Beranda blog Halaman 731

Dispopar Tinjau Stadion Bessai Berinta, Lapangan dan Tribun Bakal Direhab

0
Dispopar Tinjau Stadion Bessai Berinta, Lapangan dan Tribun Bakal Direhab
Aktivitas Dispopar Bontang meninjau Stadion Bessai Berinta sebelum direhab. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Ahmad Aznem meninjau Stadion Bessai Berinta, Rabu (20/9/2023). Tak hanya seorang diri, Aznem didampingi Sekretaris Dispopar, Rita Atin Widiarti, Kabid Olahraga Mukhtar, dan Sofyan Amir selaku konsultan yang ikut turun ke lapangan.

Aznem meninjau lapangan yang terletak di Jalan KS Tubun tersebut, dalam rangka memantau kondisi terkini sebelum dilakukan rehab oleh Pemkot Bontang. Khususnya di area tribun Stadion Bessai Berinta yang akan diperbaiki.

“Harapannya, kondisi lapangan dan tribun tersebut bisa memiliki standar nasional usai direhab nantinya,” ujarnya.

Saat ini, pihak Dispopar masih menggodok beberapa administrasi yang perlu dilengkapi. Selain itu juga pembuatan master plan terkait dengan renovasi lapangan Lang-Lang tersebut. Pihaknya berharap perbaikan Stadion Bessai Berinta dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di wilayah teresebut.

“Perbaikan Stadion Bessai Berinta ini tidak hanya untuk kebaikan masyarakat saat berolahraga, namun juga pelaku UMKM yang nantinya dapat berjualan di sekitar lapangan,” bebernya. (al/adv)

Suami Istri di Berbas Tengah Kompak Jual Sabu

0
Suami Istri di Berbas Tengah Kompak Jual Sabu
Sepasang suami istri kompak jual sabu. (ist)

BONTANG – Sepasang suami istri berhasil dibekuk Satresnarkoba Polres Bontang lantaran kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu, Kamis (21/9/2023. Pasangan suami istri ini ditingkap di Jalan Tipalayo, Berebas Tengah, pukul 18.30 Wita.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid, mereka ditangkap atas laporan masyarakat.

“Sabunya disimpan di kamar dan di dapur,” ungkapnya.

AS (40) dan istrinya Su (37) memiliki sabu sebanyak empat poket atau seberat 4,94 gram. Polisi juga mengamankan uang hasil penjualan senilai Rp3.550.000, HP, alat hisap dan dompet.

Saat diinterogasi, mereka mengaku mendapatkan sabu itu dari seorang pria yang selama ini berkomunikasi hanya via telepon.

“Sempat mereka buang barang bukti itu tapi didapat petugas,” katanya.

Mereka dijerat pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 atau pasal 112 ayat 1 Jo pasal 132 undang undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Bapenda Libatkan Perangkat RT Jadi Petugas Pendata Obyek PBB-P2

0
Bapenda Libatkan Perangkat RT Jadi Petugas Pendata Obyek PBB-P2
Wawali Najirah (3 dari kiri) saat hadiri bimtek Bapenda. (ist)

BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Validasi Obyek Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2023.

Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (20/09/2023) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Mengundang perangkat RT dan Karang Taruna se-Kota Bontang sebagai peserta.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Najirah menyampaikan, untuk mewujudkan pembangunan yang mencerminkan prioritas dan kepentingan masyarakat lokal dibutuhkan sumber pendapatan yang memadai.

Sesuai dengan semangat otonomi daerah, penyerahan kewenangan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan desentralisasi harus disertai dengan penyerahan pembiayaan, prasarana, personil dan dokumen sesuai dengan kewenangan yang diserahkan.

“Pemkot Bontang mencurahkan konsentrasi besar terhadap upaya menggali sumber-sumber penerimaan daerah. Tujuannya tidak lain tentu hanya berupaya memaksimalkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan di Kota Bontang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan fenomena Bontang yang bergantung pada dana transfer, akan menjadi ancaman nyata ketika terjadi instabilitas pendapatan negara dalam APBN dan berdampak pada penyaluran dana transfer ke daerah.

“Karenanya, harus ada perubahan mindset. Kita harus mampu berdiri sendiri, menciptakan sumber pendapatan untuk mampu membiayai secara mandiri urusan di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi terhadap Bapenda yang melibatkan mitra pemerintah yakni perangkat rt dan karang taruna sebagai petugas pendata obyek PBB-P2 di seluruh kelurahan.

“Pelibatan perangkat rt maupun karang taruna tentu menjadi komitmen kita menghasilkan database yang handal, mutakhir dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Diharapkan melalui database yang valid, pemerintah dapat melahirkan program-program yang tepat sasaran kepada masyarakat.

Editor: Yusva Alam

Mengapa Masyarakat Bangun Gedung Secara Swadaya Diawasi Dinas PUPR? Ini Alasannya

0
Mengapa Masyarakat Bangun Gedung Secara Swadaya Diawasi Dinas PUPR? Ini Alasannya
Ilustrasi pembangunan masjid. (ist)

BONTANG – Setiap bangunan gedung yang dibangun oleh masyarakat, meskipun berasal dari dana swadaya namun harus tetap dalam pengawasan Bidang Bina Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR Bontang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon), Dedy Nugraha.

Dikatakan Dedy, pengawasan dari Bikon PUPR Bontang tersebut masih banyak yang belum diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Karenanya pihaknya akan terus mensosialisasikan hal tersebut, baik ke tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Pengawasan bangunan swadaya masyarakat ini sebenarnya tugas baru bagi Bikon PUPR Bontang. Sebelumnya Bikon bertugas untuk memberikan pelatihan bagi tukang-tukang bangunan yang belum punya sertifikat, atau menguruskan bagi yang belum memiliki sertifikat, mati, atau kadaluarsa.

Kemudian bertambah tugas pengasawan terhadap 3 T (Tertib usaha, Tertib penyelenggaraan/pemanfaatan, dan Tertib K3).

“Tugas Tertib K3 ini adalah pengawasan K3 untuk gedung-gedung, sesuai Permen PU No 1 Tahun 2023 pengawasan konstruksi,” bebernya.

Ditambahkannya, pengawasan tersebut tidak hanya untuk bangunan milik pemerintah dan swasta. Tapi termasuk juga pengawasan pembangunan masyarakat yang berasal dari dana swadaya.

Menurutnya, pengawasan ini perlu dilakukan lantaran terkait gagal atau runtuhnya bangunan. Jangan sampai apabila ada permasalahan pada konstruksi bangunan tersebut wali kota yang disalahkan.

“Misalnya bangunan masjid, kemudian runtuh dan ada korban. Lalu wali kota yang disalahkan. Nah sebelum itu terjadi, bikon harus lakukan pengawasan. Benarkah sudah ada ijin-ijinnya, apakah perhitungan sudah dilakukan oleh insinyur/arsitektur sipil, apakah sudah diawasi oleh ahlinya, dan sebagainya,” jelasnya. (al/adv)

Fokus Perekaman KTP Anak Agar Punya Hak Pilih

0
Fokus Perekaman KTP Anak Agar Punya Hak Pilih
Kabid Piak dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang sedang berfokus untuk perekaman KTP anak menuju usia 17 tahun.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka, agar semua anak yang berusia di bawah 17 tahun di Kota Bontang memiliki KTP dan bisa mengikuti pemilu. Kabid Piak dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin mengatakan, bahwa hal ini sedang urgent dilakukan oleh Disdukcapil.

Pihak Disdukcapil tidak bisa memastikan perekaman KTP bisa mencapai 100 persen, karena beberapa anak Bontang ada yang bersekolah di luar kota. Data keluarga memang di Bontang, jadi data yang belum perekaman ada semua.

“Kami memberitahu orang tua mereka untuk melakukan perekaman di daerah tempat anak itu berada, itu diperbolehkan,” jelasnya.

Iklan juga sudah dipasang di berbagai macam tempat, agar mengimbau anak-anak segera perekaman KTP sebelum pemilu. Sehingga tidak harus menunggu berumur 17 tahun baru perekaman. Misalnya pada Bulan Januari atau Februari seorang anak akan berusia 17 tahun, sudah bisa dilakukan perekaman dari sekarang.

“Kalau sudah melakukan perekaman dari sekarang nanti ketika dia berumur 17 tahun tinggal ambil saja KTPnya,” imbuhnya.

Perekaman tidak hanya dilakukan di Disdukcapil, warga bisa menuju kecamatan atau ke Mal Pelayanan Publik (MPP). Di sana mereka juga melayani perekaman tersebut.

Meskipun sedang fokus menjalani perekaman KTP, Disdukcapil sekaligus melakukan program lainnya seperti pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar penerapannya tetap berjalan.

“Jadi kami harap perekaman KTP ini bisa berjalan baik, karena jemput bola juga sudah kita lakukan ke sekolah-sekolah,” harapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Kompak! Tante dan Ponakan Edarkan Sabu

0
Kompak! Tante dan Ponakan Edarkan Sabu
Tante dan ponakannya diamankan pihak kepolisian usai kedapatan edarkan sabu. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang bersama Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan kembali meringkus dua pengedar sabu, Rabu (20/9/2023) sore.

Awalnya pada pukul 17.00 Wita polisi menangkap seorang perempuan berinisial SU 46 tahun.

Warga Tanjung Laut itu ditangkap di rumahnya, bersama barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 15 bungkus atau seberat 4,02 gram

Diungkapkan Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Muhammad Rakib Rais sabu itu disimpan di dalam kamar tepatnya di dalam tas belanja.

“Katanya dapat dari keponakannya, kami sita sabu dan beberapa barang bukti lainnya seperti uang, HP, alat hisap, dan lain-lain,” katanya mengutip dari Polresbontang.com.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap pemasok sabu bagi SU yang tak lain keponakannya sendiri, yakni JAN pria berusia 26 tahun.

Dia diringkus di rumah orangtuanya, saat berada di atas motor. Sebanyak 6 poket sabu seberat 3,15 gram yang disimpan dalam kotak lampu akhirnya diamankan petugas.

Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tutupnya.

Editor: Yusva Alam

Para Tukang Bangunan Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! Pelatihan Gratis Sertifikasi BNSP

0
Para Tukang Bangunan Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! Pelatihan Gratis Sertifikasi BNSP
Kegiatan pelatihan instalasi baja ringan beberapa waktu lalu di Kantor PU lama. (Yusva Alam)

BONTANG – Selain akan mengadakan pelatihan operator alat berat, Bidang Bina Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR Bontang juga akan mengadakan pelatihan tukang bangunan gedung.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon), Dedy Nugraha.

Dikatakan Dedy, pelatihan tukang bangunan gedung ini rencananya akan digelar di Bulan Oktober 2023 bersamaan dengan pelatihan operator alat berat. Namun kegiatan berlangsung di tempat yang berbeda, apabila pelatihan operator alat berat di Kantor PU lama di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Bontang Baru, sementara pelatihan tukang di Universitas Trunajaya.

“Dana pelatihan ini mendapat anggaran dari Kementerian PUPR, sehingga gratis untuk seluruh peserta. Jadi masyarakat khususnya profesi tukang harus manfaatkan betul pelatihan ini,” ujar Dedy saat diwawancara redaksi Radarbontang.com.

Ditambahkannya, anggaran dari kementerian ini hanya ada di tahun 2023. Tahun 2024 sudah tidak ada lagi. Karenanya, mumpung gratis harus dimanfaatkan betul. Kalau ikut pelatihan mandiri, tentu harganya mahal.

Kuota peserta yang ditampung mencapai 50 peserta. Durasi waktu pelatihan selama 12 hari, 2 hari teori dan sisanya praktek dan uji kompetensi.

Sementara Syarat peserta jenjang 1, yaitu peserta dengan pendidikan lulusan SD dan SMP pengalaman minimal 0 tahun, dan peserta non pendidikan (dengan PBK) pengalaman minimal 2 tahun.

Beberapa jenis skill tukang yang akan diajarkan, di antaranya tukang pasang batu, batako, pembesian beton, kayu, dan pengecatan.

“Pelatihan dari pondasi hingga menjadi satu bangunan utuh,” imbuhnya.

Peserta akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang terstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan sertifikasi standar BNSP akan bisa digunakan di tingkat nasional atau seluruh wilayah Indonesia, bahkan digunakan untuk proyek atau bekerja di IKN. (al/adv)

Kejar Target 100 Persen KIA, Disdukcapil Jemput Bola hingga Berikan Benefit

0
Kejar Target 100 Persen KIA, Disdukcapil Jemput Bola hingga Berikan Benefit
Ilustrasi KIA (ist)

BONTANG – Sebanyak 72 persen anak berumur di bawah 17 tahun di Bontang, sudah memiliki Kartu Indentitas Anak (KIA). Menurut Peraturan Kemendragi Nomor 2 Tahun 2016 wajib bagi anak usia tersebut membuat KIA.

Demi menempuh target 100 persen anak di Bontang memiliki KIA, Disdukcapil kerap menjemput bola, karena metode itu dinilai efektif agar anak cepat memiliki KIA.

“Misalnya seperti di kelurahan, kecamatan, dan kami juga biasanya membuka pelayanan di tempat yang ramai seperti expo,” ungkap Kabid Piak dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, Rabu (20/9/23).

Untuk sosialisasi terkait KIA sudah cukup banyak dilaksanakan, karena Disdukcapil selalu menyelipkan dan masuk ke acara-acara yang dihadiri oleh para ibu-ibu.

“Kayak waktu acara PKK, saya masuk dan mengedukasi,” jelasnya.

KIA merupakan identitas mandiri anak. Biasanya identitas anak adanya di Kartu Keluarga. Sehingga anak-anak sudah dapat mengakses layanan publik tanpa menggunakan identitas orang tuanya.

“Contohnya bisa saja mereka membuka tabungan sendiri,” imbuhnya.

Pihak Disdukcapil masih berusaha mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu, karena jika Disdukcapil yang menentukan jadwal para orang tua justru banyak yang tidak datang.

“Selain KIA sudah diwajibkan, dengan memiliki KIA anak-anak juga bisa mendapatkan diskon dari beberapa UMKM di Bontang,” tambahnya.

UMKM yang telah melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Disdukcapil di Kota Bontang sudah ada 8 gerai, di antaranya KFC, Pizza Hut, Kenari Water Park, OK Bento dan lainnya. Nantinya anak-anak yang memiliki KIA bisa mendapatkan diskon.

“Jadi diskon-diskon seperti ini nantinya bisa kalau anak-anak mau pakai di gerai-gerai yang ada di Kaltim, yang sudah PKS Disdukcapil. Kami sudah ajukan itu ke daerah Samarinda dan Balikpapan, kalau orang Bontang mau pakai KIA pas liburan di sana bisa,” imbuhnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Banyak Tukang Belum Peduli Sertifikasi, Dedy: Manfaatkan Pelatihan Gratis untuk Kebaikan Masa Depan!

0
Banyak Tukang Belum Peduli Sertifikasi, Dedy: Manfaatkan Pelatihan Gratis untuk Kebaikan Masa Depan!
Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR Bontang, Dedy Nugraha. (Yusva Alam)

BONTANG – Saat ini masih banyak tukang-tukang bangunan yang belum peduli pada sertifikasi, padahal ke depannya sertifikasi sangat dibutuhkan profesi tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dedy Nugraha saat diwawancara redaksi Radarbontang.com, Selasa (19/9/2023).

Diungkapkan Dedy, ke depannya sertifikasi hampir dibutuhkan di semua lini pekerjaan, seperti proyek-proyek konstruksi. Ke depan syarat agar bisa mengikuti tender proyek salahsatunya adanya sertifikasi, utamanya sertifikasi yang terstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya insinyurnya saja yang harus tersertifikasi, namun tukang-tukangnya pun juga harus.

“Kalau tidak ada sertifikasinya bisa jadi gugur tendernya,” ujarnya singkat.

Dengan sertifikasi standar BNSP akan bisa digunakan di tingkat nasional atau seluruh wilayah Indonesia, bahkan digunakan untuk proyek atau bekerja di IKN.

Dikatakannya, seharusnya para tukang dapat memanfaatkan betul apabila ada pelatihan tersertifikasi gratis. Lantaran apabila mengikuti pelatihan mandiri biayanya cukup mahal.

“Masih ada yang tidak mengetahui fungsi sertifikasi di masa mendatang. Kata tukang tanpa sertifikat pun sekarang sudah bisa dapat pekerjaan. Seharusnya mereka bisa meninggalkan sebentar pekerjaan mereka, untuk ikut pelatihan yang waktunya paling lama 2 minggu,” bebernya.

Sekali lagi pihaknya menyarankan kepada para tukang untuk memanfaatkan momen pelatihan tersertifikasi. Hal ini untuk kebaikan profesi mereka ke depannya. (al/adv)

Warga Bontang Bersiap Mendaftar! Oktober Dinas PUPR Gelar Pelatihan Operator Alat Berat

0
Warga Bontang Bersiap Mendaftar! Oktober Dinas PUPR Gelar Pelatihan Operator Alat Berat
Ilustrasi alat berat. (ist)

BONTANG – Hingga akhir tahun nanti, Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Bontang masih akan menggelar beberapa pelatihan, salahsatunya pelatihan operator alat berat. Bagi warga Bontang yang berminat bisa bersiap-siap untuk mendaftar!

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dedy Nugraha mengatakan, pelatihan operator alat berat ini rencananya akan dilaksanakan Oktober 2023 mendatang. Kapasitas kuota peserta yang bisa ditampung adalah 35 peserta.

“Alhamdulillah dana pelatihan ini dari anggaran perubahan dan sudah diketok kemarin,” ujar Deddy saat diwawancara Redaksi Radarbontang.com, Selasa (19/9/2023) kemarin.

Durasi pelatihan ini akan berlangsung selama 12 hari. Untuk pemberian teori,  akan berlangsung di  Kantor PU lama di Jalan DI Pandjaitan. Sementara sisa waktunya akan digunakan untuk praktek dan ujian kompetensi.

Sementara untuk syarat peserta, pihaknya mengikuti ketentuan yang sudah berlaku nasional. Khusus pelatihan operator alat berat ini masuk pada syarat peserta jenjang 2, artinya bagi peserta lulusan SMK tidak dipersyaratkan pengalaman kerja. Sedangkan untuk lulusan SMA harus memiliki pengalaman minimal 1 tahun dan lulusan SD dan SMP pengalaman yang harus dimiliki minimal 2 tahun.

“Syarat ini sesuai dengan persyaratan kompetensi khusus tenaga kerja konstruksi (terampil) dari kementerian,” imbuhnya.

Dikatakan Dedy, di pelatihan ini tidak hanya diajarkan cara mengoperasikan alat berat, namun juga bagaimana pemeliharaan mesin-mesin alat berat. Seperti memperhatikan olinya dan lain-lain. Sehingga tidak hanya bisa menjalankan alat berat saja namun juga bisa memeliharanya.

“Jangan sampai bisa jalankan tapi kalau mesin rusak gak bisa ngapa-ngapain,” ungkapnya.

Nantinya peserta yang berhasil lulus akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dari BNSP. Sertifikat ini berlaku untuk tingkat nasional bahkan untuk proyek di IKN.

Apabila ada lowongan kerja di proyek IKN, peserta sudah bisa melamar dengan mencantumkan sertifikat tersebut.

“Sekarang sertifikat harus standar BNSP yang diterbitkan oleh kementerian. Sehingga berlaku nasional,” pungkasnya. (al/adv)