Beranda blog Halaman 737

PPTI Ranting Dilantik, Siap Bantu Tangani TBC

0
PPTI Ranting Dilantik, Siap Bantu Tangani TBC
Pelantikan anak cabang dan cabang ranting PPTI (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Pelantikan anak cabang dan cabang ranting Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) yang merupakan mitra dari puskesmas untuk membantu penanggulangan TBC di tingkat kelurahan dan kecamatan, dilaksanakan Jumat (8/9/23) di Auditorium 3 Dimensi.

Penanggulangan TBC mengutamakan aspek promotif dan pencegahan, tanpa mengabaikan aspek pengobatan dan grafitatif yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, serta kematian.  Ini untuk menurunkan dan mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak negatif yang timbul akibat tuberkolosis.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Bontang, sekaligus langkah untuk  penurunan kasus dengan mengunjungi lapas, pesantren, dan daerah-daerah yang sulit dijangkau. Bekerjasama dengan PPTI juga melakukan pengecekan ke wilayah pesisir seperti Gusung, Malahing dan Tihi-tihi.

“Pelayanan Tuberkolosis termasuk dalam standar pelayanan minimal, yang artinya cakupannya harus 100 persen,” ujar Muhammad Ramsi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Diketahui pada tahun 2022 lalu, kasus TBC di Bontang mencapai 716 kasus, termasuk TBC anak. Kemudian pada tahun 2023 hingga bulan September ini sudah ada 504 kasus. Untuk terduga TBC sebanyak 4.806. Di sinilah peran PPTI Bontang menjaring mereka dengan layanan yang sudah disediakan.

Indikasi terduga TBC adalah orang yang pernah kontak dengan mereka yang sudah terkena TBC, untuk melakukan konsultasi bisa dilakukan di puskesmas serta rumah sakit dan ditanggung oleh BPJS.

“Kasus-kasus di Bontang ini adalah kasus yang masih dalam pengobatan, karena pengobatan kurang lebih membutuhkan waktu selama 6 bulan,” jelasnya.

Ketua PPTI Kota Bontang, Hapidah menjelaskan, hal ini berguna untuk menaikan derajat kesehatan di Bontang.

“Semoga teman-teman yang dilantik hari ini benar-benar bisa membantu pemerintah dalam penemuan kasus, agar cepat diobati,” ungkapnya.

Penyuluhan hingga merujuk pasien terduga TBC dan memberikan pendampingan pasien yang diobati, agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh.  Selain itu juga berupaya memfasilitasi santunan bagi pasien TBC yang kurang mampu sesuai dengan kemampuan organisasi.

“Dari 504 kasus di Kota Bontang terdapat 5 kelurahan tertinggi, yaitu Loktuan, Gunung. Elai, Berbas Tengah, Bontang Kuala dan, Tanjung Laut,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Wujudkan Visi, Perlahan Wilayah Pesisir Bakal Diubah Jadi Objek Wisata

0
Wujudkan Visi, Perlahan Wilayah Pesisir Bakal Diubah Jadi Objek Wisata
Kampung Tihi-tihi salahsatu kampung di wilayah pesisir Bontang. (ist)

BONTANG – Seluruh wilayah pesisir Bontang memiliki potensi wisata, karenanya Pemkot Bontang harus mengelolanya dengan baik agar wujudkan visinya menjadikan Bontang sebagai kota wisata ke depannya. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023) lalu.

Menurutnya, wilayah pesisir Bontang tak hanya Malahing saja yang berpotensi wisata, namun kampung-kampung di atas air lainnya pun juga punya potensi yang sama. Tinggal bagaimana pemkot bisa melihat berbagai macam keunggulan di masing-masing kampung tersebut.

“Setiap kampung punya keunggulan produk yang memiliki ciri khas daerahnya masing-masing, itu harus dimaksimalkan. Sehingga kalau ada yang datang ke masing-masing kampung itu, akan mendapatkan kearifan lokalnya,” ujarnya kepada awak media.

Dikatakannya, pemkot sudah tepat dengan visinya menjadikan Bontang sebagai kota wisata. Saat ini perlahan visi tersebut mulai diwujudkan. Setelah berhasilnya Malahing juara III nasional ADWI tahun 2023 dari Kemenparekraf RI, sekarang pemkot melalui Dispopar berencana mengubah Pulau Gusung menjadi objek wisata.

Namun ditambahkannya, semua itu perlu proses. Tidak bisa ujug-ujug terwujud. Saat ini Pemkot Bontang masih dalam tahap perencanaan untuk mengubah wilayah pesisir menjadi objek wisata.

“Kemarin Dispopar sudah buat perencanaannya. Di anggaran murni tahun depan kita lihat berapa yang bakal diajukan. Tentu bertahap lah kita perbaiki saprasnya. Karena tidak mungkin semua APBD itu kita fokuskan hanya untuk ke pesisir. Kita juga perlu untuk kesejahteraan masyarakat yang lain,” pungkasnya. (al/adv)       

Rumah Kontrakan Kosong di Tanjung Laut Terbakar

0
Rumah Kontrakan Kosong di Tanjung Laut Terbakar
Petugas damkar berusaha memadamkan api. (ist)

BONTANG – Kebakaran kembali terjadi di salah satu rumah kontrakan di Jalan KS Tubun, Gang Kol 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kamis (7/9/2023) sekira pukul 10.00 wita.

Salah seorang saksi mengungkapkan, awalnya ia melihat kepulan asap keluar dari rumah petakan korban.

“Mulanya saya mencium bau gosong, begitu keluar rumah saya lihat ada kepulan asap di salah satu rumah kontrakan,” ungkapnya mengutip dari Polresbontang.com.

Iapun berteriak kepada warga sekitar dan bersama sama mendobrak pintu rumah korban, serta menghubungi Dinas Pemadam kebakaran.

Lebih lanjut saksi mengatakan, saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong.

”Sudah kurang lebih 1 bulan sejak istrinya meninggal, rumah tersebut tidak ditempati. Tetapi barang-barangnya masih ada di dalam,” jelasnya.

Sekira 30 menit api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar. Sementara  untuk penyebab kebakaran, diduga berasal dari konsleting listrik stop kontak mesin cuci dan kulkas yang terpasang pararel.

Editor: Yusva Alam

Malahing Juara III Nasional, Andi Faiz: Jangan Berhenti Merawat, Tingkatkan Sapras!

0
Malahing Juara III Nasional, Andi Faiz: Jangan Berhenti Merawat, Tingkatkan Sapras!
Kampung Malahing harus terus dirawat agar nuansa wisata tetap terjaga. (ist)

BONTANG – Perhatian kepada Kampung Malahing harus terus dilakukan. Jangan sampai berhenti pasca menorehkan prestasi juara 3 nasional. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023).

Diketahui, Malahing baru saja meraih Juara III Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023 kategori desa wisata maju dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Dengan raihan prestasi tersebut, Andi Faiz berharap kepada Pemkot Bontang dan para stakeholder agar tidak berhenti mengucurkan perhatiannya kepada warga Malahing. Justru dengan prestasi itu harus semakin memicu untuk meningkatkan sarana prasarana di sana.

“Saya kira sangat gampang untuk mengejar target sebagai salahsatu nominasi desa wisata terbaik. Namun PR nya kita sekarang justru bagaimana merawat Malahing ke depan. Jangan sampai setelah dapat penghargaan ini putus sudah perhatian kita kepada Malahing,” ungkapnya kepada awak media.

Politisi Partai Golkat itu takut, kalau perhatian sudah putus ke kampung di atas air itu, orang-orang akan kapok datang lagi ke Malahing. Lantaran tidak ada lagi nilai lebih yang bisa dilihat dari Malahing.

“Takutnya setelah juara kalau saprasnya gak diperhatikan, pengunjung sudah jera datang lagi. Padahal mindset awalnya orang-orang tau kalau Malahing itu indah, juara nasional. Malah kapok datang lagi karena semua keindahan itu makin memudar,” bebernya.

“Saya harap dengan prestasi ini bisa lebih memacu pemkot dan stakeholder yang ada, untuk meningkatkan seluruh sapras masyarakat yang lebih baik lagi di sana,” pungkasnya. (al/adv)

Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?

0
Vaksinasi HPV Digalakkan, Cukupkah Lindungi Generasi Masa Depan?
Fitri Mulyani, Amd. (ist)

Oleh:

Fitri Mulyani, Amd

Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Sosial

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Seringkali kita mendengar slogan itu. Mencegah jauh lebih murah, tidak perlu keluar banyak biaya, tidak kehilangan waktu produktif, tidak merasa sakit, sedih dan khawatir.

Data dari laman web kementerian kesehatan, diketahui bahwa Kanker Serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. (22/7/2022)

Seperti diberitakan Radar Bontang.com bertajuk “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV,” Launching pelaksanaan vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23).

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu.

Adi Permana, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, menjelaskan, vaksinasi HPV ini diperuntukkan mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi.

Pemegang program kanker Dinkes Bontang, Irma menjelaskan kalau ada warga Bontang yang terkena kanker serviks stadium 1 dan 2 masih bisa datang ke puskesmas untuk melakukan Cryoterapi Serviks di Puskesmas Bontang Selatan 1, Puskesmas Bontang Utara 1, dan Puskesmas Bontang Utara 2. Dikatakan untuk pengobatannya bisa pakai BPJS, tapi kalau sudah kanker stadium 3 dan 4 sudah tidak bisa, harus kemoterapi.

Risiko Kanker Serviks Akibat Seks Bebas

Bahaya seks bebas bisa meningkatkan risiko kanker serviks di kemudian hari. Infeksi oleh human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, serta sel-sel yang melapisi alat kelamin, anus, mulut, dan tenggorokan. Human papillomavirus menular melalui aktivitas seksual, termasuk seks vaginal, anal, dan bahkan oral.

Namun sayangnya perhatian pemerintah tidak bertumpu pada pencegahan seks bebas termasuk aktivitas seksual menyimpang yang nyatanya menjadi penyumbang terbesar meningkatnya resiko kanker serviks. Pandangan hidup sekuler liberal telah mempengaruhi kehidupan masyarakat yang bebas tanpa batas. Selama ada hasrat, suka sama suka, dan tidak ada aduan, maka perzinaan bebas dilakukan.

Seolah membuang-buang anggaran untuk vaksin kanker serviks ini, solusi tidak sampai ke akar masalah. Karena sistem kehidupan sekuler liberal inilah yang menjadi biangnya. Mencegahnya dengan vaksin HPV tentu tidak salah sebagai salah satu langkah, namun itu tidak cukup.

Jangan sampai bidang kesehatan digenjot terus untuk mengatasi penyakit, namun mengabaikan akar persoalannya. Pandangan hidup yang salah, penyimpangan seksual, pergaulan bebas butuh untuk diatasi bahkan dihilangkan untuk memutus faktor risiko kanker serviks ini. Mengingat pembiayaan kesehatan hari ini melalui BPJS menjadi makin rumit dan banyak penyakit yang tidak bisa di tanggung. Alhasil biaya kesehatan akan menjadi makin mahal.

Cara Islam Menangani Penyakit Kanker Serviks

Prinsip layanan kesehatan dalam Islam ada tiga, di antaranya: Pertama, negara menjamin layanan kesehatan bagi seluruh rakyat tanpa pandang bulu.

Kedua, biaya layanan kesehatan juga ditanggung negara. Negara wajib mengelola harta milik rakyat berupa sumber daya alam dari hulu ke hilir. Negara harus mengambil peran dalam pengelolaan SDA dengan amanah dan profesional, kemudian hasilnya didistribusikan kepada rakyat, salah satunya berupa layanan kesehatan.

Ketiga, administrasi pelayanan kesehatan mudah, cepat, profesional, dan amanah. Penanganan pasien harus diutamakan apalagi yang sangat darurat. Tidak ada alasan menunggu keluarga pasien atau menunggu penyelesaian administrasi terlebih dahulu.

Islam juga memiliki aturan syariat yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan penyakit kelamin lainnya. Dengan pilar pelaksananya individu, masyarakat dan negara.

Islam memerintahkan individu muslim menghiasi dirinya dengan ketakwaan (QS al-Ahzab[33]: 70). Menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitabnya an Nizham al ijijtima’iy fii al Islam, tatkala seorang muslim memiliki sifat takwa, pasti ia akan takut kepada Allah SWT, akan mendambakan surga-Nya, sekaligus sangat ingin meraih keridaan-Nya. Sehingga memalingkannya dari perbuatan mungkar dan akan menghalanginya dari kemaksiatan kepada Allah SWT seperti berzina.

Selanjutnya, masyarakat wajib memelihara peraturan Islam tersebut dengan mempelajari dan mengajarkan ke anggota masyarakat lainnya, serta beramar makruf nahi mungkar. Amar makruf nahi mungkar kepada pemerintah adalah dengan cara mengoreksinya apabila lengah tidak menetapkan dan melaksanakan peraturan sesuai ketetapan syariat Islam.

Masyarakat juga senantiasa beramar makruf nahi mungkar sesama anggota masyarakat. Kewajiban amar makruf nahi mungkar ini sesuai firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Kemudian tugas dan tanggung jawab negara yang ditetapkan Islam.

1) Negara wajib menyelenggarakan pendidikan berbasis akidah Islam dan mengajarkan pengetahuan hukum syariat kepada peserta didik. Sistem pendidikan berbasis akidah ini akan melahirkan individu yang kuat imannya, penuh ketakwaan pada Allah SWT, dan sungguh-sungguh dalam beramal ketaatan.

2) Negara wajib menerapkan sistem pergaulan Islam. Yakni yang akan memberlakukan ketentuan syariat dalam interaksi di masyarakat. Seperti kewajiban menutup aurat, larangan khalwat, larangan ikhtilat tanpa hajat syar’i, dll. Negara juga wajib menyediakan Qadli hisbah yang akan bertugas di tempat-tempat umum untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum. Jika ada kasus pelanggaran, maka petugas ini akan segera menyampaikan sanksi sesuai ketentuan hukum syara’.

3) Negara wajib menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Di antaranya memastikan kepala keluarga memiliki pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya. Dalam kondisi ini, para ibu tidak akan dituntut ikut bekerja. Mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan peran utama sebagai ibu pendidik anak-anaknya. Juga akan hadir mendampingi dan menjaga mereka dari setiap ancaman bahaya.

Negara wajib memastikan tidak adanya konten-konten media yang merusak akidah dan merusak akhlak masyarakat. Seperti kemusyrikan, sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme), juga pornografi dan pornoaksi. Negara pun akan bertindak cepat memberi sanksi pada siapa pun yang melanggar.

4) Negara menerapkan sanksi tegas sesuai ketentuan syariat terhadap pelaku maksiat.

Pelanggaran berupa zina akan dikenakan sanksi rajam bagi pelaku yang sudah pernah menikah, dicambuk dan diasingkan untuk pelaku yang belum pernah menikah. Pembuat dan penyebar konten-konten porno akan diberikan sanksi ta’zir yang jenisnya ditentukan berdasarkan pendapat Khalifah.

Itulah gambaran penerapan Islam kaffah yang mampu melindungi dan menyelamatkan generasi dari gaul bebas dan penyakit kelamin termasuk kanker serviks.

Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru

0
Tuduh Tetangga Ambil Kalung Anak, Dua IRT di Berbas Tengah Berseteru
Perselesihan dua IRT di Berbas Tengah berhasil diselesaikan dengan jalan kekeluargaan. (ist)

BONTANG – Terjadi perselisihan antara dua ibu rumah tangga di daerah Berbas Tengah. Bahkan perseteruan itu hingga ke ranah dunia maya. Namun pihak kepolisian berhasil menyelesaikan perkara tersebut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Bhabinkamtibmas Berbas Tengah Aiptu Rudiantoro menuturkan, kejadian berawal seorang wanita berinisial JT menuduh tetangganya SR mengambil kalung milik anaknya seberat 2 gram di Jalan WR Soepratman, Berbas Pantai, pada Selasa 5 September 2023 sekira pukul 08.30 wita.

Berdasarkan hal tersebut SR merasa keberatan, karena apa yang dituduhkan kepadanya tidak disertai dengan bukti, apalagi disebarkan di medsos.

“Ia keberatan dan melaporkan ke kami,” ungkapnya dikutip dari Polresbontang.com.

“Tapi Alhamdulillah berhasil kita selesaikan dengan kekeluargaan,” jelasnya.

Keduanyapun sepakat berdamai, usai dilakukan mediasi secara kekeluargaan Rabu (6/8/2023) pukul 07.30 wita. Dengan membuat surat kesepakatan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Sudah saling memaafkan, sebetulnya mereka masih ada hubungan kerabat,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

Korban Sengatan Listrik di Telihan Lewati Masa Kritis

0

BONTANG – Saat ini kondisi dari pekerja bangunan yang tersengat listrik bertegangan tinggi, Rabu (6/9/2023) kemarin saat bekerja sudah melewati kondisi kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh redaksi, Kamis (7/9/23) ini korban berhasil melewati masa kritisnya.

Korban mengalami luka bakar sebanyak 40 persen, hal tersebut diungkapkan Dr. Tirta Ratna Pramita, Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian RSUD Taman Husada Bontang

“Korban telah melakukan operasi dan sudah sadarkan diri pada pukul 11.30 wita Rabu kemarin,”

Korban saat ini mengalami elektrolit atau gangguan yang biasa terjadi pada korban yang tersengat listrik seperti seperti detak jantung yang tidak teratur, diare, kram otot, tubuh lemas, dan kejang.

“Luka bakarnya meliputi seluruh ketebalan dermis dan epidermis di bagian dada, leher, tangan dan kaki,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak RSUD melakukan  pemantauan kondisi korban yang kini berada di ruang ICU karena masih bisa terjadi infeksi, terganggunya pernapasan dan bengkak. Korban juga mengalami patah di bagian panggul kanan.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di salah satu bangunan rumah tepatnya di Jalan Soekarno Hatta RT 20 Kelurahan Gunung Telihan pada Rabu (7/9/23) kemarin.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi melalui Kasi Humas Polres Bontang Iptu Lilik Tribudiasih mengatakan, korban yakni MS (41) tahun diketahui sedang melakukan aktivitas pemasangan baja ringan yang berada di bagian atas, dekat dengan kabel listrik.

Setelah tersetrum, muncul sebuah ledakan, korban pun terjatuh dari ketinggian 6 meter, hal tersebut dilihat oleh rekan korban.

“Akibat dari itu, korban mengalami luka bakar sekujur tubuh,” jelasnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Andi Faiz Dukung Polisi Berantas Oknum Penimbun di Tengah Isu Kenaikan BBM

0
Andi Faiz Dukung Polisi Berantas Oknum Penimbun di Tengah Isu Kenaikan BBM
Ilustrasi SPBU di Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menyoroti isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini tengah terjadi. Kondisi ini berdampak tidak hanya mengularnya antrian di beberapa SPBU, namun juga kembali munculnya oknum-oknum penimbun dan pengetap BBM.

Menurut Politisi Partai Golkar tersebut, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menangani oknum-oknum pengetap dan penimbun BBM itu sudah tepat. Lantaran polisi sudah melakukan pengawasan dengan ketat dan ada tindakan tegas langsung, saat mengetahui ada oknum yang ketahuan mengetap maupun menimbun.

“Memang kondisi saat ini mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melakukan penimbunan. Semoga dengan apa yang dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu lalu, dengan menangkap pelaku penimbunan BBM memberikan efek jera,” ujarnya usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (4/9/2023).

Namun begitu menurutnya, upaya untuk menghilangkan oknum-oknum pengetap dan penimbun ini memang agak sulit dan tidak bisa semuanya diberantas. Lantaran berdampak pada piring nasi masyarakat.

Baginya, para pedagang-pedagang bensin eceran di pinggir jalan itu kondisi khusus dan masih bisa ditoleransi. Karena para pedagang bensin eceran masih mengambil harga yang wajar saat menjual bensin.

“Selama masih batas kewajaran, artinya selama masih menimbun dan mengambil dengan harga wajar, saya kira wajar aja karena hal itu dilakukan untuk piring nasi, bisa ada pengecualian,” ungkapnya. (al/adv)

Inflasi Dampak Kenaikkan Harga BBM, Andi Faiz Sarankan Pemkot Buat Standar Acuan Harga

0
Inflasi Dampak Kenaikkan Harga BBM, Andi Faiz Sarankan Pemkot Buat Standar Acuan Harga
Ilustrasi pasar. (ist)

BONTANG – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berdampak ke beberapa sektor, salahsatunya kenaikan harga bahan pokok seperti beras. Kondisi inflasi ini pun dikeluhkan masyarakat yang mulai terdesak dengan himpitan ekonomi.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam mengatakan, bahwa upaya Pemkot Bontang dalam mengendalikan inflasi selama ini dirasa sudah cukup. Lantaran pemkot dalam hal ini Diskop UKMP sudah melakukan yang seharusnya dilakukan untuk mengontrol inflasi.

Tim monitoring inflasi daerah selalu memantau harga pasar. Apabila terjadi kenaikan harga akan mengupayakan untuk menggelar operasi pasar murah. “Saya rasa inflasi di Bontang termonitoring dengan baik. Ketika ada indikasi kenaikan harga, tim dari Diskop UKMP segera turun untuk monitoring dan menormalkan harga-harga,” beber Andi Faiz.

Namun begitu menurutnya, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan oleh Pemkot Bontang, yaitu membuat standar harga. Pemkot harus membuat standar acuan atau harga kewajaran dari yang namanya dampak kenaikkan BBM.

“Hal itu supaya tidak membunuh pelaku usaha dan tidak mencekik masyarakat yang membeli, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat bisa tetap berjalan,” pungkasnya. (al/adv)

Kuli Bangunan Kesetrum Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar

0
Kuli Bangunan Kesetrum Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar
MS mendapat perawatan di RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Seorang pekerja bangunan mengalami kejadian mengenaskan. Kuli bangunan itu tersetrum listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja, Rabu (6/9/2023) sekira pukul 08.30 wita pagi.

Akibat insiden itu, kuli bangunan yang juga warga Gunung Telihan itu mendapat luka bakar.

Dijelaskan Kapolres Bontang, AKPB Yusep Dwi melalui Kapolsek Bontang Barat Iptu Lukito, pria berinisial MS 41 tahun itu jatuh dari ketinggian 6 meter saat memasang baja ringan. Kemudian baja tersebut mengenai kabel listrik hingga akhirnya muncul sebuah ledakan.

“Korban terbakar sekujur tubuh, dan langsung terjatuh dari atas bangunan itu, dilihat sama saksi alias rekannya,” ujar Iptu Lukito dikutip dari situs Polresbontang.com.

Kini korban mengalami koma dan sudah menjalani tindakan operasi di RSUD Taman Husada Bontang.

“Kita tunggu perkembangan selanjutnya ya, korban masih menjalani perawatan medis,” katanya.

Editor: Yusva Alam