Beranda blog Halaman 833

Pemuda BK Perbaiki Trotoar, Dewan: Ini ‘Tamparan’ untuk Pemerintah

0
Pemuda BK Perbaiki Trotoar, Dewan: Ini 'Tamparan' untuk Pemerintah
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Trotoar Bontang Kuala (BK) di Jalan Piere Tendean sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan oleh Pemerintah Kota Bontang. Pasalnya trotoar tersebut sudah sangat tidak layak digunakan.

Dikarenakan gerak pemerintah yang dinilai lamban dalam memperbaiki fasilitas umum tersebut, beberapa pemuda Bontang Kuala turun untuk langsung memperbaiki dengan anggaran pribadi.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, bahwa ini merupakan tamparan keras bagi Pemkot Bontang. Trotoar tersebut selalu warga gunakan saat banjir rob sedang melanda wilayah tersebut.

Apalagi selain pejalan kaki, pengguna motor juga mau tidak mau harus melewati trotoar, agar tetap bisa beraktivitas seperti bekerja maupun mengantar anak sekolah.

“Seharusnya kalau belum bisa mengintervensi lewat APBD, pemerintah dapat hadir melalui perusahaan atau anggaran keluarga dan lain sebagainya,” jelasnya, Jumat (2/8/24).

Karena pemuda ini bergerak sendiri bersama karang taruna di sana, seharusnya pemerintah dapat lebih peka. Karena itu adalah fasilitas umum yang harus pemerintah yang melakukan perbaikan melalui swakelola maupun perusahaan.

Diketahui, jalan di Bontang Kuala merupakan jalanan yang dibangun dengan dana provinsi, namun untuk urusan trotoar harusnya pemerintah daerah dapat menganggarkan sendiri tidak hanya menunggu dari provinsi. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Banyaknya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Ini Penjelasan PLN Bontang!

0
Banyaknya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Ini Penjelasan PLN Bontang!

BONTANG – Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang memberikan pernyataan terkait kebakaran yang sering terjadi akibat korsleting listrik di wilayah Bontang.

Manager PLN ULP Kota Bontang, Rian Bagus Wijaya menyampaikan, untuk seluruh pelanggan agar bisa memastikan bagaimana kondisi instalasi kelistrikan di rumahnya masing-masing, tetap pastikan kondisi selalu aman demi kenyamanan dalam menggunakan listrik untuk menghindari adanya kebakaran.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga keamanan instalasi kelistrikan, guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (4/8/2024).

Diketahui sesuai dengan UU No. 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, kewenangan PLN adalah mengalirkan listrik dari tiang sampai batas kWh meter saja. Maka dari itu mulai dari menggunakan instalasi dan peralatan listrik, harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) serta tertib pemanfaatan tenaga listrik

“Pastikan instalasi listrik di rumah bersertifikasi, serta terus lakukan pengecekan secara berkala dimana kelayakan operasi dari instalasi listrik di rumah seperti kabel ada masa usianya, mulai dari 7 hingga 10 tahun,” jelasnya.

Rian pun menambahkan, jika para petugas PLN di lapangan juga terus berperan secara aktif memberikan sosialisasi, berupaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran akibat adanya korsleting listrik.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pasokan Air Bersih Dikhawatirkan Tak Tercukupi, Pemkot Andalkan Kolam Lubang Bekas Tambang

0
Pasokan Air Bersih Dikhawatirkan Tak Tercukupi, Pemkot Andalkan Kolam Lubang Bekas Tambang
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina mengatakan, bahwa cadangan air bersih di Kota Bontang sudah makin menipis, sementara itu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Marangkayu yang telah direncanakan bertahun-tahun tidak kunjung terealisasikan.

Ia mempertanyakan kapan masyarakat Bontang dapat menikmati fasilitas tersebut, karena hingga kini belum ada bayangan kapan itu akan dibangun. Selain itu juga diharapkan adanya bantuan air dari waduk Marangkayu yang juga nihil.

“Sudah 5 tahun kita bahas tapi belum ada bayangan kapan akan terealisasi,” terangnya.

Atos panggilan akrabnya, menambahkan bahwa pihaknya pernah melakukan kunjungan ke lokasi tersebut namun ia tak menemukan adanya pembangunan apapun sehingga ia mempertanyakan kepastiannya.

“Selain itu saya juga ingin dinas terkait tegas, karena arti dari keluhan warga Bontang harus diprioritaskan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan penundaan itu dikarenakan terkendalanya pembebasan lahan, dan ini bukan kewenangan daerah namun kewenangan provinsi.

Oleh sebab itu yang saat ini dapat dimanfaatkan adalah kolam bekas lubang tambang (void) Indominco Mandiri yang kini pipanya sudah mengarah ke Kota Bontang, sehingga diharapkan Kota Bontang akan mendapatkan pasokan air baru.

“Sebenarnya kalau kita mengharapkan SPAM Marangkayu susah, karena masih jauh dari harapan, tapi kalau void Indominco diusahakan akhir tahun ini akan masuk ke Bontang,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pasangan Najirah – Aswar Ajak 100 Anak Panti Asuhan Nonton Bioskop di BCM

0
Pasangan Najirah - Aswar Ajak 100 Anak Panti Asuhan Nonton Bioskop di BCM
Pasangan Najirah-Aswar mengajak sebanyak 100 anak panti asuhan untuk menonton bioskop di BCM. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan bakal calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, yakni Najirah – Muhammad Aswar mengajak 100 anak dari beberapa panti asuhan di Bontang untuk menonton bioskop bersama, di Bontang CitiMall (BCM), Sabtu (3/8/2024) sore.

Najirah menyampaikan, bahwa hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka, yang dimana dari mereka juga harus merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan, salah satunya menonton bioskop bersama.

Selain menonton bioskop, anak-anak juga diberikan uang untuk berbelanja. Sebab mereka juga patut mendapatkan kebahagiaan, walaupun dengan waktu yang terbilang sangat jarang.

“Masa kita saja yang bahagia, mereka juga harus merasakannya. Selain mengajak mereka menonton, kami juga memberikan uang untuk mereka agar bisa berbelanja,” ucapnya.

Najirah menyatakan jika ke depannya nanti, akan lebih memprioritaskan fasilitas sarana dan prasarana (Sarpras) yang akan menjadi kebutuhan, baik dari segi pendidikan maupun kesehatan.

Dimana yang sebelumnya anggaran bansos yang telah diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berjumlah Rp 1,6 miliar, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang mencapai hingga Rp 3,3 triliun.

“Kita akan terus berusaha, memberikan fasilitas-fasilitas yang lebih terhadap anak-anak, terutama mereka yang berada di panti asuhan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Muhammad Aswar mengatakan, kalau kegiatan seperti ini bukan untuk yang pertama kalinya, dalam memberikan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di Kota Bontang.

“Saya beserta Bu Najirah selalu mengunjungi panti di Bontang, dan juga sekaligus mendengarkan aspirasi dari mereka. Semoga Allah memudahkan niat baik kami,” bebernya.

Aswar ingin jika nantinya mereka lolos, dan menjadi pemimpin di Kota Bontang tentunya akan terus memberikan fasilitas yang terbaik, dan tujuan yang sudah direncanakan bisa untuk membuat Kota Bontang lebih maju.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Prakla

0
Wawali Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Prakla
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Berbas Pantai. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mendatangi korban kebakaran di wilayah Prakla, RT.16, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (3/8/2024).

Najirah turut prihatin atas musibah yang telah menimpa keluarga korban kebakaran tersebut. Maka dari itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan serta alat perlengkapan yang dibutuhkan seperti selimut, karpet, serta kasur lipat.

“Dengan adanya bantuan ini, semoga bermanfaat bagi keluarga korban. Insyaallah nantinya akan digantikan dengan yang lebih dari ini,” ucapnya.

Adanya kejadian seperti ini, Najirah menghimbau untuk seluruh masyarakat agar bisa lebih berhati-hati lagi. Tetap waspada saat hendak meninggalkan rumah, tetap pastikan keadaan rumah dalam keadaan aman dari kompor atau arus listrik saat akan bepergian.

“Jika ingin bepergian, semua harus dipastikan dalam kondisi aman. Perhatikan colokan listrik, serta kompor keadaan mati,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, kebakaran terjadi di wilayah Prakla, dimana satu rumah kayu hangus terbakar, pada Jumat (2/8/2024) kemarin, sekitar pukul 11.00 Wita.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Najirah Apresiasi Program Lebaran Yatim dari Baznas Bontang

0
Najirah Apresiasi Program Lebaran Yatim dari Baznas Bontang
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah (kerudung kuning) saat hadiri program Lebaran Yatim Baznas Bontang. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri kegiatan program Lebaran Yatim, yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang, di Bontang CitiMall (BCM), Sabtu (3/8/2024).

Najirah mengpresiasi program yang telah dilakukan oleh Baznas Bontang, dimana kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian bersama kepada anak-anak yatim di Kota Bontang khususnya.

“Lewat program ini, kita bersama-sama membangun semangat anak-anak, dalam rangka semarak Tahun Baru Islam 1446 H,” ucapnya.

Selain mewujudkan rasa kepedulian bersama, dalam program ini juga telah memberikan kebahagiaan pada anak-anak yang luar biasa, terlihat dari keceriaan yang anak-anak pancarkan.

“Dengan memfasilitasi mereka untuk berbelanja sesuai keinginan yang mereka mau, pastinya anak-anak akan senang,” paparnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Najirah juga mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait, yang telah mendukung dengan penuh rasa ikhlas dalam memfasilitasi kebutuhan pribadi mereka.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat, telah mendukung dan mensponsori kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini selalu sukses, untuk membantu sesama,” jelasnya.

Diketahui ada sebanyak 200 anak yatim dan dhuafa di Kota Bontang yang telah menerima bantuan, serta ada sekitar 31 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah mendapatkan bantuan usaha.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Baznas Bontang Belanja Bersama 200 Anak Yatim di Bontang Citi Mall

0
Baznas Bontang Belanja Bersama 200 Anak Yatim di Bontang Citi Mall
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bontang, Suryadi Hendra Gunawan (tengah) saat foto bersama beberapa anak-anak penerima santunan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menggelar program Lebaran Yatim. Dimana dalam program ini, Baznas melakukan kegiatan belanja bersama dengan anak yatim piatu, berlangsung di Bontang CitiMall (BCM), Sabtu (3/8/2024).

Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bontang, Suryadi Hendra Gunawan menyampaikan, dalam kegiatan ini Baznas Bontang memberikan santunan kepada yatim piatu dan kaum duafa sebanyak 200 anak, yang dimana mereka akan berbelanja seperti baju, celana, tas, atau sebagainya.

“Ini sistemnya kita memberi setiap anak budget belanja hingga Rp 500 ribu, dan terserah mereka mau membeli apa. Tetapi dengan catatan, tidak kurang atau lebih dari dana yang telah kami berikan,” ucapnya saat diwawancarai.

Di program ini Baznas Bontang mengeluarkan dana sekitar Rp 100 juta untuk berbelanja. Nantinya saat kegiatan berbelanja berlangsung, sudah ada tim dari Baznas Bontang beserta tim pendamping dari staf Matahari Store.

“Kami sudah bagi tugas, dan kami juga sudah bekerjasama dengan manager Matahari Store untuk membantu anak-anak saat belanja. Panitia dari kami 1 pendamping untuk 20 anak,” paparnya.

Diketahui kegiatan seperti ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan, namun setiap tahun Baznas Bontang sudah mencoba rutin mengagendakan kegiatan tersebut. Bahkan tahun ini mencoba dengan terobosan baru, yakni berbelanja di mall.

“Tahun lalu kami hanya mengajak mereka ke pasar rakyat seperti pasar malam, tapi tahun ini kami coba untuk merubah dimana kami akan membuat mereka nyaman dan kebahagiaan saat mereka berbelanja,” katanya.

Tidak hanya mengajak anak yatim berbelanja, akan tetapi kegiatan ini juga menjadi satu dengan program penyerahan bantuan untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bontang.

“Ada juga program penyerahan bantuan untuk pengembangan UMKM, sekitar 31 mustahik, yang dimana mereka yang menerima santunan adalah pengusaha menengah ke bawah,” bebernya.

Untuk program penyerahan bantuan mustahik di bulan ini, sudah terlaksana ketiga kalinya dalam tahun 2024. Uang yang dikeluarkan Baznas Bontang untuk penyerahan bantuan sebesar Rp 71 juta.

“Kalau untuk pengembangan usaha kami tidak membagi rata, karena kebutuhan mereka berbeda-beda dengan usaha yang bermacam-macam. Ada yang jualan sembako, makanan ringan, bahkan ada yang memerlukan mesin ketinting,” jelasnya.

Dalam program penyerahan bantuan, Baznas Bontang telah bekerjasama dengan Bank Kaltimtara Syariah. Setiap orang yang menerima bantuan akan dibuatkan buku tabungan, dimana dana tersebut akan ditransfer ke buku tabungan tersebut, dan pihak yang mendapatkan bantuan akan berbelanja dengan kebutuhan masing-masing.

“Nanti tim survei dari kami akan memonitoring ke toko masing-masing penerima bantuan. Sejauh mana mereka belanjakan dan kembangkan usaha mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya hal ini telah menjadi kesepakatan bersama, dari hasil survei dan rapat pimpinan Baznas Bontang.

Suryadi berharap dengan adanya program ini bisa menaikan terah dari Baznas sendiri, selain itu dirinya ingin untuk masyarakat yang terbilang mampu atau sebagian dari pengunjung di BCM sekiranya bisa untuk bergerak hatinya memberikan infak sedekahnya ke Baznas Bontang.

“Karena ini sudah nyata, bahwa dana yang telah terkumpul di Baznas akan kami distribusikan kepada yang berhak menerima, sebagai bentuk kepedulian,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

DPRD Gelar Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah TA 2024

0
DPRD Gelar Rapat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah TA 2024
Paripurna ke-15 DPRD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rapat Paripurna ke-15 masa Sidang III DPRD kota Bontang Tahun 2024 dalam Rangka Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun Anggaran 2024 dilaksanakan, Jumat (2/7/24) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan pentingnya perubahan APBD sebagai langkah strategis dalam menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan aktual dan prioritas pembangunan di Kota Bontang.

Ia menyatakan, bahwa perubahan APBD diperlukan untuk memastikan pengelolaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Bontang.

Dalam Nota Keuangan Perubahan APBD tahun 2024 target penerimaan Pendapatan Daerah Kota Bontang Tahun Anggaran 2024 adalah sebesar Rp 2.7 triliun.

Adapun penerimaan pendapatan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 direncanakan berasal dari sumber-sumber, yakni Pendapatan Asli Daerah, Penerimaan Pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer ditargetkan, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah.

“Anggaran Belanja untuk Tahun Anggaran 2024 disusun dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas, serta disusun secara terukur dengan mengutamakan kegiatan pembangunan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Kekurangan Kamar, Pasien Harus Rela Antre

0
RSUD Kekurangan Kamar, Pasien Harus Rela Antre
Wakil ketua Komisi I, Tri Ismawati. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DRPD Kota Bontang, Tri Ismawati mendapatkan laporan mengenai pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang terkait penumpukan pasien.

Ia menjelaskan, telah mendapatkan laporan bahwa pasien menunggu hingga setengah hari untuk bisa mendapatkan kamar karena ruangan yang sudah terlalu penuh.

Tri ingin adanya pembenahan, bagaimana RSUD dapat memiliki jumlah kamar yang lebih banyak. Karena hal ini berbanding lurus dengan lambatnya pelayanan rumah sakit.

“Daftar dari siang baru masuk kamar itu malam, nah itu baru satu orang yang kebetulan melapor, mungkin masih banyak pasien yang sama,” ujarnya, Senin (29/7/24).

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kondisi RSUD saat ini keterbatasan ruang. Sudah tidak dapat lagi menampung pasien berlebih. Sehingga saat ada yang masuk ke ruang emergency, pasien harus benar-benar antri untuk mendapatkan tempat.

“Bukan karena kurangnya pelayanan, tapi karena tempat yang terbatas,” jelasnya.

Kemudian, dengan fasilitas rumah sakit yang makin lengkap kerap kali RSUD menjadi rumah sakit rujukan bagi daerah lainnya. Ada lagi penambahan instruksi dari presiden bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan bahwa satu kamar tidak boleh lebih dari 6 kasur.

“Kalau memungkinkan APBD kita, nanti kita bangun rumah sakit lainnya, kita bangun kamar di daerah situ juga,” katanya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kuota Kapal Dirasa Kurang, Pemkot Diminta Tambah Armada Bontang – Sulawesi

0
Kuota Kapal Dirasa Kurang, Pemkot Diminta Tambah Armada Bontang - Sulawesi
Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Transportasi laut Kota Bontang dinilai sangat terbatas untuk aktivitas keberangkatan Bontang – Sulawesi. Armada yang disediakan juga masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina.

Pasalnya di Pelabuhan Loktuan tidak hanya memberangkatkan penduduk dari Kota Bontang saja, tapi beberapa wilayah seperti dari wilayah Kutai Timur juga pergi ke Pelabuhan Loktuan untuk berangkat ke Sulawesi.

“Fasilitas kapal ini masih harus ditambah lagi, kapal yang memadai sesuai keinginan dari warga yang rata-rata orang Sulawesi Barat,” katanya.

Atos panggilan akrabnya, mengatakan bahwa permintaan tersebut sudah lama diajukan, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait penambahan armada.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menanggapi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi rutin terkait penambahan armada kapal, namun sayangnya mereka masih terkendala dengan perizinan operasional.

Ia berkoordinasi dengan pemilik kapal yang sudah sering menyediakan kapal untuk antar pulau, sayangnya tidak secara instan bakal langsung disetujui.

“Kita terus koordinasi dengan pemilik kapal, jadi semoga bisa lebih cepat, karena itu kita monitor terus,” terangnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam