Beranda blog Halaman 700

Percepatan Penanggulangan Banjir, PUPRK Bentuk Tim Khusus Normalisasi Sungai dan Saluran Drainase

0
Percepatan Penanggulangan Banjir, PUPRK Bentuk Tim Khusus Normalisasi Sungai dan Saluran Drainase
Tim normalisasi saat membersihkan saluran drainase di Jalan HM Ardans. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot terus menggenjot penanggulangan banjir di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Sebagai upaya percepatan, Dinas PUPRK pun membentuk tim normalisasi sungai dan saluran drainase.

Dijelaskan Kadis PUPRK Bontang, Usman melalui Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK, Edy Suprapto tim tersebut merupakan Pasukan Bersih Sungai (Panbers) yang baru saja dilantik Selasa (15/8/2023) kemarin. Para anggota Panbers juga dibekali pula 2 armada truk untuk pembersihan.

Tim ini terus bergerak keliling Bontang untuk memantau titik-titik sepanjang Sungai Dahlia dan saluran drainase yang bermasalah.

Tak hanya itu, Dinas PUPRK pun akan merespon setiap aduan warga maupun RT yang berhubungan dengan masalah banjir.

“Kami akan survei lokasi kemudian akan dibersihkan oleh tim normalisasi,” ujar Edy

Diharapkan dengan adanya tim ini akan mempercepat penurunan masalah banjir di Bontang. (adv/al)

Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV

0
Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV
Launching Vaksin HPV dan Imunisasi Rotavirus di Aula Dispopar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Launching pelaksanaan vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23).

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu.

Adi Permana, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, menjelaskan, vaksinasi HPV ini diperuntukkan mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi.

“Imunisasi Rotavirus ini diteteskan ke mulut bayi sebanyak 5 tetes. Guna mencegah bayi terkena diare, karena diare cukup bahaya untuk bayi, bisa menyebabkan dehidrasi,” jelasnya.

Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV

Pemberian vaksin HPV dan rotavirus merupakan program pemerintah untuk mencegah meningkatnya kasus kanker serviks di Bontang. Untuk HPV akan disuntikan 2 kali, dosis pertama pada tahun ini menyasar anak kelas 5 SD dan untuk dosis 2 di tahun depan pada anak kelas 6 SD.

“Mulai hari ini vaksin serta imunisasi akan disebarkan ke sekolah serta puskesmas, karena jumlah terbatas akan diutamakan yang capaian penyebarannya bagus,” imbuhnya.

Pemegang program kanker Dinkes, Irma menjelaskan kalau ada warga Bontang yang terkena kanker serviks stadium 1 dan 2 masih bisa datang ke puskesmas untuk melakukan Cryoterapi Serviks di Puskesmas Bontang Selatan 1, Puskesmas Bontang Utara 1, dan Puskesmas Bontang Utara 2.

“Untuk pengobatannya bisa pakai BPJS, tapi kalau sudah kanker stadium 3 dan 4 sudah tidak bisa, harus kemoterapi,” beber Irma.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Mesin Capit Boneka: Judi atau Permainan Ketangkasan?

0
Mesin Capit Boneka: Judi atau Permainan Ketangkasan?
Maghfirudin A.A. (ist)

Oleh:

Maghfirudin A.A

Mubaligh Kota Bontang

Bontang memiliki julukan Kota Taman (Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, Nyaman) yang resmi disematkan pada 2002 silam. Brand Kota Taman ini bukan hanya sekedar pepesan kosong, tapi menjadi identitas bagi warga kota Bontang. Sebagai kota yang tertib maka pemerintah berusaha memantau setiap denyut gerak warga kota dengan CCTV di setiap simpang jalan di kota Bontang.

Julukan Bontang kota agamis bisa dibuktikan dengan maraknya Majelis Taklim di setiap RT di kota ini. Dan yang paling membanggakan, Kota Bontang ada perkumpulan mubaligh yang menyatu di dalamnya semua mubaligh dari berbagai organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Hidayatullah, DDI dll. Organisasi itu bernama Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) sebagai mitra umara Kota Bontang.

Hanya saja julukan Kota Agamis ini mulai terusik dengan munculnya permainan capit boneka, yang sejak tiga bulan lalu bermunculan di beberapa toko sembako di Bontang. Permainan ini menyasar untuk anak-anak perempuan dan terkadang dimainkan juga orang dewasa.

Hal itu menjadi bahan perbincangan di kalangan aktivis Islam di Kota Taman. Salah satunya di grup whatsApp mubaligh BKDIB Bontang.

Permasalahan mendasar adalah hukum permainan tersebut. Sebenarnya capit boneka (claw machine) sudah beredar bukan hanya di Bontang, tapi juga di wilayah pedesaan di kota lainnya. Hanya saja di Bontang baru bermunculan sejak 3 bulan terakhir ini.

Biasanya, pengelola menitipkan mesin tersebut di minimarket maupun toko yang banyak dikunjungi anak-anak. Dalam permainan tersebut, seorang pemain membeli koin untuk dimasukkan ke mesin capit, lalu dengan menggerakkan tuas ia berkesempatan mengambil boneka yang terdapat di dalamnya. Jika diamati secara sekilas permainannya sangat sederhana.

Satu pertanyaannya adalah apakah capit boneka ini suatu ketangkasan atau judi? maka perlu kita kaji bersama. Disebut permainan ketangkasan adalah apabila seorang anak bila melatih kecepatan, kecekatan, dan kepandaian dalam permainan tersebut, akan semakin terampil.

Tapi pada kenyataannya permainan capit boneka tidak bisa disebut permainan ketangkasan, karena sejak awal sudah didesain alat capitnya bisa kuat dan bisa lemah dalam masa permainan tertentu.

Memainkan capit boneka ini bisa dikatakan judi apabila memenuhi 3 unsur. Di antaranya pertama, berbayar, kedua, didasarkan pada keberuntungan semata, bukan kemampuan yang bisa diasah, dan ketiga, pemain yang beruntung mendapatkan hadiah, sedangkan pemain yang tidak beruntung tidak mendapatkan apa-apa atau mendapatkan sesuatu namun harganya jauh lebih kecil daripada yang telah ia bayarkan.

Akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa permainan capit boneka ini adalah judi yang berkedok ketangkasan. Hal ini sejalan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kembali menegaskan bahwa permainan capit boneka (claw machine) yang digemari anak-anak adalah haram. Dalam fatwa yang ditetapkan pada 3 Oktober 2007 itu, diatur permainan-permainan yang boleh dan tidak boleh dimainkan alias haram menurut agama Islam.

MUI sebagai otoritas penjaga Syariat Islam di Indonesia sudah secara tegas menyampaikan, hukum permainan capit boneka ini. Tentu juga perlu di topang dengan pemimpin Kota Bontang dalam hal ini Bapak Basri Rase M.IP untuk melarang peredaran permainan yang melatih anak-anak bermain judi semenjak kecil.

Kebijakan larangan judi ini sendiri sudah ada dalam sistem hukum di Indonesia, definisi judi dapat mengambil pasal 303 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang berbunyi “Yang dikatakan main judi yaitu tiap-tiap permainan, yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan saja.

Semoga keresahan warga kota Bontang cepat diatasi dengan kebijakan dari Pemerintah Kota Bontang untuk larangan dan penghentian judi berkedok ketangkasan. (*)

Truk Pengangkut Batu Koral Terguling Dekat Tugu Selamat Datang

0
Truk Pengangkut Batu Koral Terguling Dekat Tugu Selamat Datang
Kondisi truk koral terguling di dekat Tugu Selamat Datang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Truk pengangkut batu koral terguling di sekitar wilayah Kilometer 6 Bontang, tepatnya di antara RSUD dan Tugu Selamat datang Bontang, Rabu (16/8/2023) siang ini.

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 14.00 siang. Berdasarkan penuturan warga sekitar, tidak ada yang mengetahui kronologis kejadian. Tidak ada satupun warga yang melihat tergulingnya truk pengakut koral tersebut. Lantaran kondisi jalanan sedang sepi, dan warga tidak berada di luar rumah.

“Tidak ada yang tau kejadiannya, sebenarnya ada satu saksi mata yang hampir kena truk ini, tapi langsung pulang,” jelas Arif salah satu warga sekitar.

Truk Pengangkut Batu Koral Terguling Dekat Tugu Selamat Datang
Kondisi truk koral terguling di dekat Tugu Selamat Datang. (Syakurah/Radarbontang)

Saat ini sopir sudah dilarikan ke RSUD Taman Husada.

Berdasarkan pengaman wartawan Radarbontang.com, kondisi jalan saat ini dialihkan. Mulai dari Perempatan lampu merah RSUD, jalur lalu lintas diubah satu jalur. Anggota Satlantas Polres Bontang sudah tiba di lokasi dan sedang  evakuasi dan mengamankan jalanan sekitar TKP.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Perlunya Komunikasi dengan Warga Guntung Sebelum Relokasi Buaya

0
Perlunya Komunikasi dengan Warga Guntung Sebelum Relokasi Buaya
Ketua DPRD Andi Faiz meminta ada komunikasi dengan warga dalam solusi relokasi buaya. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta kepada pihak terkait, agar berkomunikasi dengan semua pihak sebelum melakukan upaya relokasi buaya di Guntung.

Dikatakan Andi Faiz, wewenang relokasi buaya ada di Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun ia tetap meminta kepada BKSDA agar berkomunikasi dengan para tokoh dan lapisan masyarakat Guntung.

Bagaimanapun dikatakannya, Buaya Guntung ini sudah menjadi semacam objek wisata. Lantaran banyak orang dari luar Bontang yang jauh-jauh datang ke Bontang khususnya Guntung, untuk menyaksikan sebuah kejadian luar biasa kedekatan antara manusia dan buaya.

“Kalau mau direlokasi atau ada solusi lain, saya kira harus libatkan semua pihak. Jangan memindahkan tanpa memberi tahu,” ujarnya.

Namun begitu ditegaskannya, intinya ia tetap mengutamakan keselamatan warga. Menurutnya, keselamatan warga Guntung yang nomor 1 harus  di kedepankan.

“Ketika ada suatu kebijakan, harus aspek keselamatan dulu yang dipikirkan, baru potensi-potensi lain,” tegas Andi Faiz.

Diketahui, sejak terjadinya penerkaman buaya kepada salahsatu warga Guntung, pihak-pihak berwenang salahsatunya BKSDA berupaya mencari solusi masalah ini. Salahsatunya dengan relokasi buaya-buaya Guntung.

Upaya relokasi buaya inipun mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Mulai dari yang pro hingga kontra. (adv/al)

Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai

0
Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai
Wali Kota Bontang, Basri Rase melantik Anggota Panbers di Launching Teman Bolang. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot Bontang dalam hal ini Dinas PUPR berinovasi dalam upaya penanggulangan banjir di Bontang. Dinas PUPR berkolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder untuk menormalisasi Sungai Dahlia.

Inovasi yang dilakukan Dinas PUPR adalah membentuk Pasukan Bersih Sungai (Panbers) yang terdiri dari 33 anggota, untuk membantu pemerintah dalam normalisasi endapan lumpur di aliran drainase dan sungai.

Dinas PUPR pun meresmikan Panbers dalam Launching Teman Bolang, Selasa (15/8/2023) di Halaman Masjid Al-Baqarah, Jalan Sukun Raya Gang Jati 3, Kelurahan Satimpo.

Launching Teman Bolang merupakan strategi pemerintahan untuk kolaborasi penanggulangan banjir di Bontang, dan mormalisasi Sungai Dahlia bersama panbers.

Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai
Pasukan Panbers saat membantu normalisasi Sungai Dahlia. (Yusva Alam)

Kepala PUPR Kota Bontang Usman mengatakan, banjir ini merupakan masalah kita bersama, karenanya kita bersama-sama bisa bergandeng tangan untuk mengatasi masalah banjir ini. Antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder berkolaborasi menyelesaikan permasalahan ini.

“Dengan adanya Pasukan Panbers ini kita upaya lakukan percepatan. Masyarakat bisa mengadukan permasalahan-permasalahan terkait banjir, kami akan survei lokasi, bikin perencanaan, lalu penanganan. Mekanismenya seperti itu,” bebernya.

Dijelaskannya, Panbers merupakan masyarakat yang digaji harian, untuk membantu pengerjaan normalisasi sungai. Lantaran tidak semua pengerjaan normalisasi sungai bisa dikerjakan dengan alat, namun ada juga dengan cara manual. Dengan cara manual inilah Panbers bekerja.

“Kami akan terus konsisten bersama Panbers untuk normaliasai seluruh Sungai Dahlia di Bontang. Panbers akan dilibatkan di setiap program bersih-bersih sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase hadir dalam Launching Teman Bolang sekaligus meresmikan Panbers. Wali Kota berharap dibentuknya Panbers dapat membantu percepatan penanganan banjir di Bontang.

“Kami konsen dalam penanggulangan banjir sampai membentuk Panbers ini,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Pewarta: Yusva Alam

Editor: Yusva Alam

Sambut HUT RI, Badak LNG Berbagi Paket Sembako ke Veteran Kemerdekaan

0
Sambut HUT RI, Badak LNG Berbagi Paket Sembako ke Veteran Kemerdekaan
Penyerahan paket sembako kepada perwakilan veteran Achmad Saleh oleh Badak LNG. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menyambut HUT ke-78 Republik Indonesia, Badak LNG menyelenggarakan kegiatan aksi sosial bagi para veteran yang tinggal di Kota Bontang. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Badak LNG ikut bergabung dalam program Komunitas Bergerak sebagai wujud aksi sosial insan Badak LNG dalam perayaan HUT RI tahun ini.

Pada kegiatan ini, dibagikan paket sembako dan uang tunai kepada enam anggota veteran dan janda veteran. Bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Bontang, bantuan ini diserahkan pada Selasa (15/8) ke kediaman masing-masing.

Achmad Saleh, salah satu veteran yang telah berusia 100 tahun, mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Badak LNG. Dirinya turut mendoakan agar Badak LNG dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Bontang.

Pjs. Senior Manger Corporate Communication & General Support Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, menyatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk penghargaan dan perhatian dari perusahaan atas jasa-jasa dan perjuangan yang telah dilakukan para veteran terhadap bangsa dan negara.

“Mewakili Manajemen Badak LNG saya mengucapkan terima kasih kepada para veteran yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para keluarga veteran,” ucap Luhur.

Selanjutnya, ia berharap peringatan HUT Ke-78 RI ini dapat dijadikan momentum untuk kembali memupuk persatuan dan meneladani jiwa patriotisme para pahlawan. (rls)

Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala

0
Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala
Penjahitan seragam gratis SD di LPK Ayulia di Salebba. (Syakurah)

BONTANG – Pengerjaan seragam gratis untuk pelajar SD terlambat dari target waktu yang telah ditentukan. Pengerjaan ditargetkan rampung Bulan Juli lalu, namun molor hingga Agustus 2023 ini. Saat ini progres masih 85 persen.

Pimpinan dan Pendiri Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ayulia, selaku koordinator penjahit seragam di Bontang, Nurhayati menjelaskan, molornya pembagian seragam SD karena kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dengan penjahit.

“Ada beberapa SD yang saat kami mau mengukur mereka tidak merespon, apalagi kami sempat vakum selama sebulan, karena data ukuran yang juga terlambat,” jelasnya saat ditemui redaksi Selasa (15/8/23).

Pengukuran seragam SMP dan SD dinilai berbeda. Hal itu lantaran untuk murid SD yang akan masuk ke SMP lebih mudah diketahui, karena pengukuran dilakukan ketika mereka masih SD kelas 6. Sementara itu siswa SD harus resmi diterima dulu baru bisa diambil data dirinya.

Seragam dan atribut yang sudah selesai langsung dipacking sesuai dengan sekolahnya masing-masing. Terdapat kurang lebih 50 SD Negeri dan swasta yang akan menerima segara gratis seragam tersebut.

Untuk sistem pembagiannya, pihak LPK menyerahkan langsung ke Dinas Pendidikan. Sebelum dibagikan seragam akan lebih dulu dibawa ke gudang dan akan disortir, juga dipasang-pasangkan dengan sepatu dan tas.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan, Saparuddin mengatakan, pendistribusian seragam ini masih dalam waktu pembagiannya sehingga masih dalam target. Akan dibagikan secara simbolis di SD Negeri 1.

“Estimasi memang di Agustus untuk pembagian. Kalau dulu bisa cepat karena pakai konveksi. Sekarang kita pakai penjahit lokal, ada proses mengukur dan jahit, wajar kalau lebih lama, karena yang ditangani ada 3 ribu siswa,” beber Saparuddin.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api

0
Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api
Kondisi toko pasca kebakaran. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Satu toko kelontong di Jalan Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di seberang SMKN 1 nyaris ludes terbakar, Selasa (15/8/2023). Hal itu diduga disebabkan kebocoran pada tabung gas elpiji 3 kg.

Selain nyaris terbakar, akibat kejadian itu seorang penghuni toko berinisial B menjadi korban. Tubuhnya tersambar api dari kebocoran gas elpiji tersebut.

“Korban mengalami luka bakar sekira 75 persen. Saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Korban merupakan penyewa toko tersebut yang berjualan pentol dan kelontongan,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin.

Berdasarkan rilis dari Disdamkartan Bontang, kejadian itu berlangsung sekira pukul 07.00 wita pagi tadi.

Dari pengakuan Niyatun, istri korban, saat itu korban sedang beraktivitas memasak. Namun karena ada kebocoran tersebut, api menyambar tubuh korban.

Penanganan pertama api dibantu Jusmiati, tetangga korban menggunakan air yang disiramkan ke korban terbakar. Ditambah selimut basah ke kompor gas.

“Kemudian api dipadamkan oleh pemilik ruko, Abdul Aziz menggunakan Apar,” imbuhnya.

Kemudian datang petugas damkar untuk memadamkan api yang tersisa dan mengamankan barang-barang yang berpotensi terbakar.

Luas toko yang nyaris terbakar ini sekira 2 M2. Penyewa diperkirakan mengalami kerugian aset mencapai Rp 6,5 juta.

Armada dan peralatan yang diturunkan Disdamkartan di antaranya 1 unit Mobil Fire Truck, 2 unit Mobil Supply dan menurunka 15 Personil Damkar.

Penulis: Yusva Alam
Editor: Yusva Alam

Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit

0
Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit
Rendy Agipta (kaos coklat) di Polsek Kaliorang bersama rekannya (paling kanan).

BONTANG – Rendy Agipta, pelajar SMKN 2 Bontang yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu di media sosial sudah ditemukan di daerah Kaliorang, Kutim. Rupanya Rendy hanya ingin ikut teman sekolahnya pulang ke kampung halamannya di Kaliorang.

“Salah satu teman sekolahnya di SMKN 2 itu orang Kaliorang, temannya itu beda jurusan saja sama dia. Pas libur akhir pekan temannya itu mau pulang, jadi Rendy ikut,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono saat pers rilis di Mako Polres Bontang, Selasa (15/8/2023)

Diceritakan, teman dari Rendy berencana hanya pulang pergi, tidak menginap, namun sayangnya saat perjalanan motor mengalami kerusakan. Di rumah temannya tersebut tidak ada satupun anggota keluarganya, sehingga mereka belum bisa kembali ke Bontang.

“Sesampai di rumah temannya di Kaliorang, orang tuanya tidak ada. Katanya mereka berdua tidak ada yang bawa HP, jadi pinjam HP orang di sana untuk menghubungi ibunya Rendy dan orang tua temannya,” tambahnya.

Setelah mengetahui anaknya berada di Kaliorang, tepatnya di Desa Bukit Makmur, Arbaenah langsung menghubungi Polres Bontang terkait keberadaan anaknya. Lalu pihak Polres Bontang yang menghubungi Polsek Kaliorang dan sigap mencari keberadaan Rendy.

“Lokasi mereka 17 kilometer dari Polsek.  Setelah ketemu jadi langsung dibawa,” ucapnya

Iptu Mandiyono menjelaskan, bahwa mereka sempat akan pulang setelah 17 Agustus, namun karena mereka masih sekolah, akhirnya dibujuk agar pulang secepatnya, mereka pun mengiyakan dan pulang pada Selasa (15/8/23) pagi ini.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam