Beranda blog Halaman 736

Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir

0
Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir
AH saat kunjungan lapangan beberapa waktu lalu ke SDN 007 Guntung. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengingatkan pemkot, agar saat merancang perencanaan untuk relokasi SDN 007 Bontang Utara agar memperhatikan masalah banjir.

AH sapaannya menyebut, bahwa sekolah tersebut sudah harus segera dilakukan relokasi, mengingat bangunan sekolah semestinya menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pendidikan.

Namun Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan, sebelum pemerintah merelokasi harus menyiapkan master plan yang sesuai, didesain supaya bebas banjir.

“Master plan ini yang akan menjawab semuanya. Semisal di wilayah tersebut rawan banjir maka konstruksinya harus ditinggikan, jangan sampai sudah jadi baru terlihat kurang ini dan itu,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot Bontang menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare di RT 15 untuk SDN 007 Guntung dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih.

Pembangunan gedung baru dilakukan secara bertahap. Di 2023 ini, Basri memerintahkan Disdikbud Bontang untuk memulai pengerjaan dengan melakukan pemantapan lokasi, dan membuat master plan melalui APBD Perubahan tahun ini. (al/adv)

Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama

0
Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama
Tari Jepen yang ditampilkan pada HUT Kota Bontang tahun 2022 lalu (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang 23 Oktober mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan menyajikan Tari Jepen.

Sekretaris Disdikbud, Saparuddin menjelaskan, Tari Jepen ini rencana awalnya akan dilaksanakan oleh seribu lebih penari dari pelajar SMP dan SMA/SMK. Namun setelah melihat situasi, jumlahnya ditambah lagi.

“Jadi awalnya hanya 1.500 penari, sekarang kita tambah kuotanya menjadi 2000 penari, penambahan penari dikarenakan antusias pelajar yang tinggi,” jelasnya.

Tarian Jepen akan terus ada dalam event besar, karena tarian ini merupakan ikon dari Kota Bontang. Selain itu, nantinya tentu akan ada BCC untuk pelaksanaannya. Tentu akan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah kota (pemkot).

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang, Dasuki menjelaskan, untuk konsep akan sama seperti tahun lalu yakni ditampilkan saat upacara di Lapangan Bessai Berinta.

“Untuk konsep kita akan lakukan sama seperti tahun lalu, namun akan dikemas lebih meriah,” ujarnya.

Untuk daftar kegiatan ia belum bisa membocorkan, karena masih akan dilakukan pembahasan dan pematangan lebih lanjut terkait kegiatan yang akan dilaksanakan untuk HUT Kota Bontang.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban

0
Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban
Pemberian bantuan dari Wali Kota Bontang di salah satu lokasi kebakaran. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam waktu satu bulan, musibah kebakaran menimpa rumah-rumah di 3 lokasi yang berbeda.

Wali Kota Bontang, Basri Rase pun menyerahkan bantuan langsung di 3 lokasi tersebut, yakni Kelurahan Berbas Pantai, Tanjung laut Indah dan Gunung Telihan, Senin (11/9/23).
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara di tiap lokasi kebakaran, rata-rata disebabkan oleh korsleting listrik, dan keadaan rumah kosong yang sedang ditinggal pemiliknya.

Musibah tersebut dinilai merupakan kelalaian pemilik rumah, lantaran meninggalkan rumah dalam kondisi barang elektronik masih aktif atau terpasang pada saklar listrik.
“Mungkin barangnya sudah dalam kondisi tombol dimatikan, seperti kipas, tapi kalau tetap tercolok ke saklar itu tetap akan panas, akhirnya meledak dan terjadi kebakaran,” ujar wali kota.

Ia tidak bosan-bosannya menyampaikan, bahwa sesepele meninggalkan rumah kosong ke masjid saja bisa terjadi kebakaran. Kewaspadaan harus tetap ada, mengingat beberapa hari kemarin cuaca cukup panas dan terkadang angin kencang yang bahaya jika ada api.
“Rata-rata tidak ada aktifitas, tidak ada orang, kalau ada kebakaran di tempat tersebut terus tidak ada yang sadar bisa merambat, bahaya,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan di Kelurahan Tanjung Laut berterima kasih kepada Pemkot Bontang, yang telah memberikan bantuan kepada warganya.
“Kami akan makin berhati-hati, agar hal seperti ini tidak terjadi, juga kepada tetangga sekitar agar tidak lalai saat meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai

0

BONTANG – Kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Berbas Pantai, Sabtu (9/9/2023) sore.

Si jago merah melalap 4 rumah di Gang Melawai RT 20 Kelurahan Berbas Pantai sekira pukul 16.00 wita.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran terjadi. Berdasarkan penuturan tetangga korban bernama Iyas, penyebabnya diduga karena korsleting.

Tiga dari 4 rumah yang terbakar dalam kondisi kosong, karena pemilik rumah pergi bekerja.

“Saya gak tau pastinya karena rumah yang pertama kali terlihat api dalam kondisi kosong. Saya lagi santai-santai di belakang rumah terus lihat api sudah besar,” ujar Iyas.

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai
Kondisi rumah korban kebakaran pasca api berhasil dipadamkan. (Yusva Alam)

Saat mengetahui ada api yang sudah membesar itu, iyas langsung memanggil tetangga-tetangganya untuk memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran.

Dari pantauan media ini, sekira pukul 17.00 wita api sudah berhasil dipadamkan. Warga di sekitar lokasi kejadian membereskan barang-barang yang berhambur, setelah dipindahkan karena takut menjadi korban kebakaran.

Sementara itu, Lurah Berbas Pantai, Supriadi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, sebanyak 4 KK atau 8 jiwa menjadi korban kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

Selanjutnya pihaknya akan membuat posko bantuan bagi korban kebakaran. Lantaran ada 1 KK yang belum mendapat tempat mengungsi. Sementara 2 KK mengungsi di tempat anak-anaknya dan 1 KK lagi sudah mendapat rumah sewaan baru sebelum kebakaran terjadi.

“Perusahaan-perusahaan sudah ada yang menghubungi saya untuk memberikan bantuan bagi korban kebakaran,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Relokasi Butuh Waktu, Pemkot Diminta Perbaiki Dulu Sapras SDN 007 Guntung

0
Relokasi Butuh Waktu, Pemkot Diminta Perbaiki Dulu Sapras SDN 007 Guntung
SDN 007 Bontang Utara saat dikunjungi pemkot dan DPRD beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam meminta Pemkot Bontang melakukan langkah penanganan, sebelum relokasi Gedung Sekolah SDN 007 Bontang Utara (BU) dilakukan.

Andi Faiz sapaannya mengaku sangat setuju dengan langkah yang akan diambil Pemkot Bontang, untuk merelokasi sekolah negeri yang saat ini berlokasi di Kelurahan Guntung itu. Lantaran kondisi sarana prasarana (sapras) sekolah tersebut sangat miris.

Pemkot pun sudah merencanakan akan merelokasi sekolah tersebut, ke lahan yang masih di wilayah Kelurahan Guntung. Lahan yang rencananya akan dibuat tempat relokasi pun sudah menjadi milik Pemkot Bontang, sehingga pemkot tak perlu repot-repot mencari lahan baru.

Namun begitu, menurut Politisi Golkar ini, upaya relokasi tersebut akan memakan waktu lama. Lantaran masih dalam tahap perencanaan.

“Memang pemkot sudah setuju relokasi, tapi masih butuh waktu. Karena melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Karena itu dirinya meminta agar pemkot melakukan langkah penanganan terlebih dulu sebelum melakukan relokasi. Penanganan itu bisa dengan memperbaiki beberapa sapras yang bermasalah di sekolah tersebut. Sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah itu bisa tetap berjalan dengan baik.

“Sembari menunggu relokasi yang memakan waktu lama, pemkot harus memperbaiki beberapa sapras di sekolah itu. Jadi murid-murid di sana bisa belajar dengan tenang. Kan relokasinya masih butuh waktu bertahun-tahun,” pungkasnya. (al/adv)

Banyak Redup, Lampu Penerangan Jalan Kembali Disoal Anggota Dewan

0
Banyak Redup, Lampu Penerangan Jalan Kembali Disoal Anggota Dewan
Ilustrasi salahsatu lampu PJU di Bontang. (ist)

BONTANG – Minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di beberapa wilayah di Kota Bontang, Kalimantan Timur kembali disoal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, beberapa LPJU di Jalan W.R Soepratman  (sepanjang jalan Masjid Al-Hijrah), Kelurahan Tanjung Laut, sampai ke Kelurahan Berebas Tengah mulai banyak yang redup bahkan padam.

“Banyak lampu-lampu mulai redup, sekira 70 persen sudah padam. Tolong ini jadi perhatian bersama untuk diperbaiki,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Politisi Gerindra ini kembali menyoal masalah ini lantaran dirinya sering dikeluhkan masyarakat. Di kawasan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas akibat minimnya penerangan.

“Di situ jalan raya, banyak kendaraan melintas. Harus diperhatikan fasilitas umumnya. Saya harap Pemkot Bontang bisa segera menindaklanjuti keluhan masyarakat ini,” timpalnya.

Wali Kota Bontang Basri Rase menjawab masalah itu. Dikatakannya, lampu yang kerap mati tersebut biasanya disebabkan karena gangguan atau trouble. Dirinya pun mengaku akan segera menindaklanjuti terkait masalah tersebut.

“Aspirasi DPRD harus bisa diterima semua. Saya akan minta seluruh kepala dinas rapat penganggaran, terkait apa saja yang perlu jadi perhatian kepada masyarakat,” terangnya. (al/adv)

Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun

0
Tanpa Dana APBD Kapal Ro-Ro Berlayar Lagi, Dapat Kontrak Rp 5 M Selama 3 Tahun
Kapal Ro-Ro saat ditengok Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Direktur PT Bontang Transport, Abdul Malik, mengaku tidak menggunakan anggaran APBD Bontang untuk mengoperasikan kembali Kapal Ferry Bontang Ekspres II atau KM RoRo dengan rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi – Gilimanuk Bali.

Kapal RoRo yang sebelumnya kondisinya rusak parah dan tak laik berlayar, kini sudah bisa berlayar lagi sejak 16 Juli 2023. Dalam sehari, Kapal Roro mampu mengangkut penumpang kendaraan 15 kali trip dengan rute Ketapang-Gilimanuk.

“Sehari jalan dan sehari off. Tapi dalam sehari bisa 15 kali trip,” tutur Abdul Malik, kepada Media Kaltim, Jumat (8/9).

Menurutnya, untuk mengoperasikan kembali Kapal Ro-Ro, sejak dirinya dilantik Desember 2022, direksi PT Bontang Transport berusaha mencari pengelola yang tepat untuk mengoperasikan Kapal RoRo.

“Ini menjadi tantangan saya sejak dilantik. Saya beruntung didampingi direksi dan komisaris yang sangat paham dengan teknis kapal,” tuturnya.

Akhirnya, terpilih Eastern Pasific Shipping (EPS), perusahaan asal Jakarta. Sistem kerjasama yang dibangun dengan kontrak sewa selama 3 tahun dengan nilai Rp 5.040.000.000. Pembayaran dilakukan setiap tahun.

“Jadi setiap tahun nanti kita akan menerima Rp 1 miliar lebih. Dan secara operasional mereka semua yang menjalankan. Termasuk gaji standar UMK Banyuwangi, 24 karyawan kita di Kapal RoRo,” tuturnya.

PERBAIKAN RP 4 MILIAR DITANGGUNG PENGELOLA

Sebelum berlayar, jajaran Direksi telah menganalisa kerusakan Kapal RoRo. Termasuk melibatkan lembaga audit independen Bureau Veritas (BV) dari Perancis.

“Kami harus ambil keputusan berani. Karena hasil kunjungan kami, kapal ini bisa tenggelam bila tidak segera dilakukan perbaikan total. Nah benar saja, dari hasil rekomendasi BV, saat docking di galangan kapal Surabaya, baru terlihat, kondisi di bawah mesin sudah ada lubang dan hanya ditutupi kran. Bisa dibayangkan, bila ini tidak segera ditambal,” ungkapnya.

FOKUS BISNIS PELAYARAN

Abdul Malik mengatakan, dalam menjalankan usaha PT Bontang Transport, dirinya meminta perusahaan fokus dengan usaha pelayaran.

Tidak lagi terpecah dengan usaha lain, seperti pertamanan, bengkel, dan agen travel.

“Maka itu, begitu saya masuk, saya lihat dalam akte notaris, cukup banyak usaha yang dijalankan. Ada pelayaran, pertamanan, bengkel, dan agen travel. Saya minta core business hanya di pelayaran. Jadi sudah saya keluarkan dalam akte untuk jenis usaha lainnya,” bebernya.

Sementara aset-aset yang berkaitan dengan usaha di luar pelayaran, saat ini disimpan di gudang Loktuan. “Ada beberapa aset spare part mobil di gudang Loktuan. Saya tidak berani otak-atik,” tuturnya.

DOKUMEN KEDALUWARSA

Ada dua hal yang menjadi fokus Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik sebelum menjalankan kembali usaha pelayaran.

Yakni merekondisi kapal agar layak jalan dan memperbaiki seluruh dokumen kapal RoRo. Sebab, dokumen perizinan sudah kedaluwarsa. Surat Izin Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) terakhir 2016. Bahkan, tak memiliki dokumen keselamatan.

Padahal, kontrak kerja sama tengah berjalan dengan pihak penyewa sampai tahun 2022. “Jadi penyewa sebelumnya itu meminjam dokumen perusahaan lain untuk beroperasi,” ujarnya.

Dirinya pun bolak-balik ke Kementrian Perhubungan Darat untuk mengurus seluruh dokumen kapal. “Aturan dari Kementrian Perhubungan Darat, untuk yang mengurus dokumen, bukan atas penyewa, tapi yang punya kapal. Saya pun harus bikin surat pernyataan di atas materai di Kementrian, agar tak lagi mengulang kesalahan masa lalu,” bebernya. “Jadi semua sekarang ini seperti membangun usaha dari awal lagi,” sambungnya.

BERSIAP BELI KAPAL LAGI TANPA APBD

Direktur PT Bontang Transport Abdul Malik optimistis bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyusul beroperasinya Kapal RoRo.

Hanya, dirinya belum berani mematok berapa PAD yang akan disumbang dari Bontang Transport.

“Saya belum berani bicara angka. Karena ini seperti memulai bisnis baru tanpa ditunjang lagi APBD,” tuturnya.

Namun dari kerjasama dengan PT Eastern Pasific Shipping (EPS), sudah ada gambaran pendapatan yang akan diperoleh dari operasional Kapal RoRo. Namun ini belum operasional lainnya.

“Karena ketika kami dilantik, Pak Wali sudah menyampaikan, bahwa Direksi diminta mencari gaji sendiri. Prinsipnya kami akan berusaha dari usaha pelayaran yang kami jalankan ini,” tuturnya.

Apakah tidak terpikir untuk membeli kapal lagi? Ia mengakui ada keinginan membeli kapal, namun dirinya masih akan mengevaluasi dalam satu atau dua tahun ke depan.

“Kita lihat dalam satu atau dua tahun ini. Yang jelas, kalaupun membeli kapal, tidak menggunakan APBD. Kami hanya minta support dari pemerintah dari sisi kebijakan dan lainnya,” sebutnya.

Rute yang saat ini potensial adalah jalur Ketapang Banyuwangi – Lembar Lombok. “Kalau jalur Ketapang-Gilimanuk sudah ditutup. Rute-rute yang potensial ini juga hasil diskusi kami dengan Kementrian Perhubungan Darat,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Agus Susanto

Siapkan SDM Unggul Berkompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Program Vokasi Industri dan Magang Bersertifikat

0

PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR (Pupuk Kaltim) kembali menggelar dua program pendidikan dalam mendorong peningkatan kapasitas sumberdaya manusia di Indonesia. Diantaranya program Pendidikan Vokasi Industri setara Diploma 1 dan Diploma 3, serta Magang Studi Independen Bersertifikat (MISB) Kampus Merdeka. Program yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah Indonesia ini dilaksanakan secara serentak, dimulai Senin (4/9/2023).

Direktur Operasi & Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta, mengungkapkan program vokasi industri setara Diploma 1 dan 3 ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang andal dan terampil sesuai kebutuhan industri, khususnya pengembangan kompetensi generasi muda di kawasan timur Indonesia.

Program ini selaras dengan semangat Pupuk Kaltim dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, yang diimplementasikan melalui pengembangan kapasitas masyarakat agar siap masuk dunia kerja.

Pada program ini Pupuk Kaltim bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), melalui Politeknik ATI Makassar untuk jenjang setara Diploma 1 dan Politeknik Industri Petrokimia Banten untuk jenjang Diploma 3.

“Pengembangan program pendidikan vokasi sekaligus upaya Pupuk Kaltim mendukung transformasi bisnis perusahaan dalam menghadapi era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA),” ujar Hanggara.

Dijelaskannya, jenjang setara Diploma 1 akan ditempuh selama dua semester dengan program studi Teknik Pengelasan, sedangkan setara Diploma 3 berlangsung enam semester pada program studi Teknologi Proses Industri Petrokimia.

Para peserta yang mendapat kesempatan tahun ini sebanyak 60 orang, masing-masing 30 peserta untuk tiap jenjang pendidikan. Seluruhnya berasal dari berbagai wilayah timur Indonesia, yakni Bontang, Fakfak Papua Barat, Ternate dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pendidikan vokasi dilaksanakan dengan komposisi materi link and match sesuai kebutuhan industri. Para peserta akan dibekali teori hingga praktik dunia industri di Pupuk Kaltim, utamanya bidang instalasi dan perbaikan peralatan kelistrikan, serta proses pengelasan peralatan pabrik,” terang Hanggara.

Selain memperoleh ijazah setara Diploma 1 dan 3, seluruh peserta yang dinyatakan kompeten juga akan mendapatkan sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), berdasarkan hasil uji kompetensi sesuai bidang ilmu.

“Disamping itu seluruh peserta juga akan menerima Sertifikat Praktik Kerja Industri (Prakerin) dari Pupuk Kaltim, sebagai bentuk pengakuan telah mengikuti pendidikan selama waktu yang ditentukan sesuai program studi masing-masing,” lanjut Hanggara.

Sementara untuk program MSIB Kampus Merdeka yang tahun ini telah memasuki batch kelima, Pupuk Kaltim menerima 32 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruhnya disaring berdasarkan sistem seleksi, dari total 1.308 pendaftar.

Program MSIB berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2023, dengan metode pelaksanaan kegiatan berbasis project. Dimana para mahasiswa dituntut melakukan manajemen waktu untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, agar project yang disiapkan selama program bisa selesai tepat waktu.

“Para peserta akan ditempatkan di berbagai unit kerja Pupuk Kaltim, untuk menyelesaikan total 21 project yang telah disiapkan bersama profesional mentor dari karyawan perusahaan,” lanjut Hanggara.

Program MSIB merupakan kolaborasi Pupuk Kaltim dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia di Indonesia.

Terlebih di era yang kian kompetitif, sumber daya manusia adaptif dan terampil sangat dibutuhkan, dengan penguasaan soft skills yang didukung kompetensi mumpuni pada spesifikasi bidang tertentu.

Hal ini menjadi perhatian Pupuk Kaltim, dimana mahasiswa yang masih duduk di bangku perkuliahan perlu mulai memperlengkapi diri dengan kemampuan relevan, sebagai syarat untuk menjadi SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global.

“Maka dari itu MSIB menantang mahasiswa Indonesia untuk dapat berinovasi, berkreasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga bisa menjadi pribadi yang mandiri dan unggul di berbagai sektor,” tutur Hanggara.

Dirinya pun berpesan agar seluruh peserta dari dua program tersebut dapat memanfaakan kesempatan ini dengan baik, untuk menimba pengetahuan sekaligus pengalaman dunia industri sebagai bekal kompetensi diri guna meningkatkan daya saing dalam menghadapi pasar kerja kedepan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar berbagai ilmu dan kemampuan sesuai bidang yang dimiliki. Semoga seluruh peserta nantinya dapat meningkatkan inovasi maupun keterampilan selama menjalani pendidikan,” pungkas Hanggara. (adv)

Pemilik Tak Curiga Ada Asap, Warung Makan Nyaris Dilalap Api

0
Pemilik Tak Curiga Ada Asap, Warung Makan Nyaris Dilalap Api
Kondisi warung makan di samping TKP kebakaran Perempatan RSUD Taman Husada setelah terkena jilatan api. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Kebakaran yang terjadi pada bangunan bekas bengkel di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya dekat simpang empat RSUD, Jumat (8/9/23) sore, nyaris ikut membakar warung makan tepat di sampingnya.

Melinda pemilik warung tersebut mengatakan, awalnya hanya membiarkan asap yang ia lihat sembari melayani pembeli. Ia tidak curiga karena biasanya ada saja orang yang melakukan aktivitas bakar-bakar.

“Biasa memang orang sini kalau sore bakar-bakar, jadi nggak curiga,” jelasnya.

Namun, saat ia masuk ke bagian rumahnya yang lain asap sudah mengepul, dan saat melihat ke samping rumahnya tersebut, terdapat api yang keluar dari bangunan yang terbuat dari kontainer.

“Karena panik saya angkat berkas-berkas di lemari dan bangunin anak untuk keluar dari rumah,” ujarnya

Pujianto, sang suami yang melihat kejadian tersebut mencoba menggedor pagar yang terbuat dari seng penutup wilayah tersebut, untuk memanggil orang yang tinggal di dalamnya.

“Syukur yang tinggal di dalam sadar, soalnya tempat kami kalau kena bahaya juga, karena rumah dari kayu,” tambahnya.

Dari pengamatan Radarbontang.com di lapangan, api sempat membakar sedikit gerobak dan tembok luar warung tersebut.

Pemilik warung belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang dialaminya, namun untuk sementara warung tersebut harus dibenahi.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Bangunan Bekas Bengkel di Perempatan RSUD Terbakar

0
Bangunan Bekas Bengkel di Perempatan RSUD Terbakar
Kondisi bangunan bekas bengker pasca terbakar. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Telah terjadi kebakaran di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya dekat dengan Simpang Empat RSUD Taman Husada, Jumat (8/9/23) sore.

Kebakaran terjadi sekira pukul 16.15 wita. Api membakar salah satu bangunan yang menurut keterangan dari Amiluddin, Kepala Disdamkartan Bontang adalah sebuah bengkel yang sudah lama tidak beroperasi.

“Dari yang dilihat di TKP terdapat banyak drum yang berisi oli bekas, dan juga ada solar dan bahan-bahan lainnya, jadi ini bekas bengkel,” ujarnya.

Saat pemadam tiba di lokasi api sudah membesar dan berhasil dipadamkan.  Disdamkartan menurunkan 3 unit supply, 2 unit fire dan 1 unit rescue.

Di dalam bengkel tersebut terdapat rumah yang berjarak beberapa meter dari bangunan yang terbakar, namun masih satu lahan dan ditempati oleh adik pemilik bekas bengkel tersebut bernama Imne.

Diceritakan Imne, awalnya ia mendengar suara ledakan. Merasa tidak wajar, Imne pun mengecek keluar rumah.

“Pas keluar rumah sudah terbakar. Di dalam situ memang banyak oli bekas, dan masih ada aliran listrik juga, tapi belum tahu pasti penyebabnya api,” jelasnya.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun api hampir melahap warung makan yang terdapat persis di samping bangunan tersebut.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam