Beranda blog Halaman 819

Daftar ke KPU Bontang, Sutomo – Nasrullah Kenakan Pakaian Adat Bugis Jawa

0
Daftar ke KPU Bontang, Sutomo - Nasrullah Kenakan Pakaian Adat Bugis Jawa
Bapaslon Sutomo Jabir - Nasrullah datangi Kantor KPU Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Sutomo Jabir – Nasrullah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, untuk mendaftar maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Kamis (29/8/2024), sekitar pukul 11.17 Wita.

Ada sebanyak kurang lebih 300 simpatisan pengantar Bapaslon Sutomo – Nasrullah saat menuju ke KPU Bontang.

Sutomo – Nasrullah kompak menggunakan pakaian adat. Sutomo memakai pakaian adat Bugis dan Nasrullah mengenakan adat Jawa.

Keduanya didampingi oleh seluruh pengurus partai, meliputi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Garuda, dan Partai Hanura.

Bapaslon Sutomo – Nasrullah adalah pendaftar ketiga yang bersiap maju ke Pilkada 2024 mendatang. (adv)

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ini Penyebab Macet Parah di Jalan Cipto Mangungkusumo

0
Ini Penyebab Macet Parah di Jalan Cipto Mangungkusumo
Kondisi kemacetan panjang di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Bontang (Yusva Alam).

BONTANG – Terjadi kemacetan parah di Jalan Cipto Mangunkusumo tepatnya di jalan tanjakan menuju sekolah YPK, sejak Selasa (27/8/2024) malam kemarin. Kemacetan itu diakibatkan adanya kegiatan pemasangan box culvert.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Anwar Nurdin menjelaskan, jika kemacetan terjadi akibat pengalihan jalan menjadi satu arah, lantaran aktivitas pemasangan box culvert.

Proses pemasangan box culvert harus dilakukan dengan penggalian, dan membutuhkan proses waktu yang cukup lama. Maka dari itu, setelah sebelumnya pemasangan box culvert selesai di bagian sisi sebelah, kini bergantian dengan yang di sebelahnya lagi.

“Perlu diketahui, saat pengerjaan sebelumnya sudah memakan waktu yang lama, jadi pekerjaan seperti ini tak sesimpel itu, makanya waktunya tidak bisa cepat selesai,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (28/8/2024).

Untuk pekerjaan pemasangan box culvert memakan waktu selama 180 hari kalender, sehingga pengerjaan tersebut ditarget selesai sampai di November 2024 mendatang.

“Waktu kami mulai pengerjaan yang sebelahnya, terhitung sejak 15 Mei 2024. Untuk yang sekarang ini kami menargetkan selesai November 2024, kalaupun bisa sebelum November mendatang sudah selesai lebih bagus lagi,” paparnya.

Anwar juga menyampaikan, kemacetan terjadi akibat jalan yang telah selesai dikerjakan belum sebagus dan semulus seperti awal, akibatnya kendaraan yang sedang melintas tidak bisa dengan kecepatan laju, maka harus berhati-hati.

“Karena jalan belum terlalu bagus, jadi kendaraan yang lewat harus pelan-pelan dan lambat ketika lewat, itu juga menjadi faktor kemacetan,” jelasnya.

Pemasangan box culvert dilakukan supaya luapan air nantinya tidak sampai melewati di atas jalan, bahkan tidak juga menggerus bagian bawah yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan.

“Maka kita langsung kerjakan sekaligus, tidak setengah-setengah. Kemarin di bagian sebelahnya, jadi sekarang gantian kita pindahkan jalurnya,” ungkapnya.

Akibat adanya pengerjaan tersebut yang menimbulkan kemacetan panjang, kini Anwar sedang berupaya bersama Kepala Dinas (Kadis) PUPR Bontang untuk melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan Pupuk Kaltim. Agar nantinya bisa memanfaatkan akses di Jalan M Effendi sebagai jalur alternatif, untuk menghindari terjadinya kemacetan.

“Ini sudah menjadi resiko kalau ada kegiatan pengerjaan jalan, dalam artian untuk perbaikan jalan juga supaya bisa mengurangi kecelakaan, akibat adanya jalan yang rusak,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan redaksi hari ini, Kamis (29/8/2024) kondisinya sudah tidak semacet hari-hari sebelumnya. Lantaran sisi jalan yang bisa dilewati dibuat 2 arah, sehingga kendaraan yang akan melintas tidak perlu menunggu giliran seperti sebelumnya, yang menyebabkan kemacetan parah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Resmi Daftar ke KPU Bontang, Berikut Visi Misi Bapaslon Basri – Chusnul

0
Resmi Daftar ke KPU Bontang, Berikut Visi Misi Bapaslon Basri - Chusnul
Bapaslon Basri - Chusnul, saat konferensi pers di halaman Kantor KPU Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Basri – Chusnul telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Rabu (28/8/2024) sore, sekitar pukul 14.30 Wita.

Usai resmi terdaftar untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Bapaslon Basri – Chusnul menggelar konferensi pers bersama awak media.

Pasangan ini menyampaikan visi misi mereka jika terpilih nantinya, seperti peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Bontang, pemberian beasiswa, hingga ke jenjang perguruan tinggi, serta penanganan banjir.

Pertama, untuk program SDM di Kota Bontang sendiri sudah masuk dalam program yang diprioritaskan ke depan, bagaimana SDM yang ada akan terus dikembangkan demi membuat Kota Bontang menjadi lebih maju.

Kedua, pemberian beasiswa hingga ke jenjang perguruan tinggi, yang dimana nantinya program tersebut akan berlangsung mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), hingga perguruan tinggi selesai.

“Program ini akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang, nantinya,” ucapnya.

Ketiga, pemberantasan banjir di Kota Bontang. Sejauh ini sudah berjalan hingga mencapai 60 persen, untuk permasalahan banjir yang ada. Sehingga, untuk penanganan permasalahan banjir di Kota Bontang sendiri pun, makin lama semakin berkurang.

“Soal banjir, alhamdulillah hingga sekarang ini sudah berkurang. Nantinya kita akan melakukan pembangunan beberapa bendungan, untuk penanganan persoalan banjir yang ada di Kota Bontang,” paparnya.

Basri juga menyampaikan terkait permasalahan stunting di Kota Bontang, dengan program yang masih tetap berjalan, Basri ingin angka stunting bisa cepat bergerak untuk turun.

Selanjutnya, untuk program makan siang gratis pun, Basri mengatakan jika keputusan itu langsung dari pusat telah memutuskan, maka mau tidak mau Kota Bontang juga harus bisa melaksanakan program makan siang gratis tersebut dengan sebaik mungkin.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Maju Jalur Independen, Basri – Chusnul Dapat Dukungan Dua Partai

0
Maju Jalur Independen, Basri - Chusnul Dapat Dukungan Dua Partai

BONTANG – Walaupun Bakal pasangan calon (Bapaslon) Basri Rase – Chusnul Dhihin maju di jalur independent, namun saat ini telah mendapat dukungan dari dua partai, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Buruh. Hal itu diungkapkan Basri saat konferensi pers usai mendaftar pilkada di Kantor KPU, Rabu (28/8/2024).

“Hari ini kami telah resmi mendaftarkan diri, untuk siap maju ke Pilkada. Alhamdulillah juga, kami telah didukung oleh dua partai. Mohon dukungannya semua, sekali lagi,” ucapnya.

Basri juga menyampaikan, ini adalah tahapan awal untuk bersiap jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan pendaftaran.

“Kami telah menyerahkan berkas pendaftaran, dengan niat baik semoga dapat memenuhi syarat,” paparnya.

Setelah berkas pendaftaran sudah diserahkan secara langsung, diikuti juga dengan penandatanganan visi misi yang sudah disusun.

Di kesempatan yang sama, Ketua KPU Bontang, Muzzaroby Renfly mengatakan, jika telah mendaftarkan diri untuk ke tahapan selanjutnya, Bapaslon akan melakukan tes pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung di RSUD Taman Husada.

“Untuk tes kesehatan calon nanti akan berlangsung selama dua hari, mulai 30-31 Agustus 2024,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga dan Pendukung Nikmati Pentol Gratis Saat Pendaftaran Basri-Chusnul

0
Warga dan Pendukung Nikmati Pentol Gratis Saat Pendaftaran Basri-Chusnul -
Pedagang di sekitar Kantor KPU saat pendaftaran Bapaslon Basri - Chusnul. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tim pemenangan Bakal pasangan calon (Bapaslon) Basri – Chusnul menyiapkan 60 gerobak pentol gratis beserta minuman bagi masyarakat yang ikut serta mengantarkan pasangan independent ini Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, saat pendaftaran, Rabu (28/8/2024).

Dari pantauan redaksi, aat menunggu kedatangan Bapaslon Basri – Chusnul, tim pemenangan beserta masyarakat langsung memenuhi gerobak pentol di sekitar KPU Bontang.

Ali, salah satu pedagang menuturkan, dirinya sangat senang ketika dagangannya diborong secara keseluruhan, maka tidak susah-susah dirinya menunggu dagangannya hingga habis.

“Alhamdulillah, berarti ini sudah rejekinya untuk saya dan pedagang yang lain ketika dagangan diborong. Semoga lancar terus rejekinya,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (28/8/2024).

Menurut para pedagang, kesempatan seperti ini tidak akan disia-siakan. Selain ikut meramaikan kegiatan pendaftaran Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, pedagang di sekitar KPU juga telah terbantu dengan lakunya usaha mereka.

Diketahui, Bapaslon Basri – Chusnul mendaftarkan diri ke KPU Bontang sekitar pukul 14.30 Wita, dengan diiringi sebanyak kurang lebih tiga ribu relawan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri – Chusnul Resmi Mendaftar ke KPU Bontang, Disambut Rebana dan Tarian Dayak

0
Basri - Chusnul Resmi Mendaftar ke KPU Bontang, Disambut Rebana dan Tarian Dayak
Basri Rase - Chusnul Dhihin ke KPU Bontang untuk melakukan pendaftaran Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang di Pilkada. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Basri Rase – Chusnul Dhihin telah mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, untuk mendaftarkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang, Rabu (28/8/2024) sore, sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat menuju ke KPU Bontang untuk mendaftar, Basri – Chusnul beserta rombongan disambut hangat oleh ribuan simpatisan dengan iringan rebana. Pembuka rombongan pun mengawali dengan adanya tarian dayak.

Koordinator tim pemenangan, Udin Mulyono menyatakan, ada sebanyak kurang lebih tiga ribu orang ikut serta mendampingi bapaslon Basri – Chusnul.

Diketahui, para pendukung Bapaslon Basri – Chusnul terlebih dahulu berkumpul mulai pukul 14.00 Wita, dari rumah Basri lalu bersama-sama menuju ke KPU Bontang.

“Rombongan pengantar Bapaslon Basri – Chusnul, sangat luar biasa. Semangatnya tidak pernah redup, mulai dari rumah hingga sampai ke KPU,” ucapnya saat di konfirmasi.

Terlihat, saat mendaftarkan diri ke KPU Bontang, Basri – Chusnul dengan kompak menggunakan kemeja putih dengan motif wajah Basri – Chusnul, sendiri. (adv)

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Najirah-Aswar Bakal Konvoi Bersama 2000 Pendukung Sebelum Daftar ke KPU Besok

0
Najirah-Aswar Bakal Konvoi Bersama 2000 Pendukung Sebelum Daftar ke KPU Besok
Bapaslon Najirah-Aswar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Najirah – Muhammad Aswar menjadi kandidat terakhir yang akan melakukan pendaftaran calon pasangan, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, pada 29 Agustus 2024 mendatang.

Aswar, bakal calon wakil wali kota pendamping Najirah mengatakan, pihaknya nanti akan berkumpul di Posko Pemenangan di Samping RS Amalia pada pukul 14.00 Wita sebagai lokasi awal konvoi yang akan mereka lakukan.

Setelah berkeliling melakukan konvoi, mereka akan menuju Masjid Istiqomah untuk menunaikan shalat asar terlebih dahulu, sebelum akhir menuju kantor KPU bersama-sama 2000 massa.

“Kemungkinan 2.000 simpatisan yang akan ikut mengantar, tapi bisa terus bertambah,” ujarnya saat ditemui, Selasa (27/8/24).

Lebih lanjut, tim pemenangan Najirah-Aswar telah mempersiapkan konsep dan alurnya untuk hari H pendaftaran. Pengurusan berkas-berkas sudah mulai dilengkapi.

Aswar yang merupakan anggota DPRD Bontang juga telah memasukkan surat pengajuan pengunduran diri.

“Berkas sudah lengkap, surat pengunduran diri dari DPRD Bontang sudah ada, karena memang wajib kalau itu,” tambahnya.

Adapun partai pengusung, seperti PDIP, Gelora, dan PAN rencananya akan ikut hadir meramaikan massa yang mengantar pasangan tersebut ke KPU untuk mendaftar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Neni-AH Gaungkan Tagline Berbenah, Berikut Pemaparannya!

0
Neni-AH Gaungkan Tagline Berbenah, Berikut Pemaparannya!
Konfrensi Pers Neni - AH saat pendaftaran di KPU Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni – Agus Haris (AH) resmi melakukan pendaftaran ke KPU, Rabu (28/8/24) pukul 09.00 Wita.

Tagline Neni – AH untuk maju di pilkada 2024 adalah berbenah. Adapun berbenah memiliki arti yang luas. Ia menjelaskan bahwa, Bontang harus bisa menjadi kota jasa industri yang berkelanjutan dengan ekonomi yang dinamis dan tangguh, untuk mewujudkan masyarakat Bontang yang sejahtera sebagai serambi atau penyangga Ibu Kota Nusantara.

“Dari hal itu mengerucutlah berbagai macam visi misi yang saya dan Agus Haris buat,” terangnya saat konfrensi pers.

Adapun urusan di bidang kesehatan harus diselesaikan, terutama masalah stunting yang tertinggi di Kaltim. Salah satu caranya adalah dengan adanya sanitasi untuk seluruh warga Bontang. Buang Air Besar Sembarang (BABS) juga menjadi salah satu PR paling penting dalam kebersihan untuk menghindari stunting.

“Cakupan air bersih di Bontang baru 60 persen, BABS masih banyak. Bagaimana mau menyelesaikan stunting kalau kebersihan tidak dijaga, sehingga penyakit bermunculan,” katanya.

Juga penanganan penyakit yang ternyata bak gunung es di Kota Bontang, seperti Kista, hepatitis B, sipilis, dan HIV.

Rumah sakit layananan akan diperbanyak, karena sekarang ketentuan terbaru bahwa satu kamar hanya boleh 4 kasur, sehingga pembangunan rumah sakit harus ditingkatkan, agar dapat menampung lebih banyak pasien. Tenaga kesehatan juga akan diberikan fasilitas untuk dapat mengikuti jenjang-jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kita harus menjadi kota besar, tidak boleh menerima kita selalu dibilang hanya kota kecil,” terangnya.

Oleh karena itu infrastruktur juga harus sangat mendukung, salah satunya juga adalah jalur evakuasi, seperti pembangunan jalan lingkar di wilayah mulai dari Selambai, Tanjung Limau, Bontang Kuala bahkan Berbas Pantai.

Lebih lanjut terkait pengangguran, ia juga ingin berbenah dengan tingginya angka pengangguran di Kota Bontang yang juga tertinggi di Kaltim.

Pendidikan di Bontang yang juga masih tertinggal. Ia menjelaskan bahwa Human Development (HD) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran pencapaian rata-rata suatu negara dalam tiga aspek dasar pembangunan manusia: kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup. Namun Bontang masih tertinggal jauh terkait itu.

“Belum lagi kita berbicara dengan masalah pariwisata,” tambahnya.

Hal ini juga berbanding lurus dengan SDM di Bontang. Oleh sebab itu ia juga ingin meningkatkan kesejahteraan para pengajar, dengan menaikkan gaji pengajar terutama guru swasta.

“Kita tidak punya SDA, tapi jika kita punya SDM Insyallah kota kita tidak akan mati dengan kualitas SDM unggul,” terangnya.

Pegiat agama, guru ngaji yang memberikan ilmu secara rohani juga akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta rupiah, sama halnya dengan ketua RT.

Selain itu, ruang terbuka hijau di Kota Bontang baru 15 persen dari standar UU yakni 30 persen. Oleh sebab itu keinginan menjadikan Kota Bontang menjadi Kota hijau dan ramah lingkungan. Ia mengatakan hal itu pernah terjadi di masa kepemimpinannya dulu, dan ia ingin mengembalikan itu.

Iya juga telah memperhitungkan untuk kesejahteraan janda ataupun lansia, dimana ia akan memberikan tiap bulannya uang sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Ia telah memperhitungkan angka tersebut dengan total 48 miliar rupiah.

“Jumlah itu tidak sampai satu persen dari total APBD Kota Bontang saat ini,” terangnya.

Bapaslon tersebut optimistis untuk kembali melanjutkan pambangunan Kota Bontang, apalagi mendengar banyak keluhan masyarakat untuk pembenahan yang lebih baik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lapas Overkapasitas Bukti Sistem Sanksi Tak Menjerakan

0
Lapas Overkapasitas Bukti Sistem Sanksi Tak Menjerakan
Rahmi Surainah. (ist)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Lapas Kelas IIA Bontang mengalami krisis over kapasitas yang parah, dengan tingkat keterisian mencapai 400 persen dari kapasitas normal. Kepala Lapas Kelas IIA Kota Bontang, Suranto, mengatakan setiap tahun kapasitas lapas bertambah. Lapas Kelas IIA Kota Bontang sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 360 orang, namun jumlah warga binaan terus meningkat dari 1.600 orang pada Agustus 2023 menjadi lebih dari 1.700 orang pada 2024. (Kitamudamedia.co, 19/8/2024)

Over kapasitas lapas sebenarnya tidak hanya terjadi di kota Bontang Kaltim. Langkah pemerintah seharusnya bukan perkara teknis dengan menambah bangunan rutan baru, remisi, bebas bersyarat atau sejenisnya. Tetapi bagaimana agar penjara menjerakan. Jangan sampai lapas hanya sebagai tempat persinggahan dan makan gratis meski kondisi di sana kritis.

Sistem Sanksi Lemah

Sistem sanksi tidak menjerakan mengakibatkan banyak terjadi kejahatan, bahkan terjadi dalam lapas sekalipun. Maraknya penjahat juga menggambarkan lemahnya kepribadian individu yang terbentuk dari kegagalan sistem pendidikan.

Dalam negara demokrasi kapitalis memang tindak kejahatan semakin subur. Paham sekulerisme, asas kebebasan dan materialistik membuat sebagian masyarakat jatuh dalam tindak kriminalitas. Sistem kepolisian yang korup dan peradilan ribet kadang berujung kejanggalan, akibatnya kasus berlalu tanpa keadilan. Apalagi kasus korupsi sudah sering kita temui pemberlakuan spesial. Tak heran aturan pun bisa diotak-atik.

Dalam sistem sekuler, pengertian dan standar keadilan ditentukan oleh akal manusia. Mereka menetapkan ketentuan hukum dan sanksi bagi pelakunya berdasarkan kemauan nafsu dan tidak sedikit pesanan. Sistem peradilan juga memberikan hak berupa grasi, amnesti, dan abolisi serta rehabilisasi. Jika demikian wajar banyak kejahatan dan lapas over kapasitas karena sistem sanksi tak menjerakan.

Sistem Peradilan dalam Islam

Berbeda dengan sistem sanksi (peradilan) dalam Islam yang dapat memberikan keadilan bagi seluruh umat manusia. Muslim atau non muslim, kaya atau miskin, rakyat atau pejabat termasuk pemimpin negara sekalipun. Dalam Islam, syariah menjadi standar untuk menentukan kejahatan dan sanksinya.

Dengan pijakan hukum syara’ para hakim (Qadhi) akan memberikan putusan hukum yang adil kepada seluruh anggota masyarakat. Dalam Islam tidak ada pemisahan antara peradilan sipil dan syariah karena semua putusan hukum diberikan dengan menggunakan dasar Syariah Islam. Maka jelas keadilan akan terwujud di tengah masyarakat hingga seluruh undang-undang terkait peradilan, definisi kejahatan dan sejenisnya, hukum pembuktian, jenis sanksi, hak pengampunan, dll semuanya didasarkan pada Syariah Islam.

Sistem peradilan dalam Islam tidak berbelit. Seseorang pun tidak bisa dianggap bersalah sampai terbukti. Terlebih dalam sistem Islam tidak ada seorang pun yang tidak bisa diajukan ke pengadilan termasuk penguasa. Qadhi Madzalim dari Mahkamah Madzalim akan menyidang kasus-kasus yang melibatkan penguasa atas kekeliruan kebijakan yang diambil. Qadhi Madzalim juga berhak menghukum dan memberhentikan penguasa.

Sistem Islam yang diterapkan oleh negara akan membangun masyarakat dengan dasar akidah Islam dengan inti takwa kepada Allah. Sehingga masyarakat akan senantiasa diliputi nuansa ketaatan pada Syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, baik individu, keluarga, masyarakat, dan bernegara. Masyarakat akan terhindar dari tindak kriminalitas karena sistem peradilan yang bersifat preventif dan kuratif.

Di samping itu, Khilafah menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok bagi setiap warganya sehingga dorongan untuk melakukan tindakan kriminal berkurang dengan sendirinya. Hukuman dalam Islam seperti potong tangan bagi pencuri, qishas bagi pembunuhan disengaja, rajam bagi pezina muhshan, jilid bagi pezina ghairu muhsan, dll akan membuat orang berpikir ribuan kali sebelum bertindak. Efek jera sekaligus menjadi pencegah tentu akan membuat tindak kriminal minim.

Demikianlah sistem sanksi dalam Islam tentunya seperangkat dengan sistem kehidupan lainnya (ekonomi, pendidikan, pergaulan, media, dsbnya). Ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan negara akan menjadikan masyarakat terhormat.

Wallahu’alam…

PT KNI Bersama Bontang Techno HUB Gelar Techtalk ke-2 Bertema Inovasi Energi Terbarukan

0
PT KNI Bersama Bontang Techno HUB Gelar Techtalk ke-2 Bertema Inovasi Energi Terbarukan
Kegiatan techtalk ke-2, yang berlangsung di Bontang Creative Hub, Area Belakang Perpusda, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) berkolaborasi bersama komunitas binaan program CSR, yaitu Bontang Techno Hub (BTH) dalam program techtalk yang ke-2. Kegiatan berlangsung di Bontang Creative Hub, Area Belakang Perpusda, Pisangan, Kota Bontang.

Diketahui, PT KNI dengan bangga telah mempersembahkan program BTH sebagai bagian dari komitmen, dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Kota Bontang. Program ini merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR), yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem, inovasi, dan juga teknologi yang berkelanjutan, serta untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Government, CSR & GA Dept Head PT KNI, Rheza Zacharias mengungkapkan, Komunitas BTH nantinya, akan menjadi pusat kolaborasi bagi anak-anak muda yang gemar dengan teknologi, dan juga pelaku industri untuk mengembangkan solusi energi terbarukan yang inovatif dan ramah lingkungan.

Melalui program ini, Rheza berharap ke depannya dapat mendorong penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, sejalan dengan visi global untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa investasi dalam teknologi energi terbarukan tidak hanya akan memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Dengan adanya komunitas BTH, kami berkomitmen untuk mendukung dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan bersiap untuk bersaing di era industri,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Inisiator BTH, Wilis Agung Permadi menyampaikan, jika komunitas BTH adalah suatu wadah yang telah terbentuk untuk kegiatan diskusi teknis. Nantinya dengan adanya komunitas BTH, mengarah untuk teknologi terkini, terkhususnya untuk warga di Kota Bontang.

“Kita nantinya bisa meningkatkan kompetensi dari diskusi tersebut, dan akan dikembangkan. Tidak hanya teori, nantinya juga akan ada kegiatan lain yang bersifat seperti workshop, seminar, ataupun praktek secara langsung,” paparnya.

Perlu diketahui, komunitas BTH terbuka secara umum, siapapun boleh bergabung tanpa adanya batasan usia. Bahkan informasi untuk bergabung telah tersebar luas di sosial media, seperti Whatsapp dan Instagram.

“Yang ingin bergabung bisa, kita sebarkan menggunakan form. Akan tetapi yang lebih mendominasi dalam komunitas ini adalah remaja dan dewasa, mulai dari umur 18-35 tahun,” katanya.

Untuk sejauh ini, dalam komunitas BTH yang telah bergabung ada sebanyak 130 orang pendaftar. Bahkan nantinya, komunitas BTH akan tetap terus berusaha untuk berkembang, agar peminatnya lebih banyak lagi.

“Kita mengincar kategori junior, nantinya kita akan coba untuk melakukan sosialisasi dengan sekolah-sekolah. Ataupun ke lembaga pendidikan lainnya, yang berkaitan dengan anak usia dini,” jelasnya.

Diketahui, untuk setiap kegiatan komunitas BTH baik teori maupun praktek akan berlangsung di basecamp BCH, akan tetapi nantinya komunitas BTH akan sesekali melakukan kegiatan di outdoor.

“Semua masih kita atur, rencananya untuk pertemuan dalam sebulan berlangsung dua kali. Program seperti diskusi pun bebas, kita melakukan diskusi atau praktik sesuai dengan kebutuhan peserta nantinya,” ungkapnya.

Adanya komunitas BTH, Wilis berharap Kota Bontang nantinya bisa mandiri, dalam hal memenuhi kebutuhan internalnya, dimana Kota Bontang dikenal sebagai kota industri. Bahkan SDM nya nanti juga bisa memenuhi kompetensi yang telah dibutuhkan, oleh standar industri.

“Saya yakin, kompetensi SDM nya nanti akan meningkat. Sehingga kita tidak akan kalah saing, dengan daerah luar, dengan harapan Kota Bontang bisa berdiri sendiri,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam