Beranda blog Halaman 711

Ikuti Job Fair Bontang 2023, Pupuk Kaltim Buka Kesempatan Magang

0

BONTANG – Dorong terbukanya pasar kerja secara terbuka dan transparan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) fasilitasi sekaligus mendukung penuh terselenggaranya Job Fair Bontang 2023, sebagai jembatan bagi para pencari kerja sesuai kebutuhan perusahaan, instansi maupun lembaga yang ada di Kota Bontang.

SVP SDM Pupuk Kaltim Ardi Harto Mulyo, mengatakan Job Fair tahun ini merupakan sarana efektif untuk menjaring potensi sumberdaya andal di tingkat lokal Bontang, untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di berbagai bidang. Termasuk peluang pengembangan kapasitas dan kompetensi masyarakat, agar makin mampu bersaing dengan daerah luar.

Hal ini menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim dengan turut membuka kesempatan pemagangan bagi warga Bontang melalui Job Fair 2023, untuk disiapkan sebagai SDM andal dan berkompeten sesuai kebutuhan dunia industri.

“Nantinya, para peserta akan dilatih dan ditempatkan di berbagai unit kerja perusahaan, guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas bidang ilmu yang dimiliki,” ujar Ardi, saat pembukaan Job Fair Bontang di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Selasa (24/10/2023).

Dijelaskan Ardi, Pupuk Kaltim terus berupaya meningkatkan partisipasi dan kontribusi dalam mendorong peningkatan daya saing SDM lokal, agar mampu berkompetisi dan bersaing secara nyata di pasar kerja. Menurut dia, SDM lokal memiliki kualifikasi dan kemampuan yang tidak kalah dengan daerah luar, sehingga patut didukung agar putra daerah mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang.

Hal ini pun ditindaklanjuti Pupuk Kaltim dengan memberikan kesempatan warga Bontang magang terbuka di unit kerja perusahaan, agar keterampilan yang dimiliki makin terasah serta siap untuk bersaing sesuai kebutuhan dunia industri.

“Pupuk Kaltim berharap Job Fair Bontang 2023 dapat menjadi jembatan bagi putra-putri lokal Bontang mendapatkan kesempatan bersaing di pasar kerja, sehingga masyarakat mandiri dan sejahtera secara perlahan mampu diwujudkan,” tambah Ardi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, menyampaikan Job Fair 2023 diikuti oleh 30 perusahaan di Kota Bontang, untuk membuka kesempatan langsung bagi warga lokal mencari peluang kerja secara fair dan transparan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan membuka program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pemagangan, sertifikasi dan pelatihan seperti halnya Pupuk Kaltim, guna mendorong terciptanya kualitas sumberdaya manusia yang andal di berbagai bidang.

“Gagasan utamanya, Job Fair ini tidak hanya sekadar menjembatani peluang kerja, tapi juga program pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM oleh perusahaan, untuk disiapkan sebagai tenaga terampil sesuai kebutuhan pasar kerja,” tutur Abdu Safa Muha.

Menurut Safa Muha, hal ini ditujukan agar seluruh perusahaan maupun lembaga di Kota Bontang memiliki semangat yang sama dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat, sehingga kedepan SDM lokal makin mampu bersaing untuk mendapatkan peluang yang sama di pasar kerja.

 

Langkah ini juga upaya menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Bontang, dimana masyarakat dengan kapasitas dan kemampuan yang teruji akan memiliki kesempatan lebih luas untuk terserap di dunia industri.

“Itu tujuannya, agar saat ada rekrutmen terbuka SDM Bontang mampu bersaing secara sehat untuk mendapatkan kesempatan, didukung kompetensi dan kapasitas mumpuni dari hasil pemagangan maupun sertifikasi yang diikuti,” lanjut Safa Muha.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah, mengaku sangat mendukung terselenggaranya Job Fair 2023 untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan secara terbuka. Dirinya pun mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim yang turut mensukseskan kegiatan, dengan membuka akses serta kesempatan bagi warga lokal untuk penguatan kapasitas sumberdaya manusia melalui program pemagangan.

Dirinya menilai hal ini bentuk komitmen Perusahaan terhadap program Pemkot Bontang terkait penguatan kapasitas masyarakat, sehingga kedepan kemandirian mampu terwujud seiring makin terserapnya SDM lokal di pasar kerja dan industri.

“Terlebih di masa sekarang, sumberdaya manusia terampil, memiliki kompetensi dan mampu mengimbangi kemajuan teknologi menjadi faktor penting mendapatkan peluang kerja. Sehingga adanya program pemagangan maupun pelatihan yang digelar, bisa mendorong kualitas SDM Bontang lebih berdaya saing,” ungkap Najirah.

Najirah menilai, keterlibatan perusahaan memberikan bekal kompetensi juga bentuk kesiapan daerah menciptakan sumberdaya terampil, agar tidak hanya menjadi penonton di tiap kesempatan yang terbuka. Sehingga adanya Job Fair 2023, diharap semakin menguatkan sinergi pemerintah dan dunia usaha, untuk saling dukung dalam menciptakan tenaga kerja yang sesuai bakat, minat serta keterampilan yang dibutuhkan.

“Kita harus bergegas merubah diri untuk menjadi tenaga kerja andal dan mandiri. Untuk itu Pemerintah bersama dengan dunia usaha memfasilitasi hal tersebut melalui Job Fair ini, agar kedepannya masyarakat mendapatkan kesempatan lebih luas di dunia kerja,” pungkas Najirah. (ADV)

Program Inovasi Wolbachia Berjalan, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan PHBS

0
Program Inovasi Wolbachia Berjalan, Masyarakat Diminta Tetap Terapkan PHBS
Ilustrasi penerapan wolbachia. (ist)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara II meminta agar masyarakat tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan 3 M untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Walaupun saat ini sudah ada program baru, yaitu inovasi wolbachia.

Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yulisda, saat ini Bontang menjadi salahsatu pilot project program inovasi wolbachia, dari 5 kota yang terpilih se-Indonesia. Inovasi wolbachia merupakan program terbaru pemerintah Indonesia untuk menuntaskan DBD.

Peluncuran Nyamuk Wolbachia sudah berlangsung September lalu di Bontang. Saat ini sudah memasuki tahap service pertama. Karena setiap 2 minggu sekali nyamuk wolbachia akan menetas dan harus ada pergantian pallet.

“Walaupun inovasi wolbachia ini adalah program baru namun masyarakat harus tetap laksanakan PHBS. Karena kita belum bisa mengetahui apakah program baru ini berhasil atau tidak,” ujarnya.

Lantaran program wolbachia ini masih membutuhkan waktu lama, maka masyarakat tetap diminta menerapkan PHSB dan 3M, sebagai langkah pencegahan DBD yang selama ini sudah digaungkan. (al/adv)

Banyak Manfaat Kesehatan Datang ke Posbindu

0
Banyak Manfaat Kesehatan Datang ke Posbindu
Ilustrasi posbindu. (ist)

BONTANG – Masyarakat Bontang khususnya warga di Loktuan dan Guntung, yang masuk dalam wilayah Puskesmas Bontang Utara II diminta untuk rutin memperhatikan perkembangan kesehatannya dengan datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda saat diwawancara redaksi.

Yulisda menjelaskan, banyak manfaat bisa didapatkan dengan rutin datang ke posbindu. Salahsatu yang utama adalah dapat mengontrol perkembangan kesehatan diri sendiri.

Di Posbindu sendiri dapat menerima pasien dengan rata-rata usia produktif, yaitu 15 tahun ke atas. Dikatakan Yulisda, dengan mendatangi posbindu, seseorang akan mendapatkan semacam Medical Check Up (MCU) dasar atau biasa disebut screening.

“Dengan screening ini bisa diketahui gejala penyakit yang akan muncul di dalam tubuh. Sehingga orang itu dapat mencegahnya sejak awal,” ujarnya.

Permasalahannya adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi posbindu. Sehingga pihaknya harus memutar otak agar masyarakat bisa datang.

“Dulu yang datang ke posbindu bisa dihitung dengan jari, sedikit sekali. Sekarang kami lakukan jemput bola dengan mendatangi RT-RT. Sekarang sudah lumayan peningkatan jumlah pasiennya,” bebernya.

Namun begitu, pihaknya tetap meminta kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan posbindu ini dengan maksimal, karena kesehatan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan.

Dengan terus mengontrol perkembangan kesehatan, maka seseorang dapat mencegah sejak dini penyakit yang akan bersarang di tubuh. (al/adv)

Cath Lab Sudah Tersedia di RSUD Bontang, Mudahkan Dokter Diagnostik Penyakit Jantung

0
Cath Lab Sudah Tersedia di RSUD Bontang, Mudahkan Dokter Diagnostik Penyakit Jantung
Ilustrasi Cath Lab. (ist)

BONTANG – Saat ini di RSUD Taman Husada sudah tersedia catch lab. RSUD Bontang menyediakan catch lab sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada para pasiennya.

Cath Lab adalah suatu pelayanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.

Cath Lab atau kateterisasi jantung dan angiografi ini adalah prosedur yang memanfaatkan sinar-X untuk menampilkan gambaran pembuluh darah di berbagai organ tubuh.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik di RSUD Taman Husada menjelaskan, pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk memeriksa sumbatan, penyempitan, atau pelebaran pembuluh darah dan jantung.

“Bisa dikatakan baru RSUD Bontang yang memiliki alat medis Cath Lab ini,” ungkapnya.

Alat yang digunakan dalam Cath Lab bisa menghasilkan gambaran pembuluh darah secara detail. Sehingga dapat membantu dokter secara akurat, dalam tindakan operasi atau Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA).

“Untuk alat medis kami akan berusaha untuk memenuhinya, akan  tetapi, jika dilihat lagi dengan secara rinci masih saja ada beberapa yang kurang,” paparnya.

RSUD Bontang akan terus melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang. Maka dari itu, menentukan skala prioritas harus diputuskan bersama dan didahulukan mana alat medis yang benar-benar sangat penting dan lebih urgent. (dwi/adv).

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PPPK Hasil Optimalisasi, Walikota: Jadilah Perekat Bangsa

0

BONTANG – Pasca ditetapkannya Pengumuman Wali Kota Bontang  Nomor : 800.1.2.2/2399/BKPSDM Tentang Hasil Kelulusan Pasca Sanggah Optimalisasi Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional (JF) Teknis di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Formasi Tahun 2022 tanggal 12 September 2023, Pemerintah Kota Bontang melaksanakan pengambilan sumpah/janji kepada 85 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta 4 orang pengangkatan pertama pejabat fungsional yang dilaksanakan pada Senin, 30 Oktober 2023 bertempat di Pendopo Rujab Walikota Bontang.

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dipimpin Walikota Bontang, Basri Rase, S.Ip, M.Si, yang juga menjabat sebagai pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Upacara berlangsung dengan khidmat, dihadiri Wakil Walikota, Ibu Hj. Najirah, SE, dan Sekretaris Daerah, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT. Turut hadir juga Kepala Kantor Regional VIII BKN, A. Darmuji, S.Sos, M.Si, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Walikota Bontang menekankan beberapa pesan:

  • Melaksanakan 3 fungsi seorang ASN dengan sebaik-baiknya, yaitu: Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik, dan sebagai Perekat serta Pemersatu Bangsa.
  • Wujudkan ASN BerAKHLAK yang selaras dengan pencapaian Kota Bontang yang Hebat dan Beradab.
  • Jaga netralitas, layani masyarakat tanpa diskriminasi, berlaku jujur dan adil dalam semangat integritas yang tinggi.
  • Jadilah ASN yang berprestasi, memiliki dedikasi dan kreativitas dalam pelaksanaan tugas.
  • Bangun dan jaga soliditas serta menjaga nama baik diri pribadi, keluarga, dan instansi Pemerintah Kota Bontang.

Surat Keputusan Pengangkatan juga diserahkan kepada seluruh PPPK yang hadir. Penyerahan secara simbolis dilakukan Kepala Kantor Regional VIII BKN, A. Darmuji, S.Sos, M.Si. Ia juga memberikan pesan kepada ASN agar selalu menjaga standar dan kualitas tinggi dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Ia  juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih, terutama dalam hal memberikan kesejahteraan kepada ASN dalam lingkup tugasnya oleh Pemkot Bontang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang juga melaporkan data mengenai 85 orang PPPK yang dilantik, yang terbagi sebagai berikut:

  • Auditor Ahli Pertama = 1 orang
  • Pengelola Pengadaan Barang & Jasa Ahli Pertama = 1 orang
  • Pustakawan Ahli Pertama = 1 orang
  • Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Kebijakan Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama = 2 orang
  • Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Prasarana Dan Sarana Pertanian Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama = 6 orang
  • Pekerja Sosial Ahli Pertama = 1 orang
  • Pembina Jasa Konstruksi Ahli Pertama = 4 orang
  • Penata Ruang Ahli Pertama = 3 orang
  • Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama = 2 orang
  • Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama = 1 orang
  • Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama = 2 orang
  • Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama = 3 orang
  • Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama = 8 orang
  • Pranata Komputer Ahli Pertama = 26 orang
  • Pengendali Hama Dan Penyakit Ikan Ahli Pertama = 2 orang
  • Penyuluh Sosial Ahli Pertama = 2 orang
  • Perisalah Legislatif Ahli Pertama = 1 orang
  • Pranata Laboratorium Kemetrologian Ahli Pertama = 3 orang
  • Statistisi Ahli Pertama = 1 orang
  • Arsiparis Terampil = 5 orang
  • Pengendali Dampak Lingkungan Terampil = 1 orang
  • Pranata Komputer Terampil = 5 orang
  • Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur Terampil = 3 orang
  • Teknik Tata Bangunan Dan Perumahan Terampil = 1 orang

Sudi juga menegaskan bahwa yang dilaksanakan bukanlah pelantikan mutasi atau promosi pejabat struktural, namun merupakan pengambilan sumpah/janji PPPK pada penempatan sesuai formasi jabatan yang dilamarnya dan telah dinyatakan lulus. (ADV)

Gunakan Aplikasi Mobile JKN! Tak Perlu Lama Antre Berobat

0
Gunakan Aplikasi Mobile JKN! Tak Perlu Lama Antre Berobat
Penampakan aplikasi mobile JKN di layar Smartphone. (Yusva Alam)

BONTANG – Para pasien yang berobat ke Puskesmas Bontang Utara II diminta untuk memanfaatkan teknologi, agar mendapatkan kemudahan pelayanan dan tidak perlu lama mengantri. Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda, Senin (30/10/2023).

Yulisda mengungkapkan, bahwa para pasien yang akan berobat di Puskesmas Bontang Utara II khususnya dan di puskesmas seluruh Bontang umumnya dapat dimudahkan dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia. Pasien dapat mendownload aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dengan menggunakan aplikasi mobile Jkn ini, pasien bisa mendaftar untuk berobat dari rumah. Cukup menggunakan handphone dan kuota. Tidak perlu lama menunggu antrian berobat.

Dikatakan Yulisda, dengan cara manual untuk mendaftar, pasien harus datang pagi-pagi. Lalu juga datang ke puskesmas sebelum waktunya dipanggil dokter.

“Bahkan kami para petugas belum datang, pasien sudah datang. Kalau pakai mobile Jkn ini kan mereka bisa menunggu di rumah. Sekira nomor antriannya sudah dekat, pasien baru berangkat ke puskesmas,” bebernya.

Diketahui, Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN. Hanya dengan satu genggaman aplikasi Mobile JKN, memudahkan peserta JKN mengakses informasi dan layanan.

Mobile JKN menawarkan kemudahan bagi peserta dengan menyediakan menu peserta yang berisi fitur peserta, kartu peserta, ubah data peserta, dan pendaftaran peserta; menu tagihan yang berisi fitur premi, catatan pembayaran, cek virtual account, dan pembayaran; menu pelayanan yang berisi riwayat pelayanan, pendaftaran pelayanan, dan skrining; dan yang terakhir adalah menu umum yang berisi fitur info JKN, lokasi, pengaduan dan pengaturan aplikasi. (al/adv)

Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!

0
Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda. (Yusva Alam)

BONTANG – Masyarakat Bontang khususnya wilayah Guntung dan Loktuan yang termasuk wilayah binaan Puskesmas Bontang Utara II, diminta untuk lebih memperhatikan perkembangan kesehatan anak-anaknya dengan rutin mendatangi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda saat diwawancara redaksi, Senin (30/10/2023).

Yulisda mengungkapkan, bahwa masih banyak pemahaman masyarakat saat ini yang keliru terhadap keberadaan posyandu. Posyandu masih dianggap hanya sebagai tempat timbang bayi.

Padahal menurutnya, posyandu itu sebagai tempat pencegahan penyakit dan tempat mengevaluasi perkembangan kesehatan seorang anak. Di posyandu terdapat kolaborasi dari beberapa dokter, seperti dokter umum, dokter gigi, dan lain sebagainya.

“Di posyandu gigi anak-anak juga diperhatikan. Kalau gigi anak sejak dini sudah diperhatikan, maka saat besar nanti dapat mencegah kerusakan gigi,” ujarnya.

Selain gigi, perkembangan kesehatan anak yang lain pun akan dapat terpantau dengan orang tua rutin mendatangi posyandu.

“Kami berharap dengan rutinnya orangtua datang ke posyandu, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas,” imbuhnya.

Selain posyandu pihaknya juga meminta masyarakat untuk datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Posbindu diperuntukkan bagi usia produktif, yaitu 15 tahun ke atas.

Orang dewasa pun perlu memperhatikan perkembangan kesehatannya. Dengan mendatangi posbindu, kesehatan orang dewasa dapat terpantau dan terukur.

“Di posbindu ada semacam MCU dasar atau istilahnya screening untuk mengetahui ada gejala-gejala penyakit yang dialami seseorang. Sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” pungkasnya. (al/adv)

Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat

0
Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat
Puskesmas Bontang Utara II. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara II meminta peran serta masyarakat dalam mensukseskan program inovasi wolbachia. Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II Yulisda, Senin (30/10/2023).

Dijelaskan Yulisda, bahwa keberhasilan program ini dibutuhkan pula dukungan dari masyarakat. Pasalnya, pasca program untuk pengentasan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini diluncurkan beberapa waktu lalu, saat ini sudah memasuki masa service I.

Masa menetas Nyamuk Wolbchia per 2 minggu sekali. Sehingga tiap 2 minggu pihak puskesmas harus mengganti pallet di ember Nyamuk Wolbachia itu.

“Service 1 ini yang pertama kali pasca dirilis. Di lapangan kami temukan ada beberapa ember yang sudah hilang atau berganti fungsi,” ujar Yulisda saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, pemahaman masyarakat masih kurang terkait program baru ini. Masih banyak yang menanggap kalau nyamuknya sudah menetas berarti sudah selesai programnya.

Justru dengan program ini akan memperbanyak Nyamuk Wolbachia yang memiliki virus dapat melumpuhkan virus dengue, penyebab peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Nantinya Nyamuk Wolbachia ini bisa kawin dengan nyamuk-nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. Sehingga keturunan dari kedua nyamuk ini sudah tidak lagi mengandung virus dengue.

“Memang dengan program ini akan semakin banyak nyamuknya. Tapi nyamuk yang banyak ini bukan nyamuk yang menyebabkan DBD. Nyamuk penyebab DBD akan terus berkurang bahkan hilang. Jadi tidak perlu disemprot seharusnya,” bebernya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Bontang, khususnya di wilayah Loktuan dan Guntung yang masuk wilayah teritorial Puskesmas Bontang Utara 2, harus tetap menjalankan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta 3 M. Guna mendukung program inovasi wolbachia ini.

“Karena kita masih belum tau bagaimana progres program wolbachia ini. Apakah berhasil atau tidak. Sehingga masyarakat harus tetap menjalankan 3M sebagai program pencegahan DBD,” pungkas Yulisda. (al/adv)

Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung

0
Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada Bontang. (dwi).

BONTANG – RSUD Bontang bakal kembali menambah satu dokter spesialis jantung. Penambahan tersebut lantaran semakin bertambahnya pasien di poliklinik  jantung.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, saat ini antrean sangat panjang terjadi di poliklinik jantung. Ditambah lagi dokter jantung di RSUD Bontang mengcover di pelayanan maupun di poli.

“Diharapkan dengan penambahan dokter lagi nantinya, pelayanan akan lebih jauh maksimal,” ucapnya, Senin (30/10/2023).

Dokter spesialis jantung tidak hanya berperan untuk menangani pasien yang sudah mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah. Dokter spesialis jantung juga dapat berperan dalam tahap pencegahan dan edukasi seputar kesehatan jantung.

“Kami harap dokter-dokter tersebut mampu mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutupnya. (dwi/adv).

Harga Cabai di Pasar Melonjak

0
Harga Cabai di Pasar Melonjak
Ilustrasi cabai. (ist)

BONTANG – Kenaikan harga salah satu komoditas pasar kembali terjadi. Khususnya naiknya harga cabai yang terpantau di Pasar Tradisional Rawa Indah.

Salah satu pedagang, Fatma mengatakan, kenaikan cabai sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Awalnya harga cabai perkilo hanya Rp 30 ribu, kini meningkat menjadi Rp 68 ribu hingga Rp 70 ribu.

Fatma menambahkan, kemungkinan harga cabai menjulang karena cuaca yang belakangan cukup terik dan jarang turun hujan, sehingga kesulitan untuk panen.

“Kami ambil dari Samarinda juga sudah naik, jadi kami menyesuaikan saja,” jelasnya, Senin (30/10/23).

Harga komoditas lainnya terhitung masih stabil dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Fatma menceritakan kenaikan ini tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan pulau jawa yang perkilo mencapai Rp 100 ribu lebih.

Harga tomat perkilo masih dibanderol dengan harga Rp 12 ribu per kilo dan bawang merah dan putih sekitar Rp 25 ribu per kilonya.

“Kita maunya tidak tambah mahal, tapi tergantung dari sananya,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam