Beranda blog Halaman 847

Bontang Tawarkan Peluang Investasi Industri Turunan Soda Ash

0

BONTANG – Soda ash merupakan salah satu bahan baku pembuatan deterjen, kaca lembaran, aki, dan beberapa produk industri lainnya.

Dengan banyaknya produk yang dapat dihasilkan oleh soda ash, sehingga hal itu dapat membantu meningkatkan industri di suatu wilayah. Apalagi, diperkirakan produsen kaca melakukan impor hampir seluruh kebutuhan akan soda ash.

PT Pupuk Kaltim (PKT) dikabarkan akan membangun pabrik soda ash di Kota Bontang. Sehingga, ada kemungkinan munculnya banyak industri turunan dari bahan tersebut. Salah satunya adalah potensi industri pembuatan kaca dari soda ash.

“Dengan adanya pabrik soda ash ke depannya, akan mempermudah produsen kaca membeli bahan baku dari dalam negeri,” ujar Emelia Darmawati, bagian Penanaman Modal Kota Bontang pada 18 November 2022.

Soda ash bisa membantu meningkatkan perekonomian daerah dengan adanya pembangunan pabrik dan turunannya. Untuk pabrik pembuatan kaca  direncakanan berlokasi di kluster B Kawasan Industri Bontang Lestari. (adv/sc)

DPMTPSP Miliki Layanan Ramah Disabilitas dan Lansia

0

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan lembaga penyelenggaran pelayanan dan perizinan. Dalam mempermudah pelayanan perizinan masyarakat Kota Bontang, DPMPTSP membuka pelayanan malam, juga memiliki layanan yang ramah disabilitas dan lansia.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk peningkatan pelayanan yang menyeluruh untuk seluruh warga dan masyarakat Kota Bontang. Andi Hasanuddin Akmal selaku Sekretaris DPMPTSP Bontang pada 3 November 2022 menyampaikan bahwa seluruh masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama.

“Sama dengan masyarakat secara umum, penyandang disabilitas maupun lansia itu harus tetap mendapatkan pelayanan yang merata. Jadi kami berikan loket khusus disabilitas dan lansia,” ujarnya.

Dalam membantu dan mempermudah para penyandang disabilitas dan lansia, selain loket khusus ada juga jalur masuk di depan pintu DPMPTSP dan terdapat parkir khusus, tepat di depan kantor DPMPTSP Kota Bontang.

“Untuk jalur masuk, kami siapkan jalur khusus dengan bantuan pagar penyangga di bagian kanan tangga,” ujarnya. (sc/adv)

DLH Sosialisasikan Perpanjangan Sekolah Adiwiyata

0
Foto bersama peserta sosialisasi perpanjangan sekolah adiwiyata di Aula SMA Negeri 1 Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang menggelar sosialisasi perpanjangan sekolah adiwiyata di Aula SMA Negeri 1 Bontang, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bontang Baru, Kamis (17/11/2022).

Sosialisasi ini mengundang seluruh sekolah di Bontang yang sudah berpredikat sekolah adiwiyata maupun calon sekolah adiwiyata, dari jenjang SD hingga SMA. Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Bontang, Ervina Setianingsih dalam sambutannya menyampaikan, program sekolah adiwiyata merupakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan yang ada di lingkungan sekolah. Gerakan ini mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif,” pinta Ervina.

Selain itu, sambung Ervina, tujuan sosialisasi ini juga untuk mengevaluasi kembali pelaksanaan gerakan peduli berbudaya lingkungan hidup di sekolah, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata pada semua jenjangnya. Harapannya, sosialisasi ini dapat menjadi pemacu dalam melaksanakan pendidikan lingkungan, sehingga semakin banyak sekolah dan peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Masalah lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga seluruh masyarakat termasuk warga sekolah. Harapannya sekolah dapat memasukkan materi lingkungan hidup dalam mata pelajaran baik terintegrasi maupun muatan lokal,” terangnya. (adv)

Tak Memperpanjang, Predikat Sekolah Adiwiyata Bisa Dicabut

0
Sosialisasi perpanjangan sekolah adiwiyata oleh DLH Bontang. (ist)

BONTANG – Dalam sosialisasi perpanjangan sekolah adiwiyata kepada seluruh sekolah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang menyampaikan aturan terbaru yang dikeluarkan pemerintah. Di mana sekolah yang sudah memiliki predikat adiwiyata, wajib melakukan perpanjangan. Jika tidak, maka predikat tersebut bisa dicabut.

“Pencabutannya langsung sesuai SK (Surat Keputusan). Kalau adiwiyata tingkat kota, maka akan dicabut oleh wali kota. Kalau tingkat provinsi oleh gubernur. Dan jika adiwiyata nasional atau mandiri, langsungdicabut  dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan),” ujar Partiwi, Penyuluh DLH Bontang, (17/11/2022).

Predikat sekolah adiwiyata terdapat beberapa jenjang. Mulai dari adiwiyata kota, lalu adiwiyata provinsi, adiwiyata nasional, hingga adiwiyata mandiri. Melalui kebijakan diwajibkannya melakukan perpanjangan ini oleh pemerintah pusat, sambung Partiwi, diharapkan sekolah tidak berpuas diri dan tetap komitmen untuk selalu melestarikan lingkungan.

Ditambahkan Ervina Setianingsih selaku Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Bontang, pihaknya mengharapkan setelah mendapatkan penjelasan dari sosialisasi, sekolah yang ingin memperpanjang status adiwiyatanya bisa langsung mempersiapkan segala dokumen dan syarat yang diperlukan. Dan bagi sekolah yang belum berpredikat adiwiyata, terdorong untuk segera mendapatkan predikat tersebut.

“Kalau tidak memperpanjang, juga akan berdampak pada menurunnya jumlah sekolah adiwiyata di Bontang,” paparnya.

Dari 121 sekolah yang ada di Bontang, kata Ervina, saat ini yang sudah berpredikat sekolah adiwiyata sebanyak 36 sekolah. Itu artinya, persentasenya baru sekitar 30 persen. Untuk itu, perlunya peningkatan terhadap program yang juga bagian dari Pelaksanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) ini.

“Untuk kendala anggaran maupun infrastruktur, harapannya Disdik (Dinas pendidikan)Bontang maupun provinsi bisa membantu memaksimalkan. Atau juga bisa berkolaborasi dengan perusahaan yang ada,” pungkasnya. (adv)

Kapolres Bontang Terima Kunjungan Pengurus Forum Komunikasi Santri Bontang

0

BONTANG – Sejumlah pengurus Forum Komunkasi Santri Bontang (FKSB) melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH SIK MH, Kamis  (17/11/2022).

Kunjungan  pengurus dipimpin Ketua FKSB Bontang KH Mulkam Azima didampingi Ketua Ansor Bontang Ahmad Kholiq, Pengurus DPC NU Bontang Ustadz Fatoni  Pengurus NU Kecamatan Bontang Utara  Khoirul Zidan.

Kunjungan ini diterima dan disambut langsung Kapolres Bontang bersama Kasat Intel dan Kanit Sosbud Sat Intelkam Polres Bontang  Aiptu Widada. Kunjungan dan silaturahmi tersebut dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi sinergitas antara Polres Bontang dan FKSB.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengucapkan terima kasih banyak  kepada pengurus FKSB dan jajarannya yang telah bersedia dan menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan silaturahmi.

Bahwa Peringatan Hari Santri sudah mempunyai Payung Hukum yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober, Tentunya selama pelaksanaakan kegiatan hari Santri difasilitasi oleh Kemenag Kota Bontang.

Terkait dengan keterlibatan Kepolisian dalam pelaksanaan Hari Santri bahwa Kapolres Bontang mendukung pelaksanaannya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Bontang memohon dukungan dan masukan serta kritikan. “Untuk ke hal-hal yang lebih baik dan kami juga akan terbuka untuk melakukan komunikasi terhadap masyarakat dalam rangka pemeliharaan Kamtibmas di Kota Bontang,” ucap Kapolres Bontang.

Sementara itu Ketua  FKSB kota Bontang KH Mulkam Azima mengucapkan terima kasih banyak atas sambutan Kapolres Bontang. “Kami siap membantu pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bontang untuk membantu harkamtibmas di Kota Bontang,” ucapnya. (hms)

Upaya Minimkan Sengketa Pemilu, Bawaslu Gelar Rakor Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024

0
Bawaslu Bontang saat penyampaian mitigasi sengketa. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang melaksanakan rapat koordinasi penyelesaian sengketa proses Pemilu tahun 2024 di Hotel Bintang Sintuk, Kamis (17/11/2022).

Terungkap, dalam permasalahan sengketa, Bawaslu lebih mengedepankan pencegahan. Untuk itu, rapat koordinasi dimaksudkan untuk menghadapi kemungkinan sengketa politik dalam menghadapi pemilu 2024.

“Bagaimana proses sengketa dan pengajuan sengketa, adjudikasi dan proses yang dilalui. Objeknya adalah pelapor dan terlapor,” kata Agus Susanto, Komisioner Bawaslu Bontang.

Lebih jauh, Agus mengatakan tahapan saat ini sedang melaksanakan verifikasi faktual peserta pemilu. “Akan dijelaskan bagaimana proses ketika adjudikasi, mediasi saat penyelesaian sengketa,” katanya.

Penyampaian penanganan ini akan bermanfaat bagi penyelenggara yakni KPU, Bawaslu, Panwascam dan Bagian Hukum Pemkot Bontang. “Tentu bermanfaat dari jajaran penyelenggara seperti Panwascam, KPU dan Bagian Hukum,” tambahnya.

Disebutkannya, dalam melaksanakan penyelesaian sengketa, Bawaslu dibekali  Perbawaslu 9 dan Perbawaslu 8 tahun 2022. “Aturan-aturan ini yang akan dijadikan rujukan dan pedoman dalam penanganan pelanggaran,” kata Agus.

Narasumber lain, Bahruddin menjelaskan mengenai tata cara  mediasi dalam penyelesaian sengketa dalam Pemilu.

Dalam penyelesaian sengketa Pemilu dengan mediasi, Bahruddin berpatokan pada Perma Nomor 1 tahun 2016 tentang proses mediasi dengan melibatkan mediator.

Dalam penjelasannya, Bahruddin mengatakan. mediasi diperlukan pada proses sengketa yang dilakukan dengan upaya perdamaian yang disampaikan. Selain itu, dalam proses mediasi, mediator agar tidak memihak kepada salah satu pihak bersengketa.

“Proses mediasi itu menyelesaikan dengan proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dibantu mediator,” kata Bahruddin.

Rapat koordinasi turut dihadiri  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, perwakilan Kesbangpol, kepolisian dan kejaksaan. Termasuk pula, anggota Pengawas Pemilu kecamatan dan koordinator BIN Bontang. (yah)

Wali Kota Basri Minta Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

0
Diskusi forum konsultasi publik dalam peningkatan pelayanan kesehatan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang menggelar Forum Konsultasi Publik dan Seminar Kesehatan. Acara yang berlangsung di Pendopo rumah jabatan wali kota, Kamis (17/11/2022),  dihadiri tenaga kesehatan dan personel fasilitas pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi menyampaikan, pelayanan rumah sakit harus terus ditingkatkan.

Di mana, Kementerian Kesehatan sebagai organisasi tertinggi kesehatan telah menyampaikan, peningkatan pelayanan kesehatan diantaranya terkait dengan tujuh pelayanan kesehatan.

“RSUD Taman Husada merupakan rumah sakit Tipe B yang menjadi rujukan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bontang,” kata dr Suhardi dalam acara tersebut.

Dia menambahkan, sesuai arahan Menteri Kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD dapat dijangkau dan dapat memudahkan dalam pelayanan kesehatan.

“Sehingga kami kemudian berusaha agar kemudahan-kemudahan itu dapat dirasakan masyarakat. Salah satunya terkait  transformasi bidang teknologi,” katanya.

“Misalnya pendaftaran bisa dilakukan di rumah, dengan menggunakan ponsel android,” tambah dr Suhardi.

Disebutkan pula, RSUD Taman Husada juga berusaha mewujudkan visi-misi wali kota dan wakil wali kota dengan program prioritas dalam bidang kesehatan yakni melalui Bontang Unggul.

Diskusi forum konsultasi publik dalam peningkatan pelayanan kesehatan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

“Unggul pelayanan publiknya, unggul SDM-nya, dan sejahtera masyarakatnya. Dengan Bontang unggul ini di bidang kesehatan, Bontang semakin sehat,” paparnya.

Sementara, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, forum komunikasi publik merupakan amanah dari  undang-undang dan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi tentang transformasi birokrasi, serta terkait pelayanan kesehatan publik dari menteri kesehatan dalam rangka mendengarkan aspirasi dari berbagai unsur dan stakeholder untuk pemenuhan peningkatan pelayanan kesehatan.

“Dengan kegiatan ini nantinya ada masukan yang akan ditindaklanjuti untuk perbaikan pelayanan dan perbaikan fasilitas kesehatan,” jelas Basri.

Basri mengatakan, rumah sakit  tempat untuk menaruh harapan    masyarakat. Untuk itu, perlu adanya peningkatan pelayanan. “Saya berharap seluruh dokter untuk bagaimana meningkatkan pelayanan,” kata Basri.

Selain itu, Basri mengatakan akan ada penyampaian masukan dari  stakeholder. “Mendapatkan masukan dari berbagai stakeholder dalam peningkatan dan perbaikan kualitas RSUD,” sebutnya.

Dibutuhkan saran dari perusahaan-perusahaan, forum RT, lurah, camat dan pihak terkait dalam peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Forum konsultasi publik diisi  narasumber dari RSUD dr Niken Titisurianggi. Dia menjelaskan mengenai standar pelayanan RSUD Taman Husada. Termasuk seminar kesehatan mengenai masyarakat sehat, produktivitas meningkat diisi oleh dr Arditya Maulana, dr Andi Anwar Arsyad, dan dr Rahmawati Dian. (adv/yah)

Camat Bontang Barat Dampingi Telihan Recycle

0

BONTANG – Camat Bontang Barat Anwar Sadat mendampingi Telihan recycle dalam rangka penilaian proper emas yang bermitra dengan PT Badak LNG. Penilaian dilakukan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penilaian ini dilaksanakan pada Senin (14/11/2022). Wali kota Bontang Basri Rase turut hadir dalam penilaian tersebut. Kehadiran wali kota tentu menjadi pelecut semangat bagi recycle di Telihan.

Salah satu contoh produknya adalah balingbaling untuk kapal ketinting yang dibuat dengan alumunium bekas dengan cara dilebur. Kemudian dicetak ulang menjadi balingbaling. Telihan recycle ini dapat banyak support dari PT Badak LNG. Seperti Limbah aluminium yang dijadikan balingbaling.

“Karena menggunakan bahan limbah, pembuatannya menjadi ekonomis. Di tempat lain harga baling-baling biasanya 30ribuan, tapi dengan kualitas yang sama kami kami bisa menjual Rp 15.000,” ungkap Ruri selaku pendamping Telihan Recycle.

Ruri mengatakan, balingbaling tersebut sudah dipasarkan langsung ke Muara Badak. Selain itu, minyak jelantah juga menjadi salah satu bahan daur ulang yang nantinya diolah menjadi lilin. Ini sedang proses agar bisa menjadi lilin aroma terapi.

“Kami diskusi dengan teman-teman Telihan recycle apakah bisa nantinya menjadi  lilin aroma terapi. Supaya nantinya  bisa dijual sebagai souvenir,” jelas Ruri.

Camat Anwar Sadat juga menjelaskan, selain ramah lingkungan karena mengolah barang bekas, tentu bisa menambah penghasilan warga.

Magot juga diolah di Telihan recycle. Bahan bakunya didapat dari pasar. “Mereka dihubungi oleh pedagang bahwa ada sisa-sisa sayur atau makanan yang nanti mereka olah menjadi magot (pakan ternak atau ikan). (adv/sya)

Bontang Selatan Bertekad Pertahankan Juara Umun

0

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan siap merebut kembali piala juara umun di MTQ tingkat kota ke-16. Sebelumnya, Kecamatan Bontang Selatan selalu membawa pulang piala juara umum.

Rabu (16/11/2022) malam, saat pembukaan MTQ tingkat kota di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang, Camat Bontang Selatan Kamsal melakukan penyerahan piala juara umum untuk kembali diperebutkan di ajang MTQ kali ini.

Kamsal tetap optimistis bahwa Bontang Selatan bisa kembali mendapatkan juara umum. Dengan total 206 peserta juga merupakan yang terbanyak dari kecamatan lain. “Kita serahkan saja dulu pialanya, nanti kita bawa pulang lagi ya,” jelasnya. (adv/sya)

DPMTPSP Miliki Layanan Ramah Disabilitas dan Lansia

0

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan lembaga penyelenggaran pelayanan dan perizinan. Dalam mempermudah pelayanan perizinan masyarakat Kota Bontang, DPMPTSP membuka pelayanan malam, juga memiliki layanan yang ramah disabilitas dan lansia.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk peningkatan pelayanan yang menyeluruh untuk seluruh warga dan masyarakat Kota Bontang. Andi Hasanuddin Akmal selaku Sekretaris DPMPTSP Bontang pada 3 November 2022 menyampaikan bahwa seluruh masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama.

“Sama dengan masyarakat secara umum, penyandang disabilitas maupun lansia itu harus tetap mendapatkan pelayanan yang merata. Jadi kami berikan loket khusus disabilitas dan lansia,” ujarnya.

Dalam membantu dan mempermudah para penyandang disabilitas dan lansia, selain loket khusus ada juga jalur masuk di depan pintu DPMPTSP dan terdapat parkir khusus, tepat di depan kantor DPMPTSP Kota Bontang.

“Untuk jalur masuk, kami siapkan jalur khusus dengan bantuan pagar penyangga di bagian kanan tangga,” ujarnya. (sc/adv)