Beranda blog Halaman 815

Tega! Paman Setubuhi Ponakan Berkali-kali

0
Tersangka diamankan di Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Tim  Rajawali Satreskrim Polres Bontang meringkus seorang pria pelaku persetubuhan di bawah umur, Rabu (25/1/2023) pukul 16.30 Wita. Tersangka adalah AM (49), Ia ditangkap Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang di salahsatu perusahaan tambang di wilayah Kelurahan Bontang lestari.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanes Bonar Adiguna Hutapea mengatakan, tersangka melakukan aksinya sebanyak lima kali di tempat berbeda. ”Tersangka AM menyetubuhi keponakannya sendiri yang masih berusia 12 tahun,” kata Kasat Reskrim.

Dijelaskannya, kejadian itu pertama kali pada Kamis (23/6/2023) pukul 22.00 Wita. Aksi bejatnya itu tak hanya dilakukan sekali. Tersangka menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Terakhir Minggu (1/1/2023) pukul 01.00 Wita. “Tersangka dan korban ini tinggal berdekatan rumah,” ujarnya.

Tersangka kerap melakukan pengancaman terhadap korban, jika hendak melakukan aksinya. Agar tidak memberitahukan siapapun, jika tidak maka korban harus siap menanggung akibatnya.

Tersangka kemudian dilaporkan oleh orangtua korban pada Jumat (13/1/2023). Usai mendengar pengakuan putrinya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu.

“Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polres Bontang, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman 15 tahun penjara,” beber Iptu Yohanes. (hms)

Perbaikan Masjid di Lok Tunggul, Prioritas Infrastruktur Musrenbang Bonles

0
Musrenbang tingkat kelurahan Bontang Lestari. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Sebanyak 47 usulan dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), Rabu, (25/1/2023) di Aula Kelurahan Bontang Lestari.

Kelurahan Bontang Lestari mengajukan 54 usulan dari tahun sebelumnya, yang belum terealisasi sesuai dengan kesepakatan ketua RT dan forum RT di musrenbang tingkat kelurahan.

Lurah Bontang Lestari, Andriyana mengatakan, tahun ini, sesuai dengan kesepakatan RT dan Forum RT untuk mengusulkan program yang belum terealisasi pada tahun sebelumnya dengan usulan sebanyak 54 program.

“Ada 54 usulan, baru pada tahun ini akan terealisasi ada 7 program. Sehingga ada 47 usulan yang kemudian diusulkan kembali,” kata Andriyana, Rabu (25/1/2023).

Program usulan prioritas yakni bidang infrastruktur yang perlu banyak perbaikan seperti jalan, parit, dan sarana prasarana lainnya.

“Infrastruktur yang masih banyak. Paling besar pembuatan jembatan di Tihi-tihi, itu yang baru kita usulkan lagi,” katanya.

Program prioritas lainnya yakni perbaikan masjid di Lok Tunggul. “Masjid di Lok Tunggul yang sudah lama sekali tidak tersentuh,” katanya.

Untuk anggaran sendiri, Andriyana mengatakan akan menyesuaikan dengan kebutuhan anggaran yang telah disiapkan, dengan membagi 6 jenis kegiatan.

“Maksudnya untuk tahun ini dari kota itu menganggarkan 1 kelurahan itu Rp 1 M. Kalau untuk renovasi masjid pasti tidak cukup, jadi kita bagi-bagi. Intinya untuk infrastruktur semua,” sebutnya.

Adriyana mengatakan akan meminta kepada delegasi untuk mempertahankan usulan-usulan dari kelurahan ke tingkat Kota.

“Kami memang disuruh untuk memasukkan infrastruktur, ekonomi, dan kesehatan. Tapi dengan kondisi di Bontang Lestari, memang infrastruktur masih menjadi kebutuhan mendasar selain program bidang lainnya. Untuk program kesehatan kita akan kerja sama dengan CSR perusahaan,” tandasnya. (yah)

Musrenbang Kelurahan BK Prioritaskan Infrastruktur Cegah Banjir Rob

0
Musrenbang Kelurahan BK bahas 30 usulan. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Kelurahan Bontang Kuala (BK) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Kamis (26/01/23) di Aula Kelurahan BK. Sebanyak 30 usulan dibahas dalam musrenbang tingkat kelurahan kali ini.

Suiza Ixan, Lurah BK mengatakan, Musrenbang Kelurahan BK berfokus pada tiga bidang yaitu, infrastruktur, sosial budaya dan UMKM.

“Sejauh ini infrastruktur menjadi prioritas, kami membahas bersama mitra kelurahan, organisasi masyarakat, dan juga sekolah-sekolah,” Jelas Suiza.

Infrastruktur jalan dan bangunan menjadi prioritas karena wilayah BK sering terjadi banjir rob, yang makin lama intensitasnya makin sering, begitu juga dengan kebakaran.

Untuk sosial dan budaya, demi membangkitkan tempat pariwisata di Bontang. Nantinya di BK khususnya wilayah perumahan di atas laut akan di bangun cagar budaya.

“Karena memang dari FKPD 2024 adalah peningkatan SDM unggul kemasyarakatan, selain infrastruktur kami juga tetap memperhatikan UMKM, serta pelatihan untuk warga,” lanjutnya. (sya)

Musrenbang Satimpo Prioritaskan Penanggulangan Banjir

0
Suasana Musrenbang di Kelurahan Satimpo. (Syakura/radarbontang.com)

BONTANG – Dari 60 usulan dikerucutkan menjadi 30 usulan yang akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Satimpo, Kamis (26/01/23) di Ruang Pertemuan Kelurahan Satimpo.

“Awalnya 60 usulan, tapi kami kerucutkan menjadi 30 yang akan diprioritaskan,” jelas Maryono, Lurah Satimpo.

Keputusan tersebut dibuat bersama tim delegasi yang melibatkan mitra kelurahan dan juga tokoh masyarakat. Kelurahan Satimpo memprioritaskan penanggulangan banjir yang terjadi di wilayah sekitar Jalan HM. Ardans, “Jadi prioritas kami adalah untuk memperbaiki, membuat dan melebarkan parit di sepanjang HM. Ardans,” lanjut Maryono.

Maryono juga mengatakan kepada perwakilan bapelitbang, agar Jalan HM. Ardans bisa dilebarkan, “Kalau di kota lagi banjir, semua orang memilih untuk melewati Jalan HM. Ardans, jadi jalan harus diperlebar, paritnya juga, karena kalau di sini banjir setengah jalan sering ketutup,” saran Maryono.

Selain itu, pembangunan UMKM di wilayah Satimpo juga turut diberdayakan. “UMKM kita sudah maju sekali, apalagi yang pembuatan sepatu, semoga tahun depan makin maju, karena anggaran pasti ke sana juga” harap Maryono.

Untuk anggaran, dalam musrenbang dikatakan dengan total dana Rp 6 M di Kecamatan Bontang Selatan. Rencananya akan dibagikan Rp 1 M per kelurahan.

“Kebijakannya memang Rp 1M per kelurahan, mungkin tahun depan bisa saja tergantung prioritas pembangunan tergantung persetujuan dari masing-masing kelurahan,” ungkapnya. (sya)

Kapolres Bontang Tanggapi Ringan Gugatan Pengacara

0
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya (ist)

BONTANG – Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya menanggapi ringan terkait gugatan yang dilayangkan terhadap dirinya oleh seorang pengacara bernama Ngabidin.

“Iya benar, kami telah menerima surat pra peradilan itu,” ujarnya membalas pesan whatsApp dari Radarbontang.com (jaringan Mediakaltim.com), Rabu (25/1/2023).

Saat ditanya bagaimana tanggapan kapolres terhadap gugatan tersebut, dirinya hanya menjawab “Terkait dengan surat tersebut, silahkan saja karena praperadilan diatur dalam undang undang,” singkatnya membalas pesan.

Diinformasikan sebelumnya, seorang pengacara bernama Ngabidin Nurcahyo, Anggota Advokasi Peradi Suara Advokat Indonesia Kalimantan Timur bersama kuasa hukumnya, Abd Rahman mengajukan permohonan pra peradilan terhadap Kapolri, Kapolda Kaltim, Kapolres Bontang, dan Aipda Herman Aidil selaku penyidik, Jumat (21/1/2023) di PN Bontang.

Permohonan pra peradilan ini didasarkan pada penetapan tersangka kepada Ngabidin Nurcahyo oleh Polres Bontang.

Menurut penafsiran pihak Ngabidin, dirinya ditetapkan tersangka lantaran dianggap “memaksa” pihak perbankan untuk membuka rahasia nasabah. Padahal menurutnya, pihaknya dalam mengajukan permohonan ke pihak perbankan tersebut sudah sesuai prosedur yang  berlaku. Ditambah lagi, menurutnya profesi advokat memiliki imunitas dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Ngabidin menegaskan, sebagai advokat dirinya dilindungi UU No 18 tahun 2003 . “Ini namanya kriminalisasi terhadap profesi. Kalau kami menjalankan tugas sebagai advokat dan dikriminalisasi seperti ini, maka tidak akan ada lagi orang yang mau menjadi Advokat,” ungkapnya. (al)

Berikan Kontribusi Bagi Hasil Pajak Terbesar Tahun 2022, Badak LNG Dapat Apresiasi

0

BONTANG – Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Bontang kembali menggelar Tax Gathering 2023 pada Selasa (24/1) malam di Hotel Grand Mutiara.

Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Direktorat Jendral Pajak baik oleh Kantor Wilayah (Kanwil) atau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) daerah setempat.

Tujuan diselenggarakannya Tax Gathering ini adalah mendorong dan membina para Wajib Pajak atau pembayar pajak, petugas pajak, dan konsultan pajak menjadi lebih dekat dan bersinergi dalam dunia perpajakan. Selain itu, Tax Gathering juga bertujuan sebagai bentuk apresiasi Direktorat Jendral Pajak kepada para Wajib Pajak.

Dalam sambutannya, Basri Rase selaku Wali Kota Bontang, dirinya menyampaikan betapa pentingnya pajak untuk negara karena APBN bergantung dari pajak. “Pemerintah Kota Bontang mendukung penuh adanya Tax Gathering, sebagai wujud apresiasi kepada warga Bontang yang telah berkontribusi kepada negara,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KPP Pratama Kota Bontang Hanis Purwanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para wajib pajak karena wajib pajak inilah yang membantu pembangunan negara.

Pada gelaran kali ini, KPP Kota Bontang memberikan apresiasi kepada Badak LNG sebagai Wajib Pajak PBB dengan Kontribusi Bagi Hasil Pajak Terbesar Tahun 2022.

Piagam apresiasi ini diberikan langsung oleh Basri Rase kepada Nugroho selaku Manager Accounting Badak LNG. Hal ini menunjukkan bahwa Badak LNG berkomitmen untuk patuh dan taat dalam pembayaran pajak sebagai bentuk kontribusi pembangunan daerah maupun nasional.

“Alhamdulillah Badak LNG mendapatkan apresiasi sebagai Wajib Pajak dengan Kontribusi Hasil Pajak Terbesar tahun 2022. Hal ini membuktikan komitmen yang tinggi dari Badak LNG selaku wajib pajak dalam pembayaran pajak. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, pemerintah daerah, dan negara tentunya.” ujar Nugroho. (adv)

Basri Tekankan ASN dan Penyelenggara Jangan Ikut Politik Praktis

0
Basri Rase memberikan arahan kepada penyelenggara Pemilu. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase menekankan kepada penyelenggara Pemilu dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk tidak mengikuti politik praktis yang memberikan keuntungan kepada pihak tertentu.

Ia juga minta, penyelenggara pemilu, dapat menyampaikan secara berjenjang hingga tingkat kota apabila menemukan adanya penyelenggara atau aparatur pemerintahan yang melakukan politik praktis.

“Aturan sudah jelas mengatur, PNS dan penyelenggara tidak boleh ikut serta membantu calon-calon, melakukan politik praktis, termasuk di sarana media sosial,” kata Basri Rase. “Apalagi kita (penyelenggara) membantu atau bahkan menjadi tim sukses suatu calon. Kalau ada ikut dan terbukti maka akan dikenakan sanksi,” tambah Basri.

Ia juga mengatakan ketika ada oknum melakukan pelanggaran, maka itu akan menjadi cikal bakal rusaknya citra dalam pelaksanaan Pemilu. (yah)

14 Personel Lapangan Polres Bontang Tes Urine Dadakan

0

BONTANG – Polres Bontang mengadakan pemeriksaan urine dadakan bagi personel lapangan dan jajaran Polsek Kota, Rabu (25/1/2023) Pukul 08.10 Wita di Aula Parama Satwika Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya menjelaskan, pemeriksaan urine ini dilaksanakan oleh Sipropam Polres Bontang.

Kegiatan ini dikhususkan kepada Personel Polres Bontang dan Jajaran Polsek Kota yang melaksanakan tugas lapangan. Adapun Personel Opsnal Polres Bontang dan Jajaran Polsek Kota yang mengikuti pemeriksaan urine sebanyak 14 orang.

“Syukur Alhamdulillah hasilnya semua negatif,” ucapnya bersyukur.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Kapolres Bontang untuk mengontrol anggota. Lantaran pekerjaan anggota di lapangkan sangat rentan bersentuhan dengan narkoba.

“Saya harap agar anggota dapat memilah hal-hal yang dapat membahayakan diri dan keluarga,” harapnya.

Dirinya pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh personel lapangan. “Kegiatan berjalan lancar, aman, dan terkendali,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, Kasi Propam Polres Bontang, Iptu I Gede Eka Wardana beserta anggota, Iptu Yazid, Kasat Res Narkoba Polres Bontang beserta anggota, dan PS. Kasi Dokkes Polres Bontang, Ester Sampe beserta anggota. (hms)

Kenaikan Biaya Haji 2023, Kemenag Bontang Tunggu Keputusan Pusat

0
Keberangkatan haji. (Yahya/Mediakaltim.com/Jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang hingga kini masih menunggu keputusan sah dari pemerintah pusat, mengenai kenaikan biaya haji pada tahun 2023 ini. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Bontang, Izzat Solihin.

Diketahui kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah diusulkan pemerintah sebesar Rp 69,1 juta untuk tahun 2023. Hal ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

Kemenag Bontang hingga kini masih menunggu hasil dari biaya haji secara resmi, setelah pemerintah melalui Kemenag RI melakukan rapat bersama DPR RI, hingga pengesahannya oleh Presiden Indonesia.

“Usulan itu masih akan dirapatkan di DPR RI. Kami (kantor Kemenag) masih menunggu,” kata Izzat Solihin saat dikonfirmasi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Rabu (25/1/2023).

Dirinya menyebutkan, tiap embarkasi juga akan memiliki biaya berbeda terkait jaraknya untuk keberangkatan haji.

“Ada 13 embarkasi se-Indonesia, maka bisa juga ada perbedaan biayanya. Kami tetap menunggu dari pusat,” kata Izzat.

Untuk masyarakat yang telah terdaftar, Izzat mengimbau agar mempersiapkan perjalanan ibadah haji pada tahun 2023.

“Persiapkan kondisi fisik. Persiapkan biaya ongkos haji apabila benar-benar alami kenaikan. Persiapkan manasik haji secara mendetail dan menjaga kesehatan, karena ibadah haji bukan hanya fisik tapi juga ibadah amaliah,” jelas Izzat. (yah)

Tak Ada Solusi Jalan Rusak Menuju Bonles, Nursalam: Segera Buat Perda Industri!

0
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam saat menyampaikan keluhannya di agenda Rapat Paripurna ke-5 masa sidang II DPRD Bontang. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Problem jalan rusak di sepanjang jalan menuju wilayah Kelurahan Bontang Lestari (Bonles) belum terselesaikan sampai saat ini. Hal itu kembali dikeluhkan Anggota DPRD Bontang, Rusli dan Nursalam di sela-sela agenda Rapat Paripurna ke-5 masa sidang II DPRD Bontang, dalam rangka pengambilan keputusan terhadap 5 (lima) raperda kota Bontang, Rabu (25/1/2023).

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli mengeluhkan, di minggu-minggu ini di sepanjang jalan menuju Bonles, ada beberapa kejadian mobil terbalik. Bahkan dirinya mengaku, mobil yang dikendarainya pernah hampir terbalik. Kondisi jalan dianggap Rusli sangat tidak laik.

Menurutnya, sejak Bonles ditetapkan menjadi kawasan industri, fasilitas jalan tak pernah diperbaiki. Kejadian-kejadian yang disebutkannya tadi, menurutnya tidak pernah digubris sejak awal ditetapkannya Bontang Lestari sebagai wilayah industri.

“Jalanan itu kapasitasnya hanya 8 ton ke bawah, jadi percuma kalau bolak-balik di tambal. Bahaya juga, sering kejadian mobil terbalik, minggu ini saja sudah ada 3 mobil,” tegas Rusli.

Ia berharap perbaikan jalan serta penambahan kapasitas jalan bisa segera di tingkatkan. Tidak hanya menampung aspirasi namun segera ada solusi nyata.

Sementara itu Nursalam, Anggota Komisi II DPRD Bontang menambahkan, bahwa PT Energi Unggul Persada (EUP), pengirimannya 25 persen lewat darat, namun perusahaan lain yang terletak di Bontang Lestari 100 persen menggunakan darat.

“Ini harus kita kaji kembali permasalahan jalan, karena jalanan kita tidak memungkinkan untuk kendaraan yang sampai 10 ton ke atas, dan dari perusahaan tersebut juga kita tidak dapat apa-apa,” keluhnya.

Lebih lanjut, Nursalam mengatakan harus ada perda yang membahas tentang penggunaan jalan yang digunakan oleh industri tersebut.

“Kita sudah bolak-balik perbaiki jalanan, tapi dari  industri tersebut tidak ada kontribusi. Jadi saran saya perda yang membahas Industri di Bontang ini segera dibuat,” lanjutnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, bahwa biaya untuk perbaikan jalan sudah ada dan akan segera dilaksanakan perbaikan.

“Sebanyak Rp 30 Miliar dana yang disediakan untuk pengecoran jalan sudah disiapkan. Untuk pembuatan perda industri akan dibicarakan lagi dengan Sekretaris Daerah,” ungkap Basri. (sya/al)