Beranda blog Halaman 846

Musim Penghujan Datang, Dinas PUPRK: Lokasi Rawan Banjir Dipastikan Aman

0
Musim Penghujan Datang, Dinas PUPRK: Lokasi Rawan Banjir Dipastikan Aman
Kadis PUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo saat meninjau lokasi rawan banjir. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah meninjau sejumlah lokasi titik rawan banjir saat musim penghujan datang. Hasil peninjauan disebutkan, hingga saat ini lokasi rawan banjir masih terbilang aman, Minggu (7/7/2024) kemarin.

Kepala Dinas (Kadis) PUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo mengatakan, ada beberapa lokasi yang menjadi titik rawan banjir saat hujan datang, meliputi Jalan Tomat, Jalan Imam Bonjol, Simpang Empat SMAN 2, hingga RT.14 Gunung Elai.

“Kita sangat mengantisipasi titik rawan banjir saat hujan deras, yang dimana pada 2019 lalu terdapat banjir besar mengenang 515 hektar wilayah yang terdampak,” ucapnya.

Akibat banjir melanda menyebabkan kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), akibat alih fungsi lahan, intensitas hujan tinggi, dan sistem drainase yang terbilang kurang optimal.

“Kami telah menyiapkan 52 petugas pembersih sungai atau pambers dan 6 ekskavator untuk melakukan pembersihan. Bahkan program penanggulangan banjir telah mencapai 80 persen realisasi,” paparnya.

Sebelumnya, kawasan simpang empat SMAN 2 hingga sepanjang Sungai Dahlia hanya terdapat pelebaran 30 cm saja, akan tetapi nantinya lokasi parit akan dikerjakan menjadi 2,5 meter, sepanjang 225 meter. Sejumlah warga pun juga menyetujui adanya perubahan tersebut, hingga saat ini masuk tahap perencanaan ke depan.

“Untuk wilayah di Jalan Imam Bonjol pun, sejak dibangunnya turap sudah tidak ada lagi banjir,” tambahnya.

Diketahui pada 2019 lalu, ada sebanyak 117 RT yang terdampak banjir. Bahkan jumlah terbesar di wilayah Kecamatan Bontang Utara meliputi 63 RT, 4.135 KK, dan 14.184 jiwa. Untuk di Kecamatan Bontang Selatan tercatat 23 RT, 518 KK, dan 2.287 jiwa.

Hingga di Kecamatan Bontang Barat 31 RT, 983 KK, dan 4.496 jiwa. Pemerintah juga mencatat ada sebanyak 752 unit rumah yang terdampak banjir, pada tahun 2019 lalu.

“Untuk sekarang, dalam waktu 6 bulan mulai Januari hingga Juni 2024 banjir akibat luapan air di sungai telah berkurang secara signifikan. Pastinya kami akan kerjakan sesuai dengan program yang ada, dimana masih 80 persen akan menjadi 100 persen,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemancing yang Hilang Pagi Ini Ditemukan Mengapung di Dekat Keramba

0
Pemancing yang Hilang Pagi Ini Ditemukan Mengapung di Dekat Keramba
Keadaan pemancing saat ditemukan mengapung di perairan Loktuan. (tangkapan layar).

BONTANG – Seorang pemancing berinisial Ma, yang diduga ingin menyelamatkan kapalnya yang hanyut di perairan Loktuan telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (7/7/2024), sekitar pukul 21.30 Wita.

Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam mengatakan, bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan mengapung dengan posisi berdiri di perairan, setelah ingin menyelamatkan kapalnya yang hanyut sejauh 15 meter.

“Awalnya muncul kepalanya saja, karena posisi korban mengapung dengan keadaan berdiri,” jelasnya.

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi, dimana awal korban menghilang. Korban mengapung di dekat Keramba Jaring Apung (KJA), tim gabungan beserta warga yang telah menemukan korban.

“Korban sudah dibawa ke rumahnya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, korban beserta kawannya hendak pergi memancing, akan tetapi keadaan cuaca yang sedang tidak mendukung disertai hujan deras, korban dan kawannya pergi untuk berteduh.

Akan tetapi saat ingin mengikat kapal, tiba-tiba saja tali kapal terputus dan hanyut terbawa ombak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hanyut saat Ingin Selamatkan Perahu, Pemancing Hilang di Perairan Loktuan

0
Hanyut saat Ingin Selamatkan Perahu, Pemancing Hilang di Perairan Loktuan
Pencarian korban tenggelam di wilayah perairan Loktuan, Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Seorang pemancing berinisial Ma dilaporkan menghilang di perairan Loktuan, Minggu (7/7/2024), sekitar pukul 08.00 Wita.

Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam, menyampaikan bahwa awalnya korban bersama kawannya akan berniat pergi untuk memancing, akan tetapi cuaca yang buruk dan disertai hujan deras tadi pagi, keduanya akan berteduh di sekitar lokasi dekat kapalnya.

“Mau mengikat perahu, tiba-tiba talinya putus. Akhirnya perahu hanyut terbawa ombak, sehingga korban berenang untuk mengejar kapalnya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Tak berselang lama, korban yang mengejar kapalnya sudah tidak lagi terlihat lagi oleh kawannya. Hingga di waktu yang sama, melihat pemilik Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat itu melintas, kawan korban langsung menyampaikan bahwa rekannya hilang saat sedang badai.

“Katanya korban ini berenang mengejar kapalnya hingga sejauh 15 meter, saat ini pun pihak dari kami masih melakukan pencarian,” jelasnya.

Umam menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar lebih bisa berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut, dimana sekarang cuaca lagi sedang tidak baik.

Selanjutnya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, untuk membantu pencarian korban.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemilihan Ulang, Hartono Terpilih Ketua PCNU Bontang yang Baru

0
Pemilihan Ulang, Hartono Terpilih Ketua PCNU Bontang yang Baru
Pelaksanaan Konfercab PCNU Bontang di Gedung NU. (ist)

BONTANG – Hartono S.Ag terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang yang baru, Minggu (7/7/2024).

Terpilihnya Hartono setelah melalui Konferensi Cabang (Konfercab) V PCNU Bontang periode 2024 – 2029, yang berlangsung Minggu (7/7/2024) pagi tadi di Gedung NU Bontang.

Dijelaskan Selamet Raharjo, mantan Mustasyar PCNU Bontang, konfercab ini diadakan kembali untuk melaksanakan pemilihan ulang Ketua PCNU Bontang. Hal ini lantaran, Ketua PCNU Bontang yang sudah terpilih yaitu Almarhum Kamilan terpilih sebagai ketua namun meninggal dunia.

“Almarhum Kamilan sudah terpilih sebenarnya, tapi belum dilantik. Karena takdir almarhum berpulang lebih dulu, maka dilaksanakan pemilihan ulang,” ujarnya.

Dijelaskannya kembali, pemilihan ulang ini berdasarkan musyarawarah mufakat. Karena para pengurus PCNU di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Bontang Utara, Bontang Barat, dan Selatan bersepakat untuk memilih Hartono sebagai ketua yang baru.

“Para pengurus PCNU di 3 kecamatan ini merupakan pemilik suara yang sah di konfercab. Mereka sepakat memilih Hartono,” jelasnya.

Hartono yang saat ini menjabat Kepala KUA Bontang Utara itu, bakal menjabat Ketua PCNU Bontang periode 2024-2029.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Api Besar Lahap Rumah di Pos 7 Loktuan

0
Api Besar Lahap Rumah di Pos 7 Loktuan
Kebakaran di Pos 7 Loktuan. (Syakura)

BONTANG – Api besar melahap beberapa rumah di wilayah pos 7 Kelurahan Loktuan, Minggu (7/7/24) malam.

Fahry, warga sekitar lokasi kejadian menjelaskan, saat itu anak-anak kecil yang biasa bermain di wilayah sekitar berteriak, bahwa ada api dari sebuah rumah yang sekaligus toko kelontong tersebut.

Ia menyebutkan, pemilik bangunan tersebut sedang perjalanan menuju ke Kota Bontang setelah menunaikan ibadah haji di tanah suci.

“Tokonya digembok kita tidak bisa apa-apa, sudah kita usahakan mau dibobol” ujarnya.

Sebanyak 3 rumah ludes terbakar. Api berjalan dengan cepat karena rumah berdempetan, serta rumah yang merupakan sumber api juga menjual bensin.

Dikatakan, saat kebakaran ini, sang anak penjaga rumah juga sedang berada diluar rumah,”Biasanya ada saja yang nongkrong, tumben ini sepi, jadi agak lambat sadarnya,” tambahnya.

Saat berita ini ditayangkan, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Terminal Bus KM 6 Tak Kunjung Kelar, Legislatif Minta Kejelasan Progresnya

0
Pembangunan Terminal Bus KM 6 Tak Kunjung Kelar, Legislatif Minta Kejelasan Progresnya
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pembangunan Terminal Bus Bontang di Kilometer 6, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat menjadi sorotan DPRD Kota Bontang. Lantaran hingga saat ini proyek itu belum juga terselesaikan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina menyatakan, pembangunan terminal sudah memakan waktu cukup lama, sehingga sampai detik ini pun masih belum ada tanda-tanda penyelesaian pembangunan.

Dikatakannya, walaupun pembangunan ini di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, setidaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memiliki hak untuk mempertanyakan sampai sejauh mana pengerjaan terminal akan selesai.

“Pembangunan terminal ini kapan selesainya, menurut saya harus ada kejelasan. Karena tempat ini menjadi pusat banyak orang, terutama bagi orang pendatang,” ucapnya saat rapat paripurna, beberapa waktu lalu.

Bahkan dirinya mengakui, belum tahu menahu sampai sejauh mana pembangunan terminal berlangsung. Menurutnya pembangunan terminal tersebut seharusnya sudah terselesaikan, bahkan sudah bisa untuk segera digunakan.

“Sampai sekarang pun kita belum mengetahui, sudah berapa persen pengerjaannya,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, bahwa progres pembangunan terminal dari pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, juga sempat melakukan tinjauan secara langsung.

“Dishub Kaltim mengatakan, jika ada keterlambatan dalam pembangunan terminal, prosesnya pun masih di tahap pengerjaan. Nantinya kita meminta Dishub Bontang untuk menyurati kembali ke Dishub Kaltim,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Wali Kota: Pembangunan RKM untuk Kembangkan Pariwisata dan Ekraf Bontang

0
Wali Kota: Pembangunan RKM untuk Kembangkan Pariwisata dan Ekraf Bontang
Progres pembangunan RKM di Lapangan HOP 1 sudah berjalan. (Dok)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, tujuan pembangunan Rumah Kreasi Millenial (RKM) adalah salah satu langkah strategis dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) yang ada di Kota Bontang.

“Di Kota Bontang ini memiliki potensi yang besar dalam kearifan lokal, dan SDM nya pun sangat mendukung. Maka dari itu, kita harus kembangkan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/7/2024).

Tak hanya sampai di situ, Basri ingin RKM menjadi pusat bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Bontang. Mengajak seluruh masyarakat, agar bisa membuat ide-ide cemerlang menjadi suatu karya yang berkualitas nantinya.

Dengan adanya penyedia sarana ruang kreatif, Pemkot Bontang akan berupaya untuk membangun infrastruktur yang mendukung di 17 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi.

Dalam proyek pembangunan RKM tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, akan tetapi juga menjadi simbol komitmen Kota Bontang dalam memajukan ekonomi kreatif dan memberdayakan masyarakat lokal, untuk menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki.

“Sangat diharapkan RKM ini nantinya, akan menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” jelasnya.

Diketahui, pembangunan RKM berlokasi di Lapangan HOP 1. Pembangunan mulai berjalan sejak 20 Mei 2024 lalu, dan untuk penyelesaian pembangunan ditargetkan hingga 15 Desember 2024 mendatang.

Untuk pembangunan RKM ini di bawah naungan CV. Bamba Puang, dengan dukungan konsultan dari CV. Piramid Global Konsultan. Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 4,9 miliar, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Progres RKM 8,36 Persen, Target Selesai 15 Desember 2024

0
Progres RKM 8,36 Persen, Target Selesai 15 Desember 2024
Lokasi pembangunan RKM di Lapangan Hop 1, Kelurahan Satimpo, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pembangunan Rumah Kreasi Milenial (RKM) di Lapangan Hop 1, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, saat ini masih tahap 8,36 persen. Pembangunannya ditargetkan selesai 15 Desember 2024 mendatang.

Pelaksana Proyek, Adipt Maraja mengatakan, pembangunan yang dikerjakan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 sebesar Rp 4,9 miliar.

Selain itu untuk bangunan gedung seluas 20×20 meter, dengan luas lahan 20×60 meter, dan luas halaman 40 meter. Untuk pengerjaannya di bawah naungan CV. Bamba Puang.

“Untuk pengerjaan sudah berlangsung selama 6 minggu, mulai 20 Mei 2024. Target selesai pembangunan dalam waktu 210 hari kalender,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (6/7/2024).

Hal ini petugas telah melakukan pengerjaan seperti pemasangan pagar keliling, bekisting, perakitan besi, pengadaan material, bahkan pembangunan gudang.

“Untuk target pemancangan mulai minggu depan,” tambahnya.

Perlu diketahui, untuk pembangunan RKM ini tidak seperti bangunan pada umumnya, yang berbentuk persegi atau kotak. Akan tetapi bangunan RKM nantinya akan berbentuk bulat.

“Nantinya di dalam terdapat seperti aula, fasilitas tempat untuk UMKM, kantor, masih banyak lagi,” paparnya.

Sejauh ini ada sebanyak 15 pekerja yang terlibat dalam pembangunan RKM, bahkan seluruh pekerja semuanya adalah pekerja lokal.

“Nantinya akan kami tambah lagi sebanyak 25 pekerja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Satpol PP Tertibkan Baliho dan APK Tak Berizin

0
Satpol PP Tertibkan Baliho dan APK Tak Berizin
Petugas Satpol PP melakukan pencabutan baliho tak berizin di sepanjang jalan Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang melakukan penertiban baliho atau Alat Peraga Kampanye (APK) yang tak berizin di sepanjang jalan Kota Bontang, Sabtu (6/7/2024).

Kepala Satpol PP Kota Bontang, Ahmad Yani menyampaikan, hal ini dilakukan untuk penertiban, bahkan APK yang masa izinnya sudah habis pun mau tidak mau juga harus dicabut, karena tidak ada perpanjangan kontrak.

“Kami tertibkan semuanya, tanpa terkecuali. Jangankan yang tidak berizin, yang berizin pun akan kami cabut jika kontraknya tidak diperpanjang,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Mengenai hal itu, sudah banyak sekali baliho atau APK yang telah petugas cabut, karena petugas melakukan pencabutan setiap harinya.

“Sudah banyak yang kami cabut balihonya, seperti contohnya punya Sutomo Jabir. Untuk baliho dia sendiri pun ada sekitar 96 baliho,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan, Petugas Satpol PP hanya menjalankan tugasnya untuk mencabut baliho atau APK yang sudah habis masa izinnya. Bahkan sebelum mencabut baliho dilakukan, mereka akan terlebih dahulu mengkonfirmasi ke pihak yang bersangkutan dengan jarak waktu dua hari.

“Sebelumnya pasti kami lakukan konfirmasi dulu, tidak asal cabut saja. Sesuai dengan surat penugasan,” paparnya.

Selanjutnya baliho atau APK yang telah dicabut petugas, akan diserahkan langsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang. Selama pencabutan ada sekitar 7 petugas yang turun langsung kelapangan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lapangan Hop 1 Akan Dibangun RKM, Tri Ismawati: Sisihkan Lahan untuk Tempat Olahraga!

0
Lapangan Hop 1 Akan Dibangun RKM, Tri Ismawati: Sisihkan Lahan untuk Tempat Olahraga!
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang, Tri Ismawati saat menyampaikan pendapat di rapat paripurna. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang, Tri Ismawati memberikan masukkan pada rencana Pemkot Bontang yang bakal membangun Rumah Kreasi Milenial (RKM) di Lapangan HOP I, Pisangan Kelurahan Satimpo.

Tri Ismawati menyampaikan, dalam pembangunan RKM jangan sepenuhnya menggunakan seluruh lahan lapangan yang ada, sebab dirinya ingin sebagian lapangan bisa dibuat untuk tempat olahraga umum, atau jogging track.

“Mengingat di lapangan tersebut banyak masyarakat yang berolahraga, tolong sisihkan tempat untuk masyarakat tetap bisa berolahraga,” ucapnya saat rapat rapipurna, beberapa waktu lalu.

Diketahui lahan tersebut telah dihibahkan dari perusahaan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, bahkan anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 5 miliar.

“Karena sebagian lahan telah dipakai untuk membangun kantor Kelurahan Satimpo, bahkan ditambah adanya pembangunan RKM. Saya ingin, mereka yang dari dulunya berolahraga di sana tidak kehilangan tempat,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, pastinya untuk pembangunan RKM tidak sepenuhnya memakai Lapangan Hop 1. Saat pembangunan pun nantinya akan dibuatkan sebagian lahan untuk sarana dan prasarana olahraga.

“Selain pembangunan RKM pastinya nanti ada lapangan mini soccer, tidak sepenuhnya lahan dipakai. Nanti saya meminta kepada PUPR untuk membicarakannya lebih lanjut,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam