Beranda blog Halaman 850

Amir Tosina Geram! Pemkot Pakai Lahan di BSD untuk Buang Limbah Tapi Belum Dibebaskan

0
Amir Tosina Geram! Pemkot Pakai Lahan di BSD untuk Buang Limbah Tapi Belum Dibebaskan
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina saat diwawancara awak media usai pimpin RDP. (Yusva Alam)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina terlihat geram dan dengan tegas meminta lahan yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah di Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai agar ditutup.

Hal itu diungkapkannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Bontang bersama para pemilik lahan dan OPD terkait. RDP terkait Lahan Pemakaman Bontang Barat, Lahan RTH BSD dan Lahan RTH di Jalan Brokoli Kelurahan Gunung Elai, di Ruang Rapat Lantai II, Sekretariat DPRD, Senin (11/9/2023)

Menurut Atos sapaannya, lahan milik warga bernama Hariadi tersebut sudah sejak lama digunakan untuk pembuangan limbah saluran rumah tangga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Namun, hingga saat ini urung membebaskan lahan tersebut.

Kondisi ini membuatnya geram. Menurutnya, pemerintah hanya berjanji-janji saja dan tidak segera menindaklanjuti penyelesaian lahan tersebut.

“Tutup saja lahan itu. Malu kita ini, bisa-bisanya pemerintah pakai lahan warga sudah sekian tahun lamanya, tapi sampai sekarang belum juga dibebaskan. Harusnya kalau sudah pakai itu lahan, ya diselesaikan,” serunya dengan nada kesal.

Luas lahan itu diungkapkann, seluas 4.300 meter persegi. Ia pun mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan soal lahan tersebut. Pun Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) mengaku belum ada instruksi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti lahan tersebut.

“Tadi saat DLH ditanya ternyata gak nyambung, perwakilan DLH tidak tahu soal lahan itu. Berarti ini pemerintah cuman janji-janji saja. Padahal warga mengadu terus, sudah datangi wali kota juga. Jawabannya sudah dianggarkan, padahal belum ada sama sekali tindaklanjutnya,” bebernya.

Pihaknya pun sudah sidak di lahan tersebut. Terlihat lahan itu sudah dimanfaatkan atas permintaan pemerintah.

“Saya pikir sudah selesai maslaah lahan ini, karena sudah cukup lama. Ternyata pemerintah belum juga menyelesaikan. Makanya saya minta tutup saja itu biar pemerintah tahu bahwa ada hak orang lain. Enggak boleh menguasai itu,” tandasnya.

Hariadi, pemilik lahan mengungkapkan, lahan miliknya itu sudah dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah sejak lama. Ia pun sudah beberapa kali mengikuti RDP untuk penyelesaian masalah lahan yang digunakan pemerintah tersebut. Namun sampai sekarang belum ada kabar dan kejelasan soal pembebasan lahan itu.

“Saya sudah ikut RDP tiga kali. Menghadap wali kota secara resmi sekali. Tapi belum ada respon dari pemerintah,” bebernya. (al/adv)

Terjadi 52 Kebakaran Sejak Awal Tahun, Ini Kasus Terbanyak!

0
Terjadi 52 Kebakaran Sejak Awal Tahun, Ini Kasus Terbanyak!
Para pemadam berkumpul usai memadamkan api di salah satu TKP kebakaran. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sejak awal tahun 2023 sampai awal September ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mencatat sebanyak 52 kasus kebakaran terjadi di Bontang. Terbanyak adalah jenis kebakaran lahan.

Dari 52 kasus terdapat 9 jenis kebakaran yang terjadi di Kota Taman. Berikut rinciannya: kebakaran rumah tempat tinggal 10 kasus, kebakaran ruko/gedung/tempat penampungan/pasar 6 kasus, kebakaran lahan 17 kasus, kebakaran meteran listrik 6 kasus, kebakaran kabel listrik 3 kasus, kebakaran alat elektronik 1 kasus, kebakaran regulator tabung gas/kompor gas 5 kasus, kebakaran jaringan gas 2 kasus, dan kebakaran gudang 2 kasus.

“Karena saat awal tahun itu lagi marak juga gelombang panas, ada percikan sedikit saja di lahan luas jadi bahaya,” jelas Amiluddin, Kepala Disdamkartan.

Oleh sebab itu, pembakaran lahan atau orang yang sering melakukan aktivitas bakar-bakar harus bisa melihat kondisi, apakah api nantinya bisa dikendalikan atau tidak. Karena kalau menyebarluas sangat berbahaya.

“Sulitnya adalah kalau ada wilayah yang akses jalannya susah untuk digapai mobil-mobil pemadam,” ujarnya Selasa (12/9/23).

Dijelaskannya, dari beragam jenis kebakaran tersebut, seperti rumah, gudang, ataupun ruko biasanya akan ada penjelasan dari saksi, bahwa sebelum kebakaran ada ledakan terdengar dan akhirnya muncul api.

Hal tersebut membuktikan masyarakat kita masih lalai dalam mengantisipasi bencana kebakaran. Penggunaan listrik, gas, api tidak bisa sembarangan.

“Masyarakat harus curiga dengan situasi, karena kadang apa yang kita sepelekan ternyata bisa jadi penyebab kebakaran, seperti kemarin gudang tidak terpakai, ternyata masih ada aliran listrik. Kalau memang tidak dipakai, matikan saja listrik di dalamnya,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Komisi II Lanjutkan Pembahasan Raperda Retribusi dan Pajak Daerah

0
Komisi II Lanjutkan Pembahasan Raperda Retribusi dan Pajak Daerah
Rapat Pembahasan Raperda Retribusi dan Pajak Daerah di Gedung DPRD, Senin (11/9/2023). (ist)

BONTANG – Komisi II DPRD Bontang kembali membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bontang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Senin (11/9/2023).

Rapat pembahasan digelar di Gedung DPRD Bontang, dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam.

Dikatakan Rustam, Raperda ini merupakan aturan yang disatukan menyesuaikan dengan regulasi atau Undang-Undang (UU) Omnibus Law. Mencakup berbagai isu, topik, atau hukum untuk semua.

”Raperda pajak daerah dan retribusi daerah merupakan instruksi dari pusat,” ujarnya.

Rustam mengharapkan pembahasan ini segera selesai, agar dapat disahkan dan diberlakukan. Sebab akan berdampak ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harus cepat selesai. Kalau tidak cepat selesai akan berdampak ke PAD.  Karena pemerintah tidak bisa menarik pajak dan retribusi,” timpalnya.

Saat ini telah masuk tahapan membahas besaran tarif atau nilai retribusi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang harus segera ditetapkan atau diselaraskan. Jika ada kenaikan satu rupiah akan dibahas dan disepakati bersama.

”Rupanya instruksi dari pemerintah pusat ini sudah lama. Di Sleman Jogjakarta saja sudah disahkan. Gak tahu kenapa di Bontang ini lambat instruksinya. Makanya kami panggil semua OPD untuk tanyakan apa saja yang ada kenaikan,” bebernya.

Sekretaris Daerah Aji Erlynawati berharap Raperda ini bisa segera terealisasi. Terutama ketika ada kenaikan nilai soal retribusi tersebut bisa memberi alasan atau penjelasan.

“Semoga semua berjalan lancar sesuai yang kita harapkan untuk menambah PAD. Seperti kita tahu PAD kita sangat kecil dan bisa dikatakan belum mandiri secara fiskal. Kalau pun ada naik dan penurunan nilai yang akan diberlakukan, bisa diberikan alasan-alasannya, sehingga bisa diterima semua pihak,” imbuhnya. (al/adv)

Pencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga Diringkus Polisi

0
Pencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga Diringkus Polisi
Pelaku bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Seorang pria kedapatan mencuri di Pertamina Hulu Sanga-Sanga, pada Sabtu (9/9/2023) lalu. Pria itupun berhasil diringkus Polsek Muara Badak.

MFA 24 tahun ditangkap karena merugikan perusahaan senilai Rp 4,3 juta.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Gatot Siswanto bilang, kejadiannya pukul 02.00 Wita, namun tersangka diringkus di hari yang sama pukul 14.00 Wita.

“Waktu mau ditangkap, tersangka sempat melarikan diri ke hutan,” katanya dikutip dari Polresbontang.com.

Awalnya saksi melihat tersangka masuk ke lokasi kejadian, tepatnya di sumur Badak menggunakan sepeda motor. Dia masuk dengan cara menggunting kawat pengunci pagar pintu sumur.

“Habis itu ambil barang-barang dia,” ujarnya.

Tersangka pun dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Harga Beras Kembali Melonjak, Ini Penyebabnya!

0
Harga Beras Kembali Melonjak, Ini Penyebabnya!
Pedagang beras di Pasar Tradisional Rawa Indah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komoditi beras kembali mengalami peningkatan harga. Hal itu terungkap dari penelusuran Redaksi Radarbontang.com ke Pasar Tradisional Rawa Indah.

Beberapa pedagang beras mengungkapkan, bahwa kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak awal Agustus 2023 lalu. Walaupun sebenarnya sejak awal tahun 2023 beras juga sudah mulai mengalami kenaikan harga, namun di awal Agustus ini kembali naik lagi.

Salah satu supplier beras di Pasar Tradisional Rawa Indah mengatakan kalau kenaikan harga beras kali ini dinilai cukup tinggi.

“Sebelumnya harga beras 25 kilogram sudah Rp 308 ribu sampai Rp 310 ribu, setelah lebaran nggak turun, malah naik,” ungkap Nisa, Penjaga Toko Supplier Beras, Selasa (12/9/23).

Harga beras 25 kilogram saat ini mencapai Rp 330 ribu hingga Rp 350 ribu. Sementara itu untuk beras kiloan di supplier paling murah yakni Rp 12.5 ribu.

Nisa menjelaskan, lonjakan harga tersebut diakibatkan banyak petani beras di di Pulau Jawa mengalami gagal panen, sehingga petani beras harus mengambil beras dari Sulawesi untuk kembali dikirim ke Kalimantan.

“Karena gagal panen, yang di Jawa ambil beras ke Sulawesi, makanya naik sekali,” ujarnya.

Andi, Pedagang Beras di lokasi yang sama pun mengeluhkan kondisi ini. Lantaran sejak awal tahun harga beras terus meningkat.

“Naik sekali harga beras, tapi memang katanya asli Sulawesi, saya juga ambil di supplier sebelah,” jelasnya.

Untuk harga besar yang ia jual lebih mahal dari harga supplier, karena sudah naik sangat jauh. Ia mengaku hanya mengambil untung sebanyak Rp 2 ribu. Untuk pembelian beras diakui lebih banyak yang langsung ke supplier.

“Ada saja yang beli pasti, karena kebutuhan sehari-hari, tapi karena naik kadang orang ke supplier,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sewa Stand Dinilai Mahal, Pelaku UMKM Menjerit

0
Sewa Stand Dinilai Mahal, Pelaku UMKM Menjerit
Ilustrasi salahsatu event di Bontang. (ist)

BONTANG – Para pelaku UMKM mengeluhkan mahalnya harga sewa stand di acara Animal Fest sebesar Rp 2,7 Juta per stand selama even berlangsung. Bahkan harga tersebut kurang lebih sama untuk event-event serupa lainnya yang pernah diadakan.

Kondisi ini mendapat perhatian dari anggota dewan.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mengatakan, harga stand atau sewa tenda untuk pelaku UMKM di acara Animal Fest Damkar yang akan digelar di Lapangan MTQ Lang-Lang Bontang Utara itu terlalu mahal dan sangat membebani para pelaku UMKM.

“Hampir Rp 3 juta itu mahal sekali,” ujarnya beberapa waktu lalu usai rapat paripurna di Gedung DPRD.

Event itu hanya digelar selama 7 hari mulai tanggal 16 – 22 Oktober 2023 mendatang. Menurutnya, sulit untuk mendapat target keuntungan dalam waktu yang relatif singkat tersebut. Padahal, seharusnya event-event semacam ini bisa memajukan sektor UMKM.

“Kasihan ini pelaku UMKM sangat menjerit. Kalau jualannya tidak rame kasihan mereka tidak balik modal. Harusnya ini kan jadi momen memajukan sektor UMKM,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan sesama koleganya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking yang meminta pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada pelaku UMKM. Raking berharap pemerintah bisa mengevaluasi harga sewa stand, agar lebih memihak kepada pelaku UMKM.

“Jangan terlalu besar biaya sewanya, atau kalau bisa masuk di anggaran untuk membantu mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku belum mengetahui seperti apa mekanisme penyewaan stand tersebut. Meski demikian, dirinya akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

”Terkait sewa tenda atau stand UMKM saya belum paham mekanismenya, belum pernah memonitor ini seperti apa. Karena biasanya ini terkait dengan biaya keamanan, kebersihan listrik dan lain-lain. Nanti akan kami lihat apakah itu sesuai regulasi atau seperti apa,” terangnya. (al/adv)

Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir

0
Legislatif Ingatkan Desain Master Plan SDN 007 Guntung Harus Bebas Banjir
AH saat kunjungan lapangan beberapa waktu lalu ke SDN 007 Guntung. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengingatkan pemkot, agar saat merancang perencanaan untuk relokasi SDN 007 Bontang Utara agar memperhatikan masalah banjir.

AH sapaannya menyebut, bahwa sekolah tersebut sudah harus segera dilakukan relokasi, mengingat bangunan sekolah semestinya menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pendidikan.

Namun Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan, sebelum pemerintah merelokasi harus menyiapkan master plan yang sesuai, didesain supaya bebas banjir.

“Master plan ini yang akan menjawab semuanya. Semisal di wilayah tersebut rawan banjir maka konstruksinya harus ditinggikan, jangan sampai sudah jadi baru terlihat kurang ini dan itu,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot Bontang menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare di RT 15 untuk SDN 007 Guntung dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih.

Pembangunan gedung baru dilakukan secara bertahap. Di 2023 ini, Basri memerintahkan Disdikbud Bontang untuk memulai pengerjaan dengan melakukan pemantapan lokasi, dan membuat master plan melalui APBD Perubahan tahun ini. (al/adv)

Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama

0
Sajikan 2 Ribu Penari Jepen, Konsep Perayaan HUT Kota Bontang Masih Sama
Tari Jepen yang ditampilkan pada HUT Kota Bontang tahun 2022 lalu (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang 23 Oktober mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan menyajikan Tari Jepen.

Sekretaris Disdikbud, Saparuddin menjelaskan, Tari Jepen ini rencana awalnya akan dilaksanakan oleh seribu lebih penari dari pelajar SMP dan SMA/SMK. Namun setelah melihat situasi, jumlahnya ditambah lagi.

“Jadi awalnya hanya 1.500 penari, sekarang kita tambah kuotanya menjadi 2000 penari, penambahan penari dikarenakan antusias pelajar yang tinggi,” jelasnya.

Tarian Jepen akan terus ada dalam event besar, karena tarian ini merupakan ikon dari Kota Bontang. Selain itu, nantinya tentu akan ada BCC untuk pelaksanaannya. Tentu akan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah kota (pemkot).

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang, Dasuki menjelaskan, untuk konsep akan sama seperti tahun lalu yakni ditampilkan saat upacara di Lapangan Bessai Berinta.

“Untuk konsep kita akan lakukan sama seperti tahun lalu, namun akan dikemas lebih meriah,” ujarnya.

Untuk daftar kegiatan ia belum bisa membocorkan, karena masih akan dilakukan pembahasan dan pematangan lebih lanjut terkait kegiatan yang akan dilaksanakan untuk HUT Kota Bontang.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban

0
Sebulan 3 Musibah Kebakaran Terjadi, Pemkot Bontang Beri Bantuan Para Korban
Pemberian bantuan dari Wali Kota Bontang di salah satu lokasi kebakaran. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam waktu satu bulan, musibah kebakaran menimpa rumah-rumah di 3 lokasi yang berbeda.

Wali Kota Bontang, Basri Rase pun menyerahkan bantuan langsung di 3 lokasi tersebut, yakni Kelurahan Berbas Pantai, Tanjung laut Indah dan Gunung Telihan, Senin (11/9/23).
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara di tiap lokasi kebakaran, rata-rata disebabkan oleh korsleting listrik, dan keadaan rumah kosong yang sedang ditinggal pemiliknya.

Musibah tersebut dinilai merupakan kelalaian pemilik rumah, lantaran meninggalkan rumah dalam kondisi barang elektronik masih aktif atau terpasang pada saklar listrik.
“Mungkin barangnya sudah dalam kondisi tombol dimatikan, seperti kipas, tapi kalau tetap tercolok ke saklar itu tetap akan panas, akhirnya meledak dan terjadi kebakaran,” ujar wali kota.

Ia tidak bosan-bosannya menyampaikan, bahwa sesepele meninggalkan rumah kosong ke masjid saja bisa terjadi kebakaran. Kewaspadaan harus tetap ada, mengingat beberapa hari kemarin cuaca cukup panas dan terkadang angin kencang yang bahaya jika ada api.
“Rata-rata tidak ada aktifitas, tidak ada orang, kalau ada kebakaran di tempat tersebut terus tidak ada yang sadar bisa merambat, bahaya,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan di Kelurahan Tanjung Laut berterima kasih kepada Pemkot Bontang, yang telah memberikan bantuan kepada warganya.
“Kami akan makin berhati-hati, agar hal seperti ini tidak terjadi, juga kepada tetangga sekitar agar tidak lalai saat meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai

0

BONTANG – Kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Berbas Pantai, Sabtu (9/9/2023) sore.

Si jago merah melalap 4 rumah di Gang Melawai RT 20 Kelurahan Berbas Pantai sekira pukul 16.00 wita.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran terjadi. Berdasarkan penuturan tetangga korban bernama Iyas, penyebabnya diduga karena korsleting.

Tiga dari 4 rumah yang terbakar dalam kondisi kosong, karena pemilik rumah pergi bekerja.

“Saya gak tau pastinya karena rumah yang pertama kali terlihat api dalam kondisi kosong. Saya lagi santai-santai di belakang rumah terus lihat api sudah besar,” ujar Iyas.

Si Jago Merah Lalap 4 Rumah di Berbas Pantai
Kondisi rumah korban kebakaran pasca api berhasil dipadamkan. (Yusva Alam)

Saat mengetahui ada api yang sudah membesar itu, iyas langsung memanggil tetangga-tetangganya untuk memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran.

Dari pantauan media ini, sekira pukul 17.00 wita api sudah berhasil dipadamkan. Warga di sekitar lokasi kejadian membereskan barang-barang yang berhambur, setelah dipindahkan karena takut menjadi korban kebakaran.

Sementara itu, Lurah Berbas Pantai, Supriadi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, sebanyak 4 KK atau 8 jiwa menjadi korban kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

Selanjutnya pihaknya akan membuat posko bantuan bagi korban kebakaran. Lantaran ada 1 KK yang belum mendapat tempat mengungsi. Sementara 2 KK mengungsi di tempat anak-anaknya dan 1 KK lagi sudah mendapat rumah sewaan baru sebelum kebakaran terjadi.

“Perusahaan-perusahaan sudah ada yang menghubungi saya untuk memberikan bantuan bagi korban kebakaran,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam