Beranda blog Halaman 707

Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!

0
Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!
Rusli, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua, untuk mencegah maraknya pelajar bolos sekolah akhir-akhir ini. Pemerintah pun diminta turun tangan menyelesaikan. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli.

Rusli mengatakan, sangat butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua. Selain itu kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diperlukan. Sehingga tidak hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Saya sudah sering ungkapkan ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), jangan saling ego. Karena jika semua dibebankan pada dinas pendidikan, rata-rata tidak mungkin bisa langsung selesai,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Senin (06/11/2023).

Rusli menyampaikan, jika pemerintah hadir dalam hal ini wali kota atau wakil wali kota pun dapat mendudukan semua OPD, terkhusus pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bisa melakukan pembinaan. Masalah-masalah seperti ini tidak akan bisa tuntas, jika tidak ada kerja sama.

“Harus diadakan sosialisasi, pembinaan kerohanian. Insyaallah bisa teratasi. Akan tetapi, jika saling melempar tugas percayalah masalah seperti ini tidak akan bisa cepat terselesaikan,” paparnya.

Rusli juga berharap, pemerintah ikut campur serta lebih serius dapat menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini. Banyak anggaran yang terpakai untuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di luar daerah, akan tetapi untuk mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bentuk pembinaan sangat jarang dilakukan. Menjadi pemimpin itu harus kreatif, selama tidak melarang aturan.

Diketahui, belakangan ini marak pelajar kedapatan membolos sekolah. Terdapat belasan pelajar tertangkap basah Satpol PP di tempat-tempat berkumpul, seperti lapak-lapak pedagang Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), warung kopi (karkop), Pujasera BSD, Mangrove Berbas Pantai, bahkan masih banyak lagi.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21

0
RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21
Salahsatu peserta yang tampil di singing contest HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang menggelar Singing Contest Solo Performance dalam rangka HUT RSUD ke-21, bertempat di Ruang Nusa Indah, lantai 5 RSUD Bontang, Senin (6-7/11/2023) dan akan dilanjutkan babak final pada Kamis (9/11/2023).

Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Suhardi, Sp. JP mengatakan, singing contest dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-21 RSUD. Di mana peserta yang mengikuti lomba berasal dari semua unit di RSUD Bontang. Ia juga mengatakan, singing contest sebagai bentuk pembinaan untuk bakat karyawan yang akan ikut lomba di luar RSUD.

“Ini juga bagian dari pembinaan talent RSUD. Nanti ada penyanyi khusus dari RSUD untuk mengikuti lomba di luar,” kata dr Suhardi, Sp. JP saat pembukaan singing contest, Senin (6/11/2023).

Pelaksanaan singing contest dapat memberikan kebahagiaan bagi para karyawan dan staf RSUD Bontang. “Selamat berkompetisi, semoga dapat memberikan kemeriahan. Dengan singing contest ini seluruh karyawan ikut merayakan suasana kemeriahan HUT ke-21 RSUD Bontang,” jelasnya.

Dr Suhardi juga menambahkan, rangkaian HUT RSUD ke-21 ini dapat memberikan keceriaan pada staf dan karyawan RSUD. “Ada 23 peserta yang mewakili masing-masing unit di RSUD Taman Husada Bontang,” pungkasnya.

Peserta singing contest HUT ke-21 RSUD, Mita Widiyani mengatakan, persiapan yang dilakukan sangat singkat dikarenakan dirinya juga melaksanakan kerja dalam pola shift atau bergantian. Ia mengikuti singing contest untuk memeriahkan HUT ke-21 RSUD.

“Sudah sering mengikuti di setiap HUT RSUD. Tahun ini ikut solo. Persiapannya untuk mewakili ruang keperawatan Bougenvile. Ikut menggembirakan HUT ke-21 kali ini,” ungkapnya.

Sementara ada tiga juri yang akan memberikan penilaian yakni Elimson Simarmata, Gita Novia dan Dina Rante. (adv/yah)

4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’

0
4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’
Salah satu buaya yang berhasil dievakuasi. (ist)

BONTANG – Pasca Buaya Riska dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Kalimantan Timur ke Balikpapan Oktober lalu, terdapat total 4 buaya lain yang kembali berhasil dievakuasi BKSDA. Salahsatunya buaya yang disebut ‘ompong’ oleh masyarakat setempat.

Pada Jumat (3/11/23) lalu,  BKSDA bersama masyarakat menangkap buaya ompong berjenis kelamin betina dengan panjang 448 cm dan lebar perut 62 cm.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Lurah Guntung, Denny Febrian. Ia menjelaskan, bahwa buaya-buaya tersebut memang sudah menjadi incaran BKSDA.

“Memang ada 4 buaya yang ditandai ciri-cirinya, dan itu semua memang direncanakan untuk dievakuasi,” jelasnya saat dihubungi Senin (6/11/23)

Dari laporan warga sekitar memang terdapat 4 buaya berukuran lebih dari tiga meter yang sering bolak-balik. Relokasi ini juga bertujuan untuk menyelamatkan satwa, selain itu juga demi keamanan dan keselamatan warga.

“Buaya-buaya besar tersebut direlokasikan di Lembaga Konservasi di Balikpapan sana,” tambahnya.

Adapun buaya-buaya kecil yang sering didapat oleh warga, buaya tersebut akan dibawa langsung ke Dinas Pemadam Kebakaran untuk diletakkan di penangkaran.

“Sejauh ini semua target buaya yang berukuran tiga meter lebih sudah di evakuasi semua, jadi belum ada target lagi,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pogba Bontang Juara I FJL, Wakili Kaltim di Tingkat Nasional

0
Pogba Bontang Juara I FJL, Wakili Kaltim di Tingkat Nasional
Tim POGBA Bontang mendapatkan juara 1 di Liga FJL. (dwi).

BONTANG – Klub Sepak Bola Para Orang Tua Gila Bola (Pogba) Bontang raih juara I di Liga Fossbolindo Junior League (FJL) kategori usia 15 tahun, yang berlangsung pada 3-5  November 2023 tingkat Kalimantan Timur (Kaltim), di Stadion Kadri Oneing Sempaja, Samarinda.

Pelatih Pogba, Misbar Borneo mengucap syukur dapat meraih keberhasilan berkat kerja sama antar pengurus, pelatih, asisten, serta campur tangan para orang tua siswa. Dimana Bontang berhasil menjuarai di tingkat Kaltim.

“Terima kasih banyak, atas dukungan dari semua pihak serta para anak didik POGBA Bontang dapat meraih juara I. Semangatnya bermain sangatlah luar biasa,” ucapnya.

Selama liga berlangsung, Pogba bermain sebanyak 5 kali. Mulai dari babak penyisihan yang dilakukan dua kali, berlanjut dalam satu laga dengan poin seri. Pada tahap Semifinal bertemu dengan Pemuda Tenggarong skor 1-0, lanjut ke babak final Tim Pogba Bontang melawan Putra LBK dengan skor 4-3 hasil adu pinalti.

Dikesempatan yang sama, Rizal Bolang, Manager Pogba Bontang mengatakan, keberhasilan anak didik POGBA harus patut dibanggakan, mengingat umur mereka masih sangat muda. Dengan harapan semua hasil yang sudah diraih, bisa lebih meningkatkan semangat.

“Intinya saya sangat bangga kepada anak-anak semua, yang telah bermain dan bekerja keras dengan sangat kompak, serta tim POGBA juga meraih kiper terbaik,” paparnya.

Keberhasilan itu membuat POGBA Bontang mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan bertanding di tingkat Nasional, Jawa Barat.

Penulis: Dwi S

Editor Yusva Alam

El Nino atau Hobi Impor?

0
El Nino atau Hobi Impor?
Asna Abdullah. (ist)

Oleh:

Asna Abdullah

(Aktifis Dakwah)

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang begitu luasnya, dan dari sisi geografis Indonesia terletak di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Membuat Indonesia mempunyai tanah yang subur sehingga tanaman sangat mudah tumbuh.

Indonesia diberikan Allah kekayaan alam yang melimpah. Tak heran jika Indonesia terkenal dengan sebuah uangkapan “tanah indonesia tanah surga, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman.”

Hanya saja benarkah demikian? Kondisi pangan khususnya beras sebagai makanan pokok orang Indonesia beberapa tahun belakangan semakin mahal dan dari tahun ke tahun harganya semakin melambung tinggi, krisis pangan tak terelakkan, dan benar benar sudah terjadi. Hal ini seakan menghapus sirna fakta bahwa Indonesia adalah negara agraris.

Harga gabah dan beras di Kota Bontang sendiri semakin meroket. Dari data yang dihimpun, harga jual beras di Kota Bontang pekan kedua September 2023 sudah menyentuh angka Rp 16.000 per kilo.

Hal ini pun mendapat respon dari salah satu anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. Menurut beliau mahalnya harga beras saat ini menjadi masalah yang bersifat nasional akibat adanya kondisi Elnino, untuk itu kata beliau pemerintah melakukan tindakan intervensi agar tidak terjadi inflasi. (Infokaltim.id, 27/09/23).

Harga beras juga mahal untuk kota/kabupaten lain seperti PPU, Kutim, dan Samarinda. Faktor kenaikan harga beras adalah adanya Elnino di 7 provinsi.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dalam harian CNBC bertajuk “Harga Beras Terbang 18,44%, Inflasi Beras Tertinggi 5 Tahun” bahwa pada September 2023, terjadi inflasi beras secara bulanan sebesar 5,61% dengan andil 0,18%.

“Inflasi beras secara bulanan di bulan September 2023 merupakan yang tertinggi sejak Februari tahun 2018,” ucapnya.

Pada Februari 2018, tercatat inflasi beras mencapai 6,25%. Jakarta. (CNBC Indonesia, 20/02/2023)

Benarkah Hanya karena El nino?

Tidak dimungkiri dampak dari Elnino akan meningkatkan potensi tumbuh awan di Samudra Pasifik Tengah hingga Timur, hingga curah hujan di wilayah sekitarnya berkurang dan Indonesia tak terkecuali, ini kemudian memicu kekeringan, kemarau, dan panas yang berkepanjangan.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansyuri mengatakan bahwa,  tidak sekadar El Nino, tapi kurangnya pengawalan, pendampingan, serta penguatan terhadap para petani juga disoroti.

“Akibatnya, petani kita tidak banyak melakukan tanam. Hal ini kemudian berdampak pada pasokan beras dan permintaan di masyarakat,” ungkap Abdullah Mansyuri kepada Beritasatu.com, Selasa (29/8/2023)

Ekonom dari Pusat Analisis Kebijakan Strategis (PAKTA) Muhammad Hatta menilai, kenaikan harga beras tidak sebatas dampak El Nino, tetapi lebih kompleks dan sistemis.

Menurut beliau penyebab pertama, penduduk semakin bertambah tetapi produksi beras makin menurun. Penyebabnya banyak di antaranya luas lahan panen berkurang yang mempengaruhi produksi padi.

Kedua sebutnya, dana triliunan rupiah sudah dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi beras tetap naik.

Ketiga, jelasnya, keberlanjutan pertanian. Hatta menyebut di antara faktor keberlanjutan pertanian adalah masalah sumber daya air.

Indikator berikutnya, ucapnya, adalah ketersediaan modal. Menurut beliau di tengah sistem keuangan yang kapitalistik, orang lebih memilih menimbun uang di perbankan, deposito, dan bermain di pasar modal sehingga uang yang masuk ke dalam sektor riil yang produktif itu sangat kurang ulasnya.

Menurut Kepala Ekonomi Bank Permata, Josua Pardede faktor pendorong harga beras masih mahal, di antaranya karena kenaikan harga pupuk, permasalahan produksi, dan risiko kemarau panjang atau El Nino. Untuk mengurangi risiko inflasi, pemerintah perlu segera melakukan intervensi subsidi pupuk untuk meminimalkan biaya input pertanian.

Dari paparan yang disampaikan berbagai sumber di atas, mengenai penyebab dari naiknya harga beras hingga diperlukan impor beras, nyata dengan jelas bahwa berbagai kebijakan dari pemerintahlah menjadi sumber permasalahan. Seperti lahan pertanian yang menyempit, pupuk dan bibit yang mahal karena tidak disubsidi, hingga ketersediaan pengairan.

Hanya saja lagi lagi menurut pemerintah, sebab krisis pangan adalah hadirnya El Nino dan dikhawatirkan akan mempengaruhi produksi beras dalam negeri, untuk itulah pemerintah merasa perlu untuk mengambil langkah impor beras.

Jawara Impor Pangan

Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang yang akrab disapa BW itu meminta pemerintah untuk segera mengambil sikap, seperti melakukan operasi pasar.  Menurutnya, ketika ada kenaikan harga pada sektor bahan pokok, khususnya beras tentu akan berdampak pada inflasi.

Sedangkan presiden Jokowi ketika melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka Samarinda mengatakan, bahwa solusinya adalah dengan melakukan impor beras untuk menstabilkan harga kembali. (Infokaltim.id, 27/09/23)

Di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengatasi dan juga mewaspadai kenaikan harga beras agar inflasi tetap terkendali. Distribusi bantuan beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), merupakan intruksi Presiden. Bantuan tersebut akan disalurkan selama tiga bulan, dimulai pada September hingga November 2023. Setiap keluarga penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulannya. (Tempo.co, 02/09/2023)

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemangku kebijakan untuk menormalisasi harga beras. Impor beras menjadi “jurus andalan” bagi pemerintah untuk jadi solusi saat harga beras melambung, keran impor pangan dibuka selebar lebarnya, bahkan indonesia dinobatkan sebagai peringkat ketiga negara terbesar pengimpor produk pangan.

Saat kebijakan impor beras diterapkan, beras impor pasti akan melimpah di dalam Negeri dan pasti akan mempengaruhi harga gabah dalam negeri, lagi-lagi petani akan menghadapi kondisi yang susah karena mahalnya biaya produksi, dan dipastikan akan merugi.

Sebagaimana  diketahui bahwa ketersediaan bahan makanan pokok termasuk beras yang cukup bagi rakyat, tidak bisa lepas dari politik pertanian dan ekonomi yang diterapkan oleh negara, bahwa politik pertanian dan ekonomi di negeri ini berasaskan kapitalisme yang dengan tegas membatasi peran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Bahkan rakyat dibiarkan berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, negara hanya berposisi sebagai pengatur atau regulator saja.

Hingga yang terjadi adalah ketika ada permasalahan kurangnya ketersediaan beras, pemerintah bukan melakukan berbagai cara untuk memenuhinya dengan memberdayakan potensi yang dimiliki negeri ini, akan tetapi mengambil jalan pintas dengan mengimpor dari negara lain, yang jelas menguntungkan negara asing hingga para kartel-kartel yang bekerjasama dengan para kapital.

Pemerintah yang kesannya lebih berpihak kepada petani dan rakyat hanya lips service. Impor beras rupanya menjadi hobi ketimbang memajukan pertanian dalam negeri, dan praktis kebijakan ini hanya menguntungkan oligarki yaitu para pengusaha importir yang punya hubungan dekat dengan penguasa sehingga mendapatkan tender impor. Wewenang membuka atau menutup pintu impor memang ada di tangan pemerintah, tetapi pelaku impornya adalah pengusaha importir.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah tidak lepas dari cara pandang pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan rakyat yang sangat dipengaruhi oleh sistem sekuler kapitalis, sehingga posisi negara hanya sebagai regulator saja, semua dibebaskan dan diserahkan kepada mekanisme pasar. Sehingga tidak ada masalah jika harus mengimpor beras, walau petani di negeri ini menjerit.

Islam dan Ketahanan Pangan

Beras adalah kebutuhan dasar manusia. Sabda Rasulullah saw.

“Siapa di antara kalian yang berada pada waktu pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Negara sebagai institusi politik yang bertugas melakukan pengurusan urusan rakyat (riayah syu’unil ummah) wajib menjamin pemenuhan kebutuhan pangan bagi rakyatnya. Islam mewajibkan penguasa (khalifah) untuk memastikan tiap-tiap individu rakyat bisa tercukupi kebutuhan pangannya secara layak. Khilafah tidak hanya wajib memastikan stok pangan aman, tetapi juga memastikan rakyat bisa memperolehnya dengan harga yang terjangkau.

Terkait swasembada beras, Khilafah tidak hanya menargetkan tercukupinya kebutuhan dalam negeri, tetapi juga ketahanan pangan pada masa depan untuk mengantisipasi paceklik seperti El Nino dan sekaligus terwujudnya stabilitas harga.

Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut. Pertama, ekstensifikasi pertanian, misalnya dengan menghidupkan tanah mati. Kedua, intensifikasi pertanian, misalnya dengan penggunaan alat pertanian berteknologi canggih hasil karya dalam negeri. Ketiga, penelitian untuk menghasilkan bibit unggul dan alat-alat pertanian modern. Keempat, bantuan pupuk, benih, dan saprotan lainnya. Kelima, memastikan tidak ada gangguan dalam pasar, seperti monopoli, penimbunan, dan penipuan.

Semuanya ini hanya bisa diwujudkan oleh Khilafah karena posisi pemimpin dalam Islam sebagai raa’in (pengurus) dan mas’ul (penanggung jawab) rakyat. Pemerintah bekerja untuk melayani rakyat, bukan justru membuat rakyat menderita.

Wallahualam.

Juara 1 Lomba Mancing Mania Satimpo Sukses Pancing Lele 5,6 Kilogram

0
Juara 1 Lomba Mancing Mania Satimpo Sukses Pancing Lele 5,6 Kilogram
Kegiatan Lomba Mancing Kelurahan Satimpo. (Dok.Satimpo)

BONTANG – Kelurahan Satimpo menggelar Lomba Mancing Mania Ikan Lele dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Bontang. Kegiatan ini dilakukan di Sungai RT 21, Kelurahan Satimpo, Sabtu (04/11/23).

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan, pada awalnya pihaknya hanya menyediakan kuota lomba sebanyak 300 peserta, namun karena antusias warga, kuota peserta ditambahkan.

“300 formulir sudah habis dalam waktu dua jam, jadi kami tambah 100 kuota lagi. Itu juga masih ada yang minat ikut,” jelasnya.

Tidak ada pungutan biaya untuk registrasi pendaftaran lomba. Selain itu, peserta tidak hanya berasal dari Satimpo, namun seluruh masyarakat Bontang ikut berpartisipasi dalam lomba ini.

Adapun ikan yang disediakan mencapai 350 kilogram, dengan hadiah uang tunai mencapai Rp 21 juta. Pemenang dibagi menjadi juara 1,2, 3, harapan 1,2, dan 3.

“Ada 24 ekor Ikan bertanda khusus sebagai jackpot, hadiahnya Rp 250 ribu per ekor,” ujarnya.

Adapun kategori pemenang yakni yang  memperoleh banyak ikan dan memiliki timbangan paling berat. Diketahui, juara pertama berhasil mendapatkan ikan lele seberat 5,6 kilogram.

Ia berharap event seperti ini akan dijadikan kegiatan rutin Kelurahan Satimpo untuk memperingati hari-hari tertentu. Namun, sungai tersebut tetap boleh digunakan gratis oleh masyarakat.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis, Pasien Tak Perlu Berobat Keluar Bontang ke Depannya

0
RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis, Pasien Tak Perlu Berobat Keluar Bontang ke Depannya
Ruang pemeriksaan salah satu dokter spesialis di RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada memiliki 32 orang dokter spesialis dan satu dokter sub spesialis. Ini untuk menunjang dalam pelayanan di RSUD Bontang.

Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu, dr Tri Ratna Paramita menjelaskan, RSUD Taman Husada Kota Bontang saat ini memiliki sebanyak 32 dokter spesialis dan satu dokter sub spesialis dalam pelayanan pasien di rumah sakit.

“Ada tiga orang dokter spesialis yang masih sekolah (pendidikan) sambil sub spesialis lagi,” jelas dr Tri Ratna Paramita beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan sesuai dengan Permenkes standar Rumah Sakit dilihat berdasarkan jumlah tempat tidur yang telah memenuhi standar rumah sakit tipe B.

“Kalau dari standar RS kami sudah terpenuhi tipe B sesuai dengan kriteria tempat tidur. Jadi untuk kriteria RS kami sudah terpenuhi. Tapi masih ada dokter spesialis yang belum dimiliki. Saat ini dokter masih melaksanakan pendidikan,” katanya.

Harapannya ke depannya, ada keterpenuhan berbagai jenis spesialisasi dan sub spesialisasi, agar pasien bisa berobat di RSUD Bontang dan tidak lagi berobat ke luar daerah Bontang.

“Nanti ada pemenuhan berbagai spesialisasi dan sub spesialisasi dalam beberapa tahun ke depan, agar masyarakat tidak jauh-jauh berobat keluar daerah,” ungkapnya.

Sebagai RS rujukan, RSUD Bontang juga harus melengkapi dokter spesialis dan sarana pemeriksaan lainnya secara bertahap. (adv/yah)

RSUD Bontang Raih Penghargaan BAPETEN 2023

0
RSUD Bontang Raih Penghargaan BAPETEN 2023
Penghargaan Anugerah BAPETEN 2023. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang mendapatkan penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) 2023. Anugerah  BAPETEN 2023 diberikan kepada 200 Rumah Sakit atau pelayanan kesehatan (Yankes) seluruh Indonesia.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP menjelaskan, bahwa penghargaan diberikan pada kategori anugerah yang diberikan nilai A pada fasilitas kesehatan dengan ‘Keselamatan dan Keamanan pada Kegiatan Radiologi Diagnostik dan Intervensional’.

Penilaian ini diberikan setelah mengevaluasi instalasi radiologi dan instalasi kateterisasi jantung di RSUD Taman Husada Bontang.

“Pemberian anugerah yang disampaikan secara online, tentunya memberikan kebanggaan bagi kami pihak RS dan masyarakat Bontang pada umumnya. Mengingat pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat tentunya harus mengutamakan keamanan dan keselamatan, apalagi fasilitas terkait dalam kegiatan radiasi dan zat radioaktif,” terang Direktur RSUD dr Suhardi, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, dr Suhardi mengatakan, RSUD Taman Husada Bontang berusaha menjamin dan menjaga mutu layanan kesehatan yang aman dan terbaik untuk masyarakat Bontang dan sekitarnya.

“Penghargaan ini sebagai penyemangat kami dalam melayani masyarakat kota Bontang dan sekitarnya, serta semakin lebih baik dalam memberikan pelayanan yang aman baik untuk pasien maupun pemberi layanan kesehatan, termasuk Tenaga Kesehatan (Nakes),” lanjutnya.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada RSUD Bontang dengan instalasi kateterisasi jantung sebagai salah satu unit yang dinilai dari penghargaan BAPETEN. Di mana saat ini telah melayani pasien pengguna jaminan BPJS Kesehatan.

“Tentunya dengan adanya penghargaan ini akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap layanan unggulan yang kebetulan hanya ada satu-satunya di kota Bontang ini. RSUD akan terus melayani,” pungkasnya. (adv/yah)

RSUD Bontang Gelar Apel Persiapan HUT ke-21

0
RSUD Bontang Gelar Apel Persiapan HUT ke-21
Apel persiapan HUT ke-21 RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang melaksanakan apel persiapan HUT ke-21 RSUD Bontang, Senin (6/11/2023), bertempat di halaman RSUD Bontang. HUT ke-21 RSUD Taman Husada rencananya akan dilaksanakan pada 12 November 2023.

Kepala Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerjasama RSUD Taman Husada Kota Bontang, Syariful Rahman mengatakan, pelaksanaan apel untuk melaksanakan kesiapan staf dan pegawai RSUD dalam pelaksanaan HUT ke-21 RSUD. Ia menyebutkan, pelaksanaan puncak HUT ke-21 RSUD Bontang akan dilaksanakan pekan depan.

“Kami melaksanakan apel pelaksanaan persiapan HUT ke-21 RSUD untuk memastikan kegiatan pelaksanaan,” kata Syariful Rahman, Senin (6/11/2023).

Lanjut Syariful, saat apel tersebut direktur rumah sakit memberikan arahan agar para staf dan pegawai mempersiapkan HUT ke-21 secara maksimal.

“Arahannya tadi direktur untuk mempersiapkan HUT ke-21 dengan baik dan persiapan matang,” katanya.

Ia juga menambahkan, selain memberikan arahan terkait HUT ke-21, Direktur RSUD juga memberikan arahan untuk peningkatan pelayanan di RSUD Taman Husada dengan motto dan tata nilai CERIA.

“Tadi juga diarahkan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan moto dan tata nilai RSUD Bontang yakni Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman (CERIA),” ungkapnya. (adv/yah)

Tingkatkan Pelayanan, Klinik Syaraf RSUD Bontang Datangkan Alat Terbaru

0
Tingkatkan Pelayanan, Klinik Syaraf RSUD Bontang Datangkan Alat Terbaru
Ilustrasi alat EEG. (ist)

BONTANG – Guna meningkatkan pelayanan kepada para pasien, klinik syaraf RSUD Taman Husada mendatangkan alat baru. Alat terbaru tersebut yaitu alat pemeriksaan Electroencefalografi (EEG).

EEG berfungsi untuk melihat gelombang otak dan pemeriksaan kognitif dengan komputerisasi, untuk mengetahui fungsi otak pada gangguan memori.

Selain EEG, rencannya RSUD Bontang di akhir tahun ini juga akan segera melayani pemeriksaan EMG (ElectroMyoGrafi) untuk pemeriksaan saraf tepi.

Dokter Spesialis Saraf atau Neurologi, dr Atika Ridwan, Sp.N menjelaskan, bahwa tahun depan RSUD Bontang juga berencana ada alat baru yang akan melengkapi klinik saraf yaitu TMS (Trans Magnetik Stimulasi) untuk melatih fungsi otak yang terganggu dengan gelombang magnet yang biasanya digunakan untuk pasien stroke, depresi, insomnia, bahkan untuk nyeri.

Ia juga mengharapkan klinik saraf RSUD Bontang tetap bisa melayani masyarakat dari semua pasien mulai dari pasien umum dan BPJS.

“Ya klinik saraf melayani pasien umum, BPJS, maupun asuransi lainnya yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada. 80 persen pasien yang kami layani adalah pasien BPJS,” urainya.

“Harapan kami agar klinik saraf dapat berkembang lebih jauh lagi dengan alat yang lebih canggih dan SDM yang lebih terlatih untuk membantu kesembuhan pasien dengan gangguan saraf khususnya di Kota Bontang. Saat ini penanganan ilmu penyakit Neurologi sudah berkembang sangat pesat  utamanya dalam pelayanan penyakit stroke,” pungkasnya. (adv/yah)