Beranda blog Halaman 689

Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?

0
Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?
Fitri Mulyani, Amd. (ist)

Oleh:

Fitri Mulyani, Amd

Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Sosial

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Seringkali kita mendengar slogan itu. Mencegah jauh lebih murah, tidak perlu keluar banyak biaya, tidak kehilangan waktu produktif, tidak merasa sakit, sedih dan khawatir.

Data dari laman web kementerian kesehatan, diketahui bahwa Kanker Serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. (22/7/2022)

Seperti diberitakan Radar Bontang.com bertajuk “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV,” Launching pelaksanaan vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23).

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu.

Adi Permana, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, menjelaskan, vaksinasi HPV ini diperuntukkan mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi.

Pemegang program kanker Dinkes Bontang, Irma menjelaskan kalau ada warga Bontang yang terkena kanker serviks stadium 1 dan 2 masih bisa datang ke puskesmas untuk melakukan Cryoterapi Serviks di Puskesmas Bontang Selatan 1, Puskesmas Bontang Utara 1, dan Puskesmas Bontang Utara 2. Dikatakan untuk pengobatannya bisa pakai BPJS, tapi kalau sudah kanker stadium 3 dan 4 sudah tidak bisa, harus kemoterapi.

Risiko Kanker Serviks Akibat Seks Bebas

Bahaya seks bebas bisa meningkatkan risiko kanker serviks di kemudian hari. Infeksi oleh human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, serta sel-sel yang melapisi alat kelamin, anus, mulut, dan tenggorokan. Human papillomavirus menular melalui aktivitas seksual, termasuk seks vaginal, anal, dan bahkan oral.

Namun sayangnya perhatian pemerintah tidak bertumpu pada pencegahan seks bebas termasuk aktivitas seksual menyimpang yang nyatanya menjadi penyumbang terbesar meningkatnya resiko kanker serviks. Pandangan hidup sekuler liberal telah mempengaruhi kehidupan masyarakat yang bebas tanpa batas. Selama ada hasrat, suka sama suka, dan tidak ada aduan, maka perzinaan bebas dilakukan.

Seolah membuang-buang anggaran untuk vaksin kanker serviks ini, solusi tidak sampai ke akar masalah. Karena sistem kehidupan sekuler liberal inilah yang menjadi biangnya. Mencegahnya dengan vaksin HPV tentu tidak salah sebagai salah satu langkah, namun itu tidak cukup.

Jangan sampai bidang kesehatan digenjot terus untuk mengatasi penyakit, namun mengabaikan akar persoalannya. Pandangan hidup yang salah, penyimpangan seksual, pergaulan bebas butuh untuk diatasi bahkan dihilangkan untuk memutus faktor risiko kanker serviks ini. Mengingat pembiayaan kesehatan hari ini melalui BPJS menjadi makin rumit dan banyak penyakit yang tidak bisa di tanggung. Alhasil biaya kesehatan akan menjadi makin mahal.

Cara Islam Menangani Penyakit Kanker Serviks

Prinsip layanan kesehatan dalam Islam ada tiga, di antaranya: Pertama, negara menjamin layanan kesehatan bagi seluruh rakyat tanpa pandang bulu.

Kedua, biaya layanan kesehatan juga ditanggung negara. Negara wajib mengelola harta milik rakyat berupa sumber daya alam dari hulu ke hilir. Negara harus mengambil peran dalam pengelolaan SDA dengan amanah dan profesional, kemudian hasilnya didistribusikan kepada rakyat, salah satunya berupa layanan kesehatan.

Ketiga, administrasi pelayanan kesehatan mudah, cepat, profesional, dan amanah. Penanganan pasien harus diutamakan apalagi yang sangat darurat. Tidak ada alasan menunggu keluarga pasien atau menunggu penyelesaian administrasi terlebih dahulu.

Islam juga memiliki aturan syariat yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan penyakit kelamin lainnya. Dengan pilar pelaksananya individu, masyarakat dan negara.

Islam memerintahkan individu muslim menghiasi dirinya dengan ketakwaan (QS al-Ahzab[33]: 70). Menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitabnya an Nizham al ijijtima’iy fii al Islam, tatkala seorang muslim memiliki sifat takwa, pasti ia akan takut kepada Allah SWT, akan mendambakan surga-Nya, sekaligus sangat ingin meraih keridaan-Nya. Sehingga memalingkannya dari perbuatan mungkar dan akan menghalanginya dari kemaksiatan kepada Allah SWT seperti berzina.

Selanjutnya, masyarakat wajib memelihara peraturan Islam tersebut dengan mempelajari dan mengajarkan ke anggota masyarakat lainnya, serta beramar makruf nahi mungkar. Amar makruf nahi mungkar kepada pemerintah adalah dengan cara mengoreksinya apabila lengah tidak menetapkan dan melaksanakan peraturan sesuai ketetapan syariat Islam.

Masyarakat juga senantiasa beramar makruf nahi mungkar sesama anggota masyarakat. Kewajiban amar makruf nahi mungkar ini sesuai firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Kemudian tugas dan tanggung jawab negara yang ditetapkan Islam.

1) Negara wajib menyelenggarakan pendidikan berbasis akidah Islam dan mengajarkan pengetahuan hukum syariat kepada peserta didik. Sistem pendidikan berbasis akidah ini akan melahirkan individu yang kuat imannya, penuh ketakwaan pada Allah SWT, dan sungguh-sungguh dalam beramal ketaatan.

2) Negara wajib menerapkan sistem pergaulan Islam. Yakni yang akan memberlakukan ketentuan syariat dalam interaksi di masyarakat. Seperti kewajiban menutup aurat, larangan khalwat, larangan ikhtilat tanpa hajat syar’i, dll. Negara juga wajib menyediakan Qadli hisbah yang akan bertugas di tempat-tempat umum untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum. Jika ada kasus pelanggaran, maka petugas ini akan segera menyampaikan sanksi sesuai ketentuan hukum syara’.

3) Negara wajib menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Di antaranya memastikan kepala keluarga memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya. Dalam kondisi ini, para ibu tidak akan dituntut ikut bekerja. Mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan peran utama sebagai ibu pendidik anak-anaknya. Juga akan hadir mendampingi dan menjaga mereka dari setiap ancaman bahaya.

Negara wajib memastikan tidak adanya konten-konten media yang merusak akidah dan merusak akhlak masyarakat. Seperti kemusyrikan, sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme), juga pornografi dan pornoaksi. Negara pun akan bertindak cepat memberi sanksi pada siapa pun yang melanggar.

4) Negara menerapkan sanksi tegas sesuai ketentuan syariat terhadap pelaku maksiat.

Pelanggaran berupa zina akan dikenakan sanksi rajam bagi pelaku yang sudah pernah menikah, dicambuk dan diasingkan untuk pelaku yang belum pernah menikah. Pembuat dan penyebar konten-konten porno akan diberikan sanksi ta’zir yang jenisnya ditentukan berdasarkan pendapat Khalifah.

Itulah gambaran penerapan Islam kaffah yang mampu melindungi dan menyelamatkan generasi dari gaul bebas dan penyakit kelamin termasuk kanker serviks.

Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru

0
Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru
Perselesihan dua IRT di Berbas Tengah berhasil diselesaikan dengan jalan kekeluargaan. (ist)

BONTANG – Terjadi perselisihan antara dua ibu rumah tangga di daerah Berbas Tengah. Bahkan perseteruan itu hingga ke ranah dunia maya. Namun pihak kepolisian berhasil menyelesaikan perkara tersebut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Bhabinkamtibmas Berbas Tengah Aiptu Rudiantoro menuturkan, kejadian berawal seorang wanita berinisial JT menuduh tetangganya SR mengambil kalung milik anaknya seberat 2 gram di Jalan WR Soepratman, Berbas Pantai, pada Selasa 5 September 2023 sekira pukul 08.30 wita.

Berdasarkan hal tersebut SR merasa keberatan, karena apa yang dituduhkan kepadanya tidak disertai dengan bukti, apalagi disebarkan di medsos.

“Ia keberatan dan melaporkan ke kami,” ungkapnya dikutip dari Polresbontang.com.

“Tapi Alhamdulillah berhasil kita selesaikan dengan kekeluargaan,” jelasnya.

Keduanyapun sepakat berdamai, usai dilakukan mediasi secara kekeluargaan Rabu (6/8/2023) pukul 07.30 wita. Dengan membuat surat kesepakatan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Sudah saling memaafkan, sebetulnya mereka masih ada hubungan kerabat,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

Korban Sengatan Listrik di Telihan Lewati Masa Kritis

0

BONTANG – Saat ini kondisi dari pekerja bangunan yang tersengat listrik bertegangan tinggi, Rabu (6/9/2023) kemarin saat bekerja sudah melewati kondisi kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh redaksi, Kamis (7/9/23) ini korban berhasil melewati masa kritisnya.

Korban mengalami luka bakar sebanyak 40 persen, hal tersebut diungkapkan Dr. Tirta Ratna Pramita, Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian RSUD Taman Husada Bontang

“Korban telah melakukan operasi dan sudah sadarkan diri pada pukul 11.30 wita Rabu kemarin,”

Korban saat ini mengalami elektrolit atau gangguan yang biasa terjadi pada korban yang tersengat listrik seperti seperti detak jantung yang tidak teratur, diare, kram otot, tubuh lemas, dan kejang.

“Luka bakarnya meliputi seluruh ketebalan dermis dan epidermis di bagian dada, leher, tangan dan kaki,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak RSUD melakukan  pemantauan kondisi korban yang kini berada di ruang ICU karena masih bisa terjadi infeksi, terganggunya pernapasan dan bengkak. Korban juga mengalami patah di bagian panggul kanan.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di salah satu bangunan rumah tepatnya di Jalan Soekarno Hatta RT 20 Kelurahan Gunung Telihan pada Rabu (7/9/23) kemarin.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi melalui Kasi Humas Polres Bontang Iptu Lilik Tribudiasih mengatakan, korban yakni MS (41) tahun diketahui sedang melakukan aktivitas pemasangan baja ringan yang berada di bagian atas, dekat dengan kabel listrik.

Setelah tersetrum, muncul sebuah ledakan, korban pun terjatuh dari ketinggian 6 meter, hal tersebut dilihat oleh rekan korban.

“Akibat dari itu, korban mengalami luka bakar sekujur tubuh,” jelasnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Andi Faiz Dukung Polisi Berantas Oknum Penimbun di Tengah Isu Kenaikan BBM

0
Andi Faiz Dukung Polisi Berantas Oknum Penimbun di Tengah Isu Kenaikan BBM
Ilustrasi SPBU di Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menyoroti isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini tengah terjadi. Kondisi ini berdampak tidak hanya mengularnya antrian di beberapa SPBU, namun juga kembali munculnya oknum-oknum penimbun dan pengetap BBM.

Menurut Politisi Partai Golkar tersebut, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menangani oknum-oknum pengetap dan penimbun BBM itu sudah tepat. Lantaran polisi sudah melakukan pengawasan dengan ketat dan ada tindakan tegas langsung, saat mengetahui ada oknum yang ketahuan mengetap maupun menimbun.

“Memang kondisi saat ini mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melakukan penimbunan. Semoga dengan apa yang dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu lalu, dengan menangkap pelaku penimbunan BBM memberikan efek jera,” ujarnya usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023).

Namun begitu menurutnya, upaya untuk menghilangkan oknum-oknum pengetap dan penimbun ini memang agak sulit dan tidak bisa semuanya diberantas. Lantaran berdampak pada piring nasi masyarakat.

Baginya, para pedagang-pedagang bensin eceran di pinggir jalan itu kondisi khusus dan masih bisa ditoleransi. Karena para pedagang bensin eceran masih mengambil harga yang wajar saat menjual bensin.

“Selama masih batas kewajaran, artinya selama masih menimbun dan mengambil dengan harga wajar, saya kira wajar aja karena hal itu dilakukan untuk piring nasi, bisa ada pengecualian,” ungkapnya. (al/adv)

Inflasi Dampak Kenaikkan Harga BBM, Andi Faiz Sarankan Pemkot Buat Standar Acuan Harga

0
Inflasi Dampak Kenaikkan Harga BBM, Andi Faiz Sarankan Pemkot Buat Standar Acuan Harga
Ilustrasi pasar. (ist)

BONTANG – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berdampak ke beberapa sektor, salahsatunya kenaikan harga bahan pokok seperti beras. Kondisi inflasi ini pun dikeluhkan masyarakat yang mulai terdesak dengan himpitan ekonomi.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam mengatakan, bahwa upaya Pemkot Bontang dalam mengendalikan inflasi selama ini dirasa sudah cukup. Lantaran pemkot dalam hal ini Diskop UKMP sudah melakukan yang seharusnya dilakukan untuk mengontrol inflasi.

Tim monitoring inflasi daerah selalu memantau harga pasar. Apabila terjadi kenaikan harga akan mengupayakan untuk menggelar operasi pasar murah. “Saya rasa inflasi di Bontang termonitoring dengan baik. Ketika ada indikasi kenaikan harga, tim dari Diskop UKMP segera turun untuk monitoring dan menormalkan harga-harga,” beber Andi Faiz.

Namun begitu menurutnya, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan oleh Pemkot Bontang, yaitu membuat standar harga. Pemkot harus membuat standar acuan atau harga kewajaran dari yang namanya dampak kenaikkan BBM.

“Hal itu supaya tidak membunuh pelaku usaha dan tidak mencekik masyarakat yang membeli, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat bisa tetap berjalan,” pungkasnya. (al/adv)

Kuli Bangunan Kesetrum Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar

0
Kuli Bangunan Kesetrum Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar
MS mendapat perawatan di RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Seorang pekerja bangunan mengalami kejadian mengenaskan. Kuli bangunan itu tersetrum listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja, Rabu (6/9/2023) sekira pukul 08.30 wita pagi.

Akibat insiden itu, kuli bangunan yang juga warga Gunung Telihan itu mendapat luka bakar.

Dijelaskan Kapolres Bontang, AKPB Yusep Dwi melalui Kapolsek Bontang Barat Iptu Lukito, pria berinisial MS 41 tahun itu jatuh dari ketinggian 6 meter saat memasang baja ringan. Kemudian baja tersebut mengenai kabel listrik hingga akhirnya muncul sebuah ledakan.

“Korban terbakar sekujur tubuh, dan langsung terjatuh dari atas bangunan itu, dilihat sama saksi alias rekannya,” ujar Iptu Lukito dikutip dari situs Polresbontang.com.

Kini korban mengalami koma dan sudah menjalani tindakan operasi di RSUD Taman Husada Bontang.

“Kita tunggu perkembangan selanjutnya ya, korban masih menjalani perawatan medis,” katanya.

Editor: Yusva Alam

Majukan Wisata, BW Sarankan Pemkot Bentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah

0
Majukan Wisata, BW Sarankan Pemkot Bentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah
Ilustrasi icon wisata Bontang, Pulau Beras Basah. (ist)

BONTANG – Promosi wisata menjadi salahsatu alternatif memajukan sektor pariwisata Bontang. Hal itu disuarakan Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang saat interupsi Rapat Paripurna, Senin (4/9/2023) lalu.

Menurut BW sapaannya, promosi wisata ini menjadi salahsatu cara mewujudkan visi Pemkot Bontang menjadikan Bontang sebagai kota wisata ke depannya.

Dirinya pun mendorong Pemkot Bontang agar membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). BPPD diusulkan agar berfokus pada upaya promosi pariwisata, dengan tujuan mewujudkan Bontang sebagai destinasi pariwisata unggulan pasca industri.

Dikatakannya, beberapa kota di Indonesia sudah membentuk BPPD dan berhasil memajukan sektor pariwisatanya. Di antaranya, Salatiga, Denpasar, Surakarta, Kendal, Gunung Kidul, Kulon Progo, Malang, dan kota-kota lainnya.

“Ini selaras dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 2 Tahun 2016. Kalau promosi wisata di Bontang ditingkatkan, saya yakin wisata kita akan banyak pengunjung dari berbagai daerah,” ujar BW.

Ia juga mengungkapkan, regulasi terkait promosi pariwisata di Bontang menjadi salah satu aspek yang sangat penting, dalam menyusun program-program kerja peningkatan pariwisata daerah untuk menarik minat para wisatawan ke Bontang.

“Kalau ada regulasinya dari Dispopar, saya yakin bisa lebih maksimal lagi dalam bekerja meningkatkan sektor wisata, sesuai dengan kebijakan yang berkaitan dengan peraturan wali kota,” imbuhnya. (al/adv)

Beton Turap 6 Ton Terjatuh di Lampu Merah Jalan Tembus

0
Beton Turap 6 Ton Terjatuh di Lampu Merah Jalan Tembus
Beton turap jatuh di Lampu Merah Jalan Tembus (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Truk bermuatan beton turap tumpah ke jalan, saat hendak menanjak di area perempatan lampu merah Jalan Tembus, Rabu (6/9/23). Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 17.00 Wita sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Diketahui beton tersebut hendak dibawa menuju Perumahan HOP, untuk dipasang turap yang akan dibangun di sana.

Menurut saksi mata Darimin, saat truk berhenti di lampu merah posisi beton yang dibawa sudah tidak seimbang. Kemungkinan tali pengamannya putus, karena truk tersebut berhenti mendadak. Benar saja salah satu beton yang dibawa akhirnya terjatuh.

“Untungnya tidak ada orang di belakang truk tersebut. Para pengendara ada di sampingnya semua jadi tidak ada yang kena,” ungkapnya.

Beton Turap 6 Ton Terjatuh di Lampu Merah Jalan Tembus

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kanit Turjawali Polres Bontang, Santoso sudah memanggil mobil crane untuk mengevakuasi benda tersebut.

“Kami meminta supir untuk mengantar beton satunya ke lokasi pembangunan, jadi di jalan juga tidak terlalu macet,” jelasnya.

Dijelaskannya, truk roda 6 tersebut membawa beton turap dari Pelabuhan Loktuan dan hendak mengantarnya ke lokasi pembangunan turap di Perumahan HOP. Total terdapat dua beton turap yang diangkut seberat masing-masing 6 ton. Menurutnya, berat dari 2 beton itu tidak melebihi kapasitas muatan truk. Lantaran, kapasitas muatan truk maksimal 15 ton.

Santoso berharap kepada warga yang akan menuju lampu merah jalan tembus dari arah Loktuan, hendaknya berhati-hati. Karena kondisi lampu jalan tidak terlalu terang di malam hari.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Antrian BBM Mengular, Ketua DPRD Sarankan Sosialisasi Agar Tak Panic Buying

0
Antrian BBM Mengular, Ketua DPRD Sarankan Sosialisasi Agar Masyarakat Tak Panic Buying
Kondisi antrian BBM di salahsatu SPBU Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam meminta, agar masyarakat tidak panik dengan adanya isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu terakhir ini. Hal itu diungkapkanya pasca Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023) lalu.

Menurutnya, perlu adanya sosialisasi terkait adanya isu kenaikan harga BBM ini. Hal itu agar tidak terjadi panic buying atau kepanikan berlebihan dari masyarakat, sehingga berlomba-lomba memborong BBM. Dengan kondisi ini mengakibatkan kelangkaan BBM di tengah-tengah masyarakat.

“Saya kira dengan kuota BBM yang sudah ditetapkan pemerintah kepada pertamina untuk Bontang, sudah sesuai jumlah penduduk yang ada. Harusnya ada sosialisasi agar masayarakat tidak panik,” ujarnya kepada awak media.

Dengan kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, menurutnya distribusi BBM ke Bontang tidak akan mengalami kekurangan. Sehingga masyarakat harusnya memahami hal itu.

“Sekali lagi perlunya sosialisasi agar masyarakat memahami masalah kuota BBM subsidi untuk wilayah Bontang ini. Jumlahnya sudah disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang ada di Bontang. Seharusnya tidak perlu lagi ada antrian BBM,” pungkasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya isu kenaikan harga BBM ini, ia berharap agar pemerintah pusat bisa meninjau kembali kebijakan tersebut. Melihat kondisi harga-harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, dirasa kebijakan menaikkan harga BBM kurang tepat. (al/adv)

Isu Kenaikan BBM, Andi Faiz: Jangan Sampai Makin Membebani Masyarakat!

0
Isu Kenaikan BBM, Andi Faiz: Jangan Sampai Makin Membebani Masyarakat!
Antrian BBM di salahsatu SPBU di Bontang. (ist)

BONTANG – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencuat. Hal ini berdampak pada antrian BBM yang kembali mengular di beberapa SPBU di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Bahkan sudah beberapa minggu terakhir pedagang bensin eceran mengalami kekosongan stok bensin.

Kondisi ini pun menuai sorotan dari legislatif Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam berharap agar kenaikan harga BBM ini tidak semakin menyengsarakan masyarakat. Hal itu diungkapkannya usai Rapat Peripurna di Gedung DPRD Bontang, Senin (4/9/2023) lalu.

Dikatakan Andi Faiz, BBM ini merupakan kebijakan nasional. Pemerintah daerah tidak memiliki kuasa untuk mengatur standar harga. Standar harga per liter yang telah ditetapkan Pertamina merupakan keputusan pemerintah pusat.  “Pemerintah daerah tidak bisa menentukan berapa harga per liternya. Semua sudah keputusan pusat,” ujarnya.

Namun begitu, dirinya menyampaikan harapannya. Sebagai perwakilan aspirasi rakyat, dirinya berharap agar kenaikan harga BBM ini tidak sampai mencekik masyarakat. Lantaran, akibat kenaikan harga BBM maka kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

“Masyarakat sedang susah, di tengah kebutuhan harga-harga yang sedang naik. Jangan sampai kondisi ini semakin membebani masyarakat yang sedang susah di Bontang,” pungkasnya. (al/adv)