Beranda blog Halaman 834

Gak Mau Bontang Jadi ‘Kota Texas,’ BW Minta Satpol PP Antisipasi Miras Ilegal di THM

0
Gak Mau Bontang Jadi 'Kota Texas,' BW Minta Satpol PP Antisipasi Miras Ilegal di THM
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyebut kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak optimal. Salahsatu ketidakoptimalan itu dikatakannya tidak pernah ia dapati Tempat Hiburan Malam (THM) diamankan oleh Satpol PP.

Dijelaskannya, kinerja Satpol PP tidak berbanding lurus dengan anggaran yang diberikan dengan jumlah yang cukup besar. Sehingga, penjualan minuman keras makin marak di Kota Bontang dan hal tersebut dapat mengancam ketentraman serta ketertiban kota.

Ia ingin adanya pergerakan satpol PP, untuk memeriksa THM yang menyediakan minuman keras (miras) ilegal.

“Kalau bisa dilakukan secara acak dan dadakan, karena miras mudah masuk bisa jadi faktor kriminal lainnya juga masuk di Bontang,” ujarnya. Senin (29/7/24).

BW sapaan akrabnya mengatakan, ia tak ingin Kota Bontang nantinya dapat dikenal dengan sebutan ‘Kota Texas’ yang artinya kota tersebut bebas dari berbagai macam hal-hal ilegal.

“Jangan sampai hal seperti ini terlambat kita atasi,” tambah BW.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hujan Deras, Rumah Warga di Bukit Indah Kembali Terendam Banjir

0
Hujan Deras, Rumah Warga di Bukit Indah Kembali Terendam Banjir
Kondisi banjir di RT 32 Bukit Indah. (ist)

BONTANG – Hujan deras kembali mengguyur Kota Bontang, Jumat (2/8/2024) sore. Beberapa wilayah juga mulai mengalami luapan air hingga melumpuhkan aktivitas warga, seperti di wilayah Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut RT 32 dan 33.

Edi warga RT 32 mengatakan, hujan deras yang sudah turun kurang lebih satu jam itu membuat rumahnya terendam banjir. Ia menjelaskan, selama ia tinggal di sana belum pernah ada pelebaran parit, dan posisi jalanan sudah lebih tinggi.

“Selama ini parit di sekitar sini cuma dikeruk gitu saja. Karena sejak bulan lalu juga sering hujan jadi baru ada pengerukan lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa RT lainnya juga mengalami banjir, namun tidak separah di RT 32 dan 33. Air mencapai betis orang dewasa. Ia menduga bahwa air laut sedang pasang, oleh sebab itu akan memakan waktu lebih lama untuk surut.

“Air laut pasang, jadi airnya nggak bisa ngalir kemana mana,” ujarnya.

Ia berharap Kota Bontang yang katanya telah mengalami penurunan volume banjir bisa terjadi di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun selalu terendam.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran di Prakla Hanguskan Satu Rumah

0
Kebakaran di Prakla Hanguskan Satu Rumah
Kondisi rumah setelah dipadamkan. (Ist)

BONTANG – Kebakaran menghanguskan satu rumah kayu di wilayah Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (2/8/24).

Rumah kayu dua lantai tersebut merupakan milik seorang warga bernama Erni. Ia mengatakan, bahwa dirinya sedang tidur di kamarnya di lantai bawah saat kejadian. Ia terbangun pada pukul 11.00 wita karena mencium bau gosong yang tidak ia ketahui asalnya.

Dirinya segera mematikan aliran listrik menyeluruh yang ada di rumahnya. Sang suami yang sedang tidak jauh berada di kisaran rumah tersebut berlari sembari berteriak bahwa rumahnya kebakaran.

Menyadari hal tersebut, Erni segera berlari keluar rumahnya tanpa sempat menyelamatkan barang-barangnya.

Kepala Disdamkartan, Amiluddin menjelaskan, bahwa pihaknya mendapatkan telpon pada pukul 11.45 wita dan segera menuju lokasi kebakaran.

“Yang sampai duluan pemadam dari kampung baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah tersebut berada di daerah perkampungan di atas laut, beruntung kayu yang kokoh masih dapat menahan beban mobil pemadam, sehingga tidak ada kendala dalam memadamkan api tersebut.

Karena cepat diatasi tidak ada rumah yang terdampak dan tidak ada korban jiwa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Antrian Solar di SPBU KM 3 Meresahkan, Dewan Minta Segera Ditertibkan

0
Antrian Solar di SPBU KM 3 Meresahkan, Dewan Minta Segera Ditertibkan
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyoroti antrian panjang yang sering terjadi SPBU KM 3. Truk-truk besar pengisi solar itu kerap mengular di Jalan Arif Rahman Hakim.

Pasalnya, ia kerap mendapatkan pesan dari orang tua murid yang anaknya bersekolah di SMAN 3, terkait kekhawatiran banyaknya mobil besar di wilayah sana.

“Meskipun bukan kewenangan kami, setidaknya kita harus ikut dalam tata kelola di sana dan dibicarakan dengan stakeholder yang bersangkutan,” ujarnya, Senin (29/7/24).

Ia berharap hal ini dapat segera didiskusikan dengan Dinas Perhubungan Bontang. Karena walaupun sudah beberapa kali ditertibkan, kondisi di wilayah tersebut tetap saja meresahkan karena dapat terjadi kemacetan dan kecelakaan.

“Sudah pernah ditertibkan oleh pihak kepolisian, ada baiknya kita turun tangan juga, karena nggak ada habisnya,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

BW Sebut Kinerja Satpol PP Mandul

0
BW Sebut Kinerja Satpol PP Mandul
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyebutkan kalau kinerja Satpol PP Kota Bontang masih kurang optimal.

BW sapaan akrabnya mengatakan, bahwa Satpol-PP Kota Bontang kerap mengajukan anggaran ke dewan, namun penegakan Peraturan Daerah (Perda) masih kurang dari apa yang mereka jelaskan kepada DPRD.

“Saya lihat kerjaannya hanya menurunkan baliho, kinerja mereka masih mandul,” ujarnya, Senin (29/7/24) dalam Paripurna di Rujab Wali Kota Bontang.

Satpol PP harus memiliki langkah preventif yang dilaksanakan. Ia memberikan contoh jika Dinas PU akan melakukan pelebaran parit di Rawa Indah, seharusnya bisa ditertibkan duluan oleh Satpol-PP, jangan menunggu sampai ada masalah menjamur baru bertindak.

BW menambahkan, bahwa Kepala Satpol PP Bontang juga harus diberikan evaluasi, setelah itu diharapkan agar kinerja Satpol PP dievaluasi secara menyeluruh, sehingga dapat ditemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi Satpol PP dalam menjalankan fungsinya.

“Jadi mereka tidak hanya kita lihat menertibkan baliho saja, mereka harus berperan sehingga masyarakat dapat merasa keamanan di Kota Bontang dengan hadirnya Satpol PP,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Jumlahnya Capai 7000 Orang, Dewan Harap Perda Disabilitas Diterapkan Sungguh-sungguh

0
Jumlahnya Capai 7000 Orang, Dewan Harap Perda Disabilitas Diterapkan Sungguh-sungguh
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris mengatakan, pihaknya mendorong agar peraturan daerah (perda) terkait pemberdayaan disabilitas di Kota Bontang segera disahkan dan diterapkan sungguh-sungguh, karena jumlah disabilitas di Bontang cukup banyak.

“Data dari organisasi penyandang disabilitas mencatat, bahwa jumlah disabilitas mencapai 7000 lebih,” jelasnya Rabu (24/8/24).

Bila hanya dilihat data dari organisasi, masih ada kemungkinan bahwa masih banyak penyandang-penyandang lain yang tidak terdata. Oleh sebab itu pihaknya sesekali memanggil organisasi tersebut untuk bertanya, apakah dalam organisasi sudah ada yang bekerja atau belum.

“Oleh sebab itu perda tentang disabilitas kemarin kami dorong,” tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa sudah ada beberapa penyandang yang bekerja, namun belum signifikan. Oleh sebab itu, Pemkot Bontang melalui OPD terkait harus mampu melihat kemampuan yang ada pada penyandang disabilitas.

“Harus dilihat terlebih dahulu, apa skill yang mereka punya,” jelasnya.

Ia memberikan contoh saat seorang penyandang memiliki kemampuan dalam bidang IT. Hal itu tentu harus digunakan dan dimanfaatkan. Mungkin ada kemampuan seperti itu yang harus kita gali. (sya/adv)

Editor: Yusva alam

Legislatif Ini Minta Proyek di Jalan Cipto Mangunkusumo Tidak Tersendat-sendat

0
Legislatif Ini Minta Proyek di Jalan Cipto Mangunkusumo Tidak Tersendat-sendat
Kondisi proyek di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal menyoroti proyek perbaikan di Jalan Cipto Mangunkusumo. Lantaran pengerjaan proyek tersebut terkesan lambat dalam pengerjaannya.

Ia menjelaskan, bahwa beberapa kali mendapati pengerjaan tidak dilaksanakan, dan beberapa hari lalu melihat beberapa orang di sana baru mulai dikerjakan.

“Maksud saya, pengerjaan kenapa tersendat-sendat, kita ini sudah menuju pergantian bulan,” ujarnya dalam Paripurna di Rujab Wali Kota, Senin (29/7/24).

Ia meminta pemerintah serta dinas terkait untuk memperingati kontraktor yang berwenang, untuk tidak menunda-nunda proyek tersebut. Karena jalanan tersebut merupakan jalanan utama yang padat kendaraan saat jam-jam pergi dan pulang kerja.

ia menilai pengerjaan proyek tersebut sangatlah lambat, mulai dari penutupan jalan hingga kini pembongkaran telah memakan waktu yang sangat panjang.

“Mulai dari pencarian kontraktor hingga pengerjaan sangat lelet,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Diingatkan Lagi, Jalan Menuju Pelabuhan Sering Macet saat Kapal Sandar

0
Pemkot Diingatkan Lagi, Jalan Menuju Pelabuhan Sering Macet saat Kapal Sandar
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kemacetan lalu lintas masih sering terjadi di sekitar area Pelabuhan Loktuan saat sedang ada kapal. Kemacetan tersebut membuat beberapa aktivitas lalu lalang kendaraan menjadi terbatas.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal mengatakan, ini sudah kedua kalinya ia memberitahu bahwa hal tersebut harus segera dicarikan solusi.

Pasalnya lahan parkir antara masjid terapung dengan pelabuhan selalu bercampur, dan masing-masing lahan juga dinilai sempit untuk menampung kendaraan-kendaraan tersebut.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, bahwa pemkot masih berusaha untuk melakukan pembebasan lahan, agar mobil-mobil yang berada di wilayah pelabuhan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena jarak pelabuhan dan rumah warga dinilai sangat dekat, sehingga pemerintah akan segera mencarikan solusi mengurangi kemacetan tersebut. (Adv/sya)

Editor: Yusva Alam

Faisal Soroti Banjir di Guntung yang Masih Tinggi

0
Faisal Soroti Banjir di Guntung yang Masih Tinggi
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal mengatakan, bahwa ia sudah sering mendengar bahwa banjir di Kota Bontang sudah teratasi dengan baik.

Namun, ia mempertanyakan banjir di wilayah Kelurahan Guntung yang masih tinggi dengan kurun waktu yang tidak sebentar. Sehingga hal itu menjadi catatan.

“Saya mohon perhatiannya untuk Kelurahan Guntung agar lebih fokus lagi,” terangnya

Ia berharap kalau memang banjir di Kota Bontang sudah menurun sekian persen, agar makin menurun lagi, dengan memfokuskan perbaikan pembangunan

Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, bahwa banjir Guntung masih dalam proses intervensi terkait penurapan saja. Pemkot belum melakukan intervensi terhadap perbaikan drainase.

“Ke depan akan segera kita lakukan agar air itu dapat mengalir ke sungai,” jelasnya. (adv/sya)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Sepakati KUA dan PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024

0
Pemkot Bontang Sepakati KUA dan PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024
Paripurna ke-14 Masa Sidang III. (syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang melaksanakan paripurna ke-14 masa sidang III dan Pemerintah Kota Bontang sepakati dan tandatangani Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyatakan, dokumen rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang dengan DPRD.

Rapat ini dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, diamanatkan bahwa Kepala Daerah menyusun Rancangan KUA-PPAS.

“Dalam rancangan tersebut sudah terwakili dari berbagai pertimbangan dan aspirasi masyarakat, adapun total anggaran sebesar Rp3,3 triliun,” ujarnya.

Sementara itu penandatangan nota kesepakatan tersebut setelah melalui tahapan pembahasan yang intensif antara Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Kota Bontang. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam