Beranda blog Halaman 709

Desa Wisata Maju Terdepan, Pendidikan Jangan Terabaikan!

0
Desa Wisata Maju Terdepan, Pendidikan Jangan Terabaikan!
Annisa Putri, S.Pd. (ist)

Oleh:

Annisa Putri, S.Pd

(Pendidik)

Kampung atas air Malahing yang terletak di pesisir timur Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan baru saja terpilih sebagai juara 3 kategori Kampung Wisata Maju dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Malahing kini berubah wajah, dulu dikenal sebagai kampung nelayan penghasil ikan dan rumput laut, saat ini telah bertransformasi dalam tataran ekonomi baru, sebagai objek wisata andalan di Kota Bontang dengan kultur dan keanekaragaman hayatinya. (Kaltimtribunnews.com)

Sementara itu dikutip dari laman klikkaltim.com, Tercatat saat ini ada 10 siswa yang harus berangkat setiap pagi dari kampung di atas laut menuju ke darat. 6 siswa diantaranya harus menyewa kapal dengan iuran setiap bulan Rp 300 ribu. Sementara 4 siswa lainnya menggunakan kapal pribadi milik orang tua. Biaya yang besar itu memang sangat memberatkan warga.

Sulitnya anak sekolah di Kampung Malahing RT 30 Tanjung Laut Indah untuk pergi ke sekolah yang berada di darat itu disebabkan Sekolah Dasar (SD) di Kampung Malahing hanya sampai kelas 5. Sementara untuk melanjutkan ke kelas 6 harus di SD YPPI yang berada di Jalan WR Soepratman Tanjung Laut.

Pendidikan Jangan Terabaikan

Menjadikan desa lebih baik dengan kecanggihan teknologi dan informasi agar membawa manfaat  bagi masyarakat setempat tentu tidak masalah. Namun juga perlu kehati-hatian akan keseimbangan alam yang ada jangan sampai alih-alih memanfaatkannya namun malah merusak dan mengeksploitasi sumber daya alam disana.

Belum lagi dengan seiring berjalannya zaman sangat berpotensi akan mempengaruhi sosial juga budaya yang bisa semakin liberal dan merusak masyarakat khususnya pemuda.

Selanjutnya, selain mengajak warga semangat bergerak atau berdaya untuk memajukan ekonomi kreatif, baiknya turut juga perhatikan sektor penting lainnya seperti pendidikan di sana. Melihat realita yang ada nampaknya terdapat paradigma keliru dari pemerintah memandang prioritas yang lebih mementingkan wisata dari pada pendidikan.

Padahal sudah diketahui bersama bahwa pendidikan sangatlah urgent posisinya sebab disanalah anak mendapat berbagai ilmu pengetahuan, pengajaran membentuk moral dan adab yang tentu akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

Namun, begitulah imbas adanya sistem Kapitalisme yang menaungi hari ini, sistem yang semua aspek berpusat pada materi alias duit. Maka wajar mengharuskan masyarakat untuk berlomba-lomba dapat cuan, hingga akhirnya semakin lama rasa butuhnya pada sebuah pendidikan atau ilmu terkikis bahkan bergeser lalu tergantikan dengan hal-hal yang materalistik.

Islam memuliakan Ilmu

Islam memiliki sistem yang komperhensif untuk mengatur kehidupan manusia, tak terkecuali perihal pendidikan.  Dalam Islam, pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang akan dipenuhi negara secara cuma-cuma alias gratis untuk masyarakat. Kesadaran kuat akan perintah Allah atas wajibnya menuntut ilmu, membuat negara secara maksimal menyelenggarakan pendidikan.

Mulai dari membangun sekolah yang terjangkau di wilayah masyarakat, bangunan-bangunan yang kokoh, fasilitas penunjang yang lengkap seperti laboratorium-lapangan-perpustakaan, juga tak lupa adanya tenaga pendidik yang berkualitas dan lainnya yang kesemua itu dilakukan dengan cara terbaik agar tersampaikannya ilmu pengetahuan bagi umat.

Disamping itu, pendidikan dalam Islam juga didasari oleh keimanan atau ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Para pelajar ditanamkan akidah Islam yang kuat serta ketaatan kepada perintah Allah, sehingga ilmu pengetahuan apapun yang mereka kuasai nantinya akan menambah iman dan takwa mereka kepada Ilahi Rabbi.

Maka wajarlah, di masa kejayaan Islam dahulu lahir banyak ilmuwan muslim yang cerdas dalam ilmu sains namun juga seorang alim ulama.

Seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Abbas Ibn Firnas, dan masih banyak lagi yang karya-karya mereka masih bermanfaat hingga hari ini bagi peradaban manusia. Maasyaallah!

Selanjutnya, bentuk kecintaan Islam terhadap ilmu pengetahuan juga dapat kita lihat dari lembar sejarah. Bahwa banyaknya perpustakaan-perpustakaan yang berdiri megah membuat banyak manusia bahkan dari penjuru dunia betah menimba ilmu disana.

Hal ini sekaligus meyakinkan kita bahwa bangunan sekolah bukan lagi menjadi persoalan bagi negara, tentu fasilitas sekolah sudah terbangun dengan baik kala itu.

Hal ini bisa terjadi dengan hebat dalam pendidikan Islam tentu tidaklah berjalan sendiri, melainkan dibarengi dengan adanya sistem ekonomi Islam juga sistem politik Islam yang bersumber dari Sang Pencipta. Dengan aturanNya lah, Sumber Daya Alam di negeri tersebut dikelola dengan benar oleh negara secara mandiri tidak dicampuri pihak asing.

Sehingga hasil dari pengelolaan itu diberikan untuk umat, yang mampu mencukupi segala yang dibutuhkan umat. Inilah sedikit gambaran luar biasanya Islam mengatur urusan manusia, segala kemuliaan dan kesejahteraan akan datang manakala Islam diterapkan secara utuh di kehidupan kita hari ini.

Wallahua’alam bisshawab.

DPMPTSP Bontang Terima Aduan Secara Offline Maupun Online

0
DPMPTSP Bontang Terima Aduan Secara Offline Maupun Online
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Pengelolaan sistem pengaduan bagi instantsi pemerintah penting adanya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat menjadi optimal. Selain itu, adanya kanal pengaduan juga menjadi kesempatan bagi sebuah instansi untuk melakukan evaluasi serta perbaikan jika adanya sebuah pengaduan.

Terdapat beberapa platform pengaduan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang dapat diajukan, terutama via online melalui website DPMPTSP khususnya perizinan digital, Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), ataupun secara offline yang bisa langsung ke kantor DPMPTSP.

“Kalau SP4N LAPOR itu milik Diskominfo yang isinya tentang pelaporan layanan, kami ada admin yang ngecek itu rutin,” jelas Isma Istihari, Japfung Penata Perizinan DPMPTSP.

Isma menjelaskan, bahwa setiap pengaduan yang diterima pihaknya akan segera ditangani. Langkah awal yang mereka lakukan adalah memastikan kebenaran informasi dari pengadu.

“Kami pastikan dulu identitas si pengadu agar  bisa kami tanyai terkait keluhannya, ada yang anonim kadang,” jelasnya.

Pengaduan yang diterima pada tahun ini hingga bulan Juni 2023 berjumlah 7 aduan, dengan 6 aduan selesai penanganan dan 1 aduan dalam proses penanganan.

“Tidak ada aduan yang terlalu besar, seperti website yang bermasalah sedikit, tapi kami pasti langsung perbaiki hari itu juga, tidak ada yang berlarut-larut,” tambahnya. (sya/adv)

AH Usulkan Buat Penangkaran Sebelum Buaya Riska Dikembalikan

0
AH Usulkan Buat Penangkaran Sebelum Buaya Riska Dikembalikan
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang (ist).

BONTANG – Rencana Buaya Riska dikembalikan ke habitat asalnya di Sungai Guntung mendapat tanggapan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris. Menurutnya, sebelum dikembalikan sebaiknya dibuatkan penangkaran buaya terlebih dahulu.

Dikatakan AH sapaannya, apabila Buaya Riska ingin dikembalikan ke asal mulanya, maka selayaknya harus dibuatkan penangkarannya terlebih dahulu. Mengingat kejadian beberapa lalu, ada korban terkaman buaya.

“Adanya penangkaran, Buaya Riska tidak akan kembali ke sungai lagi,” ucapnya saat diwawancarai via telepon, Jumat (03/11/2023).

Apabila Buaya Riska ingin dikembalikan, maka perlu juga mengadakan rapat. Sebab, sewaktu ingin direlokasikan pun diputuskan bersama-sama.

Untuk perpindahan Buaya Riska pun sangat memerlukan tempat yang lebih baik dan aman. Bahkan nantinya, jika Buaya Riska sudah berpindah tempat, bisa jadi salah satu objek wisata di Kota Bontang.

“Buaya Riska ini tidak main-main ukurannya, sangat besar. Bahkan bisa mengancam nyawa manusia, jadi harus dirembuk dulu sebelum dipulangkan,” bebernya.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, mau gimana pun buaya ini merupakan makhluk yang berada di bawah pengawasan. Pengembangan wisata Buaya Riska ini harus dilakukan dengan berhati-hati dan penuh tanggung jawab. (dwi).

Klinik Obsgin di RSUD Bontang Pindah ke Gedung Baru

0
Klinik Obsgin di RSUD Bontang Pindah ke Gedung Baru
Ruang tunggu pasien di gedung utama tempat pendaftaran di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kembali memindahkan klinik rawat jalan ke gedung B yang baru, yaitu klinik obsgin. Hal ini ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien yang datang ke klinik Obsgin.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr Tri Ratna Paramita mengatakan, pemindahan klinik obsgin telah dilakukan pada pekan lalu. Saat ini klinik obsgin mulai beroperasi seperti semula.

“Karena ada pengembangan layanan, jadi kami pindahkan klinik obsgin bersama klinik lainnya ke gedung baru. Poli klinik gedung lama sudah terbatas, karena ada pengembangan layanan MRI, jadi harus kami geser ke gedung baru,” kata dr Mita saat dikonfirmasi, Kamis (2/11/2023).

Terdapat 12 klinik yang pindah ke gedung baru RSUD Bontang. Tujuan pemindahan klinik yakni dengan memberikan kenyamanan pada pasien yang sedang menunggu.

“Harapannya dengan pemindahan klinik obsgin dan klinik lainnya, agar memberikan kenyamanan kepada pasien pada saat di ruang tunggu. Karena ruang tunggu di gedung lama sudah dirasa semakin sempit. Dengan sekali kunjungan bisa sampai lebih 200 pasien setiap hari. Dengan klinik Obsgin di gedung baru sudah menjadi lebih nyaman karena ruang tunggu lebih luas,” paparnya.

Selain itu, fasilitas yang ada di klinik gedung baru juga memiliki fasilitas yang sama dengan fasilitas sebelumnya. “Fasilitasnya lebih kurang sama dengan klinik sebelumnya di gedung utama,” ungkapnya.

Selain klinik Obsgin, poli klinik anak juga telah berpindah ke gedung baru yang juga memberikan keleluasaan bagi ruang tunggu anak-anak. “Kasihan kalau pasien anak-anak berdesak-desakan dengan pasien lainnya,” terangnya. (adv/yah)

Narkoba Merajalela, Agus Haris: Tutup Semua Akses!

0
Narkoba Merajalela, Agus Haris: Tutup Semua Akses!
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang. (dwi).

BONTANG – Guna mencegah peredaran narkoba, pemerintah diminta untuk menutup semua akses yang ada. Agar para pengedar narkoba tidak mudah menjajakan barang haram tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris saat dihubungi redaksi.

“Kalau saya pikir, tutup semua akses dan sumber masuknya sabu dan obat-obatan. Jika lewat darat, maka jalur darat harus diperkuat, begitupun semuanya,” paparnya saat dihubungi via telepon, Jumat (03/11/2023).

Aparat pemerintah harus kuat, selain itu pihak dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pun juga wajib membantu. Ini yang menjadi sistem pemerintah sekarang, harus ada keputusan dan formula dari atas, dan tidak mungkin seperti pemerintah daerah tidak tahu sumber masuknya obat-obat tersebut.

“Pemerintah harus membuat sistem yang super ketat terhadap soal ini, mana mungkin pemerintah tidak tahu akses mana saja yang bisa masuknya jejaring narkoba,” ucapnya.

Narkoba dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan mental. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, psikosis, serta gangguan jiwa lainnya.

AH sapaannya juga menambahkan, terkait narkoba ini Indonesia sudah memasuki situasi yang sangat darurat. Sudah menjadi alarm untuk para pengedar dan pengguna narkoba. Ini sudah termasuk ancaman yang sangat besar dan berat, bahkan serius.

“Ancaman bagi masa depan bangsa, bahkan pengguna dan pengedar bukan lagi umur 40 ke atas, bisa jadi bahkan di kalangan anak-anak yang masih menduduki bangku sekolah,” tutupnya. (dwi/adv).

Dukung Rencana Dikembalikan ke Habitatnya, Ridwan: Buaya Riska Sudah Jadi Ikon Kota Bontang

0
Dukung Rencana Dikembalikan ke Habitatnya, Ridwan: Buaya Riska Sudah Jadi Ikon Kota Bontang
Ambo (kiri) bersama Buaya Riska. (dwi)

BONTANG – Rencana memulangkan Buaya Riska ke Muara Sungai Guntung mendapatkan banyak perhatian, salah satunya adalah Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Ridwan.

“Saya sangat mendukung jika Buaya Riska ini akan kembali ke Bontang, karena bagaimana pun bisa dibilang Riska sudah menjadi salah satu ikon Kota Bontang,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (02/11/2023).

Dikatakannya, salah satu sebab terkenalnya Kota Bontang adalah dengan adanya Buaya Riska. Sehingga mendatangkan beberapa wisatawan dari luar kota, atau bahkan dari luar daerah untuk melihat langsung.

“Saya sebagai ketua partai dan politisi bukan melarang, akan tetapi saya sangat support jika wisatawan datang ke Bontang. Apalagi Buaya Riska sudah terkenal, dan juga termasuk memperkenalkan Kota Bontang khususnya,” paparnya.

Ditambahkannya, terkait persoalan adanya hewan bahkan buaya liar yang datang mengancam, kembali kepada diri masing-masing. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sudah memberi himbauan untuk ditaati.

“Yang namanya insiden, kita tidak ada yang tahu. Kita juga tidak meminta, dalam artian kesalahan kita adalah dari kita, yang sangat kurang safety,” ungkapnya.

Menurutnya, sangat berat dan sangat susah mendapatkan suatu ikon, agar suatu daerah menjadi terkenal. Buaya Riska sungguh luar biasa, bisa memperkenalkan Kota Bontang sebagai tempat asalnya.

“Jika pun nantinya akan membuat sebuah penangkaran buaya di Bontang, kami (DPRD) sangat mendukung. Ayo kita bersama memberikan alokasi dan anggaran. Jika memang ada pembahasan, maka insyaallah kita akan selalu support,” tutupnya. (dwi/adv).

Bontang Hampir Jadi Kota Pertama Jalankan Program Wolbachia

0
Bontang Hampir Jadi Kota Pertama Jalankan Program Wolbachia
Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana. (Yusva Alam)

BONTANG – Kota Bontang saat ini terpilih menjadi salahsatu pilot project program inovasi nyamuk wolbachia, di antara 5 kota yang terpilih lainnya. Namun begitu, seharusnya Kota Bontang menjadi yang pertama menjalankan program ini setelah Jogja apabila tidak terkendala Covid-19 beberapa tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana saat diwawancara usai kegiatan pisah kenang pegawai purna tugas dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Adi, saat ini Bontang terpilih sebagai 1 dari 5 kota untuk menjalankan program inovasi wolbachia, lantaran Kota Taman, sebutan Kota Bontang merupakan salahsatu kota yang tertinggi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahkan Bontang merupakan satu-satunya kota kecil yang terpilih, sementara 4 daerah lainnya merupakan daerah atau kota besar. Seperti Kupang, Bandung, Jakarta Barat, dan Semarang.

“Bayangkan kita hanya punya 3 kecamatan, sementara kota-kota lain yang terpilih memiliki belasan bahkan puluhan kecamatan,” ujar pria yang termasuk pegawai mutasi di Dinkes Bontang ini.

Dijelaskan, seharusnya Bontang menjadi yang pertama setelah Jogja yang menjalankan program ini. Lantaran di tahun 2019 lalu, pihaknya sudah menginisiasi dan seringkali menggaungkan program wolbachia ini sebagai solusi mencegah tingginya kasus DBD.

“Saat itu kebetulan saya melihat World Mosquito Program (WMP) di Yogyakarta. Lalu kami komunikasi secara personal dari pemkot ke pihak mereka. Karena keburu ada pandemi Covid-19, jadi setop rencananya,” bebernya.

Sekarang program ini dan seluruh pendanaannya sudah dicover Kemenkes RI. Namun Dinkes Bontang mensupport kader-kader di lapangan untuk mensukseskan program penanganan DBD ini.

Diketahui, Pada Januari 2014, World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, yang dulu dikenal dengan Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya, telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

WMP Yogyakarta adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation). (al/adv)

Pensiunan Dinkes Diminta Sumbang Pemikiran untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

0
Pensiunan Dinkes Diminta Sumbang Pemikiran untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Kegiatan lepas kenang pegawai purna tugas dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Para pegawai purna tugas di lingkungan Dinkes Bontang, diminta untuk dapat ikut membantu mensukseskan program-program kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan Kadinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati usai kegiatan pisah kenang bagi pensiunan dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang, Selasa (31/10/2023).

Drg Toetoek mengatakan, walaupun sudah tidak aktif lagi berdinas, pihaknya berharap agar para pensiunan tersebut tetap dapat memberikan sumbangsih pemikiran serta kehadirannya di tengah masyarakat. Lantaran Dinkes memiliki banyak program untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Para pensiunan diminta untuk membantu menggerakkan masyarakat dalam mensukseskan program kesehatan tersebut. Mereka dapat merangkul masyarakat dan mengoptimalkan kesehatan masyarakat.

“Setelah purna tugas mereka bisa lebih leluasa membantu masyarakat. Contoh kesehatan berbasis masyarakat seperti yayasan kanker, yayasan TBC, dan banyak lagi dimana dinkes di situ mengerakkan masyarakat. Bismillah, semoga purna tugas makin sehat dan produktif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kota Bontang, Muhammad Ramzi sebagai perwakilan pensiunan mengatakan, mereka siap menyumbangkan pemikiran dan kemampuan mereka di tengah-tengah masyarakat. Untuk dapat menyehatkan masyarakat, mereka juga siap membantu program-program Dinkes Bontang.

“Kami akan coba terapkan kegiatan yang biasa kami lakukan di kantor untuk diterapkan di masyarakat. Semoga di masa pensiun kami tetap bisa membantu masyarakat dan Dinkes Bontang,” ujarnya. (al/adv)

7 Pegawai Pensiun dan Mutasi, Dinkes Adakan Pisah Kenang

0
7 Pegawai Pensiun dan Mutasi, Dinkes Adakan Pisah Kenang
(Kadiskes Bontang, drg Toetoek bersama pegawai pensiun dan mutasi. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengadakan kegiatan pisah kenang di lingkungan Dinkes Bontang, Selasa (31/10/2023) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinkes Bontang itu, diadakan untuk melepas para pegawai Dinkes Bontang yang telah memasuki masa pensiun serta pegawai mutasi ke daerah lain.

Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan, kegiatan ini merupakan kumpul bersama dalam rangka melepas pegawai yang memasuki purna tugas. Terdapat 7 pegawai yang pensiun serta mutasi.

“Dari 5 yang pensiun, 4 di antaranya sudah dari beberapa bulan sebelumnya. 1 pegawai lainnya terhitung 1 November  2023 ini. Di kegiatan pisah kenang ini kami kumpulkan semua pegawai yang pensiun dan mutasi di waktu terdekat,” jelasnya saat diwawancara pasca acara berakhir.

Toetoek mengatakan, kelima pegawai pensiun ini merupakan SDM yang bisa dijadikan panutan dalam bekerja oleh pegawai yang lain. Lantaran pengabdian mereka tidak mengenal waktu. Walaupun tengah malam tetap menjalankan tugasnya.

“Bentuk pengabdian mereka untuk menyehatkan orang Bontang khususnya. Saya sebagai pimpinan merasa kehilangan. Saya bilang ke pegawai-pegawai yang lain, beliau-beliau ini harus jadi tauladan kita. Kita harus mampu jadi pengganti ikut jejak mereka yang mau bekerja keras,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P) Menular Dinkes Kota Bontang, Muhammad Ramzi mewakili pensiunan yang lain mengatakan, bahwa mereka sudah menjalankan sebagian tugas mereka selama masih aktif. Walaupun sudah tidak berdinas lagi, namun secara non formal mereka tetap diminta membantu mensukseskan program-program Dinkes Bontang di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang biasa kami lakukan di kantor saat aktif akan kami coba terapkan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Daftar Pegawai Dinkes Bontang Pensiun dan Mutasi:

  1. Rosiaty (pensiun, 1 Juni 2023)
  2. Akhmad Husrin (pensiun, 1 Juli 2023)
  3. Ardiman (pensiun 1 Agustus 2023)
  4. Agustina (pensiun 1 Oktober 2023)
  5. Rahmawati Asmaya (mutasi 1 Oktober 2023)
  6. Muhammad Ramsi (pensiun 1 November 2023)
  7. Adi Permana (mutasi 1 November 2023). (al/adv)

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang

0
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang
Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Kaltim, Dini Indo Virawati (kanan) menyerahkan Mou ke Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Syahruddin (tengah) didampingi perwakilan Dinkes Bontang, Akhmad Hamid Nurudin. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pembukaan Praktek Kuliah Kerja Nyata Terpadu Inter-Profesional, Education (KKNT-IPE) para mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim, Rabu (1/11/2023) kemarin di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Ketua Panitia KKN-IPE, Dwi Hendriani menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan antar tim dari 5 profesi yang ada di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Di antaranya profesi perawat, bidan, analis kesehatan, promosi kesehatan, dan gizi.

“Kami harap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mendukung semua program kemenkes dan dinkes di daerah-daerah,” ujarnya saat menyampaikan laporan.

KKN-IPE ini berlangsung di 3 kabupaten/kota, yaitu Bontang, Kukar, dan Kutim. Bekerjasama dengan pemerintah daerah, dinkes, serta pihak swasta. Diadakan tiap tahun dan kali ini merupakan tahun ke-3, dimana awal KKN-IPE berlangsung tahun 2021 lalu.

“KKN-IPE ini bertematik. Tahun ini mengambil tema stunting. Ke depan akan menyesuaikan dengan dinkes di masing-masing daerah,” imbuhnya.

Dalam laporannya, Mahasiswa KKN-IPE Kemenkes Kaltim terbagi menjadi 125 mahasiswa di Bontang, 45 di Kutim, dan 246 mahasiswa di Kukar. Kegiatan ini sudah dimulai 1 minggu lalu. Dimulai dengan pembekalan-pembekalan dan persiapan.

“2 tahun sebelumnya kegiatan ini hanya berlangsung di Samarinda. Praktik KKN-IPE akan dimulai sejak 1 November hingga 25 November 2023. Diakhiri dengan lokakarya  yang akan dipresentasikan saat penutupan. Terima kasih kepada Pemkot dan Dinkes Bontang, serta instansi swasta sehingga kegiatan berlangsung baik,” ucapnya.

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang
Foto bersama mahasiswa KKNT-IPE Poltekkes Kemenkes Kaltim bersama undangan yang hadir. (Yusva Alam)

Sementara itu, Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Kaltim, Dini Indo Virawati mengungkapkan, kenapa kegiatan ini dibuat terpadu antar seluruh profesi? Karena diharapkan keterpaduan ini akan menemukan solusi dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Untuk menyelesaikan masalah stunting, apa yang harus dilakukan oleh perawat, apa yang akan diatur gizinya, promosi kesehatan apa yang harus disampaikan untuk kasus stunting ini. Apakah mereka mampu praktekkan teori yang sudah diperoleh di kelas,” bebernya.

“Kita tau angka stunting tinggi. Karenanya kita terus upayakan untuk bersama-sama tingkatkan. Semoga kerjasama singkat ini bisa beri sumbangsih,” imbuhnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Syahruddin mewakili Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, Pemkot Bontang ucapkan terima kasih karena Kemenkes Kaltim telah memilih Bontang sebagai salahsatu tempat KKN.

“Semoga kegiatan ini jadi awalan kerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Kaltim ke depannya. Semoga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berperan walaupun singkat waktunya. Semoga bisa efektif optimal,” pungkasnya. (al/adv)