Beranda blog Halaman 835

Mau Bangun Pabrik Baru buat Geber Produksi, IPO PKT Maksimal Semester I -2023

0

JAKARTA – Jakarta Rencana sejumlah BUMN dan anak usah BUMN untuk melepas sebagian sahamnya di bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Intial Public Offering (IPO) semakin menunjukkan titik terang.

Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR menyampaikan, sejumlah BUMN dan anak usaha BUMN yang akan IPO tahun 2023 adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT PERTAMINA Geothermal Energy, Palm.Co serta PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

“Untuk PHE sudah mendaftarkan rencana IPO-nya ke OJK pada Desember 2022 ini. Yang lain seperti Palm Co dan PKT maksimal akan mengajukan pendaftaran ke OJK pada kuartal I-2023. Targetnya di semester I-2023 seluruh proses IPO ini sudah selesai,” jelas Pahala Mansury pada rapat kerja yang berlangsung di di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Lebih jauh Pahala menjelaskan, melalui IPO ini perusahaan-perusahaan BUMN tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi dan pangan. Ia mencontohkan rencana IPO PKT. Menurutnya, melalui IPO ini PKT diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga ketersediaan pupuk bagi terciptanya ketahanan pangan dapat terwujud.

“PKT adalah perusahaan pupuk urea terbesar di ASEAN. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 6,5 juta ton dan menjadi salah satu kontributor terbesar PT Pupuk Indonesia yang kini punya kapasitas produksi 21,1 juta ton per tahun,” jelas Pahala.

IPO PKT ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pupuk nasional. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan oleh perusahaan yang berdomisili di Bontang, Kalimantan Timur itu untuk membiayai pembangunan pabrik urea dengan kapasitas produksi 1,15 juta ton dan methanol sebesar 1 juta ton per tahun. Pabrik yang akan berlokasi di wilayah Papua Barat itu diperkirakan butuh biaya investasi sebesar US$ 2 miliar.

Selain dari IPO, Pahala mengungkapkan, pembiayaan pabrik PKT di Papua Barat itu juga akan menggunakan sumber dana lainnya. Menurutnya Debt Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap permodalan PKT hingga saat ini masih cukup rendah. “Target IPO untuk PKT sekitar 10-20%. Sementara DER PKT akan dijaga pada kisaran 30-50%,” ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan komisi VI DPR tersebut, Pahala juga menyampaikan peluang bagi PKT untuk mengoptimalkan produksi gas dari Blok Masela. Sejalan dengan rencana pengembangkan blok gas alam yang cukup besar itu, kementerian BUMN memiliki rencana untuk mendorong ekspansi PKT selanjutnya ke wilayah Maluku, lokasi dimana Blok Masela berada.

“Dengan IPO PKT punya peluang mengoptimalkan produksi gas di dalam negeri yang diperkirakan akan terus naik pada tahun 2027-2030. PKT juga dapat mengoptimalkan kebutuhan pupuk per hektar di Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan Vietnam maupun Malaysia,” ujar Wamen BUMN I ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa selama periode Januari- Oktober 2022 PKT mampu memproduksi pupuk urea sebanyak 92% dari target tahun ini sebanyak 3,42 juta ton. Sementara NPK mencapai 102% dari target 250 ribu ton dan amonia sebesar 101% dari target 2,79 juta ton.

Pupuk Kaltim juga memastikan bahwa pada Oktober lalu produksi dan distribusi pupuk untuk periode musim tanam pertama 2023 (Maret-April 2023) sudah aman.

“Per tanggal 26 November 2022, sebanyak 108.917 ton stok pupuk urea bersubsidi dan 6.725 ton NPK formula khusus, serta 158.702 ton pupuk urea non subsidi dan 38.073 NPK non subsidi telah tersedia di gudang-gudang Pupuk Kaltim,” ungkap Rahmat.

Stok pupuk tersebut saat ini sudah berada di gudang-gudang milik PKT di berbagai wilayah penyaluran pupuk subsidi. Diataranya adalah wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat hingga Nusa Tenggara Barat. (rls)

Ultah Ke-45, Pupuk Kaltim Cetak Pencapaian Tertinggi Sepanjang Sejarah

0

JAKARTA – Pupuk Kaltim (PKT) memastikan produksi dan distribusi pupuk aman untuk periode Musim Tanam Pertama 2023 (Maret – April 2023). Per 26 November, 108.917 ton pupuk urea bersubsidi dan 6.725 ton NPK formula khusus, serta 158.702 ton pupuk urea non-subsidi, dan 38.073 NPK non-subsidi telah disediakan di gudang-gudang PKT yang tersebar di seluruh wilayah.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan Pupuk Kaltim telah membuka peluang untuk menembus pasar global, sekaligus menjaga komitmen ketahanan pangan nasional. Sampai akhir September 2022, PKT berhasil mencetak laba sebanyak Rp 12,94 triliun. Sedangkan untuk produksi dari periode 1 Januari-31 Oktober 2022, produksi pupuk urea capai 92% dari target 3,42 juta ton, NPK melebihi target 250 ribu ton dengan 102%, juga dengan amonia dengan 101% dari target 2,79 ton. Ia mengatakan pencapaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam sepanjang sejarah perusahaan.

“Alhamdulillah. Pencapaian ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah. Tentunya berkat semangat, kinerja yang prima, dan kesiapan seluruh tim di PKT pada dinamika pasar. PKT mengapresiasi seluruh insan karyawan yang siap dan sigap dalam mengambil kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik sehingga perusahaan bisa mencetak prestasi yang bersejarah sepanjang 45 tahun berdirinya perusahaan,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis (8/12/2022).

Untuk diketahui Pupuk Kaltim merayakan HUT ke-45 dengan mengusung tema ‘Stronger Together for Our Future’. HUT ke-45 ini dijadikan momentum menandai babak baru pertumbuhan perusahaan. Sebagai bentuk rasa syukur, perusahaan melakukan berbagai program dan kegiatan di banyak daerah yang melibatkan sinergi dan kebersamaan dengan ragam stakeholder.

Adapun beberapa program yang digelar di antaranya kegiatan program Community Forest Penanaman Mangrove di pesisir Martua, Kaltim, program Konservasi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati dengan Penurunan dan Transplantasi Terumbu Karang di Diversite PKT 45, Festival Medayoh di Bojonegoro, Festival Pangan Lokal di Solo dan Festival UMKM di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ada juga pameran Bentang Bontang yang merupakan sinergi Pupuk Kaltim bersama seluruh lapisan masyarakat. Pameran ini menyajikan ragam karya yang menggambarkan kekayaan seni dan budaya Bontang. Dalam pergelaran ini juga diluncurkan buku ‘Antologi Puisi: Entropi Bontang.’

“Dengan semangat yang terbarukan di ulang tahun ke-45 ini, ditambah dukungan dan sinergi dari semua stakeholder, PKT siap menciptakan masa depan baru demi pembangunan ekonomi yang lebih kuat dan mandiri, baik untuk Indonesia kini maupun generasi depan nantinya,” tutup Rahmad.

Rahmad juga menjelaskan berbagai inovasi baru akan terus dilakukan, dari rencana pembangunan beberapa pabrik dan industri baru hingga dimulainya produksi Amonium Nitrat secara komersial sebagai upaya hilirisasi Amonia. PKT juga mempunyai roadmap pertumbuhan kedua perusahaan, dengan membangun pabrik-pabrik untuk produk-produk bernilai tambah lainnya, dari Soda Ash hingga Methanol.

Hal itu akan menjadi fokus PKT dalam pertumbuhan 40 tahun ke depan. Demi wujudkan target pemerintah Net Zero Emission pada 2060, PKT juga siap memimpin transformasi hijau industri petrokimia dengan menyiapkan roadmap untuk dekarbonisasi. Dalam roadmap ini, PKT menargetkan mengurangi sepertiga emisi karbon pada 2030. (rls/mk)

Dinas Perkimtan Adakan Sosialisasi Pengusaha Kijing dan Nisan

0

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang mengadakan sosialisasi dengan pengusaha kijing dan nisan di Bontang

Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis (1/12/22) di ruang rapat Dinas Perkim Bidang Pemakaman. Membahas terkait pembuatan kijing dan nisan yang telah diatur dalam Perda Kota Bontang Nomor 7 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pemakaman.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan  ada satu persepsi antara Dinas Perkimtan dengan pengusaha kijing atau nisan tentang tata kelola pemakaman, standar kijing atau pemakaman, hal-hal yg dilarang di pemakaman dan hal teknis lainnya” Ungkap Andi Ilham Kepada Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas. (adv/sya)

Dinas Perkimtan Melakukan Visitasi Aset

0

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang melakukan visitasi sekaligus pengecekan aset pada Selasa (7/12/22).

Lokasi pengecekan aset terdapat di Pulau Malahing dan Selangan dipimpin oleh sekretaris Dinas Perkimtan didampingi Kabid  Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) dan Pemakaman.

Rombongan Vitisasi terdiri dari tim bidang (PSU), tim sekretariat bendahara barang yang mengelola aset OPD.

Perkimtan melakukan penelusuran dan pengecekan pada pergantian 7 lampu,  pemeliharaan bantuan dari PLN baterai 19 watt, Pengadaan 1 buah genset, pengecekan papan plang komunal, pengecekan swadya masyarakat rumah genset, perencanaan peningkatan pariwisata pulau serta memperindah, dan pembuatan proposal, Juga membahas pertemuan dengan PLN terkait permohonan penggatian PLTS ke PLN khusus yang diawali oleh pulau selangan.(adv/sya)

DPRD Adakan Konsultasi Publik untuk Raperda TJSLP

0

BONTANG – Komisi I DPRD Kota Bontang, Senin, 28 Oktober2022 menggelar konsultasi publik terhadap Raperda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

Raperda ini mengatur landasan atau pondasi dalam kegiatan perusahaan yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat di Kota Bontang

“Dalam menyempurnakan raperda yang ada maka dilaksanakan konsultasi publik ini,” kata Maming, anggota Komisi I DPRD Bontang.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan kali ini bertujuan untuk mendengarkan masukan dari bawah terutama dari perusahaan.

“Kami menginginkan ada masukan dari perusahaan-perusahaan terkait dengan raperda ini. Untuk menyempurnakan pasal perda ini kami meminta masukan dari semua stekholder di Kota Bontang terutama perusahaan. Ini karena  yang menjadi objek pelaksanakan nanti perusahaan-perusahaan,” ujarnya.

Perencanaan perusahaan dan proyek pemerintah harus diselaraskan agar kegiatan dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat secara maksimal.

“Jadi disinkronkan dengan perencanaan-perencanaan perusahaan supaya tidak tumpang tindih di saat implementasi,” ujarnya.

Tujuan dari adanya raperda ini agar tercipta transparansi terhadap bantuan-bantuan perusahaan serta menjadi landasan hukum untuk memperkuat jaminan bagi perusahaan maupun masyarakat.

Harapan ke depan ketika raperda ini telah disahkan, dapat memberikan manfaat dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan dan masyarakat. (sc)

Kunjungi Kodim 0908/Bontang, Pangdam VI Mulawarman Minta Anggota Jaga Kondusivitas Kota

0
Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo saat kunjungan kerja di Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0908/Bontang, Rabu (7/12/2022). Dalam kunjungannya, Pangdam memberikan arahan kepada anggota TNI di wilayah Kodim 0908/Bontang agar menjaga kondusivitas kota.

Pangdam menyampaikan,  kunjungannya ke Kodim Bontang untuk melihat langsung anggota TNI yang bertugas serta menyapa langsung personel TNI. Dirinya menyebut Bontang sebagai miniatur Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya.

“Kebanggaan buat saya, Kodim telah membuat suasana menjadi guyub (rukun) dengan berbagai suku yang ada di wilayah Kodim,” jelas Mayjen Tri kepada awak media, Rabu (7/12/2022).

Mayjen Tri mengatakan, dirinya meminta kepada anggota TNI di Kodim 0908/Bontang untuk menjaga kondusifitas di Kota Bontang. Sebab, ada dua perusahaan nasional dan menjadi objek vital nasional sehingga harus dijaga bersama.

“Oleh karenanya saya tekankan kepada Dandim tadi untuk menjaga kondusivitas di Bontang sehingga semua berjalan lancar dan aman,” katanya.

“Bertemu langsung dengan prajurit dan memberikan arahan penekanan kondusivitas yang harus terjaga sampai kapanpun,” tambahnya.

Mengenai arahan terkait Pemilihan Umum, Mayjen Tri menekankan apa yang perlu dilakukan istri anggota TNI bahwa mereka tidak boleh terlibat politik praktis.

“Khusus kepada calon pemilih ibu-ibu yang notabene apa sih yang harus dilakukan sebagai calon pemilih, apa asas-asas yang harus dilakukan. Contohnya dia (istri) tidak boleh melakukan kampanye di wilayah asrama. Anggota TNI tidak boleh terlibat politik praktis,” terang Mayjen Tri.

Selain itu, Mayjen Tri juga memberikan arahan pencegahan stunting sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Tri mengatakan stunting dipengaruhi dari beberapa faktor. Adapun arahan KSAD dalam penanganan stunting yakni manunggal air bersih.

“Jadi salah satu faktor yakni sanitasi di keluarga sendiri. Sanitasi di lingkungan yang airnya kotor dan airnya tidak bersih,” katanya.

Dalam kunjungannya, Pangdam VI/Mulawarman didampingi Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, Aspers Kasdam VI/Mulawarman Kolonel Inf Iwan Setiawan, Aslog Kasdam VI/Mulawarman Kolonel Inf Tumito Susanto, Kasmin Kodam VI/Mulawarman Mayor Inf Dipa Dipura, dan Kasipers Korem 091/ASN Kolonel Arm Arief Darmawan. (yah)

Siswa Dituntut Paham Profil Pancasila, Kurikulum Merdeka Belajar

0
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG –  Untuk menumbuhkan rasa cinta Pancasila, siswa-siswi telah dibekali dengan pembelajaran profil pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka belajar di sekolah. Untuk itu, siswa dituntut  menjalankan 6 komponen dalam profil Pancasila.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengungkapkan, Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memahami bagaimana profil pelajar Pancasila bagi siswa-siswi.

“Pelajar-pelajar kita bisa memahami profil Pancasila. Ada 6 komponennya, berketuhanan yang maha esa, berkebhinnekaan global, berpikir kreatif, mandiri, gotong royong dan kreatif,” kata Bambang saat ditemui, Selasa (6/12/2022).

Hal lain dikatakan Bambang,  dalam implementasi kurikulum akan menguatkan profil Pancasila bagi internal siswa-siswi. “Karena rohnya Kurikulum Merdeka belajar ini Profil Pancasila. Agar siswa dapat berperilaku Pancasila,” jelasnya.

Untuk penguatan pembelajaran profil Pancasila, maka sekolah atau satuan pendidikan akan melakukan proyek pembelajaran atau pembelajaran berbasis proyek yang diajarkan langsung. “Bukan hanya teori di sekolah, tapi juga siswa-siswi diajarkan di lapangan,” jelasnya.

Bambang berpesan kepada siswa-siswi Bontang saat ini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan, sehingga mereka harus menyesuaikan dengan kurikulum yang ada. “Kita ada Kurikulum Merdeka Belajar, tidak terkungkung kurikulum, siswa dibebaskan untuk belajar dan siswa menyesuaikan,” katanya.

Namun, tantangan tetap ada, di mana, sebelumnya menerapkan pembelajaran atau kurikulum yang ketat, dengan adanya Kurikulum Merdeka belajar siswa maupun guru akan menyesuaikan. (yah)

Pertama di Dunia, Badak LNG Luncurkan Proyek LPBS

0

BONTANG – Badak LNG meluncurkan proyek LPG Production Booster System (LPBS), Selasa (6/12). Bertempat di area Kilang Badak LNG peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

LPBS merupakan proyek modifikasi kilang LNG agar dapat mengekstraksi lebih banyak LPG. Caranya, dengan melakukan instalasi pendingin tambahan pada scrub column overhead. Penurunan suhu diharapkan dapat membuat kondensasi lebih banyak pada hidrokarbon berat sehingga meningkatkan produksi LPG.

Melalui implementasi proyek ini, produksi LPG dari Kilang LNG Bontang yang dikelola oleh Badak LNG dapat meningkat hingga 323%, dari yang sebelumnya defisit (impor) LPG sebesar 270 m3/hari menjadi dapat memproduksi LPG sebesar 603 m3/hari.

Peningkatan ini menghasilkan total produksi LPG sebesar 1.560.000 m3 dan potensi pendapatan sebesar 92 juta USD selama tahun 2022–2027.

Sebagai proyek LPG Production Booster System (LPBS) pertama dan satu-satunya di dunia, inovasi karya anak bangsa ini memberikan manfaat besar bagi Indonesia khususnya dalam mewujudkan ketahanan energi nasional melalui kontribusi produksi LPG domestik.

Terobosan ini juga mendukung transformasi bisnis Badak LNG serta memberikan manfaat strategis bagi para pemangku kepentingan perusahaan, di antaranya mengurangi impor LPG.

Badak LNG adalah perusahaan pengolah gas alam tertua di Indonesia. Selama hampir 50 tahun, perusahaan yang berlokasi di Bontang, Kaltim, ini telah berhasil memenuhi berbagai permintaan LNG dari dalam maupun luar negeri secara aman, selamat, dan handal. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yaitu “Unggul dan Mendunia dalam Layanan Pengelolaan Fasilitas LNG”.

Peresmian ini sekaligus menorehkan prestasi baru bagi Badak LNG, di mana sebelumnya perusahaan telah meraih berbagai pencapaian. Di bidang safety, Badak LNG telah mencapai lebih dari 120 juta jam kerja aman setara dengan 5.820 hari kerja aman tanpa kecelakaan yang menghilangkan hari kerja selama 16 tahun sejak 8 Desember 2006.

Di bidang pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Badak LNG merupakan peraih PROPER Emas 11 kali berturut-turut yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Selain itu, Badak LNG juga meraih Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) tahun 2022 dari Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Badak LNG juga telah menerapkan sejumlah standar internasional yaitu ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 17025, ISO 50001, dan ISO 37001. (*/sc)

DPRD Tampung Aspirasi Organisasi Profesi Perihal Penolakan Omnibus Law Kesehatan

0

BONTANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bontang bersama empat organisasi profesi lainnya, yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) melakukan audiensi dengan DPRD Bontang. Pertemuan 28 November 2022, itu terkait penolakan terhadap RUU Omnibus Law Kesehatan.

Audiensi dilaksanakan di ruang rapat DPRD Kota Bontang  bersama Wakil Ketua DPRD Agus Haris. Lima Organisasi Profesi ini menolak RUU tersebut dengan lima alas an. Yaitu proses perumusan dan penyusunan RUU Omnibus Law Kesehatan oleh DPR tidak melibatkan organisasi profesi. Hal ini dianggap tidak transparan.

“Kami anggap ini tidak terbuka dan tidak transparan, karena kami sebagai organisasi profesi tidak dilibatkan dalam penyusunan draf ini. Harusnya kita dilibatkan, tapi ini tidak,” ujar Anwar selaku Ketua IDI Cabang Bontang.

Alasan lain dari penolakan RUU ini didasari dari jangka waktu yang ditetapkan mengenai Surat Tanda Registrasi (STR) yang biasanya hanya berlaku 5 tahun diganti dengan rencana penetapannya menjadi seumur hidup.

Di mana untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan diperlukan pembaruan STR. Hal ini berkaitan dengan tingkat pelayanan nakes (tenaga Kesehatan) nantinya. Sehingga memberi jangka waktu STR merupakan hal yang penting untuk tetap diberlakukan.

Dalam RUU juga dibahas mengenai keterlibatan lembaga dalam masalah penerbitan izin praktek dan STR. Anwar menjelaskan bahwa jika keterlibatan organisasi profesi yang biasanya memberikan pembinaan etik dihilangkan, maka akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan ke depannya.

Peningkatan jumlah sanksi terhadap profesi dokter yang awalnya 100 juta menjadi 300 juta juga dianggap memberatkan. Terakhir, Anwar menyampaikan bahwa pembahasan mengenai dimudahkannya tenaga kesehatan asing untuk masuk ke Indonesia akan berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Hal-hal tersebut menjadi fokus organisasi profesi dalam menolak RUU Ombibus Law Kesehatan. Hasil dari audinsi kali ini, walaupun isi dari RUU tersebut masih belum pasti. Tetapi, DPRD Bontang akan tetap menampung dan menindaklanjuti aspirasi para tenaga profesi tersebut. (sc)

“Tantangan Profesi dan Kompetensi Komunikasi di Era Digital Pasca Pandemi”, Bagaimana Seharusnya Kompetensi SDM Komunikasi Hadir?

0

Dewasa ini, sejak pandemi berlangsung telah menghadirkan berbagai transformasi dan pertanyaan dalam setiap sendi kehidupan. Tidak terkecuali pada profesi yang dilakoni oleh sebagian besar masyarakat dengan praktik komunikasi yang menjadi tulang punggung dalam pekerjaan mereka. Profesi komunikasi menjadi salah satu hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari karena merupakan titik tumpu utama dalam menyelenggarakan interaksi antar manusia yang saat ini semakin masif terjadi dan didorong oleh perkembangan era digital yang terjadi pasca pandemi covid-19 bertamu. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana tantangan dan kompetensi yang seharusnya hadir menjadi payung utama dalam profesi komunikasi saat ini. Perlu untuk diketahui bersama bahwa komunikasi merupakan ilmu yang paling tua yang dibutuhkan sekarang, juga merupakan akar pembelajaran dari konvergensi media dan pandemi. Ilmu komunikasi harus mempunyai terobosan baru dan menjadi pembelajar ulung.

Dalam perkembangannya profesi komunikasi saat ini terbagi menjadi 2 alur, alur pertama yang berfokus pada bidang komunikasi korporat yaitu, hubungan masyarakat atau akrab disebut Public Relation dan alur kedua berfokus pada bidang komunikasi massa atau mass communication. Kedua profesi komunikasi ini memiliki tantangan dan kompetensi yang berbeda ditambah dengan bergeraknya era kehidupan manusia, yang saat ini berada pada era digital atau era society 5.0, dimaknai dengan tingginya persaingan diberbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan dituntut untuk dapat hidup berdampingan, menguasai, dan memanfaatkan teknologi.

Pembahasan kali ini berfokus pada 2 bidang profesi komunikasi korporat dan komunikasi massa yang dapat menjadi bekal dan dasar untuk terjun menapaki profesi ini.

The Power of Public Relations

“Wajah dari sebuah instansi terletak pada kehumasan atau bidang hubungan masyarakat yang dimiliki.” Ucap Annisa Fadiyyah saat penulis mewawancarainya pada Jumat, 18 November 2022 lalu. Beliau merupakan salah satu narasumber yang bekerja di bidang kehumasan Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) selama lebih dari 3 tahun dan merupakan alumni program studi S1 – Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman. Hubungan masyarakat menurutnya berfokus pada pembentukan dan pengelolaan citra sebuah instansi yang ada dan bagaimana cara untuk mempertahankan citra tersebut. Gambaran dari sebuah instansi dapat dilihat dari seorang humas yang ada di dalamnya. Hal ini selaras dengan pengertian humas dalam buku “Crisis Public Relations” oleh Firsan Nova bahwa public relations adalah bidang yang berkaitan dengan mengelola citra dan reputasi seseorang ataupun sebuah lembaga di mata publik.

Annisa menyebutkan bahwa pengelolaan media sosial menjadi pekerjaan rumah dalam profesinya ditambah dengan masifnya era digital dengan penggunaan media sosial. Seorang humas harus dapat menyikapi berita yang ada dengan menghidupkan sikap kritis dan teliti pada permasalahan yang terjadi. Semakin banyak media sosial dan informasi yang beredar akan mengarah pada tingginya tingkat hoaks yang berkemungkinan muncul. Crosscheck data adalah pekerjaan penting dalam humas dalam mencegah timbulnya krisis pada instansi tempat di mana humas bernaung. Misalnya dalam kehumasan RSIB tempat narasumber bekerja, jika terdapat berita kesehatan yang tidak benar adanya, maka seorang humas harus dapat berkoordinasi dengan para pimpinan terkait dan menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan yang merupakan pihak kredibel sebagai acuan segala informasi yang ada.

Kemudian, kompetensi menjadi jembatan utama untuk dapat berhasil menapaki profesi ini. Annisa menyebutkan ada beberapa kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seseorang yang hendak menapaki profesi ini, di antaranya:

  1. Meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal. Komunikasi pada PR adalah komunikasi dua arah, antara perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan sebagai publiknya. Dengan mengetahui dan mengasah skill dalam kompetensi ini, dapat membangun persepsi publik dalam menilai fakta yang terjadi berdasarkan tafsir individunya lewat interaksi komunikasi.
  2. Perbanyak kosakata formal. Kosakata formal merupakan hal mendasar yang harus dikuasai oleh seorang public relations untuk menghadapi publik dengan berbagai latar belakang.
  3. Menulis itu penting. Kemampuan ini mutlak dibutuhkan karena aktifitasnya yang berkutat dengan pemberitaan ke media massa (misalnya RSIB, aktif dalam beberapa media sosial untuk memberikan pemberitaan terkait instansinya) yang sebagian besar adalah informasi tertulis juga mempengaruhi press release yang dikeluarkan.
  4. Menjadi seorang yang up to date terhadap informasi yang ada. Di tengah masifnya era digital dan informasi yang kian cepat berhembus, beliau mengatakan mau tidak mau seorang PR harus dapat mengikuti dan menempatkan diri sehingga dapat meminimalisir terjadinya mispersepsi.
  5. Dapat menguasai beberapa media sosial dan tidak pasif terhadap satu media sosial saja. Paska pandemi memberi segudang pelajaran pada profesi ini seperti, beberapa pekerjaan dalam bidang ini menjadi lebih simpel dengan menggunakan media sosial untuk memposting suatu informasi dalam bentuk poster atau infografis hasil dari adaptasi teknologi selama pandemi. Namun, tidak jarang mengarah pada pisau bermata dua. Jika penyampaian informasi dapat dengan cepat dilakukan, maka dampak negatifnya adalah feedback yang didapatkan menjadi lebih lama, dikarenakan tidak semua masyarakat selalu memegang perangkat digital yang dimiliki. Misalnya, saat sebuah instansi mengirimkan e-mail kepada instansi yang dituju dengan harus menunggu balasan terlebih dahulu.

Banyaknya tantangan yang hadir waktu demi waktu menuntut seorang PR untuk selalu bersiap dan belajar bahwa bidang kehumasan tidak hidup dalam ruang hampa, diperlukan ruang untuk mengartikulasikan peran dan fungsinya untuk membangun citra positif instansi. karena kepuasan publik dapat menjadi tolak ukur keberhasilan suatu instansi.

Mengingat pentingnya fungsi yang dimiliki oleh PR ini, harapannya sumber daya manusia yang ingin terjun dan bergerak dalam dunia kehumasan dapat mempersiapkan diri dengan baik mulai dari sekarang agar dapat menguasai segala kompetensi yang dibutuhkan serta memahami perkembangan era digital. Karena Frank Seittle mengatakan bahwa, “The best public relations practice is done by the satisfied public.”

The Energy of Mass Communication

Saat ini dunia telah memasuki era di mana teknologi informasi berkembang dengan pesat dan banyaknya penggunaan media sosial. Hal ini membuat segala pekerjaan yang bergerak di bidang komunikasi massa semakin banyak digandrungi. Mulai dari presenter, penyiar radio, jurnalis, content creator, dan lainnya. Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan yang menarik, lantas apa saja yang perlu dipersiapkan oleh SDM yang ingin terjun ke dunia komunikasi massa? Oleh karena itu, penulis telah mewawancarai salah satu tokoh yang bekerja di bidang komunikasi massa pada Jumat, 18 November 2022 lalu.

Beliau adalah Siti Fatimah, M.Sos. Mengawali karir sebagai penyiar radio dan juga menjadi presenter TV pada 2017. Saat ini, bekerja di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Timur, tepatnya di bidang pengawasan isi siaran. Dengan pekerjaan mengawasi seluruh siaran yang ada di Kalimantan Timur seperti, memantau siaran tv dan radio serta iklan sesuai dengan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) dan EPI (Etika Pariwara Iklan) yang didalamnya terdapat aturan-aturan yang harus diikuti.

Pekerjaan yang dilakukan begitu menarik, sehingga dibutuhkan kompetensi untuk dapat terjun di dalamnya. Beliau membagikan informasi bahwa dalam dunia komunikasi massa, kompetensi utama yang dibutuhkan ialah “kreativitas” dan “kemampuan membidik sasaran tertentu” untuk dapat meraih khalayak sebanyak mungkin serta menghasilkan program yang tepat dan berkualitas. Sedikit menyinggung teori, penulis bertanya mengenai apakah komunikasi massa dapat memengaruhi kehidupan manusia di tengah masifnya era digital saat ini. Beliau menjelaskan bahwa hal tersebut memiliki efek pada kehidupan manusia yang terbagi dalam tiga dimensi yaitu, kognitif (memberi informasi kepada diri sendiri), afektif (khalayak diharapkan dapat merasakannya), dan konatif (efek yang timbul dalam bentuk perilaku/tindakan/kegiatan).

Kompetensi selanjutnya yaitu, public speaking”. Public speaking adalah sebuah seni berkomunikasi secara lisan untuk menyampaikan ide, gagasan, pesan, dan atau pendapat yang bertujuan untuk menginformasikan, menghibur, dan mempengaruhi audiens dengan metode dan struktur tertentu. Beliau memaparkan bahwa public speaking diperoleh dari kemauan dan sikap konsisten dalam berlatih. Untuk sampai di titik ini, beliau mengawalinya sejak kelas 4 SD dengan mengikuti berbagai lomba seperti pidato dan job sebagai pembawa acara.

Selain menjadi pengawas isi siaran di KPID, Siti Fatimah adalah seorang pengisi suara di sebuah platform yang sekarang banyak digandrungi oleh remaja-dewasa, yaitu Spotify. Di platform tersebut beliau membuat podcast dengan judul “Suara Biru”. Untuk menjadi pengisi suara/podcaster, hal penting yang diperlukan ialah kemauan. Karena segala sesuatunya akan dimanajemen sendiri, mulai dari naskah hingga pada saat rekaman. Tidak hanya itu, kemampuan untuk dapat mengolah bahasa, mengatur artikulasi, dan intonasi sangat diperlukan.

Hal tersebut merupakan contoh dari efek digitalisasi yang membuat semua orang telah beralih menggunakan new media. Era digital memberi dampak positif dan negatif dalam kehadirannya, dampak positifnya ialah menambah peluang kerja dan atau menjadi pekerjaan sampingan, serta dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi. Namun, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan, yaitu indikasi hoaks semakin sulit untuk diatasi. Penyebaran hoaks merupakan hasil dari masifnya perkembangan era digital saat pandemi dan terus berkembang pasca pandemi bertamu.

Siti Fatimah menceritakan mengenai salah satu kegiatan tahunan KPID yaitu, “Literasi Media” yang pelaksanaannya diikuti dengan berbagai rangkaian acara yang mempertemukan banyak orang secara langsung sebelum pandemi melanda. Namun, setelah pandemi terjadi, kegiatan tersebut harus dilakukan secara online via Zoom Cloud Meetings, dimana kendala-kendala seperti jaringan dan miskomunikasi sering terjadi. Tetapi, kehidupan akan selalu berganti, pasca pandemi program ini kembali dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan mematuhi rules yang ada. “Literasi Media” oleh KPID yang bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi – Universitas Mulawarman, 4 November 2022 lalu berjalan dengan baik dan interaktif.

Dengan berkembangnya peradaban kehidupan manusia, profesi komunikasi massa juga harus berkembang sesuai dengan kebutuhan media massa yang ada. Komunikasi massa merupakan lahan luas untuk ditanami oleh berbagai keunikan dan keahlian hebat di dalamnya. Semakin berkembangnya suatu teknologi dan kemampuan manusia dalam menciptakan inovasi untuk berkomunikasi, hasil dari produk media massa pun akan semakin berkembang.

Maka, perlu adanya kemampuan untuk beradaptasi terhadap segala perkembangan tersebut. Dimana dibutuhkannya rasa peduli untuk selalu peka melihat hal-hal baru dan mengolahnya menjadi sesuatu yang inovatif dengan cara memperkuat kreativitas berpikir. Malcolm X, seorang aktivis muslim mengatakan bahwa, “The media’s the most powerful entity on earth. They have the power to make the innocent, and that’s power. Because they control the minds of the mases.”

Perkembangan komunikasi dewasa ini memberi garis yang jelas kepada segenap sumber daya manusia yang ingin berkecimpung di dalam profesi komunikasi untuk dapat mempersiapkan sekaligus memaksimalkan kompetensi yang dimiliki untuk dapat bersaing sesuai dengan bidang yang diminati. Profesi komunikasi di era digital pasca pandemi harus tetap optimis untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu ditambah dengan masifnya perkembangan teknologi yang semakin menembus batas pengetahuan manusia, hal ini sangat dibutuhkan karena profesi ini merupakan linkage pada semua sektor pekerjaan. Dibutuhkan kompetensi yang mumpuni untuk dapat terus bertahan dalam sektor ini, dikutip dalam sebuah webinar online, Syaiful Halim merupakan Founder dari M-Docs juga turut berpesan bahwa seorang lulusan komunikasi harus well educated, well trained, well managed, well equipped, setelah itu baru dapat well paid. (***)

Tentang Penulis

Yaasiina Nur Laila Aprilia, Risna, dan Revita Selviana adalah tiga perempuan yang terbentuk oleh sebuah kelompok mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi bulan lalu. Tepatnya, mereka adalah tiga mahasiswi semester 1 di Universitas Mulawarman prodi S1 – Ilmu Komunikasi. Memiliki hobi dan interest di bidang yang berbeda tidak membuat ketiga perempuan ini menyerah untuk menghasilkan rangkaian kata demi kata dengan harap menyala bisa membantu sesama dan sekitar.