Beranda blog Halaman 690

Isu Kenaikan BBM, Andi Faiz: Jangan Sampai Makin Membebani Masyarakat!

0
Isu Kenaikan BBM, Andi Faiz: Jangan Sampai Makin Membebani Masyarakat!
Antrian BBM di salahsatu SPBU di Bontang. (ist)

BONTANG – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencuat. Hal ini berdampak pada antrian BBM yang kembali mengular di beberapa SPBU di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Bahkan sudah beberapa minggu terakhir pedagang bensin eceran mengalami kekosongan stok bensin.

Kondisi ini pun menuai sorotan dari legislatif Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam berharap agar kenaikan harga BBM ini tidak semakin menyengsarakan masyarakat. Hal itu diungkapkannya usai Rapat Peripurna di Gedung DPRD Bontang, Senin (4/9/2023) lalu.

Dikatakan Andi Faiz, BBM ini merupakan kebijakan nasional. Pemerintah daerah tidak memiliki kuasa untuk mengatur standar harga. Standar harga per liter yang telah ditetapkan Pertamina merupakan keputusan pemerintah pusat.  “Pemerintah daerah tidak bisa menentukan berapa harga per liternya. Semua sudah keputusan pusat,” ujarnya.

Namun begitu, dirinya menyampaikan harapannya. Sebagai perwakilan aspirasi rakyat, dirinya berharap agar kenaikan harga BBM ini tidak sampai mencekik masyarakat. Lantaran, akibat kenaikan harga BBM maka kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

“Masyarakat sedang susah, di tengah kebutuhan harga-harga yang sedang naik. Jangan sampai kondisi ini semakin membebani masyarakat yang sedang susah di Bontang,” pungkasnya. (al/adv)

Cara Islam Cegah Kanker Serviks dan Penyakit Kelamin

0
Cara Islam Cegah Kanker Serviks dan Penyakit Kelamin
Lisa Agustin. (ist)

Lisa Agustin

Pengamat Kebijakan Publik

Dalam pencegahan penyebaran virus Human Papiloma Virus atau disingkat HPV, pemerintah melalui Kemenkes membagikan Vaksinasi HPV secara gratis kepada pelajar perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Program ini adalah salah satu bentuk upaya pencegahan terjadinya Kanker Serviks sejak dini.

Bontang, salah satu kota di Kalimantan Timur telah melaksanakan vaksinasi HPV ini dibarengi dengan pemberian imunisasi rotavirus untuk bayi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, pada hari Selasa, 15/08/23.

Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD penerima Vaksin HPV itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin. (16/08/23, radarbontang.com)

Cara kerja vaksin HPV ini berperan untuk mencegah atau menimbulkan kekebalan atau imunitas tubuh terhadap virus HPV. Sehingga akan membantu meminimalisir penyebaran virus dan kanker serviks.

Serviks dalam bahasa Indonesia disebut dengan leher rahim atau mulut rahim, termasuk salah satu bagian dari sistem reproduksi pada wanita. Penyebaran Virus Human Papiloma (HPV) ini sendiri berawal dari hubungan kontak langsung dengan benda asing yang sudah terpapar virus HPV. Salah satu mekanismenya yaitu melalui hubungan seksual.

Bisa jadi virus ini sudah ada di alat kelamin pria, lalu menularkan ke pasangannya. Atau bisa juga sebaliknya, bahkan bisa menularkan kepada bayi melalui proses lahir saat persalinan normal.

Upaya pencegahan tersebut patut kita apresiasi. Namun sayangnya program ini tidak dibarengi dengan edukasi penerapan Islam secara sempurna dalam mengatur sistem kehidupan publik. Karena akar masalah yang menjadi biang penyebaran virus HPV, termasuk juga virus penyebab penyakit kelamin adalah sistem kehidupan sekularisme yang melahirkan gaya hidup liberal.

Misalnya peraturan tentang sexual consent yang menjadi dasar normalisasi zina, hubungan seksual sesama jenis yang semakin bertambah jumlah pendukungnya, dan berbagai istilah pergaulan bebas yang hari ini adalah perihal yang biasa. Ternyata ini semua dijamin oleh Undang-undang, padahal perilaku bebas ini menjadi pintu gerbang penyebaran virus-virus mematikan yang menyerang reproduksi manusia.

Maka jika pemerintah betul-betul serius mau mencegah, bahkan mau menghilangkan virus HPV ini untuk generasi emas di masa depan, solusinya bukan hanya memberikan vaksinasi untuk anak kelas 5 SD saja. Namun pemerintah juga wajib menerapkan pola dan gaya hidup sehat dengan tata pergaulan sehat. Termasuk juga menetapkan sanksi tegas bagi pelaku zina dan homoseks.

Cara Islam Mencegah Pergaulan Bebas

Ada satu-satunya sistem pemerintahan yang mampu mewujudkan pola dan gaya hidup sehat secara hakiki. Namanya sistem pemerintahan Khilafah. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang berasaskan akidah Islam. Akidah Islam melahirkan seperangkat aturan untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan dirinya sendiri.

Akidah Islam juga memiliki tata pergaulan yang khas, yang sangat berbeda dengan tata pergaulan hari ini. Berikut tata pergaulan yang benar menurut akidah Islam:

Pertama, laki-laki dan perempuan wajib menundukkan pandangan dan menjaga kesucian diri mereka. Allah Taala berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat.” (QS An-Nur: 30—31).

Kedua, larangan berkhalwat. Yaitu laki-laki dan perempuan non mahram yang berdua-duan di tempat sepi. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang pria tidak boleh berduaan saja dengan seorang wanita tanpa kehadiran mahramnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, larangan ikhtilat, yaitu campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa kebutuhan yang diperbolehkan oleh syariat. Misalnya nonton ke bioskop, konser musik, mengikuti karnaval dan lain sebagainya.

Keempat, larangan zina dan “hubungan sesama.” Keduanya adalah perbuatan keji dan mungkar. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra: 32)

Kelima, penerapan sistem sanksi yang tegas. Sanksi dalam Islam memiliki 2 fungsi. Pertama fungsinya sebagai pencegahan (zawajir), sehingga masyarakat tercegah berbuat kriminal. Kedua fungsinya sebagai penebus dosa (jawabir), sehingga pelaku yang terjerumus dalam kemaksiatan itu langsung dibersihkan dosanya oleh Allah SWT setelah menerima sanksi atas perilakunya tersebut.

Allah Taala berfirman, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS An-Nur: 2).

Begitu pula sanksi bagi pelaku hubungan sesama jenis sebagaimana sabda Nabi saw., “Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah kedua pelakunya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Dengan pemberlakuan sistem sanksi Islam ini, pelaku seks bebas (zina) atau pelaku homoseksual dapat dicegah dan dibabat habis secara tuntas. Jika perbuatan zina dan perilaku mungkar lainnya dapat dihilangkan, maka penyebaran penyakit menular seksual juga bisa dihilangkan.

Keenam, menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Pengajaran dan pendidikan generasi harus mengacu pada kurikulum pendidikan Islam. Negara memiliki peran penting mewujudkan generasi yang cerdas akalnya, sehat jiwanya, dan kondusif lingkungannya, yaitu melalui kebijakan yang menerapkan syariat Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan.

Demikianlah sistem pemerintahan Islam dalam mengatur tata pergaulan rakyatnya. Sepanjang 1.300 tahun Islam memimpin dunia, peradaban yang dibangun adalah peradaban gemilang yang melahirkan generasi yang melegenda dengan predikat umat terbaik sepanjang sejarah. (*)

Dukung Keberhasilan Wolbachia, PKK Berperan Edukasi Masyarakat

0
Dukung Keberhasilan Wolbachia, PKK Berperan Edukasi Masyarakat
Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase. (ist)

BONTANG – Launching resmi Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) dilaksanakan pada Selasa (5/9/23) kemarin di halaman parkir Bontang Kuala.

Dalam hal ini Direktur Jendral (Dirjen) Pencehagan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwo mengatakan, bahwa seluruh lapisan masyarakat berperan penting dalam keberhasilan program tersebut untuk mengurangi DBD.

Termasuk anggota PKK khususnya Kota Bontang, yang merupakan pengantar pengetahuan kepada keluarga-keluarga di Bontang.

“Ibu-ibu PKK yang hadir di sini juga sangat penting, karena informasi yang tersampaikan oleh ibu-ibu biasa bisa merembet cepat, jadi pasti warga akan cukup teredukasi untuk Bawis ini,” ungkapnya

Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase mengatakan, bahwa DBD sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kematian terutama kepada anak-anak. Oleh sebab itu keterlibatan kader-kader bisa memberikan kebenaran informasi.

“Kita tahu tidak semua masyarakat akan paham tentang Wolbachia ini, sehingga kader PKK ini berfungsi menjadi alternatif informasi yang memberikan kebenaran terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Bisa saja terdapat masyarakat yang menganggap hal tersebut sebagai hoax. Maka PKK bertugas agar masyarakat percaya, bahwa nyamuk yang ‘diternak’ itu nantinya adalah nyamuk baik yang tidak akan memberikan penyakit kepada manusia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, walaupun ternak nyamuk baik tersebut sedang dilakukan, warga tetap harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti rutin menguras bak yang ada airnya, dan tidak membiarkan ada genangan yang memungkinan nyamuk bertelur.

“Selain itu untuk rumah yang ada ember Wolbachianya, agar di lingkungan tersebut tidak melakukan penyemprotan, sehingga nyamuk Wolbachia ini dapat berkembang biak,” ujarnya. (sya/adv)

Dua Pengedar Sabu di Muara Badak Ditangkap Sekaligus

0
Dua Pengedar Sabu di Muara Badak Ditangkap Sekaligus
Kedua pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian Muara Badak. (ist)

BONTANG – Dua pengedar narkoba jenis sabu di Muara Badak ditangkap sekaligus oleh pihak kepolisian. Kedua pengedar itu ditangkap pada Senin (4/9/2023) pukul 19.00 Wita.

Za pria 34 tahun warga Muara Badak, ditangkap lebih awal. Saat hendak ditangkap dia sempat melarikan diri dan membuang barang bukti sabu ke bawah kolong rumah.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid mengatakan, tersangka ditangkap di dalam gang menuju rumahnya saat sedang menunggu pembeli.

“Sempat dibuang barang bukti ke bawah kolong rumah,” ujarnya.

Adapun polisi mengamankan 3 poket atau 1,18 gram sabu.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali meringkus seorang pria di Muara Badak berinisial Su pria 33 tahun.

Dia ditangkap di dalam kontrakannya dengan 9 poket sabu atau 3,34 gram.

“Ada juga uang hasil penjualan Rp 300 ribu,” sebutnya.

Sementara pemasok sabu berinisial An kini masuk DPO.

Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan terancam 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Gelar Pelatihan, Kader PKK Dibekali Ilmu Ketahanan Keluarga

0
Gelar Pelatihan, Kader PKK Dibekali Ilmu Ketahanan Keluarga
Foto bersama Wali Kota Bontang, Ketua PKK Bontang, dan kader PKK di pembukaan Pelatihan Kader PKK Pokja I. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bontang melaksanakan pelatihan kader ketahanan keluarga pada Rabu (6/9/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

Wakil Ketua Pokja I Kaltim, Diding Revilla menjelaskan, pelatihan ini bukan hanya sekedar pertemuan, tapi karena ada tanggung jawab pokja I untuk membekali diri sendiri dengan ilmu yang dibutuhkan sebagai kader PKK.

Namun, sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat kita tidak harus melulu menjadi narasumber untuk mereka, tapi kita tetap menjadi masyarakat yang memiliki ilmu lebih untuk dibagikan.

“Saat menemukan kasus di sekitar kita, bisa saja kita menjadi tempat mereka untuk bercerita dan menjadi motivator yang secara langsung dapat membantu dengan ilmu yang kita dapatkan,” jelasnya.

Selain itu, ketahanan keluarga juga dapat dipengaruhi oleh era digital yang semakin modern, dimana sebagai orang tua harus melek teknologi dan tidak membandingkan dengan masa lalunya.

“Pengajaran secara langsung penting, tapi pengajaran teknologi juga diimbangi, jangan sampai sekeluarga kecanduan teknologi malah bikin perpecahan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase menjelaskan, pelatihan kader ketahanan keluarga diberikan kepada PKK khususnya Pokja I, yang berfokus pada pengamalan dan penghayatan pancasila.

“Isinya salah satunya tanggung jawabnya berupa ketahanan keluarga, yang merupakan tanggung jawab kita semua terutama pokja I ini,” bebernya.

Bagaimana sebuah keluarga harus mempersiapkan ketahanan keluarga dari segala aspek, mulai dari pola asuh, dan menghindari kekerasan rumah tangga. Pola asuh yang diberikan bisa dari pendidikan, juga kesehatan.

“Imunisasi merupakan salah satu contoh kecil untuk ketahanan keluarga, bagaimana melindungi keluarga dari segala aspek,” ujarnya

Harapannya dengan inisiasi Pokja I Kota, PKK di kecamatan hingga kelurahan dapat memahami apa saja yang menjadi tanggung jawab mereka. Ilmu-ilmu yang mereka dapat juga dapat mengimplementasi di keluarga mereka sendiri dan lingkungannya. (sya/adv)

WC dan Musala Lang-Lang Jorok dan Kotor, Wali Kota: Tahun Depan Ada Perbaikan

0
WC dan Musala Lang-Lang Jorok dan Kotor, Wali Kota: Tahun Depan Ada Perbaikan
Wali Kota pastikan ada pembenahan pada fasilitas di Stadion Bessai Berinta tahun depan. (ist)

BONTANG – Legislatif menyoroti kondisi fasilitas umum di Gedung MTQ dan Stadion Bessai Berinta Lang-Lang. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mengeluhkan kondisi wc dan musala yang kotor, sehingga tidak nyaman digunakan.

“Fasilitas wc dan musala memprihatinkan, jorok dan kotor,” ujarnya saat interupsi usai rapat paripurna di Gedung DPRD Bontang, Senin (4/9/2023) lalu.

Disebut Faisal, tempat itu menjadi tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat. Kerap dijadikan tempat berbagai kegiatan atau event-event.

Politisi Nasdem ini menyayangkan tidak adanya petugas kebersihan di area tersebut. Menurutnya, pemkot kerap merekrut tenaga honorer atau TKD.

“Kenapa tidak minta petugas kebersihan satu atau dua orang bertugas ditempatkan di situ. Ini harus jadi perhatian Pemkot Bontang,” timpalnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, saat ini area Lang-Lang sedang ada proses pembenahan. Nantinya akan dilanjutkan dengan perbaikan WC di tahun depan.

Namun, sebelum hal itu dilaksanakan, kata Basri dilakukan pembuatan rencana desain WC yang baru. Sebab WC sebelumnya menggunakan model lama sehingga kerap tersumbat, ditambah areal WC yang rendah.

“Akan ada proses pembenahan di Lang-Lang. Tahun ini wajah Lang-Lang akan berubah lebih bagus. Tahun depan yang akan berubah itu gedung yang kita pakai upacara,” terang Basri. (al/adv)

AH Minta RS Tipe D Segera Difungsikan, Begini Alasannya!

0
AH Minta RS Tipe D Segera Difungsikan, Begini Alasannya!
Rumah Sakit Tipe D Taman Sehat belum juga difungsikan sampai saat ini. (ist)

BONTANG –  Legislatif kembali meminta dengan tegas agar Rumah Sakit Tipe D Taman Sehat segera difungsikan. Lantaran sudah lama rumah sakit pemerintah tersebut belum juga difungsikan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.

Dikatakan AH sapaan akrabnya, rumah sakit ini sudah menjadi aset daerah, maka sudah seharusnya difungsikan sesuai peruntukannya untuk pelayanan maksimal masyarakat.

“Justru keliru kalau tidak difungsikan. Kalau alasannya soal sarana dan prasarana yang belum memadai, kan bisa bisa dipenuhi dan dilengkapi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, beberapa bagian yang sudah mengalami kerusakan akibat tidak segera difungsikan. Seperti plafon rumah sakit yang mulai keropos dan berlubang dan mulai ditumbuhi semak belukar. Dikhawatirkan bangunan akan rusak dan mangkrak.

“Mulai ada bagian-bagian yang rusak, jangan sampai tambah rusak gedung itu. Malah pemborosan biaya,” imbuhnya.

Ia juga meminta agar tidak ada ‘faktor lain’ yang menjadi pemicu rumah sakit itu urung digunakan. Menurutnya, justru akan berdampak dan merugikan masyarakat.

“Saya tidak mau tahu kalau soal ‘faktor lain’ itu. Yang jelas ini peruntukannya untuk masyarakat. Kalau soal lingkungan karena dekat pemukiman, itu kan bisa diselesaikan yang penting ada kemauan pemerintah,” tegasnya.

Diketahui pembangunan RS Tipe D Taman Sehat sudah rampung pengerjaannya sejak awal 2021 lalu. Pemkot Bontang mengucurkan anggaran sebesar Rp 7,3 miliar. Setahun berselang kembali digelontorkan anggaran sebesar Rp 11,6 miliar.

Namun, hingga saat ini belum difungsikan lantaran diduga menabrak regulasi yang ada. Salah satunya menyangkut lokasi yang berdampingan dengan sekolah. Sementara, hasil audit BPKP mengatakan bahwa bangunan tersebut harus difungsikan pada 2023 ini. (al/adv)

Resmi Luncurkan Program Bontang Berwolbachia Serentak untuk Kendalikan DBD

0
Launching Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Program Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) secara resmi diluncurkan di halaman parkir Bontang Kuala pada Selasa (5/9/23).

Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwo.

Maxi Rein Rondonuwo menjelaskan bahwa tahap-tahap implementasi program ini akan dijalankan dengan baik, melibatkan pemerintah kota hingga masyarakat, termasuk upaya edukasi.

“Kerjasama lintas sektor dalam program ini sangat baik. Proses sosialisasi dan tahap-tahap lainnya telah dirancang dengan baik, bahkan penentuan lokasi penempatan ember-ember nyamuknya telah dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi,” ungkapnya.

Pemilihan Kota Bontang sebagai pilot project Wolbachia dianggap tepat karena kota ini mengalami kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tahunnya. Selain itu, pemerintah kota juga serius dalam melaksanakan proyek ini dan dianggap sangat memahami konsepnya.

“Di Indonesia, kematian akibat DBD biasanya mencapai lebih dari 1000 kasus dalam setahun, dan karena nyamuk tidak mungkin dapat diberantas, Wolbachia menjadi solusi yang efektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, program ini akan diperluas ke kota lain, termasuk Kota Denpasar, Bali. Awalnya, program ini ditujukan hanya untuk 5 kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, melaporkan tahap-tahap penerapan Wolbachia yang telah dilakukan sejak akhir tahun 2022. Proses ini melibatkan pelantikan koordinator lapangan atau kader Wolbachia sebanyak seratus orang.

“Dengan kerjasama yang berkelanjutan, saya berharap teknologi Wolbachia ini dapat membantu kami menekan kasus DBD dan angka kematian di Kota Bontang,” ujarnya.

Dalam kesuksesan program ini, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah. Dukungan tidak hanya harus datang dari kalangan pemerintahan, melainkan juga dari masyarakat umum.

Rahman, perwakilan dari B2P2VRP Salatiga, memberikan penjelasan singkat tentang tahapan perkembangan nyamuk berwolbachia. Nyamuk-nyamuk ini akan “diternak” dalam ember, di mana telur nyamuk yang ditempatkan dalam air akan berkembang menjadi jentik nyamuk dalam 1 hingga 2 hari, dan selanjutnya berkembang menjadi pupa dan nyamuk dewasa dalam beberapa minggu.

“Setiap dua minggu, air dalam ember akan diganti dan telur baru akan ditempatkan selama enam bulan. Dari telur hingga menjadi nyamuk membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, oleh karena itu, setiap dua minggu proses ini akan diperbarui,” tutupnya. (yah)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus Susanto

Anggaran Wolbachia Nasional Rp 10 Miliar, Dirjen P2P Akan Tambah Kota dengan Insiden Rate Tinggi

0
Anggaran Wolbachia Nasional Rp 10 Miliar, Dirjen P2P Akan Tambah Kota dengan Insiden Rate Tinggi

BONTANG – Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwo meluncurkan program pelepasan nyamuk berwolbachia di Kota Bontang pada Selasa (5/9/2023). Maxi Rein mengungkapkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk implementasi wolbachia secara nasional mencapai Rp 10 miliar. Setiap daerah yang menjalankan program wolbachia juga harus menganggarkan dana secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa anggaran ini telah disiapkan di tingkat nasional dan mencerminkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat bertanggung jawab untuk menyediakan telur nyamuk, logistik, dan pelatihan, sementara daerah bertanggung jawab atas operasional kader-kader wolbachia.

“Anggaran kita ini kan kerja sama dengan daerah. Ada tanggung jawab pusat dan tanggung jawab daerah. Kita memfasilitasi telur nyamuk, logistik, dan pelatihan lainnya. Daerah bertanggung jawab atas operasional kader-kader wolbachia,” jelasnya kepada awak media pada Selasa (5/9/2023).

Selanjutnya, Maxi menyatakan bahwa implementasi wolbachia akan terus dievaluasi, dengan fokus pada persentase nyamuk berwolbachia di Kota Bontang.

“Jika efektivitasnya sudah terbukti seperti di Jogjakarta, di mana insiden ratenya turun secara signifikan setelah enam tahun pelaksanaan, kami akan melanjutkannya. Bontang melaksanakannya secara serentak, dan kami akan terus mengevaluasinya,” kata Maxi.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus melakukan produksi telur nyamuk berwolbachia secara nasional dengan menggunakan teknologi baru.

“Kami akan menambah kota-kota lainnya berdasarkan data terbaru. Kami akan melihat data insiden rate di bulan Desember dan menentukan kota mana yang akan menjadi prioritas berikutnya,” tambah Maxi. (yah)

Penulis: Yahya Yabo
Editor: Nicha Ratnasari

Lomba Karaoke di Halaman Parkir Masjid Terapung, Jamaah Keluhkan Lokasi Pelaksanaan Kurang Tepat

0
Panggung perayaan hari nelayan nasional di lapangan parkir masjid terapung (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Perayaan Hari Nelayan Nasional 2023 di Bontang mendapatkan beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para jamaah masjid Darul Irsyad Al-Muhajirin di Kelurahan Loktuan. Kritik tertuju pada lokasi panggung yang berada di halaman parkir masjid tersebut.

Kegiatan ini telah dimulai sejak Senin (4/9/23) kemarin dan akan berlangsung hingga Rabu (6/9/23) besok. Beberapa jamaah mulai mempertanyakan mengenai lomba karaoke yang diadakan di sana.

Kritik muncul karena karaoke yang diadakan bukanlah pengisi lagu-lagu religi, kasidah, atau araupun rabana. Bahkan, pada acara puncak rencananya akan ada bintang tamu, yakni artis dangdut Bintang Pantura.

“Kami juga tidak menyangka acara sebesar ini, dan ternyata banyak warga dan jamaah yang bertanya-tanya terkait kegiatan yang diadakan di halaman parkir masjid,” jelas Jumadi, Sekretaris Ta’mir Masjid.

Sebelumnya, dinas terkait telah diberitahu agar memberikan pemberitahuan tertulis jika ingin menggunakan halaman parkir tersebut. Namun, karena acara sudah berjalan, pihak masjid memutuskan untuk memperingatkan bahwa selama acara berlangsung, pengunjung dan peserta lomba harus menggunakan pakaian yang sopan.

“Kalau memang ada karaoke dan dangdutan seperti yang dilombakan, sebaiknya ke depan dapat memilih lokasi yang lebih tepat, karena jamaah masjid juga merasa kurang nyaman saat harus melewati keramaian setelah shalat isya,” tambahnya.

Meskipun demikian, Jumadi sebenarnya mendukung acara semacam ini, terutama karena kegiatan pemerintahan seperti ini penting untuk menghargai masyarakat, khususnya para nelayan di Bontang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3, Idhamsyah, menjelaskan bahwa acara yang diselenggarakan oleh DKP3 telah diberi peringatan bahwa selama acara di sana, waktu-waktu sholat harus dihormati dan semua peserta lomba karaoke serta pengisi acara harus berbusana yang rapi.

“Alhamdulillah, semalam semuanya berjalan lancar. Para peserta secara kebetulan mengenakan busana yang sopan, dan kami sangat mematuhi aturan waktu agar jamaah yang akan melakukan shalat tidak terganggu,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus Susanto