Beranda blog Halaman 868

Ananda Moeis: Jangan Sampai Tidak Sekolah karena Terbentur Aturan

0
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis

SAMARINDA – Administrasi kependudukan menjadi salah satu syarat seseorang untuk bisa mendaftar di SMA jalur zonasi. Disebutkan, alamat pada KK yang diterbitkan disyaratkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Aturan ini pun dikhawatirkan menjadi kendala bagi peserta didik baru yang ingin mendaftar jalur zonasi pada sekolah dimasing-masing kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis mengatakan bahwa pemerintah harus bisa mencari solusi untuk permasalahan ini.”Jangan sampai, anak-anak kita ditolak oleh sekolah karena aturan jalur zonasi, dimana KK domisili minimal satu tahun,” ucapnya, Senin (17/10/2022).

Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, Pendidikan menjadi hak paling dasar yang harus dimiliki generasi penerus bangsa. Oleh karenanya, harus ada perhatian serius terhadap regulasi ini. “Jangan sampai mereka nggak dapat Pendidikan karena ini. Kalau memang regulasinya seperti itu, coba lebih diperhatikan lagi bagaimana caranya agar mereka bisa keterima. Kan, yang penting harus bisa sekolah,” jelasnya.

Disinggung bahwa permasalahan ini terus terulang setiap tahunnya. Ananda menuturkan bahwa Komisi IV akan terlebih dulu merapatkan permasalahan ini untuk tindakan selanjutnya. “Nanti pihak terkait kita panggil dulu. Karena ini regulasinya dari Pemerintah Pusat. Kita sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim seperti apa penyelesaiannya,” paparnya. “Kemudian kita berikan rekomendasi agar bisa disampaikan ke pusat. Kita juga ingin Disdikbud memberikan masukan. Nanti kita bahas dulu lebih mendetail, karena belum pernah dibahas ini,” sambungnya.

Perempuan kelahiran Samarinda itu pun kembali menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaltim memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Maka, jangan sampai aturan menjadi kendala seseorang menerima pendidikan. “Jangan sampai terjadi permasalahan anak-anak kita nggak bisa sekolah. Namun, kita tetap harus melihat lagi duduk permasalahannya secara detail. Nanti kita rapatkan dulu,” tegasnya. (Hms/adv/dprdkaltim)

Buka Akses Koneksi Antar Wilayah di Kaltim, Gubernur Dukung Pembangunan Bandara Ujoh Bilang Mahulu

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap memberi dukungan anggaran, terkait rencana pembangunan Bandar Udara (bandara) Ujoh Bilang, di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu). Dukungan itu sebagai komitmen dalam upaya membuka akses koneksi antar wilayah di Kaltim, khususnya di Mahulu.

“Kita akan alokasikan anggaran untuk proyek pembangunan Bandara Ujoh Bilang, Mahakam Ulu ini,” sebut Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima kunjungan Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, Senin (17/10/2022) di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Gubernur Isran mengatakan, proyek pembangunan Bandara Ujoh Bilang, Mahulu mempunyai posisi penting.

Bandara ini, nantinya akan membuka koneksi antar wilayah, khususnya ke Mahulu. Saat ini, sarana transportasi menuju Mahulu masih bergantung pada jalur Sungai Mahakam, sedikitnya dibutuhkan waktu sekitar 10 jam. Kondisi jalan darat di kabupaten termuda di Kaltim juga masih belum memadai.

“Karena itu, kita dukung apa yang hari ini disampaikan Bupati Mahulu terkait progres report rencana proyek pembangunan Bandara Ujoh Bilang,” ujar Isran.

Gubernur Kaltim Isran Noor

Sesuai proposal yang disampaikan Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim, lanjut Isran akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan sisi darat Bandara Ujoh Bilang.

Pemprov Kaltim juga akan membantu menyampaikan ke Kementerian Perhubungan, sehingga proyek mendapat prioritas pendanaan yang bersumber dari APBN, terkait pembangunan sisi udaranya.

“Segera disusun draft MoU-nya, insyaallah nanti saya sendiri yang kan menyampaikan ke Kementerian Perhubungan,” ungkap Isran.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, yang didampingi Sekda Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang dan Ketua DPRD, Novita Bulan, mengatakan kunjungannya ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan laporan kemajuan proyek pembangunan Bandara Ujoh Bilang dan berharap dukungan Pemprov Kaltim.

“Proses dan tahapan yang telah kita laksanakan sudah pada tahapan 20 dari 21 tahapan,” kata Bonifasius.

Dia mengaku lega, setelah mendengar dan melihat respon Gubernur Kaltim Isran Noor, yang antusias dan meminta agar proyek dapat segera dibangun dan dinikmati oleh masyarakat Mahulu. “Terima kasih atas perhatian dan respon Pak Gubernur Isran terkait proyek pembangunan Bandara Ujoh Bilang ini,” ucap Bonifasius.

Hadir dalam pertemuan itu, Pj Sekdaprov Kaltim, Riza Indra Riadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Kaltim, M Syirajudin, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Yudha Pranoto dan Kepala BPKAD Kaltim, Fahmi Prima Laksana. (adv/diskominfokaltim)

Komisi III Pertanyakan Kejelasan 10% Anggaran Penanganan Banjir

0

BONTANG – Rapat terkait rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai penanggulangan banjir dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Bontang, Senin (17/10/2022). Rapat kali ini dihadiri Komisi III  DPRD Kota Bontang dan tim asistensi raperda Pemerintah Kota Bontang.

Dalam penyusunan raperda ini, dibahas beberapa pasal yang diharapkan ke depannya dapat membantu mengatasi banjir di Bontang. Di antaranya mengenai aturan tata ruang mengenai perlindungan penggunaan lahan sekitar hulu sungai dan sekitar aliran sungai.

Adanya penyusunan raperda khusus penanggulangan banjir, diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai anggaran yang akan dikeluarkan dalam hal tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina menginginkan kejelasan anggaran sebesar 10% khusus untuk masalah penyelesaian banjir. “Ketika 10% ini sudah disetujui, tentu ini akan membantu memperlihatkan keseriusan kita kepada masyarakat Kota Bontang bahwa kita sudah menyampaikan dan telah sepakat dengan pemerintah Kota Bontang mengenai penangan banjir ini,” ujarnya.

Selain itu dalam penyusunan raperda ini, Komisi III juga menginginkan adanya kejelasan sanksi terhadap warga yang melanggar tata kelola ruang di daerah hulu dan aliran sungai nantinya. (adv/sc)

Dinkes Gelar Monitoring Evaluasi PTM, Edukasi Masyarakat Melalui Puskesmas

0
Pelaksanaan Monev PTM Dinkes untuk Puskesmas. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan monitoring dan evaluasi program Penyakit Tidak Menular (PTM), Senin (17/10/2022), di Hotel Tiara Surya, diikuti staf dan pegawai tenaga kesehatan di Puskesmas.

Dalam penyampaiannya, Kepala Dinkes Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, monitoring dan evaluasi PTM  dilaksanakan oleh bidang pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular untuk lebih mendeteksi PTM di masyarakat seperti penyakit-penyakit diabetes, hipertensi, darah tinggi, kolesterol dan kanker yang saat ini mendominasi.

“Kenapa itu sangat penting, karena saat ini penyakit itu (PTM) mendominasi dari pada penyakit menular atau infeksi,” kata dr Toetoek kepada mediakaltim.com, Senin (17/10/2022).

Toetoek menambahkan, peningkatan kasus penyakit tidak menular disebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, makan makanan siap saji (fast food), dan minuman alkohol. “Kebiasaan hidup tidak sehat itu yang membuat timbulnya penyakit tidak menular tadi,” tambahnya.

Selain itu, penyakit-penyakit tidak menular yang disebutkan tadi, memerlukan biaya yang tidak sedikit dan memerlukan waktu yang panjang dalam pengobatannya. “Untuk sembuh dia tidak bisa, tapi paling tidak dia terkontrol. Untuk itu, harus diperiksa dan minum obat. Itu yang menimbulkan masalah tersendiri yang meningkatkan pembiayaan dalam pembangunan kesehatan,” jelas Toetoek.

Indonesia saat ini, kata Toetoek, mengalami 3 masalah besar yang disebut Triple Burden. Maksudnya,  pertama dengan adanya penyakit infeksi menular yang masih ada seperti kusta dan malaria, kemudian infeksi penyakit baru seperti Covid-19, SARS, Flu Burung dan sejenisnya, dan terakhir penyakit tidak menular (PTM).

“Sebelumnya ‘kan penyakit-penyakit golongan pertama seharusnya sudah tidak ada. Timbulanya infeksi baru. Dan ketiga ini, penyakit tidak menular diakibatkan pergeseran epidemologi. Karena gaya hidup tidak sehat,” katanya.

Dengan begitu, melalui monitoring dan evaluasi akan mengarahkan petugas nakes Puskesmas bukan hanya melakukan pengobatan namun juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai PTM.

“Di sini saya sampaikan, Puskesmas itu memiliki fungsi dua, yakni satu langsung melayani pasien atau Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) dan ada yang tugasnya edukasi ke masyarakat, namanya Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM),” papar Toetoek.

Dia juga menekankan, perlunya upaya maksimal dalam mengedukasi masyarakat bukan hanya pada pengobatan.

“Tapi bagaimana edukasinya jalan. Jadi masyarakat sedini mungkin akan di edukasi mengenai penyakit tidak menular,” pungkasnya. (adv/yah)

Mengenal Mbak Winda, Resepsionis Panji Beber di Pagelaran Pusaka Nusantara

0

ADA sosok menarik dalam Pagelaran Pusaka Nusantara oleh Panji Beber (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta) di Gedung MTQ Lang-lang Kota Bontang.

Apabila saat persiapan hadir sosok Mbak Febrianti Rahayu Arbain atau biasa disapa mbak Ayu yang berperan sebagai Seksi Dekorasi. Di hari pertama Pagelaran Pusaka dalam rangka HUT ke-23 Kota Bontang, ditandai dengan tampilnya mbak Winda sebagai resepsionis acara.

Di Bontang, sosok mbak Sri Windarti atau lebih dikenal dengan panggilan mbak Winda adalah penyanyi lintas genre, baik dangdut, campur sari, pop, koplo, hingga keroncong. Mbak Winda juga pernah menjadi talent saat Panji Beber Senandung Nusantara, yang bisa dilihat di kanal YouTube Panji Beber. Kala itu mbak Winda duet dengan mas Subowo menyanyikan lagu Syukur. Dandanan keduanya tampak anggun dan bertaksu ketika mengenakan busana adat Bali, ditambah dengan ilustrasi video Kota Bontang yang indah.

Selain menyanyikan lagu Syukur, mbak Winda juga pernah menyanyikan lagu Indonesia Pusaka Bersama beberapa pengurus Panji Beber Bontang. Dilanjutkan dengan lagu Pahlawan Merdeka saat acara Sarasehan Budaya di Lamin Makodim 0908 Bontang, yang diikuti oleh Dandim, anggota DPRD serta beberapa tokoh lintas etnis di Kota Bontang.

Kembali ke mbak Winda, selain tergabung di orkes campur sari Subur Makmur binaan Bapak Sumardi Syawal, diacjuga menyanyi solo di beberapa event seperti acara sunatan, resepsi pernikahan, syukuran, ulang tahun, family gathering, acara partai politik, acara ormas, acara instansi baik pemerintah, TNI/Polri hingga acara perusahaan.

“Saya ini ngamen, siap menyumbangkan suara di acara apapun baik di lokal Bontang maupun luar kota. Menyanyi itu seperti tukang servis telinga, karena saya akan berusaha membuat hadirin dan pemirsa untuk terlihat bahagia dan ikut menyanyi”, kata mbak Winda

Ketika MediaKaltim menanyakan kepada mbak Winda, bagaimana asal-usul tertarik dengan benda pusaka dan bergabung dengan Panji Beber.

“Saya mengenal pusaka sejak kecil diperkenalkan oleh almarhum ayahanda saya. Kala itu semula memang tidak seberapa tertarik dengan penjelasan ayah, tapi setelah bertemu dengan mas Tommy Johan Agusta (pendiri Panji Beber) saya langsung sreg, untuk bergabung di Panji Beber dan siap melaksanakan edukasi kepada masyarakat agar mencintai karya budaya ini,” jelasnya.

Di kepengurusan Panji Beber, Wanita muda kelahiran Jombang ini masuk di bidang Kreasi Seni dan Budaya, bersama mas Ragil Irawan, Timbul Suhartono, dan juga mbak Susanti.

Di setiap acara Panji Beber, mbak Winda sangat aktif dan tidak pernah absen saat rapat-rapat internal maupun persiapan acara Pagelaran Pusaka Nusantara.

“Saat Panji Beber mengirim lima duta ke Musyawarah Agung Senapati Nusantara/MAS 2 di Yogyakarta, sayangnya saya tidak terpilih. Padahal saya juga ingin ngangsu kaweruh kepada para pakar tosan aji yang semua sedang berkumpul di Rosin Hotel”, tambahnya.

MediaKaltim bertanya lebih jauh, apakah mbak Winda bersedia apabila ditugaskan ke luar kota oleh Panji Beber? Dijawab dengan tegas: “Saya siap bertugas apapun, kapanpun dan dimanapun demi pelestarian pusaka dan budaya Nusantara,” katanya. Luar Biasa, Sukses selalu baik dalam karier di bidang tarik suara maupun dibidang seni dan budaya yang diemban di Panji Beber. Salam Budaya. (darman/dimas BCM)

BCC HUT ke-23 Bontang Diikuti 115 Peserta

0
Technikal Meeting persiapan BCC HUT ke-23. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Bontang City Carnival (BCC) tahun 2022 yang dirangkai dengan Pawai Budaya  digelar pada Minggu (23/10/2022) pagi, diikuti 115 peserta dengan melibatkan  sekitar 4.300 orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono saat Technical Meeting di Auditorium Taman Tiga Dimensi,  Senin (17/10/2022).

“Bontang City Carnival (BCC) dalam rangka menyambut HUT Kota Bontang ke-23 tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana kali ini, dirangkai dengan Pawai Budaya pertunjukan ragam dan seni budaya Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena jumlah pesertanya cukup banyak, Bambang meminya kendaraan bermesin tidak ikut dalam pawai. Larangan ini bertujuan  memberikan ketertiban, kenyamanan dan keamanan bagi  peserta. “Saya pastikan tahun ini, kita tidak izinkan kendaraan bermesin ikut serta,” katanya.

Bambang menambahkan, untuk menyamakan persepsi pada pelaksanaan BCC nantinya,  technical meeting melibatkan pihak keamanan TNI-Polri.

Bambang menyebutkan, rute BCC dan Pawai Budaya, dimulai dari Pendopo Wali Kota Bontang dengan menelusuri Jalan Awang Long ke arah simpang tiga Tanjung Limau.

Seterusnya menuju Jalan MH Thamrin hingga simpang tiga Taman Plaza Ramayana sebagai panggung kehormatan. Selanjutnya peserta diarahkan ke Jalan Ir Suprapto dan berakhir di simpang empat Bontang Baru.

Dikatakannya, proses penilaian Bontang City Carnival (BCC)  melalui kategori 1, 2 dan 3, serta harapan 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk Pawai Budaya diambil juara favorit 1 sampai 10. Para peserta hanya diperkenankan tampil di depan panggung kehormatan selama 2 menit. Sementara titik penilaian disiapkan di 3 tempat, seperti simpang 3 Tanjung Limau, panggung kehormatan dan simpang 4 RS Amalia.

Para peserta juga diminta untuk menyiapkan sinopsis atau gambaran umum ringkasan karya yang diberikan kepada para juri. (yah)

Dua Pria Warga Guntung Ditangkap di Pinggir Jalan Miliki Sabu

0

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang kembali mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dua warga Guntung inisial AA dan JI ditangkap polisi, Senin (17/10/2022) dini hari pukul 01.15 wita di Jalan R.E Martadinata Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono menjelaskan pada pukul 01.15 wita, di wilayah Kelurahan Loktuan, Satresnarkoba melakukan penangkapan penyalahgunaan sabu atas informasi dari masyarakat.

“Anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang melakukan penangkapan terhadap AA dan JI, kemudian dilakukan penggeledahan badan dan pakaian ditemukan 1 bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu,” jelas Iptu Mandiyono, Senin (17/10/2022).

Lanjutnya, dari penggeledahan tersebut, diamankan barang bukti satu bungkus klip sabu seberat 1,89 gram, 1 unit HP Vivo 1904 warna Biru, 1 bungkus Snack Apollo, dan 1 buah tisu.

“Setelah ditanyakan kepemilikan barang bukti tersebut diakui oleh AA dan JI, pemain baru ditangkap di jalan,” terang Mandiyono.

Pelaku telah diamankan dengan barang bukti ke Polres Bontang. Dua pelaku akan disangkakan pasal 112 dan 114 UU nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (yah)

Kadir Tappa Ajak Warga Deteksi Dini Narkoba, Sosialisasikan Perda 4/2022

0
Kadir Tappa saat sosialisasikan Perda bersama narasumber. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota DPRD Kalimantan Timur Abdul Kadir Tappa melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2022 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika di Hotel Andika, Minggu (16/10/2023).

Abdul Kadir Tappa mengungkapkan, Perda No 4 tahun 2022 sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang merupakan objek sosialisasi.

Kadir mengatakan, Perda ini merupakan inisiatif Pemprov Kaltim untuk penyempurnaan Perda sebelumnya terutama mengenai penganggaran. “Dan pelaksanaannya nanti kalau rehabilitasi bisa dibantu Kementerian Kesehatan,” katanya.

Kadir menambahkan, sosialisasi bertujuan agar masyarakat tahu mengenai Perda No 4 tahun 2022. “Ketika saya dapat aturannya, mekanismenya, saya akan buat tempat rehabilitasi,” kata Kadir.

Narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, Nurfan Tandayu mengatakan, BNN memiliki tugas dalam mengamankan aset negara.

Dalam pelaksanaannya, ada yang disebut IBM atau Intervensi Berbasis Masyarakat. Ini dimaksudkan agar masyarakat terlibat dalam melakukan rehabilitasi. “IBM melakukan rehabilitasi tingkat sedang. Dalam rehabilitasi BNN mengedepankan pendekatan,” kata Tandayu.

Menurut dia, Perda No 4/2022 sangat lengkap dalam pelaksanaannya. “Perda sangat komplit, siapa yang melakukan pelaksanaan di Perda,” jelas Tandayu.

Mukrim, narasumber lain yang merupakan pengamat sosial menjelaskan, Perda baru ini menyempurnakan perda lama yang hanya mengatur narkotika.

“Perda No 4 tahun 2022 mengatur semua mengenai pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkotika,” paparnya.

Mukrim menjelaskan, Perda ini tergolong lengkap dan merupakan bentuk kepedulian Pemprov Kaltim terhadap bahaya narkotika.

“Perda ini ada karena Pemprov Kaltim sadar bahwa Kaltim menjadi sasaran peredaran narkotika. Itulah yang menjadi dasar, sehingga Pemprov membuat Perda ini,” ungkap Mukrim. (adv/yah)

Dukung Kegiatan Masyarakat, Babinsa Hadiri Sunatan Massal

0

BONTANG – Mewakili Komandan Koramil 0908-03/Anggana, Babinsa Serma Muryanto menghadiri sunatan massal yang diselenggarakan Yayasan Ahlusunah Wal Jamaah di Ruang BPU Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (15/10/2022).

Serma Muryanto menyebutkan, kegiatan ini untuk meningkatkan tali silahturahmi dengan masyarakat desa, sekaligus membantu masyarakat yang kurang mampu. “Karena acaranya (sunatan massal) tanpa dipungut biaya,” ucap Serma Muryanto.

Sementara, Danramil 0908-03/Anggana Kapten Inf Leonardo menambahkan, kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dari Babinsa untuk ikut menyukseskan setiap kegiatan di wilayah binaan.

Leonardo mengatakan keberadaan Babinsa memang tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat. “Sebab Babinsa merupakan ujung tombak suksesnya pelaksanaan tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat,” kata Danramil.

Danramil menegaskan, peran TNI AD dalam mendukung kegiatan di wilayah akan tetap dijalankan. “Kami mendukung sepenuhnya kegiatan yang ada di wilayah, termasuk khitanan massal yang berlangsung sekarang ini,” katanya.

“Ini untuk memberikan support kepada peserta khitanan massal, serta memberikan rasa nyaman karena tidak memikirkan biaya lagi,” ujar Leonardo. (Pendim Btg)

Warga Sungai Kapih Keluhkan Tak Dapat Air PDAM, Marthinus Minta Pemkot Samarinda Bertindak

0
Marthinus, Anggota DPRD Kaltim

SAMARINDA – Warga RT 03 Kelurahan Sungai Kapih mengeluhkan belum adanya aliran air PDAM ke rumah mereka. Padahal sudah 5 tahun mereka mengajukan instalasi air namun hingga kini belum ada realisasi.

Hal ini ditanggapi anggota Komisi I DPRD Kaltim Marthinus usai menggelar Sosialisasi Perda di Kelurahan Sungai Kapih, Minggu (16/10/2022). Meski bukan di momen serap aspirasi, bukan di komisi yang membidangi dan bukan Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda, tak menjadi alasan bagi Marthinus untuk tidak merespons keluhan warga tersebut.

Apalagi permasalahan air bersih merupakan hajat hidup masyarakat, yang harus dipenuhi oleh pemerintah. “Saya tidak lagi melihat dapil. Yang saya dengar bahkan sudah disurvei tapi tidak ada realisasi. Wali Kota semestinya bisa memerintahkan kepada jajaran Direksi PDAM. Harusnya bisa,” ucapnya.

Sebelumnya, Luther Ba’ka warga 03 Kelurahan Sungai Kapih, menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun ini, dia telah mengajukan aliran air PDAM untuk 41 Kartu Keluarga (KK).

Namun hingga kini permintaan warga itu tak juga ditindaklanjuti PDAM. Padahal, telah dibangun intake PDAM yang terletak di RT 03.

“Sudah lima tahun dan dua kali kami perbaharui berkas. Kami sudah melapor ke kelurahan dan katanya akan disampaikan ke Wali Kota, tidak paham sudah sampai apa belum. Kami juga sudah ke PDAM jawabannya hanya disuruh nunggu antrean,” terangnya.(adv/dprdkaltim)