Beranda blog Halaman 811

Babinsa Tanjung Laut Monitoring Lomba Balita Sehat

0
Kegiatan monitoring Babinsa Tanjung Laut di lomba balita sehat. (ist)

BONTANG – Dalam rangka mendukung serta mewujudkan program balita sehat di wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Tanjung Laut, Koramil 0908-01/Loktuan Kodim 0908/Bontang, Serka Dwi Siswanto melaksanakan pendampingan lomba balita sehat se-Kelurahan Tanjung Laut, Kamis (16/2/2023). di Kantor Kelurahan Tanjung Laut.

Serka Dwi Siswanto mengatakan, kegiatan ini sangat positif. Dapat mengontrol kesehatan balita, juga untuk mengetahui tumbuh dan berkembangnya kecerdasan sang balita.

Serta mengukur keberhasilan para kader dan petugas posyandu, dalam program pemerintah yang sudah digalakkan yaitu ‘cegah stunting itu penting.’

Adanya lomba tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orangtua, dalam memonitoring tumbuh kembang balitanya. Agar menjadi menjadi balita yang sehat.

“Tujuan lomba balita sehat ini adalah untuk mendorong tumbuh kembangnya Balita,” ujar Babinsa. (Pendim Btg)

Wali Kota: Sebarkan Pengetahuan Kanker Anak ke Masyarakat!

0
Basri Rase Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam rangka memperingati hari kanker anak se-dunia, Basri Rase, Wali Kota Bontang berharap, pengetahuan terkait kanker pada anak disebarkan kepada masyarakat. Sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan.

“Saya harap ilmu dalam seminar hari ini dapat disebarluaskan, karena penyebab kanker sendiri kadang tidak kita sadari,” ungkapnya dalam acara Hari Kanker Anak Sedunia Tahun 2023, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (16/02/23).

Basri berterima kasih dengan adanya seminar kanker pada anak yang diadakan oleh Yayasan Kanker cabang Bontang ini. Orang tua bisa mewaspadai terjadinya kanker sejak dini. Karena, penanganan sejak dini memiliki potensi untuk sembuh.

“Jangan sudah parah, baru dibawa ke dokter takutnya terlambat,” tegas Basri.

Ia juga menegaskan, dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat menghindari anak dari resiko kanker. Selain kanker, Basri kembali mengingatkan untuk tidak lupa dengan program stunting dari pemerintah.

“Selain kanker, stunting juga tidak lupa harus diatasi. PHBS dapat berpengaruh pada dua masalah tersebut dalam pencegahannya,” tambahnya. (sya)

Leukimia, Jenis Kanker Paling Sering Ditemukan pada Anak

0
dr Made memaparkan materi kanker di peringatan Hari Kanker Anak se-dunia. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Leukimia merupakan salahsatu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Bisa sembuh asalkan mememahami penanganannya. Hal itu diungkapkan dr. Made Tirta Yasa, Dokter Spesialis Anak di peringatan Hari Kanker Anak sedunia, Kamis (16/02/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Di kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Bontang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang itu, dr. Made menjelaskan, terdapat beberapa kanker yang dapat terjadi pada anak yaitu, leukimia, retinoblastoma, neuroblastoma, osteoraskoma, limfomamaligna, karsinoma nasofaring, willem tumor dan teratoma.

Ia berfokus pada leukimia, kanker yang paling sering ditemui. Penyebabnya berupa genetik, gaya hidup tidak sehat, serta terpapar zat kimia yang berlebihan.

“Gejala leukimia biasanya malas makan, pucat, lelah, demam berulang, pendarahan, pembengkakan kelenjar atau organ, dan nyeri sendi atau tulang,” jelas Made.

Leukimia dapat sembuh bergantung kepada pengobatan yang dilakukan, stadium dari kanker, dan respon terapi. Jika gejala bisa diketahui sejak awal, tingkat kesembuhan bisa sampai 80 persen.

Sampai saat ini diyakini Made, pengobatan herbal tidak terlalu ampuh, sehingga pengobatan medis lebih disarankan.

Perlu diperhatikan adalah penemuan dini mengenali gejala awal. Orang tua harus cepat tanggap dan mencurigai hal-hal yang tak wajar pada anak, karena itu kunci kesembuhan.

“Segera ke petugas kesehatan, jadi bisa diperiksa apakah itu kanker atau bukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Made menjelaskan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berperan penting untuk mencegah penyakit. Oleh karena itu, tidak hanya para ibu, ilmu pencegahan wajib diketahui juga oleh Ayah. (sya)

KDRT Makin Menjadi karena Kapitalisme Menyusahkan Ekonomi

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Berdasarkan laporan UPTD PPA Bontang di tahun 2022 menerima 99 laporan kekerasan. Sementara di tahun 2021 laporan yang diterima sebanyak 127 laporan.

Dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat, terdapat 40 kasus kekerasan terhadap perempuan. Data simfoni adalah data kekerasan yang terdata melalui aplikasi pelaporan online, kasus-kasus tersebut didapat berdasarkan laporan orang sekitar. (radarbontang.com, 7/2/2023)

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Noryani Sorayalita menyebut, kasus kekerasan perempuan dan anak paling tinggi terdapat di tiga kota. Yakni Samarinda, Bontang dan Balikpapan. Jika dilihat berdasarkan jenisnya, bentuk kekerasan terbesar saat ini adalah kekerasan fisik 285 kasus, seksual 228 kasus dan psikis 124 kasus.

Akar Masalah KDRT

Kapitalisme menjadikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Seseorang merasa bahagia ketika mampu memenuhi seluruh kebutuhannya, primer hingga tersier. Rumah mewah, makanan enak, perhiasan, mode, ataupun jalan-jalan, semua menjadi kebutuhan.

Jika “kebutuhan” ini tidak terpenuhi, maka akan merasa kurang bahagia dan muncullah berbagai konflik dalam rumah tangga karena masalah ekonomi.

Sistem ekonomi kapitalisme yang memihak pada kepentingan investor (swasta), menyebabkan harga-harga barang makin mahal. Harga BBM, pangan, tarif dasar listrik, iuran BPJS, dan pajak semakin naik.

Masalah ekonomi dalam keluarga membuat daya beli masyarakat menurun.

Beban hidup yang berat, membuat ekonomi pasangan dalam rumah tangga semakin sempit. Sehingga terjadi ketegangan emosional dan terjadi pertengkaran, sehingga KDRT tak bisa dihindarkan.

Jika KDRT terjadi dalam rumah tangga karena biaya kehidupan cukup tinggi. Selama sistem kapitalis masih diterapkan, KDRT akan terus terjadi.

Maka ketika Allah menetapkan kewajiban mencari nafkah kepada laki-laki, karena syariat yang menetapkan itu semua. Allah menempatkan kewajiban menanggung beban nafkah pada laki-laki, bukan pada perempuan.

Laki-laki yang melalaikan kewajibannya berarti telah mengabaikan salah satu syariat. Sehingga, kemandirian ekonomi perempuan yang feminisme sebut sebagai solusi ketertindasan, bukanlah pandangan Islam.

Meski Islam membolehkan perempuan bekerja, kewajiban menafkahi perempuan tetap tidak bergeser dari tanggung jawab kaum laki-laki.

Aturan yang benar Itu adalah aturan Islam, sistem kehidupan benar adalah yang berasal dari Allah Taala. Hanya dengan penerapan aturan Islam akan terwujudlah keluarga yang jauh dari pertengkaran, apalagi sampai berakhir dengan kekerasan.

Jadi solusi KDRT dengan aduan lapor seperti di simfoni tidak menjadi solusi.

Jaminan Sistem Islam

Perempuan adalah makhluk yang harus dilindungi. Kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sejajar dalam ketakwaannya, tetapi Allah Taala memberikan syariat yang berbeda kepada keduanya.

Hal demikian ditujukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga dan juga masyarakat.

Ketika Allah menetapkan kewajiban nafkah pada para laki-laki dan kewajiban ummun warabbatul bait (ibu dan manajer rumah tangga) bagi perempuan. Semua itu diatur karena Sang Pencipta manusia lebih mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Itulah sudut pandang Islam terhadap perempuan. Perempuan adalah mitra laki-laki, baik dalam kehidupan domestik maupun publik.

Negaralah yang menjamin terlindunginya perempuan dari segala macam bahaya, termasuk kekerasan. Kalau sistem demokrasi menjamin kebebasan perempuan, sedangkan Islam menjamin perlindungan bagi perempuan.

Dalam masyarakat Islam, salah satu ciri masyarakat sudah sejahtera adalah ketika perempuannya sudah tidak ada minat bekerja, kecuali untuk mengamalkan ilmunya. Ini karena syariat telah dengan jelas mengangkat derajat perempuan karena ketakwaannya.

Ketakwaannyalah yang akan menggiringnya pada pengoptimalan menjalankan amanah sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk mengasuh anak-anak mereka, menjadi madrasatul ula, dan menciptakan rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya.

Bukankah ini yang akan melindungi perempuan dan anak-anak dari kekerasan? Keluarga yang sejahtera dan paham agama akan menciptakan sosok ayah yang dapat menjadi teladan keluarga.

Kepala Negara Islam akan memberi sanksi yang menjerakan bagi pelaku kekerasan. Misalnya, dengan menghukum pelaku pemerkosa dengan hukuman jilid dan rajam; atau menghukum kisas pada pembunuh.

Jika sanksinya menjerakan, kekerasan pada perempuan akan hilang dengan sendirinya.

Wallahualam

57 Anak Stunting di Kelurahan Belimbing

0
Rembuk bersama antara Kelurahan Belimbing dengan pemangku kepentingan. (ist)

BONTANG – Tercatat sebanyak 57 anak di Kelurahan Belimbing teridentifikasi stunting. Hal itu terungkap di kegiatan rembuk stunting, Rabu (15/2/2023) di Pendopo Kelurahan Belimbing.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengungkapkan, rembuk stunting sebagai salahsatu upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Rembuk stunting diadakan bersama stakeholder terkait dan pemangku kepentingan. Guna mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Melalui rembuk ini, dapat mengetahui peta penyebab atau faktor terjadinya stunting di Kelurahan Belimbing. Baik yang berada di Perumahan PC/BTN PKT maupun di luar perumahan.

Ada yang disebabkan kurangnya kesadaran orangtua terhadap pola asuh dan pola pemberian makanan kepada anak, maupun karena faktor ekonomi. Ada pula faktor lingkungan (polusi pabrik).

“Bisa juga karena sakit bawaan anak atau administrasi kependudukan belum lengkap, sehingga jangkauan ke faskes kurang,” kata Dwi Andriyani saat dihubungi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Rabu (15/2/2023).

Selain itu, upaya lainnya dengan memvalidasi data, peningkatan kader stunting dan Posyandu. “Fokuskan sasaran kegiatan untuk anak-anak stunting, mengoptimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendampingan Keluarga (TPK),” jelasnya.

Tingkat partisipatif dan kehadiran ke posyandu menunjukkan angka di atas 80 persen, dengan target penurunan stunting di atas target kota.

“Targetnya bisa menurunkan stunting hingga di atas target kota (di bawah 14%). Ada sebanyak 11 posyandu balita dan angka stunting ada sebanyak 57 anak,” ungkapnya. (yah)

533 Pelanggar Lalin Kena Tegur Satlantas

0
Ilustrasi teguran polantas kepada pengendara pelanggar lalu lintas. (ist)

BONTANG – Hari kesepuluh Operasi Keselamatan Mahakam 2023, Sat Lantas Polres Bontang memberikan teguran kepada 533 pengendara pelanggar lalu lintas, Kamis (16/2/2023).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pelanggaran pengendara adalah melawan arus, mengemudi sambil menggunakan HP, dan memakai knalpot racing atau brong.

“Kami tidak menilang pengendara yang melanggar. Sesuai operasi ini yang menitik beratkan pada imbauan persuasif, humanis, dan simpatik,” ujar Kasat Lantas, AKP Toni Joko Purnomo.

Seperti diketahui Operasi Keselamatan Mahakam 2023 merupakan salah satu jenis operasi lalu lintas yang biasa digelar oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Hal ini sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Bertujuan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Mengedepankan pada imbauan persuasif, humanis, dan simpatik, tindakan preventif dan tindakan lalin menggunakan e-TLE statis maupun e-TLE mobile,” bebernya. (hms)

Progam Binrohtal Tingkatkan Kualitas Keimanan Anggota

0
Binrohtal Polres Bontang rutin diadakan setiap Kamis. (ist)

BONTANG – Pembinaan rohani dan mental (binrohtal) yang dilaksanakan Polres Bontang, merupakan upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan anggotanya kepada Allah SWT, Kamis (16/2/2023).

Kegiatan Binrohtal rutin dilaksanakan setiap Hari Kamis di Masjid Roudatul Mutaqin, usai pelaksanaan apel pagi. Kegiatan ini bertujuan menjadikan para personel polri bertaqwa kepada Tuhan YME, sehingga kehidupan pribadi personel baik saat dinas di lapangan dan di lingkungan masyarakat menjadi lebih baik.

Kegiatan ini diikuti Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, para pejabat utama, perwira staf, serta seluruh anggota Polres Bontang.

“Kegiatan binrohtal sebagai wadah membentuk karakter/mental personel yang baik. Akan menciptakan hasil pelaksanaan tugas yang baik dan bijaksana, yang dapat dipertanggung-jawabkan. Sehingga citra polri akan semakin baik di mata masyarakat,” ujar AKBP Yusep.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan, kegiatan ini juga diwajibkan untuk anggota yang beragama non muslim, dengan menggunakan ruangan Rupatama Polres Bontang. (hms)

Najirah Masih Fokus Selesaikan Amanah, Belum Pikirkan Tahun Politik

0
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Wawali Bontang, Najirah menegaskan, masih fokus mengemban amanah di masa jabatan yang tersisa. Belum memikirkan geraknya di pilkada tahun 2024 yang kian mendekati hari.

Ia mengatakan belum memutuskan untuk memikirkan pilkada ke depannya.

“Nantilah, selesaikan dulu masa kepemimpinan kami berdua (Wali Kota dan Wakil Wali Kota), untuk selanjutnya nanti dipikirkan,” kata Najirah kepada awak media, Selasa (14/2/2023).

Lanjutnya, masih banyak program dan permasalahan yang harus diselesaikan keduanya.

“Jangan sampai terkotak-kotakan. Ini memang tahun politik, namun kami akan fokus bersama-sama menjalankan pekerjaan,” ungkap Najirah. (yah)

Kirab Pemilu 2024 Wujud Kesiapan Penyelenggara

0
Ketua KPU Bontang bersama Forkopimda saat membacakan pakta integritas dari Ketua KPU RI. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – KPU Bontang bersama Forkopimda Bontang ikut menyaksikan Kirab Pemilu 2024 yang dilaksanakan di 7 titik di Indonesia, Selasa (14/2/2023).

Kirab Pemilu akan mengelilingi Indonesia, dilepas langsung oleh Komisioner KPU RI. Sebanyak 7 titik yang akan dilintasi, yakni di KPU Papua, KPU Kupang, KPU Maluku Utara, KPU Tanjung Selor, KPU Pontianak, KPU Banda Aceh dan KPU Batam.

Ketua KPU Bontang, Erwin menjelaskan, kirab dilaksanakan di tujuh titik dikarenakan ada 7 komisioner KPU yang nantinya kirab akan berakhir di KPU RI.

“Kirab dilepas di masing-masing daerah, dengan disaksikan Komisioner KPU RI,” kata Erwin kepada Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Selasa (14/2/2023).

Nantinya peserta kirab di masing-masing daerah, lanjut Erwin akan mengelilingi daerah di Indonesia dan finish di Kantor KPU RI.

“Untuk di Bontang dari Kaltara ke Berau lalu Kutim dan masuk ke Bontang. Jadi masing-masing kabupaten/kota di Kaltim akan menyambut di perbatasan, dan dilepas di perbatasan. Saat ini masih belum tahu jadwal di Bontang,” kata Erwin.

Erwin menambahkan, dalam kirab tersebut akan membawa bendera partai politik peserta pemilu. Tujuan kirab dimaksudkan sebagai sosialisasi dalam tahapan pemilu, hingga membangun integritas bangsa.

“Kirab kan untuk sosialisasi juga kepada masyarakat, bahwa KPU sudah siap melaksanakan tahapan pemilu. Kesiapan penyelenggara yang disampaikan ke masyarakat,” jelas Erwin.

Sementara, Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari saat membacakan pakta integritas yang diikuti seluruh KPU Kabupaten/kota se-Indonesia melalui live streaming dan disaksikan dan diikuti forkopimda Bontang.

“Seluruh pemangku kepentingan pemilu menyatakan akan berkomitmen untuk mewujudkan pemilu tahun 2024, sebagai sarana integrasi bangsa. Melaksanakan pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Melaksanakan pemilu  yang berintegritas dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil,” jelasnya. (yah)

Puskesmas BS I Canangkan Zona Integritas

0
Wawali Bontang bersama Kepala Puskesmas BS I dan tamu undangan berfoto bersama. (Syakurah/Radabontang.com)

BONTANG – Puskesmas Bontang Selatan (BS) I melaksanakan pencanangan zona integritas. Hal ini dalam rangka mendukung terwujudnya unit kerja birokrasi yang bersih dan bebas korupsi, serta melayani dengan sepenuh hati.

Irmawati, Kepala Puskesmas BS I bersama para staf melaksanakan ikrar pembangunan zona integritas, Rabu (15/02/23).

Beragam upaya dilakukan Puskesmas BS I untuk memberikan pelayanan publik yang bersih, cepat, dan baik melalui penerapan antrian online. Program pencegahan korupsi bebas pungli, dengan cara mengadakan pembayaran non tunai menggunakan Qris yang dikeluarkan oleh Bankaltimtara.

“Mekanisme pembayaran akan dijelaskan untuk pasien yang nantinya akan membayar melalui Qris,” jelas Irmawati.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah berharap seluruh aparatur sipil di Bontang, terkhusus di wilayah Puskesmas BS I dapat senantiasa menjaga komitmen integritas, dalam mewujudkan tujuan mulia yaitu wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani.

“Karena ini bagian dari reformasi birokrasi, penguatan serta pengawasan tentu akan dilakukan pengawasan oleh pemerintahan,” tegasnya.

Hal ini dilakukan agar terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas, dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

“Saya berharap tenaga kesehatan tidak ada yang membeda-bedakan pasien, apalagi dari segi ekonomi,” tegas Najirah. (sya)