Beranda blog Halaman 867

Turnamen Bola Voli DPRD Cup 1 Digelar, Tahun Depan Target Bisa Digelar Se-Kaltim

0

BONTANG – Pertandingan bola voli memperebutkan piala DPRD Bontang resmi digelar. Event olahraga bertajuk “Open Tournament Volley DPRD Cup 1” ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Senin (17/10/2022) dan akan berlangsung hingga Minggu (23/10/2022).

Turnamen voli untuk kali pertama digelar ini diikuti oleh 16 tim dari Kota Bontang yang terdiri dari 8 tim putra dan 8 tim putri. Seluruh tim siap menjajal lawan di Lapangan Voli Kampung Baru, Kecamatan Bontang Selatan. Turnamen ini memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah

Wawali Kota Bontang Najirah mengatakan, turnamen bola voli DPRD Cup I patut diapresiasi. Pasalnya, meski baru pertama kali dilaksanakan, animo tim yang turut serta dalam kegiatan ini sangat besar. Namun, karena adanya keterbatasan panitia tidak bisa menerima peserta dalam jumlah banyak.

“Saya berharap, selama pertandingan seluruh peserta selalu menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, persatuan, dan kesatuan,” kata Najirah.

Wawali Kota Bontang ini juga berharap pertandingan bola voli DPRD Cup I ini, tidak hanya sekadar ajang penyalur hobi, namun juga dapat menjadi ajang untuk mencari atlet yang berbakat. Bahkan, jika memungkinkan bisa menjadi event tahunan.

“Turnamen ini menjadi sarana terbaik untuk saling menjalin silaturahmi. Sehingga diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis antarsesama atlet voli Bontang. Semoga ini bisa menjadi event rutin tahunan,” kata Najirah.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan, pelaksanaan turnamen voli ini merupakan wujud fasilitasi DPRD Bontang terhadap tingginya animo masyarakat, khususnya pecinta voli, yang meminta untuk dilaksanakan turnamen.

Andi Faisal berharap ajang ini bisa menjadi turnamen berbobot untuk mencari bibit atlet bagi olahraga voli di Kota Bontang. Selain itu, turnamen DPRD Cup I ini juga sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi mendatang.

“Semoga event DPRD Cup 2 di tahun depan bisa lebih baik dan pesertanya tidak hanya se-Bontang, namun juga bisa se-Kaltim (Kalimantan Timur),” tutup Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam. (adv)

Hadiri Wisuda Politani Samarinda, Ini Pesan Puji Setyowati

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Puji Setyowati (kiri) saat menghadiri Wisuda ke-32 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Selasa (18/10) di Ballroom Hotel Mesra Internasional.

SAMARINDA – Menghadiri Wisuda ke-32 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Selasa (18/10) di Ballroom Hotel Mesra Internasional. Wakil Ketua DPRD Kaltim Puji Setyowati mengapresiasi kelulusan semua wisudawan dari mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

“Alhamdulillah tentu ini merupakan prestasi tersendiri bagi semua mahasiswa yang dinyatakan lulus. Saya yakin ada cerita tersendiri dibalik perjuangan adik-adik mahasiswa yang hari ini wisuda. Saya melihat, nilai IPK yang didapat juga rata-rata sangat bagus,” kata Puji, Selasa (18/10/2022).

Ia menambahkan, selain mahasiswa, kelulusan yang diraih juga hasil dari kerjasama dosen dan tenaga akademik serta orang-orang terdekat yang turut mendukung. Tak hanya itu, dukungan orang tua juga menjadi usaha dan doa tersendiri bagi wisudawan.

Lebih lanjut, Politisi perempuan yang peduli dunia pendidikan ini juga mengapresiasi diluncurkannya Project Based Learning (BSL) yang diresmikan didalam rangkaian acara wisuda. Diantara yang termasuk dalamnya yaitu, absensi berbasis android, aplikasi pendaftaran magang industri, paser smart service dan beberapa lainnya.

“Prestasi semacam ini patut diacungi jempol, sebuah kemajuan yang sangat baik dan luar biasa. Tentu ini menjadi kebanggaan bukan hanya untuk kampus namun kebanggaan bagi daerah dibidang teknologi,” ungkap Puji.

Puji juga mengapresiasi prestasi Bidang keuangan, administrasi umum dan kepegawaian pada Politani, yaitu salah satunya Politani peringkat ke-3 Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi dalam pemanfaatan surat elektronik kementerian (SINDE) untuk Kemendikbudristek bulan sept 202. Selain itu, Bidang kemahasiswaan yakni Juara 1 tingkat nasional "lomba survei dan pemetaan" agricultural Innovation Techology IV di Payakumbuh sekaligus Politani sebagai Juara Favorit. (adv/dprdkaltim)

Kepemimpinan Isran-Hadi, Tersisa 17 Desa Tertinggal

0
Gubernur dan Wagub Kaltim Isran Noor - Hadi Mulyadi

SAMARINDA – Program pembangunan perdesaan di Benua Etam terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim selama kepemimpinan Gubernur Dr H Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi (Isran-Hadi). Bahkan, selama kepemimpinan keduanya, mampu mengurangi desa tertinggal hingga tersisa 17 desa dari 518 desa tertinggal se Kaltim hingga 2022.

“Alhamdulillah, ini menunjukkan kerja keras semua pihak, terutama jajaran DPMPD Kaltim maupun Kabupaten se Kaltim serta Pemerintah Desa dan Kecamatan dari status sangat tertinggal menuju tertinggal,” ucap Gubernur Isran Noor baru-baru ini kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setdaprov Kaltim.

Menurut Gubernur Isran, progres ini menunjukkan semua pihak bekerja keras mewujudkan desa maju dan berkembang hingga mandiri.

“Kondisi ini, tadinya di Kaltim ada 518 desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal,” sebutnya.

Untuk itu, Pemprov Kaltim melalui DPMPD dalam RPJMD 2019-2023 menargetkan meningkatkan status 150 desa dari 518 desa menjadi berkembang.

Ternyata, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2022 di Kaltim hanya ada 17 desa tertinggal. “Alhasil, selama Isran-Hadi, melampaui target hingga 318 tertinggal saja,” sebutnya lagi.

Harusnya, lanjutnya, jika 518 dikurang 150 harusnya masih ada 368 desa sangat tertinggal dan tertinggal.

“Kita patut bersyukur, ternyata saat ini sisa 17 desa tertinggal, ini jauh melampaui target RPJMD yang hanya 150 dan sangat tertinggal nol desa,” jelasnya.

Artinya, dari 518 desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal. Dengan kerja keras Isran-Hadi memimpin Kaltim, saat ini tersisa 17 Desa tertinggal.

Kondisi ini diakuinya bukan sekedar kerja keras, tetapi adanya dukung Pemprov Kaltim dalam memberikan Bantuan Keuangan (Bankeu) sejak 2021 kepada seluruh Pemerintah Desa secara langsung dengan nilai kurang lebih Rp50 juta per desa.

“Jadi, bantuan ini langsung ke Pemerintah Desa bukan Pemerintah Kabupaten. Dengan harapan pemerintah desa langsung yang kelola. Bahkan, bantuan ini dilanjutkan hingga 2023,” ungkapnya. (adv/diskominfokaltim)

BW Dorong Penerapan Parkir Elektronik di Dua Pasar untuk Tingkatkan PAD

0
Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang.

BONTANG – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Bontang) mendorong diterapkannya sistem parkir elektroknik di dua pasar, yakni di Pasar Rawa Indah dan Pasar Loktuan, untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari sumber parkir.

“Sistem parkir elektronik sebaiknya diarahkan di sejumlah pasar semi modern yang sudah ada di Kota Bontang,” kata anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, Selasa (18/10/2022).

Bahktiar yang akrab disapa BW ini meyakini jika parkir elektronik dapat direalisasikan maka akan dapat menggali potensi PAD dari sektor ini.

Selain itu, lanjut dia, potensi parkir akan bisa maksimal dan jauh dari kemungkinan bocor atau adanya kelalaian faktor manusia. Hal itu bisa terealisasi jika sistem perparkiran tersebut sudah diterapkan.

“Kalau sistem elektronik dipakai, pastinya bisa menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir ,” ucap Bakhtiar,

Potensi itu, lanjut pria yang kerap disapa BW ini ada pada dua pasar yang representatif secara fasilitas, yakni Pasar Rawa Indah dan Pasar Loktuan.

“Karena Pasar Taman Rawa Indah dan Taman Citra Loktuan paling cocok,” kata dia

Ia membeberkan pertimbangan dipilihnya dua pasar tersebut karena merupakan pasar semi modern. Baik manajemen hingga infrastruktur, pasar sudah relatif teratur.

“Karena dua pasar ini paling cocok. Karena bangunannya semi moderen. Terlebih juga selama ini pungutan parkirnya terbilang kecil,” sebut Bakhtiar.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kamilan menyebutkan, selama ini PAD dari lahan parkir berasal dari tiga pasar di Kota Bontang yang hanya memperoleh retribusi parkir sebesar Rp 1,4 miliar.

Nilai itu pun, menurut Kamilan, dianggap masih jauh dari harapan. Sehingga ia sepakat jika harus diterapkan sistem parkir elektronik di tahun 2023 nanti, pihaknya mendukung.

Ia berharap pada tahun depan bisa terealisasi kegiatan yang sama, guna mengoptimalkan retribusi dari parkir.

“Karena parkir manual itu kadang-kadang penjaga parkirnya lengah, akhirnya ada pengunjung yang masuknya lewat pintu keluar,” ucap Kamilan menyetujui usulan Komisi II DPRD Bontang. (adv)

Gelar Paripurna, Masa Kerja Pansus Kesenian Diperpanjang

0
Ketua Pansus Kesenian Daerah Kaltim Sarkowi V Zahry 

SAMARINDA – DPRD Kaltim menggelar rapat paripurna membahas laporan kerja Panitia Khusus (Pansus) Kesenian Daerah Kaltim, pada Selasa (18/10/2022). Pansus meminta perpanjangan masa kerja karena ada perubahan substansi.

Menurut Ketua Pansus Kesenian Daerah Kaltim Sarkowi V Zahry, pihaknya meminta penambahan waktu kerja pansus selama satu bulan.

Alasannya, ada sejumlah perubahan diantaranya judul dan substansi dari Raperda Kesenian Daerah menjadi Raperda Kemajuan Kebudayaan Kaltim. Nantinya, sebut politis Golkar ini, Pansus Kesenian Daerah akan berubah nama menjadi Raperda Kemajuan Kebudayaan.

“Akan ada perubahan dari substansi dan judul, jadi kami masih perlu mencari refrensi,” kata Sarkowi.

“Termasuk studi banding dengan daerah lain, kemudian nanti kita akan finalisasi draf selanjutnya bersama melakukan konsultasi publik. Kemudian konsultasi terakhir dengan Kemendagri, sebagai tahapan akhir,” jelasnya.

Forum paripurna DPRD Kaltim menyetujui penambahan waktu kerja pansus hingga 22 November 2022. Sarkowi mengharapkan, dengan adanya Perda Kemajuan Kebudayaan Kaltim, jadi ruang kepedulian pemerintah daerah terhadap kesenian.

“Diharapkan bisa menjadi regulasi mengarah pada pengembangan dan kepedulian pemerintah daerah pada kebudayaan Kaltim, khususnya kesenian daerah,” tegasnya. (adv/dprdkaltim)

Basri Buka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

0
Wali Kota Basri Rase menyematkan baju ke peserta pelatihan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Wali Kota Bontang Basri Rase membuka pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang dilaksanaka Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM) Kalimantan Timur bersama Dinas PUPR Kota Bontang, di auditorium gedung Dispopar, Selasa (18/10/2022). Peserta sebanyak 70  tukang bangunan akan dilatih dan diberikan sertifikasi mengenai konstruksi.

Ketua pelaksana, Dedy Nugraha mengatakan, dalam pengerjaan konstruksi perlu adanya pengawasan. Dari pelatihan dan sertifikasi ini, ada beberapa bagian dari pekerjaan konstruksi seperti tukang kayu, tukang pasang batu, tukang plester, dan tukang besi.

Menurutnya, pekerja bangunan konstruksi harus memiliki keterampilan dan sertifikasi kompetensi, sebaliknya pemberi kerja wajib mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki sertifikasi guna memiliki kepastian hukum dalam penyediaan jasa konstruksi.

“Undang-undang No 2/2017 tentang Jasa Konstruksi, mewajibkan pekerja memiliki sertifikasi, kompetensi, pekerja serta para pengguna jasa wajib mempekerjakan pekerja yang memiliki sertifikasi,” kata Dedy Nugraha.

Ketua Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM) Kalimantan Timur, Rusdi Doviyanto mengatakan, P3SM Kaltim adalah salah satu institusi yang bisa memberikan sertifikasi kepada pekerja. Selama ini, P3SM telah memberikan sertifikasi kepada sekitar 1000 pekerja konstruksi.

“Untuk di Kota Bontang sendiri, ini yang kedua kalinya dilaksanakan,” kata Rusdi.

Rusdi menyebutkan, P3SM Kaltim bekerja sama dengan dinas PUPR Bontang melaksanakan pelatihan dan sertifkasi kepada 70 pekerja konstruksi. “Sesuai dengan peraturan bahwa semua pekerja konstruksi wajib bersertifikat,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, pihaknya ikut andil dalam meningkatkan SDM agar menjadi andal dan terampil sebab Bontang membutuhkan tenaga-tenaga terampil dan siap pakai.

“Saya selaku wali kota tidak ingin mendengar di Bontang ini, SDM-nya tidak cukup mumpuni. Kota cerdas itu, kota yang memiliki SDM-SDM yang terampil,” kata Basri, Selasa (18/10/2022).

Basri melanjutkan, Bontang tidak memiliki sumber daya alam yang banyak, namun hanya mengandalkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Bontang hanya memiliki SDM. Makanya, Bontang ini sangat ketergantungan dengan jasa konstruksi,” katanya.

“Nanti kita coba hasil pekerja sertifikasi. Misalnya tahun ini siapa tahun depan siapa. Kalau mau melakukan sertifikasi sendiri pasti sulit,” pungkasnya. (adv/yah)

Mengenal Munib Badriawan, Ketua Panitia Pergelaran Pusaka Nusantara

0

PAGUYUBAN Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta (Panji Beber) Kota Bontang mengadakan Pergelaran Pusaka Nusantara untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Bontang di Gedung MTQ Lapangan Bessai Berinta Lang Lang, Bontang. Kegiatan ini bisa berjalan berkat upaya Munib Badriawan, Ketua Panji Beber yang juga menjadi Ketua Panitia Penyelenggara.

Munib Badriawan mengatakan, persiapan acara mepet karena hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan sejak pulang dari Musyawarah Agung Senapati Nusantara/MAS 2 di Yogyakarta. Mereka mendapat kepercayaan Wali Kota Bontang untuk mengadakan Pergelaran Pusaka Nusantara di Gedung MTQ Lang-lang Bontang.

“Berkat dukungan penuh dari Mas Tommy Johan Agusta selaku Pembina Panji Beber dan Bang Letkol Priyo Handoyo selaku Pelindung Panji Beber, sehingga kami dapat memiliki kekuatan maksimal merealisasikan Pergelaran Pusaka untuk pertama kalinya di Kota Bontang,” ujar Munib.

Munib yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur, salah satu tokoh berperan dalam pendirian Panji Beber. Pada April 2021, Munib bersama Fathoni, Nasrullah dan Setiyono mendapat undangan dari Dasuki (kala itu Ketua Ika Pakarti) untuk berdiskusi mendirikan paguyuban pelestari tosan aji di Kota Bontang.

Gayung bersambut, ternyata Tommy Johan Agusta juga sudah menyampaikan ide itu kepada Walikota Bontang (Basri Rase), Komandan Kodim 0908 Bontang kala itu dijabat Choirul Huda dan H Harsono yang kelak menggantikan Dasuki sebagai Ketua Ika Pakarti.

“Saya mengenal keris cukup lama, namun tidak ada teman diskusi tentang tosan aji. Dengan dibentuknya Panji Beber, maka rumah kita bersama ini adalah wadah bagi para pelestari tosan aji untuk saling berbagi. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang disebarkan kepada masyarakat,” tambahnya.

Munib telah menjadi Ketua Panji Beber lebih 1 tahun. Tapi saat mengadakan Pagelaran Pusaka Nusantara sudah bercitarasa nasional. Menurut Munib, dukungan dari seluruh panitia yang merupakan anggota Panji Beber sungguh luar biasa.

“Atas kontribusi dari Mas Hardi, Mas Mada, Mas Arif Hidayat, Mbak Ayu, Mbak Winda, Gus Zain, Widi, Mahfud, Tiok, Rizal dan lain-lain, kami berikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Suksesnya acara ini merupakan tugas kita bersama, karena Panji Beber adalah rumah kita bersama,” ujarnya.

Apa kesibukan Munib Badriawan sehari-hari? Ternyata adalah pemilik warung Guntur yang cabangnya menyebar di seluruh Kota Bontang. “Saya berkecimpung di Panji Beber untuk mendalami makna simbolis dan makna filosofis dari sebilah keris. Ajaran yang disampaikan oleh leluhur melalui keris sungguh istimewa dan luar biasa. Rugi rasanya apabila generasi muda tidak tertarik dengan keris Nusantara yang telah mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai Masterpiece

of the oral and intangible heritage of humanity,” ujarnya.

Seperti diketahui pembukaan Pergelaran Pusaka Nusantara berlangsung meriah dan sukses, di Gedung MTQ Lapangan Bessai Berinta Lang Lang, Bontang, Senin (17/10/2022).  Acara dipandu duet MC yaitu Lendl Wibisana (Kabid Organisasi dan SDM Panji Beber) dan Mbak Winda (anggota bidang Kreasi Seni dan Budaya Panji Beber). Acara yang dimulai pukul 20.30 Wita itu berjalan baik dan lancar. (rls)

Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Hadiri Mediasi Sengketa Lahan Warga

0

BONTANG  – Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Serda Ali Mustofa menghadiri mediasi sengketa tanah antara Idris dengan Rukiyah di Aula Kantor desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (17/10/2022). Turut hadir Kepada Desa (Kades) Badak Baru, ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Badak Baru, Babinsa Badak Baru Babinkamtibmas.

Serda Ali Mustofa mengatakan sengketa tanah seperti ini sering terjadi di wilayahnya dan sangat rentan terjadi perselisihan yang dapat menimbulkan keributan baik itu kelompok maupun perorangan. Ali Mustofa menyebutkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan perlu adanya mediasi kedua belah pihak dengan difasilitasi aparat Desa.

“Seperti halnya  yang terjadi saat ini, untuk itu saya hadir di sini untuk mendampingi kades dan warga yang bersengketa,” ujarnya. Dia menuturkan, mediasi pemecahan masalah sengketa lahan tersebut dilakukan dalam bentuk musyawarah untuk mufakat secara kekeluargaan agar tidak timbul konflik yang berkepanjangan. (pendim Btg)

Panji Beber Pamerkan Ratusan Pusaka

0

BONTANG – Paguyuban Tosan Aji Bessai Berita (Panji Beber) menggelar pameran pusaka di Gedung MTQ Lapangan Bessai Berinta Lang Lang, Bontang. Acara ini berlangsung pada Senin, 17 Oktober 2022. Selain untuk ajang rekreasi, pameran ini merupakan salah satu acara untuk menyambut HUT Kota Bontang.

Pagelaran Pesona Pusaka Nusantara ini dibuka Wali Kota Bontang Basri Rase didampingi Wakil Wali Kota Najirah.  Acara ini juga menghadirkan karawitan sebagai hiburan. Terdapat 250 lebih pusaka yang dipamerkan di acara ini. “Saya berharap pameran ini akan menjadi acara rutin tahunan,” kata Basri.

Berbagai keris pusaka yang dipajang merupakan koleksi para anggota Panji Beber. Bontang memiliki keragaman budaya, sehingga benda pusaka tersebut dibawa dari daerah masing-masing.

“Para pelestari ini dikumpulkan di Panji Beber, dan di sinilah kami memamerkan pusakanya.  Jadi ini keris milik orang Bontang semua,” jelas Ketua Dewan Pembina, Tommy Johan Agusta.

Benda pusaka yang dipamerkan tidak hanya dari Kepulauan Jawa, tetapi ada juga yang dari Bali, Bugis, Dayak, dan Kutai. Panji Beber semangat dalam melestarikan pusaka dan budaya nusantara. Salah satunya dengan memamerkan baju serta topi yang merupakan produk lokal dari Klaten, Jawa Tengah. (sya)

Faisal Minta Pemkot Sinergi dengan DPRD untuk Kawal Bankeu

0
Anggota DPRD Bontang Faisal

BONTANG –  Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal meminta Pemkot Bontang terus bersinergi dengan DPRD mengawal Bantuan Keuangan (Bankeu). Sebab, Bontang ini sangat membutuhkan bankeu Provinsi. Sementara setiap tahun bankeu yang diterima selalu lebih kecil dibanding dengan daerah lain yang ada di Kaltim.

“Jadi kalau mengajukan itu jangan asal mengajukan dan ditinggal begitu saja tanpa dikawal dan perlu diingat mari pemerintah bersinergi dengan DPRD senantiasa bersilaturahmi dengan Pemprov,” ujarnya.

Selain itu, menurut Faisal, jika pemerintah tidak boleh pasrah dengan dana bankeu yang digelontorkan pemprov “Jangan pasrah, kalau tidak diperjuangkan ya tiap tahun selalu dapat sedikit. Kalau perlu itu DPRD perwakilan Provinsi yang duduk di Karang Paci juga kita desak,” ucapnya.

Diketahui, Pemkot Bontang mengajukan sejumlah kegiatan untuk mendapatkan bantuan dari Pemprov Kaltim melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) di 2023 sebesar Rp 475 miliar.

Dana tersebut diperuntukkan untuk penanganan banjir serta melanjutkan turap Sungai Bontang. (adv)