Beranda blog Halaman 908

Gelar Workshop Pendidikan, Hetifah Kampanyekan Sekolah Sehat

0
Gelar Workshop Pendidikan, Hetifah Kampanyekan Sekolah Sehat
Hetifah (tengah batik hijau) berfoto bersama seluruh narasumber dan peserta workshop. (Yusva Alam)

BONTANG – Kampanye mewujudkan Sekolah Sehat kembali digaungkan kepada para kepala sekolah dan guru yang ada di Bontang. Kali ini, dilakukan melalui Workshop Pendidikan bertemakan “Sekolah Sehat, Mewujudkan Anak Sehat, Cerdas, dan Berkarakter” yang diselenggarakan di Hotel Equator Bontang, Minggu (14/5/2023).

Workshop ini diinisiasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dan bekerja sama dengan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemenristek) RI. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Sekolah Dasar (SD) Kemenristek RI Muhammad Hasbi, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SD Jumeri, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Bambang Cipto Mulyono.

Adapun sebagai narasumber yakni Denok Asmiati sebagai Kepala SD Negeri 007 Sungai Pinang Samarinda, Asman Aziz selaku Dosen UIN Samarinda serta Kurniawan dari Direktorat SD Kemenristek RI. Hetifah menyampaikan, Bontang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sedari dini harus ikut berkontribusi dalam penyelenggaraaan Sekolah Sehat. Yang mana nantinya bisa mendukung terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Sekolah dan guru harus memastikan anak mendapatkan asupan dan gizi yang sehat. Apalagi sering ditemukan dalam jajanan saat ini mengandung unsur berbahaya seperti pengawet, pewarna, dan pemanis yang sering tidak disadari oleh orang tua. Bahkan sekolah cenderung membiarkan,” ungkap anggota DPR RI asal Kaltim tersebut.

Di sisi lain, Politisi Golkar itu juga menyoroti beberapa sekolah yang sarana prasarana (sapras) nya belum memadai untuk mendukung program Sekolah Sehat. Seperti belum ada ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sanitasi toilet yang buruk, tidak mengalirnya air bersih, hingga tidak ada pemisahan gender toilet yang ada di sekolah.

“Untuk itu workshop ini menjadi wahana untuk saling bertukar pengalaman antara guru dan kepala sekolah. Mari sama-sama bergerak. Semoga menjadi energi yang baik untuk saling berkolaborasi,” harapnya.

Hetifah juga menegaskan, satuan pendidikan alias sekolah harus bebas dari aktivitas bullying. Sebab jika masih ada hal tersebut, menandakan sekolah itu masih belum sehat lantaran tidak bisa menjadi tempat yang nyaman dan ramah buat anak.

Ditambahkan Muhammad Hasbi, melalui workshop ini, pihaknya mendorong seluruh komponen pendidikan agar menjalankan program ini melalui perannya masing-masing. Kemenristek, kata dia, juga akan berupaya maksimal untuk membantu Disdikbud Bontang dalam memenuhi sapras penunjang kesehatan di satuan pendidikan melalui berbagai skema

“Salah satunya melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pembangunan ruang UKS, perbaikan sanitasi dan jamban, hingga penyediaan air bersih,” beber Hasbi.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdikbud Bontang berujar, sejatinya program Sekolah Sehat telah diimplementasikan di setiap satuan pendidikan di Kota Taman. Namun momentum worshop ini diharapkan bisa menjadi suntikan penyemangat dan penguatan kembali bagi para guru dan kepala sekolah agar program ini bisa terus ditingkatkan.

“Harapan kami setelah kegiatan ini seluruh satuan pendidikan bisa langsung bergerak dan tidak harus menunggu anggaran yang besar. Minsetnya harus diubah. Yang penting bersih dan sehat,” jelasnya.

“Semua stakeholder harus berkomitmen. Baik dari komite, satuan pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan, kantin, hingga orang tua siswa. Mulai dari sekarang, kita (Bontang) harus menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing agar anak-anak kita kelak tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” pungkas Bambang. (al)

Kadispopar Dorong Konten Kreator Gencar Promosikan Wisata Bontang

0
Kadispopar Dorong Konten Kreator Gencar Promosikan Wisata Bontang
Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menyampaikan sambutan. (Yusva Alam)

BONTANG – Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem meminta para konten kreator Bontang agar menyerap ilmu sebanyak mungkin dari narasumber yang dihadirkan dalam seminar BISA Fest bertajuk ‘Penguatan Potensi Kota Bontang untuk Menjadi Destinasi Perjalanan Insentif Melalui Peran Konten Kreator,” yang berlangsung di Hotel Equator, Minggu (14/5/2023).

Aznem mengatakan, saat ini Kaltim sedang menuju perubahan menjadi Ibukota Negara (IKN). Bontang sudah seharusnya mempersiapkan diri dari sisi pariwisatanya. Diharapkan Bontang sebagai kota penyangga IKN di masa mendatang, akan menjadi seperti Bogor yang menjadi rujukan daerah pariwisata di DKI Jakarta saat ini.

“Para konten kreator harus mulai gencar mempromosikan wisata Bontang mulai sekarang. Agar Bontang dikenal sebagai kota wisata,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ditambahkan Aznem, para konten kreator ini termasuk salahsatu generasi yang akan ikut memajukan Kota Taman, sebutan Bontang. Karenanya pemerintah mulai melibatkan mereka dalam pembangunan daerah ke depannya.

“Bu Hetifah sudah bantu hadirkan orang hebat di dunia konten kreator. Jadi jangan disia-siakan. Jadikan bekal untuk ikut memajukan pariwisata Bontang,” sarannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian sebagai penggagas event ini menyarankan kepada Pemerintah Bontang, agar memperbanyak spot-spot yang instagramable. Lantaran spot-spot semacam ini bisa dieksplorasi oleh konten kreator, untuk menjadi sebuah konten wisata yang menarik.

“Kalau banyak spot-spot menarik, tentunya bahan konten makin banyak. Makin banyak pula yang tertarik untuk datang,” ungkap Hetifah.

Diketahui seminar BISA Fest kali ini menghadirkan narasumber Mirza Yonatan, Konten Kreator Exotic Kaltim. Konten kreator yang telah memulai membuat konten sejak tahun 2014 dan konsen pada segmen pariwisata Kaltim.  (adv/al)

Mengurus Kontingen MTQ Bontang di Balikpapan, Pegawai Kemenag Kecelakaan di Jalan Tol

0
Urus Kontingen MTQ Bontang di Balikpapan, Pegawai Kemenag Kecelakaan di Jalan Tol
Kondisi mobil Ali Mustofa pasca kecelakaan. (ist)

BONTANG – Beredar kabar di media sosial bahwa Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Bontang, Ali Mustofa mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Samarinda – Balikpapan. Kabar tersebut beredar di media sosial Sabtu (13/5/2023) sore ini.

Kabar tersebut dibenarkan oleh rekannya di Kemenag Bontang, Yarkani Penyelenggara Zakat dan Wakaf.

Berdasarkan info sementara yang diperoleh Yarkani, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Ali beserta penumpang lainnya di dalam mobil tidak mengalami luka berat. Hanya Ali mengalami sakit di bagian dada.

“Saat ini Pak Ali dibawa ke rumah sakit di daerah Samboja untuk diperiksa sakit dadanya,” ujar Yarkani saat dihubungi Radarbontang.com.

Yarkani belum mengetahui pasti mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Lantaran rekan Ali di mobil saat itu sedang tertidur.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Tol Samarinda – Balikpapan. Di kilometer 37 sekitar rest area mendekati Samboja.

Dari info yang dihimpunya, Ali dan rekan-rekannya sedang perjalanan dari Bontang menuju Balikpapan. Dalam rangka mengurusi kontingen MTQ Bontang yang akan berlomba di Balikpapan.

“Mereka hanya bisa memperkirakan penyebabnya. Antara ban meletus terlebih dahulu, lalu mobil oleng ke kiri dan ke kanan kemudian menabrak pagar. Ataukah karena Pak Ali yang mengantuk lalu mobil oleng ke kiri dan kanan sehingga menabrak pagar pembatas jalan tol,” bebernya.

“Alhamdulillah yang pasti semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Sementara hanya segitu informasi yang bisa saya berikan,” pungkas Yarkani. (al)

Udin Mulyono Ikut Antar PKB Bontang Daftarkan Bacaleg ke KPU, Basri Targetkan 5 Kursi

0
Udin Mulyono Ikut Antar PKB Bontang Daftarkan Bacaleg ke KPU, Basri Targetkan 5 Kursi
PKB Bontang foto bersama usai pendaftaran bacaleg. (Yahya Yabo/Media Kaltim (grup Radarbontang.com))

BONTANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendaftarkan Bacaleg ke Kantor KPU, Sabtu (13/5/2023). Rombongan yang dipimpin Ketua DPC PKB Bontang Basri Rase ini datang hanya diantar jajaran pengurus dan puluhan kader PKB.

Yang menarik, hadirnya Udin Mulyono, yang saat ini menjabat Dewan Pembina DPC PKB Bontang, ikut mengantarkan pengajuan bacaleg ke KPU.

Untuk diketahui, sosok Udin Mulyono ini cukup dikenal dan memiliki pengaruh yang cukup besar di Kota Bontang. Saat ini, Udin masih menjabat sebagai Ketua Umum Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kaltim. Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Bontang FC.

“Sebenarnya banyak yang mau ikut ke sini. Cuma memang saya larang, cukup saja dari pengurus dan beberapa caleg yang mewakili. Tapi semuanya menunggu di Kantor PKB. Yang penting nanti saat pemilu suaranya banyak,” tutur Basri Rase.

Soal target, Wali Kota Bontang ini mengatakan, targetnya sama dengan Pemilu 2019 yakni 5 kursi. “Kalau bisa dapat 6 kursi atau 7 kursi berarti bonus,” ucapnya.

Disinggung dokumen pengajuan persyaratan pencalegan, menurut Basri Rase syarat-syarat dokumen telah dipenuhi dengan mendaftarkan 25 Bacaleg dari PKB.

“Semua sudah terpenuhi syarat manualnya. Cuma karena di pusat mendaftarkan secara serentak pada siang ini melalui Silon, sehingga kita tunggu saja siang nanti,” jelas Basri Rase ke awak media, Sabtu (13/5/2023).

“Kalau soal waktu serentak dalam pengiriman di Silon, saya tidak paham. Tapi pasti saja pertimbangan dari DPP,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bontang, Erwin menjelaskan, bahwa tahapan penerimaan dokumen Bacaleg di KPU dilaksanakan pada 1 Mei hingga 14 Mei 2023 pengumpulan dokumen syarat Bacaleg. Di mana dalam melakukan verifikasi dokumen pengajuan ini, KPU akan melihat keterwakilan perempuan dan surat pengajuan dokumen dari DPP Partai.

“Ada proses perbaikan dan pemeriksaan verifikasi administrasi dan keabsahan. Kalau ada perbaikan akan diperbaiki pada tahapan perbaikan,” kata Erwin, Sabtu saat menerima rombongan partai PKB.

Erwin menambahkan, untuk PKB, bahwa seluruh kelengkapan berkas dokumen partai telah lengkap di Silon. “Hanya tinggal tinggal klik kirim di Silon sehingga masuk ke menu penerimaan di Silon KPU. Sehingga kami bisa cetak dokumen berita acaranya,” bebernya.

“Secara prinsip semua dokumen telah terpenuhi dan sudah diperiksa antara dokumen yang dibawa dengan dokumen yang sudah diupload. Tapi karena akan dilakukan serentak siang ini oleh partainya, maka nanti harus kembali lagi untuk penerimaan BA-nya (berita acara),” pungkas Erwin. (yah)

DPRD Dorong Pemkot Segera Fungsikan Rumah Sakit Tipe D

0
DPRD Dorong Pemkot Segera Fungsikan Rumah Sakit Tipe D
Ical harap Rumah Sakit Tipe D diperuntukkan untuk kesehatan. (ist)

BONTANG –  Salahsatu rekomendasi DPRD Bontang kepada pemkot adalah segera memfungsikan Rumah Sakit Tipe D sesuai peruntukannya. Lantaran Rumah Sakit Tipe sudah selesai pembangunannya.

Dikatakan Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, bahwa gedung Rumah Sakit Tipe D sudah selesai pembangunannya. Karena itu pihaknya meminta agar segera diaktifkan.

Apabila tidak segera diaktifkan akan menimbulkan beberapa permasalahan. Seperti biaya pemeliharaan yang terus berjalan dan semakin membesar.

Dorongan DPRD agar Rumah Sakit Tipe D segera difungsikan, berpijak pada beberapa rekomendasi dari lembaga-lembaga terkait penyelenggaraan daerah, seperti BPK, BPKP, hingga kejaksaan.

“Sudah jelas peruntukannya. Harus segera difungsikan sesuai peruntukannya,” ujar Ical sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, terlepas akan difungsikan apapun oleh pemkot, namun pihaknya berharap difungsikan sesuai peruntukannya yaitu fasilitas kesehatan. Karena hal itu membuktikkan ada perhatian pemerintah untuk pelayanan masyarakat, terutama pelayanan dasar untuk kesehatan.

“Segera digungsikan untuk kesehatan, bukan untuk kantor,” serunya. (adv/al)

Ketua Komisi II Janji Perjuangkan Kenaikan Kuota Solar Subsidi di SPBN Tanjung Limau

0
Ketua Komisi II Janji Perjuangkan Kenaikan Kuota Solar Subsidi di SPBN Tanjung Limau
Rustam (kiri) saat memimpin RDP Komisi II DPRD Bontang bersama Direktur Perumda AUJ, Dewan Pengawas Perumda AUJ, PT BKU, dan PT BSU terkait hasil kesepakatan SPBN Tanjung Limau. (Yusva Alam)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam berjanji akan memperjuangkan kenaikan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau. Namun dengan syarat tak ada lagi masalah ke depannya.

Hal itu diungkapkan pasca islah antara PT Bontang Karya Utamindo (BKU) dan PT Bontang Surya Utama (BSU) beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, saat ini kuota solar subsidi di SPBN Tanjung Limau hanya dijatah 240 kiloliter oleh pertamina. Hal itu karena kondisi pandemi covid-19 beberapa waktu lalu.

Nelayan dianggap jarang melaut, sehingga kuota dikurangi. Yang awalnya 300 kiloliter dikurangi 60 kiloliter menjadi 240 kiloliter.

“Saya akan perjuangkan agar kembali mendapat jatah 300 kiloliter. Setidaknya dibawah-bawah angka tersebut,” ujarnya saat diwawancara awak media.

Namun begitu upaya memperjuangkan peningkatan kuota tersebut akan tergantung pada Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) sebagai leading sektornya.

Menurutnya, DKP3 yang paling mengerti berapa jumlah kuota yang dibutuhkan oleh nelayan Bontang. Selain itu juga memahami terkait regulasi nelayan kategori seperti apa, yang bisa mendapatkan solar subsidi. Pihaknya akan berjuang berdasarkan pada rekomendasi DKP3.

“Tapi ingat! Saya akan perjuangkan kalau tidak ada masalah lagi di SPBN Tanjung Limau di masa mendatang,” tegasnya. (adv/al)

Beli Sabu Mau Dijual Lagi, Pelaku Dibekuk Polisi

0
Beli Sabu Mau Dijual Lagi, Pelaku Dibekuk Polisi
Terduga diamankan bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Unit 2 Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang menangkap terduga penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Sabtu (13/5/2023) pukul 00.30 wita dini hari.

Pelaku berinisial ES ditangkap di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, dengan barang bukti 2 bungkus narkotika jenis sabu.

Kapolres Bontang melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono, menjelaskan bahwa, ES ditangkap berdasarkan laporan masyarakat bahwa di tempat kejadian sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya, personel Satresnarkoba melakukan pengintaian di lokasi tersebut.

“Saat dilakukan pengintaian, terlihat seseorang mengendarai sepeda motor roda dua yang berhenti di pinggir jalan. Saat kami mendekatinya, terduga membuang satu bungkus klip yang diduga berisi narkotika. Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menemukan satu klip narkotika di dasbor motor,” terang Iptu Mandiyono, Sabtu (13/5/2023).

Mandiyono menambahkan, terduga kemudian diinterogasi dan ditanyai mengenai kepemilikan barang tersebut. Terduga mengakui bahwa sabu yang ditemukan baru saja dibelinya dari seseorang di wilayah Pasar Malam Berbas.

“Tersangka mengakui bahwa barang bukti sabu baru saja dibelinya dari seseorang di daerah belakang Pasar Malam Berbas, dan ia bermaksud menjualnya kembali,” jelas Mandiyono.

Terduga pelaku bersama barang bukti, yang terdiri dari 2 bungkus plastik klip diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,80 gram, 1 buah bungkus rokok Sampoerna, 1 unit HP merek Vivo warna biru, dan 1 buah sepeda motor Yamaha Aerox, telah diamankan oleh personel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Personel kemudian mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk dilakukan tindak lanjut pemeriksaan,” tambahnya.

Terduga dikenakan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (yah)

Pegawai Pemkot Pengguna Narkoba, Ical: Tetap Disanksi Tapi Direhabilitasi Dulu!

0
Ical tak ingin sanksi pemecatan justru menimbulkan masalah baru. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menanggapi isu pegawai di lingkup Pemkot Bontang yang akhir-akhir ini terindikasi atau bahkan kedapatan sebagai pengguna aktif narkoba.

Dikatakan Ical sapaan akrabnya, ia menyetujui tes urine yang dilakukan pemerintah atau badan lain kepada para pegawai di lingkungan Pemkot Bontang. Hal itu menurutnya sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pencegahan narkoba.

“Tes urine ini efektif sebagai pendeteksi pengguna narkoba. Tapi harus dadakan jangan sampai bocor saat akan mengadakan,” ujarnya.

Apabila dalam tes urine tersebut didapati pegawai terindikasi atau dipastikan sebagai pengguna narkoba, harus diberi sanksi. Namun begitu, sanksi tidak harus berupa pemecatan. Tetapi pelaku bisa dibina dulu.

Setelah selesai masalahnya baru sanksi diberlakukan.

Perlu diinterview dulu atau di tes lanjutan, untuk benar-benar memastikan pegawai yang bersangkutan sebagai pengguna narkoba. Atau hanya sedang mengkonsumsi obat-obatan dari dokter karena mengalami sakit tertentu.

“Kalau memang ternyata pengguna aktif, pelaku bisa dititipkan ke panti rehabilitasi dulu untuk diselesaikan masalahnya. Jangan langsung diberhentikan, karena justru akan menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.

Upaya tersebut menurutnya sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah, dalam pembinaan kepada pegawainya. Hal itu berlaku bagi status honorer maupun ASN itu sendiri. (adv/al)

Minta PT BKU dan PT BSU Tetap Akur, Rustam: Kalau Masih Ribut Saya Ambil Tindakan Tegas!

0
Minta PT BKU dan PT BSU Tetap Akur, Rustam: Kalau Masih Ribut Saya Ambil Tindakan Tegas!
Rustam saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Pasca islah antara PT Bontang Karya Utamindo (BKU) dan PT Bontang Surya Utama (BSU) beberapa waktu lalu, Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam berharap upayanya mendamaikan keduanya dihargai. Agar tetap berdamai sampai kapanpun ke depannya.

Dirinya menegaskan, apabila setelah perdamaian ini tetap masih berseteru, maka ia akan mengambil tindakan tegas yaitu menyatakan pengelolaan SPBN itu sebagai statu quo.

“Saya akan ambil tindakan tegas kalau mereka masih ribut,” tegasnya saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.

Menurutnya masalah pengelolaan SPBN Tanjung Limau ini tidak bisa dianggap enteng, lantaran solar itu merupakan jatah nelayan Bontang untuk harga subsidi dari pemerintah. Nelayan membutuhkan solar untuk mencari ikan. Apabila distribusi solar bermasalah maka akan berdampak panjang.

“Saya harap keduanya tetap sinergi. Semangatnya harusnya untuk memikirkan nasib nelayan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi II DPRD Bontang berhasil memediasi perselisihan antara PT BKU dan PT BSU. Hasil mediasi itu, keduanya sepakat untuk islah.

Keduanya kembali sepakat mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau.

Hasil mediasi terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Bontang bersama Direktur Perumda AUJ, Dewan Pengawas Perumda AUJ, Direktur PT Bontang Karya Utamindo, Direktur PT Bontang Surya Utama terkait hasil kesepakatan SPBN Tanjung Limau, Senin (8/5/2023) di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Bontang. (adv/al)

Ketua Komisi III Kukuh Perjuangkan Rute Laut Bontang – Mamuju

0
Ketua Komisi III Kukuh Perjuangkan Rute Laut Bontang – Mamuju
Atos tetap akan perjuangkan harapan warga Bontang asal Mamuju. (ist)

BONTANG – Harapan masyarakat Bontang yang berasal dari Sulawesi Barat, khususnya Mamuju sudah hampir pupus, lantaran Wali Kota Bontang pesimis rute laut Bontang – Mamuju bisa diwujudkan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III, Amir Tosina.

Dikatakan Atos sapaan akrabnya, jawaban wali kota tersebut sudah tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya berdasarkan komitmen-komitmen yang telah dibangun antara Pemkot Bontang dan bidang-bidang urusan terkait.

“Seharusnya wali kota bisa buka rute dulu. Masalah keberangkatan itu mengikuti momen saja. Pas momen ramai seperti hari raya idulfitri baru kapal datang juga tidak apa-apa. Kalau pas sepi gak usah datang. Yang penting ada rute dulu,” bebernya menyarankan.

Dirinya menegaskan tetap akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan warga Bontang asal Mamuju. “Tidak sampai di sini usaha kami. Akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Wali Kota Bontang, Basri Rase menjawab pertanyaan Ketua Komisi III saat interupsi di dalam rapat paripurna penyampaian keputusan DPRD atas LKPJ Wali Kota Bontang tahun anggaran 2022 di Pendopo Rujab, Senin (8/5/2023).

Dikatakan wali kota bahwa rute itu sebenarnya sudah ada. Warga Bontang yang ingin ke Mamuju bisa menggunakan KM Entebe Express.

Namun begitu, pemilik kapal ini enggan membuka kembali rute pelayaran tersebut, lantaran penumpangnya hanya sedikit. Sehingga pemilik kapal merasa rugi.

Kapal itu sudah pernah masuk ke Bontang sekira 3-4 bulan lalu.

“Penumpangnya hanya berkisar 7, 8, atau 10 orang saja. Biayanya tak menutup biaya operasional,” bebernya menjawab pertanyaan tersebut. (adv/al)