Beranda blog Halaman 814

Penyebarluasan Perda 8/2022, Kadir Tappa: Perlu Mengangkat Kepemudaan

0
Abdul Kadir Tappa saat pelaksanaan penyebarluasan Perda nomor 8 tahun 2022 di Kota Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Anggota DPRD Kaltim Abdul Kadir Tappa melakukan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang kepemudaan di hotel Tiara Surya, Sabtu (28/1/2023). Kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa dan kepemudaan di Kota Bontang.

Kadir Tappa mengatakan sosialisasi atau penyebar luasan Perda nomor 8 tahun 2022 dilakukan untuk memberikan gambaran bagi kepemudaan mengenai tugas dan fungsi untuk mengangkat kepemudaan sebagai tujuan Perda. “Ada yang perlu diangkat dalam kepemudaan bagi tujuan Perda,” kata Kadir Tappa, Sabtu (28/1/2023).

Selanjutnya, Kadir Tappa mengatakan penyebarluasan Perda merupakan tugas anggota DPRD setelah Perda disahkan sehingga dapat menggali Perda untuk dapat mengenai sasaran di masyarakat atau kepemudaan.

Sementara narasumber dari Provinsi yang juga trainer, Selamet Said Sanib menjelaskan mengenai praktik kepemudaan dengan praktisi. Ia menambahkan bahwa dalam Perda Nomor 8 Tahun 2022 ini menjelaskan peran dan tanggung jawab kepemudaan. “Peran dan tanggung jawab pemuda. Berdasarkan asas Ketuhanan. Asas kebersamaan dan kebhinekaan,” jelasnya.

Selain itu, Perda ini akan mengakomodir dan memberikan ruang kepada pemuda. Ada asas kemanusian, kebhinekaan, asas partisipatif dan asas kesetaraan. “Semangat Perda memberikan ruang kepada pemuda agar dapat eksis,” tambahnya.

Sementara narasumber dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang, Ismid Rijani mengapresiasi adanya Perda Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan. Ia mengatakan dalam Perda ini cukup sederhana dan terarah. “Di sini ada hak-hak bagi kepemudaan,” katanya.

Di samping itu, ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kepemudaan di Kota Bontang. “Mengakomodir bagi kepemudaan dalam pembinaan dan pelatihan,” sebutnya.

Dengan begitu, harapannya dapat melaksanakan program kepemudaan dalam pemberdayaan pemuda di Kota Bontang. “Perda ini akan dapat diterapkan di Kota Bontang sebagai bentuk kepemudaan,” katanya. (adv/yah)

77 Event Pariwisata Bakal Digelar Sepanjang Tahun 2023

0
Rapat Koordinasi Teknis (Rakernis) Pariwisata, Kamis (26/01/2023) kemarin di Auditorium 3 Dimensi. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang bakal menggelar 77 event pariwisata sepanjang tahun 2023 ini. Hal itu dalam rangka meningkatkan kembali potensi wisata di Kota Taman. Dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakernis) Pariwisata, Kamis (26/01/2023) kemarin di Auditorium 3 Dimensi.

Agenda 77 event ini membuktikan bahwa Pemkot Bontang selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi, serta menjadi mitra strategis pelaku/pegiat pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya dalam mendorong geliat perekonomian rakyat.

Menggangkat tema “Mari sukseskan pelaksanaan 77 event Kota Bontang,” Basri Rase dalam kesempatan tersebut meminta kerjasama dan sinergi seluruh pihak.

“Harus ada perubahan mindset, jangan bekerja sendiri-sendiri. Ini adalah kegiatan Pemkot Bontang, seluruh OPD harus saling mendukung,” ungkap Basri.

Dengan mengedepankan sinergi dan kolaborasi yang inklusif, serta merangkul pemangku kepentingan, 77 event ini nantinya akan mempersembahkan potensi Bontang. Mulai dari seni budaya, wisata olahraga, MICE, kuliner, hingga adat istiadat.

Rapat ini dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Basri Rase. Dihadiri Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati, jajaran asisten serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Bontang. (hms)

2 Pengedar Sabu Ditangkap, Rumah Sering Jadi Tempat Pesta Narkotika

0
Kedua pelaku saat diamankan pihak Unit Reskrim Polsek Marang Kayu. (ist)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Marang Kayu meringkus dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu, Kamis (26/1/2023) pukul 16.00 Wita.

Tersangka berinisial AAR (21 ) dan S (29 ), keduanya ditangkap di sebuah rumah di Jalan Poros Bontang-Samarinda Kilometer 25, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Marang Kayu, AKP Slamet Riyadi membenarkan bahwa anggotanya telah melakukan penangkapan dua pelaku pengedar sabu.

Dijelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat, bahwa di daerah Jalan Poros Bontang-Samarinda Kilometer 25 kerap dijadikan tempat pesta narkotika.

Berdasarkan informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Marang kayu dipimpin Kanit Reskrim, Aipda Patonda langsung mendatangi TKP yang dimaksud. Personel menemukan tersangka AAR dan S sedang berada di dalam rumah.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan 2 (dua) poket narkotika diduga sabu-sabu. Disimpan di dalam bungkus rokok merk troy, yang diletakkan di samping pintu kamar rumah,” kata Kapolsek Marang Kayu.

Selain menyita sabu, anggota Unit Reskrim Polsek Marang Kayu juga menyita barang bukti lainnya seperti 1 ( satu ) buah pipet kaca, 1(satu) buah sendok takar terbuat dari sedotan, 1 (satu) buah korek gas, dan (satu) buah bungkus rokok merk troy.

“Saat diinterogasi tersangka AAR mengakui, bahwa sabu tersebut adalah miliknya, yang dibeli dari tersangka S, ” ujarnya.

Saat ini kedua tersangka sudah ditahan di Polsek Muara Badak. Kedua pelaku dikenakan pasal pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Bikin Inovasi, Polsek Muara Badak Gelar Ngopi

0
Suasana Ngopi Polsek Muara Badak bersama warga. (ist)

BONTANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Badak menggelar kegiatan Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) bertempat di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kamis (26/1/2023). Kegiatan ini guna meningkatkan silaturahmi dengan masyarakat, serta menggali gangguan kamtibmas di wilayah Polsek Muara Badak.

Kapolsek Muara Badak, Iptu Gatot Siswanto mengatakan, kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Kapolsek Muara Badak, sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Pada kesempatan pertama ini, perlu diketahui bahwa program ngopi merupakan kegiatan inovasi Polsek Muara Badak, yang nantinya berjalan seminggu sekali. Bergilir dari desa ke desa kemudian berlanjut ke komunitas-komunitas yang ada di Kecamatan Muara Badak.

“Semoga dapat menciptakan kondisi kamtibmas, serta ketaatan/kesadaran hukum masyarakat di Muara Badak,” kata Kapolsek Muara Badak.

Sementara Itu, Kepala Desa Tanjung Limau, Suryandi mengatakan, atas nama ketua BPD Desa Tanjung Limau mengucapkan selamat datang kepada Bapak kapolsek beserta jajarannya

”Di Desa Tanjung Limau ada beberapa instansi pendidikan, yaitu SMP dan SMA. Kami berharap bapak kapolsek mensosialisasikan ke sekolah-sekolah, tentang penggunaan helm kepada pelajar. Karena diketahui angka kecelakaan di Desa Tanjung Limau ini cukup tinggi,” ujarnya.

Salah satu Ketua RT Desa Tanjung Limau mengharapkan, Kapolsek Muara Badak dapat menghimbau warga di Desa Tanjung Limau, karena masih ada balapan liar dari kalangan anak muda.

Kapolsek menjawab, untuk edukasi tentang lalu lintas akan dibuatkan rencana. Jadwal sosialisasinya ke sekolah-sekolah khususnya penggunaan helm dan kenakalan remaja lainnya.

Perlu diketahui, sekira 14 korban meninggal dunia tahun 2022 di wilayah Muara Badak, akibat kecelakaan lalu lintas. Rata-rata korban adalah anak yang masih berstatus pelajar dan tidak menggunakan Helm. Perlu kerja sama semua pihak untuk bersama-sama menekan pelanggaran lalu lintas di Muara Badak.

“Mari kita bersama–sama mengingatkan keluarga kita untuk tertib berlalu lintas, khususnya balap liar guna mengurangi angka kecelakaan,” imbaunya.

“Patroli di wilayah hukum akan kami tingkatkan, khususnya waktu-waktu rawan, guna terciptanya situasi kamtibmas yang aman,” jawab kapolsek sekaligus mengakhiri kegiatan tersebut. (hms)

Kilas Balik: AKSI BERGIZI bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang 2023

0
Kegiatan Aksi Bergizi Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (26/1/2023). (ist)

Penulis: Sriningsih Hutomo

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut.

Riskesdas sebelum tahun 2023 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia.

Tak terkecuali kota Bontang, berdasarkan data dinas kesehatan kota Bontang masih banyak siswa-siswi yang anemia baik pada jenjang SMP maupun SMA sederajat.

Menanggulangi hal tersebut, Pemkot Bontang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD).

Suplementasi TTD diberikan ke remaja putri usia 12–18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD.

Selain faktor anemia yang angkanya cukup tinggi, perhatian terhadap kesehatan mental anak pun masih diabaikan. Sehat mental bukan sekedar tidak sakit jiwa, pemahaman ini yang ingin kembali diluruskan dan perlunya edukasi lebih menyeluruh, baik terhadap orang tua maupun guru di sekolah.

Berangkat dari dua kondisi tersebut, dinkes mengadakan sosialisasi dan talk show dalam kegiatan Aksi Bergizi Kota Bontang. Diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada 26 Januari 2023, mengambil tema “Remaja Jangan Sampai Anemia” dan Kesehatan Mental Anak maupun Remaja.

Acara diresmikan oleh Basri Rase selaku Wali Kota Bontang dan dihadiri pula oleh Hj. Najirah selaku Wawali Kota Bontang. Keduanya pun ikut menandatangani nota kesepakatan program Aksi Bergizi Kota Bontang 2023.

Terdapat ± 150 audiens yang hadir dari siswa-siswi Saka Bakti Husada kota Bontang, seluruh pembina UKS tingkat SMP-SMA sederajat serta dinas terkait. Acara ini didukung penuh oleh PT Kaltim Parna Industri Bontang.

Hari Supriyadi selalu President Director PT Kaltim Parna Industri menyampaikan bahwa KPI akan selalu mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat kota Bontang.

Menghadirkan pemateri handal di bidang kesehatan fisik dan mental, yaitu dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp. A dan Lailah Siddiqah S. Psi, M. Psi. Psikolog. Dipandu oleh Sriningsih Hutomo sebagai moderator, yang terlihat menambah apik kolaborasi dua tokoh publik bidang kesehatan dan psikologi tersebut.

Acara tersebut mampu mempersuasif audiens, agar tidak mengesampingkan anemia dan betapa kesehatan mental remaja sangat penting, karena dapat muncul sejak usia anak maupun remaja.

Perhatian, penghargaan, dan dukungan orang tualah yang menjadi  kunci kesehatan mental anak dan remaja, karena dipundak merekalah masa depan bangsa dipertaruhkan.

Drg. Toetoek Pribadi Ekowati, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang menekankan dalam pidatonya bahwa Aksi Bergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi  utama yang menjadi pilot project dinas Kesehatan Kota Bontang, yaitu (1) Sarapan, aktifitas fisik dan minum tablet tambah darah, (2) Edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik; serta (3) Komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif.

Implementasi program Aksi Bergizi tentunya diintegrasikan dengan TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Acara di tutup dengan pembagian door prize oleh duo Nakes berprestasi Pandu Rio Wijaya dan Wilman Pasaribu yang berkolaborasi kocak dalam memandu acara dan mengedukasi banyak hal tentang kesehatan, sehingga acara menjadi lebih seru dan menyenangkan. (*)

3 Bulan Berjalan MPP Masih Sepi, Ini Usulan Terobosan untuk Meramaikan!

0
Komisi II DPRD Bontang saat kunjungan lapangan ke MPP, Kamis (26/1/2023). (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Mal Pelayanan Publik (MPP) kurang lebih 3 bulan berjalan, sejak diresmikan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, Selasa (11/10/2022) lalu. Namun kondisi saat ini masih tetap sepi. Evaluasi pun dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan Komisi II DPRD Bontang, Kamis (26/1/2023) kemarin, serta hasil rapat evaluasi seluruh dinas terkait yang dipimpin oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) selaku leading sektor, dihasilkan beberapa usulan terobosan untuk meramaikan MPP.

Pertama, pelayanan masyarakat harus tersentral di Gedung MPP yang berlokasi di lantai 4 Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Tidak ada lagi pelayanan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), semua dipusatkan di Gedung MPP.

“Kalau masih ada pelayanan di dinas-dinas percuma. Harus terpusat semua di MPP. Kalau MPP ramai akan memberikan multiplier effect kepada para pedagang,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam di sela-sela kunjungan Komisi II ke MPP.

Kedua, pemasangan lift. Lift berfungsi untuk memudahkan pengunjung yang datang ke Gedung Pasar Tamrin, utamanya menuju MPP yang terletak di lantai paling atas.

“Anggaran sudah disiapkan kurang lebih Rp 5 M. Lift ini nantinya bisa dinikmati pengunjung MPP maupun para pembeli di pasar,” kata Rustam.

Ketiga, gerai-gerai di MPP walaupun tak ada layanan namun harus tetap buka. Setidaknya ada informasi-informasi penting yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Misalnya saja Dinas Perhubungan (Dishub) menginformasikan tentang jadwal-jadwal kedatangan atau keberangkatan kapal atau Dinas Pariwisata mempromosikan Kota Bontang di gerainya. Kalau seperti ini MPP akan terlihat hidup,” bebernya antusias.

Keempat, peningkatan fasilitas penunjang seperti AC atau kipas angin dan lain sebagainya untuk mengatasi panasnya ruangan. Saat ini sudah disiapkan anggaran Rp 3,2 M untuk peningkatan fasilitas tersebut.

Kelima, Pengaturan petugas jaga dan jadwal layanan. Bakal diatur sedemikian rupa agar gerai-gerai di MPP bisa tetap buka.

Keenam, sosialisasi MPP di masyarakat. Sudah dianggarkan pula dana untuk sosialisasi mengenalkan MPP ke masyarakat. Seperti misalnya pemasangan banner di beberapa titik OPD. Juga menitipkan pesan-pesan sosialisasi MPP di setiap kegiatan yang diadakan OPD.

Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim didampingi Sekretaris DPMPTSP, Andi Hasanuddin Akmal menyampaikan, semua usulan sebagai bentuk terobosan meramaikan MPP itu sudah dibahas dalam rapat evaluasi perkembangan MPP 3 bulan terakhir.

“Saat ini sebagian usulan sudah berjalan dan sebagian lainnya dalam proses,” ujar Asdar.

“Sebagian OPD sudah mulai proses pemindahan layanan ke MPP. Tetapi sebagian lainnya masih ada yang evaluasi dulu. Karena beberapa OPD harus memikirkan pemindahan sistem ke MPP,” imbuh Andi. (al)

213 Sertifikat Tanah Dibagikan di Kelurahan Telihan

0
Warga menerima sertifikat tanah dari Kantah Bontang. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Kantor Pertanahan (Kantah) Bontang mendistribusikan ratusan sertifikat tanah ke masyarakat di Kelurahan Telihan, Kamis (26/1/2023) kemarin.

Pembagian sertifikat tanah yang berlangsung di Kantor Kelurahan Gunung Telihan itu terbagi dalam 2 program yaitu, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Redistribusi Tanah (Redis).

Untung Widada, Kasi 3 Penataan dan Pemberdayaan Pertanahan Kantor Pertanahan Bontang menjelaskan, pembagian sertifikat tanah kali ini sebenarnya merupakan jadwal program Redis. Namun begitu pendistribusiannya digabung dengan distribusi program PTSL 2021-2022.

“Distribusi PTSL 2021-2022 masih belum kelar pembagiannya. Karena itu diselipkan di program Redis kali ini,” ujar Untung menjawab pertanyaan wartawan sembari mengawasi jalannya pendistribusian sertifikat tanah.

Di program Redis ini, Kantah Bontang membagikan 213 sertifikat tanah untuk warga RT 26 Kelurahan Guntung Telihan. Namun karena sebanyak 15 sertifikat sudah diserahkan sebelumnya saat acara simbolis oleh Wali Kota Bontang, maka yang terdistribusi saat ini sebanyak 185 sertifikat.

“Warga RT 26 Kelurahan Telihan banyak yang ketinggalan program PTSL, makanya diikutkan di program Redis ini,” ujar Yuliansyah, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Gunung Telihan menambahkan pernyataan Untung.

Sementara itu untuk program PTSL 2021-2022 dibagikan sebanyak 129 sertifikat tanah.

“Harapannya warga yang sudah terdaftar di program ini bisa mengambil sertifikatnya. Kalau pun ada yang belum mengambil bisa datang ke Kantah Bontang. Bisa juga lain waktu kami datang kelurahan lagi seperti hari ini,” beber Untung.

Dijelaskan Yuliansyah, program Redis untuk warga di Kelurahan Telihan ini meliputi 3 RT, yaitu RT 20, 25, dan RT 26. Namun khusus Kamis kemarin untuk warga di RT 26.

“Di Kelurahan Kanaan dan Telihan banyak tanah yang bekas hutan lindung. Sehingga bisa masuk ke program Redis,” kata Yuliansyah.

Sekedar informasi, yang dimaksud program redistribusi tanah adalah pembagian lahan-lahan, yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi obyek landreform, kepada para petani penggarap yang memenuhi syarat ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961. (Tirto.id)

Sementara itu program PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah, yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

Program ini diadakan pemerintah supaya properti tanah milik masyarakat memiliki jaminan hukum dan hak. Prosesnya pun terbilang cepat dibandingkan proses pengurusan sertifikat tanah pada umumnya. Sementara itu, target utama dari PTSL ini adalah tanah-tanah yang sama sekali belum memiliki hak milik. (dekoruma.com). (al)

5 Raperda Disetujui Seluruh Fraksi di Rapat Paripurna

0
Berfoto usai penandatanganan berkas raperda. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Rapat Paripurna ke-5 masa sidang II DPRD Kota Bontang resmi digelar Rabu (25/1/2023). Bertempat di Ruang Rapat Utama DPRD, kegiatan tersebut digelar dalam rangka pengambilan keputusan terhadap 5 (lima) Raperda Kota Bontang.

Lima raperda tersebut di antaranya, raperda penyelenggaraan dan penanggulangan bencana daerah, raperda fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, raperda penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga, raperda inovasi daerah, dan raperda pengelolaan keuangan daerah.

Dalam raperda pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika disebutkan, bahwa raperda dibentuk guna mencegah, melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan narkotika. Serta memberikan layanan kepada korban penyalahgunaan narkotika terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Sedangkan raperda penyelenggaraan dan penanggulangan bencana daerah dibentuk, sebagai wujud perlindungan terhadap masyarakat dari pemerintah.

Dalam laporannya, Wali Kota Bontang, Basri Rase berharap agar melalui raperda tersebut meningkatkan upaya pelayanan penanggulangan bencana di Kota Bontang.

Selain itu, Ia juga mengatakan berdasarkan hasil rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemerintah Kota Bontang dikatakan perlu melaksanakan restrukturasi kelembagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Perlu restrukturasi di tubuh BPBD dengan meningkatkan klasifikasi menjadi A,” ucap Basri.

Sementara terkait raperda pengelolaan keuangan daerah, Basri berharap raperda tersebut dapat menjadi pedoman bagi pemerintah untuk melakukan penerimaan maupun pengeluaran  daerah secara tertib, transparan, efisien, efektif, dan penuh tanggung jawab.

Yang terakhir ialah raperda inovasi daerah. Diharapkan dapat menjadi panduan untuk menyelenggarakan tata kelola pemerintahan dengan baik, meningkatkan kinerja, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai inovasi. Sebagai informasi, 5 raperda tersebut disetujui oleh seluruh fraksi yang hadir. (hms)

Rustam: Pelayanan Publik Harus Dipusatkan di MPP!

0
Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Bontang saat tinjauan lapangan di MPP Bontang. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Pelayanan publik seharusnya dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam saat melaksanakan tinjauan lapangan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang bersama Anggota Komisi II DPRD Bontang, Kamis (26/1/2023).

“Sebenarnya pelayanan publik seharusnya tersentral di MPP. Pelayanan tidak lagi dibuka di dinas-dinas. Dengan begitu MPP akan ramai, hingga multiplier effect (efek ganda) akan dinikmati oleh pedagang,” kata Rustam kepada awak media, Kamis (26/1/2023).

Disebutkannya, banyak faktor kurang ramainya MPP selain faktor tidak tersentralnya pelayanan. Di antaranya fasilitas yang ada masih kurang memadai. Kondisi panasnya ruangan hingga tangga berjalan (eskalator) tidak berfungsi.

“Saya tahu betul kenapa ini tidak ramai, karena tempatnya panas, suasananya kurang nyaman,” katanya.

Ke depannya Rustam mengatakan, agar fasilitas yang dapat menunjang MPP dapat dipenuhi. Dengan begitu, akan memudahkan pengunjung pasar maupun di MPP.

“Sebenarnya kita butuh semua penunjang yang ada di MPP agar ramai. Semua gerai harus buka. Walaupun tak ada pelayanan, setidaknya ada informasi yang diberikan di gerai-gerai,” jelasnya.

Dari tinjauan komisi II, ada beberapa gerai yang masih tutup, namun secara keseluruhan pelayanan telah mencapai 80-90 persen. “MPP harus dibuat nyaman agar ramai, dengan mendesain ulang MPP,” urai Rustam. (yah)

BPBD: Banjir Karena Luapan Air dari Sungai Kilometer 5

0
Genangan air di Jalan Ahmad Yani, Bontang. (Ist)

BONTANG – Curah hujan tinggi terjadi di Kota Bontang, Rabu (26/1/2023). Mengakibatkan sebagian wilayah Kota Taman, sebutan Kota Bontang tergenang air seperti di Kelurahan Guntung, Telihan, Api-api hingga ruas Jalan Ahmad Yani. Banjir terjadi akibat luapan air sungai dari kilometer 5, menuju aliran sungai yang melintasi Kota Bontang.

Kepala BPBD Kota Bontang, Zainuddin mengatakan, banjir terjadi akibat kiriman air dari hulu sungai di kilometer 5. Namun, ia menganggap banjir yang terjadi masih dalam keadaan aman.

“Sekarang air sudah naik di Jalan Ahmad Yani. Karena luapan sungai dari kilometer 5. Itulah gambaran kita. Karena sekarang juga lagi perbaikan drainase, semoga bisa lancar,” katanya. Zainuddin saat dihubungi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Kamis (26/1/2023).

Zainuddin menambahkan, wilayah-wilayah yang tergenang air merupakan langganan banjir, dikarenakan efek luapan air dari sungai.

Adapun upaya BPBD dalam menangani banjir saat ini, yakni dengan menurunkan personel di beberapa wilayah seperti di Guntung, Kilometer 5 dan wilayah yang terdampak banjir.

Zainuddin mengimbau agar masyarakat tetap berjaga-jaga. Walaupun saat ini hujan sudah reda namun tetap antisipasi air yang datang dari kilometer 5. “Kami tetap memantau di beberapa wilayah, memerintahkan personel bersiaga di lapangan,” pungkasnya. (yah)