Beranda blog Halaman 847

Hindari Pungli, Jukir Liar di Berbas Pantai Diimbau Urus Perijinan

0
Hindari Pungli, Jukir Liar di Berbas Pantai Diimbau Urus Perijinan
Tim gabungan saat mengimbau jukir liar di Kelurahan Berbas Pantai yang ditemui. (ist)

BONTANG – Bhabinkamtibmas Berbas Pantai, Aipda Styo Wahyudi beserta tim gabungan terdiri Satpol PP, Dishub, Babinsa Berbas Pantai, dan Staf Kelurahan Berbas Pantai mengimbau petugas parkir liar di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (18/9/2023) pukul 20.30 Wita.

Aipda Styo Wahyudi menekankan, agar juru parkir (jukir) liar yang ditemui di sepanjang pertokoan Jalan Sultan Hasanuddin mengurus perijinan penyelenggara parkir di Dinas Perhubungan.

“Disamping menghindari praktek pungli, adanya petugas parkir resmi, masyarakat akan mendapatkan pelayanan parkir yang lebih baik dan terjamin keamanan kendaraanya,” ungkapnya mengutip dari Polrebontang.com.

Sejalan dengan Aipda Styo Wahyudi, Kabid Dishub Kota Bontang, Andi S. Mori juga mengatakan, disamping menghindari praktek pungli, dari pendapatan pajak parkir dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu perlu dilakukan upaya optimalisasi terhadap pemungutannya.

“Kami harap jukir liar yang kami temui, dapat mengurus perijinannya, untuk mempermudah dalam pengawasan identitas mereka kami data,” pungkasnya.

Editor: Yusva Alam

Rustam Nilai Harga Stand Animal Fest Terlalu Mahal

0
Rustam Nilai Harga Stand Animal Fest Terlalu Mahal
Ilustrasi maket stand Animel Fest Disdamkartan tahun lalu. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam menilai, harga Stand Animal Fest yang akan diselenggarakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang Oktober 2023 mendatang terlalu mahal bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, harga stand senilai Rp 2,7 juta untuk enam hari itu dinilai tidak sejalan dengan misi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi mikro.

“Dengan harga segitu, berarti mereka harus bisa dapat Rp 450 ribu sehari. Sanggup nggak pelaku usaha ini dapat segitu, apalagi kalau cuman jual minuman, saya rasa tidak tercover itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Politisi Golkar itupun menawarkan solusi agar membagi setiap cluster stand, dengan harga yang berbeda antar setiap penyewa.

”Lebih baik dibedakan harganya. Misalnya penjual minuman Rp 450 ribu enam hari, penjual makanan dan lainnya Rp 500 ribu, dan stand pameran atau promosi misalnya perbankan bisa Rp 2 juta, karena mereka (pameran/promosi) outputnya untuk memperkenalkan bukan keuntungan, beda dengan UMKM. Jadi jangan dipukul rata itu keliru,” imbuhnya.

Dirinya berharap kegiatan ini bisa sejalan dengan mengutamakan para pelaku UMKM, demi kesejahteraan masyarakat Bontang.

“Paling penting bagaimana setiap kegiatan instansi pemerintahan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tidak perlu mencontoh dari luar. Misal di Samarinda gandeng perusahaan, lembaga dan lainnya. Beda dengan pelaksanaan di Bontang yang didominasi pelaku UMKM. Jadi tidak adil kalau mau disamakan orang perbankan sama penjual minuman,” tekannya.

Rustam menegaskan, pasca covid-19 banyak pelaku UMKM sedang berusaha memulihkan ekonomi mereka. Pemerintah harusnya membuka ruang bagi mereka, bukan malah justru mengambil untung dari aktivitas ekonomi masyarakat kecil.  (al/adv)

Dewan Dukung Penegakan Perda Penertiban Anjal dan Gepeng

0
Dewan Dukung Penegakan Perda Penertiban Anjal dan Gepeng
Satpol PP menertibkan anjal dan gepeng beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Upaya penegakan perda penertiban anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian marak di Kota Bontang, mendapat dukungan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.

Penanganan masalah sosial ini menurutnya sudah seharusnya dilakukan, agar  tercipta kota taman yang kondusif, tertib, aman dan nyaman.

“Kami sepakat dan sangat mendukung. Apalagi kebanyakan mereka (gepeng) ini dari luar Bontang. Kalau kita biarkan malah nanti semakin banyak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Apabila para gepeng tersebut merupakan warga Bontang, maka dirinya mengaku siap membantu bersama pemerintah daerah. Seperti menyediakan rumah tinggal layak huni, pemberdayaan sosial dan ekonomi, pemberian bantuan sosial, dan lain-lain.

”Kalau betul-betul murni orang Bontang yang mengemis karena tidak mampu, oke akan kita bantu. Tapi kan realitanya kebanyakan ada yang koordinir dan bukan asli dari Bontang,” terangnya.

Selain itu kendala lainnya adalah, para gepeng ini dapat membahayakan pengguna lalu lintas, lantaran meminta-minta di pinggir jalan. Ia meminta semua pihak ikut berpartisipasi dengan tidak memberikan sesuatu, agar tidak membahayakan dirinya sendiri juga orang lain.

“Kami tidak larang masyarakat bersedekah. Tapi jangan sampai kebaikan kita justru memicu semakin banyak gepeng ke sini, dan menimbulkan masalah sosial baru. Mereka malah lebih milih ngemis daripada kerja yang lebih layak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Bontang Ahmad Yani melalui Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol-PP Eko Mashudi mengatakan, upaya penertiban Anjal dan Gepeng ini terus dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bontang sesuai dengan Perda Kota Bontang yang berlaku.

“Hal ini sesuai dengan Perda Bontang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Serta Perlindungan Masyarakat. Maka upaya penertiban para gepeng di Kota Bontang perlu semakin massif dilakukan,” pungkasnya. (al/adv)

Peran Penting Perempuan Ajak Masyarakat ke TPS

0
Peran Penting Perempuan Ajak Masyarakat ke TPS
Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Organisasi Wanita Bontang Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Di pemilu tahun 2022 lalu, hanya  hanya 70 persen masyarakat di Kaltim yang pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 100 persen yang terdaftar memiliki hak pilih.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sigit Alfian  mengatakan, sosialisasi ini penting, karena diharapkan pada tahun 2024 mendatang 100 persen warga Kaltim yang memiliki hak pilih bisa menggunakan suaranya.

Di Kota Bontang sendiri terdapat 131.595 pemilih, pemilih laki-laki sebanyak 68.135 dan pemilih perempuan sebanyak 63.459.

“Kami pinginnya masyarakat Kaltim bisa pergi ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya di Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Organisasi Wanita Bontang Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, Senin (18/9/23).

Alasan Kesbangpol memilih organisasi wanita Bontang sebagai peserta, karena perempuan dinilai memiliki kekuatan untuk mengajak dan menyebarkan informasi kepada keluarga dan sekitarnya.

“Selain dengan teman dan lingkungan sekitar, seorang perempuan yang merupakan ibu rumah tangga diyakini pasti bisa memberitahu keluarganya untuk dapat pergi ke TPS saat pemilu nanti,” bebernya.

Ketika para pemilih hanya sedikit yang mau ke TPS, kinerja kesbangpol akan terlihat lemah karena tidak bisa merangkul masyarakat untuk melakukan pemilihan. Disadari selama ini sosialisasi pemilu hanya kepada kelompok masyarakat tertentu.

“Selain itu saya ingin menyampaikan kepada mereka juga untuk melakukan pemilu yang damai, saya yakin kalau perempuan sudah bicara pasti didengar dan dilaksanakan,” tambahnya.

Dikatakan juga bahwa Kaltim ini rawan pemilu, artinya karena etnis yang begitu banyak, perpecahan lebih mudah terjadi jika tidak sependapat. Sehingga pendekatan akan semakin berat dan itu menjadi tugas Kesbangpol untuk menyatukan.

“Dengan melakukan pendekatan lewat para ibu-ibu rumah tangga ini, diharapkan bisa mempersatukan kita semua, jadi pengunjung TPS juga bisa meningkat,” harapnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Paskibra Studi Tour ke Bali November Mendatang

0
Paskibra Studi Tour ke Bali November Mendatang
Sigit alfian, Kepala Badan Kesbangpol. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang memastikan tujuan study tour para anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Bontang adalah ke Bali.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sigit Alfian mengungkapkan, berdasarkan aturan perwali tiket perjalanan hanya sebesar Rp 3.5 juta. Kebetulan harga tiket pesawat ke Bali saat ini lebih murah sehingga bisa diberangkatkan.

Dikatakannya, pesawat menuju Bali dari Balikpapan tidak ada transit, hanya saja ketika pulangnya ada transit satu kali. Karena hanya sekali, dana perjalanan masih cukup.

“Rata-rata kalau ke daerah lain ada transit, kan lumayan, kita menyesuaikan harga juga agar cukup,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Rujab Wali kota, Senin (18/9/23).

Keberangkatan paskibraka direncanakan pada tanggal 13 November 2023 mendatang, masing-masing mereka nantinya akan menerima uang saku sebanyak Rp 300 ribu per hari.

“Nantinya mereka akan di sana selama 4 hari, totalnya jadi Rp 1.2 juta per orang,” bebernya.

Tim yang berangkat berjumlah sekitar 80 anggota, dan karena mereka akan menjadi duta pancasila, di Bali mereka juga akan menerima sosialisasi terkait pancasila.

“Di sana mereka akan mendatangi tempat bersejarah juga, supaya sekaligus belajar tentang budaya,” imbuhnya.

Dengan belajar di tempat bersejarah dan tempat wisata, diharapkan paskibraka Bontang bisa membantu pembangunan Kota Bontang yang juga sedang menuju kota wisata, sehingga dapat menggali potensi lainnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Ngeluh Sakit Kepala, Mayat Pria Ditemukan Dalam Kontrakan di Gunung Telihan

0
Ngeluh Sakit Kepala, Mayat Pria Ditemukan Dalam Kontrakan di Gunung Telihan
Proses pemindahan mayat A ke RSUD. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sesosok mayat berinisial A ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya, di Kelurahan Gunung Telihan, Jalan Denpasar 3, RT 09, Senin (18/9/2023).

Tetangga korban, Yuli Iskandar mengaku curiga saat A tidak keluar rumah pada jam 10.00 pagi, sehingga ia berinisiatif untuk membangunkan A sekalian menawarkan sarapan pagi.

Yuli berusaha mengetok pintu beberapa kali namun tidak ada respon. Sampai akhirnya ia memutuskan masuk ke rumah tersebut, dan ternyata menemukan A meninggal dunia. Mayatnya sudah membiru dengan mulut mengeluarkan busa.

“Saya masuk karena pintu juga tidak dikunci, ternyata pas masuk A sudah kaku,” jelasnya.

Tetangga korban mengakui, bahwa A merupakan orang yang cukup tertutup, namun tetap bersosialisasi dengan warga sekitar. Ia juga sering meminta tolong kepada Yuli semisal ingin pergi berobat.

Hari Minggu (17/9/23) sore kemarin ia sempat ditawari istrinya nasi goreng, dan memang kondisi A sudah mengeluh sakit kepala dan sedang meminum obat-obatan. Sebab itu pagi tadi ia berinisiatif menawarkan sarapan. A hari-harinya bekerja sebagai tukang lepas, dan aslinya juga warga Bontang Kuala.

“Dia kemarin cuma bilang sakit kepala, tapi sebelumnya bilang kalau ada maag,” jelasnya

Setelah ini jasad A akan dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang untuk di autopsi. Paman A, Suharno mengatakan almarhum akan dikebumikan di pemakaman umum Bontang Kuala.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva alam

Tambahan Insentif RT Dipastikan Naik Oktober 2023, Segini Besarannya!

0
Tambahan Insentif RT Dipastikan Naik Oktober 2023, Segini Besarannya!
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang mengusulkan kenaikan insentif RT. (ist)

BONTANG – Legislatif kembali menyuarakan usulan kenaikan insentif perangkat RT, guru mengaji, hingga Kader Posyandu. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang usai rapat paripurna beberapa waktu lalu.

Menurut BW sapaan akrabnya, usulan tersebut disampaikannya kembali lantaran mereka kerap menanyakan kepastian kapan Insentif itu bisa segera diberikan

“Mereka sudah sering menanyakan instensif ini kepada saya. Saya tidak bisa jawab karena memang belum bisa memberikan kepastian. Saya minta tindak lanjutnya ini pemerintah seperti apa,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini insentif yang diterima oleh jajaran RT saat ini berkisar Rp1 juta, sedangkan besaran insentif untuk para kader dan guru mengaji saat ini ialah Rp150 ribu.

Menurutnya insentif itu masih terlalu kecil sehingga perlu ditambah.”Harus ditambah, terlalu kecil itu. Ini juga kan sebagai bentuk perhatian pemerintah,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Basri menyebut akan menaikkan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan. Artinya, insentif yang akan diterima sebesar Rp1,1 juta.

“Tambahan Insentif RT kita rata semua Rp 100 ribu termasuk kader posyandu dan guru-guru ngaji,” tandasnya.

Diketahui, saat ini Pemkot Bontang sudah memastikan akan menaikkan insentif RT di Oktober 2023 ini senilai Rp 100 ribu. Perangkat RT itu terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, realisasi dengan insentif baru akan dilakukan pada Oktober 2023. Karena alokasi anggaran masuk dalam APBD Perubahan  2023 yang baru saja diketuk Rp 2,5 triliun. (al/adv)

Dispopar Adakan Sosialisasi TDUP untuk Pelaku Sektor Wisata

0
Dispopar Adakan Sosialisasi TDUP untuk Pelaku Sektor Wisata
Seluruh peserta TDUP dan Dispopar berfoto bersama usai sosialisasi. (ist)

BONTANG – Bidang Pariwisata Dispopar Bontang mengadakan sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Rabu (13/9/2023) lalu bertempat di Ruang Rapat Dispopar Bontang.

Kegiatan ini mengundang para pelaku sektor pariwisata Kota Bontang seperti jasa perjalanan wisata, penyedia akomodasi, jasa penyedia makanan/minuman dan lainnya. Dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti.

Sekretaris Dispopar Bontang menyampaikan, kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk para pelaku sektor pariwisata mengetahui pentingnya TDUP, sehingga bisa meningkatkan daya saing usaha pariwisata khususnya di Kota Bontang.

“Manfaat yang didapatkan oleh pelaku usaha dari TDUP ini yaitu, memiliki legalitas resmi yang diakui pemerintah, mendapat perlindungan hukum dalam berusaha, bisa dimanfaatkan sebagai syarat dalam melaksanakan uji kompetensi usaha dan profesi yang dilakukan oleh LSP,” beber Rita.

Ditambahkannya, adanya TDUP juga memudahkan pelaku usaha untuk bisa mengajukan proposal kegiatan juga tender ke para konsumen.

Adapun narasumber yang dihadirkan di antaranya dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimatan Timur, Imam Rusdi Hidayat dan dari Politeknik Negeri Samarinda, I Wayan Lanang Nata. (al/adv)

Rencana Gusung Jadi Objek Wisata, Rustam: Benahi Infrastrukturnya Dulu!

0
Rencana Gusung Jadi Objek Wisata, Rustam: Benahi Infrastrukturnya Dulu!
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam dukung rencana Gusung jadi objek wisata. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam, mendukung rencana pemerintah menjadikan Pulau Gusung sebagai objek destinasi wisata baru di Kota Bontang. Tetapi dirinya meminta agar infrastrukturnya dibenahi terlebih dulu.

“Saya pribadi dukung rencana itu. Potensi sumber daya dan kearifan lokal di Pulau Gusung sangat potensial dimanfaatkan lebih maksimal,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, upaya ini sejalan dengan visi misi Pemkot Bontang untuk meningkatkan pendapatan UMKM dan pariwisata Bontang.

Karenanya dia meminta agar pemerintah daerah bisa segera membenahi infrastruktur sarana dan prasarana di Pulau Gusung, sehingga layak dijadikan sebagai lokasi wisata.

Menurutnya, pemerintah terlebih dahulu harus membenahi aspek pendidikan, kesehatan, dan lainnya yang sejalan dengan rencana pengembangan potensi wisata di sana.

“Jangan sampai kita mau kembangkan wisatanya, tapi masalah sosial, pendidikan, dan kesehatan justru diabaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang,  Ahmad Aznem mengatakan, rencana pengembangan potensi wisata Pulau Gusung saat ini tengah digodok.

Adapun tahap kajian Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW) Pulau Gusung hampir rampung.

“Semua daerah yang berpotensi itu akan kami kembangkan. Seperti Tihi-Tihi dan Selangan. Kami inginnya bisa seperti Malahing juga,” terangnya. (al/adv)

Kolaborasi Bersama PI Grup, Pupuk Kaltim Tanam Ratusan Bibit Pohon Program Community Forest

0

KESINAMBUNGAN komitmen dalam mendorong dekarbonisasi dan mencapai target Net Zero Emission, terus diperluas PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Community Forest, dengan penanaman berbagai jenis pohon untuk memberi manfaat di masa depan.

Kali ini Pupuk Kaltim mengajak sekaligus melibatkan seluruh perusahaan di Pupuk Indonesia Grup, untuk turut serta berpartisipasi melalui aksi nyata community forest sebagai bentuk komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan dan kawasan.

Langkah ini pun ditandai penanaman serentak berbagai bibit oleh ratusan karyawan Pupuk Kaltim, bersama perwakilan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup di halaman parkir GOR Pupuk Kaltim, pada rangkaian Pupuk Indonesia Quality Improvement Innovation Convention (PIQI), Senin (11/9/2023).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan perluasan community forest merupakan salah satu langkah aktif Pupuk Kaltim mendorong dekarbonisasi melalui komitmen penanaman berbagai jenis pohon, dengan target 10 juta bibit di tahun 2030. Langkah ini sejalan dengan prinsip Environment, Social dan Governance (ESG) yang diusung Pupuk Kaltim dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan.

Persebaran penanaman bibit tidak hanya di lingkungan Pupuk Kaltim, tapi juga menyasar berbagai wilayah di Indonesia dengan partisipasi aktif sejumlah pihak yang turut peduli terhadap perbaikan lingkungan. Diantaranya kolaborasi bersama TNI, Pemerintah Daerah maupun organisasi lingkungan bersama masyarakat yang berfokus di kawasan timur Indonesia.

“Program ini tidak hanya menyasar perbaikan lingkungan tapi juga mendorong aspek pemberdayaan untuk pemanfaatan lahan tidur, agar kedepan bibit yang ditanam turut memberi manfaat bagi masyarakat,” terang Soesilo.

Dijelaskan Soesilo, community forest menjadi program tahap pertama dekarbonisasi yang difokuskan Pupuk Kaltim pada carbon offset, dengan target sebesar 600.000 ton CO2 eq per tahun.

Sementara tahap kedua, Pupuk Kaltim akan memfokuskan realisasi pada low carbon sourcing dan carbon capture storage, sebagai kesinambungan langkah korporasi dalam menciptakan iklim usaha yang lebih hijau dan bebas emisi karbon.

Untuk itu, Pupuk Kaltim tidak hanya mendorong peran serta berbagai pihak di lingkup eksternal, tapi juga keaktifan karyawan bersama keluarga besar perusahaan dengan turun langsung melakukan aksi pelestarian lingkungan untuk penanaman hingga perawatan pertumbuhan berbagai jenis bibit.

Dimana dari 10 juta target pohon yang akan ditanam, 6 juta diantaranya difokuskan kepada tanaman mangrove untuk merehabilitasi kawasan pesisir, serta 4 juta lainnya penanaman berbagai jenis bibit pohon hingga buah-buahan.

“Community forest bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan integratif, sekaligus upaya menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 32 persen,” tambah Soesilo.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, mengapresiasi Pupuk Kaltim yang terus meningkatkan realisasi perluasan program, yang kali ini turut melibatkan perwakilan seluruh perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup untuk secara bersama terlibat aktif dalam perbaikan lingkungan. Rahmad pun mendorong community forest semakin diperluas Pupuk Kaltim, agar lahan tidur maupun kritis yang ada bisa dioptimalkan kembali melalui penanaman berbagai jenis pohon dan komoditas.

“Dari perluasan community forest, perwujudan prinsip ESG yang dikedepankan Pupuk Kaltim dalam mendorong keberlanjutan diharap dapat menjadi tolok ukur kontribusi dunia industri terhadap lingkungan dan sosial,” pungkas Rahmad Pribadi. (ADV)