Beranda blog Halaman 818

Satimpo Bersama Polsek Bontang Selatan Gelar Kerja Bakti di Kampung Baru

0
Satimpo Bersama Polsek Bontang Selatan Gelar Kerja Bakti di Kampung Baru
Kegiatan Kerja Bakti Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Kelurahan Satimpo bersama Polsek Bontang Selatan, Bontang Utara, dan Bontang Barat. Melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lapangan kampung baru dan sekitarnya, Jumat (30/8/24).

Guna mendukung terciptanya kebersihan dan kebersamaan dalam bermasyarakat, Kelurahan Satimpo menggelar kegiatan ini.

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama warga Satimpo, untuk menjaga kebersihan di wilayah tersebut. Adapun semangat gotong royong dan kerjasama yang baik antara aparat keamanan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dijunjung tinggi dengan adanya kegiatan kerja bakti rutin ini.

Kerja bakti ini merupakan inovasi yang diimplementasikan dalam program BAWA KULKAS (Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Wilayah Kelurahan Satimpo) dan MISI LUSA ( juM’at bersIh – berSih LIngkungan KelUrahan Satimpo).

“Kegiatan ini dirangkai dengan Jumat Berbagi yang disponsori langsung oleh Kapolsek Bontang Selatan,” katanya.

Maryono berharap, melalui kegiatan kerja bakti ini, Kelurahan Satimpo dapat menjadi lebih baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh warga. Warga Satimpo selalu menunjukkan semangat gotong royong yang ditunjukkan juga menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan.

“Saya berharap kegiatan kerja bakti ini dapat meningkatkan sinergitas antara kelurahan, mitra kelurahan, serta masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mie Gacoan Hadir di Bontang, Rustam: Kota Ini Makin Dilirik Investor

0
Mie Gacoan Hadir di Bontang, Rustam: Kota Ini Makin Dilirik Investor
Anggota DPRD Bontang, Rustam. (ist)

BONTANG – Restoran waralaba ternama, Mie Gacoan segera membuka salah satu cabangnya di Kota Bontang. Nantinya lokasi Mie Gacoan akan berada di Jalan Imam Bonjol, Bontang Utara tepatnya disamping pencucian mobil Qin-Qin.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Rustam mengapreasiasi kehadiran Mie Gacoan di Kota Bontang.

Menurutnya, ini sebagai tanda bahwa Bontang semakin berkembang dan memasuki era modernisasi, dengan dilihat banyak restoran waralaba yang masuk seperti McDonald’s dan lainnya.

“Ini artinya Kota Bontang sudah dilirik banyak investor, dengan membawa brand -brand besar ke sini,” terangnya.

Ia berharap, dengan adanya penambahan brand besar ke Bontang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus naik, membuka banyak lowongan kerja dan pengangguran dapat berkurang.

Diketahui, pihak Mie Gacoan sudah membayar DP untuk penyewaan lahan, bahkan kini pembangunan sudah mulai dilakukan. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Aspian Nur mengatakan, tim dari Mie Gacoan sudah datang, untuk mempersiapkan kelengkapan perizinan.

“Mereka datang beberapa minggu lalu menanyakan langsung terkait apa saja yang dibutuhkan,” terangnya

Aspian mengatakan, pihaknya sudah meminta Tim Gacoan untuk membuat Kesesuaian Kegiatan Penataan Ruang (KKPR) dan dokumen prinsip. Ini sebagai syarat untuk mengeluarkan surat rekomendasi bangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang.

Disusul, dengan pembahasan analisis dampak lalu lintas (andalin) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang.

“Setelah semua prosedur selesai dijalankan, DPMPTSP akan segera menerbitkan izin usaha mereka,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Siapkan 16 Dokter Spesialis, Empat Bapaslon Jalani Tes Psikologi hingga Narkoba

0
RSUD Siapkan 16 Dokter Spesialis, Empat Bapaslon Jalani Tes Psikologi hingga Narkoba
Direktur RSUD Taman Husada Bontang (batik kuning), Suhardi saat konferensi pers. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Empat Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang sedang melangsungkan tes pemeriksaan kesehatan di RSUD Taman Husada, terdapat 16 dokter spesialis yang telah disiapkan RSUD Taman Husada Bontang.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Suhardi mengatakan, bahwa saat pemeriksaan kesehatan ada beberapa tahapan yang harus dijalani oleh masing-masing bapaslon. Seperti pemeriksaan jasmani, pemeriksaan rohani, serta pemeriksaan tes urine terkait narkoba.

“Kami melakukan pemeriksaan jasmani terlebih dahulu, baru nanti dilanjut ke pemeriksaan rohani. Untuk pemeriksaan rohani lumayan lama waktunya,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (30/8/2024).

Secara langsung, untuk hari ini bapaslon akan melakukan tes kesehatan seperti Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MPPI), contohnya seperti mengerjakan tes psikologi.

Kemudian nantinya ada juga tes Intelegensi untuk pemeriksaan kepribadian, dan mungkin selanjutnya akan ada penambahan lagi dari psikologinya.

“Pemeriksaan rohani perkiraan dari jam 08.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita, karena terpotong waktu salat Jumat. Sehingga setiap masing-masing pemeriksaan, punya waktu yang berbeda-beda,” paparnya.

Untuk tes narkoba, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, bagi Bapaslon akan melakukan tes urine.

“Kalau yang wanita nantinya ada pemeriksaan khusus, seperti pemeriksan USG,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang telah merekomendasikan RSUD Taman Husada sebagai lokasi pemeriksaan Bapaslon, sesuai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK).

Pemeriksaan akan berlangsung selama dua hari, yakni dari 30-31 Agustus 2024, mulai pukul 07.00 Wita hingga 18.00 Wita. Hasil dari pemeriksaan pun, nantinya langsung diserahkan ke pihak KPU Kota Bontang.

“Setelah selesai pemeriksaan kesehatan, sehari kita akan adakan rapat pleno. Baru hasilnya kita beri ke KPU Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Empat Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cek Kesehatan di RSUD Taman Husada Hari Ini

0
Empat Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cek Kesehatan di RSUD Taman Husada Hari Ini
Keempat Bapaslon menjalani pemeriksaan kesehatan, di RSUD Taman Husada, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Empat bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang menjalani tes pemeriksaan kesehatan, bertempat di RSUD Taman Husada, Kota Bontang, Jumat (30/8/2024), pukul 07.00 Wita.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, Muzzaroby menuturkan, untuk hari ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan bagi Bapaslon Pilkada 2024, yang berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (30/8/2024) dan Sabtu (31/8/2024).

“Pemeriksaan mulai pukul 07.00 Wita, hingga besok pukul 18.00 Wita, dan KPU telah menetapkan RSUD sebagai tempat pemeriksaan kesehatan, dimana hasilnya pemeriksaan berdasarkan rekomendasi dari Dinkes,” ucapnya.

Bapaslon Sutomo Jabir – Nasrullah menyampaikan, bahwa sudah siap menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Semoga semua berjalan dengan lancar, dan begitupun dengan hasilnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bapaslon Najirah – Aswar mengungkapkan, jika sudah mulai melakukan persiapan, seperti berpuasa Kamis (29/8/2024) kemarin malam, pukul 20.00 Wita.

“Puasanya sudah mulai tadi malam, kalau untuk olahraga saya sudah tidak punya waktu. Akan tetapi olahraga saya hanya berjalan kaki saja, masuk gang kemana-mana. Cukup jalan-jalan ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara Bapaslon Neni Moerniaeni – Agus Haris juga telah berpuasa mulai jam 12 malam tadi.

“Yang jelas insyaallah hasilnya baik, karena kami juga rutin melakukan tes kesehatan, dan berharap mudah-mudahan di tahapan berikutnya bisa kami lalui dengan baik,” paparnya.

Bapaslon Basri Rase – Chusnul Dhihin juga telah mempersiapkan diri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Bahkan memberikan apresiasi kepada pihak RSUD Taman Husada, dengan pelayanannya yang baik.

“Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Saya juga mengapresiasi pelayanan di sini, ramah dan bagus,” kata Basri.

Kesempatan yang sama, Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Dr. Suhardi, Sp.Jp menjelaskan, untuk tes pemeriksaan kesehatan, akan dilakukan tes jasmani, rohani, serta narkoba. RSUD menyiapkan sebanyak 16 dokter spesialis, yang nantinya akan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Untuk persiapan pastinya kami sudah siapkan dari jauh hari, dan kami pastikan semuanya melakukan pemeriksaan dengan profesional. Sementara untuk hasilnya nanti, akan kami sampaikan langsung ke KPU,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Program Wolbachia Tetap Berlanjut, Ini Koreksi untuk Masing-masing Kecamatan!

0
Program Wolbachia Tetap Berlanjut, Ini Koreksi untuk Masing-masing Kecamatan!
Closing Ceremony Program Wolbachia. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Program penyebaran nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia telah dilaksanakan di 3 kecamatan di Kota Bontang selama beberapa bulan, sejak rilis November 2023 lalu. Kamis (29/8/24) ini Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan closing ceremony program Wolbachia.

Bahtiar Mabe, Kepala Dinkes mengatakan, pihaknya telah melakukan penarikan 2500 ember di seluruh kecamatan untuk melakukan penghitungan keefektifitasan dari program tersebut.

“Program ini bertujuan mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti. Karena Bontang salah satu kasus penderita DBD tertinggi,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa program ini sudah menunjukkan kemajuan, terutama di Kecamatan Bontang Barat yang berhasil mencapai target sebesar 75 persen. Sayangnya, Kecamatan Bontang Utara hanya mencapai 36 persen dan Bontang Selatan hanya mencapai 42 persen.

Pada September mendatang, penyebaran telur nyamuk ber-wolbachia akan kembali dilaksanakan di wilayah perumahan PC PKT.

Berikut beberapa koreksi bagi masing-masing Kecamatan:

Kecamatan Bontang Utara

– Rekomendasi dari UGM untuk penambahan periode rilis bisa dilakukan, namun untuk penambahan ember kurang maksimal.

– Kader kesehatan tidak berkomitmen untuk penambahan periode rilis, dan penggantian paket dilanjutkan oleh kader SBH (Saka Bhakti Husada).

– Proses penggantian paket telur oleh kader kesehatan maupun kader SBH tidak berjalan secara maksimal, sehingga target pencapaian agar Wolbachia akan sulit dicapai.

– Penambahan ember kurang maksimal, sehingga target pencapaian agar Wolbachia bisa menetap akan sulit dicapai.

– Monitoring 5 dan 6 hanya dilakukan di Kelurahan Api-api dan Gunung Elai.

Kecamatan Bontang Barat

– Rekomendasi dari UGM untuk penambahan periode rilis bisa dilakukan dan pengurangan area penyebaran ember karena kurang efektif (tidak padat penduduk, jarak dan kasus DBD rendah bahkan tidak ada).

– Penambahan periode rilis dan dobel strip berhasil mengimbangi populasi nyamuk Aedes aegypti lokal.

– Monitoring 5 dan 6 dilakukan di semua Kelurahan.

Kecamatan Bontang Selatan

– Rekomendasi dari UGM untuk penambahan periode rilis bisa dilakukan, namun untuk penambahan ember kurang maksimal.

– Penambahan ember kurang maksimal sehingga target pencapaian agar Wolbachia bisa menetap akan sulit dicapai.

– Kelurahan yang wilayahnya berada di pinggir pantai yaitu Tanjung Laut Indah dan Berbas Pantai (khususnya Kelurahan Berbas Pantai) ditemukan breeding site yang tersebar merata, hal yang seharusnya dilakukan adalah memaksimalkan PSN atau dibutuhkan proses penyebaran ember dalam jangka waktu lama, lebih padat peletakan ember serta jumlah yang lebih banyak untuk mengimbangi nyamuk Ae. aegypti lokal.

– Monitoring 5 dan 6 hanya dilakukan di Kelurahan Berbas Tengah, Tanjung laut, Satimpo serta Bontang Lestari.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Maju sebagai Wajah Baru di Pilkada 2024, Sutomo: Tidak Semua Partai Berani Mengusung Saya

0
Maju sebagai Wajah Baru di Pilkada 2024, Sutomo: Tidak Semua Partai Berani Mengusung Saya
Bapaslon Sutomo - Nasrullah, saat konferensi pers di Halaman KPU Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Sutomo – Nasrullah dinilai berani maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) walaupun terhitung wajah baru.

Keduanya telah resmi mendaftar di KPU Bontang, sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

Saat konferensi pers berlangsung, Sutomo menyampaikan, kenapa dirinya bersama Nasrullah berani mencalonkan diri untuk Pilkada 2024 mendatang, sebab tidak semua pimpinan partai berani mengambil resiko untuk mengusung Sutomo – Nasrullah.

Sutomo pernah sampaikan, saat pertama kalinya ingin maju di pilkada saat konferensi pers beberapa waktu yang lalu, jika dirinya adalah anggota DPRD Provinsi Kaltim, yang dimana daerah pemilihannya adalah Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Berau.

“Saya menganggap, ketiga daerah tersebut adalah daerah saya, yang dimana keluarga, sahabat, serta teman saya ada di Kota Bontang,” ucapnya, Kamis (29/8/2024) siang.

Kedua, Sutomo telah dimintai secara langsung oleh pengurus DPC untuk siap maju di Kota Bontang. Saat melakukan pendaftaran di KPU Bontang berlangsung pun, didampingi oleh Ketua DPC sekaligus Sekretaris PKB wilayah provinsi dan juga Bendahara Umum.

“Andaikan struktur PKB tidak solid mendukung saya, saya pun tidak akan mungkin maju di Kota Bontang,” paparnya.

Diketahui, Sutomo – Nasrullah telah diusung oleh empat partai, di antaranya PKB, Demokrat, Hanura, serta Garuda.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Usung Tagline JUARA, Najirah-Aswar Targetkan 65 Persen Suara

0
Usung Tagline JUARA, Najirah-Aswar Targetkan 65 Persen Suara

BONTANG – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Najirah-Muhammad Aswar melakukan pendaftaran ke KPU, Kamis (29/8/24).

Pasangan tersebut menyampaikan beberapa target, seperti adanya zonasi ruang terbuka hijau di Kota Bontang, yang sejak tahun 70-an sudah berdiri sebuah industri, sehingga menjadi kota Bontang Kota industri.

“Selain mengutamakan kepentingan industri, mengedepankan lingkungan tentu harus berbanding lurus,” terang Aswar.

Oleh sebab itu Kota Bontang sendiri menetapkan lokasi-lokasi yang bisa dibangun industri, sehingga pembangunan industri tidak berada di tengah-tengah masyarakat yang kemudian mengganggu lingkungan.

Lebih lanjut Najirah menjelaskan, tagline Juara (Jujur, Amanah, Merakyat) dibuat berdasarkan dua kepribadian Najirah-Aswar yang sudah saling mengobrol, sehingga dapat berpasangan dalam pilkada ini.

Garis besar dari visi misi mereka adalah bagaimana sumber daya manusia, ekonomi, tatanan kota dan pemerintah harus menjadi kota yang juara juga.

“Isi visi misi kami sangat panjang, akan membutuhkan waktu yang lama jika kami jelaskan,” terangnya.

Di akhir, pasangan tersebut optimistis bahwa target mereka dapat mencapai 65 persen suara, “Karena yang mengantarkan kami hari ini lebih dari 5000, jadi kami optimistis,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diiringi 5000 Simpatisan, Najirah-Aswar Mendaftar ke KPU

0
Diiringi 5000 Simpatisan, Najirah-Aswar Mendaftar ke KPU
Bapaslon Najirah-Aswar Melakukan Pendaftaran ke KPU. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah-Muhammad Aswar resmi melaksanakan pendaftaran ke KPU Bontang, Kamis (29/8/24) sore.

Diiringi sekitar 5000 massa, pasangan tersebut hadir bersama tim sukses dan partai pengusung yakni, PDIP, Gelora dan PAN, mereka juga terlihat mengenakan pakaian berwarna merah putih biru.

Dengan majunya bapaslon tersebut dalam pilkada 2024, akan memenuhi serta mengikuti seluruh aturan serta syarat yang yang disampaikan oleh KPU.

“Semoga seluruh syarat sudah kami penuhi dan tidak ada yang tertinggal,” terangnya.

Adapun mereka berangkat dari posko pemenangan Najirah-Aswar di Jalan R. Suprapto, dan langsung menuju KPU melalui Jalan D.I Panjaitan dan masuk ke Awang Long melalui Simpang 4 Bontang Kuala, sesuai dengan arahan KPU.

Bapaslon tersebut mengambil tagline ‘Juara’ yang merupakan singkatan dari Jujur, Amanah dan Merakyat dengan harapan selalu bisa mendengarkan keluhan masyarakat dan dapat memberikan solusi.

Setelah melakukan pendaftaran, Najirah-Aswar dan rombongan melakukan konvoi dengan mendendangkan lagu pemenangan mereka.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Berkas Belum Lengkap, Pendaftaran Bapaslon Sutomo – Nasrullah Tertunda

0
Berkas Belum Lengkap, Pendaftaran Bapaslon Sutomo - Nasrullah Tertunda
Suasana Kantor KPU Bontang, saat menunggu kelengkapan berkas Bapaslon Sutomo - Nasrullah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) Sutomo Jabir – Nasrullah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang saat ini masih tertunda, lantaran Plt Ketua DPC PKB Bontang, Selamat Ari Wibowo belum menandatangani surat dukungan parpol.

Ketua Dewan Syuro PKB Bontang, Firman menyampaikan, berkas yang belum sempat ditandatangani tersebut, bertepatan juga dengan pendaftaran untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Samarinda.

Selain itu, Selamat Ari Wibowo juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Kaltim.

“Persyaratan belum lengkap karena berkasnya belum ditandatangani Ketua DPC PKB, karena jadwal pencalonan yang bersamaan,” ucapnya saat diwawancarai awak media, Kamis (29/8/2024).

Akan tetapi, untuk berkas dari partai lain seperti Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Garuda telah siap untuk diserahkan ke KPU Bontang.

“Yang lain sudah aman, tinggal yang ini aja belum ditandatangani. Sekarang pun ketua sudah menuju ke Bontang,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua KPU Bontang, Muzzarobby menyampaikan, jika pihak dari Bapaslon Sutomo – Nasrullah masih menunggu kedatangan Ketua KPU Bontang untuk penandatanganan dokumen.

“Yang jelas, batas pendaftaran hingga pukul 23.59 Wita. Jika dokumen lengkap, pastinya nanti akan kami proses lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Solusi Tuntas Problem Over Kapasitas Pada Lapas

0
Solusi Tuntas Problem Over Kapasitas Pada Lapas
Ita Wahyuni. (ist)

Oleh:
Ita Wahyuni, S.Pd.I.
(Pemerhati Masalah Sosial)

Mengkhawatirkan, itulah gambaran untuk kondisi Lapas Kelas IIA di Kota Bontang saat ini. Bagaimana tidak, Lapas tersebut mengalami krisis over kapasitas yang parah, dengan tingkat keterisian mencapai 400 persen dari kapasitas normal. Kepala Lapas Kelas IIA Kota Bontang, Suranto, mengatakan setiap tahun kapasitas lapas bertambah. Lapas Kelas IIA Kota Bontang sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 360 orang, namun jumlah warga binaan terus meningkat dari 1.600 orang pada Agustus 2023 menjadi lebih dari 1.700 orang pada 2024, dan dikhawatirkan pada tahun 2025 bisa mencapai 2000 orang (Kitamudamedia.com, 19/08/2024).

Suranto mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen dari 1.700 warga binaan di Lapas Kelas IIA Bontang berasal dari Kutai Timur (Kutim) dan Samarinda. Suranto juga menjelaskan, di Kutim tidak memiliki lapas, dan Bontang membawahi dua wilayah makanya di Kaltim dan Kaltimtara lapas Bontang yang paling penuh. Ia pun berharap agar pemerintah dapat menambah kapasitas ruang di lapas, seperti dengan menambah lantai dari dua menjadi tiga lantai.

Sekulerisme Biang Kerok

Fenomena over kapasitas pada Lapas hampir terjadi di semua daerah dan belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, Sofyan mengungkapkan Lapas dan Rutan di Kaltim dan Kaltara sebanyak 13 Unit Pelaksana Teknis dengan total penghuni 12.515 orang sedangkan daya tampung hanya bisa memuat 3.586 orang, sehingga terjadi over kapasitas hingga 300 persen. Sebanyak 13 Unit Pelaksana Teknis itu berada di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Tenggarong, Nunukan, Tanjung Redeb dan Tanah Grogot (Diskominfo.kaltimprov.go.id, 16/08/2021).

Fakta di atas semakin menunjukkan persoalan ini tampak kusut bahkan nyaris tanpa solusi. Padahal seharusnya negara tetap wajib memberikan kehidupan yang layak dengan fasilitas yang baik agar upaya pembinaan dan penyadaran para tahanan dapat berjalan dengan optimal. Sehingga mereka sadar dan bertaubat serta tidak melakukan tindak kriminal kembali setelah lepas dari masa tahanan. Namun sayangnya, negara telah lalai dalam memelihara dan menyadarkan para tahanan yang berada dalam lapas.

Sementara itu, sistem sekularisme yang mengatur negeri ini menjadi biang kerok dan semakin memperparah permasalahan tersebut. Kehidupan yang sekuler telah menyebabkan manusia ringan dalam melakukan kejahatan. Budaya permisif, individualisme, materialisme, dan kebebasan bertingkah laku ikut menyumbangkan perilaku amoral yang berujung pada meningkatnya kriminalitas. Akhirnya penjara penuh, diisi para penghuni baru dan penghuni lama yang terus mengulang kejahatannya.

Ditambah lagi, hukum sanksi yang diberikan kepada pelaku kejahatan tak menjerakan. Hal ini wajar, karena penegakan hukum yang dibuat berdasarkan buatan manusia tidak bersumber pada syariat Islam. Sehingga jauh dari orientasi untuk menegakkan kebenaran. Sanksi hukuman yang diberikan pun bersifat lemah, tidak tegas dan tak menimbulkan efek jera bagi perilaku kejahatan. Bahkan banyak kejahatan justru berlanjut dari dalam lapas.

Seharusnya negara memiliki sistem sanksi yang tegas sehingga dapat menjerakan pelaku dan mampu mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa. Alih-alih demikian, sistem hukum yang lahir dari rahim sekulerisme ini menjadi “buruk rupa” akibat maraknya jual beli hukum. Jika seperti itu, lantas bagaimana hendak menurunkan angka kriminalitas?

Solusi Tuntas

Negara dalam sistem Islam berperan sebagai pengurus sekaligus perisai bagi umat. Maka, negara akan bertanggung jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan seluruh rakyat termasuk para narapidana dan mendudukkan perkara Lapas adalah sesuatu yang penting. Negara juga akan memastikan Individu-individu yang ada dalam masyarakat berperilaku sesuai dengan syariat. Ketaatan mereka terhadap aturan negara semata-mata bukti keimanannya pada Sang Pencipta. Sehingga jarimah atau tindakan kriminal akan jarang ditemui.

Hal demikian dibarengi dengan pemberlakuan hukum Islam yang bersumber dari syariat Allah yang bersifat zawajir (pencegah kejahatan/maksiat) yaitu mencegah orang lain untuk berbuat kejahatan/maksiat yang serupa. Serta sebagai jawabir (penebus dosa) yang artinya karena pelaku kejahatan/maksiat sudah mendapatkan sanksi di dunia, maka Allah akan menghapus dosanya dan meniadakan baginya sanksi di akhirat (siksa neraka), bahkan mendapat pahala. Sehingga dengannya akan menimbulkan efek jera dan memunculkan rasa takut kepada Allah, serta melahirkan individu dan masyarakat yang bertakwa.

Adapun keberadaan penjara, ia adalah tempat menjatuhkan sanksi bagi pelaku kejahatan untuk membuat jera pelaku dan mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa. Hanya saja, meski dengan sanksi tegas, penjara tetap dibuat secara manusiawi, layak huni, tetapi tidak mengistimewakan penghuninya. Para napi pun diberikan pemahaman agama yang menyeluruh. Suasana penjara dibuat agar mereka kondusif untuk beribadah.

Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin juga telah mencontohkan sanksi dengan model pemenjaraan ini. Pada masa Rasulullah SAW. dan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, sanksi pemenjaraan terkadang di dalam rumah atau masjid. Pada saat itu, belum ada ruang penjara secara khusus. Kemudian, pada masa Khalifah Umar bin Khaththab ra., rumah Shafyan bin Umayyah dijadikan sebagai penjara setelah membelinya seharga 400 dirham. Khalifah Ali bin Abu Thalib ra. juga pernah membuat penjara yang bernama Nafi’an dan Makhisan.

Demikianlah, solusi tuntas untuk mengurai problem over kapasitas pada lapas. Tentu saja, solusi yang ditawarkan oleh sistem Islam ini akan mampu menekan tindak kriminalitas. Sebab, pemahaman akan syariat menjadikan kaum muslim senantiasa menjaga diri untuk tidak melakukan pelanggaran.

Wallahu a’lam bishshawab