Beranda blog Halaman 729

Pelantikan Perdana Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang

0
Pelantikan Perdana Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang
Pelantikan pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang (DKKB) masa bakti 2022 hingga 2027 dilantik oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (26/9/23).

Sebanyak 34 seniman dan budayawan Kota Bontang dilantik. Ketua DKKB, Rudy Prambudi mengatakan, bahwa kesenian di Bontang sudah banyak yang muncul ke permukaan dan banyak dilihat oleh warga lokal maupun luar Bontang.

“Misi saya tidak menghilangkan kearifan lokal budaya masalah Kota Bontang,” jelasnya

Selain itu, dewan kesenian ini dapat menjadi jembatan untuk masing-masing budaya bersatu, dan tempat untuk menampung aspirasi para seniman. Menyatukan misi kita juga menjadi tugas dewan kesenian, agar bisa bersatu dengan Pemerintah Kota Bontang.

“Visi misi kita harus terus menghidupkan kesenian di Kota Bontang,” imbuhnya.

DKKB sudah memiliki kepengurusan pada tahun 2022 lalu, hanya saja mereka ingin dilantik langsung oleh Wali Kota Bontang. Namun karena jadwal beliau yang padat, pada hari inilah pelantikan dapat dilaksanakan.

Setelah pelantikan kepengurusan, acara dilanjutkan dengan talk show bertema ‘Mengapa Kota Bontang Perlu Dewan Kesenian?” dengan narasumber Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kaltim Syafril Teha Noer, dan Ketua DKKB, Rudy Prambudi.

Basri mengatakan, bahwa kesenian Bontang ini kebanyakan masih yang hanya ada dipermukaan, sehingga dengan dilantiknya DKKB ini diharap banyak potensi seni dan budaya yang baru akan hadir.

“Kita harus bisa menjadikan kesenian sebagai sesuatu yang bisa menjadi investasi, jangan hanya berpikir tentang biaya penyelenggaraan, mungkin dengan menunjukkan budaya yang dominan Kota ini makin ramai dengan pengunjung,” ujarnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Masih di Bawah 50 Persen, Dinas PUPRK Optimistis Progres Kegiatan Berjalan Sesuai Perencanaan

0
Masih di Bawah 50 Persen, Dinas PUPRK Optimistis Progres Kegiatan Berjalan Sesuai Perencanaan
Sekretaris Dinas PUPRK Bontang. Iskandar. (ist)

BONTANG – Progres kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang masih di bawah 50 persen, namun hingga saat ini sudah berjalan sesuai perencanaan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Sekretaris PUPRK, Iskandar saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Iskandar, meski dipresentasikan masih di bawah 50 persen, tetapi pihaknya optimistis bisa sesuai dengan target perencanaan.

Ia pun membeberkan realisasi keuangan di seluruh bidang. Di bagian bidang sanitasi air sudah mencapai 41 persen. Sementara bidang bina marga realisasinya 24,5 persen, dan untuk bidang tata ruang dan tata bangunan baru mencapai 12,6 persen.

Kemudian untuk UPT PUPRK bagian air limbah sudah mencapai 42,53 persen. Lalu bidang bina konstruksi realisasi keuangannya telah mencapai 79,95 persen.

Sementara realisasi keuangan 53,79 untuk membayar gaji pegawai dan tunjangan, serta pembayaran gaji Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

“Jadi total realisasi kegiatan fisik kami masih mencapai 39,35 persen dan realisasi keuangan 28,44 persen,” beber Iskandar. (al/adv)

Selesai Pasang Tiang Pancang, Progres Pengerjaan Longsor di Jalan Soekarno Hatta

0
Selesai Pasang Tiang Pancang, Progres Pengerjaan Longsor di Jalan Soekarno Hatta
Jalan longsor di Jalan Soekarno Hatta saat dalam tahap pengerjaan. (ist)

BONTANG – Proyek pengerjaan badan jalan longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang saat progresnya sudah mencapai 45 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Marga, Anwar Nurdin mengatakan, proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp15 miliar ini melejit progresnya, usai rampungnya pemasangan tiang-tiang pancang.

“Untuk pekerjaan besarnya sudah selesai, salahsatunya pemasangan pancang, tinggal pekerjaan yang kecil-kecil saja,”ungkapnya beberapa waktu lalu.

Walaupun begitu dirinya mengaku khawatir dalam progres pekerjaan lanjutan nanti, seperti pengecoran, pembuatan bekisting cor, dan pengerjaan kecil lainnya. Lantaran membutuhkan waktu lama.

“Justru kami khawatir dengan pengerjaan kecil ini, yang akan memakan waktu lama,” terangnya.

Dirinya menegaskan akan terus memantau dan memperhatikan perkembangan progres di setiap minggunya. Jika ditemukan penurunan progres pihaknya akan mengantisipasinya.

“Jika dalam dua minggu kami temukan penurunan progres, akan kami antisipasi dengan mengkaji titik permasalahannya,”ungkapnya.

Pihaknya tidak terlalu khawatir, sebab pekerja di lapangan menurut Anwar cukup profesional, mengingat sejauh ini belum ada pekerjaan tambahan.

“Mereka menggunakan sistem pembagian tim, dengan tugas masing–masing, kami harap pengerjaannya selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Diketahui, proyek ini menggunakan ABPD Murni senilai Rp15 miliar dan ditargetkan rampung akhir tahun. (al/adv)

Hapidah Apresiasi Kerjasama Disdukcapil dengan UMKM

0
Hapidah Apresiasi Kerjasama Disdukcapil dengan UMKM
Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase (kanan) bersama Kadisdukcapil, Budiman. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah mengapresiasi perjanjian kerjasama Disdukcapil bersama pelaku UMKM, agar anak pemilik Kartu Identitas Anak (KIA) bisa mendapatkan diskon di UMKM tertentu.

Kerjasama ini dilaksanakan guna melakukan percepatan anak-anak di Kota Bontang agar segera memiliki (KIA).

“Kita inginnya 100 persen anak di Bontang memiliki KIA, ini sama seperti KTP, bedanya KIA dimiliki oleh anak berusia 0 sampai 16 tahun,” jelasnya.

Dengan adanya kerjasama bersama UMKM ini, dapat menjadi dorongan kepada para orang tua untuk segera membuatkan anaknya KIA, sehingga mereka dapat memanfaatkan KIA tersebut untuk menikmati fasilitas berupa potongan harga di UMKM.

UMKM yang bekerjasama dengan Disdukcapil diantaranya Pizza Hut, Ok Bento, Toko Buku Aziz, Kenari Waterpark, Lembah Permai, Toko Buku Al-Hidayah, Playground Dolanan, Andika Baby Shop, Waterboom Nirwana, Mixue, Galaxy Barbershop, Balita, dan Yasaka Fried Chicken.

Hapidah menjelaskan, bahwa KIA ini merupakan salah satu hak anak, karena kemungkinan KIA akan menjadi wajib untuk anak masuk sekolah ataupun persyaratan kepengurusan lainnya. (sya/adv)

Audit Bayi Berisiko Stunting Kembali Dilaksanakan

0
Audit Bayi Berisiko Stunting Kembali Dilaksanakan
Kegiatan audit bayi berisiko stunting. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – PKK Bontang mengadakan audit kedua kasus stunting, yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara, Senin (25/9/23).

Sekretaris PKK Kecamatan Bontang Utara, Vike Setiawan menjelaskan, kegiatan ini berasal dari DPPKB. Bayi-bayi yang hadir di audit tersebut merupakan rekomendasi dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ditunjuk oleh kecamatan, yang juga merupakan anggota PKK.

“Bayi atau keluarga yang berisiko stunting akan didampingi untuk beberapa bulan, namun karena tidak ada perkembangan maka mereka dipanggil di audit ini,” jelasnya

Rata-rata anak yang direkomendasikan memiliki berat badan yang tidak mencukupi, umur mereka sudah dua tahun, tinggi sudah mencukupi namun berat masih kurang.

“Di audit yang kedua ini kami ada dokter spesialis anak, psikolog, dan ahli gizi, jadi betul-betul kita konsenkan mereka untuk konsultasi,” tambahnya.

Okta, salah satu warga Guntung yang diundang untuk mengonsultasikan anaknya mengaku sudah mendapatkan perhatian yang khusus dari TPK, namun karena memang tidak ada kenaikan berat badan ia diundang untuk menghadiri audit tersebut.

“Anak saya selalu dapat makanan tiap pagi buat dia sarapan, sudah lama, tapi sepertinya masih kurang, jadi datang ke sini untuk konsultasi juga,” tutupnya. (sya/adv)

Hanya Ada 4 Tenaga Ahli Tersertifikasi, Penyebab Pengurusan PBG Lamban

0
Hanya Ada 4 Tenaga Ahli Tersertifikasi, Penyebab Pengurusan PBG Lamban
Ilustrasi mendirikan bangunan. (ist)

BONTANG – Lambannya proses pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), nama terbaru dari Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) lantaran disebabkan minimnya tenaga ahli tersertifikasi yang ada di Bontang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang, Roby Malissa.

Dijelaskan Roby, saat aturan terbaru dari pengurusan PBG tersebut disahkan oleh presiden, di Bontang sangat minim sekali tenaga ahli tersertifikasi. Saat ini tercatat hanya ada 2 tenaga arsitek dan 2 tenaga sipil yang tersertifikasi.

Selain minim tenaga ahli tersertifikasi, kendala lainnya lantaran tenaga ahli tersertifikasi yang ada ini sudah memiliki pekerjaan utama, dimana rata-rata sebagai konsultan bangunan. Sehingga mereka lebih memilih pekerjaan utamanya dibandingkan mengerjakan PBG, yang hasil didapatkan jauh lebih kecil.

“Karena itulah  pengurusan PBG ini terkesan lamban. Bukan karena kesalahan di Dinas PUPR atau DPMPTSP, tapi karena kurangnya tenaga ahli tersertifikasi, dimana tenaga ahli tersertifikasi ini sebagai salahsatu kewajiban terbaru yang harus dipenuhi saat pengurusan PBG,” bebernya menjelaskan.

Ditambahkan Roby, sebagai solusi pun Pemkot Bontang tidak bisa begitu saja mensertifikatkan para tenaga ahli yang ada, karena terbentur aturan. Ada Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memiliki kompetensi untuk mengadakan pelatihan maupun mengeluarkan sertifikasi.

Diketahui, berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, syarat untuk menjadi Arsitek adalah wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). STRA merupakan bukti tertulis bagi Arsitek untuk dapat melakukan praktik arsitek.

Kewajiban seorang Arsitek memiliki STRA baru berlaku pada Februari 2021 sejak Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Selain mengatur tentang syarat dan tata cara penerbitan STRA, Undang-Undang dan Peraturan tersebut juga mengatur tentang sanksi bagi seseorang yang melakukan Praktik Arsitek tanpa memiliki STRA. (al/adv)

Proyek Pelebaran Parit di Jalan Ahmad Yani Masuk Tahap Penutupan Drainase

0
Proyek Pelebaran Parit di Jalan Ahmad Yani Masuk Tahap Penutupan Drainase
Perbaikan drainase di Jalan Ahmad Yani (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Perbaikan drainase di Jalan Jend Ahmad Yani sudah memasuki tahap penutupan dan pengecoran, untuk kembali dipergunakan sebagai trotoar. Hal itu diungkapkan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin.

“Sejauh ini pengerjaannya tidak ada hambatan atau masalah, jadi progresnya terus meningkat,” jelasnya saat ditemui redaksi, Senin (25/9/23).

Setelah selesai pengecoran penutup drainase tersebut, nantinya akan dilakukan pemberian ornamen khusus trotoar. Namun bila dilihat hari curah hujan yang mulai meningkat, kemungkinan akan menjadi hambatan dalam hal pengecoran.

“Kami sudah beritahu para pekerja untuk antisipasi jika turun hujan,” imbuhnya.

Adapun penambahan galian parit juga dilakukan di depan sekolah Tunas Inti yang sekarang sedang dalam proses penggalian.

“Kami juga tambah galian parit depan Tunas Inti yang di dekat jembatan itu, itu juga akan diperlebar paritnya,” tambahnya.

Diketahui, wilayah Jalan Jend Ahmad Yani menjadi wilayah yang rawan tergenang oleh air, mulai dari banjir rob hingga banjir yang disebabkan oleh hujan deras dengan frekuensi waktu cukup lama. Dari progres ini perbaikan sudah dilakukan cukup cepat, sehingga sebelum curah hujan meningkat pelebaran parit susah selesai.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sembunyikan Sabu di Ruang Tamu, Pria di Marangkayu Dibekuk Polisi

0
Sembunyikan Sabu di Ruang Tamu, Pria di Marangkayu Dibekuk Polisi
Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Polsek Marangkayu berhasil mengungkap kasus narkoba. Seorang pria 42 tahun berinisial DH ditangkap di Desa Santan Ulu, Marangkayu pada Minggu (24/9/2023) pukul 16.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetita melalui Kapolsek Marangkayu, Iptu Fahrudi mengatakan, narkoba jenis sabu yang diamankan sebanyak 2 poket atau 0,67 gram.

Sabu itu didapat di motor dan ruang tamu tersangka.

“Kami selidiki rumah yang sering jadi transaksi narkoba, lalu ada pria mencurigakan mengendarai sepeda motor langsung dihentikan dan digeledah,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, sabu itu dibeli dari orang yang baru dikenalnya saat melintas di Jalan Poros Bontang-Samarinda.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahum 2009 tentang Narkotika.

Editor: Yusva Alam

Toetoek: Tahap Awal Pengembangbiakan Telur Wolbachia Berhasil

0
Toetoek: Tahap Awal Pengembangbiakan Telur Wolbachia Berhasil
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Tahap awal pengembangbiakan teknologi Wolbachia pada nyamuk dinyatakan berhasil. Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati.

Untuk tahap awal peletakan ember-ember Wolbachia sudah dilakukan di 6 kelurahan, berdasarkan laporan dari kader-kader Wolbachia yang bertugas. Nyamuk tersebut sudah berhasil menetas.

“Di dalam embernya pas dicek sudah sisa seperti cangkang telur itu saja, berarti dia berhasil dan sudah mulai beterbangan,” jelasnya.

Terdapat dua kader yang dibentuk, yang pertama oleh dinas kesehatan dan kementrian. Mereka berbagi tugas untuk mengecek wilayah-wilayah yang diletakkan ember-ember tersebut.

“Kami dari dinkes merasa beruntung karena warga yang diamanahi ember Wolbachia tersebut paham, sehingga hal tersebut memudahkan kader untuk tidak takut telur nyamuknya akan mati,” tambahnya.

Peletakkan ember tersebut tidak bisa sembarangan, harus memperhatikan suhu, kelembaban, dan tidak terjangkau oleh anak-anak. Sehingga perkembangan telur nyamuk dapat maksimal.

Karena ini tahap awal, maka hanya 6 kelurahan dahulu yang akan dipantau hingga beberapa bulan ke depan, setelah berhasil sepenuhnya, akan dilanjutkan 9 kelurahan sisanya.

“Kami akan pantau terus, yang penting warga dapat bekerjasama dengan dinkes, Insyaallah program ini akan berhasil sepenuhnya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Kualitas Pramuka, Dispopar Gelar Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjut

0
Tingkatkan Kualitas Pramuka, Dispopar Gelar Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjut
Foto bersama dan kegiatan pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan. (ist)

BONTANG – Bidang Pemuda Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Golongan Penggalang Gerakan Pramuka Cabang Kota Bontang, Sabtu (23/9/2023).

Pembukaan kegiatan KML yang dinaungi gerakan pramuka cabang Kota Bontang ini dihelat di Lantai 3 Gedung Dispopar. Dibuka secara langsung oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemkot Bontang, Syahruddin.

Tingkatkan Kualitas Pramuka, Dispopar Gelar Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjut

Dikatakan Syahruddin, kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan ini adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi pembina pramuka. Tujuannya untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis pembina pramuka melalui kepramukaan dalam satuan perindukan siaga dan pasukan penggalang.

“Setelah selesai mengikuti KML ini, para peserta akan bertugas meningkatkan kemampuan dan jumlah pembina pramuka mahir tingkat dasar, dalam membina anggota pramuka di gugus depan masing-masing,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 40 orang. Kegiatan ini akan berlangsung selama seminggu, terhitung 23-29 September 2023. Pemateri yang dihadirkan dari pusat pendidikan pelatihan cabang gerakan pramuka Kota Bontang.

Turut hadir dalam acara pembukaan di antaranya Jabatan Fungsional (Jabfung) Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Nur Muslim, Ketua Kwartir Cabang, Budi Supriyanti dan Ketua Pusdiklatcab, Muhammad. (al/adv)