Beranda blog Halaman 709

Angka Stunting Terbaru Naik Jadi 20,6 Persen

0
Angka Stunting Terbaru Naik Jadi 20,6 Persen
Kegiatan Publikasi Stunting 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mempublikasi data stunting, Kamis (3/10/24).

Menurut e-PPGBM sebuah aplikasi yang diakses oleh kader posyandu secara real time, kasus stunting di Kota Bontang mengalami kenaikan menjadi 20,6 persen di Agustus 2024.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes, Bambang Sri Mulyono menjelaskan bahwa pola asuh orang tua sangat berpengaruh. Pasalnya pada Bulan Juli 2024 kemarin angka stunting sudah turun hingga 18 persen.

Ia mengungkapkan, bahwa tingkat kunjungan ke Posyandu sangat rendah, hal tersebut dikarenakan para orang tua memikirkan perspektif stunting yang negatif, hingga takut dipandang sebelah mata oleh orang lain.

“Mereka keburu mikir tidak mau ke posyandu, karena kalau datang ke sana tiba-tiba dibilang stunting, padahal rutin ke posyandu dapat menyelamatkan anak dari stunting itu sendiri,” jelasnya.

Para orang tua memilih untuk tidak kembali ke posyandu, saat kader posyandu menyatakan sang anak stunting, bahkan banyak yang tidak terima karena merasa sudah memberi makan anaknya dengan baik.

“Pola asuh yang terutama, anak bisa saja tumbuh sehat, tapi mereka tidak tahu apakah sang anak bisa diajak berfikir, karena nutrisi tidak melulu anak berhasil tumbuh tapi bagaimana cara otak bekerja dengan baik,” tambahnya.

Stunting merupakan hal yang darurat di Indonesia, termasuk Kota Bontang. Jika anak terkena stunting tentu akan mempengaruhi masa tumbuh kembang hingga dewasa.

“Memangnya kalau pendek karena stunting bisa ngejar cita-citanya yang pingin jadi polisi kan nggak bisa, bukan cuma masalah tinggi, tapi akademis juga bisa berantakan,” tambahnya.

Untuk itu ia berpesan pada orang tua bahwa stunting bukanlah aib, justru kita harus mensupport mereka untuk terus memperhatikan nutrisi. Jangan pernah menganggap stunting adalah aib. Bagaimana bisa disembuhkan jika anaknya disembunyikan.

Penulis: Syakura
Editor: Yusva Alam

Maming Upayakan Agar Anak Pesisir Tidak Ada yang Putus Sekolah

0
Maming Upayakan Agar Anak Pesisir Tidak Ada yang Putus Sekolah
Wakil Ketua II DPRD Bontang, Maming. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Ketua II DPRD Kota Bontang, Maming mengatakan, ia akan berusaha agar anak-anak yang ada di pesisir tidak putus sekolah. Hal tersebut ia ungkapkan setelah ditetapkan sebagai Wakil Ketua II DPRD Bontang, Rabu (2/10/24).

Pasalnya di wilayah pesisir sendiri tidak ada pendidikan Sekolah Menengah Pertama, dan jika mereka harus melanjutkan ke jenjang tersebut maka harus menyebrang ke wilayah perkotaan terlebih dahulu.

“Kami rencanakan akan ada asrama bagi mereka yang bersekolah ke wilayah perkotaan,” terangnya.

Namun, yang menjadi kendala bagi pemerintah adalah para orang tua yang masih enggan membiarkan sang anak menetap tanpa didampingi orang tua. Oleh sebab itu kita akan melakukan komunikasi dengan orang tua murid.

“Dengan komunikasi intens kami harap ada keterbukaan bagi mereka melepaskan anaknya bisa melanjutkan pendidikan di sini,” tambahnya

Ia akan meyakinkan bahwa anak mereka akan aman selama menuntut ilmu di darat, karena akan lebih kasihan jika mereka harus bolak balik naik kapal, bisa jadi malah berbahaya.

Sebelumnya hal ini sudah menjadi sebuah perencanaan dari Dinas Pendidikan Kota Bontang, dengan menggunakan Rusunawa di Guntung sebagai asrama pada tahun 2022 lalu, namun terkendala dengan kekhawatiran para orang tua. (adv/sya)

Editor: Yusva Alam

Resmi Jadi Wakil Ketua II DPRD, Maming Ingin Prioritaskan Pengembangan SDM Warga Bontang

0
Resmi Jadi Wakil Ketua II DPRD, Maming Ingin Prioritaskan Pengembangan SDM Warga Bontang
Wakil Ketua II DPRD Bontang, Maming. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Maming resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Bontang dalam rapat paripurna yang dilaksanakan, Rabu (2/10/24) di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Setelah resmi ditetapkan, ia menyatakan akan fokus pada Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dinas terkait, yakni Dinas Ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, bahwa setelah melakukan rapat terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD), program tersebut ingin ia dorong bersama dengan dewan lainnya agar segera terealisasi, sehingga hal tersebut dapat menunjang SDM di Bontang dan mengurangi pengangguran.

“Program tersebut akan kita lanjutkan dan mungkin anggarannya nanti akan dilebihkan lagi,” terangnya.

Ia ingin peningkatan SDM ini mengarah kepada anak-anak yang baru lulus dan anak yang putus sekolah, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan- kebutuhan industri di Bontang maupun di luar Kota Bontang.

Maming menceritakan, bahwa ia kerap kali mendapatkan pertanyaan terkait anak-anak putus sekolah, sehingga mereka sering terlihat berkeliaran di jalan-jalan. Untuk itu ia bertekad lebih serius meningkatkan SDM terutama kepada anak yang putus sekolah. (adv/sya)

Editor: Yusva Alam

Beredar Video Keributan di Lapangan Kampung Baru, Polres Bontang Proses Penyelidikan

0
Beredar Video Keributan di Lapangan Kampung Baru, Polres Bontang Proses Penyelidikan
Keributan yang terjadi di Lapangan Kampung Baru, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Beredar di sosial media (sosmed) video keributan yang diperkirakan terjadi di Lapangan Kampung Baru, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (3/10/2024) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto menyatakan, bahwa video yang beredar adalah benar adanya.

Dengan beredarnya video tersebut, Polres Bontang bergerak cepat mencari pelaku yang terlibat dalam video tersebut. Pihak Polres Bontang pun, hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Benar kejadiannya di Lapangan Kampung Baru, kami juga masih mendalami kronologi kejadiannya,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui via telepon, Jumat (4/10/2024).

Polres Bontang juga telah berupaya untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi-saksi di lokasi tersebut, untuk mengungkapkan kronologi lengkap seperti apa awal mula terjadinya keributan.

“Kami juga sedang berusaha untuk mengkonfirmasi ke semua pihak, yang berada di lokasi kejadian untuk menggali informasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Iptu Hari menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pupuk Kaltim Dorong Nelayan Optimalkan Potensi Budidaya Keramba Jaring Apung di Kota Bontang

0
Pupuk Kaltim Dorong Nelayan Optimalkan Potensi Budidaya Keramba Jaring Apung di Kota Bontang
Pelatihan teknik budidaya dan manajemen Keramba Jaring Apung (KJA), bagi 30 nelayan binaan hingga pelajar SMK di Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Tingkatkan produktivitas sektor perikanan melalui solusi inovatif yang berkelanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali teknik budidaya dan manajemen Keramba Jaring Apung (KJA), bagi 30 nelayan binaan hingga pelajar SMK di Kota Bontang. Pelatihan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maros Sulawesi Selatan, untuk memberikan pemahaman hingga keterampilan praktis berbagai aspek budidaya ikan dan lobster.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengatakan pelatihan ini sekaligus upaya mengoptimalkan potensi perairan agar memiliki nilai tambah, sebagai kesinambungan kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendorong produktivitas perikanan di Kota Bontang. Hal ini mengingat kawasan perairan yang terbilang luas, bisa dimanfaatkan untuk menggali peluang yang lebih signifikan di sektor budidaya. Disamping perikanan tangkap yang selama ini menjadi mata pencarian mayoritas nelayan lokal.

Dari pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan pengetahuan mendalam terkait pengelolaan budidaya keramba, mulai dari manajemen kualitas air, penentuan lokasi area potensial KJA, pemberian pakan serta pengendalian hama dan penyakit ikan lainnya. Termasuk bekal manajemen usaha seperti perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan hingga sumber daya manusia untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan.

“Hal ini menjadi sasaran pembinaan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku budidaya perikanan melalui pengembangan peluang yang bernilai ekonomi, sehingga kedepan semakin dilirik sebagai usaha yang potensial,” kata Sugeng, saat membuka pelatihan di KJA Tanjung Limau, Rabu (26/9/2024).

Dikatakannya, metode KJA menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan produksi perikanan di perairan terbuka, karena menawarkan berbagai keunggulan seperti lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan ikan agar lebih sehat. Terlebih keunggulan KJA juga telah dibuktikan pada pembinaan dan pendampingan Pupuk Kaltim melalui Creating Shared Value (CSV) di perairan Tanjung Limau, yang berhasil mendongkrak produktivitas lobster dan kerapu Kota Bontang dengan pangsa pasar signifikan.

“Bahkan program KJA juga direplikasi ke sejumlah wilayah pesisir Bontang lainnya, sehingga dari pelatihan ini semakin mendorong perluasan budidaya untuk memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat,” lanjut Sugeng.

Begitu juga dengan pelibatan siswa SMK sebagai peserta pelatihan, diharap semakin mendorong semangat generasi untuk lebih mengenal potensi kelautan, sekaligus menciptakan peluang wirausaha muda yang produktif dan inovatif di sektor perikanan. Dari hal tersebut, generasi muda kedepan tidak hanya terfokus dalam mencari pekerjaan, tapi lebih diarahkan untuk menciptakan peluang mandiri dengan bekal keterampilan yang dimiliki.

“Melalui bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, generasi penerus diharap mampu mendorong potensi perikanan Kota Bontang dengan lebih optimal, khususnya di sektor budidaya,” tambah Sugeng.

Mewakili peserta pelatihan, Ketua Koperasi Nelayan Bontang ETA Maritim Rudy Prambudi, mengungkapkan pelatihan ini sangat dibutuhkan para nelayan khususnya yang baru bergabung dalam keanggotan koperasi binaan Pupuk Kaltim tersebut. Hal ini mengingat pendampingan Pupuk Kaltim sejauh ini memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas nelayan di sektor budidaya. Langkah ini pun diharap semakin diperluas, seiring meningkatnya pemahaman para peserta untuk terus mengembangkan peluang KJA sebagai solusi perikanan yang lebih optimal.

“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk penguatan kapasitas nelayan Bontang agar semakin produktif. Terlebih dengan pembinaan selama ini, memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan nelayan khususnya di sektor budidaya,” ucap Rudy.

Mewakili Pemkot Bontang, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Fadli, menyampaikan apresiasi atas kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim dalam mendorong potensi perikanan Bontang, utamanya membekali nelayan agar bisa memanfaatkan peluang usaha budidaya melalui keramba jaring apung. Menurut dia, kemajuan sektor perikanan menjadi perhatian Pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah dan kesejahteraan nelayan, yang terus diupayakan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya sinergi bersama Perusahaan dan stakeholder terkait lainnya di Kota Bontang.

“Maka dari itu, kami sangat mendukung pelatihan seperti ini sebagai bentuk keseriusan Perusahaan dalam mendorong potensi perikanan Kota Bontang, khususnya di sektor budidaya,” kata Fadli.

Dirinya pun berharap pelatihan ini bisa berkelanjutan, dengan perluasan program bagi masyarakat pesisir lainnya untuk memaksimalkan sumberdaya kelautan yang dimiliki. Mengingat potensi hasil laut Bontang dapat diselaraskan dengan sektor pariwisata, yang kini juga digencarkan Pemerintah dalam meningkatkan daya saing daerah. Langkah ini pun diharap didukung Pupuk Kaltim, dengan memberikan nilai tambah agar seluruh sektor potensial bisa dieksplor dengan lebih optimal.

“Ini yang kami harapkan, agar optimalisasi sumberdaya kelautan yang tidak hanya dari sisi budidaya dan perikanan tangkap, tapi diperluas sebagai bentuk nilai tambah untuk mendukung pariwisata daerah. Bisa saja nanti ada rumah makan pesisir atau pariwisata laut yang ditawarkan bagi wisatawan untuk datang ke Bontang,” papar Fadli. (adv)

Pembangunan Infrastruktur Bontang Barat Masih Minim, Dewan Minta Ditingkatkan

0
Pembangunan Infrastruktur Bontang Barat Masih Minim, Dewan Minta Ditingkatkan
Anggota DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni. (ist)

BONTANG – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Bontang Barat terbilang masih minim, pasalnya masih banyak wilayah yang tidak tersentuh pembangunan fisik, seperti jalanan yang masih berupa tanah.

Anggota DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni mengungkapkan bahwa yang paling urgen adalah pembangunan jalan di Jalan Gotong-Royong yang sudah puluhan tahun tidak ada pembangunan jalan. Jalanan yang dicor hanya 20 sampai 30 meter di depan, sisanya masih tanah.

Sama halnya dengan Kampung Timur di Kelurahan Kanaan yang juga harus dilanjutkan pembangunannya. Karena di kampung tersebut sebelumnya telah dilakukan pembuatan akses jalanan dalam program TMMD ke-120 tahun 2024.

“Di Kampung mas darling kalau orang bilang, sama daerah yang kemarin dilangsungkan kegiatan TMMD 2024 itu kan perlu dilanjutkan, akses jalan sudah ada, tinggal dicor,” terangnya, Minggu (29/9/24).

Roni menambahkan, bahwa sisanya tinggal bagaimana bekerjasama dengan para eksekutif untuk memperhatikan bagaimana pembangunan di Bontang Barat dapat benar-benar berjalan. Sehingga semua pembangunan dapat lebih merata dan masyarakat Bontang dapat menikmati fasilitas dari pemerintah. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Legislator Ini Usulkan Pengadaan Kapal UGD Bagi Masyarakat Pesisir, Ini Alasannya

0
Legislator Ini Usulkan Pengadaan Kapal UGD Bagi Masyarakat Pesisir, Ini Alasannya
Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.(Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, untuk bisa menyediakan kapal Unit Gawat Darurat (UGD), bagi warga di wilayah pesisir.

Menurutnya, untuk penyediaan kapal UGD sangat diperlukan bagi penanganan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, yang bersifat cepat di wilayah pesisir dalam mempersingkat waktu.

“Masyarakat di wilayah pesisir masih mendapatkan kendala besar dalam pertolongan medis, apalagi dalam keadaan darurat. Maka saya pikir, pengadaan kapal UGD sangat perlu,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (3/10/2024).

Mengingat Kota Bontang wilayahnya 70 persen laut. Dan masih banyak masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, dengan nantinya kapal UGD akan tetap stand by untuk membantu melakukan pertolongan medis, contohnya seperti ibu hamil yang akan melahirkan, atau korban bencana lainnya.

“Dengan nantinya ada kapal UGD, kemungkinan besar warga pesisir mendapatkan pertolongan yang cepat, tanpa harus menunggu lama untuk pergi ke fasilitas kesehatan di darat,” paparnya.

Karena selama ini masih saja sering kali menjumpai ibu hamil, orang sakit, bahkan nelayan yang mengalami kecelakaan laut, harus menunggu lama untuk mendapatkan alat transportasi, yang akan mengantarkan ke rumah sakit di darat.

“Jika nanti sudah ada kapal UGD, pastinya langsung merespon situasi darurat dengan cepat, untuk mengantarkan masyarakat yang memerlukan,” jelasnya.

Sehingga, dengan ini Heri sangat berharap Pemkot Bontang bisa segera merealisasikan masukannya, terkait transportasi bagi warga di wilayah pesisir. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Anggaran Bimtek Capai Rp 160 Miliar, Pjs Wali Kota Bakal Evaluasi Internal

0
Anggara Bimtek Capai Rp 160 Miliar, Pjs Wali Kota Bakal Evaluasi Internal
Pjs Wali Kota Bontang, Munawwar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Menanggapi anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mencapai Rp 160 miliar, Pjs Wali Kota Bontang, Munawwar mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi secara internal.

Dikatakannya, bahwa pihaknya akan melakukan screening pada kegiatan itu agar dapat diterima dan tepat sasaran, sehingga anggaran ini dapat disalurkan dengan maksimal.

“Kita akan melihat seberapa urgensi Bimtek tersebut,” terangnya saat diwawancarai, Selasa (1/10/24).

Evaluasi dilakukan untuk tahu benar bagaimana output dari kegiatan ini. Sehingga tidak hanya sekedar menggunakan anggaran saja. Karena anggaran pelaksaan Bimtek sebenarnya sejak awal telah melewati persetujuan-persetujuan dengan adanya pertimbangan.

Kalaupun ada pegawai yang melakukan perjalanan dinas lebih dari yang telah ditetapkan, itu menjadi kebijakan masing-masing dinas, dan tentunya sudah melalui persetujuan dari kepala daerah.

“Itu juga harus dilihat apakah perjalanan tugas itu urgen dan akan mumpuni dalam tugas-tugas berikutnya, ini juga dijelaskan dalam perwali nomor 3 tahun 2023 pasal 5,” ujarnya.

Lebih lanjut, meskipun Bimtek berjalan, pelayanan publik jangan sampai kosong. Diharapkan para pegawai untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi dengan benar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Amankan Pelaku Perkelahian di Video Viral

0
Polres Bontang Amankan Pelaku Perkelahian di Video Viral
Kedua pelaku perkelahian di Hop I telah diamankan Polres Bontang. (Dok).

BONTANG – Polres Bontang berhasil menangkap pelaku perkelahian di video yang beredar di dunia maya, Rabu (2/10/2024) kemarin.

Diketahui sebelumnya, telah beredar video perkelahian antar remaja di Sosial Media (Sosmed), Rabu (2/10/2024) kemarin, sekitar pukul 22.00 Wita. Baku pukul itu diperkirakan terjadi di Hop I, lebih tepatnya di belakang Masjid Al Falah, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto menjelaskan, pihaknya tak membutuhkan waktu lama untuk mengamankan remaja yang terlibat dalam aksi perkelahian tersebut.

Disebutkan, perkelahian muncul karena adanya masalah yang terbilang sepele, dimana kedua pelaku awal mula hanya saling mengejek satu sama lain di sekolahnya, dan setelahnya menimbulkan perkelahian di luar sekolah. Kedua pelaku YA dan MFA diamankan, Kamis (3/10/2024) sekitar pukul 00.26 Wita.

“Pelaku sudah kami amankan, dan sekarang berada di Mapolres Bontang,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah mengamankan kedua pelaku, masing-masing dari pihak keluarga telah menyetujui untuk berdamai, dan bersepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak disaksikan langsung oleh orang tua keluarga, dan dari pihak sekolah juga sudah bersepakat saling memaafkan dan menyelesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kesepakatan juga dibuat dalam surat pernyataan dan ditandatangani langsung di depan petugas Polres Bontang, agar nantinya mereka tidak mengulangi lagi tindakan yang sama.

“Jangan sampai hal seperti ini terulang, apalagi sampai memancing emosi antar sesama. Karena akan berdampak merugikan diri sendiri, serta keluarga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bona Fest 2024, Cara Pemkot Tingkatkan Daya Saing UMKM Bontang

0
Bona Fest 2024, Cara Pemkot Tingkatkan Daya Saing UMKM Bontang
Pembukan BONA fest 2024 oleh DKUMPP. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang terus mendukung peningkatan UMKM di Kota Bontang. Beragam cara digunakan, salahsatunya dengan menggelar event khusus bagi pelaku UMKM.

Kali ini, DKUMPP mengadakan Bontang Innovation dan Creative Festival 2024 (BONAFest) di Lapangan Sepak Bola Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (1/10/24).

Festival ini bertajuk ‘Wujudkan UMKM Naik Kelas dengan inovasi Industri kecil’. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1 hingga 5 Oktober 2024.

Selain menyuguhkan produk-produk UMKM, berbagai macam hiburan pun diadakan. Mulai dari musik festival, education, dan event-event seperti lomba foto selfie, tari tradisional dan sebagainya pun digelar.

Plt DKUMPP Kota Bontang, Lukman mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan UMKM berdaya saing dengan UMKM yang ada di Indonesia.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud dukungan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bontang,” ucapnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, ini merupakan wadah untuk pelaku usaha kecil, industri kecil dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan inovasi serta produk kreatif unggulan, dan diharapkan dapat memajukan sektor ekonomi di Bontang.

Lebih lanjut, Pjs Wali Kota melalui Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kota Bontang ke-25 yang merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memajukan perekonomian di Kota Bontang.

“Mari kita berkolaborasi bersama, untuk menciptakan produk inovatif yang dapat meningkatkan daya saing baik pasar lokal, nasional, maupun internasional,” harapnya.

Lebih Lanjut, ia menyebutkan slogan UMKM naik kelas harus bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Bontang, “Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan kegiatian ini,” terang Aji.

Kegaiatan ini dapat terwujud atas kolaborasi yang kuat antar pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di akhir, kegiatan ini dibuka dengan di tanda pemukulan gong bersama jajaran forkopimda.

Editor: Yusva Alam