Beranda blog Halaman 699

Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna

0
Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna
Pelantikan satgas anti narkoba di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan Satgas (satuan tugas) Anti Narkoba di Kelurahan Loktuan dilaksanakan di halaman Kelurahan Loktuan, Jumat (18/8/2023). Pelantikan satgas tersebut dalam rangka menjadi pilot project pemerintahan menekan kasus narkoba.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya mengatakan, pada tahun 2021 lalu, satgas anti narkoba sudah pernah dibentuk dan selama beberapa tahun mengalami penurunan.

“Dilihat dari tahun 2021 sampai 2022 memang terdapat penurunan preventif,  sehingga kami mencari strategi baru lagi untuk membentuk keterlibatan oleh seluruh tokoh masyarakat,” jelasnya.

Yusep menjelaskan, masyarakat masih takut untuk melaporkan pelaku narkoba. Padahal jika ada peran aktif dari masyarakat untuk melapor sebelum polisi menangkap, polisi akan merekomendasikan untuk melakukan rehabilitasi dengan pengawasan tokoh masyarakat.

“Dengan melibatkan masyarakat, bisa menumbuhkan kepedulian dan tidak memandang pecandu sebagai sesuatu yang menyeramkan,” bebernya.

Hanya pelaporan pengguna narkoba yang  akan direhabilitasi, untuk bandar dan jaringan akan tetap dijerat dengan proses hukum.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menambahkan, saat menjadi satgas anti narkoba tentu setidaknya mereka harus mengetahui jenis-jenis serta ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba. Ilmu-ilmu dasar harus dimiliki.

“Nantinya para satgas akan diberikan pengetahuan-pengetahuan dan bimbingan, bisa dari Bhabin atau Bhabinkamtibmas,” ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada BNN karena telah membantu pemkot untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan kepada seluruh dinas, demi lingkungan kerja yang produktif bebas narkoba.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi

0
Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyayangkan masih banyak pengangguran di Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim).

Dikatakannya, kondisi ini tidak semestinya terjadi. Mengingat Bontang merupakan pusat daerah industri dan tenaga di Indonesia.

“Bermacam zona industri semacam migas, petrokimia, dan pupuk sudah tumbuh di kota ini. Tapi sayangnya angka pengangguran masih tertinggi,” ujarnya, Rabu (16/8/2023).

Salahsatu solusi yang ditawarkan Politisi Gerindra itu adalah meminta pemerintah lebih giat mengadakan program pelatihan dunia usaha atau industri, untuk meningkatkan skill atau kemampuan masyarakat. Hal itu agar pengangguran bisa ditekan, lantaran masyarakat memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

“Sebaiknya buka pelatihan, kan ada APBD. Bisa menekan angka pengangguran,” timpalnya.

Solusi berikutnya yang ia tawarkan adalah menggaet investor. Upaya ini perlu gencar dilakukan gencar mengingat beberapa tahun ke depan Bontang bakal mengalami pasca migas, yang mana perusahaan besar seperti Badak LNG akan berakhir masa operasinya pada tahun 2025. Begitupun Pupuk Kaltim, kini sedang melebarkan sayapnya ke Provinsi Papua. Kebutuhan bahan dasar gas menjadi sebab dibangunnya pabrik di sana.

“Pemkot harus memikirkan itu dari sekarang. Jangan sampai angka pengangguran semakin tinggi,” terangnya.

Diketahui, Kota Bontang menjadi kota yang memiliki pengangguran terbuka terbanyak di Kaltim. Tingkat pengangguran di kota industri itu mencapai 7,81 persen. Sementara pengangguran paling kecil terdapat di Penajam Paser Utara (PPU) dengan persentase 2,12 persen.

Sementara, jumlah pencari kerja mulai Januari hingga Maret 2023 berjumlah 2.015 orang dengan lapangan pekerjaan hanya tersedia untuk 365 orang. Lowongan tersebut tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja di wilayah Kota Taman. (adv/al)

Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!

0
Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!
Peresmian Kampung Bersinar di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang mengadakan launching kampung bebas dari narkoba di Kelurahan Loktuan tepatnya kantor halaman kelurahan, Jumat (18/8/23).

Progam ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung bersih narkoba (bersinar) yang digunakan sebagai pilot project adalah Kelurahan Loktuan.

Dalam hal ini Polres Bontang juga bekerjasama dengan BNN, Kodim, seluruh perusahaan dan stakeholder untuk bekerjasama dalam menangani narkoba.

Pemilihan Kelurahan Loktuan sebagai Kampung Bersinar, selain karena berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Bontang, lantaran mayoritas hasil-hasil penangkapan dan pengungkapan narkoba berada di daerah tersebut.

Sesuai dengan rilisan Sat Resnarkoba Polres Bontang sampai pada 16 Agustus 2023, polisi berhasil menangani 49 kasus dengan 69 tersangka. Dengan Barang bukti antara lain berupa sabu seberat 1479,19 gram, ekstasi 8,6 gram, tembakau sintetis 10,98 gram.

“Walaupun ini pilot project, tapi nantinya kita akan membentuk satgas-satgas anti narkoba di seluruh kelurahan,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kebanyakan warga binaan di lapas adalah seorang pelaku narkoba.

“Sekitar 80 persen ibu-ibu di lapas merupakan pelaku narkoba, sama halnya dengan yang ada di Polres, sekitar 70 persen itu kasus narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memerangi narkoba merupakan hal yang sulit, sehingga walaupun tidak bisa memusnakan setidaknya jumlahnya harus ditekan, agar persentase kasus narkoba di Bontang berkurang.

Cara kerja pemberantasan juga harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, agar tidak ada celah. Karena jika bekerja hanya karena beberapa tahun kemudian ada jeda, kasus narkoba akan bisa naik kembali.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka

0
HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka
Hapidah, Ketua PKK Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase turut memeriahkan HUT RI ke-78. Ia menggunakan salah satu baju adat jawa, di mana hal tersebut salah satu cara menjujung tinggi rasa nasional masyarakat.

Ia bangga lantaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) menyarankan seluruh pejabat menggunakan pakaian adat, karena dengan banyaknya pakaian adat yang disewa akan membantu pebisnis penyewaan baju adat.

“Dengan banyak orang yang mencari tempat sewa baju adat kita ikut memberdayakan mereka juga,” ungkapnya saat ditemui redaksi, Kamis (17/8/23)

Lebih lanjut, Hapidah menjelaskan kemerdekaan dalam sebuah keluarga, di mana peran orang tua sangat penting dalam masa depan anak. Anak berhak mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan, selain itu anak juga harus merdeka dalam mencari ilmu.

“Merdeka itu, anggota keluarga bisa menjalankan kegiatan kekeluargaan yang sifatnya membimbing, baik sesama orang dewasa maupun anak-anak,” jelasnya.

Untuk anak yang mulai beranjak dewasa, kebebasan anak harus dijunjung tinggi, karena anak berhak untuk memilih dan menentukan masa depannya, namun tentu orang tua harus tetap memantau pilihan-pilihan mereka dan bertukar pikiran.

“Kota Bontang harus tumbuh dengan keluarga yang sehat dan hebat, sehingga pendidikan, gizi, dan perhatian harus dioptimalkan agar generasi bangsa bisa cemerlang,” harapanya. (sya/adv)

3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP

0
3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP
Pemberian KTP kepada anak yang berulang tahun saat HUT RI (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG –  Dalam rangka merayakan HUT RI ke-78, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) langsung memberikan KTP kepada anak yang genap berusia 17 tahun bertepatan dengan HUT RI ke-78.

Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil, Muhammad Thamrin mengatakan, terdapat sepuluh anak di Bontang yang lahir pada tanggal 17 Agustus 2006.

“Dari 10 anak tersebut, 3 yang dapat kami cari lokasi mereka bersekolah dimana. Ketiga anak itu saja yang kami serahkan langsung, sisanya sudah kami cetak untuk mereka ambi di Disdukcapil,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Tiga anak yang diundang yakni, Muhammad Dimas Agusti dari SMAN 1, Inaya Widia Aristy Nabila dari SMA YPK dan Much Ikhsan Riyadi dari SMAN 3.

Thamrin menambahkan, program penyerahan KTP kepada anak yang bertepatan lahir 17 Agustus ini dinamai ‘Kadoku KTP EL Sweet Seventeen.’

“Saya berharap mereka juga menjadi semangat, karena tahun depan mereka akan menjadi pemilih pemula,” harapnya.

Much Ikhsan Riyadi, salahsatu penerima KTP EL mengatakan, bahwa ia mendapatkan kabar dari sekolahnya untuk menghadiri penerimaan KTP tersebut.

“Saya dikasih tahu sekolah untuk penyerahan KTP. Saya terima kasih dengan program dari disdukcapil, karena tentu saya tidak perlu mengantri untuk pengambilan KTP,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang

0
Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang
Veteran di Kota Bontang, Ahmad Saleh saat menerima bingkisan dari Wali Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Setelah melaksanakan Upacara HUT RI ke-78 di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, seluruh peserta upacara mengikuti syukuran di Rumah Jabatan Pendopo Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Selain peserta upacara, hadir pula seorang veteran kemerdekaan RI dan 4 janda veteran dalam acara tersebut. Para veteran ini menerima bingkisan dan kenang-kenangan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase.

“Kami sangat terhormat dapat menghadirkan veteran yang memperjuangkan Indonesia di tengah-tengah kami,” ucapnya.

Ahmad Saleh, diyakini sebagai veteran terakhir yang ada di Kota Bontang. Ia mengatakan, bahwa teman-teman seperjuangan yang lain sudah berpulang.

“Teman saya dulu yang ketua veteran sudah tidak ada, sisa saya saja,” ucapnya saat ditemui oleh redaksi.

Pria kelahiran tahun 1923 tersebut terlihat masih kuat, sehingga dapat hadir di pendopo tanpa menggunakan alat bantu apapun.

“Saya dulu tugas di Sulawesi, saya aslinya orang sana, kemudian pindah ke Kalimantan tahun 1963,” tuturnya sedikit bercerita.

Ia mengaku senang hingga kini dapat merasakan kemerdekaan hingga ke-78 tahun, ia juga mengungkapkan kebahagiaan karena dapat hadir dalam acara syukuran tersebut.

“Kemerdekaan dulu sama sekarang tidak terlalu berbeda, hanya sekarang sudah canggih. Saya ingat sekali dengar pengumuman kemerdekaan masih lewat radio, saya juga terima kasih sama yang ada di sini,” ungkapnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang

0
Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Para petugas upacara pengibaran bendera merah putih sedang melaksanakan tugasnya. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78, dengan melaksanakan pengibaran bendera merah putih di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, Kamis (17/8/23).

Para petugas upacara melibatkan pelajar-pelajar SMA se-Bontang. beberapa petugas di antaranya pembawa baki bendera merah putih adalah Syabilla Dwi Kinanti Suwandi dari SMAN 2 dan Desty Aura Nisa siswi SMA Negeri 1 Bontang. Lalu petugas pengerek bendera adalah Hendera Lutfy Andika Sugiarto dari SMAN 1, dan Muhammad Dafa Hirzi dari SMAN 1. Sementara petugas pembentang bendera ialah Dwi Rizqy Tsaqif dari SMA DHBS.

Wali Kota Bontang didapuk sebagai inspektur upacara. Dalam tugasnya kali ini, Basri Rase mengenakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris.

Meski cuaca sangat terik, hal ini tak menyurutkan semangat dan konsentrasi para pengibar bendera, sehingga penaikan bendera berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan.

Upacara HUT RI,  Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Petugas upacara mengibarkan bendera merah putih. (Syakurah)

Para peserta upacara juga terlihat tetap semangat mengikuti pengibaran sang saka merah putih. Tidak hanya itu, warga Bontang juga turut memenuhi sekeliling lokasi kenaikan bendera untuk menyaksikan upacara tersebut.

Basri Rase mengungkapkan, bahwa paskibraka serta pejabat-pejabat Bontang merupakan kualitas SDM yang sangat berpotensi, sehingga upacara dapat terlaksana dengan baik.

“Warga Bontang ini memiliki banyak potensi bakat, kegiatan kemerdekaan RI terlaksana luar biasa, saya lihat walaupun kita berbeda tentu tetap satu bangsa Indonesia,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Usulan Calon Pj Gubernur Kaltim, Andi Faiz Harap Orang yang Paling Paham Kaltim

0
Usulan Calon Pj Gubernur Kaltim, Andi Faiz Harap Orang yang Paling Paham Kaltim
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.(ist)

BONTANG – Isu rekomendasi nama-nama calon Pj Gubernur Kaltim kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhir-akhir ini kian mencuat. Beragam komentar dan tanggapan dari berbagai tokoh, pejabat, dan lapisan masyarakat pun terlontar, tak terkecuali Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Andi Faiz sapaan akrabnya menyatakan, bahwa DPRD Bontang pun memiliki harapan terhadap nama-nama yang akan diusulkan oleh DPRD Provinsi Kaltim nantinya. Saat nama-nama Pj Gubernur Kaltim tersebut diusulkan.

Dirinya menegaskan, bahwa siapapun yang dipilih nantinya adalah orang yang paling memahami tentang Kaltim. Selain itu dikatakannya, adalah orang-orang yang mampu mengakomodasi keinginan masyarakat Kaltim. Kemudian orang-orang yang memahami karakter masyarakat Kaltim, dan kondisi alamnya.

“Intinya orang yang diusulkan tersebut benar-benar mengerti bagaimana kondisi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Diketahui, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota,

DPRD Kaltim memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi nama-nama calon Pj Gubernur Kaltim kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pimpinan DPRD Kaltim akan membahas secara internal sebelum memberikan tiga nama yang akan mengisi kekosongan posisi Isran Noor sebagai Gubernur Kaltim yang akan berakhir masa jabatannya Oktober 2023 nanti.

Sebagaimana yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, bahwa sesuai aturan, “Karang Paci” tengah menyiapkan pembahasan calon Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Pembahasan akan dilakukan ditingkat pimpinan DPRD Kaltim.

Adapun saat ini sejumlah nama telah mengemuka sebagai calon Pj Gubernur Kaltim yang akan direkomendasikan DPRD Kaltim yakni Rektor Universitas Mulawarman Dr. Ir. Abdunnur, Dirjen Otda Kemendagri Dr. Akmal Malik, MSi , Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag H. Kamaruddin Amin, MA.

“Nama-nama tersebut masih bersifat usulan dari masing-masing orang, belum final. Minimal Sekda, karena harus eselon 1 dari Kemendagri, yang penting eselon sesuai, memenuhi kriteria eselonnya,” pungkasnya. (adv/al)

Sungai Dahlia Menyempit di Jalan HM Ardans IV, Dinas PUPRK: Sementara Hanya Bisa Dinormalisasi

0
Sungai Dahlia Menyempit di Jalan HM Ardans IV, Dinas PUPRK: Sementara Hanya Bisa Dinormalisasi
Komisi III DPRD bersama Dinas PUPRK saat tinjauan lapangan di Jalan HM Ardans IV. (Yusva Alam)

BONTANG – Beberapa titik Sungai Dahlia yang melewati pemukiman warga di Jalan HM Ardans IV, Pisangan dilaporkan mengalami penyempitan. Hal itu mengakibatkan saat hujan deras sering mengalami banjir, karena air sungai yang mudah meluap.

Hal itu terungkap usai sidak Komisi III DPRD Bontang beserta Dinas PUPRK Bontang beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad mengatakan, bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar terjadi penyempitan pada sungai tersebut. Hal itu terjadi justru setelah banyaknya pembangunan swadaya yang dilakukan warga sekitar.

“Sudah kami lihat kondisinya tadi. Solusinya hanya bisa dinormalisasi, tidak bisa lagi dilebarkan, karena akan mengorbankan lahan warga yang berada di sekitar bantaran sungai,” ujar Samad saat sidak.

Keluhan yang sama pun diterima Dinas PUPRK. Kadis PUPRK, Usman melalui Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air, Edy Suprapto mengatakan, ada beberapa warga yang melaporkan kalau ada beberapa bagian rumah yang akan mengalami longsor akibat kondisi tersebut.

Sungai yang dulunya memiliki lebar sekira 5-6 meter, sekarang menyusut menjadi sekira 1,5 meter.

Dari kondisi itu, sementara ini Dinas PUPRK hanya bisa melakukan normalisasi. Membersihkan sungai dari tanaman-tanaman yang tumbuh dan sampah-sampah yang mengendap. Hal itu agar aliran air sungai bisa lebih lancar daripada sebelumnya.

Menurut Edy untuk solusi pelebaran sungai saat ini belum bisa dilakukan, lantaran terkendala masalah lahan. Dikhawatirkan akan terjadi bentrok dengan warga sekitar sungai.

“Hanya bisa dinormalisasi. Nanti kami atur waktunya karena bergantian dengan titik yang lain. Tapi sudah kami tangani beberapa bagian sungai,” bebernya. (adv/al)

Atlet Golf Bontang Bela Kukar di PON, Pemerintah Dianggap Kurang Perhatian

0
Atlet Golf Bontang Bela Kukar di PON, Pemerintah Dianggap Kurang Perhatian
Ketua PDRD Bontang, Andi Faiz menyayangkan adanya atlet Bontang yang bela daerah lain. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyayangkan ada atlet Bontang yang memilih mewakili Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) di ajang PON 2024 ketimbang kota asalnya Bontang. Hal itu diduga karena kurangnya perhatian Pemkot Bontang kepada para atlet.

Menurutnya, Pemkot Bontang seharusnya memperhatikan para atletnya, apalagi yang sudah mengharumkan nama Bontang. Pemkot berkewajiban mengapresiasi para atlet berprestasi, agar para atlet merasa diperhatikan.

“Harusnya ini tidak terjadi. Apresiasi harusnya diberikan kepada para atlet yang berprestasi,” ujar Andi Faiz.

Dikatakannya, atlet yang memilih mewakili daerah lain, bisa jadi lantaran mementingkan masa depannya ketimbang tidak ada kepastian dari daerahnya sendiri.

“Hal ini jadi catatan penting pemerintah, agar kasih perhatian lebih ke atlet-atlet berprestasi Bontang,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Ia pun menyarankan, agar pemerintah melalui dinas terkait memiliki standar terhadap atlet berprestasi. Misalnya yang berhasil mengharumkan nama Bontang di tingkat nasional hingga internasional bisa dijadikan sebagai tenaga P3K atau pun PNS.

“Pemerintah bisa ajukan. Agar atlet merasakan masa depannya itu terjamin,” tandasnya.

Dikabarkan, seorang atlet golf Bontang bernama Rani Ardelia (30) memilih mewakili Kukar ketimbang kota asalnya Bontang di PON ke XXI tahun 2024 mendatang.

Alasan Rani memilih berpaling ke daerah lain, lantaran merasa Pemkot Bontang kurang perhatian dan apresiasi kepada atlet berprestasi. Termasuk dirinya.

Ia merasa seringkali mengharumkan Bontang, namun tak pernah mendapat fasilitas dalam bentuk apapun.

“Iya. Kota Bontang sangat kurang memfasilitasi kami, para atlet ketika ada turnamen– turnamen,” ujarnya belum lama ini. (adv/al)