Beranda blog Halaman 845

Dicurigai Masyarakat, Pria Bawa Sabu 0,53 Gram Ditangkap di Simpang Muara Badak

0
Dicurigai Masyarakat, Pria Bawa Sabu 0,53 Gram Ditangkap di Simpang Muara Badak
Pelaku pengedar sabu diamankan pihak kepolisian. (ist)

BONTANG – Polres Bontang kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba.

Kali ini seorang pria berinisial Re 36 tahun ditangkap di Muara Badak pada Kamis (21/9/2023) pukul 21.00 Wita.

“Penangkapan atas informasi dari masyarakat yang menyebut di Simpang Muara Badak sering digunakan transaksi narkoba,” kata Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Gatot Siswanto.

Saat dilakukan penyelidikan, ditemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Ketika digeledah didapati 1 poket sabu seberat 0,53 gram.

“Langsung kami bawa ke Polsek Muara Badak untuk dilakukan penahanan dan dimintai keterangan,” ujarnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Hadiri Sispam Pemilu 2024, AH Ingin Pemimpin Baru Jadikan Masyarakat Sasaran Utama Pelayanan Terbaik

0
Hadiri Sispam Pemilu 2024, AH Ingin Pemimpin Baru Jadikan Masyarakat Sasaran Utama Pelayanan Terbaik
Wakil Ketua DPRD Agus Haris saat hadiri Sispam Pemilu 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Agus Haris turut menyaksikan Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) oleh Polres Bontang, dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 di GOR Pupuk Kaltim, Jumat (22/9/23).

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan gambaran mengerikan jika kerusuhan Pemilu 2024 terjadi, namun tentu saja itu tidak sebanding dengan apa yang akan terjadi di lapangan jika sunguh-sungguh terjadi, mungkin akan lebih parah.

“Itulah sebabnya kita berkumpul dalam simulasi ini, kegiatan yang positif untuk kedamaian kita bersama,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Polres Bontang atas antisipasinya kejadian terburuk pada pemilu 2024 nanti. Namun, di luar simulasi ini Polres Bontang sudah bertanggung jawab melaksanakan kewajibannya dalam pengamanan persuasif.

Sebagai masyarakat tentu harus mendukung penuh, karena kita selalu ingin memasuki awal Pemilu dengan tenang dan gembira tentunya.

“Ini adalah pesta rakyat, dimana pemilihan dapat menjadi awal dari perwujudan untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Di dalam masing-masing calon kepala negara tentu akan ada visi dan misi, yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat mulai dari daerah, kabupaten/kota, maupun provinsi. Sehingga masyarakat harus menciptakan suasana aman.

“Saya harap apapun visi misi kandidat-kandidat yang tepilih mereka dapat menempatkan rakyat sebagai sasaran utama untuk diberikan pelayanan yang terbaik,” tutupnya. (sya/adv)

SIWO PWI Hadiri Raker KONI Bontang 2023

0
SIWO PWI Hadiri Raker KONI Bontang 2023
Raker KONI Bontang 2023 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Adil Kundhara)

BONTANG – Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Bontang menghadiri Rapat Kerja (Raker) KONI Bontang 2023. Kegiatan ini diselenggarakan Sabtu (23/9/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Ketua Panitia Raker KONI Bontang, Andi Amri mengatakan, kegiatan raker disiapkan selama satu bulan. Tentu banyak kekurangan dan kelemahan, sehingga tampilan acara sangat sederhana.

“Ini adalah pondasi untuk membangkitkan prestasi atlet di Bontang,” katanya.

Ketua KONI Bontang, Jamaluddin menambahkan, selama ini KONI selalu berkoordinasi dengan Dispopar, terkait kemajuan olahraga di Bontang. Rencananya bonus atlet untuk Porprov akan dibagikan sesegera mungkin.

“Kami terus bersinergi. Dispopar selalu memberi wejangan kepada KONI,” ucapnya.

Ia berharap prestasi olahraga di Bontang ke depan lebih baik. Berdasarkan data Pra PON Sumut, Bontang menjadi keempat daerah penyumbang terbesar di ajang itu. Ini membuktikan pembinaan dan komitmen terhadap olahraga sangat baik.

“Kawal dari awal hingga pra PON dengan baik. Daerah lain ternyata banyak pakai atlet luar daerah. Akhirnya tumbang mereka,” terangnya.

Memang Bontang masih kalah dari Balikpapan, Samarinda, dan Kukar. Karena mereka memiliki PPLP atau SKOI. Rencananya Pemkot juga akan melakukan pemetaan terkait PPLP.

Selain itu event tarkam juga menjadi bidikan Bontang. Dari 34 daerah yang mengajukan. Momentum raker ini diharapkan sinergi dalam menyiapkan atlet berprestasi. Termasuk organisasi cabor dan KONI.

“Organisasi yang baik harus memiliki planning terkait agenda keolahragaan. Raker ini juga punya rekomendasi yang bisa disampaikan ke pengprov,” tutur dia.

Ke depan minimal atlet bisa berangkat ikut pertandingan di luar Bontang. Sejatinya atlet Bontang bisa prestasi di kancah internasional. Tetapi ini butuh dukungan dari pemkot. Termasuk apabila perwali terkait keolahragaan tidak bisa diubah.

Sementara Ketua SIWO PWI Bontang, Adiel Kundhara berharap SIWO bisa masuk dalam cabang olahraga fungsional. Sebab sebelumnya statusnya sebagai peninjau. “Harapannya SIWO juga bisa menjadi peserta penuh. Dengan struktur yang baru ini kami akan terus menjalin komunikasi dengan KONI,” pungkasnya. (rls)

Editor: Yusva Alam

Kelurahan Satimpo Masuk 5 Besar Lomba Lingkungan Hijau dan Bersih

0
Kelurahan Satimpo Masuk 5 Besar Lomba Lingkungan Hijau dan Bersih
Penilaian lomba lingkungan hijau dan bersih di Kelurahan Satimo. (Ist)

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang melakukan kunjungan ke seluruh Kelurahan di Kota Bontang, dalam rangka Lomba Wilayah Lingkungan Hijau dan Bersih.

Kabid Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH, Muhajir mengungkapkan, digelarnya lomba tersebut karena Kota Bontang sebelumnya terus berhasil memenangkan penghargaan Adipura.

“Kita harapkan, kegiatan ini sebagai motivasi tiap kelurahan, agar  wilayah  mereka tetap hijau dan bersih,” ucapnya, Kamis (21/9/2023).

Lomba ini nantinya akan diagendakan menjadi kegiatan tahunan oleh DLH. Untuk pemenangnya belum ditentukan, namun Kelurahan Satimpo mendapatkan lampu hijau bahwa mereka berhasil masuk 5 besar.

“Kelurahan Satimpo jadi salah satu kelurahan yang berhasil masuk lima besar di tahap ketiga. Nanti kami akan menentukan juara I, II, III, harapan I dan harapan II,” ujarnya..

Sementara itu, Lurah Satimpo, Maryono menyebutkan, terdapat 5 RT di wilayahnya yang dinilai. Adapun kriteria penilaian perlombaan tersebut dinilai dari perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan serta penghijauan lingkungannya.

“RT yang dinilai dari pihak DLH, yaitu RT 14, RT 18, RT 6, RT 24 dan RT 23,” jelasnya.

Ia berharap, Kelurahan Satimpo bisa masuk di tiga besar sebagai pemenang lomba tersebut, agar dapat menjadi acuan untuk meningkatkan perilaku masyarakat dalam penghijauan serta kebersihan lingkungan.

“Swadaya masyarakat kami sudah baik, tapi dengan adanya lomba seperti ini, hal tersebut dapat lebih ditingkatkan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Lihat Panen Rumput Laut, Kadispopar Yakin Tihi-Tihi Punya Potensi Objek Wisata

0
Lihat Panen Rumput Laut, Kadispopar Yakin Tihi-Tihi Punya Potensi Objek Wisata
Kunjungan Kadispopar bersama Badak LNG ke Kampung Tihi-Tihi. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem menghadiri rangkaian kegiatan bersama Badak LNG, kali ini bertepatan di salahsatu wilayah pesisir binaan Badak LNG, Kampung Tihi-Tihi, Kamis (21/9/2023).

Kegiatan yang dihelat di kampung tersebut, terkait dengan pengembangan budidaya rumput laut yang menjadi salahsatu kegiatan rutin masyarakat setempat, bahkan sebagai sumber penghasilan.

Aznem mengapresiasi kegiatan tersebut, dan berharap kampung di atas air itu bisa menunjukkan eksistensinya di kancah nasional.

“Saya percaya Kampung Tihi-Tihi dapat menjadi salahsatu desa wisata terbaik di Indonesia, seperti Kampung Malahing. Tihi-Tihi punya potensi besar untuk menjadi salahsatu daya tarik objek wisata di Bontang, terlebih kampung ini didukung oleh beberapa perusahaan besar, di antaranya Badak LNG, PT Pama, dan PT Indominco Mandiri,” bebernya.

Selain melihat pengembangan dan panen rumput laut, kegiatan lainnya yakni membagikan beberapa peralatan sekolah untuk siswa siswi di kampung itu. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di Keramba Apung, Kampung Tihi-Tihi. (al/adv)

Simulasi Sispam Pengamanan Pemilu 2024, Najirah: Jangan Sampai Kejadian!

0
Simulasi Sispam Pengamanan Pemilu 2024, Najirah: Jangan Sampai Kejadian!
Simulasi penanganan kerusahan saat pemilu. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang menggelar Giat Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam), dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 bertempat di GOR Pupuk Kaltim, Jumat (22/9/23).

“Kita ingin memberikan gambaran, menunjukkan kepada masyarakat, penyelenggara pemilu untuk persiapan pengamanan 2023 – 2024,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Operasi Mantap Brata untuk pengamanan pemilu akan mulai dilakukan Polres Bontang pada tanggal 19 Oktober mendatang. Kegiatan ini merupakan gambaran pentingnya sinergritas dalam menciptakan pemilu yang aman.

AKBP Yusep mengharapkan, dengan pemilu ini masyarakat bisa menggunakan momen tersebut untuk mengadakan pesta demokrasi sebaik-baiknya.

“Gunakan hak anda untuk memilih, dan jangan mudah terprovokasi yang paling penting,” imbuhnya.

Ia juga berharap sampai setelah Pemilu 2024 nanti, masyarakat dapat menjaga Kota Bontang untuk tetap kondusif dan aman. Untuk partai politik juga harus ikut berperan mengurangi sekecil apapun pelanggaran.

“Pilihan boleh beda, tapi kita harus tetap menjaga keamanan Kota Bontang,” tambahnya.

Untuk pelanggaran politik tentu yang akan menangani adalah Bawaslu, namun jika terjadi pelanggaran tindak pidana akan menjadi ranah polisi.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengungkapkan, jangan sampai simulasi ini benar-benar terjadi, karena kita selalu mengharapkan pemilu yang damai sehingga Kota Bontang tetap kondusif.

“Saya berharap bahwa deklarasi damai ini bukan hanya kata-kata, tetapi juga tekad yang kuat untuk menjaga perdamaian selama pemilihan,” ungkapnya.

Dalam simulasi ini, Polres Bontang memberikan gambaran pengaturan lalu lintas selama pemilu berlangsung. Kemudian gambaran pengamanan polisi jika terjadi orasi yang berujung ricuh, dan demo-demo yang terjadi karena terdapat pihak yang tidak terima dengan hasil perhitungan.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dispopar Tinjau Stadion Bessai Berinta, Lapangan dan Tribun Bakal Direhab

0
Dispopar Tinjau Stadion Bessai Berinta, Lapangan dan Tribun Bakal Direhab
Aktivitas Dispopar Bontang meninjau Stadion Bessai Berinta sebelum direhab. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Ahmad Aznem meninjau Stadion Bessai Berinta, Rabu (20/9/2023). Tak hanya seorang diri, Aznem didampingi Sekretaris Dispopar, Rita Atin Widiarti, Kabid Olahraga Mukhtar, dan Sofyan Amir selaku konsultan yang ikut turun ke lapangan.

Aznem meninjau lapangan yang terletak di Jalan KS Tubun tersebut, dalam rangka memantau kondisi terkini sebelum dilakukan rehab oleh Pemkot Bontang. Khususnya di area tribun Stadion Bessai Berinta yang akan diperbaiki.

“Harapannya, kondisi lapangan dan tribun tersebut bisa memiliki standar nasional usai direhab nantinya,” ujarnya.

Saat ini, pihak Dispopar masih menggodok beberapa administrasi yang perlu dilengkapi. Selain itu juga pembuatan master plan terkait dengan renovasi lapangan Lang-Lang tersebut. Pihaknya berharap perbaikan Stadion Bessai Berinta dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di wilayah teresebut.

“Perbaikan Stadion Bessai Berinta ini tidak hanya untuk kebaikan masyarakat saat berolahraga, namun juga pelaku UMKM yang nantinya dapat berjualan di sekitar lapangan,” bebernya. (al/adv)

Suami Istri di Berbas Tengah Kompak Jual Sabu

0
Suami Istri di Berbas Tengah Kompak Jual Sabu
Sepasang suami istri kompak jual sabu. (ist)

BONTANG – Sepasang suami istri berhasil dibekuk Satresnarkoba Polres Bontang lantaran kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu, Kamis (21/9/2023. Pasangan suami istri ini ditingkap di Jalan Tipalayo, Berebas Tengah, pukul 18.30 Wita.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid, mereka ditangkap atas laporan masyarakat.

“Sabunya disimpan di kamar dan di dapur,” ungkapnya.

AS (40) dan istrinya Su (37) memiliki sabu sebanyak empat poket atau seberat 4,94 gram. Polisi juga mengamankan uang hasil penjualan senilai Rp3.550.000, HP, alat hisap dan dompet.

Saat diinterogasi, mereka mengaku mendapatkan sabu itu dari seorang pria yang selama ini berkomunikasi hanya via telepon.

“Sempat mereka buang barang bukti itu tapi didapat petugas,” katanya.

Mereka dijerat pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 atau pasal 112 ayat 1 Jo pasal 132 undang undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Bapenda Libatkan Perangkat RT Jadi Petugas Pendata Obyek PBB-P2

0
Bapenda Libatkan Perangkat RT Jadi Petugas Pendata Obyek PBB-P2
Wawali Najirah (3 dari kiri) saat hadiri bimtek Bapenda. (ist)

BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Validasi Obyek Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2023.

Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (20/09/2023) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Mengundang perangkat RT dan Karang Taruna se-Kota Bontang sebagai peserta.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Najirah menyampaikan, untuk mewujudkan pembangunan yang mencerminkan prioritas dan kepentingan masyarakat lokal dibutuhkan sumber pendapatan yang memadai.

Sesuai dengan semangat otonomi daerah, penyerahan kewenangan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan desentralisasi harus disertai dengan penyerahan pembiayaan, prasarana, personil dan dokumen sesuai dengan kewenangan yang diserahkan.

“Pemkot Bontang mencurahkan konsentrasi besar terhadap upaya menggali sumber-sumber penerimaan daerah. Tujuannya tidak lain tentu hanya berupaya memaksimalkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan di Kota Bontang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan fenomena Bontang yang bergantung pada dana transfer, akan menjadi ancaman nyata ketika terjadi instabilitas pendapatan negara dalam APBN dan berdampak pada penyaluran dana transfer ke daerah.

“Karenanya, harus ada perubahan mindset. Kita harus mampu berdiri sendiri, menciptakan sumber pendapatan untuk mampu membiayai secara mandiri urusan di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi terhadap Bapenda yang melibatkan mitra pemerintah yakni perangkat rt dan karang taruna sebagai petugas pendata obyek PBB-P2 di seluruh kelurahan.

“Pelibatan perangkat rt maupun karang taruna tentu menjadi komitmen kita menghasilkan database yang handal, mutakhir dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Diharapkan melalui database yang valid, pemerintah dapat melahirkan program-program yang tepat sasaran kepada masyarakat.

Editor: Yusva Alam

Mengapa Masyarakat Bangun Gedung Secara Swadaya Diawasi Dinas PUPR? Ini Alasannya

0
Mengapa Masyarakat Bangun Gedung Secara Swadaya Diawasi Dinas PUPR? Ini Alasannya
Ilustrasi pembangunan masjid. (ist)

BONTANG – Setiap bangunan gedung yang dibangun oleh masyarakat, meskipun berasal dari dana swadaya namun harus tetap dalam pengawasan Bidang Bina Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR Bontang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon), Dedy Nugraha.

Dikatakan Dedy, pengawasan dari Bikon PUPR Bontang tersebut masih banyak yang belum diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Karenanya pihaknya akan terus mensosialisasikan hal tersebut, baik ke tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Pengawasan bangunan swadaya masyarakat ini sebenarnya tugas baru bagi Bikon PUPR Bontang. Sebelumnya Bikon bertugas untuk memberikan pelatihan bagi tukang-tukang bangunan yang belum punya sertifikat, atau menguruskan bagi yang belum memiliki sertifikat, mati, atau kadaluarsa.

Kemudian bertambah tugas pengasawan terhadap 3 T (Tertib usaha, Tertib penyelenggaraan/pemanfaatan, dan Tertib K3).

“Tugas Tertib K3 ini adalah pengawasan K3 untuk gedung-gedung, sesuai Permen PU No 1 Tahun 2023 pengawasan konstruksi,” bebernya.

Ditambahkannya, pengawasan tersebut tidak hanya untuk bangunan milik pemerintah dan swasta. Tapi termasuk juga pengawasan pembangunan masyarakat yang berasal dari dana swadaya.

Menurutnya, pengawasan ini perlu dilakukan lantaran terkait gagal atau runtuhnya bangunan. Jangan sampai apabila ada permasalahan pada konstruksi bangunan tersebut wali kota yang disalahkan.

“Misalnya bangunan masjid, kemudian runtuh dan ada korban. Lalu wali kota yang disalahkan. Nah sebelum itu terjadi, bikon harus lakukan pengawasan. Benarkah sudah ada ijin-ijinnya, apakah perhitungan sudah dilakukan oleh insinyur/arsitektur sipil, apakah sudah diawasi oleh ahlinya, dan sebagainya,” jelasnya. (al/adv)