Beranda blog Halaman 730

Anggota DPRD Terlama, Nursalam Ingin Fokus Tingkatkan PAD Bontang

0
Anggota DPRD Terlama, Nursalam Ingin Fokus Tingkatkan PAD Bontang
Nusalam, Anggota DPRD Bontang Terlama. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Nursalam menjadi Anggota DPRD Bontang terlama, lantaran selalu terpilih sejak tahun 2009 silam. Terhitung di pelantikan kali ini, Nursalam sudah keempat kalinya dilantik.

Nursalam kembali dilantik, Kamis (25/8/2024) bersama 24 anggota legislatif yang lain di Kantor DPRD Bontang.

Dengan kembali dipercayanya dirinya oleh masyarakat, maka Nursalam bertekad untuk fokus membantu Kota Bontang dalam meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD).

Ia menjelaskan, bahwa bagaimana konsistensi dirinya membawa aspirasi masyarakat Kota Bontang secara umum, ataupun wilayah khusus yang ia wakili yakni Bontang Selatan. Selanjutnya bagaimana ia akan membantu kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang makin kompleks.

“Bagaimana kita kita akan memperjuangkan aspirasi mereka walaupun nanti yang menentukan eksekutif. Pasti diperjuangkan apalagi infrastruktur,” terangnya.

Nursalam menambahkan, bahwa dirinya akan tetap berada di komisi II karena ia masih berkeinginan untuk meningkatkan PAD Bontang, “Komisi II lah tempat berjuang untuk peningkatan PAD,” katanya.

Walau kenaikan PAD Kota Bontang sudah cukup tajam, namun ia ingin meningkatkan lagi dengan bekerjasama dengan pemerintah untuk membuka potensi-potensi baru yang bisa menyumbangkan PAD.

“Tentu dinas terkait, pemerintah kita panggil kita diskusikan terkait itu,” tambahnya.

Adapun pembangunan infrastruktur di Kota Bontang sudah makin maju sejak ia menjabat di tahun 2009, tatanan kota pun mulai tertata.

“Sedikit lagi lah kita atasi banjir,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Resmi Dilantik, Siti Yara Satu-satunya Perwakilan Perempuan

0
Resmi Dilantik, Siti Yara Satu-satunya Perwakilan Perempuan
Anggota DPRD Kota Bontang, Siti Yara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – 25 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang telah resmi dilantik, dan Siti Yara menjadi satu-satunya perwakilan perempuan yang menjadi anggota dewan. Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, Lantai III Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kamis (15/8/2024).

Diketahui Siti Yara berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di wilayah Dapil Bontang Utara, yang mendapatkan 3.590 suara, saat Pemilihan Legislatif (Pileg) beberapa waktu lalu.

Menurutnya semua perempuan pasti mempunyai hak yang sama, sehingga dirinya ingin mewakilkan suara perempuan, yang dimana perempuan itu mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Kota Bontang di bidang politik, ekonomi, bahkan pendidikan.

“Saya berdiri di sini, menjadi satu-satunya perwakilan perempuan. Insyaallah nantinya ke depan kita bisa mengekspresikan suara perempuan,” ucapnya saat diwawancarai.

Siti Yara ingin semua perempuan yang ada bisa menyuarakan apa yang menjadi haknya, bahkan untuk visi misi ke depan dirinya akan memberikan perlindungan pada semua perempuan dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perlindungan anak, serta kasus pelecehan.

“Mari, kita sama-sama bekerja untuk semua permasalahan itu. Bahkan saya ingin ke depan di legislatif dan parlemen ini untuk perempuan bisa menduduki 30 persen,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Sudah Temukan Pengganti, AH Siap Mundur Jika Maju Pilkada

0
Sudah Temukan Pengganti, AH Siap Mundur Jika Maju Pilkada
Anggota DPRD Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Agus Haris resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Bontang periode 2024-2029. Dirinya siap mundur, lantaran akan maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

AH sapaannya menyatakan, telah mendapatkan pengganti untuk dirinya yakni Riski, salah satu kader dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Saya telah siap mengambil resiko itu semua, salah satunya mundur dari DPRD Bontang. Sebagai penggantinya nanti ada Riski, dia sebagai DPRD termuda di Kota Bontang dengan usia 21 tahun,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (15/8/2024).

Diketahui, Riski adalah kader di Partai Gerindra, dimana telah memperoleh suara terbanyak kedua di Partai Gerindra, Dapil Bontang Utara. Bahkan Sebelum Riski masuk ke dunia politik, Riski telah masuk di bagian sayap Partai Tunas Indonesia Raya (Tidar).

“Dengan satu bulan masa jabatan nanti, saya hanya ingin mendorong teman-teman DPRD untuk betul-betul bekerja. Sehingga mampu menerima aspirasi masyarakat,” paparnya.

Tak sampai di situ, Agus Haris juga ingin nantinya untuk ke-25 Anggota DPRD Kota Bontang, bisa benar-benar mengkaji masukan masyarakat dan nantinya disampaikan ke pemerintah.

“Terutama proses pada anggaran, atau pola penganggaran. Poin utamanya bagaimana nantinya bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Bontang,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Andi Faiz dan Siti Yara Jabat Ketua dan Wakil DPRD Sementara

0
Andi Faiz dan Siti Yara Jabat Ketua dan Wakil DPRD Sementara
Penyerahan palu sidang dalam pergantian Wakil Ketua DRPD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – 25 Anggota DRPD baru periode 2024-2029 telah dilantik, Kamis (15/8/24) di Lantai 3 Kantor DPRD Bontang. Pelantikan berlangsung khidmat dihadiri seluruh tamu undangan.

Andi Faizal Sofyan Hasdam dipercaya menjadi Ketua Sementara DPRD Bontang dan Siti Yara menjadi Wakil Ketua DPRD.

Pergantian itu ditandai dengan penyerahan palu sidang oleh Junaidi dan Agus Haris yang sebelumnya juga merupakan Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DRPD Kota Bontang. Posisi tersebut tergantikan karena jumlah perolehan kursi saat pilkada kemarin.

Andi Faiz mengatakan, sebagaimana mereka telah dipilih oleh rakyat maka mereka akan sama-sama kembali berjuang untuk melakukan aksi dalam terwujudnya aspirasi-aspirasi dari masyarakat Bontang.

“Selamat kepada para anggota DPRD yang baru, mari sama-sama menjalankan amanah dari masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya para anggota DPRD Kota Bontang yang telah dilantik akan melaksanakan bimbingan teknis terkait tugas dan fungsi, seperti penentuan Komisi, Badan Kehormatan, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, dan Badan Pembentukan Perda.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mobil Xenia Melaju di Tanjakan, Tabrak Bagian Belakang Truk

0
Mobil Xenia Melaju di Tanjakan, Tabrak Bagian Belakang Truk
Kondisi mobil yang menabrak truk. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Letjend S. Parman tepatnya tanjakan depan Kampus STITEK Bontang, Kamis (15/8/24).

Kecelakan tersebut melibatkan satu buah truk dan satu buah mobil xenia warna silver. Adapun mobil xenia tersebut dari arah RSUD menuju lampu merah simpang tiga kilo 6. Karena kondisi jalan yang ramai lampu merah tersebut cukup panjang hingga mendekati turunan.

Supir Xenia yang tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa ia melaju dari bawah karena akan menuju naikan. Karena tidak sadar ada truk di depannya, ia pun langsung menabrak trus tersebut.

Rahman, supir truk menjelaskan, bahwa posisinya berhenti untuk antri lampu merah cukup panjang hingga turunan. Kemungkinan mobil tersebut mengambil ancang-ancang dan malah menabrak trus tersebut.

Sofyan salah satu pemilik warung di wilayah tersebut menambahkan, ia mendengar suara benturan yang keras sehingga saat ia keluar, posisi mobil sudah menempel di bagian belakang truk tersebut. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Pramuka ke-63, Basri: Pramuka Miliki Kecintaan Mendalam Terhadap Pancasila

0
Peringati Hari Pramuka ke-63, Basri: Pramuka Miliki Kecintaan Mendalam Terhadap Pancasila
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri kegiatan Peringatan Hari Pramuka ke-63 di Stadion Taman Prestasi. (Ist).

BONTANG – Memperingati Hari Pramuka ke-63, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menjadi pembina upacara sekaligus membuka Perkemahan Wirakarya Tingkat Daerah Kalimantan Timur Tahun 2024, yang berlangsung di Stadion Taman Prestasi, Bontang Lestari, Rabu (14/8/2024).

Peringatan Hari Pramuka ke-63 tahun ini, mengusung tema ‘Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI’.

Saat sambutan, Basri Rase menyampaikan dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, peran gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda sangatlah penting, yang dimana dengan tema Pramuka tahun 2024 sangat relevan dengan tantangan zaman yang dihadapi.

“Pramuka tidak hanya melahirkan generasi yang tangguh dan mandiri, akan tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kecintaan mendalam terhadap pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan Perkemahan Wirakarya adalah sebuah pertemuan Pramuka, berbentuk perkemahan besar untuk para anggota Pramuka Penegak dan Pandega.

Maka dari itu, kegiatan seperti ini menjadi salah satu momentum bagi para peserta untuk bisa memperdalam nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kerja nyata.

“Saya ingin para peserta dapat menerapkan prinsip pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,” paparnya.

Tak lupa, Basri Rase sangat mengapresiasikan kepada kakak Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) dari Kabupaten/Kota di Kaltim, yang turut hadir ke Kota Bontang dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-63 Tahun 2024.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

13 Wajah Baru Bakal Mengisi Deretan Anggota DPRD Bontang Berikutnya

0
13 Wajah Baru Bakal Mengisi Deretan Anggota DPRD Bontang Berikutnya
Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman mengatakan, untuk pelantikan DPRD Kota Bontang di tahun ini, ada sebanyak 13 wajah baru, sementara sisanya adalah petahana yang kembali terpilih.

“Untuk wajah baru ada 13, dan 12 nya yakni anggota DPRD sebelumnya yang kembali terpilih,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (14/8/2024).

Di pelantikan DPRD Kota Bontang nantinya, diketahui ada sebanyak 482 tamu undangan yang akan mengisi ruang Rapat Paripurna, termasuk awak media.

Di waktu sore, sterilisasi gedung DPRD Kota Bontang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, sampai di akhir persiapan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan saat pelantikan DPRD berlangsung.

“Persiapan sudah hampir selesai, kami juga masih menunggu kepastian dari tamu yang akan hadir,” tutupnya.

Diketahui, pelantikan 25 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang akan berlangsung pada, Kamis (15/8/2024) besok, di Ruang Rapat Paripurna Lantai III, Kantor DPRD Kota Bontang, sudah banyak persiapan yang telah disusun. (Dwi/adv)

Editor: Yusva Alam

Ini Persiapan Terakhir Pelantikan 25 Anggota DPRD Bontang

0
Ini Persiapan Terakhir Pelantikan 25 Anggota DPRD Bontang
Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pelantikan 25 Anggota DPRD Kota Bontang periode 2024-2029 akan digelar besok, Kamis (15/8/2024). Persiapan pelantikan sudah mencapai 85 persen.

Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman menyampaikan, pihaknya sudah melakukan gladi kotor Selasa (13/8/2024) kemarin dan gladi bersih, Rabu (14/8/2024) ini sebagai persiapan pelantikan.

“Semua sudah kami persiapkan, dan secara keseluruhan kira-kira sudah 85 persen,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (13/8/2024).

Lebih lanjut, untuk undangan mereka telah sebarkan ke seluruh pihak terkait, termasuk kepada Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur.

Akan tetapi, untuk kehadiran Pj Gubernur sepertinya tidak bisa hadir, dikarenakan sedang sibuk untuk persiapan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), yang akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (17/8/2024) besok.

Taufiq juga menyampaikan untuk Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim, terkait pengangkatan anggota DPRD terpilih periode 2024-2029, serta pemberhentian anggota DPRD periode 2019-2024 telah diterima oleh Sekretaris DPRD Kota Bontang.

“Semoga pelantikan nantinya berjalan dengan lancar, sukses, dan aman,” paparnya.

Sedikit informasi, untuk unsur kepemimpinan nantinya baik ketua DPRD maupun wakil ketua DPRD, akan dipilih dari partai terbanyak, yakni Golkar dan PKB. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Akankah Terjadi Perubahan Hakiki Melalui Jalan Demokrasi?

0
Akankah Terjadi Perubahan Hakiki Melalui Jalan Demokrasi?
Nayla Majidah. (ist)

Oleh:
Nayla Majidah, S.Pd
Ibu Rumah Tangga

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dilakukan serentak tahun ini. Proses Pilkada 2024 terdiri atas tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan. Tahapan Pilkada serentak 2024 diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2024, berikut tahapan dan jadwal Pilkada 2024. Pilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti sebanyak 37 provinsi, kemudian 508 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024. “Pelaksanaan pilkada tahun ini rencananya akan digelar nanti pada tanggal 27 November 2024,” jelas Ketua KPU Hasyim Asy’ari. (https://www.detik.com/sumut/berita/d-7330360/tahapan-pilkada-serentak-2024-resmi-dari-kpu-jadwal-dan-daftar-provinsi.)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang secara resmi meluncurkan tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang 2024, dengan maskot baru Si BOMI (Bontang Memilih) pada acara yang digelar di Ballroom Grand Mutiara Hotel pada hari Sabtu (4/5/2024). Acara ini dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Bontang, beserta jajaran Forkompimda, Perwakilan KPU Kalimantan Timur, Ketua dan komisioner KPU Bontang, dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Bontang, Muzarroby Renfly, memaparkan secara rinci jadwal tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang. Roby menyebutkan tahapan-tahapan mulai dari pendaftaran pasangan calon, pemenuhan syarat dukungan paslon, pemutakhiran daftar pemilih, penetapan pasangan calon, pelaksanaan kampanye, hingga pemungutan suara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 27 November mendatang yang dilanjutkan dengan penghitungan dan rekapitulasi suara.

Momen pemilu dalam sistem demokrasi menjadi harapan akan adanya perubahan kehidupan masyarakat. Bahkan, beberapa kalangan berdalih bahwa demokrasi masih merupakan sistem terbaik, lebih beradab, dan menghargai rakyat sebagai warga negara. Kalaupun ada kecurangan, menurut mereka itu lebih dikarenakan dalam pelaksanaannya, bukan pada substansi demokrasinya.

Apakah benar dengan kedaulatan di tangan rakyat akan mengantarkan pada kehidupan yang lebih beradab? Rakyat tidak terzalimi dan hak-haknya tidak terampas? apakah aspirasi dan kepentingan rakyat benar-benar dapat terakomodasi? apakah rakyat benar-benar akan bahagia? apakah segenap impian rakyat benar-benar akan terwujud.

Demokrasi Penyebab Munculnya Kebijakan yang Menyengsarakan Rakyat

Sejarah membuktikan, demokrasi gagal mengantarkan pada kehidupan sejahtera dan berkeadilan bagi rakyat. Keadaan umat hari ini memang sedang tidak baik-baik saja, bahkan kian terpuruk. Beragam persoalan membelit negeri ini diantaranya:
Di bidang ekonomi, ternyata kekayaan alam negeri ini tidak menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera. Masih banyak kasus kekurangan gizi dan stunting di tanah air. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut ada 21 juta warga Indonesia yang kekurangan gizi dan 21,6 persen anak mengalami stunting.Tingkat stunting atau balita tumbuh tengkes di Bontang tergolong tinggi. Berada di urutan kedua tertinggi di Kalimantan Timur, tingkat prevalansi stunting di Bontang sebesar 19 persen.

Seolah penderitaan rakyat belum cukup, kenaikan harga dari kebutuhan pokok juga terus naik. Menurut informasi yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas, pada pagi ini (23/7/2024) harga beras premium di pasar eceran melonjak 2,58 Rp15.930 per kg. Telur ayam ras naik 4,05 persen atau Rp1.180 menjadi Rp30.310 per kg.
(https://bontang.times.co.id/news/berita/tolcf66ja8/Harga-Pangan-Hari-Ini-Beras-Bawang-Naik-Cabai-Rawit-Tembus-Rp65650-per-Kilogram).

Di bidang Pendidikan. Tidak hanya biaya pendidikan mahal khususnya swasta, tetapi angka putus sekolah dan angka pengangguran terbuka di Bontang masih tinggi. Persentasenya berada di angka 7,81 persen. Hal ini dikarenakan banyak warga Bontang yang ternyata putus sekolah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Abdu Safa Muha memaparkan masih banyak warga Bontang yang menganggur. Musababnya, banyak warga Bontang yang hanya mengantongi ijazah SD dan SMP. Sedangkan pendidikan yang dibutuhkan untuk memenuhi lowongan kerja umumnya minimal tamatan SMA. (https://bekesah.co/angka-pengangguran-di-bontang-masih-tinggi-banyak-yang-putus-sekolah).

Demokasi Bukan Jalan Perubahan Hakiki

Lahirnya demokrasi merupakan antitesa dari teosentrisme yang berlangsung di Eropa. Beberapa ilmuwan memotret perubahan tersebut dengan istilah perubahan dari teosentrisme (Tuhan sebagai pusat alam semesta) menuju antroposentrisme (manusia sebagai pusat alam semesta). Presiden Abraham Lincoln (1860—1865) mengatakan bahwa demokrasi adalah, “From the people, by the people, and for the people (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat).”

Secara ide/gagasan, sebenarnya demokrasi memiliki cacat yang melekat jelas padanya. Pertama, meletakkan kedaulatan di tangan rakyat adalah pemikiran yang tidak logis karena untuk memiliki kedaulatan diperlukan kemampuan/kekuatan yang independen (tidak tergantung kepada yang lain), sekaligus pengetahuan yang sempurna tentang yang akan diatur. Mestinya, pemikiran yang logis adalah meletakkan kedaulatan di tangan pihak yang tidak tergantung kepada yang lain, serta yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang sempurna tentang manusia. Pihak ini adalah Allah Swt., Sang Pencipta manusia, tidak tergantung kepada siapa pun atau apa pun.

Kedua, mengasumsikan bahwa para pemimpin yang dipilih dan diangkat oleh rakyat, akan selamanya menjadi representasi rakyat untuk menjalankan kedaulatan rakyat. Tugas para pemimpin dianggap semata-mata mengolah aspirasi rakyat, padahal para pemimpin sebagai manusia biasa, tidak terbebas dari kepentingan dan aspirasi.

Konsep kedaulatan di tangan rakyat (manusia) pasti akan membawa implikasi pada kecenderungan kuat para penguasa hanya mengolah aspirasi dan keinginan mereka. Jadilah oligarki, nepotisme, korupsi, dan kejahatan kemanusiaan lainnya tidak bisa dihindarkan dalam sistem demokrasi.

Demokrasi mempunyai hukum yang selaras dengan ide sekularisme. Termasuk pengetahuan umum, bahwa ide pemisahan agama dari kehidupan bertentangan dengan pemikiran pokok kaum muslim, yaitu fikrah Lailahaillallah Muhammad Rasulullah, maupun fikrah lain yang muncul dan selaras dengan akidah kaum muslim, yaitu firman Allah Swt. Yang artinya:

“Keputusan (hukum) itu hanya kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Yusuf: 40)

Mestinya lagi, kekuasaan—yang memang diperoleh dari rakyat—digunakan untuk menjalankan hukum yang ditetapkan oleh Pihak Yang Memiliki Kedaulatan Hakiki, yaitu Allah Taala. Tugas penting penguasa adalah melayani urusan rakyat secara keseluruhan dengan menerapkan hukum dari Sang Pencipta manusia. Jaminan terhadap keadilan bagi seluruh manusia justru terletak pada keberadaan kedaulatan di tangan Allah (hukum Islam sebagai sumber pengambilan kebijakan publik) dan keberadaan penguasa yang bersedia menerapkan hukum Islam tersebut.

Allah SWT juga telah mengingatkan kita bahwa mengabaikan penerapan syariah-Nya berkonsekuensi fasik, zalim bahkan kafir (jika secara i’tiqâdi [keyakinan] menolak syariah-Nya) (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44, 45 dan 47).

Perubahan Hakiki hanya dengan meneladani dakwah Rasulullah

Jika kita menelaah arah perjuangan Rasulullah saw., kita akan melihat beberapa hal penting, yang bisa menjadi refleksi arah perjuangan kita saat ini.

Pertama: Rasulullah saw. melakukan dakwah secara berjamaah. Ketika Rasulullah saw. melihat kondisi masyarakat jahiliah yang rusak, aktivitas utama yang beliau lakukan adalah dakwah.

Aktivitas dakwah inilah yang mewarnai kehidupan Rasulullah saw. Mulai dari dakwah kepada keluarganya, kepada orang-orang terdekatnya, kemudian lingkungan sekitarnya. Juga mulai dari dakwah secara sembunyi-sembunyi hingga datang perintah dakwah secara terbuka dan terang-terangan. Aktivitas dakwah yang dilakukan Rasulullah saw adalah aktivitas yang terorganisir secara rapi. Beliau bukan hanya mengajak mereka memeluk agama Islam, mengajarkan mereka al-Quran, tetapi juga menghimpun mereka dalam satu kutlah (kelompok) dakwah yang dipimpin oleh beliau sendiri.

Kedua: Dakwah Rasulullah saw. tidak mengenal kompromi. Rasulullah saw berdakwah dengan ajakan yang lugas, tidak bermanis muka dan tanpa tedeng aling-aling di hadapan pimpinan Quraisy. Hal tersebut dilakukan agar tidak bercampur yang haq dengan yang batil, yang benar dengan yang salah. Dengan itu benar-benar dapat dibedakan, mana ajaran Islam dan mana tradisi jahiliah yang menyesatkan.

Dalam konteks politik dan kekuasaan, Rasulullah saw. pernah ditawari tokoh Quraisy menjadi raja, dengan syarat, Rasulullah saw. meninggalkan aktivitas dakwah. Tawaran tersebut pun ditolak Rasulullah saw. Selain karena mereka tidak bersedia menerima Islam, kekuatan umat Islam masih belum solid dan kokoh, juga karena sangat kental nuansa kompromistik.

Ketiga: Orientasi perubahan yang dilakukan Rasulullah saw. adalah perubahan rezim dan sistem. Jika kita menelaah orientasi dakwah Rasulullah saw., akan terlihat dengan jelas, bahwa beliau melakukan dakwah bukan sekadar mengajak orang kafir memeluk agama Islam, melainkan untuk mewujudkan masyarakat Islam, yakni dengan mengganti sistem jahiliah dengan sistem Islam. Upaya Rasulullah saw. mendatangi berbagai kabilah yang memiliki kekuatan militer, di antaranya Bani Tsaqif, Bani Kindah, Bani Kilab, Bani Amir bin Sha’sha’ah, Bani Hanifah, Suku Aus, Khazraj, dan lain-lain bukan sekadar mengajak mereka menerima Islam, tetapi meminta mereka menjadi penolong dakwah dan agar menjadikan wilayahnya sebagai Darul Islam.

Ketika pimpinan dan tokoh Suku Aus dan Khazraj di Yatsrib (Madinah) memeluk agama Islam, kemudian diikuti oleh para pengikutnya, Rasulullah saw. dan para sahabat hijrah ke Madinah dan menjadikan daerah tersebut sebagai Darul Islam, yakni wilayah yang diterapkan hukum-hukum Islam serta keamanannya dikontrol penuh oleh umat Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah saw. setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, sungguh bukan sekedar berpindah tempat. Beliau berhasil membalikkan keadaan, mengubah masyarakat secara fundamental, menempatkan aparat yang terpercaya, dan mengganti sistem kufur yang kemudian berubah total menjadi sistem Islam.

Wallahu a’lamu bish-showwab.

Amir Tosina Ingatkan ASN untuk Netral Jelang Pilkada

0
Amir Tosina Ingatkan ASN untuk Netral Jelang Pilkada
Anggota DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Amir Tosina mengingatkan kembali untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), agar nantinya tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Dirinya menghimbau, untuk seluruh ASN di lingkungan pemerintah kota (pemkot) agar tetap bisa menjaga netralitas ASN, dalam melindungi integritas dan profesionalisme. Bahkan jika nantinya ASN terbukti terlibat dalam politik praktis, harus diberikan sanksi tegas dengan aturan yang telah berlaku.

“Nantinya peran ASN harus netral, untuk menjaga kepercayaan publik,” ucapnya saat Rapat Paripurna berlangsung, Senin (12/8/2024) kemarin.

Selain itu, Amir juga mengingatkan kepada Wali Kota Bontang, untuk bisa memberikan arahan tegas kepada ASN, tidak terlibat dalam politik praktis saat selama masa pilkada berlangsung. Agar tidak merusak citra pemkot dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.

“Jika memang nantinya ada yang melanggar, pastinya sanksi yang telah berlaku akan diberikan,” paparnya.

Amir menyatakan, jika pentingnya mewariskan budaya netralitas, ASN tetap harus profesional dalam menjalankan tugasnya tanpa intervensi terhadap politik. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam