Beranda blog Halaman 853

Nabil Husein di Borneo FC

0
Nabil Husein menyerahkan jersi Borneo FC kepada Dirut PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Catatan Rizal Effendi

BICARA soal sepak bola, Samarinda memang hebat. Kota ini selalu melahirkan tokoh bola berikut prestasinya. Saat masih aktif sebagai wartawan, saya sering berhubungan dengan H Harbiansyah. Dia pemilik Pusam (Putra Samarinda), salah satu klub terbaik di Kalimantan. Harbian sekarang tak aktif lagi, tapi perkembangan sepak bola di ibukota Provinsi Kaltim ini tak pernah padam.

Saat ini ada dua tokoh bola dari Samarinda yang sangat menonjol.  Dia adalah Sekjen PSSI Yunus Nusi, yang lagi disibukkan dengan kasus kerusuhan Kanjuruhan. Dan satu laginya, tokoh muda,  Nabil Husein Said Amin, presiden Borneo FC (Football Club).

Tapi catatan saya kali ini lebih mengulas soal Nabil. Alasan saya sebelum kompetisi BRI Liga 1 2022 dihentikan akibat tragedi Kanjuruhan,   Borneo FC baru saja bertengger di urutan pertama klasemen sementara. Padahal ada 18 tim yang berlaga. Ini berkat keberhasilan Borneo FC menghancurkan dengan telak Madura United 3-0 pada pertandingan pekan ke-11, yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, 1 Oktober 2022. Hari yang sama ketika pertandingan Arema FC versus Persebaya yang berbuntut kerusuhan paling mematikan dalam sejarah persepakbolaan di Indonesia.

Madura United benar-benar dipermalukan. And the winner takes all! Sudah takluk, takhtanya pun direnggut pula. Itu yang namanya sudah jatuh ketimpa tangga. Tentu saja suporter fanatik Borneo FC, Pusamania sangat puas melihat penampilan yang sangat digdaya dari tim yang dimiliki Nabil ini. “Kami optimis Borneo FC bisa menjadi juara Liga I 2022,” kata Supri, anggota Pusamania.

Nabil sendiri mengaku bangga dengan anak-anak Borneo FC yang bermain sangat baik dan kompak. “Alhamdulillah dengan kerjasama dan kerja keras  pemain di lapangan, Borneo FC bisa bertengger di papan paling atas pada saat ini,” kata Nabil kepada media.

Borneo FC yang dijuluki Pesut Etam ini pada saat pertandingan yang sangat menentukan itu, boleh dibilang sedang dalam masa transisi. Pelatih Milomir Seslija  yang selama ini menukangi Borneo tiba-tiba dicopot dan digantikan Andre Gasfar, pelatih kelas dunia dari Brazil.

Pencopotan pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu, terkesan mendadak. Padahal dia cukup berjasa membawa Borneo FC menjadi runner-up Piala Presiden 2022. Tiba-tiba Borneo sudah mengumumkan pelatih anyarnya, Andre Gasfar, yang punya pengalaman bagus di Korea Selatan dan Liga Champions Asia.

“Semua sudah melalui berbagai pertimbangan, tidak asal-asalan. Kami sepakat harus ada perubahan. Kami berharap dengan segudang pengalaman yang dimiliki Andre Gasfar, prestasi Borneo bisa lebih hebat lagi,” kata Nabil memberi alasan.

Sebelumnya Nabil juga mengganti posisi manajer tim, yang semula dipegang Dandri Dauri digantikan Mayjen TNI (Purn) Rudi Yulianto.

Di sisi pemain sendiri, Borneo FC baru saja merekrut penyerang baru asal Brazil, Matheus Pato. Dan ternyata memang tidak salah pilih. Pato membuat hattrick dengan memborong tiga gol ketika Borneo memencundangkan Madura United.

Kehadiran Pato melengkapi 3 pemain asing yang lebih dulu bergabung, yaitu Javlon Guseynov, pemain belakang asal Uzbekistan, Jonathan Bustos,  gelandang asal Peru, dan Kei Herose,  gelandang asal Jepang yang mempunyai pengalaman bermain di Eropa.

Borneo FC memahami laga sepak bola Indonesia dihentikan sementara. Selain masih suasana berduka dengan meninggalnya 132 suporter Aremania, juga dalam rangka menunggu penataan kembali penyelenggaraan sepak bola di Indonesia, yang berkualitas, aman dan lancar. “Seraya berduka, kita juga hormat dengan Bapak Presiden Jokowi yang langsung melakukan pendekatan dengan Presiden FIFA, sehingga Indonesia bebas dari sanksi FIFA dan bahkan FIFA akan membantu Indonesia dalam menata sepakbolanya,” kata Nabil.

Nabil bersama Raffi Ahmad, dan ayahnya Said Amin.

PUTRA SAID AMIN

Orang Kaltim tentu sudah tahu siapa Nabil. Nama lengkapnya Nabil Husein Said Amin Al Rasyid. Lebih akrab dipanggil Nabil Husein. Lahir di Samarinda, 4 Juni 1994. Dia putra pengusaha besar batu bara dari Kaltim, Said Amin, yang juga dikenal sebagai ketua MPW Pemuda Pancasila Kaltim.

Saking sayangnya dengan Nabil, ketika Said Amin membangun kompleks pesantren di Rapak Indah, Loa Bakung Samarinda tahun 2002, diberi nama Pondok Pesantren Nabil Husein. Ini salah satu kompleks pesantren terbaik dan terbesar di Kalimantan dengan ribuan santri. Lahan utamanya 4 hektare. Tapi sudah disediakan 13 hektare lagi untuk pengembangan.

Tapi bisnis Nabil sendiri agak berbeda dengan sang ayah. Di bawah bendera PT Nahusam Pratama Indonesia, dia justru mengembangkan bisnis alat-alat perkantoran. Berkembang pesat, sehingga pada tahun 2014 dia memperoleh penghargaan Indonesia Best Enterpreneur Award 2014.

Pada tahun 2014 juga Nabil, yang masih berusia 20 tahun saat itu mendirikan Borneo FC. Awalnya mengakuisisi klub Divisi Utama, Persebar Super Bangkalan seharga Rp 3 miliar, yang kemudian menjadi embrio berdirinya Pusamania Borneo FC. Belakangan Borneo FC menjadi salah satu klub mapan di Indonesia dan cepat menyodok ke papan atas Liga 1.

Atas keberhasilannya itu, Nabil diakui sebagai presiden klub sepak bola paling muda, yang cukup sukses dalam perjalanan kariernya. Dia membuktikan kepada orangtua dan suporter Pusamania, bahwa Borneo FC bisa tumbuh sebagai klub sepakbola yang kuat manajemen dan sumber keuangannya, dan kuat dalam menggapai prestasi di lapangan.

Dia juga berteman dengan selebritis terkenal Raffi Ahmad, yang juga punya klub sepakbola di Liga 1, RANS Nusantara FC.  Awalnya itu klub sepakbola di Kota Cilegon, yang bermain di Liga 2. RANS merupakan kepanjangan dari Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina. “Saya dan Raffi berteman karena sama-sama mengelola klub sepakbola secara profesional,” kata Nabil.

Selain berteman dengan Raffi, Nabil juga berhasil menggaet Daniel Zii, yang dikenal sebagai Mr Cuanisasi sebagai sponsor utama Borneo FC. “Saya perkenalkan Bro Daniel Zii sebagai main sponsor, yang ikut mendukung ambisi besar Borneo FC meraih kejayaan tidak saja di level nasional, tetapi juga internasional,” kata Nabil.

Borneo FC juga berhasil menjalin sinergi dengan  PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) sebagai salah satu sponsor penting. Dulu Pupuk Kaltim juga punya klub PKT, yang kuat. Sayang belakangan tidak lagi dikembangkan. “Tetapi tetap menjadi kewajiban kami untuk ikut memajukan persepakbolaan di Kaltim,” kata Dirut PKT Rahmad Pribadi.

Dia mengingatkan Borneo yang sudah di jalur juara jangan lengah. “Waktunya Borneo FC, tim kebanggaan Kalimantan Timur menjadi juara. Manyala!!!,” kata Rahmad memberi semangat.

Sebagai presiden Borneo FC,  Nabil mengaku bangga atas dukungan yang diberikan Pupuk Kaltim. “Dengan kiprah Pupuk Kaltim yang sudah mendunia, tentu kami bangga diberikan dukungan. Kami sangat berterima kasih. Dengan dukungan ini menambah amunisi kami untuk meraih prestasi terbaik di musim ini,” tambahnya.

Wajah Nabil terlihat ceria. Dia sangat bahagia sejak muda bisa ikut mewarnai persepakbolaan di Tanah Air. Dia juga bahagia karena ayah dan keluarganya yang semula tidak merestui, sekarang memberikan dukungan 100 persen.

Selain dunia usaha dan olahraga, Nabil juga mulai masuk ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Nasdem dan bakal menjadi calon anggota DPR RI. Kebetulan satu perahu dengan saya. Dan sama-sama berjuang ke Senayan. Bravo dan jaya terus Nabil dan  Borneo FC. (*)

Investasi di Kota Bontang Berkembang

0

BONTANG – Investasi di Kota Bontang berdasarkan OSS tahun 2022 memperlihatkan perkembangan yang positif. Di mana uraian skala usaha di Kota Bontang untuk jumlah usaha kecil tahun 2022 mencapai 33.82% atau sebanyak 1.894 proyek dari 464 proyek pada tahun 2021.

Usaha menengah tahun 2022 mencapai 8.55% atau sebanyak 479 proyek dibandingkan usaha menengah tahun 2021 sebanyak 113 proyek.

Untuk usaha besar sendiri tahun 2022 mencapai 307 proyek dari 261 proyek pada tahun 2021. Sedangkan untuk usaha mikro sendiri mencapai 2.921 proyek dari 1.717 proyek di tahun 2021.

Menurut M Fachrial Ludfie perwakilan DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur yang ditemui pada 7 November 2022 di Kantor Kecamatan Bontang Utara menyampaikan bahwa presentasi hasil uraian usaha didapat dari jumlah izin usaha yang keluar. “Nah kalau itu kita liatnya dari seberapa banyak izin usaha yang adap,” ujarnya.

Perkembangan investasi berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Seperti peningkatan konsumsi rumah tangga dan lapangan pekerjaan. Sehingga dengan banyaknya jumlah proyek usaha yang ada di tahun 2022 juga diharapkan membawa dampak positif bagi Kota Bontang. (adv/sc)

DPMPTSP Sosialisasi Pengawasan Perizinan

0

BONTANG – DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama dan DPMPTSP Kota Bontang melangsungkan sosialisasi perihal pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko yang disesuaikan dengan peraturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021.

Sosialisasi ini dilaksanakan, 7 November 2022 di kantor Kecamatan Bontang Utara. Sosilisasi ini dihadiri  perwakilan DPMPTSP Kalimantan Timur, perwakilan DPMPTSP Kota Bontang, serta para pelaku usaha.

Pada kesempatan ini, para pelaku usaha diberikan pembinaan dan arahan mengenai penggunaan sistem OSS. Terutama pada masalah pengawasan perizinan usaha.

M Fachrial Ludfie selaku narasumber dan perwakilan dari DPMPTSP provinsi menyampaikan bahwa sosialisasi dan pembinaan terhadap pelaku usaha mengenai regulasi dan tata cara penggunaan sistem yang ada merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan.

“Jadi, kenapa ada bimtek dan sosialisasi seperti ini yah supaya tidak ada kesalahan pada prosesnya. Ini bisa jadi peraturan tahun ini tidak digunakan lagi di tahun depan,” ujarnya.

Pada sosialisasi kali ini ditekankan lagi mengenai pentingnya pembuatan LKPM oleh setiap pelaku usaha. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengawasan terhadap kesesuaian izin dan realisasi usaha yang ada.

Adanya LKPM juga ditujukan sebagai perhitungan terhadap target realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur. Dimana, target investasi tahun 2022 adalah Rp 54 triliun dan realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022 telah mencapai 41,20 T. Di mana investasi tahun 2022 di Kalimantan Timur masih di dominasi sektor pertambangan. (adv/sc)

Curi Kabel, Dua Warga Muara Badak Terancam 7 Tahun Penjara

0
Pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Muara Badak. (Istimewa/ Media Kaltim)

BONTANG – Anggota Polsek Muara Badak, Polres Bontang menangkap dua tersangka pencurian dengan pemberatan. Ke dua pelaku diamankan Sabtu, (5/11/2022) di Kecamatan Muara Badak.

Kedua terduga pelaku yakni J dan A melakukan pencurian di eks Warehouse Badak 9, PT. PHSS, Desa Gas Alam Badak I, Kecamatan Muara, Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengungkapkan pencurian kabel tembaga dilakukan pada Sabtu sekitar pukul 21.30 WITA. Pada saat empat pelaku sedang membawa hasil curian tembaga, saksi melihat dan langsung memeriksa.

“Saksi dalam perjalanan menuju Sumur Badak 44, saat di persimpangan bertemu dengan 4 orang laki-laki yang mencurigakan dengan mengendarai sepeda motor 3 unit dengan membawa 2 karung berwarna putih. Setelah dihampiri ke empat orang tersebut panik dan berusaha kabur,” kata Iptu Mandiyono, Senin (7/11/2022).

Mandiyono mengatakan setelah diperiksa oleh saksi sekuriti, terduga pelaku mengaku bahwa kabel berwarna merah hitam didapatkan dari dalam area PT. PHSS namun saat pemeriksaan dua orang berhasil kabur.

“Setelah dicek isi karung adalah kabel tembaga berwarna merah dan hitam, yang pengakuan tersangka didapat dari dalam area PT. PHSS pada sekira jam 21.30 WITA,” kata Mandiyono.

Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Muara Badak bersama barang bukti berupa 1 karung tembaga dan dua unit motor yang digunakan saat beraksi. Atas kejadian ini, kerugian PT.PHSS dari aksi pencurian ini sebesar Rp 6.705.000. Terduga pelaku kemudian disangkakan pencurian dengan pemberatan pasal 363 Ayat (1) Ke-4  KUHPidana maksimal 7 tahun penjara. (yah)

Jaga Inflasi di Daerah, Pemkot Bontang Gelar Operasi Pasar

0

BONTANG– Kota Bontang menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Kaltim yang menggelar operasi pasar atau pasar murah yang digelar serempak, Senin (7/11/2022).

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam arahannya mengatakan, operasi pasar/pasar murah bertujuan untuk mengendalikan harga pangan atau sembako.

“Jangan sampai ada lonjakan harga di Bontang. Ini juga sebagai antisipasi inflasi daerah,” kata Basri, Senin (11/7/2022).

Basri meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bekerja sama, saling menginformasikan mengenai bantuan yang didapatkan dari pemerintah pusat untuk benar-benar disalurkan kepada penerima.

“Jika ada kendala bisa dikomunikasikan,” kata Basri. Dia mengharapkan operasi pasar

mampu mengurangi dampak inflasi di daerah. Walau diakui Basri, saat ini kebutuhan pokok warga Kota Taman mayoritas masih didatangkan dari luar daerah. “Bontang sendiri masih tergantung dengan daerah lain. Hampir semua kebutuhan kita didatangkan dari luar (daerah) seperti beras, daging, telur dan sayur mayur,” ungkap Basri.

Saat membuka operasi pasar secara online, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan, pemerintah di pusat maupun daerah dihadapkan pada masalah mendasar seperti ancaman seperti krisis energi dan pangan, akibat Covid-19 dan  perang Rusia-Ukraina.

“Seluruh dunia saat ini mengalami tekanan ekonomi, terutama negara maju dan Eropa. Ini sinyal bagi negara kita untuk waspada dalam mengelola kondisi ekonomi makro dengan cara menjaga inflasi,” kata Isran Noor. (adv/yah)

Bontang Selatan Laksanakan Apel Rutin

0

BONTANG –  Kecamatan Bontang Selatan tetap mengadakan apel pagi sebelum menjalankan aktivitasnya. Apel pagi gabungan berlangsung di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan pada Senin (07/11/2022).

“Meskipun pagi ini cuaca sedang dilanda hujan, tak menjadikan alasan bagi Pegawai Kantor untuk tidak melakukan apel” Ungkap Kamsal, camat Bontang Selatan.

Apel pagi ini dilaksanakan pukul 07.45 yang dihadiri lurah dan staf, serta seluruh pegawai Kecamatan Bontang Selatan. Petugas apel gabungan pagi ini Kelurahan Tanjung Laut.

Apel gabungan ini rutin dilaksanakan setiap 2 kali sebulan dan petugas apel bergantian. Tujuannya, Selain untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan antar kecamatan dan kelurahan, juga untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kedisiplinan, dan etos kerja.

Bertindak sebagai Pembina Apel Lurah Tanjung Laut Mustamin Sail. Ia  mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dan semangatnya untuk tetap dapat melaksanakan apel pagi walaupun dalam kondisi hujan.

“Apel pagi adalah suatu kewajiban bagi ASN, tentunya harus kita laksanakan secara konsisten” ungkapnya.

Mustamin mengingatkan kepada leluruh ASN,TKD dan THL untuk tetap solid menjaga kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan dengan siapapun. Sebagai penutup Mustamin Sail mengimbau untuk tetap semangat dalam bekerja, diakhiri dengan doa. (adv/sya)

Komisi II Dorong Kerjasama PT MBS dan PT Pelindo dari Sektor Alur Sungai

0
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiono

SAMARINDA – Komisi II DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat dengan PT MBS dan PT Pelindo, Senin (7/11/2022). Rapat membahas peluang kerja sama bisnis dari sektor alur sungai.

Ketua Komisi II Nidya Listiyono mengatakan, kapal pandu untuk melintas di bawah jembatan, menjadi potensi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Politisi Golkar ini mengatakan, upaya peningkatan PAD melalui kapal pandu itu dapat dilakukan pada dua jembatan di Samarinda yang tak lain aset milik Pemprov Kaltim, yakni Jembatan Mahakam Mahulu dan Jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar.

“Maka dari itu Pemprov Kaltim melalui perusda bisa melihat peluang bisnis ke arah sana,” terang pria yang kerap disapa Tio ini, usai memimpin rapat dengar pendapat.

Ia menyatakan, dorongan kerja sama alir sungai ini muncul, karena kontribusi PAD pada sektor kapal pandu tidak masuk kas daerah, melainkan masuk ke Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sehingga,l perizinannya langsung ditangani oleh pemerintah pusat.

“Sejauh ini untuk Kaltim tidak menghasilkan apa-apa. Jadi mulai sekarang kita harus menyasar hal itu untuk meningkatkan PAD, yang nantinya juga bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat Kaltim,” ucapnya.

Tio mengatakan, beberapa kabupaten/kota telah menerapkan hal itu, dalam upaya peningkatan PAD pada daerahnya masing-masing seperti Samarinda yang berhasil menggali PAD melalui kapal pandu yang melintas di bawah Jembatan Achmad Amin, dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada kapal pandu Jembatan Tenggarong.

“Nah sekarang Pemprov Kaltim seharusnya juga bisa,” jelasnya.

Kendati demikian, pola kerja sama yang ideal harus dikaji secara mendalam oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hanya saja Tio menilai, salah satu opsi yang dapat dilakukan dalam kerja sama kedepannya yaitu pengadaan kapal pandu oleh PT MBS selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (adv/dprdkaltim)

 

Komitmen Jaga Lingkungan, Festival Medhayoh Gunakan Bibit Pohon Sebagai Tiket Nonton Konser

0

BOJONEGORO — Komitmen menjaga lingkungan dioptimalkan dalam Festival Medhayoh dengan memanfaatkan bibit tanaman sebagai tiket masuk untuk menonton konser Budi Doremi yang digelar pada Minggu (6/11/2022). Festival Medhayoh merupakan kolaborasi Pupuk Kaltim dan Ademos Indonesia yang digelar di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro pada 5-6 November 2022.

Pengunjung dapat mengakses donasi pohon di Dolok Cozy Space (The Dozs) di area panggung 4 Festival Medhayoh. Panitia Festival Medhayoh Agisna mengatakan bahwa terdapat dua jenis pohon yang dapat dipilih pengunjung untuk berdonasi sebagai syarat menonton konser Budi Doremi.

“Pohon Gayam donasinya Rp75.000 per bibit dan mendapatkan akses ke Tribun. Sementara Pohon Beringin donasinya Rp125.000 per bibit dan mendapatkan akses menonton ke VIP. Nantinya, donasi pohon ini akan disebar pada 42 titik sumber mata air di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Sebelumnya, saat pembukaan Festival Medhayoh pada Sabtu (5/11), telah dilakukan penanaman pohon beringin di Sumur Kijing. Hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Pupuk Kaltim Sigit Hardwinarto, Komisaris Pupuk Kaltim Gustaaf AC Patty, Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim Wisnu Ramadhani, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro Dwijo Saputro, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro Hanafi.

Selain untuk lingkungan, Festival Medhayoh menarik kunjungan masyarakat di sekitar Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Seperti pada acara hari kedua yang dimulai dengan kegiatan flashmob di sepanjang jalanan Dolokgede. Dengan iringan musik tradisional Jawa, ratusan warga dari beragam usia ikut menari bersama.

“Semua pelajar yang berada di Dolokgede kami ajak menari secara bersama-sama di sepanjang jalan lokasi Festival Medhayoh,” ungkapnya.

Seperti halnya pada hari sebelumnya, berbagai tampilan tersuguh yakni musik dari Jazz, Akustik, yang dipersembahkan kalangan pelajar SMA dan Mahasiswa. Bahkan musik aliran Rock yang ditampilkan oleh anak-anak sekolah SD. “Ada juga musik karawitan yang ditampilkan anak-anak SD bersma Guru di Pendapa Mannah,” terangnya.

Festival ini juga dikampanyekan untuk mengingat kembali kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari perubahan iklim, sehingga wujud untuk mengkombinasikan nilai tersebut adalah dengan melakukan kegiatan yang nantinya akan diikuti oleh para pejabat, artis, musisi, seniman, dan masyarakat umum, salah satunya dengan menanam pohon dan memuliakan sumber mata air sehingga tidak lagi dianggap sebagai hal mistis, tetapi juga bagian dari ekosistem yang harus dijaga keberlangsungannya untuk sumber penghidupan berkelanjutan. (adv)

Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Warga Bontang Baru Ditangkap usai Transaksi

0

BONTANG -Satresnarkoba Polres Bontang  berhasil meringkus seorang pelaku penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika jenis Sabu,  Sabtu  (05/11/2022) pukul 17.35 Wita. Pelaku berinisial EG (25)  warga Jl. MH Thamrin Kel. Bontang Baru Bontang Utara. Pelaku ditangkap di Jl. KS Tubun usai membeli sabu.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.M.H. melalui Kasat Narkoba Iptu Muh. Yazid S.H.,M.H.membenarkan bahwa anggota Satresnarkoba Polres Bontang telah menangkap pelaku .

”Awalnya pelaku baru saja membeli narkotika jenis sabu dari seseorang, selesai melakukan transaksi anggota Satresnarkoba membuntuti pelaku. Merasa ada yang mengikuti kemudian  pelaku EG membuang sabu di pekarangan rumah warga,” bebernya.

”Pelaku sempat dikejar oleh anggota sebelum akhirnya ditangkap anggota Satresnarkoba di Jl. KS. Tubun. Pelaku habis melakukan transaksi dan sabunya disimpan didalam bungkus rokok sebelum dibuang,” sebut Kasat Yazid.

Saat dilakukan penangkapan dan peggeledahan anggota Satresnarkoba menemukan 1 bungkus plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 2,72 gram. ”Saat diintrogasi dan ditunjukan barang bukti (BB) tersangka EG mengakui bahwa Sabu tersebut adalah miliknya,’ Yazid

Selain menyita 2,72 gram Sabu anggota Satresnarkoba juga menyita satu sepeda motor HONDA Vario Warna Putih No Pol KT 4765 QA,  1 buah korek Gas, 1buah HP, 1 bungkus Rokok Sampoerna, dan 1 heleai tisu.

Saat ini Pelaku berserta barang bukti (BB) sudah kami amnakan di Polres Bontang. terhadap tersangka kami kenakan dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman minimal 4 tahun penjara maksimal 10 tahun,” pungkasnya. (hms)

Perlunya Mengenal Identitas Bangsa, Kadir Tappa Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan 4 Pilar

0
Kadir Tappa bersama narasumber memberikan wawasan kebangsaan di Kota Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG –  Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat Kota Bontang yang berlangsung Minggu, (6/11/2022) bertempat di Hotel Andika, Kota Bontang.

Sosialisasi wawasan kebangsaan yang diberikan yakni 4 pilar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Abdul Kadir Tappa mengatakan maksud sosialisasi ini bentuk sebagai persatuan empat pilar yang harus dimiliki masyarakat dengan mengaplikasikan di kehidupan sebagai dasar dalam bernegara.

“Ini sebenarnya output ini kental dengan persatuan dan merasa memiliki. Kalau ini terpatri dalam diri kita tidak akan ada masalah, apa pun itu, sepanjang kita yakin sebagai dasar NKRI,” kata Kadir Tappa, Minggu (6/11/2022).

Pelaksanaan wawasan kebangsaan ini memang telah dianggarkan oleh DPRD Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dalam bentuk bersentuhan langsung ke masyarakat.

“Ini akan berlanjut terus karena sama sosialisasi perda dan wawasan kebangsaan. Kita kan sudah anggarkan karena kita sudah siap. Karena ini penting, mulai dari DPR RI dan DPRD Provinsi kan turun terus,” ujarnya.

Menurut Kadir, memaknai empat pilar yakni dengan terus menerus mengikuti pendiri bangsa dalam bernegara dan dasar negara. “Menginginkan kita terus ber-NKRI, tidak ada alasan kita untuk bubar,” katanya.

Sementara, Akademisi Bilher Hutahaean menjelaskan bahwa sebenarnya masyarakat telah melaksanakan empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar bernegara.

“Diberikan sosialisasi empat pilar. Implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat dengan melaksanakan dalam kehidupan,” kata Bilher.

Sebagai dasar negara, empat pilar merupakan pondasi dalam bernegara. Dirinya menyebut, dalam berdirinya negara berdasarkan Pancasila. “Berdirinya Republik Indonesia ini karena adanya Pancasila sebagai dasar negara,” katanya.

Dalam bernegara, Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan kehidupan bermasyarakat. “Ini dasar kita dalam bernegara dan bermasyarakat,” ungkap Bilher.

Narasumber lainnya dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bina Antasariansyah mengatakan dalam paham-paham yang anti Pancasila harus dilawan secara bersama. “Upayanya adalah waspada dalam bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila,” ungkapnya.

Dalam memahami Pancasila diperlukan untuk mengenal jati diri bangsa, memiliki pijakan sebagai warga negara dan menjaga eksistensi bangsa. (adv/yah)