Beranda blog Halaman 851

Pansus Tambang Tak Ingin Ikut Campur Polemik Ismail Bolong

0
 Wakil Ketuan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim, M. Udin

SAMARINDA– Meski tengah menjadi polemik, Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan, tak ingin ikut masuk dalam permasalahan Ismail Bolong yang menuding ada keterlibatan petinggi Polri dalam pertambangan ilegal di Kaltim.

Menurut Wakil Ketua Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim, M.Udin, pansus akan fokus  mengurai benang kusut 21 IUP palsu, jaminan reklamasi dan realisasi CSR perusahaan tambang di Bumi Etam. Sebab, tujuan pembentukan pansus memang berangkat dari tiga persoalan tersebut.

“Tidak ingin masuk kesana (polemik Ismail), tim investigasi akan memberikan rekomendasi tentang 21 IUP, Jamrek dan CSR. Tetapi sembari kita jalan investigasi, kunjungan dan rapat dengar pendapat itu (polemik Ismail) juga akan kita sampaikan,” tegasnya belum lama ini.

Kedepannya, pansus akan memanggil pengelola atau pemilik IUP yang beroperasi di Kaltim. Tak luput, Pansus juga akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemilik Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

“Kita sudah rapat dengan DPMPTSP dan Dinas ESDM. Berikutnya kita akan RDP dengan pemilik IUP, dan PKP2B sehingga apa kontribusi terhadap masyarakat Kaltim itu terealisasi,” terangnya.(eky/Adv/DPRDKaltim)

Fun Volley On The Sea Malahing Cup Bakal Digelar Tiap Tahun

0

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase bersama camat Bontang Selatan, kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar), lurah Tanjung Laut Indah, dan manajemen PT Pupuk Kaltim VP TJSL hadir dalam penutupan turnamen Fun Volley On The Sea Malahing Cup yang dilaksanakan pada Minggu (6/11/22).

Turnamen di atas pulau ini merupakan yang pertama di Indonesia. Event ini direncanakan diadakan setiap tahun dan mendapat apresiasi dari wali kota Bontang.  “Selamat kepada yang juara, semoga turnamen ini menjadi event jam terbang bagi para pemain dan dapat memberi kesan yang bisa dibawa pulang,” kata Basri.

Ia menilai, kegiatan yang berkolaborasi dengan Dispopar Bontang, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dan PT Pupuk Kaltim itu sebagai upaya untuk meningkatkan pariwisata khususnya di Pulau Malahing.

Camat Bontang Selatan Kamsal mengungkapkan, pada prinsipnya pihaknya mendukung urnamen Fun Volley On The Sea Malahing Cup 2022. Selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai rekreasi dengan berolahraga di laut Malahing.

“Ke depan muda-mudahan pesertanya lebih banyak dan lebih meriah. Tentu dengan persiapan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Pulau Malahing termasuk dalam desa wisata yang ikut program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 bersama 10 ribu Desa Wisata se-Indonesia. Basri menutup event ini dengan harapan agar bersama-sama meningkatkan kesan dan kenangan yang baik bagi pariwisata Bontang, khususnya Pulau Malahing. (adv/sya)

Seminar Jurnalistik FJB: Jurnalisme Data dan “Dosa-dosa” Media

0
Narasumber saat sedang menyampaikan materi. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG–  Media dan jurnalis masih kerap melakukan kesalahan dalam melakukan peliputan soal isu perempuan dan anak. Alih-alih membangun masyarakat yang inklusif, akibatnya media justru melanggengkan stigma atau pelabelan negatif dan peminggiran terhadap mereka sebagai kelompok rentan.

Direktur Eksekutif Remotivi Yovantra Arief menjelaskan, untuk mewujudkan masyarakat inklusif, diperlukan ekosistem media yang peka terhadap kelompok terpinggirkan. Kepekaan ini perlu mesti terjadi di seluruh level; mulai manajemen media, ruang redaksi, sampai individu jurnalis. Namun, dalam praktiknya media justru kerap melanggengkan stigma dan peminggiran kelompok rentan.

Hal ini disampaikan Yovantra Arief dalam seminar hari jadi ke-6 Forum Jurnalis Bontang (FJB) yang bertajuk “Jurnalisme Verifikasi dan Dosa-dosa Media.” Kegiatan ini dihelat di Ruang Rapat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (10/11/2022).

Pria yang akrab disapa Yoyon ini mengatakan, sebenarnya media mulai memperbaiki kualitas pemberitaannya untuk isu-isu lain. Misalnya, tidak menggunakan gambar sadistis ketika memberitakan soal kecelakaan. Namun untuk isu perempuan dan anak, media seolah tidak belajar. Pola kesalahannya pun tampak sama.

Menurutnya ada 4 kesalahan media kala meliput isu anak dan perempuan. “Dosa-dosa” ini yakni melakukan mengobjektifikasi, stereotiping atau pelabelan negatif, kekerasan ganda, serta pengungkapan identitas anak dan korban. Ini justru membuat media seolah melanggengkan stigmatisasi dan peminggiran terhadap perempuan dan anak.

“Ini dosa yang paling sering dilakukan media. Polanya selalu berulang, berputar di sini. Media seolah tidak belajar dari kesalahannya terdahulu,” tegasnya.

Dia mencontohkan, ketika seringnya media mengeksploitasi bagian tubuh korban yang umumnya perempuan, dalam berita pemerkosaan. Seharusnya media mengedukasi publik untuk tidak melakukan pemerkosaan, bukannya menyalahkan korban atas tubuhnya. Belum lagi ketika media menggunakan diksi atau metafora yang cabul dan merendahkan. Seperti “digagahi” atau “digenjot”.  Akibat dari stereotip dan objektifikasi itu, media seolah “mewajarkan” tindakan pemerkosaan itu.

“Akibatnya muncul dosa ketiga media, yaitu kekerasan ganda terhadap korban. Pemberitaan media malah semakin memojokkan korban sebagai pihak yang bersalah,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, anak dan perempuan  merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan. Dalam kasus anak dan remaja menjadi pelaku pun, media perlu berhati-hati dalam pemberitaannya agar tidak mengungkap identitas anak, baik melalui foto, nama orang terdekat, atau alamat rumah.

“Kenapa ini harus dilakukan, karena media mesti melindungi anak dan korban, serta keluarga, dari stigma dan trauma. Jangan sampai karena pemberitaan anak yang bermasalah itu, anak tidak punya masa depan,” ujar pria berkacamata ini.

Oleh karenanya, ia mendorong agar media fokus pada akar persoalan alih-alih pada remah-remah yang ada di sekitar persoalan. Media mesti mendorong publik untuk merasionalisasi akar persoalan. Bukannya menulis serampangan dan tanpa etika hanya demi klik dan views.

Dia menawarkan 4 model pemberitaan guna mendorong pemberitaan anak dan perempuan yang lebih jernih dan mengedukasi publik. Pertama, berorientasi pada korban. Media perlu berupaya mengangkat suara-suara mereka yang lemah dan dilemahkan secara sosial, dengan orientasi menciptakan sistem, kebijakan, dan implementasi yang tepat guna. Bukan eksploitasi penderitaan warga terpinggirkan. Kedua, mendorong akuntabilitas publik.

Ketiga, mendorong literasi publik. Ini dibutuhkan untuk membantu publik membuat keputusan rasional berdasarkan informasi yang akurat serta pemahaman yang baik mengenai akar persoalan. Dan keempat, menginspirasi gerakan perubahan.

Sementara pemateri kedua, Mantan Ketua Dewan Pers 2016-2019 Yosep Adi Prasetyo menyampaikan soal jurnalisme data. Dia mengatakan bahwa tugas jurnalis bukan sekadar wawancara, tapi juga berurusan dengan riset.

“Inti jurnalisme itu ada tiga VKK. Yakni verifikasi, konfirmasi, dan klarifikasi. Itu saja,” tegasnya.

Di era menjamurnya media siber, jurnalis kerap terjebak dalam melakukan liputan singkat, liputan “mencecap” alias hanya keterangan tokoh tertentu dijadikan berita, namun minim verifikasi dan ketepatan data.

Model pemberitaan seperti ini, yang dimulai akhir 90-an hingga awal tahun 2000-an sudah mulai ditinggalkan. Publik jenuh dengan model pemberitaan singkat-singkat, terpecah dan tidak utuh seperti ini. Sebanya jurnalis mesti melangkah lebih jauh dengan menyuguhkan pemberitaan yang dalam dan bermakna, melalui jurnalisme data yang memikat.

Menurut pria yang akrab disapa Stanley ini, jurnalisme data memberikan banyak manfaat. Bukan saja membuat berita lebih utuh dan memperjelas maksud. Ini juga bakal membuat kerja jurnalis lebih efisien sebab data-data yang berserak dapat dikumpul menjadi satu dan dapat menekan berita bohong (hoaks).

“Kita bisa lihat, media yang menulis berita pendek-pendek  secara bisnis mulai turun. Sementara yang mendalam malah naik. Karena publik jenuh dengan berita pendek, tidak memberi makna dan membingungkan publik,” sebutnya.

Selain membahas soal jurnalisme data, Stanley juga menyentil soal penyelesaian sengketa pers. Dia menegaskan sengketa pemberitaan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik tidak bisa masuk ranah pidana, tapi harus melalui Dewan Pers.

“Wartawan itu orang yang menjalankan amanat undang- undang. Tidak boleh dipidana selama kerja jurnalisnya sesuai kode etik. Orang yang bisa menafsirkan kerja jurnalis itu sudah sesuai etik atau tidak itu hanya Dewan Pers. Jadi tidak bisa ditafsirkan sendiri,” tegasnya.

Ini menjadi persoalan lantaran banyak jurnalis yang dipolisikan ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya. Semakin problematik sebab tak semua anggota kepolisian paham soal keberadaan MoU antara Polisi dan Dewan Pers untuk mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis. Ia kemudian mengimbau bila terjadi sengketa berita yang dilaporkan ke polisi, maka jurnalis maupun perusahaan media agar bisa bersurat ke Dewan Pers.

“Laporkan saja ke Dewan Pers, nanti pasti dipantau,” tandasnya. (rls/yah/mk)

Wujudkan SDM Unggul di Indonesia Timur, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

0

SEBANYAK 49 peserta pendidikan vokasi setara Diploma 1 selesaikan masa studi di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), setelah menempuh pendidikan selama sembilan bulan pada Februari – November 2022. Kelulusan peserta program kerjasama Pupuk Kaltim dengan Politeknik ATI Makassar ini, ditandai Yudisium di Gedung Wijaya Kusuma Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Selasa (8/11/2022).

SVP SDM Pupuk Kaltim Endang Murtiningsih, mengungkapkan program pendidikan vokasi ini digagas sebagai upaya mempersiapkan sumberdaya manusia yang andal dan terampil sesuai kebutuhan dunia industri, khususnya pengembangan kompetensi generasi muda di kawasan timur Indonesia agar siap masuk dalam dunia kerja.

Program ini juga tindaklanjut kerjasama Pupuk Kaltim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI, guna mendukung transformasi bisnis Perusahaan dalam menghadapi era Volatility, Uncertainly, Complexity dan Ambiguity (VUCA).

“Para peserta berasal dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia. Diantaranya Kota Bontang, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruhnya terbagi dalam dua jurusan yakni Teknik Kelistrikan dan Pengelasan,” ujar Endang.

Menurut Endang, program ini selaras dengan semangat Pupuk Kaltim dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, yang diimplementasikan melalui pengembangan kapasitas masyarakat untuk mencetak sumberdaya manusia unggul dan siap kerja di berbagai bidang. Selama pendidikan, para peserta mendapatkan materi link and match sesuai kebutuhan industri dengan komposisi materi 40 persen teori dan 60 persen praktik.

“Program pendidikan vokasi ini diupayakan berjalan berkesinambungan, dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas kedepannya,” lanjut Endang.

Dirinya berharap seluruh pengetahuan yang didapat selama pendidikan bisa menjadi bekal kompetensi para peserta untuk lebih siap memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi dalam pembangunan di masing-masing daerah. Budaya kerja positif yang selama ini dibina diharap menjadi karakter diri para peserta, dimana soft skill maupun sikap dan etos kerja merupakan hal penting yang wajib dimiliki dalam dunia kerja profesional.

“Pupuk Kaltim mengucapkan selamat atas pencapaian seluruh peserta pendidikan vokasi, semoga dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki makin berdampak terhadap penguatan kapasitas SDM di wilayah timur Indonesia,” tambah Endang.

Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri, menyampaikan 49 peserta yang mengikuti yudisium kali ini merupakan bagian dari 209 peserta pendidikan vokasi di wilayah timur Indonesia untuk periode 2022, yang terselenggara melalui kerjasama dunia industri dan pemerintah daerah dengan Politeknik ATI Makassar. Sejauh ini pihaknya kata Basri, telah meluluskan 803 peserta sejak dimulainya program pendidikan vokasi tahun 2016 dengan dua program studi.

“Kami berpesan agar para peserta dapat terus mengembangkan kapasitas diri pasca menempuh pendidikan, sehingga apa yang telah didapat makin terasah kedepannya,” ucap Basri.

Amina Fuad, salah satu peserta pendidikan vokasi jurusan Kelistrikan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bimbingan dan pembinaan Pupuk Kaltim selama masa pendidikan. Selain pengetahuan dan peningkatan kompetensi, para peserta juga dibekali wawasan kebangsaan sebagai salah satu penguat karakter diri, guna mendorong pengabdian terbaik untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara.

“Program ini sangat bagus, yang kami harap bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Pupuk Kaltim. Terima kasih atas bimbingan yang diberikan kepada kami sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja,” kata Amina.

Senada, Fernando Maniani dari jurusan Pengelasan pun menyebut program pendidikan vokasi ini tak hanya sekadar transfer knowledge untuk penguatan kapasitas dan kemampuan, tapi juga memberikan pengalaman langsung dalam tataran praktis dunia kerja.

Dirinya menyebut program ini memberikan kesempatan bagi putra putri dari Indonesia timur untuk lebih maju dan berkembang, baik dari pola pikir maupun daya saing dan keterampilan, sehingga ke depan dapat bermanfaat bagi pembangunan SDM di daerah masing-masing.

“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi kami pada program ini, sehingga kami bisa belajar dan menimba pengetahuan untuk peningkatan kompetensi diri,” ucap Fernando.(adv)

MTQ VI Korpri Tingkat Nasional, Kaltim Tembus 6 Besar

0

PADANG – Plh Ketua DP Korpri Provinsi Kaltim HM Jauhar Efendi mengabarkan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ VI Korpri Tingkat Nasional, Nomor 02/Kep-DH/MTQ VI/KORPRI yang diketuai Prof Dr HM Darwis Hude, tanggal 9 November 2022, Kaltim masuk 6 besar untuk Cabang Khath Al-Qur’an Golongan dekorasi, atas nama Nurkhalis.

Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim itu mengatakan, pesaing Kaltim untuk golongan cukup berat ini, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, tuan rumah Sumatera Barat, Banten, dan Provinsi Riau.

“Masih pada cabang yang sama, yaitu cabang Khath Al-Qur’an, tetapi golongan Kontemporer Putra, Kaltim juga masuk 6 besar nasional, atas nama Bambang Winaryadi,” kata Jauhar Efendi kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setdaprov Kaltim, Rabu (9/11/2022).

Ditambahkan, lima provinsi lain yang juga masuk 6 besar golongan kontemporer adalah Provinsi Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan DKI Jakarta.

“Saat ini kita juga masih menunggu hasil musabaqah untuk cabang-cabang yang lain. Mohon doa seluruh warga Kaltim, agar kafilah Kaltim mampu berbicara di tingkat nasional,” pesan Jauhar Efendi.

Penyelengaaraan MTQ VI Korpri Tingkat Nasional di Provinsi Sumatera Barat tahun 2022. Dewan Pengurus Korpri Kaltim mengirim 16 kafilah untuk mengikuti 9 cabang atau golongan Musbaqah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an VI Korpri Tingkat Nasional di Padang. Saat ini MTQ masih berlangsung hingga 12 November 2022. (adv/diskominfokaltim)

Serahkan Hadiah Pemenang Taat Pajak, Gubernur Isran: Kalian Adalah Pahlawan Pembangunan

0

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengapresiasi masyarakat, baik perseorangan maupun perusahaan yang taat membayar pajak. Baik pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

“Terima kasih kepada masyarakat atau wajib pajak yang sudah taat membayar pajak, kalian adalah pahlawan pembangunan,” ucap Isran Noor pada acara Gebyar Pajak Daerah 2022 yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim, di Grand Ballroom Hotel Platinum, Kamis (10/11/2022) pagi.

Gubernur Isran Noor mengatakan pajak-pajak yang didapatkan di Kaltim memang pajak yang jadi bagian pendapatan asli daerah (PAD). Dan wajib disyukuri kondisi peneriman daerah Kaltim dalam keadaan pandemi Covid-19 masih ada gerakan kenaikan.

“Dan kenaikan itu cukup membahagiakan bahkan menjadi salah satu rekor penerimaan PAD di seluruh Indonesia. Tahun lalu Kaltim menerima penghargaan peningkatan penerimaan PAD nomor dua dibawah Gorontalo. Ini dinilai bukan dari volumenya tetapi persentase kenaikan penerimaannya,” kata Isran Noor.

Gubernur Isran menyebut penerimaan daerah merupakan sumber pembiayaan pembanguan. Dan penerimaan PAD Kaltim memberikan kontribusi jauh lebih besar dari dana transfer pusat ke daerah yang diterima Kaltim.

Setelah melakukan peluncuran pelayanan pajak Gerakan Bersama Rukun Tangga (Geber RT) Laku Pandai. Gubernur Isran Noor didampingi Kepala Bapenda Kaltim Ismiati menyerahkan hadiah kepada pemenang taat pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor baik untuk kategori perseorangan maupun perusahaan.

Tampak hadir, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiono, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, Irdam VI Mulawarman Brigjen TNI Amrin Ibrahim, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Sonny Irawan, Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kaltim Nashjwin. (adv/diskominfokaltim)

Upaya DPMPTSP Tingkatan Investasi di Bontang

0

BONTANG – Kalimantan Timur khususnya Kota Bontang memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dikelola untuk memiliki nilai ekonomi. Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, DPMPTSP Bontang berupaya meningkatkan investasi di daerah ini.

Hal ini dikarenakan investasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas ekonomi di suatu daerah. Seperti menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang akan mempengaruhi kinerja ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Apalagi Kota Bontang merupakan daerah strategis yang memiliki banyak potensi investasi. Kota Bontang adalah daerah yang dikelilingi laut, sehingga memiliki banyak sekali sumber daya laut yang dapat di olah. Selain itu, Kota Bontang juga dikelilingi oleh 3 daerah besar. Sehingga untuk keperluan sumber daya atau logistik akan mudah didapat.

“Secara peta, Bontang ini sangat strategis. Dikelilingi oleh laut dan posisinya berada di tengah-tengah antara Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Kutai Timur. Sehingga untuk pasokan barang-barang atau logistik Bontang ini strategis sebagi tempat penyimpanan barang-barang perdagangan baik itu sembako, bangunan dan lain-lain,” ujar Karel, kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang pada 23 Oktober 2022 di kantornya.

Sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Investasi di Daerah kepada Masyarakat dan/atau Investor oleh Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya. Selain itu, diatur juga terkait kriteria, bentuk insentif, dan kemudahan investasi di daerah.

Pengaturan mengenai pemberian insentif dan/atau kemudahan investasi diatur dengan peraturan daerah. Serta Permen Investasi tahun 2022 tentang tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal Antara Usaha Besar Dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Daerah.

Berpegangan pada regulasi yang ada, maka DPMPTSP Kota Bontang sangat mempermudah dan membuka selebar-lebarnya Kota Bontang pada para investor untuk menanamkan modalnya. Selain regulasi, DPMPTSP memiliki beberapa cara dalam membantu meningkatkan investasi di Kota Bontang.

“Selain regulasi, kami juga intens melakukan promosi-promosi dalam menarik investor ke Kota Bontang,” ujarnya. Dalam meningkatkan investasi di Kota Bontang DPMPTSP sangat giat dalam melakukan promosi terkhususnya mengenai potensi investasi baik itu melalui media online seperti berita, podcast, TV, dan lain-lain.

Selain itu, DPMPTSP juga aktif dalam mengikuti setiap event-event yang ada seperti expo dan pameran-pameran yang ada. Selain itu, DPMTPSP juga giat mengikuti rapat koordinasi untuk menyingkronkan kegiatan dan strategi pembangunan ke depannya.

Sehingga DPMPTSP juga selalu bekerjasama dengan dinas-dinas terkait. Harapannya investasi Kota Bontang dapat semakin meningkat karena memang untuk sumber daya manusia maupun alamnya, Kota Bontang memiliki sumber daya yang dirasa cukup sebagai potensi investasi ke depannya. (adv/sc)

Apa Itu Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

0

BONTANG – Perizinan berusaha berbasis risiko adalah perizinan usaha yang dibuat berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha. Di mana, risiko tersebut menentukan izin berusaha yang akan dimiliki oleh pelaku usaha.

“Jadi ini untuk melihat seberapa besar risiko yang ada. Pelaku usaha yang sudah mendaftarkan usahanya di OSS RBA itu akan otomatis mendapatkan sertifikat perizinan berusahanya di sistem itu,” ujar Natalia Santi yang ditemui pada Oktober 2022 di Kantor DPMPTSP

Perizinan berusaha memiliki empat tingkatan risiko. Untuk risiko rendah maka perizanan berusaha yang otomatis keluar hanya berbentuk NIB atau Nomor Induk Berusaha saja. Jika usaha yang ada berisiko menengah rendah maka perizinan berusaha yang keluar akan berbentuk NIB dan sertifikat standar (SS) berupa pernyataan mandiri.

Selanjutnya untuk tingkat risiko menengah tinggi, perizinan berusahanya akan berupa NIB dan SS yang harus diverifikasi terlebih dahulu oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

Terakhir untuk tingkat risiko tinggi, maka akan mendapatkan NIB dan Izin yang harus disetujui oleh Kementerian/Lemba ga/Pemerintah Daerah, dan/atau Sertifikat Standar (SS) jika dibutuhkan.

Adanya sistem OSS berbasis risiko ini sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha. Dimana, pengurusan perizinan lebih cepat dilakukan dan dapat dilakukan secara mandiri melalui sistem yang ada. (adv/sc)

Peringati Hari Pahlawan, Polres Bontang Bagikan Bansos Terdampak Kenaikan BBM

0

BONTANG – Kepolisian Resor ( Polres ) Bontang memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Ke-77 Tahun 2022, Kamis (10/11).

Penyaluran bansos tersebut dipimpin Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.,M.H. didampingi Pejabat Utama (PJU ) Ketua, dan Pengurus Bhayangkari Cabang Bontang serta Personel Polres Bontang.

Bansos yang disalurkan berupa paket sembako kepada petugas kebersihan jalan, ojek oline, pedagang pentol keliling, dan sopir angkot.

Kapolres mengatakan pemberian bansos ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus bentuk kepedulian Polri  kepada masyarakat yang terdampak inflasi akibat kenaikan harga BBM. ”Hari ini ada 275 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat,” katanya.

Dikatakannya bahwa Polres Bontang  beserta jajaran akan terus mengintensifkan kegiatan pemberian bansos kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM.

”Kami berharap  dengan bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak inflasi serta kenaikan harga BBM saat ini,” pungkas Kapolres. (hms)

Peringati HUT Korem 091/ASN, Kodim 0908/Bontang Anjangsana ke Panti Asuhan 

0

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Korem 091/ASN Ke-42 Tahun 2022, Kodim 0908/Bontang beranjangsana ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jl. Gamelan, RT 15, Kelurahan Bontang Baru, Kamis (10/11/2022).

Anjangsana dipimpin Dandim  Letkol Inf Priyo Handoyo. Dalam kesempatan tersebut, Dandim mengatakan, anjangsana yang dibarengi pemberian sejumlah sembako itu, merupakan  rangkaian kegiatan menyambut HUT Korem 091/ASN ke-42 tahun 2022 di wilayah Kodim 0908/Bontang.

Diharapkan pemberian sembako kepada anak yatim piatu dan fakir miskin tersebut dapat meringankan beban penderitaan mereka. Ini juga wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat yang ada di sekelilingnya.

“Pemberian ini jangan dilihat nilainya, tetapi yang terpenting adalah kepedulian terhadap sesama,” kata Dandim

Pengelola panti asuhan mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0908/Bontang  yang telah memberikan sumbangan bagi anak asuhnya. Sumbangan sangat membantu bagi pemenuhan kebutuhan anak-anak yang berada di panti asuhan.

“Kami berharap ada anak dari panti asuhan ini dapat menjadi  prajurit TNI. Saya yakin banyak anak yang bercita-cita  mengabdikan dirinya menjadi tentara, saat besar nantinya,” katanya.

Hadir juga dalam kegiatan  tersebut Pjs Pasi Pers Kodim 0908/Bontang, Letda Inf Eko Santoso , ibu-ibu pengurus Persit Kartika Chandra Kirana cabang XX Kodim 0908/Bontang, dan pengelola panti.(Pendim Btg)