Beranda blog Halaman 849

MTQ Ke-16 Kota Bontang Adakan 10 Cabang Perlombaan

0

BONTANG – Pembukaan MTQ Tingkat Kota yang ke-16 dilaksanakan pada Rabu (16/11/22) malam di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang.  Tema MTQ tahun ini adalah MTQ Hebat Kafilah Beradab.

Total peserta MTQ tahun ini mencapai 578. Kecamatan Bontang Utara dengan 189 peserta, Bontang Barat 133 dan yang terbanyak adalah total peserta dari Kecamatan Bontang Selatan dengan total 206 peserta.

Ada 10 cabang perlombaan yang diadakan, yaitu cabang Tilawah, cabang Tahfidz, cabang Kaligrafi, cabang Qiraat, cabang KTI Alquran, cabang Syahril Quran, cabang Fahmil Quran, cabang Tafsir, cabang Hadits, dan cabang Rebana.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase. Beliau menekankan kepada para juri untuk memberi penilaian yang seadil-adilnya, “Saya ingin lomba ini nantinya bisa menghasilkan anak-anak yang berkualitas kompetensinya dan bisa turun ke provinsi,” ungkap Basri Rase.

MTQ tingkat kota tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena menggunakan sistem penilai menggunakan teknologi sehingga diharapkan penilaian bisa cepat, akurat dan transparan.

Harapan terakhir Wali kota Bontang, “Semoga pelaksana ini berjalan lancar. Saya ingin para juri adil dan profesional. Karena dengan ini kita bisa menjadi kafilah yang baik. MTQ ini juga salah satu sarana menyiarkan agama dan Al-Quran. Sehingga Bontang bisa menjadi Kota Tahfiz Quran. (sya)

Soal Peralihan ke Mobil Listrik, Samsun: Jangan Sekadar Euforia

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun

SAMARINDA – Dalam rangka mencapai tujuan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan energi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun mengimbau kepada semua pimpinan daerah di tingkat provinsi dan kabupaten kota agar segera mengganti kendaraan dinasnya menjadi kendaraan listrik.

Imbauan tersebut direspons langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Dia menyebut, pengalihan dari mobil yang menggunakan BBM ke mobil listrik masih bersifat sekadar euforia.

“Saya tidak mau itu jadi euforia. Artinya euforia itu seolah-olah ya. Kalau memang itu diprogramkan harus dilakukan secara masif, jadi kesiapannya sudah harus terukur semua,” tegas Samsun.

Menurut Samsun, pemerintah di tingkat Provinsi Kaltim dan kabupaten kota harus menyiapkan semua infrastruktur pendukung agar penggunaan mobil listrik tak mubadzir. Sehingga tak sekadar mendirikan kebijakan.

“Infrastrukturnya harus disiapkan, tidak hanya sekedar mendirikan kebijakan. Perangkatnya juga harus sudah siap. Seperti tempat charger baterainya memadai atau tidak. Lalu bagaimana dengan mobil-mobil yang sudah ada sekarang, itu perlu dipikirkan juga,” lanjut Samsun.

Politisi asal Fraksi PDIP itu memang mendukung imbauan untuk beralih menggunakan mobil listrik. Apalagi karena tujuan untuk kurangi stok BBM. Namun, pemerintah juga dirasa harus memperhatikan kesiapan dari masyarakat Kaltim sendiri. Sebab tak semua orang familier dengan penggunaan mobil listrik.

“Jadi siapkan semuanya dulu. Masyarakat itu siap sedia setiap saat apabila diperintahkan oleh pimpinan. Kapan pun saja,” tandasnya. (adv/dprdkaltim)

Pelepasan Kafilah MTQ Bontang Utara

0

BONTANG – Pelepasan Kafilah MTQ Bontang Utara dilaksanakan pada Selasa (15/11/22) siang. Pelepasan ini dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Bontang Utara. Tema MTQ ke-16 Kota Bontang adalah, MTQ Hebat Kafilah Beradab.

Pada MTQ tingkat Kota Bontang kali ini terdapat 112 orang dalam Kafilah Bontang Utara dan mereka mengikuti semua cabang. Total terdapat 9 cabang yang diikuti, seperti hadis, kaligrafi, tartil, tilawah, dan lain sebagainya.

“Harapan saya semuanya dapat tampil dengan maksimal, peserta juga tidak terbebani untuk juara. Tapi kalau tampil maksimal, penampilan pasti akan bagus.” Ungkap Sutrisno, camat Bontang Utara.

Kegiatan pelepasan ini dihadiri camat Bontang Utara, kepala KUA Kecamatan Bontang Utara, kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Bontang Utara, dan Lurah se-Kecamatan Bontang Utara. (adv/sya)

Bontang Barat Adakan IKSPI Kera Sakti Bontang Adakan Pelatihan Wasit Dan Juri

0

BONTANG – Kecamatan Bontang Barat bersama Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti mengadakan pelatihan atlet dan juri pada 11-12 November 2022. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Barat.

Kegiatan ini guna melatih juri dan atlet agar bisa mengikuti lomba yang biasa diadakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). IKSPI Kera Sakti Bontang ingin membekali para atlet saat mereka ditempat latihan atau sedang dalam turnamen, agar mereka dapat menerapkan aturan-aturan atau tata cara yang sudah dibekali sebelumnya.

Terdapat 50 peserta dari 3 kecamatan di Bontang turut hadir dalam pelatihan ini. Narasumber yang diundang   adalah Dana Wati dan Yosef yang merupakan anggota IPSI Provinsi Kaltim.

“Jadi, kami mengundang mereka dan meminta arahan serta pengajaran dari IPSI provinsi langsung,” ungkap Ketua IKSPI Kera Sakti Bontang Budi Optik Wijaya.

Camat Bontang Barat Anwar Sadat mendukung adanya pelatihan ini. Pelatihan ini tidak hanya melatih kemampuan, tapi juga dibekali tanggung jawab.

“Memiliki kemampuan dan ilmu yang tinggi itu menjadi bekal untuk diri sendiri dalam membela diri atau membantu orang lain. Dengan memiliki ilmu bela diri tanggung jawabnya besar. Jadi tidak boleh digunakan sembarangan,” ungkapnya. (adv/sya)

Bontang Barat Adakan TC Persiapan MTQ

0

BONTANG – Kecamatan Bontang Barat mengadankan Training Center (TC) untuk persiapan mengikuti MTQ tingkat Kota Bontang. Pemusatan latihan ini dilaksanakan pada 12-13 November di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Barat.

Terdapat 108 peserta yang merupakan pelajar dan mahasiswa. Jika ditambah dengan pendamping serta pelatih, total menjadi 135 orang dalam Kafilah Bontang Barat.

“Saya berharap dengan adanya training center ini kecamatan bisa menjadi juara, setidaknya juara umum. Kami ingin melatih para peserta MTQ ini agar persiapannya menjadi lebih matang,” jelas Camat Bontang Barat, Anwar Sadat.

Training ini merupakan lanjutan dari MTQ tahun lalu. “Peserta yang ada saat ini kita latih lagi untuk MTQ tahun ini,” jelas Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Barat, Muhammad Amir.

Peserta TC ini sebelumnya sudah diseleksi, kemudian para juara inilah yang diikutsertakan dalam TC untuk nantinya diikutkan dalam lomba tingkat kota. (adv/sya)

Kelurahan Belimbing Juara Lomba PHBS

0

BONTANG – Hari Kesehatan Nasional ke-58 tahun 2022 diperingati di halaman Kantor Wali Kota Bontang, Senin (14/11/22). Dalam kesempatan itu, Kelurahan Belimbing mendapatkan penghargaan sebagai juara lomba Anugerah Kelurahan Sehat dan lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kota Bontang.

Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Wali Kota Bontang. Selain itu, Kelurahan Belimbing juga meraih peringkat tiga lomba posyandu yang diwakili Posyandu Anggrek, dan penghargaan pengabdian 25 tahun Imrotul Kurnia (Kader Posyandu Srikandi).

Penilaian lomba PHBS terdiri dari 10 indikator. Yaitu  persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI ekslusif, menimbang bayi, dan balita secara berkala, cuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah.

Sedangkan untuk lomba Kelurahan Sehat, dilihat dari berbagai indikator seperti Kelembagaan Pokja Sehat Kelurahan, Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, penanaman pohon, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan dan indikator lainnya.

Lurah Belimbing Dwi Andriyani menyampaikan bahwa prestasi ini tidak terlepas dari kontribusi seluruh organisasi, kader, dan masyarakat di Kelurahan Belimbing. “Ke depan, Kelurahan Belimbing akan terus berbenah dalam menjadi Kelurahan Sehat yang lebih baik lagi dan bisa mendukung Kota Bontang dalam pencapaian Kota Sehat Swasti Saba Wistara di tahun depan,” ungkap Dwi.

Camat Bontang Barat, Anwar Sadat turut mendukung pencapaian Kelurahan Belimbing. “Alhamdulillah. Taraf kesehatan di kelurahann belimbing sudah bagus. Saya berharap salah satu kelurahan kami ini dapat menjadi contoh untuk OPD lainnya, dan dapat maju hingga tingkat provinsi,” ungkap Anwar. (adv/sya)

DSPM dan DPMD Paser Kunjungi Bontang Barat

0

BONTANG – Kantor Kecamatan Bontang Barat menerima kunjungan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten paser terkait Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek), Senin (14/11/22) pagi.

Posyantek Bontang Barat sudah terbentuk sejak 2 tahun lalu dan berhasil dalam lomba nasional maupun provinsi. “Tahun lalu masuk 10 besar dalam nasional kategori posyantek berprestas. Tahun ini masuk lagi dalam kategori posyantek tepat guna,” jelas Kasi Ekonomi dan Pembangunan (ekobam) Bontang Barat, Engon Tumiar Manik.

Posyantek melakukan pendekatan melalui UMKM atau memantau apakah masyarakat sudah menggunakan alat bantu berbasis teknologi. Jenis teknologi yang dipakai adalah yang bisa dimanfaatkan sehari-hari oleh masyarakat, sehingga dapat mempermudah dan menunjang ekonomi masyarakat.

Salah satu Teknologi yang digunakan dalam UMKM yang ada di Kecamatan Bontang Barat adalah penyiraman otomatis yang digunakan dalam budidaya jamur kuping di Kelurahan Telihan.

“Sebelum mereka bekerja sama dengan posyantek mereka mengukur suhu dan menyiram secara manual, sekarang mwnjasi lebih efektif dengan alat penyiraman otomatis,” jelas Engon.

Ada beberapa indikator yang menjadikan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Bontang Barat bisa maju hingga provinsi yaitu, alat yang digunakan secara terus menerus, biayanya terjangkau dan mempermudah kegiatan masyarakat dalam hal usaha.

Tahun lalu Posyantek tingkat provinsi dimenangkan oleh Kecamatan Bontang Barat, kemudian tahun ini dimenangkan oleh Kabupaten Paser. Sehingga kunjungan DSPM dan DPMD Kabupaten Paser adalah dengan untuk melakukan studi banding.

“Alhamdulillah, posyantek kami bisa menjadi salah satu rujukan di Kalimantan Timur. Sehinga Kabupaten Paser melakukan kunjungan ke kami. Hal ini juga mendorong masyarakat untuk dapat menciptakan teknologi terbaru yang berguna bagi masyarakat,” ungkap Camat Bontang Barat, Anwar Sadat. (adv/sya)

Warga Bontang Barat Budidaya Lebah Klanceng

0

BONTANG – Salah satu upaya dalam menambah penghasilan masyarakat adalah dengan membuat UMKM. Seperti yang dilakukan oleh warga Telihan, Bontang Barat. Katenu, warga melakukan budidaya lebah klanceng sejak 2 tahun lalu.

“Awalnya saya buat ini karena anak saya suka sama madu, kemudian saya liat teman-teman dari You Tube cara-cara memeliharanya, alhamdulillah sekarang saya sudah ada 10 log (10 sarang),” ungkap Katenu.

Katenu mengatakan tidak ada kendala dalam proses pemeliharaan, sarang lebah hanya butuh ditutup dengan rapat agar tidak ada serangga yang masuk. Kemudian, jika musim panas madu yang di hasilkan bisa mencapai 2 liter lebih dalam sekali panen. Hasil panennya kemudian ada yang dijual dan ada yang untuk konsumsi pribadi.

Camat Bontang Barat Anwar Safat mendukung penuh budidaya ini. “Pengembangan budidaya lebah klanceng ini juga bentuk peningkatan ekonomi masyarakat, karena lebah ini tidak menyengat dan mudah dipelihara. Kami juga bekerja sama dengan Bapelitbang untuk penuntasan kemiskinan, sudah ada bantuannya, demikian juga dari stimulan RT. Ke depannya kami akan carikan sumber-sumber lain,” Jelas Anwar.  (adv/sya)

Bontang Berpotensi Bangun Pabrik Mie

0

BONTANG – Mie Instan merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit sebagian besar masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini menyebabkan konsumsi masyarakat terhadap mie instan menjadi tinggi.

Jika konsumsi tinggi maka dibutuhkan produksi yang besar akan komoditas tersebut. Dalam hal ini, melakukan investasi dalam bidang produksi mie instan menjadi hal yang sangat menguntungkan.

Kota Bontang memiliki perkebunan maupun perusahaan yang memproduksi minyak sawit yang merupakan bahan baku utama pembuatan mie instan. Potensi Kota Bontang dengan bahan baku yang mudah dan murah dalam peluang investasi peduksi mie instan adalah hal yang menjanjikan.

Selain minyak sawit bahan baku pembuatan mie instan adalah tepung terigu, sayur, minyak sawit merah, dan jamur. Semua bahan-bahan ini mudah didapat di Bontang.

“Jadi penggunaan minyak sawit dalam pembuatan mie ini untuk mengeringkan mie basah. Sehingga dapat bertahan lama. Yang diperlukan adalah menambahkan air dan merebus,” ujar Emelia Darmawati, bagian Penanaman Modal Kota Bontang pada 14 November 2022.

Dengan adanya investasi pada produksi mie ini akan dapat membuka peluang peningkatan kesempatan kerja. Apalagi SDM yang dimiliki Kota Bontang terbilang siap untuk bekerja di bidang ini.  “Adanya pabrik ini pasti akan membantu meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya

Menurut dia, rencana pembangunan pabrik ini akan ditempatkan di Kluster B kawasan industri Bontang Lestari.  (adv/sc)

Wali Kota Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan

0

BONTANG – Kota Bontang hari ini 14 November 2022 melangsungkan upacara di halaman kantor Wali Kota Bontang dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh OPD, siswa/siswi SMA dan SMP Kota Bontang, perwakilan perusahaan PT Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG, serta elemen masyarakat. Tema yang diangkat pada peringatan Hari Kesehatan Nasional kali ini adalah, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku.

Tema ini diusung untuk menggambarkan semangat seluruh masyarakat Indonesia yang sedang dalam proses bangkit dari keterpurukan masalah kesehatan karena pandemi Covid-19.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan melalui  kelengkapan vaksin, salah satunya dengan vaksin booster

“Banyak sekali korban yang jatuh dikarenakan Covid-19 sebelumnya. Karena itu, mari kita semua dapat melengkapi vaksin kita dengan melakukan booster,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bontang selain meningkatkan kesehatan masyarakat melalui vaksin booster Covid-19, juga fokus untuk membantu program prioritas seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan jumlah stunting balita, dan program kesehatan lainnya.

Ke depan pemerintah akan melakukan transformasi dan upaya meningkatakan kualitas Kesehatan. Termasuk masalah pelayanan dan teknologi digitalisasi informasi.

Diharapkan seluruh tenaga kesehatan dapat selalu membantu pembangunan kesehatan di Indonesia dalam meningkatkan pola hidup sehat. Masyarakat juga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dalam membantu mewujudkan bangsa Indonesia yang sehat sejahtera. (sc)