Beranda blog Halaman 816

Badminton Turnamen 2023, Tim IGD A Juara 1

0
Badminton Turnamen 2023, Tim IGD A Juara 1
Penyerahan hadiah pembinaan untuk juara-juara Badminton Turnamen 2023 RSUD. (Yahya Yabo)

BONTANG – Tim dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) A berhasil menjadi juara 1 di Badminton Turnamen 2023 dalam rangka HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang. Keberhasilan itu diraih setelah berhasil memenangkan pertandingan di partai final, Jumat (10/11/2023) bertempat di Lapangan Badminton Amariq.

Ketua Pelaksana Badminton Turnamen 2023 RSUD Bontang, Muhammad Junaid mengatakan, Tim IGD A berhasil mengalahkan Tim Kamar Operasi dengan skor 2-0 secara langsung.

“Finalnya masuk tim IGD A melawan tim kamar operasi dan dimenangkan ganda putra dan ganda putri,” jelasnya, Minggu (12/11/2023).

Pelaksanaan Badminton Turnamen 2023 dalam rangka HUT ke-21 telah dilaksanakan sejak babak penyisihan hingga pertandingan final, yang diikuti 20 tim terbagi dalam 5 grup.

“Kita telah mulai pada 29 Oktober  hingga 5 November 2023. Pertandingan final di 10 November 2023,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Badminton Turnamen 2023, Ia mengharapkan ada tim-tim yang dapat menghasilkan pemain badminton.

“Tim IGD A juara 1, juara 2 kamar operasi, juara 3 dimenangkan oleh tim laboratorium bersama tim farmasi dan juara harapan oleh tim keuangan A dan tim IGD B,” terang Junaid. (adv/yah)

Wali Kota Launching EMR, Rekam Medis Mulai Beralih ke Digital

0
Wali Kota Launching EMR, Rekam Medis Mulai Beralih ke Digital
Wali Kota Bontang, Basri Rase (tengah) bersama unsur forkopimda berfoto bersama usai membuka puncak Gebyar HKN ke-59 dan melaunching EMR. (Yusva Alam)

BONTANG – Selain membuka puncak Perayaan Gebyar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Minggu (12/11/2023) di Stadion Bessai Berinta, Wali Kota Bontang, Basri Rase juga didapuk melaunching Electronik Medical Report (EMR) atau rekam medis elektronik yang telah dimulai oleh Dinkes Bontang.

Sekretaris Dinkes Bontang, Cahyo menjelaskan, EMR adalah sebuah sistem yang berisi riwayat kesehatan dan penyakit pasien, hasil tes diagnostik, data-data medis yang lain dan informasi biaya perawatan.

Berupa catatan rekam medis atau riwayat kesehatan seseorang yang diperiksa oleh dokter, yang tadinya menggunakan kertas, saat ini tidak lagi dan seluruh pencatatannya terintegrasi. Mulai dari faskes pertama sampai seterusnya.

“Dengan diresmikannya EMR di Bontang, akan lebih memberikan kepastian layanan kepada masyarakat. Ke depan akan terintegrasi semua faskes baik pemerintah maupun swasta. Mulai dari pendaftaran semuanya akan terecord di database EMR,” bebernya.

Ditambahkannya, rekam medis pasien mulai beralih menjadi berbasis elektronik dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis. Melalui kebijakan ini, fasilitas kesehatan (Faskes) diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik.

“Proses transisi dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023. Karena itu sekarang kami sedang berusaha untuk mengintegrasikan dengan semua faskes dan rumah sakit swasta,” imbuhnya.

Diketahui, manfaat teknologi informasi dalam rekam medis elektronik, selain untuk efisiensi pencatatan dan pengolahan data, serta menyediakan informasi yang lebih akurat dan terpercaya, yaitu memiliki tujuan untuk mengurangi medical error dan meningkatkan keamanan pasien (patient safety). Dengan adanya sistem aplikasi manajemen rekam medis, maka medical error dalam pengambilan keputusan oleh tenaga kesehatan dapat dikurangi, karena setiap pengambilan keputusan akan berdasarkan data rekam medis pasien yang telah ada dan sudah terintegrasi dengan unit pelayanan lainnya (Moody, L.E, et.al. 2004). (al)

Ke Depan, Posyandu Tak Hanya Layani Ibu dan Bayi, Begini Penjelasannya!

0
Ke Depan, Posyandu Tak Hanya Layani Ibu dan Bayi, Begini Penjelasannya!
Kadinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati saat memberikan sambutan di Event Gebyar HKN ke-59 di Stadion Bessai Berinta. (Yusva Alam)

BONTANG – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) akan berubah fungsi ke depannya. Tidak lagi hanya melayani ibu dan bayi, namun akan lebih luas pelayanannya. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Toetoek, saat ini memang posyandu khusus melayani penimbangan dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan bayi. Namun ke depannya, dengan adanya transformasi sistem kesehatan yang telah dicanangkan oleh Kemenkes RI, fungsi posyandu akan lebih luas melibatkan seluruh siklus kehidupan.

“Tidak hanya ibu dan bayi saja, tapi juga dapat memeriksa kesehatan ibu hamil, pasca melahirkan, anak pra sekolah, remaja, calon pengantin sampai lansia. Semua boleh datang ke posyandu,” jelasnya.

Ditambahkannya, inti dari peluasan fungsi posyandu ini bertujuan sebagai screening atau deteksi dini penyakit. Agar masyarakat dapat segera mengetahui sejak dini, penyakit apa yang sedang bersarang di tubuhnya. Sehingga dapat segera melakukan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

“Juga untuk hidupkan kembali upaya promotif dan preventif tanpa tinggalkan pengobatannya,” bebernya. (al)

Buka Gebyar HKN ke-59, Wali Kota: Tidak Cukup Sehat, Sekarang Penting Jaga Kebugaran!

0
Buka Gebyar HKN ke-59, Wali Kota: Tidak Cukup Sehat, Sekarang Penting Jaga Kebugaran!
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat membuka Gebyar HKN ke-59 di Stadion Bessai Berinta. (Yusva Alam)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengingatkan betapa pentingnya menjaga kesehatan. Bahkan saat ini selain kesehatan penting pula menjaga kebugaran tubuh.

Hal ini diungkapkan Basri saat membuka puncak event Gebyar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Minggu (12/11/2023) di Halaman Parkir Stadion Bessai Berinta.

Dikatakan Basri, betapa pentingnya menjaga kesehatan sehingga kalau tidak sehat maka kita tidak bisa melakukan apa-apa. Begitu pun sebaliknya, dengan tubuh yang sehat maka kita dapat berbuat banyak aktivitas.

“Sekarang tidak cukup sehat. Sekarang yang penting adalah jaga kebugaran tubuh,” ujarnya.

Berdasarkan yang ia ketahui, saat ini banyak orang yang menganggap saat semua organ tubuhnya baik-baik saja maka sudah dianggap sehat. Namun ternyata hal itu belum tepat, lantaran banyak orang sehat tapi meninggal karena serangan jantung ataupun penyakit-penyakit lainnya yang tidak terdeteksi sebelumnya.

“Kebugaran itu bagaimana ada kesimbangan. Pola makan, pola kerja, dan istirahat yang cukup. Banyak orang meninggal sia-sia karena tidak bugar,” imbuhnya.

Karena itu ia menginginkan agar dinkes dan OPD terkait membuat program untuk meningkatkan kebugaran masyarakat Bontang.

“Seluruh OPD harus perhatikan ini. Bagaimana memenuhi seluruh sarana dan prasarana alkes di Bontang. RSUD harus jadi rumah sakit rujukan. Agar derajat kesehatan di Kota Bontang meningkat. Agar angka harapan hidup makin tinggi. Kita terus edukasi agar angka harapan hidup terus meningkat,” pungkasnya. (al)

Sapras Outlet DPMPTSP di Gedung MPP Kurang, Asdar: Kami Tetap Berikan Pelayanan Terbaik!

0
Sapras Outlet DPMPTSP di Gedung MPP Kurang, Asdar: Kami Tetap Berikan Pelayanan Terbaik!
Outlet pelayanan DPMPTSP di Gedung MPP. (ist)

BONTANG – Sarana dan prasarana (sapras) outlet pelayanan DPMPTSP di Mal Pelayanan Publik (MPP) dirasa masih sangat kurang. Namun begitu tak menyurutkan warga Bontang untuk mengurus perijinan di outlet yang berlokasi di lantai atas Gedung Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim beberapa waktu lalu.

“Pastinya untuk sapras memang tugas kami, di sana sama di sini (kantor pusat) sangat jauh berbeda. Kami sangat paham dan akui kekurangan itu. Untuk itu, kami berusaha sebaik mungkin agar tetap memberikan pelayanan yang terbaik, dan secara bertahap, walaupun di sana dengan suasana yang panas,” paparnya.

Saat ini, di MPP sendiri yang masih sangat sering dikunjungi oleh masyarakat yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan DPMPTSP.

Dengan hadirnya lift pasca selesai pengerjaan, diharapkan masyarakat lebih banyak datang untuk berkunjung, dari berbelanja hingga mengurus keperluan di MPP.

“Kami sangat terbuka untuk siapa saja, bagi yang tidak tahu dan tidak mengerti diharapkan bisa untuk datang ke kantor pusat maupun di MPP, kami siap membantu,” tutupnya. (dwi/adv)

Mengenal Penyakit Stroke, Dokter Spesialis Saraf Sarankan Periksakan Diri Ketika Ada Gejala

0
Mengenal Penyakit Stroke, Dokter Spesialis Saraf Sarankan Periksakan Diri Ketika Ada Gejala
Dokter spesialis saraf atau neurologi saat memeriksakan pasien. (Yahya Yabo)

BONTANG – Penyakit stroke merupakan penyakit kecacatan tertinggi dan penyakit penyebab kematian ke dua setelah penyakit jantung. Sehingga Kementerian Kesehatan saat ini  berfokus untuk menurunkan angka kecacatan stroke dan angka kematian akibat stroke.

Dokter Spesialis Saraf RSUD Taman Husada Bontang, dr Atika Ridwan, Sp.N menerangkan dalam tulisannya, bahwa berdasarkan data Riskesdas 2018, Provinsi Kaltim menempati peringkat tertinggi prevalensi stroke di seluruh Indonesia sebesar 14,7% yang meningkat dua kali lipat dibandingkan Riskesdas 2013.

Pada 29 Oktober 2023 lalu, bertepatan dengan hari stroke di seluruh  dunia, Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi di seluruh Indonesia secara serentak mengadakan acara World Stroke Day (WSD), baik itu berupa penyuluhan offline maupun online dengan talkshow dan melalui media sosial.

Adapun, stroke terjadi akibat gangguan pada pembuluh darah otak. Dapat berupa penyumbatan maupun perdarahan pada otak. Ada dua macam  faktor risiko stroke, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah.

“Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia lebih 55 tahun, jenis kelamin laki-laki, ras dan genetik. Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah antara lain hipertensi, kencing manis, obesitas, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan darah, riwayat stroke sebelumnya, peningkatan kadar lemak dalam darah, kurangnya aktivitas fisik, sakit kepala migrain, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, merokok, stres fisik dan mental maupun penggunaan kontrasepsi hormonal,” jelas dr Atika Ridwan, Sp.N, dikutip dalam tulisannya.

Selain itu, dr Atika menjelaskan, gejala stroke dapat terlihat berupa gangguan pada fungsi otak seperti kelemahan atau kesemutan  pada wajah dan atau sebagian tubuh, kesulitan berbicara, bicara tidak jelas, lidah terasa pelo atau bicara tidak menyambung, kesulitan menelan, mengenal rasa atau mencium bau, pusing berputar atau terasa oleng atau tidak seimbang bila berjalan dan gangguan penglihatan  seperti penglihatan ganda, tidak dapat melihat sebagian atau buta total sementara waktu serta tidak dapat melirik ke kiri atau kanan.

“Gejala ada beberapa di antaranya, gangguan pendengaran seperti tuli mendadak, sulit mendengar atau memahami pembicaraan atau telinga terasa penuh. Gangguan keseimbangan  dan koordinasi seperti gemetaran, tremor, sempoyongan. Gangguan memori seperti pikun, tidak mengenal orang, tempat, waktu atau benda. Sakit kepala hebat tiba-tiba yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tidak sadar atau sulit dibangunkan,” terang dr Atika.

Dengan begitu, Ia menganjurkan kepada masyarakat ketika mengalami beberapa gejala seperti yang telah ada, untuk mendatangi atau segera memeriksakan diri.

“Apabila salah satu atau beberapa gejala stroke terjadi segera ke RS terdekat untuk pemeriksaan ke dokter Spesialis Neurologi, agar lebih cepat ditangani. Semakin cepat penanganan stroke, semakin besar kemungkinan sembuh. Apabila sudah pernah mengalami stroke juga harus memeriksakan diri secara rutin, untuk mencegah serangan stroke berulang,” ungkapnya. (adv/yah)

Hadiri Perayaan HUT ke-21 RSUD Bontang, Wawali: Semoga Visi Jadi Rumah Sakit Terbaik di Kaltim Terwujud!

0
Hadiri Perayaan HUT ke-21 RSUD Bontang, Wawali: Semoga Visi Jadi Rumah Sakit Terbaik di Kaltim Terwujud!
Wakil Wali Kota Najirah saat menghadiri HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang (Wawali), Najirah menghadiri perayaan HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang yang dilaksanakan Minggu (12/11/2023) di halaman parkir RSUD Bontang. Najirah mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya perayaan ulang tahun rumah sakit pemerintah daerah tersebut.

Dikatakannya, HUT ke-21 RSUD Taman Husada harus menjadi momen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bontang. Sesuai visi misi RSUD Bontang, menjadi rumah sakit terbaik di Kota Bontang, maupun Kalimantan Timur bisa diwujudkan.

“Semoga dapat menjadi rumah sakit terbaik di Kalimantan Timur, dengan terus meningkatkan pelayanan,” kata Najirah, Minggu (12/11/2023).

“Pelayanan sudah bagus, lebih bagus lagi ditingkatkan. Karena pelayanan itu penting sekali dalam kesehatan, dengan fasilitas yang ada,” jelas Najirah. (adv/yah)

Bertabur Hadiah Doorprize di HUT ke-21 RSUD Taman Husada

0
Bertabur Hadiah Doorprize di HUT ke-21 RSUD Taman Husada
Hadiah utama doorprize HUT ke-21 RSUD Taman Husada Kota Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Perayaan HUT ke-21 RSUD Taman Husada Kota Bontang dilaksanakan secara sederhana dan meriah, Minggu (12/11/2023) di halaman parkir RSUD Bontang.

Kegiatan diawali dengan senam bersama Direktur RSUD dan jajarannya bersama seluruh pegawai, dan staf RSUD Bontang.

Semarak HUT ke-21 diisi dengan berbagai hadiah kejutan (doorprize) yang diperuntukkan bagi karyawan dan pegawai.

Para pegawai dan karyawan pun antusias menunggu hadiah utama doorprize.

Kegiatan HUT juga dimeriahkan dengan penampilan juara 1, 2 dan 3 lomba singing contest yang telah diadakan RSUD Bontang beberapa waktu lalu.

Panitia menyiapkan sebanyak 177 hadiah doorprize.  Di antaranya seperti kipas angin, televisi, rice cooker, mesin cuci, lemari es, hingga hadiah utama sepeda listrik.

“Kami sediakan sebanyak 177 doorprize bagi karyawan dan pegawai,” kata Eka Yulianti, Panitia doorprize HUT ke-21 RSUD. (adv/yah)

RSUD Taman Husada Rayakan HUT ke-21, Momen Peningkatan Pelayanan

0
RSUD Taman Husada Rayakan HUT ke-21, Momen Peningkatan Pelayanan
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp. JP saat memberikan sambutan. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang merayakan HUT ke-21 yang dipusatkan di Halaman Parkir RSUD Bontang, Minggu (12/11/2023).

Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp. JP mengatakan, perayaan HUT ke-21 kali ini bertemakan ‘Terus Bersinergi untuk CERIA.’ Menurutnya, momentum HUT ke-21 ini akan menjadikan RSUD Bontang semakin berbenah.

“Tahun ini semoga gedung baru B bisa selesai, dan di awal tahun 2024 semua poli klinik bisa pindah ke gedung baru,” kata dr Suhardi.

Ditambahkannya, pelaksanaan HUT ke-21 akan menjadi momentum peningkatan pelayanan bagi RSUD Bontang.

“Dengan lengkapnya tenaga kesehatan saat ini tentu membutuhkan ruang-ruang baru untuk pelayanan,” katanya.

RSUD Bontang pun akan terus mengupayakan mencapai visi misi rumah sakit dalam peningkatan pelayanan.

“Kami memiliki visi misi. Secara perlahan dan pasti kami bisa tercapai,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, untuk melihat indikator kota maju yakni dengan indikator kesehatan, pendidikan, olahraga yang berprestasi dan infrastruktur dalam kota.

“Wajib untuk mengadakan peralatan medis. RSUD Bontang terus berbenah dan meningkatkan pelayanan bagi tenaga kesehatan,” terangnya. (adv/yah)

Komisi I DPRD Bontang dan DPK Laksanakan Konsultasi Publik Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan

0
Komisi I DPRD Bontang dan DPK Laksanakan Konsultasi Publik Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan
Adrofdita, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang melaksanakan rapat terkait Konsultasi Publik tentang Raperda Penyelenggara Perpustakaan, Selasa (7/11/2023).

Adrofdita, Anggota Komisi I DPRD Bontang menyatakan, adanya raperda penyelenggaraan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta kualitas pelayanan terkhususnya di perpustakaan.

Maka dari itu, konsultasi publik ini digelar bertujuan sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya antara DPRD Bontang dan DPK.

“Kita menjalankan sesuai dengan pemerintah daerah, dengan kondisi kemampuan yang ada. Bahkan untuk SDM pun, kita bisa menggunakan pemuda daerah,” ucapnya.

Kota Bontang sendiri memiliki beberapa perusahaan yang ada, dalam hal itu Adrof menyarankan agar dari beberapa perusahaan yang ada di Bontang bisa turut serta membantu perpustakaan bahkan sekolah yang sudah memiliki relokasi untuk tingkat standar.

“Kota kita dikelilingi beberapa perusahaan, bisa jadi mereka membantu dan ikut serta dalam beberapa hal. Berharapnya seperti itu,” paparnya.

Kalaupun di Kota Bontang ada penulis yang mempunyai sebuah karya, serta bisa menarik daya para pembaca itu sangat dibutuhkan oleh perpustakaan. Atau bahkan untuk bedah buku pun menjadi salah satu cara membangun literasi anak-anak minat baca.

“Kita nanti pastinya akan memberikan suatu penghargaan, jika ada yang mempunyai sebuah karya bagus. Membangun minat baca, apalagi terkhusus anak sekolah,” ungkapnya.

Adrof juga menambahkan dengan adanya kegiatan konsultasi publik ini, dengan banyaknya yang datang dapat memberikan masukan-masukan dari beberapa pihak. Terkait untuk membenahi yang dulunya belum sempat terlaksana.

“Saya tidak menyangka, antusias mereka sangat tinggi dan bagus. Sehingga ada banyak sekali yang datang dan memberikan masukan untuk kita serap,” tutupnya.

Konsultasi publik ini bertujuan untuk meminta masukan dari beberapa pihak di antaranya dari sekolah, kampus, kelurahan, serta yayasan. Saran dan masukan itu nantinya dapat  menyempurnakan raperda. (dwi).