Beranda blog Halaman 710

Dapat Sertifikat HKI, DKUMPP Beri Penghargaan Kemenkum HAM Provinsi

0
Dapat Sertifikat HKI, DKUMPP Beri Penghargaan Kemenkum HAM Provinsi
Penyerahan Piagam Penghargaan DKUMPP Kepada Kemenhum HAM. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Provinsi Kaltim atas penetapan produk olahan Kota Bontang yang telah memiliki sertifikat terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perekonomian (DKUMPP), pemkot menyerahkan piagam penghargaan kepada Kantor Wilayah Kemenhum HAM Provinsi Kaltim, Selasa (1/10/24) di sela rangkaian acara pembukaan BONA Fest 2024 yang dilaksanakan DKUMPP.

Plt DKUMPP Kota Bontang, Lukman menjelaskan, sertifikat HKI diberikan untuk dua produk olahan makanan yang berasal dari Kelurahan Bontang Kuala, dan dua-duanya merupakan produk oalahan dari ikan.

Dua produk tersebut adalah Pempek dan Gammi Bawis. Untuk HKI Gammi Bawis telah terbit duluan pada tanggal 3 Juni 2024 lalu. Kemudian beberapa waktu lalu salah satu produk olahan Pempek di Bontang Kuala juga mendapatkan sertifikat HKI.

“Terima kasih kepada Kemenhum HAM, semoga ke depannya kami Kota Bontang akan makin mudah melakukan pengesahan terhadap produk-produk lain,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan, makin banyak produk lokal Bontang yang dapat mendapatkan HKI, tidak hanya olahan pangan tapi batik dan sebagainya juga paten menjadi milik Kota Bontang.

“Awalnya produk tersebut hanya olahan rumah warga Bontang, kini sudah mendapat pengakuan secara resmi bahwa itu milik Bontang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, dengan adanya HKI, maka daerah lain tidak dapat mengklaim produk tersebut.

Editor: Yusva Alam

Sah! Andi Faiz Pimpinan Definitif DPRD Bontang

0
Sah! Andi Faiz Pimpinan Definitif DPRD Bontang
Pelantikan pimpinan definitif DPRD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengumumkan secara resmi unsur pimpinan periode 2024-2029 dalam rapat paripurna, Rabu (2/10/24) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang sementara Sitti Yara memimpin dan mengumumkan, bahwa Ketua definitif DPRD Kota Bontang adalah Andi Faizal Sofyan Hasdam, Wakil Ketua I Sitti Yara, dan Wakil Ketua II Maming.

“Adapun penetapan ini berdasarkan peraihan kursi terbanyak, dan telah ditetapkan berdasarkan surat dari masing-masing DPC,” ujarnya.

Berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pada penjelasan 164 ayat 2 partai politik yang urutan perolehan kursi yang terbanyak di DPRD kabupaten atau kota, dan berhak mengisi kursi pimpinan, melalui pimpinan partai politik setempat mengajukan Anggota DPRD yang akan ditetapkan menjadi pimpinan DPRD, kepada pimpinan sementara DPRD.

Diketahui jumlah kursi terbanyak yakni Partai Golkar dengan tujuh kursi, PKB dengan empat kursi dan PDIP tiga kursi.

Sekretaris DPRD Kota Bontang, Yessy Waspo mengatakan, bahwa keputusan ini selanjutnya akan diserahkan ke Gubernur Kalimantan Timur melalui Wali Kota Bontang untuk penerbitan SK.

Lebih lanjut, Kabag Risalah dan Perundang-undangan DPRD, Taufiqurrahman menjelaskan, setelah SK keluar maka mereka akan langsung melakukan pelantikan.

“Secepatnya pasti dilakukan kemungkinan minggu kedua sudah dilantik Kita hanya tinggal menunggu surat turun,” terangnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Roni Ingin Peningkatan SDM di Bontang Barat Ditingkatkan, Ini Sebabnya

0
Roni Ingin Peningkatan SDM di Bontang Barat Ditingkatkan, Ini Sebabnya
Aloysius Roni, Anggota DPRD Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni mengungkapkan, perlu ada peningkatan fasilitas yang diberikan di wilayah Kecamatan Bontang Barat. Lantaran menurutnya, di wilayah itu jauh dari zona strategis pusat Kota Bontang.

Ia mengungkapkan peningkatan sumber daya manusia, kesempatan bekerja, serta pelatihan-pelatihan di wilayah tersebut masih minim, sehingga sebagai perwakilan wilayah tersebut ia ingin memasukkan berbagai macam fasilitas yang tentu memberdayakan daerah tersebut.

Roni mengatakan, bahwa untuk mewujudkan lebih banyak kesempatan bekerja di sana harus lebih banyak perhatian pemerintah, dalam hal pelatihan, dan membentuk bibit-bibit pengusaha muda yang tentu dapat membuka lapangan pekerjaan.

Lebih lanjut, Roni tidak ingin anak-anak di sana hanya fokus belajar untuk mencari pekerjaan saja, tapi bagaimana peran mereka membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah dengan usaha-usaha mereka.

“Kalau hanya mengharapkan lowongan tidak bisa, seperti yang kita lihat sendiri. Pengangguran kita saja sudah tertinggi, ditambah lagi dengan adanya pendatang yang berharap dapat pekerjaan di sini,” tambahnya.

Ke depannya ia ingin Bontang Barat dapat menjadi salah satu prioritas dalam hal pengembangan SDM. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dewan Dorong Pemakaman Muslim di Bontang Barat Segera Direalisasikan

0
Dewan Dorong Pemakaman Muslim di Bontang Barat Segera Direalisasikan
Aloysius Roni, Anggota DPRD Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Pemakaman muslim di wilayah Kecamatan Bontang Barat masih dalam perencanaan pembebasan lahan, sehingga DPRD Kota Bontang berharap hal tersebut cepat terselesaikan.

Anggota DPRD Bontang, Aloysius Roni mengatakan, pihaknya juga akan memperlajari kembali, dan menyarankan agar tahun depan ada kejelasan terkait hal tersebut. Pasalnya sudah berlarut-larut selama delapan tahun terakhir sehingga kini belum terealisasi.

“Tentu kita akan mendorong pemerintah sekaligus mempelajari lahan-lahan di wilayah Bontang Barat itu,” terangnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu DPRD sudah pernah membahas hal tersebut dan kajiannya tahun ini sebenarnya sudah selesai dibuat. Tentu pihaknya akan melakukan juga koordinasi dengan dinas terkait yakni Dinas Perkimtan Bontang.

Untuk itu Roni berharap pemerintah dapat berkomitmen dalam melakukan pembebasan lahan, dan dalam waktu dekat pembangunan pemakaman muslim di Kota Bontang bisa digunakan oleh yang berkebutuhan.

“Secepatnya direalisasikan sehingga umat islam yang ada di Bontang Barat tidak harus menguburkan jauh-jauh lagi,” tutupnya (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dewan Apresiasi Gudang Bulog Akan Dibangun di Bontang

0
Dewan Apresiasi Gudang Bulog Akan Dibangun di Bontang
Aloysius Roni, Anggota DPRD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah resmi menandatangani kontrak dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog, untuk membangun salah satu gudangnya di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang bersama dengan wakil direktur utama Bulog menandatangani nota kesepahaman tersebut pada Rabu (18/9/24) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Aloysius Roni, Anggota DPRD Kota Bontang menyatakan, bahwa hal tersebut baik untuk ketahanan pangan Kota Bontang, mengingat wilayah kita adalah wilayah transit, sehingga pemerintah harus melakukan persiapan terhadap pasokan makanan.

Roni menambahkan, bahwa hal ini baik untuk menjaga kestabilan harga beras di Kota Bontang, karena setahun belakangan harga beras di Bontang terus meningkat, sementara akan sulit untuk terus bergantung pada kiriman pasokan beras dari luar daerah.

“Ini adalah salah satu hal yang DPRD dorong untuk pemerintah dan sekarang telah tercapai,” ucap Roni.

Seringkali pasokan beras yang dikirim dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi mengalami lonjakan, dan membuat krisis di Bontang. Namun dengan adanya gudang bulog di Bontang maka kita dapat memberikan pasokan ke daerah lain seperti Kutim.

Ia berharap gudang tersebut dapat dibangun secepatnya. Semakin cepat dibangun semakin cepat pula perputaran ekonomi di wilayah Bontang. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Beasiswa Bontang Sentuh 9.9 M, Alfin Harap Penyaluran Tepat Sasaran

0
Beasiswa Bontang Sentuh 9.9 M, Alfin Harap Penyaluran Tepat Sasaran
Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan anggaran untuk beasiswa Kota Bontang yakni sebesar Rp. 9,9 miliar. Angka ini naik dratis dari tahun lalu yang hanya berkisar Rp 1,7 miliar.

Menanggapi hal tersebut Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Kota Bontang menegaskan, bahwa anggaran tersebut cukup fantastis sehingga penerima beasiswa pun harus tepat sasaran.

“Kenaikannya cukup banyak dibanding tahun lalu, pemkot harus benar-benar memilah penerima,” harapnya saat ditemui Minggu (22/9/24).

Untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia di Kota Bontang, Alfin berharap pemerintah bisa memperhatikan siswa dan siswi yang berprestasi.

“Jangan sampai ini menjadi beasiswa yang tidak tepat sasaran,” tambahnya.

Alfin berharap jika beasiswa tersebut sampai pada penerima yang tepat, ia tidak cemas uang tersebut akan digunakan untuk hal lain di luar pendidikan. Untuk itu pemerintah diminta andil besar dalam melihat latar belakang calon penerima. Apalagi anggaran cukup besar. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pegawai TKD Disdikbud Ditemukan Meninggal di Jalan KS Tubun

0
Pegawai TKD Disdikbud Ditemukan Meninggal di Jalan KS Tubun
Penemuan mayat di Jalan KS Tubun, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Sesosok mayat ditemukan di Jalan KS Tubun, RT.16, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Senin (30/9/2024) sekitar pukul 16.45 Wita, mayat itu ditemukan di dalam sebuah kontrakan dengan posisi tengkurap.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, korban tersebut berinisial AW (40), merupakan pegawai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TKD) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

“Untuk saat ini masih dalam proses penanganan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurut informasi, AW adalah salah satu warga berdomisili di Jalan S. Hasanuddin, RT.33, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Untuk keseharian korban, dirinya tinggal di Jalan Kejora, Gang Wakaf 3, RT.16, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui apa penyebab pasti kematiannya. Bahkan, mayat korban juga telah ditangani oleh pihak inafis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

IPSI Bontang Raih 15 Medali di Kejurprov Pencak Silat

0
IPSI Bontang Raih 15 Medali di Kejurprov Pencak Silat
IPSI Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bontang berhasil meraih 15 medali di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat. Kontingen Bontang berhasil membawa 7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Kejuaraan berlangsung di Folder Air Hitam, Samarinda.

Ketua Harian IPSI Bontang, Nuryanto mengaku sangat berbangga atas tercapainya keberhasilan para atlet Bontang membawa pulang medali. Menurutnya, setiap atlet telah memberikan yang terbaik dan kerja kerasnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Inilah hasil kerja keras dari mereka semua. Terlebih lagi, komitmen para pelatih maupun pengurus untuk bisa membawa Kota Bontang lebih maju,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2024) kemarin.

Nuryanto ingin, prestasi yang sudah atlet cetak tidak hanya berhenti sampai di sini, akan tetapi bisa lebih sampai di level tertinggi, nasional bahkan internasional.

Diketahui, inilah daftar nama atlet Kota Bontang yang berhasil membawa pulang medali

Medali Emas:
1. Ganda Putra: Emir Nayottama, Suprapto, dan Farhan Zulfa Rohman
2. Regu Putra: Risky Catur Ut Permana, Nabil Rifat Nazih, dan Kaffa La Beneamata
3. Regu Putri: Ismah Alitah Idrus, Eka Putri Nurhayati, dan Khumairah
4. Kelas B Putra: Rais Akrim
5. Kelas F Putra: Muhammad Iqbal
6. Kelas A Putri: Della Putri
7. Kelas C Putri: Afrilia

Medali Perak
1. Tunggal Putri: Fauziyyah Mufidah Hartati
2. Kelas D Putra: Ahmad Fadhil
3. Kelas E Putra: Abdul Rahim
4. Kelas E Putri: Uswatun Hasanah

Medali Perunggu
1. Ganda Putri: Adinda Nur Shafira, Nur Linda
2. Kelas C Putra: Caesar Brian Kuru Pangloli
3. Kelas I Putra: Muhammad Briliant Yusha
4. Kelas B Putri: Aqilah Wa Nadzifah

Adapun, IPSI Bontang juga telah meraih juara di ajang Gubernur Open:

kategori Tunggal

Juara 2: Raditya Pratama
Juara 3: Valdi Satria dan Ratu Natali Allaysya

Kategori Tanding

Juara 2: Faturiza
Juara 3: Apdal Faizal

Penulis : Dwi S
Editor : Yusva Alam

Pohon Besar di Simpang Tiga Yabis Tumbang

0
Pohon Besar di Simpang Tiga Yabis Tumbang
Kondisi pohon tumbang di Simpang Tiga Lampu Merah Yabis, depan Pos KTL, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Sebuah pohon besar yang terletak di Simpang Tiga Yabis, tepatnya depan Pos KTL, tumbang, Minggu (29/9/2024) malam tadi.

Komandan Kompi Disdamkartan Kota Bontang, Norman mengatakan, pihaknya menerima laporan masuk dari warga yang menyaksikan pohon tumbang tersebut sekitar pukul 21.30 Wita. Sehingga warga tersebut langsung bergegas menghubungi pihak Disdamkartan Bontang.

Pasca menerima informasi, petugas langsung bergerak cepat untuk menuju ke lokasi, agar bisa segera mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

“Tim rescue langsung menuju ke lokasi, untuk mengevakuasi pohon tumbang,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon.

Saat mengevakuasi pohon tumbang, pihak Disdamkartan Kota Bontang dibantu oleh security PT Badak, Polres Bontang, hingga PLN. Karena sebagian ranting pohon mengenai kabel, di sekitar lokasi.

“Untungnya kabel tidak ada yang putus, jadi kami fokus memangkas pohon saja, tidak ada yang lain,” paparnya.

Diketahui, petugas mengevakuasi pohon tumbang tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, dengan kerahkan petugas Disdamkartan Bontang sekitar 10 orang.

“Untuk penyebabnya kami belum tahu pasti, tumbangnya karena apa. Yang jelas saat kami sudah di lokasi, langsung pangkas saja pohon tersebut. Entah karena pohonnya sudah rapuh atau bagaimana, kami belum mengetahui penyebabnya,” jelasnya.

Adanya kejadian pohon tumbang tersebut, Norman sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap berhati-hati saat berkendara. Terutama saat melintas, dengan posisi pohon di pinggir jalan.

“Entah karena faktor alam atau apa, yang jelas untuk masyarakat agar tetap berhati-hati dimanapun berada. Pohon tumbang seperti ini kita tidak bisa memprediksi, akan tumbangnya. Jadi tetaplah waspada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sekretaris PWI Bontang Tutup Usia

0
Sekretaris PWI Bontang Tutup Usia
Almarhum Rachman Wahid semasa hidup. (Ist)

BONTANG – Kabar duka menyelimuti insan pers Kota Taman. Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Rachman Wahid, menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (28/9/2024) pukul 13.34 Wita di RSUD Taman Husada Bontang. Berita kepergian Rachman Wahid mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan sejawatnya di dunia jurnalistik.

Rachman Wahid, yang dikenal sebagai sosok wartawan senior dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya, telah lama aktif di PWI Bontang. Selama masa baktinya, ia tak hanya dikenal sebagai figur yang serba bisa, tetapi juga sebagai pribadi yang bersahaja dan selalu mendukung pengembangan dunia jurnalistik di kota Taman.

Rachman mengawali karier jurnalis di Surat Kabar Harian (SKH) Bontang Post sebagai fotografer pada Agustus 2012. Sebagai sosok yang dikenal semangat dalam mengembangkan kompetensi diri, Rachman kemudian ditarik menjadi wartawan. Hanya perlu waktu dua tahun, pria kelahiran 16 November 1988 itu mampu membuktikan dirinya layak diangkat sebagai redaktur, hingga terakhir menduduki posisi Pemimpin Redaksi 2017-2018, sebelum akhirnya Bontang Post berhenti menerbitkan versi cetak dan beralih ke media online.

Setelah tak di SKH Bontang Post, Rachman bergabung sebagai staf di Prokopim Sekretariat Daerah Bontang dari 2019-2023. Terakhir, pemegang sertifikat kompetensi wartawan utama itu menjabat pemimpin redaksi akurasi.id.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian salah satu kader terbaiknya itu. Menurutnya, sosok Rachman selalu sigap dalam menjalankan tugas-tugasnya. Termasuk menyiapkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Bontang yang akan diselenggarakan November mendatang. Sepekan sebelum menghadap Sang Pencipta, Rachman juga masih sempat mewakili PWI Bontang untuk menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) sekaligus kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh RSUD Taman Husada di RSUD Raden Temenggung (R.T.) Notopuri di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kami kehilangan sosok yang sangat berkontribusi besar terhadap organisasi dan dunia jurnalistik di Bontang. Rachman adalah teman, rekan, dan mentor bagi banyak wartawan muda. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Kabar kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat dan kolega di PWI serta komunitas pers di Bontang. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan jurnalis yang pernah bekerja sama dengannya. Rachman Wahid akan selalu dikenang sebagai figur yang berdedikasi dan menginspirasi di dunia jurnalistik Bontang.

Selamat jalan, Rachman Wahid. Karya dan kontribusimu akan terus dikenang. Semoga engkau husnul khatimah dan ditempatkan di surga-Nya (*)