Beranda blog Halaman 849

Akses Jalan Masuk ke Calon Pemakaman Bontang Barat Sudah Dihibahkan

0
Akses Jalan Masuk ke Calon Pemakaman Bontang Barat Sudah Dihibahkan
Komisi III DPRD Bontang saat memimpin RDP, Senin (11/9/2023) lalu.

BONTANG – Kabid Pertanahan Dinas Perkim Bontang, Ishak Karangan menyebut, saat ini progres calon lahan pemakaman di Bontang Barat sudah sampai pada penyerahan akses jalan oleh pemilik.

Hal itu diungkapkannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Bontang bersama pemilik lahan terkait lahan pemakaman Bontang Barat, Lahan RTH BSD, dan Lahan RTH di Jalan Brokoli di Kelurahan Gunung Elai, Senin (11/9/2023).

Dijelaskan Ishak, saat ini pemilik tanah yang bakal digunakan sebagai akses masuk menuju calon Lahan Pemakaman Bontang Barat tersebut, sudah menyerahkan kepada Pemkota Bontang. Sehingga saat ini sudah ada kejelasan masalah legalitas akses jalan masuk itu.

“Pemilik tanah sudah hibahkan secara formal, bahkan sudah teregistrasi di Kantor Lurah Kanaan. Sehingga sudah ada hitam di atas putihnya bahwa tanah untuk akses masuk itu sudah diserahkan,” jelasnya.

Berikutnya yang akan dilakukan pihaknya adalah pengukuran lahan di awal Oktober mendatang. Pengukuran lahan lebih valid dengan hadirkan para saksi batas. Lantaran pengukuran sebelumnya tak ada saksi batas.

“Secara umum calon lahan pemakaman Bontang Barat itu sudah direkomendasikan. Sekarang hanya tinggal mengurus legalitasnya saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengaku masih meraba-raba terkait calon lahan pemakaman Bontang Barat ini. Lantaran lahan tersebut masih dalam tahap kajian tim akademis dari Universitas 11 Maret Surakarta.

“Kami masih tunggu hasil kajiannya secara akdemis apakah layak dimanfaatkan dengan baik. Apakah cocok untuk pemakaman atau tidak,” pungkasnya.

Diketahui, calon lahan Pemakaman Bontang Barat yang direkomendasikan berada di Kelurahan Kanaan tepatnya di seberang Pemakaman Toraja, atau di belakang Musala Babussalam. (al/adv)

Bakhtiar Wakkang: Ada Celah Masyarakat Bisa Pelihara Buaya!

0
Bakhtiar Wakkang: Ada Celah Masyarakat Bisa Pelihara Buaya!
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang menyoroti rencana relokasi Buaya Riska. Menurutnya ada celah dari UU yang ada, agar masyarakat bisa memelihara buaya.

Politisi Partai Nasdem ini menyoroti aspek hukum terkait pemeliharaan buaya yang telah lama dirawat oleh Ambo, warga Guntung.

BW sapaan akrabnya mengingatkan, bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati memberikan celah bagi masyarakat untuk memelihara buaya.

“Hal ini dapat dilakukan setelah mendapatkan izin penangkaran, dengan penekanan bahwa Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan melakukan pemantauan rutin terhadap perjalanan penangkaran tersebut. Lembaga konservasi atau penangkaran yang telah mendapat izin memiliki hubungan kemitraan dengan BKSDA,” bebernya.

Bachtiar Wakkang juga mengungkapkan bahwa BKSDA memiliki kewenangan untuk menitipkan buaya hasil tangkapan atau penyerahan warga kepada lembaga konservasi atau penangkaran perorangan untuk perawatan lebih lanjut.

Dengan demikian, ia berpendapat bahwa persoalan yang melibatkan Pak Ambo dapat difasilitasi dengan menghubungi BKSDA untuk melakukan asesmen dan pemeliharaan lebih lanjut terhadap buaya tersebut, dengan memastikan bahwa buaya tersebut memenuhi kriteria yang diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1990. (al/adv)

Hasil Patroli Satpol PP, Masih Ada Poster Caleg Tak Taat Aturan

0
Hasil Patroli Satpol PP, Masih Ada Poster Caleg Tak Taat Aturan
Kegiatan patroli rutin Satpol PP. (ist)

BONTANG – Satpol PP Kota Bontang kembali melaksanakan razia baliho dan poster di sudut-sudut dan sepanjang jalan Kota Taman. Dari sekian banyak yang dirazia, masih terdapat baliho maupun poster caleg yang tidak menaati aturan yang berlaku.

Kepala Bidang PPUD Satpol-PP, Eko Mashudi mengatakan, masih ada caleg yang memasang poster di pinggir-pinggir jalan, walaupun tidak dalam jumlah banyak.

“Pagi ini kami berpatroli dan masih mendapati poster caleg,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Kamis (14/9/23).

Tidak ada aduan terkait poster tersebut, dan bukan hanya poster caleg saja, setiap spanduk yang terpasang tidak pada tempatnya akan ditertibkan, termasuk perizinan pemasangan reklamenya.

Eko menambahkan, penumpukan poster dan spanduk caleg sempat terjadi, namun pihaknya telah bersurat ke pimpinan partai politik terkait agar tidak memasang spanduk tanpa izin.

“Jumlah spanduk yang kami dapat  jauh menurun dari sebelumnya. Sebelumnya kami bersurat pada setiap pimpinan Parpol untuk mengurus perizinan pemasangan reklame atau baliho,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, tidak ada sanksi yang berat untuk parpol terkait, hanya saja poster atau spanduk mereka akan dicopot jika didapati di lokasi.

“Hal seperti ini sering terjadi tiap menuju pemilihan, hanya saja harus tetap mengikuti aturan yang ada,” imbuhnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Mantan Ketua PHM Bontang Kartolo Rimba Meninggal Dunia, Ramai Ucapan Duka di Dunia Maya

0
Mantan Ketua PHM Bontang Kartolo Rimba Meninggal Dunia, Ramai Ucapan Duka di Dunia Maya
Almarhum Kartolo Rimba (kanan) semasa hidup bersama Udin Mulyono. (ist)

BONTANG – Berita duka menyelimuti dunia maya pagi ini. Kartolo Rimba, sosok yang dikenal luas di kalangan masyarakat Kota Bontang, meninggal dunia.

Kartolo Rimba, mantan Ketua Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kota Bontang selama ini juga dikenal cukup kritis dan selalu terlibat di kegiatan kemasyarakatan.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah bapak Rahmat Kartolo jam 5 .15 wita subuh tadi (14/9) di RS Kanujoso Balikpapan. Semoga almarhum diterima seluruh amal ibadahnya dan semua dosanya diampuni. Aamiinnn YRA,” tutur H Ghalib, pengusaha Kota Bontang dalam postingannya di grup whastapp.

Kabar duka juga disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal yang membagikannya di akun Facebooknya.

“Pagi-pagi Buka FB dan dapat kabar Om Kartolo Rimba meninggal dunia. Selamat jalan Om Kartolo Rimba. Semoga segala dosa-dosa Om diampuni dan segala amal baik Om diterima Allah SWT, Om Kartolo orang baik InshAllah, surga tempat Om,” ucap Faisal.

Tak butuh waktu lama, kabar tersebut langsung mendapat berbagai respons dari netizen lainnya. Banyak yang mengungkapkan rasa dukacitanya dengan mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” sebagai bentuk bela sungkawa.

Dian Sandora, salah satu netizen, mengungkapkan harapannya agar almarhum mendapatkan husnul khatimah.

Sementara itu, Yokohama menuliskan, “Beliau sosok sahabat yang baik. Al-Fatihah untuk almarhum.”

Iim CUek SangAdd menyebutkan bahwa kabar meninggalnya Om Kartolo Rimba telah ramai dibicarakan di berbagai grup.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Renny Hutagaol yang mengenang momen-momen bersama almarhum saat Pilkada, “Msh ingat wkt kita Pilkada.. Seperjuangan.. Hari2 kita nongki di PHM Mangga. Semoga Husnul khotimah. Selamat jln Pak Kartolo.”

Banyak netizen yang turut mendoakan agar segala amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, dan ditempatkan di surga bersama orang-orang yang beriman. Selain itu, mereka juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Penulis/Editor: Agus Susanto

Pemkot Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Korsel

0
Pemkot Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Korsel
Diskusi pengelolaan sampah di Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang bersama dengan Tim Project Identification Survey (PIS) Provinsi Jeju, Korea Selatan bekerjasama pengelolaan sampah di Kota Bontang, Rabu (13/9/2023) di Pendopo Rujab Wali Kota.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, penanganan sampah di Bontang membutuhkan program pengelolaan yang komprehensif dan terpadu, karena tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah harus dikendalikan.

“Sampah di Kota Bontang mencapai 80 ton lebih pertahunnya,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan penumpukan sampah perhari serta luas lahan TPA, diperkirakan umur TPA tidak sampai lima tahun. Oleh sebab itu, perlu adanya inovasi pengolahan sampah di perkotaan.

Hasil dari kunjungan lapangan tim dari Jeju nantinya diharapkan, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, sehingga sampah yang dihasilkan hanya ditimbun.

Inovasi tersebut berupa pemilahan dan pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Seperti program Waste to Energy untuk pengolahan sampah organik menjadi listrik. Listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas umum di lokasi sekitar.

Kemudian, program Waste to Wealth untuk pengolahan sampah anorganik menjadi berbagai produk bernilai guna, yang dapat meningkatkan perekonomian pengelola sampah.

Lalu, pengolahan residu dengan proses insinerasi yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.

Terakhir program pengembangan RDF (Refused Derived Fuel), untuk menjadikan sampah sebagai salah satu sumber substitusi bahan bakar sebagian untuk co-firing pembangkit listrik dan boiler.

Direktur Jeju Internasional Development Cooperation Center (JIDCC), Eui-chul Shin mengatakan, bahwa sistem pengolahan sampah yang sudah dilakukan di Jeju sejak 2005 lalu dinilai berhasil, sehingga kota Bontang dipilih untuk melaksanakan program yang sama.

Apabila Kota Bontang memenuhi kriteria, maka Bontang akan menerima bantuan dana hibah sebesar 10 juta US Dollar, untuk biaya pengembangan pengelolaan sampah.

“Biaya ini terbilang kecil, karena itu bukan hanya untuk pembelian alat pelaksananya, tapi kita akan mulai dari pendidikan anak-anak di sekolah,” jelasnya.

Di Jeju sendiri tidak serta merta hanya memberikan edukasi kepada warga dalam waktu singkat kemudian di terapkan, namun dengan pembentukan kebiasaan sejak dini di sekolah, tentu diharapkan akan berhasil walaupun tidak bisa dalam waktu yang singkat.

Pun begitu, saat tim Jeju datang ke Bontang, ia mengapresiasi tidak adanya sampah yang berserakan di jalanan.

“Sejak kemarin kami di sini tidak ada sampah yang berserakan, saya kagum,” ucapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Proyek Pembangunan Kantor Lurah Satimpo Belum Capai Target

0
Proyek Pembangunan Kantor Lurah Satimpo Belum Capai Target
Sidak Komisi I DPRD Bontang ke proyek pembangunan Kantor Lurah Satimpo, Rabu (13/9/2023). (Yusva Alam)

BONTANG – Sidak kembali digelar Komisi I DPRD Bontang terkait progres pembangunan Kantor Kelurahan Satimpo di Lapangan HOP 1, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (13/9/2023).

Hasil sidak tersebut, progres pembangunan kantor baru mencapai 48 persen dari target yang seharusnya dicapai September ini yakni 50 persen. Proyek ini sudah dikerjakan selama 4 bulan dan ditarget harus selesai pada 30 November 2023.

“Masih minus dari target, semoga bisa selesai tepat waktu,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking.

Tak hanya itu, dari hasil Sidak tersebut ditemukan 12 pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, serta tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Raking, APD merupakan kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi demi keselamatan para pekerja.

“Harusnya keselamatan tenaga kerja diperhatikan. Masa tidak pakai pengaman, cuma pakai sandal saja. Khawatirnya membahayakan keselamatan pekerja, apalagi tidak ada BPJS nya. Kami bisa setop pekerjaan kalau begini kondisinya,” tegasnya.

Sementara itu, Site Manager Kontraktor Pelaksana CV Nuraini, Laode Winardi beralasan, terlambatnya pengerjaan ini dikarenakan ada perubahan tempat pembangunan awal, sehingga harus merubah semua desain bangunan.

“Karena gambar awal pembangunannya kan di depan, ternyata pindah di belakang. Kami harus ubah semua desainnya dari awal, karena tempat awal dan yang sekarang ini beda strukturnya,” ungkapnya.

Selain itu, keterlambatan material dan minimnya tenaga kerja pembantu (helper) serta juga main power menjadi salah satu penyebab pengerjaan proyek tersebut masih minus dari target.

“Tenaga kerja kami ada 20, itu sudah termasuk tukang dan helper. Kami belum bisa tambah karena menyesuaikan anggarannya. Kendalanya di situ,” terangnya.

Masalah APD dan BPJS Ketenagakerjaan, pihak akan segera melengkapi kekurangan itu. “Segera kami usulkan ke atasan. Kami usahakan Minggu depan akan terpenuhi semua,” tandasnya. (al/adv)

BCC Bakal Kembali Digelar dengan Perubahan Konsep

0
BCC Bakal Kembali Digelar dengan Perubahan Konsep
Gelaran BCC di Tahun 2022 lalu. (ist)

BONTANG – Event Bontang City Carnival (BCC) akan kembali diadakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang Oktober mendatang. Terdapat sedikit perubahan konsep, pada event yang sudah terselenggara beberapa tahun belakangan ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Bambang Cipto Mulyono menjelaskan, bahwa karnival dengan pawai budaya nantinya akan dibedakan.

“Nanti di karnivalnya dulu, jadi mereka tidak  perform, yang perform nanti pawai budaya itu,” jelasnya.

Pawai budaya nantinya akan menggunakan baju adat dan menampilkan beberapa pertunjukkan, lalu karnival menggunakan pakaian yang bersifat kesenian kontemporer. Sistematisnya tetap dilakukan bersamaan, hanya saja penampilannya akan lebih dulu karvinal baru pawai budaya, atau sebaliknya.

Disdikbud sendiri mendapatkan rekomendasi untuk menambahkan kendaraan hias. Namun Bambang tidak dapat menggabungkan, lantaran asap kendaraan yang dapat terkena peserta pejalan kaki di belakang mobil hias.

“Kami sarankan kendaraan hias bisa dilaksanakan untuk event besar lainnya, mungkin saat 17 Agustusan,” jelasnya.

Adapun masukan terkait waktu pelaksanaan, yakni pagi hari seperti tahun lalu, atau malam hari. Dengan banyak pertimbangan disdikbud berharap agar waktu pelaksanaan tetap dilakukan pagi hari.

“Kalau malam hari seperti beberapa tahun yang lalu itu kurang kondusif, untuk segi keamanan juga kurang. Jadi kami terap rekomendasikan untuk pagi,” tambahnya.

Selain itu, Disdikbud tidak menganggarkan adanya tambahan untuk penerangan jalan. Diskusi dengan Satpol PP juga harus dilaksanakan terlebih dahulu. Tidak bisa langsung memutuskan untuk dilaksanakan malam hari.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dukung Pembangunan IKN, 50 Tukang di Bontang Belajar Pasang Baja Ringan

0
Dukung Pembangunan IKN, 50 Tukang di Bontang Belajar Pasang Baja Ringan
Para peserta mengikuti briefing sebelum memulai pelatihan. (Yusva Alam)

BONTANG – Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Kantor PU lama di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (13/9/2023).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon) Dedy Nugraha menjelaskan, kegiatan ini merupakan instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) yang diteruskan oleh bidang bina konstruksi PUPR Bontang.

Kegiatan diadakan selama 6 hari sejak tanggal 11-16 September 2023. Di Hari Rabu ini para peserta baru memulai untuk materi praktek, sementara 2 hari sebelumnya para peserta mengikuti materi teori.

“Para peserta ini diberikan keterampilan untuk pemasangan atau instalasi baja ringan jenjang 1. Tidak hanya atap saja, namun juga kanopi dan dinding. Nantinya sertifikasi yang dimiliki dapat digunakan tak hanya mendukung pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN), namun bisa dipakai di seluruh wilayah di Indonesia,” beber Dedy.

Di pelatihan ini seluruh peserta tidak dipungut biaya sepersenpun. Warga non pendidikan, SD atau SMP diperkenankan mendaftar. Namun dengan syarat berpengalaman di bidang tukang selama 2 tahun.

Nantinya para peserta akan mendapatkan fasilitas berupa sertifikat pelatihan Kementerian PUPR, Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) dari BNSP, Alat Pelindung Diri (APD), dan konsumsi. (al/adv)

Mayat Pencari Kepiting Ditemukan di Rawa-Rawa Sungai KS Tubun

0
Mayat Pencari Kepiting Ditemukan di Rawa-Rawa Sungai KS Tubun
Mayat saat ditemukan Rabu siang ini. (ist)

BONTANG – Ditemukan sesosok mayat pria, Rabu (13/9/2023) sore sekira pukul 14.00 wita di pinggiran Sungai KS Tubun. Lokasinya mendekati Pasar Rawa Indah. Saat ini mayat sudah dibawa ke RSUD Taman Husada untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan.

Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah, Aiptu Mulyo menjelaskan kronologis kejadian. Mayat yang diketahui bernama Fahri tersebut ditemukan oleh seorang pencari kepiting bernama Margo.

Sejak pagi sampai sore tadi Margo biasa melakukan pekerjaannya mencari kepiting. Diantar oleh anaknya di Pelabuhan Tanjung Laut, lalu Margo menyusuri sepanjang sungai hingga ke Sungai KS Tubun. Saat di Sungai KS Tubun inilah Margo melihat sesosok mayat tergeletak di rawa-rawa pinggiran Sungai KS Tubun.

“Saat Margo mengecek mayat itu, ternyata dia mengenali mayat itu yang sama-sama berprofesi pencari kepiting,” ujar Aiptu Mulyo.

Kemudian Margo memanggil warga sekitar dan petugas kepolisian untuk membantu mengevakuasi mayat. Saat ini mayat Fahri sudah dibawa ke RSUD Taman Husada dan ditemui keluarganya.

“Belum ada kejelasan apa penyebab meninggalnya. Masih dilakukan pemeriksaan. Tapi kata anaknya almarhum Fahri memang memiliki riwayat penyakit,” bebernya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Cegah Serangan ke Warga Terulang, Legislatif Setuju Buaya Masuk Pemukiman Direlokasi

0
Cegah Serangan ke Warga Terulang, Legislatif Setuju Buaya Masuk Pemukiman Direlokasi
Kunjungan DPRD bersama OPD terkait ke lokasi serangan buaya di Kelurahan Guntung. (ist)

BONTANG – Unsur pimpinan bersama Komisi I dan III DPRD Bontang dan OPD terkait mengunjungi lokasi kasus warga digigit buaya, serta rumah korban di Kelurahan Guntung, Selasa (12/9/2023).

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengatakan, pihaknya sepakat apabila buaya yang masuk di pemukiman warga harus direlokasi.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, sering masuknya buaya ke pemukiman warga cukup berbahaya, lantaran banyak warga yang harus melaut untuk mencari nafkah.

“Ini demi keselamatan warga juga. Buaya-buaya yang masuk di pemukiman itu harus direlokasi,” tegasnya.

Pasca menengok ke lokasi kejadian, rombongan DPRD bersama OPD beralih ke rumah korban bernama Fitri.

“Alhamdulillah, korban sudah melewati masa kritisnya. Semoga bisa segera kembali pulih. Kami juga miris dan prihatin melihat kondisinya,” ucapnya

Sementara itu, suami korban Zulkifli mengatakan, bahwa yang menerkam sang istri beberapa waktu lalu ialah Buaya Riska.

“Saya yakin dan ingat betul kalau itu Buaya Riska yang sering datang ke pemukiman,” sebutnya.

Diketahui, pada akhir Agustus lalu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah merelokasi buaya ukuran 3 meter yang masuk ke pemukiman warga. (al/adv)