BONTANG – Terdapat 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang paling diminati di Kota Bontang, didominasi oleh jenis usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman.
“Survei itu kita ambil dari yang diterbitkan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA),” jelas Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Data ini terhitung sejak 4 Agustus 2021 hingga 16 Oktober 2023. Dengan jumlah usaha terbanyak adalah 638 usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman, kemudian yang kedua sebanyak 261 industri kerupuk, kripik, peyek, dan sejenisnya, ketiga sebanyak 259 berupa rumah atau warung makan.
Kemudian yang keempat sebanyak 253 usaha perdagangan besar alat tulis dan gambar, dan yang terakhir sebanyak 235 usaha penyediaan jasa boga periode tertentu.
“Data ini bisa terus bertambah dengan banyaknya warga yang hampir setiap hari mengurus usaha mereka,” tutupnya (sya/al/adv)
BONTANG – Para pelaku usaha di Bontang telah memiliki kesadaran untuk mengurus legalitas usaha. Lantaran memahami pentingnya memiliki legalitas usaha tersebut. Hal itu diungkapkan Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan.
Santi mengungkapkan, bahwa setiap pelaku usaha di Kota Bontang secara sadar telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), karena mereka sadar dengan memiliki legalitas maka usaha mereka akan lebih diakui.
“Para pelaku usaha ini sadar pentingnya NIB untuk usaha mereka, kalau sudah memiliki NIB maka usaha mereka akan terdaftar di OSS-RBA,” ujarnya.
Berdasarkan survei yang diterbitkan oleh Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), terdapat 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang paling diminati di Kota Bontang, didominasi oleh jenis usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman.
Data ini terhitung sejak 4 Agustus 2021 hingga 16 Oktober 2023. Dengan jumlah usaha terbanyak adalah 638 usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman, kemudian yang kedua sebanyak 261 industri kerupuk, kripik, peyek, dan sejenisnya, ketiga sebanyak 259 berupa rumah atau warung makan.
Kemudian yang keempat sebanyak 253 usaha perdagangan besar alat tulis dan gambar, dan yang terakhir sebanyak 235 usaha penyediaan jasa boga periode tertentu.
“Data ini bisa terus bertambah dengan banyaknya warga yang hampir setiap hari mengurus usaha mereka,” tutupnya (sya/al/adv)
BONTANG – Ada beberapa penyebab masih banyaknya bangunan di Bontang yang saat ini belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Berikut penjelasannya dipaparkan oleh Jabatan Fungsional (Jabfung) Penata Perijinan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Idrus.
Diketahui, sebanyak 30 persen bangunan di Kota Bontang belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“30 persen itu sudah berupa bangunan yang biasanya direnovasi atau alih fungsi dari rumah menjadi toko, atau tipe bangunan awalnya tipe 35 diperluas menjadi tipe 45,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bahwa kepengurusan tersebut sering terlambat dilakukan karena dulu saat akan membangun mereka hanya mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang persyaratan biaya retribusi sebesar Rp 600 ribu dan biaya desain bangunan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, terganti dengan tipe bangunannya.
“Dulu pas masih IMB, yang desain bangunan itu bebas, tidak perlu arsitektur juga tidak apa, lebih murah dan gampang ngurusnya,” ujarnya.
Namun semenjak adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 16 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, IMB diubah menjadi PBG yang persyaratannya juga ikut berubah.
Kepengurusan PBG harus melibatkan arsitektur yang sudah bersertifikat dan masuk di dalam Ikatan Arsitektur Indonesia. Dimana arsitektur di Kota Bontang hanya dua yang memenuhi kualifikasi tersebut. Karena untuk arsitek mendapatkan sertifikat harus memenuhi kualifikasi juga.
“Dengan melibatkan arsitektur berkualifikasi tentu harga desain bangunan akan lebih mahal, sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta, dan itu bikin mereka berpikir ulang untuk mengurus PBG, karena uangnya bisa dipakai beli material,” terangnya.
Untuk harga desain tersebut pemerintah tidak bisa campur tangan, karena penentuan harga tentu ada di arsiteknya langsung. Ia mengungkapkan, masyarakat memang sulit beradaptasi kalau ada perubahan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan dinas terkait yang turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi. (sya/al/adv)
BONTANG – Saat ini DPMPTSP dan pihak-pihak terkait sedang berusaha mencari solusi terbaik agar minat masyarakat mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kembali meningkat. Hal itu diungkapkan Jabatan Fungsional (Jabfung) Penata Perijinan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Idrus.
Dijelaskannya, salahsatu syarat pengurusan PBG harus melibatkan arsitektur yang sudah bersertifikat dan masuk di dalam Ikatan Arsitektur Indonesia. Dimana arsitektur di Kota Bontang hanya dua yang memenuhi kualifikasi tersebut. Karena untuk arsitek mendapatkan sertifikat harus memenuhi kualifikasi juga.
“Dengan melibatkan arsitektur berkualifikasi tentu harga desain bangunan akan lebih mahal, sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta, dan itu bikin mereka berpikir ulang untuk mengurus PBG, karena uangnya bisa dipakai beli material,” terangnya.
Untuk harga desain tersebut pemerintah tidak bisa campur tangan, karena penentuan harga tentu ada di arsiteknya langsung. Ia mengungkapkan, masyarakat memang sulit beradaptasi kalau ada perubahan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan dinas terkait yang turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi.
“Solusi saat ini, mungkin masih dengan mengadakan pemutihan yang dilakukan PUPRK, karena kami hanya mengeluarkan surat izin saja,” imbuh Idrus.
Namun, DPMPTSP tidak mengeluarkan izin juga bisa karena faktor lain, seperti batas bangunan yang diperbolehkan untuk membangun rumah atau gedung atau biasa disebut Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang masih terlalu dekat dengan jalan atau pintu masuk gang.
Ia mengatakan kendala saat ini adalah dari kementerian, karena hal tersebut ditetapkan langsung berdasarkan aturan yang ada. (sya/al/adv)
BONTANG – Salahsatu perbedaan persyaratan dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) adalah pada jasa desain bangunan oleh arsitek.
Jabatan Fungsional (Jabfung) Penata Perijinan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Idrus menjelaskan, bahwa saat ini perizinan IMB sudah berganti dengan PBG.
Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 16 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, IMB diubah menjadi PBG yang persyaratannya juga ikut berubah.
Ia menjelaskan, dulu saat akan membangun hanya perlu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang persyaratan biaya retribusi sebesar Rp 600 ribu dan biaya desain bangunan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, terganti dengan tipe bangunannya.
“Dulu pas masih IMB, yang desain bangunan itu bebas, tidak perlu arsitektur juga tidak apa, lebih murah dan gampang ngurusnya,” ujarnya.
Saat ini pengurusan PBG harus melibatkan arsitektur yang sudah bersertifikat dan masuk di dalam Ikatan Arsitektur Indonesia. Dimana arsitektur di Kota Bontang hanya dua yang memenuhi kualifikasi tersebut. Karena untuk arsitek mendapatkan sertifikat harus memenuhi kualifikasi juga.
“Dengan melibatkan arsitektur berkualifikasi tentu harga desain bangunan akan lebih mahal, sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta, dan itu bikin mereka berpikir ulang untuk mengurus PBG, karena uangnya bisa dipakai beli material,” terangnya.
Untuk harga desain tersebut pemerintah tidak bisa campur tangan, karena penentuan harga tentu ada di arsiteknya langsung. Ia mengungkapkan, masyarakat memang sulit beradaptasi kalau ada perubahan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan dinas terkait yang turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi. (sya/al/adv)
Abdul Kadir Tappa saat memimpin sosialisasi wawasan kebangsaan di Hotel Andika, Bontang. (Dwi).
BONTANG – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ke-6 di wilayah Kota Bontang, bertempat di Hotel Andika, Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (20/11/2023).
Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan narasumber dosen dari Perguruan Tinggi Universitas Trunajaya, serta dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Abdul Kadir Tappa menyampaikan, bahwa wawasan kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama dengan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika.
“Sosialisasi empat pilar ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat, wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat. Saya ingin, diakhir kegiatan ini ada yang bertanya, sebab masukan yang ada bertujuan untuk koreksi saya sendiri,” ucapnya.
Ditambahkannya, wawasan kebangsaan bagi generasi-generasi penerus bangsa menjadi tugas bersama untuk mengedukasi seluruh elemen masyarakat, agar memperkuat tentang wawasan kebangsaan. Dalam sosialisasi juga mengingatkan, agar masyarakat tidak lupa dengan kondisi di dalam negeri, yang dimana persatuan dan kesatuan bangsa.
Abdul Kadir Tappa saat memimpin sosialisasi wawasan kebangsaan di Hotel Andika, Bontang. (Dwi).
Sementara itu, Narasumber Bilher Hutahaen, Advokat sekaligus dosen di Fakultas Hukum Universitas Trunajaya Bontang mengatakan tentang wawasan kebangsaan yang terdiri dari empat pilar kebangsaan dan adanya P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), sehingga empat pilar tersebut menjadi pondasi bangsa.
“Dulu kita punya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), akan tetapi kurikulumnya dirubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), padahal mata pelajaran PMP itu bagus ada P4 di dalamnya yang mempelajari tentang pancasila,” paparnya.
Serta, belakangan ini banyak hal-hal yang mengancam perpecahan bangsa kita. Dalam hal tersebut, bisa mengambil peran agar bangsa dan negara ini tetap kuat, dan juga cinta tanah airnya semakin tinggi.
Selanjutnya, Analis Ketahanan Ekonomi Kesbangpol Bontang, Bobby Susanto menyampaikan, bahwa nilai-nilai Pancasila harus dikembalikan ke dalam kurikulum pendidikan, agar generasi muda dapat memahami dan mengamalkan wawasan kebangsaan.
“Dari berbagai suku, agama, serta golongan yang telah berjuang bersama-sama melawan penjajah. Kita harus menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di antara kita, karena itu adalah kekayaan bangsa kita,” bebernya.
Boby juga sangat berharap, sosialisasi wawasan kebangsaan ini dapat memberikan pemahaman dan motivasi kepada seluruh masyarakat Bontang untuk tetap menjaga dan mempertahankan NKRI.
Di akhir sosialisasi pun dilakukan sesi tanya jawab singkat, terkait wawasan kebangsaan. Semua pertanyaan pun dijawab dengan tegas oleh Abdul Kadir Tappa, bersama dengan para narasumber. (dwi/adv).
BONTANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang dapat melakukan penyegelan bagi perusahaan yang ketahuan tidak memiliki izin. Hal tersebut diungkapkan Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim, Senin (20/11/23).
Dijelaskan, bahwa Kota Bontang memiliki visi kota ramah investor. Jadi setiap perusahaan yang akan berinvestasi di Bontang terlebih dahulu harus mengurus perizinan, sesuai dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
“Kami akan membantu dalam pengurusan izin, kalau mau berkonsultasi terlebih dahulu untuk berinvestasi kami akan bantu,” katanya.
Para pengusaha terlebih dahulu melakukan pengurusan Kesesuaian Kegiatan Penataan Ruang (KKPR), dokumen prinsip, Amdalalin hingga terbitnya Persetujuan Bangungan Gedung (PBG).
Hasil verifikasi dari pendaftaran perizinan berusaha akan dinotifikasi melalui Sistem OSS meliputi persetujuan, catatan kelengkapan persyaratan, atau penolakan atas penggunaan kawasan hutan atau pelepasan kawasan hutan.
KKPR sendiri memiliki dua fungsi yakni sebagai acuan pemanfaatan ruang dan acuan administrasi pertanahan. KKPR juga berfungsi sebagai pengganti izin lokasi dengan memberikan kepastian yang lebih tinggi bagi pelaku usaha.
“KKPR ini merupakan dasar untuk semua perizinan bagi pengusaha yang akan melakukan aktivitas pembangunan,” katanya.
Ia juga menjelaskan pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha wajib memiliki NIB yang nantinya penerbitan berada di OSS-RBA berdasarkan tingkat resikonya.
“Dari sekian banyak persyaratan, mereka harus memenuhi semuanya, jika ada lewat satu persyaratan dan bangunan sudah dibangun, tentu kami suruh mereka lengkapi dulu,” tutupnya. (sya/adv)
Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Bima Arya, Forkopimda, dan ALTI Bontang. (ist)
BONTANG – Bontang International Ultra Trail (BIUT) 2023 resmi dibuka Wali Kota Bontang, Basri Rase dengan melepas pelari dari kategori 60K, 21K, 10K dan 5K, Minggu (19/11/2023) di garis start dan finish, Hotel Grand Mutiara.
Basri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pengurus Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) terutama kepada Ketua Umum ALTI Pusat, Bima Arya yang datang langsung untuk memberikan support langsung dan menjadikan agenda ini agenda pusat.
“Bahkan beliau bilang agar Ultra Trail Asia Pacific bisa dilaksanakan di Kota Bontang,” ujarnya.
Hal ini tentu sekaligus bentuk promosi untuk pariwisata di Kota Bontang. Sejalan dengan visi wali kota untuk menjadikan Kota Bontang sebagai kota pariwisata, tidak hanya skala domestik atau nasional, bahkan harus internasional.
Mengingat Bontang akan menjadi salah satu penyangga IKN yang memiliki kelebihan Sumber Daya Alam itu sendiri. Oleh sebab itu, tahun kedua lomba Ultra Trail ini sudah dihadiri oleh masyarakat nasional dan internasional.
“Insyaallah nanti kita akan dikenal makin luas dan memang itu salah satu tujuan kita,” harapnya.
Selain pariwisata, Basri berharap Kota Bontang dapat melahirkan atlet-atlet baru yang handal dan berprestasi di berbagai ajang, mulai dari domestik, nasional, dan internasional.
Pihak Bima Arya juga akan berupaya memasukkan jadwal Ultra Trail Asia Pacific di kalender mereka, yang kebetulan di Kalimantan baru Kota Bontang yang melaksanakan event trail tersebut.
Sejalan dengan wali kota Bontang, Ketua ALTI Pusat, Bima Arya mengatakan, penyelenggaraan BIUT 2023 sebagai event internasional sukses diselenggarakan.
“Ini menjadi contoh juga untuk kota lain. Karena sinergi pemerintah dan forkopimda yang luar biasa,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Ultra Trail skala internasional-nasional ini layak dan dapat menjadi andalan. Apalagi setelah ia ikut berlari dan melihat langsung track yang disiapkan sudah sangat baik.
“Saya akan sebarkan kegiatan yang dilaksanakan di Bontang ini. Saya setuju kalau Pak Basri mengajukan Bontang menjadi tuan rumah untuk kejuaraan Ultra Trail Asia Pacific,” ujarnya.
Bima optimistis bahwa Bontang siap untuk menerima pelari dari 40 negara dengan jumlah peserta hingga 500. Istimewanya, lari Trail dibanding lari road berhubungan langsung dengan tourism. Oleh sebab itu, ALTI dengan Sandiaga Uno terus bersinergi mengekspos titik titik indah di Bontang khususnya.
“Di sini perlu kita ekspos, hidden gem Kota Bontang. Jadi Bontang bukan lagi kota industri tapi kota wisata yang nyaman,” tutupnya.
drg Hena Ratnasari, Sp.KGA, Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)
BONTANG – Terdapat hubungan antara stunting dan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang, drg Hena Ratnasari, Sp.KGA.
Dijelaskannya, stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi sejak dalam kandungan. Stunting dapat dilihat saat anak berusia 2 tahun. Stunting dapat terjadi ketika praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi, dan terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan Ante Natal Care (ANC), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas.
Stunting pada anak memiliki ciri-ciri fisik seperti, kondisi gagal tumbuh pada anak balita sesuai usianya, pertumbuhan gigi terlambat, dan performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar.
Gigi dibentuk sejak empat bulan dalam kandungan. Status gizi ibu berpengaruh terhadap kesehatan anak yang lahir. Sehingga, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi cukup suplemen fluor dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan gigi anak nanti.
“Namun tidak berhenti saat hamil saja ibu membutuhkan gizi yang baik, tetapi harus terus berlanjut hingga ibu menyusui dan anak dalam tahap Makanan Pendamping ASI (MPASI),” jelasnya.
Selanjutnya, Ia mengatakan hubungan antara stunting dan kesehatan gigi dan mulut mempengaruhi kebutuhan asupan gizi pada anak. Gigi berlubang pada anak yang tidak dilakukan perawatan, bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada gusi. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif terhadap kemampuan anak untuk makan dan mendapatkan asupan gizi yang baik.
“Akibatnya kalau anak tersebut susah makan karena karies gigi akan memiliki asupan nutrisi per hari yang tidak tercukupi, daya tahan tubuh melemah dan lebih tinggi mengalami kekurangan gizi dan sakit. Beberapa penelitian menyatakan gizi yang kurang dan tidak seimbang memiliki hubungan positif terhadap keparahan karies gigi atau gigi berlubang serta cenderung memiliki angka gigi dengan karies lebih tinggi dibandingkan dengan anak gizi yang cukup,” imbuhnya.
Untuk itu, drg Hena mengimbau kepada masyarakat atau orang tua untuk pencegahan stunting dengan hubungannya dengan gigi geligi yaitu menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan secara rutin berobat ke dokter gigi, menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak melalui cara untuk balita yang belum tumbuh gigi dapat membersihkan gusi secara rutin dengan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat serta untuk balita yang telah tumbuh gigi dapat dilakukan sikat gigi secara rutin dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor.
“Biasakan sikat gigi setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Minum susu tanpa menggunakan dot, cukup dengan menggunakan gelas. Rutin pemeriksaan secara berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” terangnya.
Drg Hena menambahkan, stunting dan karies (gigi berlubang) sangat memiliki hubungan timbal balik. Dalam pencegahannya, Ia menganjurkan untuk melakukan pemenuhan gizi seimbang.
“Dengan menjaga kondisi gigi geligi, sehingga anak dapat makan dengan baik. Begitu juga dengan mencegah karies gigi dapat kita lakukan dengan pemenuhan gizi seimbang terutama untuk mendapatkan struktur gigi yang kuat dan fungsi saliva optimal,” ungkapnya. (adv/yah)
Iklan lomba mancing HUT Korpri ke-52 di Bontang. (ist)
BONTANG – Lomba memancing menjadi salahsatu lomba yang diadakan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-52 pada 29 November 2023 mendatang. Menariknya, tak hanya memperebutkan hadiah uang, namun juga jackpot ikan.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang Sudi Priyanto dalam keterangannya menyampaikan, bahwa lomba memancing ini terbuka baik bagi ASN maupun masyarakat luas Bontang.
Acara ini bertajuk ‘Mancing Untung, Jalin Rukun = atau bisa disingkat MAUNJUN.’ Bakal diselenggarakan di area Taman Pemancingan Tanjung Pura HOP 4 (Perumahan Griya Tata Selaras Gunung Elai), pada 3 Desember 2023 mendatang.
“Acara ini juga dikemas dalam bentuk lomba mancing memperebutkan uang, serta bagi pemancing yang beruntung dapat membawa pulang jackpot berupa ikan gurame, ikan lele, serta ikan mas berukuran jumbo penghuni Taman Pemancingan komersial terbesar di Kota Bontang itu,” jelasnya mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.
Hal itu mendapatkan respon dan apresiasi dari Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati. Ia mengatakan, MAUNJUN dapat menjadi ajang hiburan dan keakraban bagi masyarakat dan ASN di Kota Bontang.
“Yang pasti, MAUNJUN Ini bagian dari upaya KORPRI memberi hiburan dan kontribusi positif bagi warga Bontang. Banyak manfaat yang akan didapat dari MAUNJUN, terutama kedekatan, keakraban ASN dan Warga Kota Bontang bisa terjalin sesuai tagline-nya: Mancingnya Untung, ter-Jalin juga Rukun-nya, terlebih lagi ikan merupakan sumber protein bergizi yang banyak digemari oleh masyarakat luas,” tandasnya.