Beranda blog Halaman 708

Wisatawan Samarinda Meninggal Tenggelam di Beras Basah

0
Wisatawan Samarinda Meninggal Tenggelam di Beras Basah
Seorang pria asal Samarinda dinyatakan meninggal dunia usai tenggelam di Pulau Beras Basah. (Dwi).

BONTANG – Seorang pria berinisial CIA (27) yang berasal dari Samarinda dinyatakan meninggal dunia di Pulau Beras Basah pada pukul 08.30 Wita, Minggu (05/11/2023). CIA meninggal dalam kondisi tenggelam.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Polairud, Iptu Khairul Umam menyatakan, sekira pukul 03.00 Wita korban bersama dengan 26 teman-temannya yang asal Samarinda akan berekreasi ke Beras Basah. Sekira pukul 08.30 Wita mereka melakukan snorkling serta berenang bersama.

“Dari keterangan para saksi, awalnya melihat korban berjalan di pinggir pantai. Lalu saksi snorkling dan menemukan korban sudah dalam keadaan tenggelam,” ucapnya.

Setelah itu, saksi membawa korban ke permukaan, serta sempat memberikan pertolongan pertama pada korban.

“BPBD datang dan membawa korban ke Rumah Sakit Amalia Bontang,” paparnya.

Sekitar pukul 09.55 Wita, korban CIA (27) dinyatakan meninggal.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Pengukuran Keberhasilan Program Wolbachia 2 Tahun Mendatang

0
Pengukuran Keberhasilan Program Wolbachia 2 Tahun Mendatang
Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana. (Yusva Alam)

BONTANG – Hasil pengukuran keberhasilan Program Nyamuk Wolbachia akan dilakukan sekira 2 tahun mendatang. Pasca launching tanggal 5 September 2023 lalu, saat ini program wolbachia masih dalam proses pengaplikasian.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, program ini nantinya akan seperti di wilayah Jogja yang sudah berhasil menerapkan wolbachia. Saat ini di Jogja populasi nyamuk wolbachia hampir 100 persen. Karenanya kasus DBD di daerah isitimewa tersebut menurun drastis.

Nantinya di Bontang, setelah dievaluasi jika nyamuk wolbachia sudah sekira 60 persen, maka program ini akan berjalan dengan sendirinya. Nyamuk Wolbachia yang ada akan terus beranak pinak.

“Nanti kita ukur sekira 2 tahunan lagi. Berhasil atau tidaknya program ini di Bontang. Kalau bisa di angka 100 persen, maka tidak ada lagi yang menularkan Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkapnya.

Ditambahkannya. Kalau populasi Nyamuk Wolbachia bisa menyentuh angka 100 persen, maka populasi Nyamuk Aedes Aegpty akan habis. Lantaran nyamuk-nyamuk wolbachia ini akan mengawani nyamuk aedes aegpty, dan anak keturunan yang dihasilkan adalah nyamuk wolbachia yang tidak bisa menularkan DBD.

“Tidak akan ada lagi DBD di Bontang. Kecuali kalau ada orang dari luar Bontang datang. Tapi itu pun hanya yang bersangkutan yang akan sakit, tidak dapat menularkan ke orang lain, karena nyamuk aedes aegpty sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. (al)

Program Wolbachia Bakal Merata di Seluruh Wilayah Bontang

0
Program Wolbachia Bakal Merata di Seluruh Wilayah Bontang
Ilustrasi program wolbachia. (ist)

BONTANG – Pasca dilaunching 5 September 2023 lalu, program inovasi Nyamuk Wolbachia di Bontang saat ini baru disebarkan di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Ke depannya, program wolbachia akan merata di seluruh wilayah Bontang.

Hal itu diungkapkan Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana.

Adi menjelaskan, bahwa program wolbachia ini dijalankan dengan meletakkan ember-ember berisi telur-telur nyamuk wolbachia di rumah-rumah yang telah terpilih. Pemilihan rumah pun tidak asal-asalan, lantaran ada beberapa syarat yaitu, di dalam rumah tidak terdapat anak-anak dan lansia.

“Pemilihan tempatnya pun yang teduh, tidak terkena langsung sinar matahari, dan tidak bersemut. Kemudian posisinya pun berukuran 75 x 75 meter agar merata penyebarannya,” ujarnya.

Dikatakannya, kemungkinan di Desember 2023 mendatang, giliran Kecamatan Bontang Barat dan Selatan yang akan menjalani program ini. Tidak terkecuali di kantor-kantor dan perusahaan juga akan dipasang ember-ember berisi telur nyamuk wolbachia.

Dengan meratanya program ini dijalankan di seluruh wilayah, diharapkan penyebaran nyamuk-nyamuk wolbachia yang dihasilkan dari aplikasi ember-ember tersebut akan merata di seluruh wilayah Bontang.

Nyamuk-nyamuk wolbachia ini secara perlahan tapi pasti akan menghabisi populasi Nyamuk Aedes Aegpty penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Nyamuk jantan wolbachia akan mengawani nyamuk betina lokal, anak keturunannya nyamuk wolbachia. Sedangkan nyamuk betina wolbachia dibuat agar tidak bisa bertelur. Hasil dari program ini populasi aedes agypty akan habis berganti dengan Nyamuk Wolbachia yang tidak menyebabkan penyakit apapun,” bebernya. (al)

Persiapan Upacara HKN ke-59, Dinkes Gelar Rapat Lintas Sektor

0
Persiapan Upacara HKN ke-59, Dinkes Gelar Rapat Lintas Sektor
Rapat persiapan upacara HKN ke-59 di Ruang Rapat Asisten II. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang tengah mengadakan persiapan kegiatan upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59. Rencananya upacara ini akan diadakan pada Senin (13/11/2023) mendatang.

Koordinator Seksi Upacara HKN, Nur Ilham menjelaskan, untuk persiapan upacara ini pihaknya mengadakan rapat lintas sektor, Senin (6/11/2023) di Ruang Rapat Asisten II, lantai 3, Bontang Lestari. Dalam rapat ini mengundang OPD terkait, TNI/Polri, dan bidang-bidang kesehatan yang lain.

“Dari hasil rapat itu diputuskan, upacara akan dilaksanakan pada tanggal 13 November. Pasalnya, HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November, jatuh di hari Minggu. Sehingga tidak mungkin dilaksanakan,” bebernya usai rapat berlangsung.

Dikatakannya, hasil rapat ini sudah final. Pihaknya tinggal eksekusi di lapangan dan membuat undangan. Namun begitu terdapat usulan untuk menyelipkan penyerahan penghargaan atau hasil lomba-lomba di bidang kesehatan.

“Usulan itu kami tampung. Akan kami rapatkan dengan tim di internal dinkes,” ujarnya.

Upacara yang akan berlangsung di Halaman DPMPTSP tersebut, akan mengundang TNI/Polri, OPD di luar dinkes, puskesmas dan rumah sakit, serta beberapa perwakilan sekolah SMA. (al/adv)

70 Peserta Bersaing di Kontes Modifikasi Mobil dan Motor

0
70 Peserta Bersaing di Kontes Modifikasi Mobil dan Motor
Najirah, Wakil Wali Kota Bontang saat melihat beberapa motor contest Bontang. (dwi).

BONTANG – Kegiatan meet up sekaligus contest modifikasi mobil dan motor yang diselenggarakan oleh pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bontang, berlangsung di Halaman Parkir Bontang Citimall, Sabtu (04/11/2023).

Melalui kegiatan ini, memiliki wadah yang sangat baik untuk mengembangkan bakat dan minat dalam dunia otomotif. Organisasi ini juga membantu untuk terus belajar, bertukar pengalaman, serta meningkatkan pengetahuan terkait modifikasi kendaraan.

Najirah, Wakil Wali Kota Bontang menyampaikan, Ini adalah salah satu bukti bahwa Bontang memiliki potensi besar dalam industri otomotif dan modifikasi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan yang sangat positif, terutama untuk anak muda Kota Bontang.

“Acara seperti ini memang sangat penting dalam mempererat tali silaturahmi, dan juga memajukan industri modifikasi otomotif di Kota Bontang,” ucapnya.

Modifikasi kendaraan merupakan salah satu bentuk ekspresi dari para pencinta otomotif, dan di Kota Bontang otomotif telah banyak penggemarnya. Kreativitas yang telah ditunjukkan oleh para peserta Auto Contest Club Bontang dalam memodifikasi kendaraan mereka.

“Saya berharap, IMI cabang Bontang akan terus berkembang dan menjadi wadah yang semakin kuat bagi para pencinta otomotif,” paparnya.

Acara seperti ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk mempromosikan keselamatan berlalu lintas. Kita semua tahu betapa pentingnya keselamatan dalam berkendara, terlebih lagi ketika kita memiliki kendaraan yang telah dimodifikasi.

“Saya ingin mengingatkan kepada semua peserta dan pengunjung untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri dan juga orang lain, serta menjaga ketertiban dalam berkendara,” ungkapnya.

Dana Saputra, Ketua Panitia menjelaskan, bahwa kegiatan contest ini berlangsung selama dua hari. Lomba tersebut dinilai dari 3 sektor, dan setiap penilaian pun berbeda-beda.

“Untuk peserta ada 70, yang mobil 16 peserta dan sisanya motor. Pengumuman juara pun malam ini, besoknya baru kegiatan foto contest,” bebernya.

Saputra juga berharap bisa memberikan nilai positif pada masyarakat, bahwa sebuah komunitas itu bukan yang dipandang negatif, bisa memberi nilai kreatif anak muda Bontang, serta bisa lebih maju.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Algaka Kampanye di Bontang Utara Ditertibkan

0
Algaka Kampanye di Bontang Utara Ditertibkan
Penertiban algaka kampanye di wilayah Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Tim gabungan dari Polsek Bontang Utara, Panwascam Bontang Utara, dan Satpol PP melakukan penertiban alat peraga kampanye (ALGAKA) yang tersebar di wilayah Kecamatan Bontang Utara pada Kamis (2/11/2023) pagi.

Penertiban dilakukan di sepanjang jalan Kelurahan Guntung, Loktuan, Bontang Baru, hingga Kelurahan Bontang Kuala.

Kapolsek Bontang Utara Iptu Lukito mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah dibuat oleh Bawaslu Kota Bontang dengan Partai Politik Peserta Pemilu yang mengharuskan seluruh ALGAKA diturunkan paling lambat tanggal 30 Oktober 2023.

“Mereka (Partai Politik Peserta Pemilu) sudah diberi kesempatan untuk menurunkan ALGAKA masing-masing,” ungkapnya mengutip dari Polresbontang.com.

Pada penertiban tersebut, petugas menurunkan berbagai jenis ALGAKA, mulai dari spanduk, baliho, hingga Banner.

“Total 122 ALGAKA yang telah ditertibkan,” ujar Iptu Lukito.

“Kami dari pihak kepolisian hanya melakukan pendampingan, agar kegiatan tersebut berlangsung aman dan kondusif,” terangnya.

Editor: Yusva Alam

SPBN Tanjung Limau Sering Kekurangan Solar, Nelayan Keluhkan Kapal Luar Bontang

0
SPBN Tanjung Limau Sering Kekurangan Solar, Nelayan Keluhkan Kapal Luar Bontang
Salah satu kapal nelayan di TPI Tanjung Limau (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sejak lima tahun terakhir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Tanjung Limau sudah sering didatangi oleh nelayan luar Bontang yang ikut menjual ikannya di sana.

Rifal, salah satu nelayan di sana mengungkapkan, bahwa hal itu sudah cukup lama terjadi. Kurang lebih terdapat 30 kapal dari Kabupaten Donggala yang sering menjual hasil lautnya di TPI Tanjung Limau.

Para nelayan tidak mempermasalahkan mereka yang ikut berjualan di sana, namun Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar yang ada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau tersebut, sering kekurangan karena kapal luar yang ikut mengisi di sana.

“Awalnya mereka bilang pakai pertalite, tapi ternyata isi solar juga di sini,” jelasnya.

Hal ini menyebabkan antrian BBM bagi para nelayan, dan meminta pihak pemerintah maupun pihak terkait untuk mempertegas dalam menangani perizinan kapal yang datang dari luar Bontang.

“Sebenarnya kalau kapal luar memang harus memiliki izin, tapi nggak ngerti juga bagaimana,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pemkot Diminta Segera Ambil Tindakan Cegah Perundungan

0
Pemkot Diminta Segera Ambil Tindakan Cegah Perundungan
Ilustrasi aksi perundungan. (ist)

BONTANG – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja belakangan ini menjadi isu yang sangat marak, sehingga mempengaruhi psikis seseorang.

Ridwan, Anggota Komisi II DPRD Bontang memberikan salah satu contoh bullying yaitu menjauhi atau mengucilkan teman di sekolah. Dengan melakukan hal ini, maka teman yang dijauhi akan merasa sedih, tertekan, membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan berdampak pada mental seseorang.

“Ini termasuk dengan tindakan yang agresif, yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lemah,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (03/11/2023).

Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

“Faktor ini terjadi bisa dari keluarganya, sekolah, teman-teman lingkungannya, atau teman bermainnya sekumpulan, dan juga dari handphone,” bebernya.

Perundungan bisa terjadi sama siapa saja, kapan saja, bahkan dimana saja tanpa terkecuali. Dari perundungan ini bisa membuat anak untuk mudah mengalami stres. Kedepannya juga bisa saja anak menjadi lemah dan kurangnya percaya diri.

“Untuk di lingkungan sekolah terutama yang banyak kasusnya, guru lebih bisa membandingkan lagi yang mana para murid bercanda, dan yang mana juga murid membully,” ungkapnya.

Ridwan juga menambahkan, pemerintah harus cepat mengambil tindakan, baik di lingkungan sekolah, maupun di lingkungan luar. Apalagi jika sudah ada korban yang sampai bunuh diri, pastinya yang dialami anak atau seorang sudah sangat fatal terhadap teman, lingkungan, atau sebagainya. (dwi/adv).

Mengenal Klinik Saraf RSUD Bontang, Tangani Pasien dengan Alat Terbaru

0
Mengenal Klinik Saraf RSUD Bontang, Tangani Pasien dengan Alat Terbaru
Pelayanan pendaftaran sebelum ruang poli klinik saraf RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik Saraf atau Neurologi di RSUD Taman Husada Kota Bontang memberikan pelayanan kepada pasien-pasien yang mengalami gangguan pada saraf seperti stroke, nyeri, sakit kepala vertigo hingga gangguan gerak pada wajah, tangan, maupun kaki.

Dokter Spesialis Saraf atau Neurologi, dr Atika Ridwan, Sp.N menjelaskan, bahwa klinik spesialis saraf melakukan perawatan pada penyakit saraf. Di mana penyakit saraf yakni segala jenis gangguan pada sistem saraf manusia mulai dari ujung kaki hingga ke otak. Seluruh tubuh manusia terdiri dari sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat.

“Sistem saraf tepi yang membuat manusia dapat mengenali rasa sakit, dingin, panas, geli, gatal, keram, kesempatan dan lainnya. Sedangkan sistem saraf pusat yang membuat manusia dapat bergerak, berpikir, mengingat, emosi, melihat, mendengar, mencium bau, bahkan tidur pun diatur oleh sistem saraf,” jelas dr Atika saat dikonfirmasi.

Selanjutnya, Ia mengatakan alur pelayanan pasien saraf sama seperti pasien lainnya yakni dimulai dari pendaftaran, skrining pasien rawat jalan apakah pasien mendapat pelayanan prioritas bagi pasien lanjut usia. Selain itu, klinik saraf juga melakukan pemeriksaan pasien dan MCU.

“Setelah pasien diperiksa akan diarahkan ke laboratorium atau radiologi. Bila ada pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan dan bila telah selesai  menerima pelayanan di klinik saraf, pasien bisa langsung menuju apotek untuk menunggu penyerahan obat,” lanjutnya.

Dr Atika mengatakan, klinik saraf telah beroperasi sejak tahun 2008. Saat ini memiliki dua dokter spesialis saraf atau neurologi. “Ada saya dan dr Shinta Fithri Azis Sp.N sebagai dokter spesialis saraf di klinik saraf RSUD Bontang,” ungkapnya.

Sementara kelebihan klinik saraf RSUD Bontang sendiri yang dimiliki yakni, saat ini memberikan pelayanan pemeriksaan fungsi saraf secara umum, pemeriksaan EEG (Electroencefalografi), pemeriksaan fungsi kognitif  untuk pasien maupun untuk MCU, penanganan nyeri dengan pemasangan tapping/plester terapi atau dengan injeksi/penyuntikan pada lokasi nyeri.

Selain memiliki alat-alat terbaru, saat ini alat yang ada adalah pemeriksaan EEG untuk melihat gelombang otak dan pemeriksaan kognitif dengan komputerisasi untuk mengetahui fungsi otak pada gangguan memori.

“Insya Allah akhir tahun ini juga akan segera melayani pemeriksaan EMG (ElectroMyoGrafi) untuk pemeriksaan saraf tepi dan tahun depan Insya Allah ada alat baru yang akan melengkapi klinik saraf yaitu TMS (Trans Magnetik Stimulasi) untuk melatih fungsi otak yang terganggu dengan gelombang magnet yang biasanya digunakan untuk pasien stroke, depresi, insomnia, bahkan untuk nyeri,” terang dr Atika.

Ia juga mengharapkan klinik saraf RSUD Bontang tetap bisa melayani masyarakat dari semua pasien mulai dari pasien umum dan BPJS.

“Ya klinik saraf melayani pasien umum, BPJS, maupun asuransi lainnya yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada. 80 persen pasien yang kami layani adalah pasien BPJS,” urainya.

“Harapan kami agar klinik saraf dapat berkembang lebih jauh lagi dengan alat yang lebih canggih dan SDM yang lebih terlatih untuk membantu kesembuhan pasien dengan gangguan saraf khususnya di Kota Bontang. Saat ini penanganan ilmu penyakit Neurologi sudah berkembang sangat pesat  utamanya dalam pelayanan penyakit stroke,” pungkasnya. (adv/yah)

Cegah Maraknya Narkoba, Legislatif Imbau Pemkot Galakkan Penyuluhan

0
Cegah Maraknya Narkoba, Legislatif Imbau Pemkot Galakkan Penyuluhan
Ilustrasi obat-obatan terlarang. (ist)

BONTANG – Melihat maraknya masyarakat Kota Bontang yang telah terjerat dalam kasus narkoba, Anggota DPRD Kota Bontang, Ridwan mengimbau kepada pemerintah kota (Pemkot) agar sering mengadakan penyuluhan ke masyarakat.

Hal itu diharapkan, menjadi upaya pencegahan rentannya seorang terpengaruh menggunakan barang haram tersebut. Karena menggunakan obat-obatan terlarang sangat mempengaruhi kinerja seseorang, apalagi untuk anak usia di bawah umur yang masih menduduki bangku sekolah.

“Ini menjadi suatu perhatian buat kita semua, kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Ini juga termasuk akibat pergaulan di lingkungan. Orang tua pun harus benar-benar menjaga anak-anaknya,” paparnya saat diwawancarai, Kamis (02/11/2023).

Menurutnya, walaupun tes urine dilakukan, akan sia-sia tanpa adanya penyuluhan. Dengan maraknya masyarakat para pengguna ataupun pengedar, seharusnya pemkot sigap mengambil pergerakan untuk mengadakan penyuluhan rutin, baik dari dinas yang terkait, contohnya penyuluhan dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Menurut saya, percuma jika diadakan hanya tes urine saja, tanpa adanya penyuluhan. Jadi yang seharusnya dilakukan adalah pencegahan, bagaimana cara agar jangan sampai menggunakan narkoba, dari asal mula penyuluhan itu,” ungkapnya.

Ridwan juga berharap kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bontang, agar dapat memperkuat agama. Karena agama ialah yang paling utama untuk kembali ke diri masing-masing, serta lingkungan luar di sekeliling kita yang dapat membuat baik buruknya kita semua, jika bisa membentengi diri maka akan terhindar dari narkoba. (dwi/adv).