Beranda blog Halaman 848

Bontang Satu-satunya Kota di Kaltim Punya Perwali Pengelolaan Media

0
Bontang Satu-satunya Kota di Kaltim Punya Perwali Pengelolaan Media
Kadiskominfo Bontang, Anwar Sadat (paling kanan) saat menjadi narasumber di FGD Diskominfo Kaltim. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Kominfo (Kadiskominfo) Bontang, Anwar Sadat tampil sebagai narasumber pada Forum Group Discussion (FGD) Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur bertema ‘Pengelolaan Media di Lingkungan Pemerintah Daerah’ di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (15/9).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kaltim, Faisal dan Jasman, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, asosiasi media, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang media.

Anwar Sadat mengatakan, dalam pengelolaan media, Bontang mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang No 23 Tahun 22 tentang Pedoman Pelaksanaan Kerjasama Penyebarluasan Informasi Publik Melalui Media Massa di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Anwar juga mengungkapkan, bahwa dengan adanya perwali tersebut maka diharapkan kerjasama dengan media dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Dengan banyaknya media yang bermunculan khususnya media online, maka mendorong kami untuk membuat perwali ini agar kegiatan publikasi pemkot Bontang bisa berjalan baik sesuai dengan aturannya,” ungkap Anwar mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.

Untuk diketahui saat ini Bontang adalah satu satunya Pemerintah Kota di Kalimantan Timur yang memiliki Perwali terkait pengelolaan media.

Editor: Yusva Alam

BBM Naik Lagi, Bagaimana Pandangan Islam?

0
BBM Naik Lagi, Bagaimana Pandangan Islam?
Nayla Majidah, S.Pd. (ist)

Oleh:

Nayla Majidah, S.Pd

Pemerhati Masalah Umat

Tepat 1 September 2023, PT pertamina ( Persero) resmi menaikkan harga BBM non subsidi.  Diantara bahan bakar yang naik adalah pertamax Turbo, Dexlite dan pertamina Dex. Harga Pertamax pada bulan Agustus Rp 12.400 per liter, naik menjadi 13.300 per liter. Pertamax Turbo dari sebelumnya seharga Rp 14.400 per liter, naik menjadi 15.900 per liter.

Selain itu, Dexlite juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 16.350 per liter, dari sebelumnya Rp 13.950 per liter. Dan yang terakhir, Pertamax DEX naik menjadi Rp 16.900 per liter, dari harga bulan lalu Rp 14.350 per liter.

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (MMB) oleh PT Pertamina (Persero) dalam rangka mengimplementasikan keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum

Dampak dari kenaikan BBM tersebut, selama dua pekan terakhir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bontang mengalami antrean Panjang. Di antaranya di SPBU Kopkar, PKT Km 6, Akawy dan SPBU Tanjung Laut. Antrean panjang sudah berlangsung sejak awal September 2023 lalu ketika harga  BBM resmi dinaikkan, bahkan antrean mengular cukup Panjang.

Pihak pemerintah daerah sebenarnya cukup heran dengan antrean Panjang tersebut, karena stock BBM sebenarnya cukup untuk dikonsumsi oleh Masyarakat. Analisa sementara, hal ini terjadi   karena  warga panik dan khawatir kehabisan stok BBM subsidi pertalite. Disamping itu, Sebagian warga yang biasa membeli BBM non subsidi, sekarang beralih ke BBM bersubsidi karena kenaikan harga tersebut.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya berdampak kepada antrian Panjang, namun  mulai berdampak ke beberapa sektor, salah satunya kenaikan harga bahan pokok seperti beras. Terjadinya  inflasi pun tidak terelakkan.  Pemerintah melakukan kontrol ketat terhadap harga-harga pasar dan  selalu  siaga untuk melakukan operasi pasar jika terjadi kenaikan harga. Bahkan ada  usulan  kepada pemkot Bontang untuk membuat standar harga sebagai upaya mengatasi kenaikan harga karena dampak dari kenaikan BBM.

Kenaikan BBM, Siapa yang diuntungkan?

Penyesuaian harga BBM yang mengikuti harga perkonomian dunia makin menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tunduk pada mekanisme pasar global. Negara hanya sebagai regulator yang mengikuti kepentingan kapitalisme global. Semua hajat publik terkapitalisasi dan dikelola dengan paradigma pasar bebas. Alhasil, pengelolaan BBM yang semestinya ada di tangan Negara pun tergadai. Dari hulu ke hilir, pengelolaannya banyak diserahkan kepada swasta.

Pertamina sebagai representasi pemerintah dalam pengelolaan migas sejatinya bukan pemilik sebenarnya dari BBM. Meski saat ini Pertamina masih terlihat mendominasi sektor hilir, pada faktanya kilang-kilang minyak yang ada banyak dimiliki swasta dan sama sekali tidak berpihak pada masyarakat. Para pemilik modal meraup keuntungan sebesar-besarnya dan menguasai Sebagian besar migas yang ada. Sedangkan rakyat, kehidupannya semakin sempit dan terhimpit.

Mahalnya BBM dan kelangkaannya sebenarnya bukan karena negeri ini tidak memiliki Sumber Daya Alam yang memadai khususnya dari segi minyak bumi. Inti persoalannya  terletak pada mindset dan visi misi tata kelola minyak yang ada hari ini  sangat kapitalistik. Para pemilik modal bisa mengeruk dan mengeksploitasi SDA sepuasnya, khususnya migas. Sementara Masyarakat,  sangat kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga murah, mudah dan terjangkau.

Realitasnya, mereka harus menebus harga BBM dengan harga yang terus  merangkak naik dan disusul kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.  Berbagai operasi pasar yang dilakukan pemerintah untuk menekan kenaikan harga barang-barang kebutuhan  tidak mampu menekan laju merangkaknya kebutuhan-kebutuhan pokok yang berlomba-lomba ikut naik. Akibatnya, kesengsaraan hidup semakin dirasakan oleh Masyarakat.

Pengelolaan SDA dalam Islam

Dalam tinjauan syariat Islam, bahwasanya minyak bumi dan gas alam adalah milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kemakmuran rakyatnya. Rasulullah Saw. Bersabda ” kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: yaitu Padang rumput air, dan api (HR.Ahmad)

BBM adalah salah satu energi yang yang dihasilkan oleh api, sehingga pengelolaannya tidak boleh diserahkan pada individu, swasta bahkan asing.  Negara yang  mengelola dan mendustribusikannya kepada  masyarakat. Sedangkan hasilnya, akan dikembalikan kepada masyarakat. Rakyat akan diberikan dengan cuma-cuma, atau hanya membayar biaya pengelolaannya  saja. Pemerintah tidak boleh mengambil keuntungan atas itu.

Jika dibutuhkan, Subsidi boleh juga diberikan negara untuk sektor pelayanan publik (al-marafiq al-’ammah) yang dilaksanakan oleh negara. Subsidi untuk sektor energi (seperti BBM dan listrik) dapat juga diberikan negara kepada rakyat. Namun perlu ditekankan bahwa BBM dan listrik dalam Islam termasuk barang milik umum (milkiyah ‘ammah). Rakyat berhak mendapatkan BBM dengan harga sangat murah atau bahkan gratis jika disubsidi oleh negara

Di sinilah,  subsidi dapat juga diberikan agar BBM dan listrik yang didistribusikan itu harganya semakin murah dan bahkan gratis jika memungkinkan.

Semua subsidi yang dicontohkan di atas hukum asalnya boleh, karena hukum asal negara memberikan hartanya kepada individu rakyat adalah boleh. Negara boleh memberikan harta kepada satu golongan dan tidak kepada yang lain; boleh pula negara  mengkhususkan pemberian untuk satu sektor (misal pertanian), dan tidak untuk sektor lainnya. Semua ini adalah hak negara berdasarkan pertimbangan syariah,  sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya.

Namun, dalam kondisi terjadinya ketimpangan ekonomi, pemberian subsidi yang asalnya boleh ini menjadi wajib hukumnya, karena mengikuti kewajiban syariah untuk mewujudkan keseimbangan ekonomi.  Hal ini karena Islam telah mewajibkan beredarnya harta di antara seluruh individu dan mencegah beredarnya harta hanya pada golongan tertentu:

Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.” (QS al-Hasyr[59] :7) .Nabi Saw. Juga telah membagikan fai‘ Bani Nadhir (harta milik negara) hanya kepada kaum Muhajirin, tidak kepada kaum Anshar, karena Nabi Saw. melihat ketimpangan ekonomi antara Muhajirin dan Anshar. Karenanya, di tengah naiknya harga minyak mentah dunia sekarang, subsidi BBM tidak sekadar boleh, tetapi sudah wajib hukumnya, agar ketimpangan di masyarakat antara kaya dan miskin tidak semakin lebar.

Khusus untuk sektor pendidikan, keamanan dan kesehatan, Islam telah mewajibkan negara menyelenggarakan pelayanan ketiga sektor tersebut secara cuma-cuma bagi rakyat (Abdul Ghani,2004).

Karena itu, jika pembiayaan negara untuk ketiga sektor tersebut dapat disebut subsidi maka subsidi menyeluruh untuk ketiga sektor itu adalah wajib hukumnya secara syar’i.

Wallahu a’lam.

Relokasi Kantor Lurah Berbas Pantai ke Pujasera Dinilai Bisa Hemat Anggaran dan Sewa Tempat

0
Relokasi Kantor Lurah Berbas Pantai ke Pujasera Dinilai Bisa Hemat Anggaran dan Sewa Tempat
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yasser Arafat. (ist)

BONTANG – Usulan terkait pemindahan Kantor Kelurahan Berbas Pantai ke lantai 2 pujasera mendapat dukungan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yasser Arafat. Menurutnya, langkah itu dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, serta tidak perlu lagi pengeluaran anggaran untuk sewa tempat.

“Saya dukung usulan itu karena bisa menghemat anggaran. Anggaran untuk sewanya bisa dialihkan ke yang lain,” ujarnya Yasser.

Tambahan lagi dikatakannya, apabila kelurahan berada di lantai 2 pujasera nantinya, maka para pedagang semakin meningkat kesadarannya dalam tata kelola jualan mereka, kebersihan juga terjaga.

“Secara tidak langsung bisa bantu perekonomian masyarakat di sekitar pujasera. Fasilitas penunjang seperti air, toilet umum dan listrik juga diperhatikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Berbas Pantai Supriadi mengaku pihaknya akan meninjau ulang usulan tersebut. Namun, kata dia pemindahan baru bisa dilakukan saat masa sewa berakhir, yakni di akhir tahun mendatang.

“Kantor saat ini waktu sewanya masih berjalan. Nanti kami usulkan setelah mendekati masa sewa berakhir,” ucapnya.

Diketahui, pembangunan kantor Kelurahan Berbas Pantai tahun ini mengalami penundaan, lantaran berpolemik dengan seorang warga yang  menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Bontang. (al/adv)

DPC ASITA Bontang Dibentuk, Komponen Penting Pengembangan Wisata Bidang Transportasi

0
DPC ASITA Bontang Dibentuk, Komponen Penting Pengembangan Wisata Bidang Transportasi
Struktural DPC ASITA Bontang dan Dispopar Bontang berfoto bersama. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menginisiasi pembentukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Association  of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kota Bontang, Kamis (13/9/2023) lalu.

Kegiatan sosialisasi dan pembentukan DPC ASITA dibuka secara resmi oleh Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem di Ruang Rapat Dispopar Bontang, dan menghadirkan Ketua ASITA Kalimantan Timur, Syarifudin Tangalindo.

Aznem memberikan arahan kepada pengurus yang terbentuk, agar dapat memberikan dampak baik kepada kemajuan pariwisata di Kota Bontang. Setidaknya menjadi wadah bagi para travel yang ada di Bontang, untuk bisa berkontribusi memajukan pariwisata Bontang.

Menurutnya, ASITA menjadi salahsatu komponen penting untuk pengembangan wisata di bidang transportasi. Kadispopar Bontang juga meminta ASITA menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah, dengan cara membangun komunikasi yang saling bersinergi dan harmonis dalam pengelolaan pariwisata Bontang.

Sebagai informasi, berikut struktural inti kepengurusan ASITA Bontang 2023-2028. ASITA Bontang dinahkodai oleh M Agus Santoso, kemudian wakilnya Hamsah HS dan Widoko Wimbo, selanjutnya Sekretaris Hariyadi dan Bendahara Sumarno.

Pembentukan pengurus lainnya akan dibahas kemudian, dan pelantikan akan segera dilakukan dan difasilitasi oleh Dispopar Bontang. (al/adv)

Trotoar Bontang Kuala Bakal Segera Diperbaiki

0
Trotoar Bontang Kuala Bakal Segera Diperbaiki
Trotoar Bontang Kuala bakal diperbaiki sebagai solusi atasi banjir rob. (ist)

BONTANG – Dalam waktu dekat, trotoar jalan masuk pemukiman Bontang Kuala akan segera diperbaiki. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Junaidi beberapa waktu lalu.

“Dari hasil rapat bersama pemerintah, InsyaAllah pemerintah akan perbaiki trotoar yang rusak di akhir tahun 2023 ini. Hal itu supaya bisa untuk akses masyarakat ketika akan keluar masuk Bontang Kuala saat banjir rob melanda,” kata politisi muda PKB itu.

Dikatakannya, dirinya telah mengusulkan Detail Engineering Design (DED) atau Rancang Bangun Rinci terkait penanganan banjir rob. Namun ditolak oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Tidak patah semangat, pihaknya terus mencari jalan agar usulan itu dapat terealisasi. Pihaknya akan kembali menghadap langsung ke BPJN untuk mendalami apa alasan DED yang diusulkan ditolak. Sebab DED itu merupakan langkah awal untuk mengatasi banjir rob di Bontang Kuala.

“Teknisnya masih dipikirkan pemerintah, tapi pemerintah sudah komitmen trotoar tersebut akan diperbaiki di anggaran perubahan tahun 2023,” ujarnya.

Selain trotoar dan banjir rob, infrastruktur anjungan wisata Bontang Kuala juga menjadi salah satu fokusnya. Tahun depan, anjungan akan diperbaiki.

“Tahun depan itu infrastruktur yang ada di anjungan akan diperbaiki. Saat rapat kemarin pemerintah mengatakan, sudah menganggarkan 8 miliar untuk perbaikan anjungan di tahun 2024,” pungkasnya. (al/adv)

Irfan Ingatkan Kontraktor Perhatikan Keselamatan Pekerja

0
Irfan Ingatkan Kontraktor Perhatikan Keselamatan Pekerja
Sekretaris Komisi I DPRD Bontang, Irfan (baju hijau) saat berdialog dengan Lurah Berbas Candra (baju putih kanan). (Yusva Alam)

BONTANG – Sekretaris Komisi I DPRD Bontang, Irfan mewanti-wanti para kontraktor untuk memperhatikan keselamatan para pekerjanya. Hal itu diungkapkannya usai sidak pada proyek pembangunan Kantor Lurah Satimpo dan Berbas Tengah, Rabu (13/9/2023).

Dikatakan Irfan, para kontraktor harus mengutamakan keselamatan para pekerjanya. Bukan hanya kontraktor di lingkup pemerintahan, namun juga di swasta.

Jangan sampai sudah terjadi sesuatu baru dievaluasi. Sebelum sesuatu itu terjadi, pihaknya sudah mengingatkan terlebih dahulu.

“Nyawa ini tidak bisa dibeli, jadi kontraktor harus prioritaskan keselamatan dan juga kesehatan pekerja,” tegasnya.

Menurutnya, yang harus diperhatikan adalah Alat Pelindung Diri (APD) atau perlengkapan safety yang harus selalu dikenakan selama bekerja. Karena masalah APD ini yang masih kurang diperhatikan oleh para kontraktor.

Selain itu juga harus mendaftarkan pekerjanya di BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan. Minimal mendaftarkan dengan sistem kontrak di BPJS, artinya hanya selama proyek berlangsung pekerja dijamin oleh BPJS.

“Sebenarnya tidak semua kontraktor tidak memperhatikan keselamatan pekerjanya. Masih ada yang prioritaskan keselamatan. Kami bukannya mau menghalang-halangi hanya mau mengingatkan saja, karena nyawa itu berharga,” pungkasnya. (al/adv)

Komisi I Lanjutkan Pembahasan Raperda Kependudukan dan Keluarga

0
Komisi I Lanjutkan Pembahasan Raperda Kependudukan dan Keluarga
Wakil Ketua Komisi I Raking (kanan) dan Anggota Komisi I Rusli saat diwawancara awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang kembali melanjutkan pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaran perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, Senin (11/9/2023) lalu di Gedung DPRD.

Dijelaskan Wakil Ketua Komisi I DPRD, Raking, bahwa Raperda Kependudukan dan Keluarga ini masih belum rampung sepenuhnya. Pembahasannya masih membutuhkan proses dan bertahap. Karenanya komisi I terus melakukan rapat untuk merampungkan raperda yang target diselesaikan November 2023 mendatang.

Terdapat 40 pasal dalam raperda tersebut. Di rapat pembahasan Senin lalu sudah rapat pembahasan yang ke-4 kalinya. Sementara Agustus kemarin berlangsung 2 kali rapat pembahasan dalam waktu terdekat.

“Di pembahasan ke-4 kemarin pembahasan sudah sampai pasal 29. Ini berarti masih kurang 11 pasal lagi untuk diselesaikan. Semua bisa mencapai target,” ujarnya saat ditemui awak media di ruangannya.

Pada rapat pembahasan ke-4 tersebut, beberapa hal yang didiskusikan adalah seputar anak-anak usia SD, SMP, SMK dan remaja. Bagaimana membuat panduan-panduan untuk menghadapi remaja usia dini dan setelah remaja.

“Apa yang harus diberikan pemerintah kepada remaja-remaja ini. Bagaimana konseling-konseling terhadap remaja di sekolah dan sebagainya,” bebernya.

Ditambahkannya, ada juga pembahasan keluarga rentan yang berada di bawah angka kemiskinan. DPRD dan pemerintah konsen mengurangi keluarga rentan dalam rangka hadapi IKN.

“Terutama juga lansia, perlu dikasih kebebasan. Contohnya, yang biasa dilakukan dalam keluarga, para lansia ini dibatasi saat ingin bersosialisasi ke orang-orang sekitarnya. Hal ini menyebabkan tingkat stres lansia meningkat. Nah bagaimana agar turun sehingga memiliki usia lebih panjang,” pungkasnya. (al/adv)

Pakai E-Tilang, Razia Gabungan Ops Zebra Mahakam 2023 Tindak 65 Pelanggar Lalin

0
Pakai E-Tilang, Razia Gabungan Ops Zebra Mahakam 2023 Tindak 65 Pelanggar Lalin
Razia gabungan Ops Zebra Mahakam 2023 di depan SMA YPK. (ist)

BONTANG – Sat Lantas Polres Bontang menggelar razia gabungan dalam rangka Operasi Zebra Mahakam 2023 di Jalan Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di depan Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), Kamis (14/8/2023) sekira pukul 15.00 wita.

Dalam pelaksanaanya melibatkan Dishub, UPTD, TNI, dan Polisi Militer.

Kasat Lantas Polres Bontang, AKP MD. Djauhari mengatakan, tujuan utama dari Operasi Zebra Mahakam 2023 adalah menciptakan kondisi yang aman, memastikan keselamatan, mengatur ketertiban, dan menjaga kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) untuk mencapai situasi yang kondusif menjelang Pemilu Damai 2024.

Adapun pelanggaran yang menjadi sasaran Sat Lantas berupa pengendara motor yang tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari satu orang, pajak kendaraan yang mati, tidak menggunakan plat nomor dan aksesoris motor lainnya seperti spion yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Dalam razia kali ini pengendara yang terjaring operasi berjumlah 65 unit kendaraan, dengan rincian R2 berjumlah 60 unit, R4 berjumlah 5 unit.

“Pelanggar kami tindak menggunakan E-TILANG,” ungkapnya dikutip dari Polresbontang.com.

Kendaraan bermotor yg menunggak pajak sejumlah 26 unit, dengan rincian kendaraan luar daerah R2 berjumlah 3 unit dan R4 berjumlah 10 unit, serta yang membuat surat pernyataan pembayaran pajak: 26 unit.

AKP MD. Djauhari berharap dengan diberikannya tindakan ini, dapat memberikan efek jera bagi masyarakat, guna menumbuhkan kesadaran agar lebih tertib serta semakin peduli akan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Editor: Yusva Alam

Pembebasan Calon Lahan RTH di Jalan Brokoli Belum Temukan Titik Terang

0
Pembebasan Calon Lahan RTH di Jalan Brokoli Belum Temukan Titik Terang
RDP Komisi III bersama pemilik lahan terkait Lahan Pemakaman Bontang Barat, Lahan RTH BSD, dan Lahan RTH di Jalan Brokoli di Kelurahan Gunung Elai, Senin (11/9/2023). (Yusva Alam)

BONTANG – Masalah pembebasan calon lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai belum menemukan titik terang. Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemilik lahan terkait Lahan Pemakaman Bontang Barat, Lahan RTH BSD, dan Lahan RTH di Jalan Brokoli di Kelurahan Gunung Elai, Senin (11/9/2023) lalu di Gedung DPRD.

Dijelaskan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melaksanakan kunjungan lapangan pada beberapa lahan, dimana salahsatunya di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai. Pihaknya menilai lahan itu sangat strategis dan dapat digunakan untuk pemanfaatan seperti alun-alun dan sebagainya.

“Kami usulkan lahan-lahan itu sebagai persiapan pemerintah untuk pemekaran wilayah atau bisa juga digunakan sebagai RTH,” ujarnya.

Dikatakannya, saat RDP tersebut perwakilan dari DLH tidak mengetahui permasalahan komitmen pembebasan lahan oleh wali kota tersebut.

“Saya bingung, perwakilan DLH tadi mengatakan belum ada instruksi masalah lahan itu. Apakah ini memang perwakilannya yang tidak mengetahui masalah tersebut, atau kepala dinasnya yang sudah tahu tapi tidak menyampaikan ke bawahannya. Tadi yang hadir kabidnya aja,” bebernya.

Sehingga dari hasil RDP tersebut, Komisi III belum mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait pembebasan lahan di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai. (al/adv)

Komisi I Optimistis Proyek Kantor Lurah Berbas Tengah Kelar Sebelum Tahun Baru

0
Komisi I Optimistis Proyek Kantor Lurah Berbas Tengah Kelar Sebelum Tahun Baru
Sidak Komisi I DPRD Bontang di proyek pembangunan Kantor Kelurahan Berbas Tengah. (Yusva Alam)

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang melakukan sidak lapangan ke proyek pembangunan Kantor Kelurahan Berbas Tengah, Rabu (13/9/2023) kemarin. Sidak diikuti oleh Wakil Ketua Komisi I, Raking dan Sekretaris Komisi I, Irfan.

Dikatakan Raking, progres pembangunan di Kantor Lurah Berbas Tengah ini sudah mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan. Artinya, pihaknya optimistis proyek ini akan selesai sesuai dengan target yang dicanangkan, yaitu di November 2023 mendatang.

“Kami yakin sebelum tahun baru kantor ini sudah bisa dioperasikan,” ujarnya usai sidak.

Namun begitu, pihaknya mewanti-wanti terkait masalah keselamatan para pekerja. Lantaran proyek yang dikerjakan oleh CV Silpia Rusmana tersebut tidak terlalu memperhatikan masalah keamanan pekerjanya. Masih terlihat ada beberapa pekerja yang tidak menggunakan helm dan hanya mengenakan sandal.

“Kata Pak Irfan nyawa itu gak bisa dibeli. Ownernya bilang ada aja perlengkapan safetynya, namun para pekerjanya yang tidak terbiasa memakainya. Ya seharusnya ditegaskan untuk selalu memakai perlengkapan safety,” tegasnya.

Sementara untuk BPJS dipastikan aman, lantaran pihak perusahaan sudah mendaftarkan seluruh pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem kontrak. BPJS hanya berlaku selama proyek berlangsung. (al/adv)