Beranda blog Halaman 735

Wawali Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Prakla

0
Wawali Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Prakla
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Berbas Pantai. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mendatangi korban kebakaran di wilayah Prakla, RT.16, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (3/8/2024).

Najirah turut prihatin atas musibah yang telah menimpa keluarga korban kebakaran tersebut. Maka dari itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan serta alat perlengkapan yang dibutuhkan seperti selimut, karpet, serta kasur lipat.

“Dengan adanya bantuan ini, semoga bermanfaat bagi keluarga korban. Insyaallah nantinya akan digantikan dengan yang lebih dari ini,” ucapnya.

Adanya kejadian seperti ini, Najirah menghimbau untuk seluruh masyarakat agar bisa lebih berhati-hati lagi. Tetap waspada saat hendak meninggalkan rumah, tetap pastikan keadaan rumah dalam keadaan aman dari kompor atau arus listrik saat akan bepergian.

“Jika ingin bepergian, semua harus dipastikan dalam kondisi aman. Perhatikan colokan listrik, serta kompor keadaan mati,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, kebakaran terjadi di wilayah Prakla, dimana satu rumah kayu hangus terbakar, pada Jumat (2/8/2024) kemarin, sekitar pukul 11.00 Wita.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Najirah Apresiasi Program Lebaran Yatim dari Baznas Bontang

0
Najirah Apresiasi Program Lebaran Yatim dari Baznas Bontang
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah (kerudung kuning) saat hadiri program Lebaran Yatim Baznas Bontang. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri kegiatan program Lebaran Yatim, yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang, di Bontang CitiMall (BCM), Sabtu (3/8/2024).

Najirah mengpresiasi program yang telah dilakukan oleh Baznas Bontang, dimana kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian bersama kepada anak-anak yatim di Kota Bontang khususnya.

“Lewat program ini, kita bersama-sama membangun semangat anak-anak, dalam rangka semarak Tahun Baru Islam 1446 H,” ucapnya.

Selain mewujudkan rasa kepedulian bersama, dalam program ini juga telah memberikan kebahagiaan pada anak-anak yang luar biasa, terlihat dari keceriaan yang anak-anak pancarkan.

“Dengan memfasilitasi mereka untuk berbelanja sesuai keinginan yang mereka mau, pastinya anak-anak akan senang,” paparnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Najirah juga mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait, yang telah mendukung dengan penuh rasa ikhlas dalam memfasilitasi kebutuhan pribadi mereka.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat, telah mendukung dan mensponsori kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini selalu sukses, untuk membantu sesama,” jelasnya.

Diketahui ada sebanyak 200 anak yatim dan dhuafa di Kota Bontang yang telah menerima bantuan, serta ada sekitar 31 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah mendapatkan bantuan usaha.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Baznas Bontang Belanja Bersama 200 Anak Yatim di Bontang Citi Mall

0
Baznas Bontang Belanja Bersama 200 Anak Yatim di Bontang Citi Mall
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bontang, Suryadi Hendra Gunawan (tengah) saat foto bersama beberapa anak-anak penerima santunan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menggelar program Lebaran Yatim. Dimana dalam program ini, Baznas melakukan kegiatan belanja bersama dengan anak yatim piatu, berlangsung di Bontang CitiMall (BCM), Sabtu (3/8/2024).

Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bontang, Suryadi Hendra Gunawan menyampaikan, dalam kegiatan ini Baznas Bontang memberikan santunan kepada yatim piatu dan kaum duafa sebanyak 200 anak, yang dimana mereka akan berbelanja seperti baju, celana, tas, atau sebagainya.

“Ini sistemnya kita memberi setiap anak budget belanja hingga Rp 500 ribu, dan terserah mereka mau membeli apa. Tetapi dengan catatan, tidak kurang atau lebih dari dana yang telah kami berikan,” ucapnya saat diwawancarai.

Di program ini Baznas Bontang mengeluarkan dana sekitar Rp 100 juta untuk berbelanja. Nantinya saat kegiatan berbelanja berlangsung, sudah ada tim dari Baznas Bontang beserta tim pendamping dari staf Matahari Store.

“Kami sudah bagi tugas, dan kami juga sudah bekerjasama dengan manager Matahari Store untuk membantu anak-anak saat belanja. Panitia dari kami 1 pendamping untuk 20 anak,” paparnya.

Diketahui kegiatan seperti ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan, namun setiap tahun Baznas Bontang sudah mencoba rutin mengagendakan kegiatan tersebut. Bahkan tahun ini mencoba dengan terobosan baru, yakni berbelanja di mall.

“Tahun lalu kami hanya mengajak mereka ke pasar rakyat seperti pasar malam, tapi tahun ini kami coba untuk merubah dimana kami akan membuat mereka nyaman dan kebahagiaan saat mereka berbelanja,” katanya.

Tidak hanya mengajak anak yatim berbelanja, akan tetapi kegiatan ini juga menjadi satu dengan program penyerahan bantuan untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bontang.

“Ada juga program penyerahan bantuan untuk pengembangan UMKM, sekitar 31 mustahik, yang dimana mereka yang menerima santunan adalah pengusaha menengah ke bawah,” bebernya.

Untuk program penyerahan bantuan mustahik di bulan ini, sudah terlaksana ketiga kalinya dalam tahun 2024. Uang yang dikeluarkan Baznas Bontang untuk penyerahan bantuan sebesar Rp 71 juta.

“Kalau untuk pengembangan usaha kami tidak membagi rata, karena kebutuhan mereka berbeda-beda dengan usaha yang bermacam-macam. Ada yang jualan sembako, makanan ringan, bahkan ada yang memerlukan mesin ketinting,” jelasnya.

Dalam program penyerahan bantuan, Baznas Bontang telah bekerjasama dengan Bank Kaltimtara Syariah. Setiap orang yang menerima bantuan akan dibuatkan buku tabungan, dimana dana tersebut akan ditransfer ke buku tabungan tersebut, dan pihak yang mendapatkan bantuan akan berbelanja dengan kebutuhan masing-masing.

“Nanti tim survei dari kami akan memonitoring ke toko masing-masing penerima bantuan. Sejauh mana mereka belanjakan dan kembangkan usaha mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya hal ini telah menjadi kesepakatan bersama, dari hasil survei dan rapat pimpinan Baznas Bontang.

Suryadi berharap dengan adanya program ini bisa menaikan terah dari Baznas sendiri, selain itu dirinya ingin untuk masyarakat yang terbilang mampu atau sebagian dari pengunjung di BCM sekiranya bisa untuk bergerak hatinya memberikan infak sedekahnya ke Baznas Bontang.

“Karena ini sudah nyata, bahwa dana yang telah terkumpul di Baznas akan kami distribusikan kepada yang berhak menerima, sebagai bentuk kepedulian,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

DPRD Gelar Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah TA 2024

0
DPRD Gelar Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah TA 2024
Paripurna ke-15 DPRD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rapat Paripurna ke-15 masa Sidang III DPRD kota Bontang Tahun 2024 dalam Rangka Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun Anggaran 2024 dilaksanakan, Jumat (2/7/24) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan pentingnya perubahan APBD sebagai langkah strategis dalam menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan aktual dan prioritas pembangunan di Kota Bontang.

Ia menyatakan, bahwa perubahan APBD diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Bontang.

Dalam Nota Keuangan Perubahan APBD tahun 2024 target penerimaan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun Anggaran 2024 adalah sebesar Rp 2.7 triliun.

Adapun penerimaan pendapatan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 direncanakan berasal dari sumber-sumber, yakni Pendapatan Asli Daerah, Penerimaan Pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer ditargetkan, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah.

“Anggaran Belanja untuk Tahun Anggaran 2024 disusun dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas, serta disusun secara terukur dengan mengutamakan kegiatan pembangunan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Kekurangan Kamar, Pasien Harus Rela Antre

0
RSUD Kekurangan Kamar, Pasien Harus Rela Antre
Wakil ketua Komisi I, Tri Ismawati. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DRPD Kota Bontang, Tri Ismawati mendapatkan laporan mengenai pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang terkait penumpukan pasien.

Ia menjelaskan, telah mendapatkan laporan bahwa pasien menunggu hingga setengah hari untuk bisa mendapatkan kamar karena ruangan yang sudah terlalu penuh.

Tri ingin adanya pembenahan, bagaimana RSUD dapat memiliki jumlah kamar yang lebih banyak. Karena hal ini berbanding lurus dengan lambatnya pelayanan rumah sakit.

“Daftar dari siang baru masuk kamar itu malam, nah itu baru satu orang yang kebetulan melapor, mungkin masih banyak pasien yang sama,” ujarnya, Senin (29/7/24).

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kondisi RSUD saat ini keterbatasan ruang. Sudah tidak dapat lagi menampung pasien berlebih. Sehingga saat ada yang masuk ke ruang emergency, pasien harus benar-benar antri untuk mendapatkan tempat.

“Bukan karena kurangnya pelayanan, tapi karena tempat yang terbatas,” jelasnya.

Kemudian, dengan fasilitas rumah sakit yang makin lengkap kerap kali RSUD menjadi rumah sakit rujukan bagi daerah lainnya. Ada lagi penambahan instruksi dari presiden bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan bahwa satu kamar tidak boleh lebih dari 6 kasur.

“Kalau memungkinkan APBD kita, nanti kita bangun rumah sakit lainnya, kita bangun kamar di daerah situ juga,” katanya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kuota Kapal Dirasa Kurang, Pemkot Diminta Tambah Armada Bontang – Sulawesi

0
Kuota Kapal Dirasa Kurang, Pemkot Diminta Tambah Armada Bontang - Sulawesi
Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Transportasi laut Kota Bontang dinilai sangat terbatas untuk aktivitas keberangkatan Bontang – Sulawesi. Armada yang disediakan juga masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina.

Pasalnya di Pelabuhan Loktuan tidak hanya memberangkatkan penduduk dari Kota Bontang saja, tapi beberapa wilayah seperti dari wilayah Kutai Timur juga pergi ke Pelabuhan Loktuan untuk berangkat ke Sulawesi.

“Fasilitas kapal ini masih harus ditambah lagi, kapal yang memadai sesuai keinginan dari warga yang rata-rata orang Sulawesi Barat,” katanya.

Atos panggilan akrabnya, mengatakan bahwa permintaan tersebut sudah lama diajukan, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait penambahan armada.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menanggapi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi rutin terkait penambahan armada kapal, namun sayangnya mereka masih terkendala dengan perizinan operasional.

Ia berkoordinasi dengan pemilik kapal yang sudah sering menyediakan kapal untuk antar pulau, sayangnya tidak secara instan bakal langsung disetujui.

“Kita terus koordinasi dengan pemilik kapal, jadi semoga bisa lebih cepat, karena itu kita monitor terus,” terangnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Gak Mau Bontang Jadi ‘Kota Texas,’ BW Minta Satpol PP Antisipasi Miras Ilegal di THM

0
Gak Mau Bontang Jadi 'Kota Texas,' BW Minta Satpol PP Antisipasi Miras Ilegal di THM
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyebut kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak optimal. Salahsatu ketidakoptimalan itu dikatakannya tidak pernah ia dapati Tempat Hiburan Malam (THM) diamankan oleh Satpol PP.

Dijelaskannya, kinerja Satpol PP tidak berbanding lurus dengan anggaran yang diberikan dengan jumlah yang cukup besar. Sehingga, penjualan minuman keras makin marak di Kota Bontang dan hal tersebut dapat mengancam ketentraman serta ketertiban kota.

Ia ingin adanya pergerakan satpol PP, untuk memeriksa THM yang menyediakan minuman keras (miras) ilegal.

“Kalau bisa dilakukan secara acak dan dadakan, karena miras mudah masuk bisa jadi faktor kriminal lainnya juga masuk di Bontang,” ujarnya. Senin (29/7/24).

BW sapaan akrabnya mengatakan, ia tak ingin Kota Bontang nantinya dapat dikenal dengan sebutan ‘Kota Texas’ yang artinya kota tersebut bebas dari berbagai macam hal-hal ilegal.

“Jangan sampai hal seperti ini terlambat kita atasi,” tambah BW.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hujan Deras, Rumah Warga di Bukit Indah Kembali Terendam Banjir

0
Hujan Deras, Rumah Warga di Bukit Indah Kembali Terendam Banjir
Kondisi banjir di RT 32 Bukit Indah. (ist)

BONTANG – Hujan deras kembali mengguyur Kota Bontang, Jumat (2/8/2024) sore. Beberapa wilayah juga mulai mengalami luapan air hingga melumpuhkan aktivitas warga, seperti di wilayah Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut RT 32 dan 33.

Edi warga RT 32 mengatakan, hujan deras yang sudah turun kurang lebih satu jam itu membuat rumahnya terendam banjir. Ia menjelaskan, selama ia tinggal di sana belum pernah ada pelebaran parit, dan posisi jalanan sudah lebih tinggi.

“Selama ini parit di sekitar sini cuma dikeruk gitu saja. Karena sejak bulan lalu juga sering hujan jadi baru ada pengerukan lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa RT lainnya juga mengalami banjir, namun tidak separah di RT 32 dan 33. Air mencapai betis orang dewasa. Ia menduga bahwa air laut sedang pasang, oleh sebab itu akan memakan waktu lebih lama untuk surut.

“Air laut pasang, jadi airnya nggak bisa ngalir kemana mana,” ujarnya.

Ia berharap Kota Bontang yang katanya telah mengalami penurunan volume banjir bisa terjadi di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun selalu terendam.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran di Prakla Hanguskan Satu Rumah

0
Kebakaran di Prakla Hanguskan Satu Rumah
Kondisi rumah setelah dipadamkan. (Ist)

BONTANG – Kebakaran menghanguskan satu rumah kayu di wilayah Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (2/8/24).

Rumah kayu dua lantai tersebut merupakan milik seorang warga bernama Erni. Ia mengatakan, bahwa dirinya sedang tidur di kamarnya di lantai bawah saat kejadian. Ia terbangun pada pukul 11.00 wita karena mencium bau gosong yang tidak ia ketahui asalnya.

Dirinya segera mematikan aliran listrik menyeluruh yang ada di rumahnya. Sang suami yang sedang tidak jauh berada di kisaran rumah tersebut berlari sembari berteriak bahwa rumahnya kebakaran.

Menyadari hal tersebut, Erni segera berlari keluar rumahnya tanpa sempat menyelamatkan barang-barangnya.

Kepala Disdamkartan, Amiluddin menjelaskan, bahwa pihaknya mendapatkan telpon pada pukul 11.45 wita dan segera menuju lokasi kebakaran.

“Yang sampai duluan pemadam dari kampung baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah tersebut berada di daerah perkampungan di atas laut, beruntung kayu yang kokoh masih dapat menahan beban mobil pemadam, sehingga tidak ada kendala dalam memadamkan api tersebut.

Karena cepat diatasi tidak ada rumah yang terdampak dan tidak ada korban jiwa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Antrian Solar di SPBU KM 3 Meresahkan, Dewan Minta Segera Ditertibkan

0
Antrian Solar di SPBU KM 3 Meresahkan, Dewan Minta Segera Ditertibkan
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyoroti antrian panjang yang sering terjadi SPBU KM 3. Truk-truk besar pengisi solar itu kerap mengular di Jalan Arif Rahman Hakim.

Pasalnya, ia kerap mendapatkan pesan dari orang tua murid yang anaknya bersekolah di SMAN 3, terkait kekhawatiran banyaknya mobil besar di wilayah sana.

“Meskipun bukan kewenangan kami, setidaknya kita harus ikut dalam tata kelola di sana dan dibicarakan dengan stakeholder yang bersangkutan,” ujarnya, Senin (29/7/24).

Ia berharap hal ini dapat segera didiskusikan dengan Dinas Perhubungan Bontang. Karena walaupun sudah beberapa kali ditertibkan, kondisi di wilayah tersebut tetap saja meresahkan karena dapat terjadi kemacetan dan kecelakaan.

“Sudah pernah ditertibkan oleh pihak kepolisian, ada baiknya kita turun tangan juga, karena nggak ada habisnya,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam