyerahkan hewan tersebut ke Badan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) yang berada di Balikpapan.

“Hewan tersebut kami serahkan langsung ke pihak BPSPL untuk dirilis. Kami tidak tahu karena kami hanya menyerahkan,” jelasnya.

Norman pun menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati. Terutama untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir seperti Bontang Kuala (BK), Selambai, Berbas, hingga Tanjung Laut.

Pihak Disdamkartan Kota Bontang pastinya selalu menanggapi dan merespon dengan cepat terkait laporan masyarakat yang masuk, dan untuk bisa mengecek dan mendatangi langsung keberadaan hewan buas di perairan.

“Kalau ada seperti buaya yang terperangkap ini, langsung saja melapor ke Disdamkartan untuk segera kami evakuasi. Akan tetapi, jika ada laporan buaya yang masih berada di sekitar perairan, kami sedikit terkendala untuk penangkapan, karena buaya masih dengan leluasa bergerak, beda dengan jika buaya terperangkap,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPRD dan Pemkot Bontang Sahkan APBD 2025 Jadi Rp 3,022 Triliun

0
DPRD dan Pemkot Bontang Sahkan APBD 2025 Jadi Rp 3,022 Triliun
Serah terima pengesahan APBD Kota Bontang tahun 2025. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah bersepakat untuk mengesahkan Raperda terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun 2025 menjadi Rp 3,022 triliun.

Hal ini disampaikan saat Rapat Paripurna ke-18 berlangsung, di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Sabtu (30/11/2024).

Saat rapat paripurna berlangsung, turut dihadiri oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase. Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasadam, serta 23 anggota DPRD Kota Bontang, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Perwakilan Badan Anggaran DPRD Kota Bontang, Rustam menyampaikan, bahwa penyesuaian struktur APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2025, berdasarkan alokasi nota keuangan sebesar Rp 2.450 triliun. Mengalami kenaikan menjadi Rp 3,022 triliun.

“Jadi bertambah sebesar Rp 572 miliar,” ucapnya.

Perubahan struktur APBD Tahun Anggaran 2025 berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Nomor 900.1.12/3839/BPKAD/2024 pada tanggal 19 November 2024, Perihal Perubahan Struktur APBD pada tahapan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2025.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Gelar Rapat Paripurna ke-17, Penyampaian Program Pembentukan Raperda 2025

0
DPRD Bontang Gelar Rapat Paripurna ke-17, Penyampaian Program Pembentukan Raperda 2025
Kegiatan rapat Paripurna DPRD Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggelar rapat Paripurna ke-17 masa sidang I terkait penyampaian program pembentukan peraturan daerah 2025, yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Sabtu (30/11/2024).

Rapat Paripurna ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, Anggota DPRD Kota Bontang, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan, bahwa pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di tahun 2025, semuanya telah sesuai dengan tata tertib DPRD Kota Bontang, dimana fraksi-fraksi yang terlibat telah menerima dan menyetujuinya.

Sehingga dalam pembentukan Raperda 2025 ini, sebelumnya telah diserahkan ke fraksi-fraksi untuk menyusun pendapat akhir, bagi anggota DPRD dalam mengambil keputusan di rapat paripurna.

Selanjutnya, hasil dari penyampaian laporan tersebut juga menjadikan bahan dasar, dalam pengambilan keputusan atau persetujuan bersama.

“Karena semuanya telah menyetujuinya, maka saya tetapkan pembentukan Raperda tahun 2025,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Grand Opening Mie Gacoan Hari Ini Ditunda, Proses Perizinan Belum Rampung

0
Grand Opening Mie Gacoan Hari Ini Ditunda, Proses Perizinan Belum Rampung
Bangunan Mie Gacoan di Jalan Imam Bonjol. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pembukaan perdana Mie Gacoan di Bontang yang semula dijadwalkan pada Jumat (29/11/24) harus ditunda, karena sejumlah izin operasional belum tuntas. Di depan restoran, terpampang pemberitahuan bahwa kegiatan operasional belum bisa dilakukan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur menyebutkan, beberapa dokumen penting seperti Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) masih belum lengkap.

Sementara itu, manajemen restoran diketahui baru mengajukan permohonan izin sehari sebelumnya, pada Kamis (28/11/24, dan pada hari tersebut DPMPTSP bersama dengan Satpol PP mendatangi langsung Manajemen Mie gacoan.

Aspiannur menambahkan, bahwa pihaknya telah memperingatkan manajemen agar tidak melakukan operasional sebelum seluruh izin selesai diproses.

“Setelah mengetahui rencana grand opening dari media sosial kami langsung kesana,” ujar Aspiannur.

Pemerintah sebenarnya sudah memberikan pendampingan agar proses perizinan berjalan lancar. Namun, miskomunikasi internal di pihak manajemen restoran menyebabkan pengurusan dokumen menjadi terhambat.

“Informasi terkait kelengkapan dokumen ternyata belum diteruskan oleh tim yang bertugas ke manajemen lokal di Bontang,” jelas Aspiannur.

Meski demikian, ia optimis beberapa dokumen yang tersisa, seperti Andalalin dan PBG, akan rampung awal pekan depan.

Aspiannur juga menegaskan, bahwa Pemerintah Bontang mendukung investasi yang dapat meningkatkan perekonomian daerah, termasuk restoran Mie Gacoan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Namun, ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

“Kami mendukung investasi, tapi harus tetap mematuhi regulasi,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Raih Suara Terbanyak di Hitung Cepat, Neni – AH Siap Berbenah untuk Bontang

0
Raih Suara Terbanyak di Hitung Cepat, Neni - AH Siap Berbenah untuk Bontang
Neni Moerniaeni - Agus Haris, saat bersama tim pemenangan di media center. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) nomor urut empat, Neni Moerniaeni – Agus Haris berhasil mendapatkan suara terbanyak di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hasil tersebut ditunjukkan dari hitung cepat di internal timses. Kegiatan berlangsung di Jalan Pattimura, lebih tepatnya di Graha Mandala Sakti, Rabu (27/11/2024) kemarin malam.

Berdasarkan dari data, Paslon Neni Moerniaeni – Agus Haris meraih 37.244 suara, atau setara dengan 43 persen. Untuk posisi kedua, ada paslon nomor urut satu Basri Rase – Chusnul Dhihin dengan perolehan sebanyak 23.142 suara, atau 26 persen.

Selanjutnya, untuk posisi ketiga dengan Paslon Najirah – Muhammad Aswar memperoleh 19.281 suara, atau sekitar 22 persen. Hingga di posisi keempat ada Paslon nomor urut dua Sutomo Jabir – Nasrullah, memperoleh suara 6.855 atau 8 persen.

Neni menyampampaikan, nantinya pihaknya harus melakukan pembenahan, dalam artian memperbaiki program pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur di Kota Bontang.

Jika pun sudah ada program yang telah dijalankan, pastinya akan mereka lanjutkan, kalaupun ada program yang benar-benar belum maksimal, nantinya akan disempurnakan, serta jika pun ada program yang belum ada, akan di hadirkan.

“Terima kasih untuk seluruh tim yang telah mendukung penuh kami, dan saatnya kita bersama membangun Kota Bontang menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan, Kahar Kalam mengatakan, bahwa kemenangan ini belum sepenuhnya, karena masih menunggu keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang.

“Ingat, ini hasil hitung cepat, akan tetapi kami kerahkan semuanya ke saksi dan distribusi data dengan pastikan Neni – Agus Haris menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang terpilih, kawal sampai keputusan KPU,” paparnya.

Agus Haris pun memaparkan rasa terima kasihnya untuk seluruh masyarakat Kota Bontang, yang telah mendukung penuh Paslon nomor empat, untuk tim pemenangan yang selalu ada, serta pihak-pihak yang mendukung suksesnya Pilkada 2024.

“Sekarang waktunya kembali ke sila ketiga Pancasila, persatuan indonesia,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Aswar Terima Hasil Quick Count Pilkada Bontang, Ucapkan Selamat kepada Neni-Agus

0
Aswar Terima Hasil Quick Count Pilkada Bontang, Ucapkan Selamat kepada Neni-Agus
Muhammad Aswar, calon wali kota nomor urut 03. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Calon Wakil Wali Kota Bontang, Muhammad Aswar menyampaikan sikap legowo terkait hasil perhitungan cepat (quick count) Pilkada Bontang 2024.

Meski hasil resmi dari KPU Bontang belum dirilis, Aswar mengungkapkan apresiasinya dan mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor urut 04, Neni Moerniaeni dan Agus Haris, yang sementara ini memperoleh suara terbanyak.

“Saya ucapkan selamat kepada Neni-Agus yang meraih suara terbanyak. Jika hasil ini terkonfirmasi, mereka akan menjadi pemenang Pilkada Bontang 2024,” ujar Aswar, Rabu (27/11/24) malam.

Tidak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada tim sukses, simpatisan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada dirinya dan pasangan Najirah. Menurutnya, dalam setiap kontestasi politik, baik kemenangan maupun kekalahan adalah hal yang wajar dan tak terhindarkan.

“Kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari demokrasi, yang terpenting adalah semangat berbuat baik dan menjadi pribadi yang terus berkembang,” tambahnya.

Aswar menekankan bahwa dalam setiap perjuangan, yang terpenting adalah usaha maksimal dan doa kepada Tuhan. Ia juga menyarankan agar setiap pengalaman dalam politik dijadikan sebagai pelajaran berharga.

Hasil hitung cepat menunjukkan bahwa pasangan Neni-Agus unggul dengan perolehan suara sebesar 43 persen, sementara pasangan Najirah-Aswar memperoleh 22 persen suara, menduduki urutan ketiga dalam sementara hasil tersebut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam