Beranda blog Halaman 698

Masih Jadi Tempat Anak-anak Nongkrong, UMKM Center Butuh Dipasangi Pagar

0
Masih Jadi Tempat Anak-anak Nongkrong, UMKM Center Butuh Dipasangi Pagar
UMKM Center di Jalan Parikesit. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – UMKM Center memerlukan penambahan fasilitas berupa pagar yang mengelilingi daerah tersebut, untuk meningkatkan keamanan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Pedagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Alfrita Junain Sande.

Alfrita menjelaskan, bahwa semenjak diresmikan menjadi UMKM Center, ia mendapatkan laporan tempat tersebut beberapa kali masih digunakan layaknya sebelum diresmikan.

“Anak sekolah masih berlalu lalang disana, kadang dibuat ngumpul setelah mereka pulang sekolah, bahkan kamar mandi masih seringkali digunakan,” terangnya beberapa waktu lalu

Pembangunan pagar juga diperlukan agar tidak bersentuhan langsung dengan pemukiman. Kabar lain yang ia dapatkan adalah, pada malam hari terdapat anak-anak yang melakukan aktivitas yang tidak semestinya.

“Malam kalau sudah sepi, ada anak-anak yang nongkrong, bahkan seringkali didapati sedang ngelem,” jelasnya.

Adapun di UMKM Center itu sendiri banyak barang-barang yang memiliki nilai jual, tidak menutup kemungkinan ada orang merusak disana, karena keamanan oleh penjaga di wilayah tersebut juga masih kurang sehingga menyebabkan kekhawatiran.

Sampah-sampah bekas aktivitas anak nongkrong disana seringkali tertinggal, penggunaan kamar mandi yang sembarang juga membuat wilayah sekitar menjadi berbau tidak sedap.

Diharapkan, secepatnya penganggaran pagar ini dapat direalisasikan dalam perencanaan APBD murni tahun 2025 mendatang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dikritik Lambatnya Pelayanan Akibat Pegawainya Pergi Bimtek, Begini Tanggapan Lurah Belimbing

0
Dikritik Lambatnya Pelayanan Akibat Pegawainya Pergi Bimtek, Begini Tanggapan Lurah Belimbing
Lurah Belimbing, Dwi Andriyani. (ist)

BONTANG – Lurah Belimbing, Dwi Andriyani menanggapi kritikan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam atas lambatnya pelayanan hingga pegawai yang tak berada di lokasi saat dirinya mengunjungi Kelurahan Belimbing, Selasa (5/11/2024) kemarin.

Kritikan tersebut disampaikan saat rapat Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2025 berlangsung.

Andi Faiz membeberkan, saat dirinya datang ke Kantor Kelurahan Belimbing untuk sebuah urusan, namun tidak menjumpai pegawai kelurahan, yang ada hanya tenaga magang. Lantaran para pegawai Kelurahan Belimbing sedang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Dwi Andriyani mengatakan, bahwa untuk pelaksanaan bimtek dilakukan di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kalaupun ada pegawai yang pergi bimtek, pastinya masih ada pegawai lain yang tetap berjaga dan bertugas agar pelayanan di kelurahan tidak terganggu.

“Sebenarnya di hari itu, masih ada satu pegawai yang bertugas yaitu Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat, dan juga beberapa petugas pelayanan,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (6/11/2024).
Lurah Belimbing juga menyampaikan, terkait pernyataan Ketua DPRD Bontang yang beranggapan masih kurangnya pelayanan yang maksimal. Bahwa dirinya masih kurang paham secara detail tentang permasalahan tersebut.

“Kemungkinan, saat Bu Shemmy datang dan meminta visum reses tidak bertemu dengan yang bersangkutan. Jadi kami kurang paham, bagaimana kronologinya,” tambahnya.

Padahal, untuk di Kelurahan Belimbing sendiri telah mempunyai program pelayanan malam, yang telah dijalankan secara konsisten. Bahkan untuk jadwal pelayanan malam pun dibuka pada Senin dan Rabu, mulai pukul 19.00 Wita hingga 21.00 Wita.

“Intinya kami selalu konsisten dalam pelayanan ke masyarakat, dan pelayanan malam pun tersedia di hari yang sudah ditentukan, guna memperluas akses bagi yang tidak sempat mengurus keperluannya di waktu pagi dan siang hari,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gandeng BNSP dan Disnaker, Pupuk Kaltim Gelar Sertifikasi Welder Bagi 50 Warga Bontang

0

BONTANG – Perkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar sertifikasi bagi 50 welder di Kota Bontang. Proses sertifikasi dilaksanakan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), untuk memberikan standar kualitas yang diakui secara nasional.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengungkapkan jasa pengelasan atau welding merupakan salah satu bidang yang sangat dibutuhkan sektor industri, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional bahkan internasional. Maka melalui sertifikasi, tenaga kerja lokal yang bergerak di jasa pengelasan dapat memperoleh keahlian yang terstandardisasi, serta pengakuan sertifikat untuk memberikan nilai tambah agar mampu bersaing di pasar kerja.

“Terlebih dunia industri saat ini terus berkembang, serta menuntut tenaga kerja dengan keterampilan yang semakin khusus dan teruji. Maka dari itu kami sengaja menggelar sertifikasi, agar peluang welder lokal makin berkembang dan bersaing di pasar kerja,” ungkap Sugeng, Jumat (1/11/2024).

Dijelaskannya, kegiatan ini terbagi dalam tiga jenis sertifikasi, yakni Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) 6G sebanyak 22 orang, Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G sebanyak 18 orang, dan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 3G sebanyak 10 orang. Penjaringan peserta bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan Ikatan Welder Bontang (IWB), dengan fasilitator LKP Sasana Widya sebagai bentuk transparansi Pupuk Kaltim membuka kesempatan bagi seluruh warga.

BNSP pun sengaja digandeng untuk proses sertifikasi, mengingat pengakuan lembaga tersebut menjadi kunci bagi peserta memperkuat daya saing di bidang pengelasan. Terlebih sertifikasi dari lembaga berkompeten menjadi bukti kualitas tenaga kerja, untuk membuka peluang lebih luas dan menjanjikan bagi karir peserta.

“Sertifikasi BNSP juga untuk memastikan setiap peserta yang lolos sertifikasi telah memenuhi standar profesional yang ditetapkan Pemerintah Indonesia. Dimana sertifikat ini diakui secara nasional dan tentunya makin mempermudah warga mendapatkan kesempatan kerja,” lanjut Sugeng.

Dirinya pun berharap, dengan sertifikasi ini tenaga welder Kota Bontang dapat semakin meningkatkan kualitas diri untuk mengembangkan karier di dunia industri dan pembangunan daerah. Pupuk Kaltim optimis hal ini semakin memperkuat daya saing tenaga kerja lokal, yang tentunya mendukung iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.

“Pengelasan merupakan salah satu keahlian inti dalam industri petrokimia dan energi, termasuk di Pupuk Kaltim. Dan dengan sertifikasi, tenaga kerja lokal memiliki kompetensi setara dengan standar industri yang berlaku di tingkat nasional bahkan internasional,” tambah Sugeng.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, menyampaikan apresiasi atas kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal yang andal dan berdaya saing. Menurut dia, ini menjadi kesempatan bagi tenaga lokal yang bergerak di bidang pengelasan, agar mendapatkan kesempatan lebih luas di dunia industri, tidak hanya di Kota Bontang tapi juga seluruh Indonesia.

“Program ini wujud nyata kolaborasi dunia industri dan pemerintah dalam memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal. Dan Pupuk Kaltim telah menjadi salah satu mitra strategis Pemkot Bontang yang sangat aktif membekali masyarakat di berbagai bidang,” papar Safa Muha.

Sebelumnya Pupuk Kaltim juga turut menggelar sertifikasi serupa di sektor migas bagi warga Bontang. Hal ini kata Safa Muha, menunjukkan komitmen Perusahaan terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, dengan menyasar seluruh bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan.

Terlebih dengan semakin tumbuhnya iklim investasi, maka permintaan akan tenaga andal dan terampil yang relevan dengan kebutuhan industri akan terus meningkat, sehingga sertifikasi kompetensi menjadi salah satu syarat yang dibutuhkan untuk bisa bersaing.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim melalui sertifikasi ini, dan semoga kedepan bisa diikuti keahlian di bidang lainnya. Kami yakin dengan kompetensi mumpuni, warga lokal tidak akan kalah dengan tenaga kerja dari luar,” pungkas Safa Muha. (adv)

Kritik Pelayanan di Kelurahan Belimbing, Andi Faiz: Semuanya Sibuk Pergi Bimtek!

0
Kritik Pelayanan di Kelurahan Belimbing, Andi Faiz: Semuanya Sibuk Pergi Bimtek!
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengkritik Kelurahan Belimbing terkait lambatnya pelayanan. Hal ini disampaikan saat Rapat Kerja Penyampaian Tanggapan dan Jawaban Wali Kota terhadap pandangan fraksi-fraksi DPRD atas Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (5/11/2024) kemarin.

Andi Faiz menyampaikan, beberapa waktu lalu dirinya beserta istri mendatangi Kelurahan Belimbing untuk meminta visum reses, akan tetapi saat sampai di tempat tujuan, dirinya tidak menemukan pegawai sama sekali di Kelurahan Belimbing, karena seluruh pegawai pergi keluar mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek).

“Saya kesana tidak ada semua pegawainya, yang ada malah tenaga yang magang saja. Semuanya sibuk pergi Bimtek, bahkan pelayanannya lambat, apa ini tidak gila,” ucapnya.

Andi Faiz pun menuturkan, sebagai abdi negara harus bisa memberikan prioritas pelayanan yang terbaik untuk melayani masyarakat yang datang. Tidak membiarkan begitu saja, bahkan pegawai yang tidak ada di tempat hanya menyisakan tenaga magang yang tidak punya kewenangan.

“Mau jadi apa nanti kalau seperti ini. Pegawai tidak ada di tempat, rapat tidak pernah hadir, anggaran minta besar. Tetapi kalau ada jadwal pergi bimtek, semuanya siap,” paparnya.

Sementara, media ini telah meminta konfirmasi ke Lurah Belimbing, tetapi belum ada tanggapan lebih lanjut terkait dengan apa yang dikeluhkan dengan Ketua DPRD Kota Bontang, hingga berita ini diterbitkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembentukan TAP2D Oleh Pemkot Disorot Anggota Dewan, Begini Sebabnya!

0
Pembentukan TAP2D Oleh Pemkot Disorot Anggota Dewan, Begini Sebabnya!
Kegiatan rapat Raperda APBD Tahun Anggaran 2025, di Ruang Rapat Paripurna Lantai III DPRD Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mengambil langkah pembentukan Tim Ahli Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D). Namun hal tersebut mendapat banyak sorotan dari Anggota DPRD Kota Bontang, saat Rapat Raperda APBD Tahun 2025, Selasa (5/11/2024) kemarin.

Saat rapat berlangsung sejumlah anggota DPRD Bontang mempertanyakan dasar hukum serta peran dari TAP2D, yang dirasa sangat belum jelas alurnya.

Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto menyampaikan, bahwa pembentukan tim tersebut dilakukan dengan dasar yang tidak jelas. Bahkan dirinya juga mempertanyakan apakah TAP2D memiliki struktur resmi, apalagi tertera jelas di Surat Keputusan (SK) tersebut yang bertanda tangan adalah Wali Kota Bontang.

“Pastinya kami membutuhkan kejelasan, jangan sampai pembentukan tim ini hanya semaunya saja, tidak mungkin pak Basri yang bertanda tangan,” ucapnya saat rapat berlangsung.

Heri pun sangat menyayangkan hal tersebut. Jikalau benar pembentukan TAP2D ini terbentuk, dan lepas dari pantauan Sekretaris Daerah (Sekda).

“Saya tidak tahu harus ngomong bagaimana lagi, saya juga bingung kenapa bisa lepas dari pantauan. Apalagi seorang Sekda tidak memiliki arsipnya,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Bontang, Winardi mempertanyakan hal yang sama. Bahkan Winardi memperjelas untuk tidak menganggap hal seperti ini menjadi hal yang remeh.

“Ini sangat sensitif, apalagi dengan pembentukan tim yang tidak jelas, nantinya program pemerintah jadi kacau. Intinya tim ini tidak boleh menjadi alat politik, untuk menguras anggaran,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati menyampaikan, bahwa untuk pembentukan TAP2D telah berada di luar struktur pemerintah. Bahkan nantinya TAP2D bertugas untuk memberikan masukan dalam pembangunan.

“Hanya itu yang saya tahu, dan semuanya pasti lewat saya, nanti saya akan buka datanya, dan saya juga akan bahas dan lanjut komunikasi dengan Baperida,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

KPU Bontang Bersiap Melaksanakan Debat Paslon

0
KPU Bontang Bersiap Melaksanakan Debat Paslon
Ketua KPU Kota Bontang, Muzarroby Renfly. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Jelang pilkada serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang bersiap menyelenggarakan “Debat Paslon” Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly menjelaskan, debat perdana akan dilangsungkan pada 10 November di Ballroom Hotel Grand Mutiara, dengan mengusung tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Kompetitif dalam Mewujudkan Bontang Sentosa 2045.”

Adapun format enam segmen ini merujuk pada Surat Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024. Debat akan dimulai pukul 14.00 hingga 17.00 WITA dan berlangsung selama 180 menit.

“Dibagi menjadi enam segmen untuk memfasilitasi pemaparan dan interaksi antar paslon,” terangnya saat dihubungi, Rabu (6/11/24).

KPU Bontang tengah menyusun tim perumus dari berbagai bidang, seperti akademisi, profesional, dan praktisi, untuk menentukan format dan arah diskusi debat.

Guna menjaga ketertiban, KPU Bontang juga membatasi jumlah pendukung yang boleh hadir langsung di lokasi. Setiap pasangan calon hanya diperkenankan membawa 25 orang, tanpa arak-arakan massa.

“Nanti diharapkan para pendukung dapat menyaksikan debat dari tempat masing-masing,” ujarnya

Masyarakat Bontang dapat menyaksikan debat perdana ini secara langsung melalui YouTube resmi KPU Bontang dan PKTV melalui link yang nanti akan dibagikan.

Berikut adalah susunan segmen debat perdana:
1. Pembukaan dan pembacaan tata tertib serta penyampaian visi, misi, dan program kandidat;
2. Pendalaman visi, misi, dan program oleh moderator;
3. Pendalaman visi, misi, dan program oleh moderator;
4. Tanya jawab dan sanggahan antar pasangan calon;
5. Tanya jawab dan sanggahan antar pasangan calon;
6. Penutup atau closing statement.

Dalam debat ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Bontang untuk menilai visi, misi serta strategi setiap paslon dalam membangun SDM yang kompetitif untuk mewujudkan Bontang Sentosa 2045.

Penulis: Syakura
Editor: Yusva Alam

20 Kali Transaksi Sabu, Warga Muara Badak Diamankan Polisi

0
20 Kali Transaksi Sabu, Warga Muara Badak Diamankan Polisi
Tersangka Ar (48) pengedar sabu. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria berinisial Ar (48) salah satu warga Muara Badak, Kutai Kartanegara, lantaran kasus peredaran narkoba jenis sabu, Senin (4/11/2024) kemarin, sekitar pukul 23.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, telah menerima informasi yang masuk dari masyarakat sekitar, bahwa di Jalan Bina Cipta, RT.3, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, telah dicurigai sering kali dijadikan tempat transaksi sabu.

Sehingga tim Sat Resnarkoba Polres Bontang langsung menindaklanjuti adanya laporan tersebut, dan dilakukan penyelidikan. Bahkan tim telah mencurigai salah satu rumah di wilayah tersebut, sehingga langsung melakukan penggeledahan.

“Kami langsung melakukan penggeledahan, dan mengamankan Ar dengan sejumlah barang bukti,” ucapnya.

Barang bukti yang telah diamankan petugas, meliputi dua bungkus plastik bening berisikan sabu seberat 1,90 gram, satu bungkus plastik klip bening, satu buah timbangan, serta satu handphone merek Vivo.

“Tersangka mengakui, kalau barang tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang,” paparnya.

Diketahui, Ar telah membeli sabu tersebut sebanyak 20 kali di September 2024 lalu, bahkan Ar juga sempat mengambil satu bal sabu dari pemasoknya di Jembatan Mahkota, Samarinda.

“Tersangka juga telah melakukan transaksi jual beli sabu, tepat empat hari yang lalu, dan sempat membeli sabu 5 gram, sebagian sudah terjual,” ungkapnya.

Kini tersangka Ar telah diamankan di Mapolres Bontang, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Bontang Kesal, Banyak Kadis Tak Datang Saat Rapat Raperda APBD 2025

0
Ketua DPRD Bontang Kesal, Banyak Kadis Tak Datang Saat Rapat Raperda APBD 2025
Ketua DPRD Kota Bontang (baju putih), Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam merasa sangat kesal, lantaran banyaknya Kepala Dinas (Kadis) yang tidak datang saat rapat Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (5/11/2024).

Andi Faizal menyampaikan kekesalannya pada sejumlah jajaran yang hadir, dirinya mengkritik Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak hadir di rapat tersebut.

“Kenapa banyak kadis yang tidak hadir, ini malah yang datang bukan di bagiannya, jadi tidak ada hubungannya,” ucapnya saat rapat berlangsung.

Andi Faiz langsung menyampaikan hal tersebut di depan Sekretaris Daerah (Sekda), Aji Erlynawati.

“Jika begini terus, bagaimana bisa rapat berjalan dengan baik jika yang datang hanya perwakilan saja, bukan kadisnya langsung. Ini tidak nyambung, karena bukan bagiannya,” paparnya.

Ia menambahkan, jika hal ini terulang kembali, maka dirinya akan mempertimbangkan terkait anggaran yang masuk di OPD tersebut, dengan cara pemotongan anggaran.
“Kalau nantinya sampai terulang kembali, bisa saja kami lakukan pemotongan dalam anggaran. Percuma kalau dikasih anggaran besar, tetapi setiap ada rapat tidak pernah hadir,” ungkapnya.

Diketahui, untuk OPD yang tidak hadir dalam rapat Raperda APBD Tahun Anggaran 2025, meliputi Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dispoparekraf Bakal Tunjang Pemenuhan Sarana untuk Para Disabilitas

0
Dispoparekraf Bakal Tunjang Pemenuhan Sarana untuk Para Disabilitas
Kepala Dispoparekraf, Rafidah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Setelah memberikan bonus kepada para atlet disabilitas yang telah berprestasi dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov), Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang berencana akan menambahkan fasilitas latihan bagi para atlet.

Kadispoparekraf Bontang, Rafidhah menjelaskan, bahwa pihaknya dengan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mendampingi murid-muridnya tersebut telah berdiskusi untuk penambahan fasilitas latihan mereka. Penambahan sarana itu ia rencanakan akan ditambahkan pada 2025 mendatang.

“Kami bertanya sama mereka, silahkan mengusulkan apa saja kira-kira yang dibutuhkan, mana yang nanti bisa di prioritaskan untuk mereka berlatih,” terangnya saat diwawancarai, Senin (4/11/24).

Seperti tenis meja khusus disabilitas, kemudian kursi roda sports yang digunakan khusus untuk para disabilitas, agar lebih mumpuni dalam melaksanakan aktivitas olahraga maupun bertanding seperti cabor atletik.

Salah satu fasilitas yang sedang dalam masa pembangunan adalah jogging track, yang nantinya khusus digunakan untuk disabilitas, “Jadi mereka bisa berlatih di track khusus dengan kursi roda tersebut,” katanya.

Stadion Bessai Berinta, Lang-lang nantinya akan menjadi salah satu sarana olahraga yang ramah disabilitas. Pihaknya mengupayakan berbagai sarana di Kota Bontang terutama yang berada di bawah naungan Dispoparekraf dapat lebih ramah untuk disabilitas.

“Kami akan terus mendorong bakat-bakat anak disabilitas, mereka memiliki kekurangan tapi tidak menyerah untuk terus menoreh prestasi bagi Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Cipto Mangunkusumo

0
Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Cipto Mangunkusumo
Kondisi salah satu mobil yang mengalami kecelakaan beruntun, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, Selasa (5/11/2024), sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam kecelakaan tersebut, melibatkan tiga mobil yang mengalami tabrakan beruntun, meliputi Toyota Avanza terbaru, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Avanza. Sehingga masing-masing dari mobil tersebut, mengalami kondisi yang terbilang rusak parah.

Awal mula kejadian, pengemudi mobil Avanza terbaru, Fajar mengatakan hendak ingin memutar arah, akan tetapi saat menunggu kondisi jalan terbilang sepi dan saat hendak menjalankan mobilnya, tiba-tiba saja ada mobil Pajero dari belakang yang sudah menabrak mobilnya.

“Pas mau putar arah, langsung ada benturan keras dari belakang,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Beruntung dalam kecelakaan lalu lintas ini, tidak ada korban jiwa. Akan tetapi kondisi mobil yang dialami mendapatkan kerusakan cukup parah, bahkan terdapat radiator yang pecah mengakibatkan mobil tidak bisa digunakan.

Sementara itu di lokasi yang sama, pengemudi Pajero merasa kesal lantaran mobilnya juga terdampak imbasnya, yang dimana mobil tersebut ikut tertabrak dari belakang saat beberapa menit kejadian berlangsung.

“Mobil saya juga tertabrak, dan pastinya membutuhkan biaya perbaikan. Saya tidak mau tahu, intinya saya ingin diganti rugi,” ungkap pengemudi Pajero.

Sementara itu, pengemudi mobil Avanza yang paling belakang menyatakan, bahwa dalam kecelakaan ini, dirinya kurang konsentrasi saat berkendara. Kecelakaan terjadi lantaran pengemudi Avanza ingin mengambil air minum di mobilnya, saat masih berkendara di jalan.

“Niatnya mau ambil minum, akan tetapi pas angkat kepala dan lihat ke depan mobil sudah menabrak,” paparnya.

Diketahui dalam kecelakaan tersebut, ketiga pengendara mencoba untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, tanpa melibatkan pihak berwajib.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam