Beranda blog Halaman 836

RPJPD Telah Disahkan, Amir: Masalah Banjir Belum Tuntas!

0
RPJPD Telah Disahkan, Amir: Masalah Banjir Belum Tuntas!
Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rapat Paripurna telah digelar dengan mengesahkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bontang Tahun 2025-2045. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang, Rabu (24/7/2024) lalu.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina mengatakan, walaupun RPJPD sudah disahkan, akan tetapi masih ada permasalahan yang belum tuntas, contohnya seperti banjir dan penyediaan air bersih.

“Walaupun RPJPD mencakup rencana 20 tahun ke depan, tetapi kita harus tetap menyelesaikan permasalahan yang belum selesai, seperti banjir dan masalah sosial,” ucapnya.

Menurutnya tugas utama DPRD adalah memastikan dan bertanggung jawab atas permasalahan yang ada, untuk segera diselesaikan sebaik mungkin.

“Kita bekerja selama masa menjabat memberikan bukti, bagaimana yang dikeluhkan masyarakat bisa terealisasikan,” jelasnya.

Amir ingin nantinya dengan kepengurusan yang baru, bisa lebih mementingkan permasalahan yang mendesak sebelum melanjutkan rencana jangka panjang. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Dukung SDGs Melalui Pembinaan Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Sabet Tiga Penghargaan Nusantara CSR Award 2024

0
Dukung SDGs Melalui Pembinaan Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Sabet Tiga Penghargaan Nusantara CSR Award 2024
PT Pupuk Kalimantan Timur menerima penghargaan di ajang Nusantara CSR Award 2024. (Ist)

BONTANG – Pengembangan sasaran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang direalisasikan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Nusantara CSR Award 2024, dari La Tofi School Of Social Responsibility. Hal ini melihat peran Pupuk Kaltim yang dinilai mampu menjalankan program TJSL secara optimal, utamanya keselarasan inisiatif terhadap pencapaian indikator SDGs.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Sugeng Suedi menjelaskan, tiga penghargaan tersebut masing-masing Kategori Kemiskinan melalui gagasan Pertanian Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA), lalu Kategori Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi pada inisiasif Pujasera NPK Pelangi, serta penghargaan khusus berupa Trofi Keris Kehormatan bagi Direktur Utama Pupuk Kaltim, yang dinilai berhasil mendorong optimalisasi sasaran TJSL sebagai perwujudan pemimpin transformasi bisnis berkelanjutan.

“Aspek pemberdayaan merupakan salah satu fokus implementasi TJSL Pupuk Kaltim, yang sengaja diinisiasi untuk memaksimalkan potensi serta peluang dalam mendorong kesejahteraan dengan dampak yang lebih luas di masyarakat,” ujar Sugeng, Kamis (25/7/2024).

Menurut dia, dengan menekankan pembinaan pada aspek pemberdayaan, Pupuk Kaltim tidak hanya melakukan perbaikan sosial dari sisi kesejahteraan, tapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat dalam mewujudkan kemandirian, seiring makin bertumbuhnya sektor usaha. Pembinaan pun disasar mulai tahap awal di taraf usaha mikro, yang terus didorong agar usaha binaan semakin berkembang dan naik kelas melalui pendampingan intensif.

Seperti program PKT BISA, yang awalnya dirancang untuk mendorong perbaikan kualitas lahan secara berkelanjutan di Dusun Babadan, Desa Kepuh Rejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Program ini kemudian dikembangkan untuk mewujudkan ekonomi sirkular di sektor pertanian dengan menggiatkan pemanfaatan kompos, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Masyarakat Babadan dibekali keterampilan mengolah kompos dari limbah peternakan dengan pendampingan bertahap. Hal ini memungkinkan mereka memproduksi kompos bernilai tinggi yang dapat digunakan pada lahan garapan masing-masing, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang signifikan.

Seiring waktu, lahan pertanian di Dusun Babadan yang sebelumnya kurang produktif mulai menunjukkan perubahan positif. Dengan luas lahan produktif mencapai 40 hektare, komoditas utama seperti kacang tanah, padi, dan jagung dapat digarap optimal.

“Seiring perubahan pola pertanian dan kondisi lahan, pengetahuan serta keterampilan warga mengenai sektor agrikultur juga semakin pesat. Potensi kompos dikembangkan melalui unit usaha masyarakat agar berdampak positif pada kesejahteraan petani,” terang Sugeng.

Program ini kini telah berkembang menjadi kelompok besar bernama “Babadan Makmur,” yang terdiri dari beberapa kelompok binaan seperti Koperasi Mandiri Lintas Generasi, Kelompok Pertanian Dusun Babadan, Kelompok Peternakan Muda Mandiri, Kelompok Perikanan Tirto Wening, Kelompok UMKM Ibu-Ibu Milenial, dan Kelompok Kompos Tabur Makmur. Kerjasama strategis antar kelompok menciptakan rantai nilai yang berkesinambungan, dengan lebih dari 100 anggota aktif berpartisipasi.

“Program ini juga mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan AREA 2024. Hal ini pun diharap mendorong terciptanya swasembada pangan secara berkelanjutan, sebagai bentuk nilai tambah dalam mewujudkan ekonomi sirkular di bidang pertanian,” lanjut Sugeng Suedi.

Selanjutnya program Pujasera NPK Pelangi, digagas Pupuk Kaltim untuk memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan melalui pembinaan UMKM. Pada program ini Pupuk Kaltim menyediakan sarana berjualan secara permanen, untuk memfasilitasi berbagai unit usaha masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang.

Pujasera ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari listrik 24 jam hingga sarana kebersihan seperti air, toilet dan tempat sampah. Lalu sarana untuk masing-masing pedagang berjualan layaknya kursi pengunjung, CCTv, banner lapak pelaku usaha, wastafel dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Untuk meningkatkan nilai tambah program, Pupuk Kaltim juga rutin menggelar kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di Pujasera NPK Pelangi, sehingga secara bertahap peluang usaha binaan makin bertumbuh seiring banyaknya kunjungan ke lokasi tersebut.

“Keberadaan Pujasera NPK Pelangi juga bentuk perhatian Pupuk Kaltim terhadap pengembangan UMKM agar lebih berdaya dan mandiri, sekaligus realisasi komitmen pemberdayaan melalui pembinaan bagi masyarakat sekitar perusahaan,” tambah Sugeng.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, menyampaikan implementasi TJSL Perusahaan diselaraskan dengan arah kebijakan Kementerian BUMN yang berfokus pada kemandirian dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan. Utamanya berkontribusi dalam memajukan UMKM, selain partisipasi aktif terhadap lingkungan.

Hal ini yang dijabarkan Pupuk Kaltim melalui serangkaian program, dengan sasaran pelaksanaan secara terukur dan evaluasi berkala untuk perbaikan menyeluruh. Hal tersebut menjadi perhatian Pupuk Kaltim dalam mendukung keberlanjutan melalui manfaat TJSL, sesuai business growth strategy yang dijalankan Perusahaan.

“Pupuk Kaltim berkomitmen untuk menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan, dengan terus memperkuat tata kelola perusahaan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Soesilo.

Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, mengungkapkan ajang ini sebagai apresiasi bagi perusahaan yang memiliki komitmen dan kontribusi terhadap masyarakat maupun lingkungan, demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Melalui ajang ini, perusahaan didorong terus menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, mematuhi nilai tata kelola perusahaan, serta mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial.

“Kami ucapkan selamat dan apresiasi kepada perusahaan yang telah menunjukkan komitmen kuat terhadap perbaikan lingkungan, peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat yang diikuti tata kelola bisnis secara berkelanjutan,” ucap La Tofi.(*)

Editor: Yusva Alam

DPRD Gelar Raker Penyampaian Laporan Pendapat Akhir RPJPD 2025-2045 Bersama Fraksi-Fraksi

0
DPRD Gelar Raker Penyampaian Laporan Pendapat Akhir RPJPD 2025-2045 Bersama Fraksi-Fraksi
Rapat Kerja dalam rangka Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja dalam rangka Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD terkait Laporan Hasil Pembahasan Panitia Khusus DPRD terkait Raperda Kota Bontang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045, Rabu (24/7/24).

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal menyebutkan lima fraksi yang menyampaikan penyusunan RPJPD ini sesuai dengan ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Ia mengatakan rancangan awal RPJPD harus disusun paling lambat satu tahun sebelum berakhirnya periode RPJPD sebelumnya.

Adapun fraksi tersebut yaitu, Fraksi Golkar Bersama Nasdem, Fraksi PKB Besama PPP dan PDI-P, Fraksi PKS, Fraksi Gerindra Bersama Berkarya, dan Fraksi Amanat Nurani Rakyat.

“Pembacaan laporan hasil pembahasan pansus DPRD, tentang RPJPD Tahun 2025-2045 oleh perwakilan masing-masing fraksi,” katanya.

Penyusunan Dokumen RPJPD bertujuan untuk memberikan dasar acuan dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pembangunan daerah untuk 20 tahun ke depan.

Terkait hal tersebut maka dilakukanlah pembahasan lebih lanjut oleh Tim Pansus DPRD Kota Bontang Bersama Tim Asistensi Daerah. Nantinya, hasil pembahasan pansus DPRD terkait Raperda Kota Bontang tentang RPJPD tahun 2025-2045 ini akan dilaporkan dalam rapat paripurna.

“Saya berterima kasih kepada seluruh fraksi yang telah bekerja keras dalam penyusunan RPJPD Tahun 2025-2045,” tambahnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Meningkatnya Kasus Asusila, Andi Faiz Harap Kerjasama Semua Elemen Masyarakat

0
Meningkatnya Kasus Asusila, Andi Faiz Harap Kerjasama Semua Elemen Masyarakat
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyoroti meningkatnya angka kasus asusila kepada perempuan dan anak.

Diketahui, semester pertama tahun 2024, jumlah kasus asusila kepada perempuan dan anak kian meningkat. Kejari Bontang menjelaskan, bahwa sudah 15 kasus terjadi selama 6 bulan terkahir dan masih bertambah.

Andi Faiz sapaannya mengatakan, perlunya ada kerjasama dan perhatian lebih dari berbagai kalangan, khususnya kepada anak-anak di bawah umur.

“Kita harus bisa memberikan informasi mana yang baik atau tidak, dan mana yang salah, serta apa saja sebenarnya yang mereka lakukan jika terjadi sesuatu,” jelasnya.

Ia berharap dengan pengetahuan-pengetahuan dasar dan melenceng dari norma, mereka bisa menolak. Oleh sebab itu peran serta pemerintah, masyarakat maupun stakeholder diharapkan berjalan sesuai.

“Bagi orang tua yang anaknya membutuhkan pendampingan khusus, tidak usah ragu untuk pergi ke UPT PPA, karena itu adalah fasilitas pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dispoparekraf Bantah Informasi Kehadiran Ida Dayak di Bontang

0
Dispoparekraf Bantah Informasi Kehadiran Ida Dayak di Bontang
Pesan berantai tentang kehadiran Ida Dayak di Bontang. (ist)

BONTANG – Beredar informasi di media sosial kehadiran Ida Dayak di Bontang. Namun informasi tersebut dibantah oleh Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, bahwa informasi tersebut hoax alias tidak benar.

Dalam pesan yang viral di grup-grup whatsapp tersebut tertulis ‘Ida Dayak Official. Bontang, Gedung Graha Pemuda Bontang. Ida Dayak akan hadir di Bontang. Jangan lewatkan pengobatan Ida Dayak. Semoga Ikhtiar anda diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Peluang ini terbuka untuk umum mulai dari 11 – 15 Agustus 2024 pukul 09.00 – 17.00 Wita. Pendaftaran via whatsapp admin Ida Dayak.’

Dalam akun Instagram Dispoparbontang, Dispoparekraf membantah pesan tersebut. Dijelaskan akun tersebut, bahwa Dispoparekraf Bontang tidak pernah dan belum menerima surat peminjaman gedung terkait kegiatan tersebut

Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak sampai tertipu dan mengkonfirmasi lebih dahulu kebenaran kegiatan tersebut.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Jargon Visi Kota Bontang Berubah Jadi Bontang Sentosa 2045

0
Jargon Visi Kota Bontang Berubah Jadi Bontang Sentosa 2045
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Adrofdita. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bontang, sudah memasuki tahap finalisasi. Pansus menyepakati visi Bontang Sentosa 2045, yakni Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera dan Berkualitas.

Anggota Komisi I DPRD Bontang sekaligus Ketua Pansus Raperda RPJPD, Adrofdita mengatakan, terdapat perubahan jargon visi yang sebelumnya diusulkan Bontang Berkualitas menjadi Bontang Sentosa.

Tagline visi tersebut harus diubah, lantaran jika menggunakan kata berkualitas akan memiliki makna ambigu yang menunjukkan tingkat baik buruknya sesuatu, hal itu ia ungkapkan, Rabu (24/7/24)

“Kata tersebut perlu diganti kata lain yang bermakna memiliki tujuan akhir yang diwujudkan di 2045,” ujarnya.

Pemilihan kata “sentosa” dalam tagline tersebut dapat dimaknai dengan bebas, dari segala kesukaran dan bencana, aman, tentram dan sejahtera.

Kriteria pemilihan kata ini dinilai sudah sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kalimantan Timur, “Tujuan akhirnya, Kota Bontang bisa menjadi kota yang sentosa,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Samad Soroti Trotoar Kerap Jadi Tempat Parkir, Dishub Diminta Ambil Tindakan

0
Samad Soroti Trotoar Kerap Jadi Tempat Parkir, Dishub Diminta Ambil Tindakan
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Samad. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad menyoroti kondisi trotoar di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kota Bontang. Lanataran sering kali dijadikan tempat parkir oleh sejumlah kendaraan, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk muatan.

Dirinya meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, untuk bisa melakukan tindakan atau teguran saat mendapati kendaraan yang terparkir di atas trotoar.

“Seharusnya dinas terkait seperti Dishub melakukan patroli keliling, biar tahu kalau ada kendaraan terparkir di atas trotoar, kan sudah ada perdanya,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (23/7/2024) lalu.

Diketahui trotoar bukan menjadi tempat parkir, nantinya juga trotoar atau penutup parit akan rusak bahkan roboh, jika beban kendaraan tersebut memiliki bobot yang sangat berat.

“Tidak menutup kemungkinan, dengan beban mobil yang berat nantinya trotoar akan rusak,” paparnya.

Dirinya meminta kepada Dishub bisa melakukan pemantauan secara langsung, jika pun memang ada yang melanggar harus segera memberikan tindakan.

“Harus ambil tindakan, setidaknya teguran jika masih ada pengendara yang parkir di trotoar. Agar masyarakat sadar, bahwa parkir di trotoar itu tidak diperbolehkan,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Ex Gedung MTQ ‘Disulap’ Jadi UMKM Center, Diresmikan Malam Tadi

0
Ex Gedung MTQ 'Disulap' Jadi UMKM Center, Diresmikan Malam Tadi
Peresmian UMKM Center Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meresmikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Center yang berlokasi di Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, Kamis (25/7/24).

Bangunan yang sebelumnya merupakan Gedung MTQ itu kembali aktif untuk memamerkan produk-produk lokal, khususnya makanan berupa cemilan olahan tangan warga Bontang.

Kepala Plt Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMKPP) Kota Bontang, Lukman mengatakan, bahwa tempat tersebut merupakan wadah promosi serta pendampingan serta penjualan produk lokal.

“Ini adalah program unggulan DKUMKPP bersama dengan pemkot dan perusahaan di Kota Bontang

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengusaha yang menyukseskan peresmian UMKM Center, dengan memamerkan produk-produk mereka.

Sebanyak 4.368 item dengan total nilai berkisar 200 juta rupiah, dan terdiri dari seratus ribu lebih produk pelaku usaha makanan dan kerajinan dari Asosiasi Makanan dan Minuman Kota Bontang. Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha baru, sehingga akan lebih banyak produk-produk baru.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, acara ini terselenggara atas kerjasama pemerintah dan stakeholder yang ada. Ia meminta kepada seluruh tamu dari dinas-dinas, warga maupun perusahaan mengajak tamu yang datang dari luar Kota Bontang untuk dapat diajak berbelanja di pusat UMKM ini.

“Selain itu, dibuatkan kegiatan lain di dalam UMKM Center ini, misal pagi-pagi ada yang jual kue buat sarapan, malam beda lagi,” ucap Basri.

Tiap minggu juga diharapkan bisa mengadakan pertunjukkan untuk anak muda mengeluarkan bakar-bakat mereka di sini.

“Mari kita ramaikan, kalau bukan kita yang mencintai produk lokal, siapa lagi, jangan salah kita memiliki produk yang berdaya saing tinggi. Bagi pelaku-pelaku UMKM juga difasilitasi oleh BPJS kesehatan,” tambahnya

Dalam kesempatan yang baik tersebut, ia berharap masyarakat bersatu dan berkomitmen menjadikan produk lokal ini menjadi produk kebanggaan bersama, dan dapat dipromosikan hingga ke luar daerah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peserta Seleksi PT BME Keluhkan Panitia Tak Umumkan Hasil, Begini Tanggapan Ketua Pansel

0
Peserta Seleksi PT BME Keluhkan Panitia Tak Umumkan Hasil, Begini Tanggapan Ketua Pansel
Ketua Panitia Seleksi Direktur dan Dewas PT BME, Lukman. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketua Panitia Seleksi Calon Direktur PT Bontang Migas dan Energi (BME), Lukman menanggapi keluhan peserta seleksi yang menganggap panitia seleksi tidak transparan dalam menyampaikan hasil seleksi.

Diberitakan sebelumnya, salahseorang peserta seleksi yang tidak ingin disebutkan namanya, mengeluhkan kinerja panitia seleksi yang tidak mengumumkan dua nama calon peserta yang lolos seleksi ke tahap berikutnya.

Lukman menjelaskan, 4 peserta tersebut awalnya telah mengikuti wawancara pertama bersama wali kota, kemudian pada wawancara kedua hanya memanggil dua orang saja, yakni Erwin dan Herri Susanto.

“Kan ada tim panitia seleksi untuk mengumumkan, bisa jadi memang yang dihubungi hanya yang lolos untuk wawancara ke dua,” ujarnya saat ditemui, Kamis (25/7/24).

Ia mengatakan, harusnya pihak panitia tetap memberikan informasi kepada peserta yang tidak lanjut wawancara tahap dua, tapi kemungkinan informasi tersebut terlambat sampai.

“Mungkin mereka dengar duluan pengumuman yang lolos, tapi pengumuman mereka yang tidak lolos belum sampai,” tambahnya.

Lukman menambahkan, bahwa penyeleksian sudah melalui tahapan profesional, sehingga direktur dan dewas yang telah dipilih merupakan hasil seleksi yang sebenarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Miliki Sabu Seberat 50,59 Gram, Warga Muara Badak Diamankan Polisi

0
Miliki Sabu Seberat 50,59 Gram, Warga Muara Badak Diamankan Polisi
Tersangka K (48) salah satu warga Muara Badak, berhasil diamankan polisi lantaran memiliki sabu. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak berhasil mengamankan seorang pria berinisial K (48) salah satu warga di RT.3, Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (25/7/2024). K diduga terlibat peredaran narkotika.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyatakan, telah berhasil mengungkap penjaringan peredaran narkotika jenis sabu seberat 50,59 gram di wilayah Muara Badak, diketahui wilayah tersebut masih masuk hukum Polres Bontang.

Untuk tersangka saat mengambil sabu tersebut dengan menggunakan sistem jejak, yang sedang marak digunakan bagi pelaku peredaran narkotika.

“Karena ada informasi masuk dari masyarakat, jadi tim langsung menuju lokasi yang dimaksud, yang dimana lokasinya dekat dengan Simpang 6 Muara Badak,” ucapnya.

Saat polisi mendatangi tempat tersebut, kebetulan tersangka sedang berdiri di sana. Sehingga tim Unit Reskrim Polsek Muara Badak langsung melakukan penangkapan.

“Kami langsung amankan tersangka dan kami bawa,” paparnya.

Hingga saat ini tersangka masih dalam tahap penyelidikan, untuk mendalami dari mana dapatnya barang haram tersebut.

Perlu diketahui, tersangka K ini sudah sejak lama menjadi target operasi. Akan tetapi sudah dua kali juga lolos, dan ini ketiga kalinya bersama Polres Bontang berhasil mengamankan tersangka.

Kini tersangka dijerat pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman seumur hidup penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi
Editor: Yusva Alam