Beranda blog Halaman 818

Stunting yang Kian Genting

0

Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Kelurahan Loktuan menjadi kelurahan tertinggi angka keluarga resiko stunting, di antara 15 kelurahan se-Bontang. Hasil itu disampaikan pada rapat evaluasi kinerja 8 aksi, mengenai percepatan penurunan stunting Bontang, di Pendopo Rujab Wali Kota, Selasa (17/1/2023).

Dalam review kinerja penurunan stunting kota Bontang, dijabarkan persentase setiap kelurahan. Disampaikan, Kelurahan Loktuan 13 persen, Api-api 9 persen, Tanjung laut 9 persen, Gunung Elai 8 persen, Tanjung laut Indah 8 persen, Berbas Tengah 7 persen, Gunung Telihan 7 persen, Bontang Baru 7 persen, Berbas Pantai 6 persen, Satimpo 5 persen, Bontang Lestari 5 persen, Belimbing 5 persen, Bontang Kuala 5 persen, Guntung 4 persen dan Kanaan 2 persen. (radarbontang.com, 18/1/2023)

Kementerian Kesehatan RI merilis status gizi anak Indonesia pasca pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan. Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa setelah dua tahun pandemi, jumlah bayi kurus di Indonesia naik 15% atau sekitar 7 juta anak.

Bayi kurang gizi merupakan tahap awal anak menuju stunting. Apabila malnutrisi terus terjadi dalam jangka waktu lama, anak berpotensi mengalami gagal tumbuh dan stunting. Kemenkes mencatat, kasus stunting di Indonesia masih 24,4%. Angka ini di atas standar WHO, yaitu 20%. (Suara, 04/08/2022).

Stunting dan Kemiskinan

Stunting adalah kondisi terhambatnya tumbuh kembang balita akibat kurang gizi. Menurut WHO, 20% persoalan stunting sudah terjadi sejak bayi berada dalam kandungan. Maka, mengatasi stunting harus dilakukan sejak sebelum lahir dan mengatasi stunting adalah kecukupan gizi.

Tetapi, mengatasi stunting ini susah dilakukan jika persoalan kemiskinan tidak selesai, karena faktor utama para ibu dan bayi mengalami malnutrisi adalah kemiskinan. Permasalahan anemia, misalnya, masih menjadi isu utama pada ibu hamil, sedangkan faktor terbesar pemicu anemia pada ibu hamil adalah stres dan kurang nutrisi.

Para ibu hamil rentan stres bukan karena perubahan hormon saja, tetapi juga karena persoalan hidup yang semakin berat. Kemiskinan yang semakin tidak terkendali menyebabkan kesehatan mental para ibu terganggu. Jangankan memenuhi nutrisi lengkap untuk pertumbuhan janinnya, untuk bertahan hidup di tengah kebutuhan hidup yang sangat tinggi saja sudah susah.

Setelah melahirkan, ibu menyusui seharusnya memperhatikan asupannya agar kualitas ASI terjaga. Tetapi, hal tersebut susah dilakukan karena penghasilan yang terus menurun. Bahkan, tidak sedikit para ibu yang lebih memilih memberikan susu formula murah pada bayinya agar bisa kembali bekerja. Persoalan makanan pendamping ASI bagi bayi di atas 6—23 bulan juga menjadi isu utama. Kecukupan protein hewani pada jutaan bayi masih sangat kurang.

Karena Kapitalisme

Berbagai usaha dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan stunting. Hingga saat ini, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Karena masalah stunting bukan hanya persoalan kesehatan yang bisa selesai dengan mencukupi nutrisi ibu dan bayi. Lebih dari itu, ini merupakan persoalan sistem yang harus diselesaikan dengan perubahan sistem.

Masalah malnutrisi pada ibu dan bayi lahir dari problem kemiskinan yang struktural, sedangkan kemiskinan struktural karena kapitalisme. Sistem ini yang menjadikan fungsi negara sebatas regulator sehingga negara tidak menjamin kesejahteraan warganya.

Kapitalisme menjadikan pihak swasta yang berperan penting memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Maka, pemenuhan tidak merata, hanya orang-orang yang mampu mengaksesnya yang terpenuhi kebutuhannya, yaitu mereka yang memiliki uang. Sebagian besar rakyat tidak memiliki akses akibat kemiskinan.

Sistem kapitalis memiliki aturan dalam kepemilikan, yaitu liberalisme. Harta milik rakyat bisa berpindah ke individu atau swasta bahkan asing. Negara tidak boleh menghalangi individu yang ingin memiliki pulau atau menguasai kepemilikan publik.

SDA yang harusnya menjadi sumber dana untuk membiayai berjalannya negara, tetapi dikuasai korporasi. Sehingga negara mengambil pajak ke rakyat yang semakin membuat kehidupan mereka sempit.

Kapitalisme dengan sistem politik demokrasi akan menghasilkan penguasa korup yang tidak peduli rakyat. Jangankan gizi buruk pada balita, saat periode mereka menjabat sepertinya mereka tidak peduli. Keterlibatan cukong menjadikan penguasa berdiri bukan bersama rakyat, tetapi korporasi.

Pangkal dari jutaan anak malnutrisi adalah penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Anak atau generasi adalah aset bangsa yang harusnya mendapat perhatian lebih.

Dalam Islam

Islam akan menjamin hak anak terpenuhi, berbeda dengan kapitalisme yang tidak peduli nasib anak. Anak adalah bagian dari masyarakat yang wajib diurus negara.

Pertama, Islam menjamin kehidupan yang baik untuk anak saat dalam rahim maupun setelah lahir. Jaminan kesejahteraan oleh negara kepada rakyatnya menjadikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi ibu saat hamil dan setelah melahirkan. Problem stunting pada titik ini sudah bisa teratasi.

Kedua, menjamin hak nafkah anak. Islam mewajibkan nafkah anak pada ayahnya. Jika ayahnya tiada (ataupun ada, tetapi tidak mampu bekerja karena uzur, seperti cacat), kewajiban nafkah pindah ke ahli waris atau keluarga terdekat. Jika seluruh kerabatnya tidak mampu menafkahi, kewajiban tersebut ke negara.

Negara memenuhi kebutuhan hidup mereka dari harta di baitul mal. Jika kas negara kosong, kewajiban jatuh ke kaum muslim yang mampu. Hal demikian sesuai dengan firman Allah Swt., “Di dalam harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta-minta yang tidak mendapatkan bagian.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 19)

Ketiga, memenuhi hak pendidikan. Pendidikan anak, baik fasilitas dan kualitas pengajarannya, akan dipastikan merata untuk setiap anak. Saat dewasa, seluruh anak diharapkan menjadi manusia-manusia yang berkualitas. Ia akan menjadi hamba yang memiliki ketakwaan tinggi dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Negara juga akan memastikan orang tua memiliki kecakapan dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua, terutama ibu, merupakan pengajar pertama dan utama dalam kehidupan awal anak-anaknya. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik.” (HR At-Tirmidzi)

Keempat, memenuhi hak sehat. Anak, mendapatkan jaminan kesehatan dari negara. Rasulullah saw. menyandingkan kesehatan dengan keimanan melalui sabdanya, “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim)

Seorang ibu wajib menjaga nutrisinya dengan mengonsumsi makanan halal dan tayib. Setelah melahirkan, anak berhak mendapatkan ASI selama dua tahun. Kesejahteraan yang terjamin menjadikan anak dan ibu tidak kekurangan nutrisi, maka tumbuh kembang anak akan optimal. Pada masa Khalifah Umar, ada penetapan besaran upah bagi para ibu yang melahirkan sebagai jaminan terhadap masa menyusui.

Demikianlah jaminan Islam dalam memenuhi hak anak. Bukan hanya jaminan nutrisi, tetapi sepaket dengan pendidikan dan hak lainnya. Ini karena persoalan stunting adalah persoalan sistemis.

Kapitalisme yang merusak sangat jelas menyebabkan anak-anak kehilangan haknya, termasuk hak hidup dengan kecukupan nutrisi. Maka, untuk mengembalikan kualitas generasi, urgen menerapkan syariat Islam kafah.

Wallahualam

Personel Polres Bontang Ikuti Bimbingan Rohani Virtual

0
Personel Polres Bontang saat mengikuti Binrohtal virtual. (ist)

BONTANG –  Polres Bontang mengikuti bimbingan rohani dan mental (binrohtal), dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Disenggelarakan oleh  SDM Mabes Polri via zoom meting, di Masjid Raudhatul Mutaqin, Polres Bontang, Kamis (19/1/2023).

Binrohtal dihadiri oleh pejabat utama, kapolsek  kota, perwira, Personel Polres Bontang, dan calon siswa bintara polri gelombang I Polres Bontang.

Kegiatan diawali pembacaan surat yasin dilanjut menyimak ceramah agama yang dibawakan oleh Kompol Muhadi, Kabag SDM Polres Penajam Pasir Utara (PPU).

Dalam tausiahnya, Kompol Muhadi mengajak semua anggota polri untuk selalu meningkatkan rasa syukur, atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

”Rasa syukur ini merupakan bentuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prastiya melalui Kabag SDM, Kompol Sekar Wijayanti mengatakan, binrohtal ini diikuti seluruh jajaran polda, polres dan polsek seluruh Indonesia, khususnya bagi anggota polri yang beragama Islam.

”Tujuan binrohtal untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita sebagai anggota polri, sehingga dalam bertugas mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ucap Kabag Sumda.

Ia menjelaskan, Polres Bontang Rutin melaksanakan kegiatan binrohtal setiap hari Kamis, baik yang bergamaa Islam, Hindu, maupun Kristen.

“Semoga mampu menjadi anggota polri yang humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat. Serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi polri,” tutup Kompol Sekar Wijayanti. (hms)

Pemkot Bakal Tingkatkan Kualitas Kesehatan Anak

0
Kegiatan Siang Klinik yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang akan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan anak dengan cara meningkatkan akses layanan kesehatan anak. Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri kegiatan Siang Klinik yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

“Sebagai Wali Kota Bontang, saya ingin menyampaikan bahwa Pemkot Bontang sangat peduli terhadap masalah kesehatan dan perkembangan anak. Kami akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di Kota Bontang,” ujar Basri.

Kegiatan bertajuk Siang Klinik tersebut mengangkat tema ‘Peran Pola Asuh dan Pengaruhnya Terhadap Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak’. Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Basri mengungkapkan kepedulian akan kesehatan dan perkembangan anak. Lebih lanjut, Basri menegaskan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dalam pola asuh anak.

“Selain itu, pemkot juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas pola asuh anak. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk IDAI Kaltim dan stakeholder lainnya, untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi tentang pola asuh yang baik bagi anak,” sambungnya.

Menutup sambutannya, Basri juga berpesan kepada seluruh tamu yang hadir untuk lebih waspada akan sebaran wabah difteri pada anak khususnya di Kota Taman.

Dalam rangka mendukung upaya peningkatan perkembangan anak di Bontang, Walikota Bontang Basri Rase menghadiri kegiatan Siang Klinik yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur, pada Minggu (15/01/2023) pagi. (hms)

Kasat Samapta Hadiri Simulasi Kebakaran di RSUD Taman Husada

0
Kegiatan ISPS code RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Kasat Samapta Polres Bontang, AKP Widodo menghadiri kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (ISPS) Code Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam rangka simulasi Kebakaran. Kegiatan berlangsung di halaman RSUD Taman Husada, Kamis (19/1/2023).

Kegiatan itu dihadiri Moch Hatta, Analis SDM RSUD Taman Husada, Roni Kuncoro, BPBD Bontang beserta anggota, Abdul Majid, PMK Bontang bersama anggota, karyawan dan Petugas Medis RSUDTaman Husada, dan Satpam RSUD Taman Husada.

Rangkaian kegiatan meliputi briefing petugas yang terlibat simulasi, dilanjutkan simulasi kebakaran di lantai 1 Dapur RSUD Taman Husada, kemudian evakuasi pasien RSUD Taman Husada di titik kumpul.

Kasat Samapta Polres Bontang sangat mendukung dan mengapresiasi ISPS Code Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bontang.

“Kegiatan ISPS bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas, dalam mengantisipasi kejadian kebakaran di lingkungan RSUD Taman Husada,” ujarnya.

Dengan Kegiatan ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan. baik petugas medis maupun pemadam kebakaran. Sehingga bila  benar-benar ada kejadian, petugas dapat segera bertindak cepat dalam  mengevakuasi pasien. Dapat meminimalisir terjadinya koban jiwa maupun materi. (hms)

25 Ribu Perokok Setiap Hari, Pemkot Tetapkan Area Tanpa Rokok

0
Rapat Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Presentasi perokok di Kota Bontang setiap harinya 25 ribu orang. Hal itu disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dalam Rapat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bersama Pemkot Bontang, Senin (16/01/2023) siang.

Dinkes Bontang dalam rapat yang bertempat di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah tersebut memaparkan data terkait dengan presentasi perokok di Kota Bontang.

Penduduk di Kota Bontang usia sepuluh tahun ke atas berjumlah 142.332. Presentasi perokok di Kota Bontang setiap hari 18,05% atau 25 ribu orangnya.

Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya resiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Data menunjukkan PTM akibat perokok di atas sepuluh tahun mencapai 18,1 di tahun 2018.

Asisten II Pemerintah Kota Bontang, Lukman dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa rapat tersebut menindaklanjuti perihal Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012.

“Rapat ini menindaklanjuti Perda Nomor 5 Tahun 2012 beserta Perwali (Peraturan Wali Kota) turunannya,” ungkapnya.

Menanggapi penyampaian Dinkes Bontang, Lukman menegaskan masing-masing instansi untuk segera menetapkan lokasi alternatif khusus untuk perokok di area kawasan terbatas perokok.

Sebelumnya, Dinkes Bontang bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja telah menerapkan dan menetapkan kawasan tanpa rokok pada area kesehatan dan pendidikan di Kota Taman. (hms)

Sosok Sumardi Syawal, Pecinta Seni yang Menomorsatukan Pendidikan

0
Sumardi Syawal. (ist)

BONTANG – Sumardi Syawal masih mengingat dengan jelas prinsip sang ayah. Menomorsatukan pendidikan dan selalu ingin pendidikan anaknya melebihi orangtuanya. Lantaran itu, pecinta seni dan budaya ini berjuang keras menempuh pendidikan S1 walaupun sudah berpindah-pindah pekerjaan.

“Bapak saya itu tekun sekali, dia keras sama anak-anaknya supaya kuat semua, beliau menomor satukan pendidikan dan pingin pendidikan anaknya lebih dari dia,” jelasnya.

Sumardi merupakan pribadi yang tekun serta pekerja keras. Lahir di Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, merupakan anak ke-5 dari 7 bersaudara.

Pria kelahiran 3 Februari 1965 ini menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Sragen. Ia mengaku didikan sang ayah membuat dia menjadi seorang pekerja keras.

Sumardi mengawali karirnya sejak lulus SMA. Pergi merantau ke Solo dengan tujuan awal masuk ke perguruan tinggi, namun beliau tidak menyelesaikannya. Kemudian memilih untuk bekerja.

“Alhamdulillah saya semuanya dari nol, mulai dari kuli, operator excavator, mekanik alat berat, pengawas sipil, dan masih banyak pekerjaan yang saya lakukan di tempat-tempat yang berbeda,” beber Sumardi mengisahkan perjalanan hidupnya.

Pernah bekerja di Bontang tahun 1986 di PT. Badak LNG. Lantaran mendapatkan pekerjaan di lain tempat membuatnya kembali berpindah pekerjaan.

“Setelah dari Kalimantan saya kembali kerja di luar, di Jakarta, Palembang muterin Jawa, Sulawesi, Lombok dan Sumatera sampai akhirnya 2001 saya balik lagi ke Bontang hingga sekarang,” tutur Sumardi.

Sempat tidak menyelesaikan kuliahnya dulu, Sumardi kembali mengambil pendidikan perguruan tinggi di Universitas Trunajaya Bontang. Menempuh jurusan hukum, lulus tahun 2012.

“Saya ingat selalu pesan ayah pendidikan nomor satu. Karenanya saya tetap berjuang untuk menyelesaikan kuliah,” imbuhnya.

Sejak 2001 ia bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta PT. Pal Marine Service Surabaya, yang bergerak di bidang pelayaran. Berkantor di Pelabuhan PT. Badak LNG, hingga saat ini ditunjuk sebagai pimpinan.

Disamping tekun bekerja, Sumardi tak pernah melepaskan kecintaannya pada seni dan budaya. Ia memiliki usaha campur sari Subur Makmur, serta aktif di Paguyuban Jawa Ika Pakarti. Di Ika Pakarti dirinya dipercaya sebagai penasehat. Sementara di paguyuban yang lain, Paguyuban Sukowati Sragen Bontang dimandatkan wakil ketua.

“Saya sangat suka berkesenian terutama untuk kesenian jawa. Berharap ke depannya dengan seni dan budaya yang beragam di Bontang semua warga dapat bersatu,” ungkapnya berharap.

Saat ini kesibukan Sumardi semakin bertambah. Memajukan diri sebagai calon legislatif dari partai Demokrat, ia ingin membantu sesama warrga Bontang.

“Saya siap untuk pemilihan tahun 2024 mendatang. Selain untuk beribadah, saya ingin meniadakan kesenjangan di antara suku yang ada di Bontang ini, agar semuanya bersatu. Kemudian semampu saya akan menciptakan lapangan kerja,” harapnya mengungkapkan keinginannya saat terpilih nanti. (sya)

Pemkot Bagikan Seragam, Tas, dan Sepatu di Tahun Ajaran Baru

0
Pembagian seragam, tas, dan sepatu pada tahun sebelumnya. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG –  Pemkot Bontang akan kembali membagikan sepatu, tas, dan seragam sekolah pada tahun ajaran baru Juli 2023 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin.

Saparudin mengatakan, sistem pembagian akan dimulai dari menyiapkan ukuran sepatu dan seragam. Akan diukur pada siswa-siswi SD yang ingin masuk ke jenjang SMP.

“Selama ini kan kita dianggap lambat. Sebenarnya tidak lambat. Karena kita butuh ukuran sepatu dan seragam. Makanya tahun ini kelas 6 SD sudah kita data. Jadi saat tahun ajaran baru Juli 2023 masuk SMP sudah bisa dipakai,” kata Saparudin.

Dikatakannya, karena sepatu dan seragam memerlukan ukuran, sekira April mendatang akan dilaksanakan lelang.

Mengenai jumlah pemberian tas, seragam, dan sepatu akan disesuaikan dengan daya tampung sekolah. Saat ini daya tampung tersebut masih dalam proses pendataan.

“Sudah kami perhitungkan, pasti sesuai dengan daya tampungnya. Kalau tidak bisa di negeri (sekolah) pasti ke swasta,” pungkasnya. (yah)

Bontang Masa Tunggu Haji Terlama di Kaltim

0
Ilustrasi jamaah haji. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang membenarkan informasi bahwa masa tunggu haji di Bontang adalah yang terlama di Kaltim. Mencapai 40 tahunan. Hal ini disampaikan Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh, Najamuddin Tamini.

Dijelaskan Najamuddin, bahwa masa tunggu 40 tahun itu dalam kondisi normal. Sedangkan dalam kondisi pandemi covid-19 mencapai angka 80 tahun. Sementara itu masa tunggu daerah lain di Kaltim rata-rata 30 tahun.

Kemenag pusat sudah meminta tambahan kuota, tapi belum bisa diwujudkan. Karena demi kenyamanan jamaah.

“Insyaallah setelah ini kita akan kembali ke kuota normal. Sehingga berpengaruh pada masa tunggu yang akan kembali normal 40 tahun lagi,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi penyebab lamanya masa tunggu adalah jumlah pendaftar. Di Kota Taman, sebutan Kota Bontang jumlah pendaftar paling banyak di antara daerah-daerah lain se-Kaltim. Pendaftar di Bontang mencapai angka 400-500 pendaftar per tahunnya.

“Untuk haji khusus daftar tunggunya 10-20 tahun,” imbuhnya.

Ditambahkannya, minat pendaftar tidak tergantung isu yang beredar. Namun lebih kepada keyakinan akan kewajiban berhaji. Sehingga kondisi apapun pendaftar tetap banyak.

“Banyak yang berprinsip yang penting daftar dulu, masalah berangkat serahkan ke Allah,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikkan dengan jumlah pendaftar di masa pandemi dan masa normal. Jumlahnya kurang lebih sama sekira 400-500 pendaftar. (al)

Kemenag Rencanakan Bangun Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh

0
Ilustrasi jemaah haji dan umroh. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang berencana akan membangun Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT). Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Bontang, H M Izzat Solihin beberapa waktu lalu.

Saat ini rencana pembangunan PLHUT itu sedang dalam proses pengajuan tanah ke Pemkot Bontang. Kemenag mencari lokasi tanah yang sesuai lalu mengajukan ke pemkot. Berikutnya, apabila Pemkot Bontang sudah menyetujui dan menghibahkan tanah tersebut, kemenag akan mengurus proses sertifikasi tanah itu.

“Kalau tanah sudah dapat dan sertifikat sudah atas nama Kemenag Bontang, baru kami ajukan dana pembangunan PLHUT,” ujar Izzat.

Lantaran untuk pengajuan bantuan baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sertfikat tanah atas nama kemenag menjadi syarat utama yang harus ada.

Nantinya dengan berdirinya PLHUT ini, akan semakin memudahkan jamaah haji dan umroh. Masyarakat akan mendapatkan berbagai kemudahan fasilitas layanan haji dan umroh. Seperti misalnya pelayanan bank penerima setoran haji, kesehatan, dan ruang pertemuan yang bisa digunakan oleh Kemenag dan masyarakat.

“Gedung PLHUT itu nantinya terpisah dari kantor kemenag yang sekarang,” bebernya.

Dijelaskan Izzat, beberapa daerah di Kaltim sudah memiliki Gedung PLHUT. Ada juga yang masih dalam tahap perencanaan seperti Kemenag Bontang. Di Kutim sudah dibangun tahun 2021 lalu. Di Paser tahun 2022 ini direncanakan sudah selesai pembangunan. Sementara di Kubar rencananya tahun 2023 mendatang baru akan membangun. (al)

Bhabinkamtibmas Desa Batu–Batu Hadiri Rapat BLT UKM

0
Suasana rapat penyaluran BLT bagi pelaku UKM di Kecamatan Muara Badak.

BONTANG –  Bhabinkamtibmas Desa Batu – Batu, Briptu Muh. Yasin mewakili Kapolsek Muara Badak menghadiri rapat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Muara Badak. Rapat berlangsung di Kantor Kecamatan Muara Badak, Rabu (18/1/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Muara Badak, Arpan, Danramil Muara Badak, Kapten Rukito, Sekcam Muara Badak, Hj.Ida, Pimpinan Bank Kaltim Kaltara Muara Badak serta kepala desa se-Kecamatan Muara Badak.

Adapun hasil rapat tersebut adalah BLT akan diterima 1771 pelaku UKM di Kecamatan Muara Badak. Masing-masing akan menerima Rp 600 ribu.

Dalam 2 hari ke depan, pemerintah desa akan menyaring data masyarakat yang diberikan kepada UKM di masing-masing desa. Diberikan kepada Kasi PMD Kecamatan Muara Badak, serta pengambilan BLT UKM akan disalurkan melalui Bank Kaltim Kaltara.

Bhabinkamtibmas Desa Batu-Batu, Muhammad Yasin mengatakan, tujuan rapat penyaluran BLT untuk menyamakan presepsi, terkait teknis penyaluran BLT untuk pelaku UKM. Sehingga saat penyaluran dapat berjalan aman dan tentunya benar-benar tepat sasaran.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfatkan BLT ini untuk mengembangkan usahanya, agar menjadi usaha yang berkembang menjadi pilar perekonomian di wilayah Kecamatan Muara Badak,” katanya.

“Kami juga mengiumbau masyarakat, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban saat penerimaan BLT. Hal ini guna menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” imbuhnya lagi. (hms)