Beranda blog Halaman 728

Mengenal Pengelolaan BBM dalam Islam

0
Mengenal Pengelolaan BBM dalam Islam
Adiah Murwidiaswati S. Si. (ist)

Oleh:

Adiah Murwidiaswati S. Si

(Aktivis dakwah)

Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terjadi di Bontang. Antrean  sudah berlangung sejak awal September dan masih terjadi sampai saat ini. Antrean ini khususnya untuk kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite.

Disiyalir penyebabnya adalah karena warga panik (panic buying) akibat adanya  kenaikan harga BBM. Penyebab lainnya juga karena beralihnya konsumen BBM non subsisi ke BBM bersubsidi.

Mengutip dari laman resmi Pertamina (https://mypertamina.id/fuels-harga)(01/09/2023), harga pertamax menjadi Rp 13.600 atau naik Rp 800 per liter, pertamax Turbo naik Rp 1.500 per liter menjadi Rp 16.250, pertamina Dex menjadi Rp 17.250 atau naik Rp 2.600 per liter dan  exlite dari Rp 14.250 menjadi Rp 16.700. Sementara dua jenis BBM subsidi pertalite dan bio Solar masih tetap alias tidak mengalami perubahan harga, tetap Rp 10 ribu dan Rp 6.800 per liter.

Masalah kenaikan harga BBM ini tidak berhenti pada terjadinya antrean panjang saja. Namun akan berimbas pada beberapa sektor salah satunya adalah kenaikan harga bahan makanan pokok dan hajat hidup lainnya. Inflasipun banyak dikeluhkan masyarakat.

Fenomena kenaikan harga BBM yang merugikan rakyat ini terus berulang, karena paradigma dalam tata kelola energi terutama minyak dan gas dipengaruhi sistem kapitalis. Kebijakan kenaikan BBM tidak lepas dari usaha meliberalisasi sektor hilir, setelah sukses meliberalisasi sektor hulu.

Kebijakan ini adalah konsekuensi logis dari penerapan sistem ekonomi kapitalis liberal. Saat negara melepas harga BBM ke pasar Internsional lalu mengembalikan harga BBM pada skema harga pasar yang tinggi, artinya pengelolaan BBM dijadikan bisnis dengan menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Kesalahan dalam mengadopsi sistem ekonomi kapitalis khususnya dalam pengelolaan BBM, telah menjerumuskan rakyat dalam kesengsaraan. Rakyat membutuhkan alternatif tatanan hidup yang  lebih baik dan shahih yaitu tatanan ekonomi Islam.

Dalam Islam ketersediaan energi termasuk salah satu yang dijamin oleh negara. Sistem ekonomi Islam menetapkan pengelolaan migas dalam prinsip-prinsip sebagai berikut:

Pertama, migas adalah kekayaan milik umum. Ini segala sesuatu yang sifat kepemilikan harta milik umum tidak boleh dikuasai individu, swasta, asing, ataupun korporasi.

Terdapat penjelasan hadits tentang barang yang menjadi hajat hidup orang banyak (kepemilikan umum). Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda: “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api. Dan harganya adalah haram. (HR. Ibn Majah). Dalam hal ini negara hanya bertindak sebagai pengelola migas yang diberi mandat rakyat agar dapat melakukan eksplorasi dan eksploitasi bukan sebagai pemilik.

Kedua, dalam hal distribusi hasil pengelolaan BBM tersebut dikembalikan kepada rakyat dengan distribusi BBM merata dengan harga murah. Negara tidak boleh menjualnya kepada rakyat dengan asas mencari keuntungan. Harga jual kepada rakyat sebatas harga produksi. Apabila ada kelebihan negara boleh menjual ke luar negeri. Itupun dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara.

Dengan tata kelola minyak yang berlandaskan pada syariat Islam, negara akan mampu memenuhi bahan bakar dalam negeri untuk rakyat. Negara juga memberikan harga yang murah bahkan gratis.

Indonesia adalah negeri yang memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi secara ekonomi dan politik tetap tunduk kepada Barat dengan sistem ekonomi kapitalisnya.

Membatasi subsidi BBM dan menaikkan harga BBM, akan terus menjadi kebijakan yang diambil jika masih menerapkan ekonomi kapitalisme.

Oleh karenanya, apabila sungguh-sungguh mendambakan kesejahteraan, harus dengan mengubah sistem yang gagal ini dengan sistem yang bersumber dari Zat Yang Maha Benar dan Maha Maha Adil.

Wajib pula untuk menghadirkan pemimpin yang mau tunduk dengan syariat-Nya agar memimpin dengan penuh amanah.

Dikucur Rp 26 Miliar dari Bankeu Provinsi, Sebentar Lagi Jalan Urip Sumoharjo Mulus

0
Dikucur Rp 26 Miliar dari Bankeu Provinsi, Sebentar Lagi Jalan Urip Sumoharjo Mulus
Kondisi peningkatan Jalan Urip Sumiharjo, Kelurahan Bontang Lestari. (ist).

BONTANG – Proyek peningkatan Jalan Letjend Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan hampir rampung.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin.

Dikatakannya, peningkatan jalan itu dilakukan pada jalan sepanjang kurang lebih 6 meter. Proyek ini mendapat kucuran dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur dengan total nilai kontrak sebesar Rp 26 miliar.

Pengerjaan peningkatan jalan dilakukan mulai dari simpang tiga hingga menuju PT Graha Power Kaltim (GPK).

“Semua masih on progres,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, progres jalan kali ini tidak lagi dilakukan penambalan, tetapi peningkatan jalan. Hal itu lantaran untuk penambalan tak bertahan lama. Sering rusak setelah baru ditambal.

“Penambalan ini dinilai hanya menghabiskan anggaran,” imbuhnya.

Apalagi ruas jalan sepanjang Bontang Lestari melewati area industri, sehingga kebutuhan saat ini dilakukan peningkatan jalan.

Adapun target kontrak selesai pada Bulan Desember 2023 mendatang.

“Sampai Desember target kami,” beber dia.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Sering Transaksi Narkoba, Pria Asal Tanjung Laut Indah Ditangkap Depan Hotel

0
Sering Transaksi Narkoba, Pria Asal Tanjung Laut Indah Ditangkap Depan Hotel
Pelaku diamankan bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang bersama Unit Reskrim Polsek Bontang Barat berhasil membongkar kasus narkoba. Seorang Warga Tanjung Laut Indah berinisial MZ 43 tahun ditangkap pada Rabu (27/9/2023) pukul 22.30 Wita.

Kapolres Bontang melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid mengatakan, penangkapan dilakukan di depan sebuah hotel di KM 6, Bontang Barat.

“Kita sudah lakukan penyelidikan, tersangka ini sering melakukan transaksi narkoba,” ujarnya mengutip dari Polresbontang.com.

Saat ditangkap tersangka mengendarai sepeda motor dan berhenti tepat di depan hotel.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu bungkus plastik berisi sabu yang disimpan di belakang casing HP, dan satu bungkus lainnya di dalam lipatan uang dengan total 0,81 gram.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp500 ribu dan pipet kaca.

“Sebagian sabunya sudah dijual,” sebutnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

BKPSDM Bontang Sambut Inovasi Pelayanan BKN, Berikan Akses bagi Pegawai untuk Memeriksa Progres Layanan Kepegawaian Secara Mandiri

0
Tepat waktu Penyerahan SK Pensiun

BONTANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang bersiap menyambut inovasi pelayanan yang akan diluncurkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu memberikan akses kepada setiap pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengakses progres layanan kepegawaian secara mandiri.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, yang merujuk pada hasil Rapat Koordinasi Teknis Pelayanan Penetapan NIP CASN, Peningkatan Kenaikan Pangkat, dan Layanan Mutasi Pegawai di wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin yang berlangsung pada 12 September 2023 di Balikpapan.

Hal ini sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Periodisasi Kenaikan Pangkat (KP) yang mulai berlaku pada 1 Januari 2024.

Peraturan ini memuat perubahan signifikan dalam periodisasi KP, yang awalnya terdiri dari 2 periode menjadi 6 periode. Penambahan periodisasi KP ini adalah salah satu hasil dari penyederhanaan layanan BKN dengan tujuan mempercepat proses bisnis kepegawaian.

Saat ini, sudah ada 3 layanan kepegawaian yang telah disederhanakan, dan manfaatnya telah dirasakan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Beberapa di antaranya adalah layanan kenaikan pangkat, pensiun, dan pindah wilayah kerja. Layanan kepegawaian lainnya, seperti penetapan NIP, pencantuman gelar, dan lainnya, juga akan mengikuti.

Penyerahan SK tepat waktu

 

Pemberian ucapan terimakasih dari Pemkot bontang kepada penerima SK Pensiun yg disampaikan dengan tepat waktu

Untuk merealisasikan penyederhanaan layanan kepegawaian ini, diperlukan komitmen tinggi dari BKN dan pengelola kepegawaian di instansi-instansi. Diperlukan langkah-langkah strategis tertentu untuk mencapai standar layanan yang telah ditetapkan.

Hal ini melibatkan pendekatan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di daerah setempat tanpa melanggar regulasi kepegawaian yang berlaku.

Sudi menambahkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan hasil Rapat Koordinasi Teknis sebagai forum koordinasi antara pusat dan daerah, terutama dalam membangun sinergi yang kuat untuk mendukung program-program prioritas pemerintah di bidang kepegawaian sesuai arahan dari BKN.

Rapat Koordinasi Teknis ini juga diikuti dengan pemberian penghargaan kepada instansi di wilayah kerja Kantor Regional VIII Banjarmasin yang telah berhasil mewujudkan percepatan layanan kepegawaian.

Salah satunya adalah penghargaan kepada Pemerintah Kota Bontang sebagai yang terbaik dalam Percepatan Layanan Pengangkatan, Kenaikan Pangkat, dan Pensiun. (ADV)

Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang

0
Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang
Renovasi Tugu Selamat Datang Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Akan ada penambahan tiang pada renovasi di Tugu Selamat Datang Bontang. Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang dan Bangunan, Robysai Manassa Malisa.

Dikatakannya, pembangunan tiang-tiang ini tidak menyentuh bangunan utamanya. Nantinya akan ada 10 tiang di kanan kiri jalan, “Sepuluh itu menandakan Bulan Oktober, karena hari jadi Bontang pada bulan sepuluh,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Rabu (27/9/23).

Total terdapat 20 tiang yang masing-masing di pucuknya akan diberikan ornamen berbentuk seperti api, tapi berwarna emas.

“Ornamennya itu dibuat menggunakan 3D printer, warnanya emas. Kalau malam ada lampunya, bisa nyala,” tambahnya.

Tinggi tiang tersebut diperkirakan 5 meter dengan jarak masing-masing tiang satu setengah sampai dua meter. Pemilihan ornamen api dipucuk karena dalam logo Kota Bontang juga terdapat api obor.

“Api obor itukan lambang Kota Bontang, karena kita termasuk kota industri dan ada dua perusahaan terkenal di dalamnya,” imbuhnya.

Karena pembuatan logo menggunakan printer 3D, kemungkinan per ornamen akan memakan waktu 4 hari, sehingga penyelesaian pembangunan tiang tersebut akan tuntas diperkirakan pada Bulan Desember mendatang.

Anggaran APBD yang dikeluarkan sekira Rp 1.3 miliar yang termasuk dalam dana perbaikan Tugu Selamat Datang. Adapun penataan ulang akan dilakukan di tugu tersebut.

“Karena di sana banyak pedagang kami akan konfirmasi dengan dinas terkait, untuk mengatur ulang pedagang-pedagang di sana agar lebih rapi,” tutupnya. (sya/adv)

Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 Persen

0
Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 persen
Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon HOP VI saat ini progresnya sudah mencapai 70 Persen. Hal itu dinyatakan oleh Pejabat Fungsional Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Sumber Daya Air PUPR Kota Bontang, Bambang Permadi.

Sungai tersebut akan diturap sepanjang 36 meter. Penurapan yang dilakukan tidak hanya pemasangan beton atau semenisasi, namun juga pembongkaran ulang agar sungai tersebut lebih luas.

“Untuk pengerjaan kita keruk pinggir sungainya agar lebih lebar, setelah itu baru kita mulai penurapan,” jelasnya.

Selain melakukan 36 meter penurapan, pihaknya juga melakukan penambalan atau memplester turap yang sudah ada, sehingga terdapat dua pengerjaan di situ.

“Jadi kami 36 meter melakukan penurapan dan 36 meter lagi melakukan plester dengan turap yang ada, kita sempurnakan,” tambahnya.

Pengerjaan ini diperkirakan akan selesai pada Bulan Desember mendatang. Projek ini merupakan proyek tender yang juga menggunakan perusahaan lokal. Untuk anggarannya mengucur sekira Rp 1 miliar.

Ia juga mengungkapkan, bahwa tidak ada kendala dalam proses pembangunannya. Pihaknya juga terbantu dengan kondisi cuaca yang panas, sekalipun hujan tidak ada banjir.

“Tidak ada kendala, secara progres pekerjaan deviasinya juga surplus. Kendala cuaca juga tidak ada, jadi pengerjaan bisa selesai sesuai target,” tutupnya. (sya/adv)

Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder

0
Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder
Pengerjaan jembatan di Jalan Pontianak masih terus dikebut. (ist)

BONTANG – Pengerjaan pembangunan jembatan di Jalan Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, saat ini tinggal mengerjakan progres yang kecil-kecil. Sementara untuk progres besarnya sudah rampung.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin.

“Sudah selesai untuk progres besarnya, seperti pembangunan tiang pancang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini proses pengerjaan menggunakan metode pelaksanaan pekerjaan abutmen. Selanjutnya tinggal menunggu pemasangan girder jembatan. Untuk pemasangan girder, kontur dari oprit jembatan harus dipastikan rata dan padat. Karena balok girder bakal disusun pada bagian oprit tersebut.

“Kami tinggal menunggu girder datang,” imbuhnya.

Anwar menambahkan, pembangunan ini berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp 49 miliar. Anggaran dibagi dari beberapa pengerjaan jalan, seperti Jalan Soekarno Hatta Bontang Lestari, Jalan Urip Sumaharjo Bontang Lestari, Jalan Damai Kelurahan Kanaan, dan Jembatan Pontianak Kelurahan Gunung Telihan.

Sementara anggaran jembatan di Jalan Pontianak sebesar Rp 6,5 miliar. Itu sudah satu paket dengan pengerjaan jalan hingga di simpang tiga Jalan Soekarno Hatta.

“Jadi untuk pengaspalan sama pelandaian ke jalan simpang 3 termasuk jembatan,” bebernya. (al/adv)

Dinas PUPRK Yakin Proyek Drainase Jalan A. Yani Rampung Akhir Tahun

0
Dinas PUPRK Yakin Proyek Drainase Jalan A. Yani Rampung Akhir Tahun
Kondisi drainase di Jalan Ahmad Yani masih dalam tahap pengerjaan. (Syakura/Radarbontang.com).

BONTANG – Dinas PUPRK Bontang yakin proyek pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani akan rampung tepat waktu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Marga, Anwar Nurdin beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, saat ini kontraktor pelaksana pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani tersebut terus mengebut pekerjaannya. Salah satu proyek penanganan banjir di Kota Bontang ini progresnya sudah mencapai tahap penutupan kembali drainase.

Proyek yang menelan anggaran Rp 17 miliar ini harus rampung di Bulan Desember 2023.

“Proyek ini harus rampung di akhir tahun, sebab pekerjaan single years tidak ada perpanjangan kontrak lewat tahun,” tuturnya.

Pihaknya pun optimistis proyek drainase ini akan rampung tepat waktu, sesuai kesepakatan pihak kontraktor dengan Pemerintah Kota Bontang.

“Kalau melihat progres pengerjaannya saat ini kami optimistis pengerjaan ini akan capai target,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek drainase ini berjalan sejak tanggal 16/05/2023 yang dimenangkan oleh perusahaan asal Jakarta PT. Pubagot Jaya Abadi. Pengerjaan dimulai dari depan UD. Tani hingga depan Extoys, kemudian dari jembatan simpang Jalan Pattimura hingga depan Extoys. Drainasenya dilebarkan 2 meter dan tingginya 1,5 meter.  (al/adv)

Dispopar Persiapan Gelar Event Nasional WWD 2023

0
Dispopar Persiapan Gelar Event Nasional WWD 2023
Ilustrasi WWD 2023. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sedang mempersiapkan event World Walking Day (WWD) 2023. Event skala nasional yang rencananya akan dihelat di beberapa kota di Indonesia ini, akan serentak digelar pada 7 Oktober 2023 mendatang.

Dispopar pun menggelar rapat kordinasi yang didakan di Aula Dispopar Bontang, Senin (25/9/2023). Rapat kordinasi ini melibatkan beberapa instansi untuk menunjang kebutuhan dan fasilitas saat kegiatan berlangsung, seperti mobil ambulance, keamanan jalan, rekayasa lalu lintas, dan lainnya.

Adapun yang menjadi pembahasan rapat tersebut selain kesiapan rute jalan yang kurang lebih 5 KM, hal lainnya yang diperhatikan yaitu kebersihan lingkungan pasca acara, sehingga peserta WWD 2023 diminta untuk turut berpatisipasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Harapannya kegiatan berskala nasional ini tidak menyisihkan sampah. Alternatif yang ditawarkan, peserta akan dibekali kantong plastik sebagai wadah memungut sampah-sampah berserakan. Tentu akan ada reward bagi peserta yang membawa sampah terbanyak,” ujar Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem.

Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Kadispopar Ahmad Aznem didampingi Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti dan Kepala Bidang Olahraga Mukhtar. Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut, di antaranya perwakilan Kecamatan Bontang Utara, Satpol PP, Igornas, Kelurahan Api-Api, KONI, dan Dinkes. (al/adv)

Usulkan Pelatihan Sertifikasi, Solusi Dinas PUPRK untuk Percepat Pengurusan PBG

0
Usulkan Pelatihan Sertifikasi, Solusi Dinas PUPRK untuk Percepat Pengurusan PBG
Ilustrasi PBG. (ist)

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang terus mengupayakan solusi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), nama baru dari Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak lagi berjalan lamban.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang, Roby Malissa.

Dikatakan Roby, sebagai solusi jangka pendek pihaknya mengupayakan agar ada pelatihan bersertifikasi untuk para arsitek. Pihaknya mengusulkan pengadaan pelatihan tersebut kepada Dinas PU Provinsi Kaltim.

“Agar nantinya klo Dinas PU provinsi yang mengadakan, kami akan tawarkan kepada teman-teman arsitek di Bontang,” ujarnya.

Ditambahkannya, salahsatu syarat bisa ikut pelatihan tersebut adalah harus sudah mengambil profesi. Lantaran kalau hanya sarjana arsitek masih belum bisa.

“Walaupun sudah ada pelatihan pun tapi tidak dapat rekomendasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tidak bisa juga dapat sertifikasi. Sehingga nanti pihak Dinas PU yang akan bekerjasama dengan IAI yang berposisi di Banjarmasin,” bebernya.

Diharapkan dengan makin banyaknya pelatihan-pelatihan bersertifikasi ini, maka akan semakin banyak arsitek yang sudah bersertifikasi. Maka akan semakin banyak pilihan bagi warga Bontang dalam mengurus PBG.

“Makin banyak yang bersertifikasi pengurusan akan semakin cepat dan berbiaya murah,” tambahnya.

Diketahui, lambannya proses pengurusan PBG lantaran disebabkan minimnya tenaga ahli tersertifikasi yang ada di Bontang.

Saat aturan terbaru dari pengurusan PBG tersebut disahkan oleh presiden, di Bontang sangat minim sekali tenaga ahli tersertifikasi. Saat ini tercatat hanya ada 2 tenaga arsitek dan 2 tenaga sipil yang tersertifikasi. (al/adv)